algoritma round robin

Top PDF algoritma round robin:

IMPLEMENTASI SISTEM LOAD BALANCING DENGAN ALGORITMA ROUND ROBIN UNTUK MENGATASI BEBAN SERVER DI SMK NEGERI 2 KUDUS

IMPLEMENTASI SISTEM LOAD BALANCING DENGAN ALGORITMA ROUND ROBIN UNTUK MENGATASI BEBAN SERVER DI SMK NEGERI 2 KUDUS

Pengembangan dalam bidang jaringan komputer telah dilakukan oleh SMK Negeri 2 Kudus. Akan tetapi masih banyak mengalami masalah salah satunya adalah beban server. Terlebih lagi di SMK Negeri 2 Kudus memiliki kurang lebih 800 orang pengguna. Untuk itu akan diimplementasikan sistem Load Balancing dengan tujuan untuk mengatasi beban server tersebut yang tidak sesuai dengan kapasitasnya dan untuk mengoptimalkan beban server sebelum dan sesudah penerapan sistem Load Balancing Algoritma Round robin pada server di SMK Negeri 2 Kudus.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Performa Algoritma Round Robin dan Least Connection untuk Load Balancing pada Software Defined Network

Analisis Perbandingan Performa Algoritma Round Robin dan Least Connection untuk Load Balancing pada Software Defined Network

Perkembangan teknologi internet dimana para penggunanya yang menginginkan layanan yang selalu tersedia setiap saat semakin meningkat mengikuti perkembangan zaman yang biasanya belum tentu didukung dengan bertambahnya layanan server yang memadai. Request pengguna yang terlalu banyak menjadikan beban kerja pada server meningkat dengan cepat, mengakibatkan server down dalam waktu yang singkat serta dibutuhkan teknologi yang menangani penggunaan jaringan yang kompleks. Sebagai teknologi baru, software defined network menawarkan scalability dan programmability untuk penggunaan jaringan yang semakin kompleks seperti load balancing. Beberapa penelitian tentang load balancing pada software defined network (SDN) dengan berbagai algoritma yang diterapkan akan menghasilkan performa yang berbeda-beda, diantaranya yaitu algoritma round robin dan least connection. Pengujian dilakukan dengan 3 kategori rate yaitu low, medium, dan high. Parameter pengujian yang digunakan adalah throughput, response time, dan CPU Usage menggunakan Httperf dan psutil. Algoritma round robin lebih unggul dibandingkan algoritma least connection pada koneksi kecil. Sedangkan untuk koneksi besar algoritma least connection lebih unggul. Nilai rata-rata response time menujukan keunggulan algoritma round robin dibandingkan dengan algoritma least connection. CPU Usage server dengan algoritma round robin lebih stabil pada setiap kategori rate. Sedangkan algoritma least connection lebih ringan beban dari algoritma round robin meskipun nilainya mengalami kenaikan pada setiap kategori rate.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perancangan Klaster Server Web Dengan Availabilitas Tinggi Menggunakan Teknologi Failover, Load Balancing dan Distributed File System

Perancangan Klaster Server Web Dengan Availabilitas Tinggi Menggunakan Teknologi Failover, Load Balancing dan Distributed File System

Dengan hasil pengujian seperti table diatas, dapat dilihat grafik dari pengujian seperti pada gambar grafik dibawah ini. Dari hasil yang diperoleh untuk pengujian CPU Usage ialah untuk algoritma round robin pada web server 1 ketika jumlah koneksi 20 CPU usage bernilai 29.3 %, untuk koneksi 40 dengan hasil 45.5 %,konneksi 60 dengan jumlah hasil 67.7 %, sedangkan untuk jumlah koneksi 80 menghasilkan jumlah CPU Usage 69.6 dan jumlah koneksi 100 menghasilkan nilai 72.6 %. Lalu untuk web server 2 memperoleh hasil 41.2 % untuk jumlah koneksi 20, 65.3% untuk jumlah koneksi 40, untuk jumlah koneksi 60 menghasilkan nilai sebesar 66.3 ,jumlah koneksi 80 menghasilkan nila sebesar 68.6 dan ketika jumlah koneksi 100 maka menghasilkan nilai sebesar 69.6. Nilai CPU usage mengingkat seiring dengan bertambahnya jumlah koneksi yang ada. Hal itu berlaku juga untuk nilai Memory Usage, untuk web server 1 menghasilkan nilai sebesar 133072 KB dengan jumlah koneksi 20, untuk jumlah koneksi 40 menghasilkan nilai sebesar 133706 KB, lalu jumlah koneksi 60 menghasilkan nilai sebesar 133716 KB. Nilai untuk jumlah koneksi lalu jumlah koneksi 80 menghasilkan nilai sebesar 316492 KB dan jumlah koneksi 100 menghasilkan nilai sebesar 456672 KB. Selanjutnya untuk nilai Memory Usage pada web server 2 ialah 11830 KB untuk jumlah koneksi 20, 122708 KB untuk jumlah koneksi 40, 220596 KB untuk jumlah koneksi 60, 476460 KB untuk jumlah koneksi 80 dan 784832 KB untuk jumlah koneksi 100. Dapat disimpulkan bahwa meningkatkan jumlah koneksi maka nilai CPU Usage dan Memory Usage juga meningkat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

OPTIMASI TURN ARROUND TIME PADA PENJADWALAN ROUND ROBIN DENGAN MENCARI QUANTUM TIME OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING

OPTIMASI TURN ARROUND TIME PADA PENJADWALAN ROUND ROBIN DENGAN MENCARI QUANTUM TIME OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING

Gbr. 1 Ghant chart algoritma Round Robin Waktu tunggu untuk P1 adalah 6, P2 adalah 4, dan P3 adalah 7 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (6 + 4 + 7)/3 = 5.66 milidetik. Algoritma Round- Robin ini di satu sisi memiliki keuntungan, yaitu adanya keseragaman waktu. Namun di sisi lain, algoritma ini akan terlalu sering melakukan switching seperti yang terlihat pada Gambar 3.1. Semakin besar quantum-time maka switching yang terjadi akan semakin sedikit. Waktu turnarround juga tergantung ukuran waktu quantum. Rata-rata waktu turnarround tidak meningkat bila waktu quantum dinaikkan. Secara umum, rata-rata waktu turnarround dapat ditingkatkan jika banyak proses menyelesaikan CPU burst berikutnya sebagai satu waktu quantum. Sebagai contoh, terdapat tiga proses masing-masing 10 unit waktu dan waktu quantum 1 unit waktu, rata-rata waktu turnarround adalah 29. Jika waktu quantum 10, sebaliknya, rata-rata waktu turnarround turun menjadi 20.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ALOKASI RESOURCE BLOCK PADA SISTEM KOMUNIKASI DEVICE-TO- DEVICE YANG UNDERLAYING PADA JARINGAN LTE-ADVANCED RESOURCE BLOCK ALLOCATION FOR DEVICE- TO-DEVICE COMMUNICATION UNDERLAYING LTE-ADVANCED NETWORKS

ALOKASI RESOURCE BLOCK PADA SISTEM KOMUNIKASI DEVICE-TO- DEVICE YANG UNDERLAYING PADA JARINGAN LTE-ADVANCED RESOURCE BLOCK ALLOCATION FOR DEVICE- TO-DEVICE COMMUNICATION UNDERLAYING LTE-ADVANCED NETWORKS

Dewasa ini, layanan telekomunikasi berbasis nirkabel (seluler) saat ini sangat berkembang. Dari awalnya yang hanya menyalurkan komunikasi analog berupa suara, kemudian menuju komunikasi suara digital dan hingga saat ini berupa teknologi data broadband berkecepatan tinggi. Disisi lain, jaringan akses wireless mempunyai keterbatasan sumberdaya seperti frekuensi, daya dan waktu. Sehingga, diperlukan suatu pengalokasian sumber daya agar penggunaan sumber daya tetap efisien dan mempunyai quality of service yang tetap terjaga. 3GPP(Third Generation Partnership Project) yang merupakan lembaga standardisasi teknologi mobile memperkenalkan suatu teknologi yaitu D2D (Device- to-Device) [1]. Teknologi ini memungkinkan UE(User Equipment) untuk berkomunikasi langsung dengan atau tanpa supervisi dari eNB (evolved Node B). Teknologi ini muncul untuk meningkatkan kapasitas bandwidth dan latency. Pada tugas akhir ini, dilakukan proses simulasi pengalokasian resource block pada sistem komunikasi D2D yang underlaying dengan jaringan LTE-Advanced menggunakan algoritma Round Robin dan dibandingkan dengan algoritma heuristic. Pada Bab II akan dibahas mengenai metode-metode yang akan digunakan pada penelitian. Pada Bab III membahas mengenai analisis dari hasil yang telah diperoleh dari simulasi. Pada Bab IV akan membahas mengenai kesimpulan yang diperoleh dari penelitian.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISA LOAD BALANCING SERVER DENGAN METODE LVS DIRECT ROUTING MENGGUNAKAN ALGORITMA ROUND ROBIN DAN LEAST CONNECTION.

ANALISA LOAD BALANCING SERVER DENGAN METODE LVS DIRECT ROUTING MENGGUNAKAN ALGORITMA ROUND ROBIN DAN LEAST CONNECTION.

Metode load balancing yang digunakan LVS Direct Routing . Penelitian ini menggunakan algoritma Round robin dan algoritma Least connection sebagai pembanding. Penambahan pada sisi server digunakan untuk membandingkan kinerja pada load balancing server dengan jumlah server yang berbeda yaitu sejumlah 2 server , 3 server , dan 4 server . Parameter yang diukur yaitu throughput , respon time, error, dan CPU Utilization .

2 Baca lebih lajut

T1 672012008 Full text

T1 672012008 Full text

Berdasarkan hasil pengujian terhadap perbandingan jaringan thin client dengan pemanfaatan algoritma Round Robin dan Weighted Round Robin pada cluster computing, secara keseluruhan didapatkan rata-rata response time pada client untuk algoritma Round Robin yaitu 34.67819413 detik dan Weighted Round Robin yaitu 30.44016927 detik. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisa sistem berdasarkan report dari server membuktikan bahwa pada algoritma Weighted Round Robin rata-rata penggunaan sumber daya memori lebih kecil dari pada algoritma Round Robin yaitu sebesar 1949457 KB, dan rata-rata penggunaan CPU pada algoritma Weighted Round Robin lebih besar dari Round Robin yaitu 30.63%. Berdasarkan grafik yang ada performa jaringan thin client dengan algoritma Weighted Round Robin pada cluster computing lebih baik dibandingankan dengan jaringan thin client dengan algoritma Round Robin.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan, Pembelian, Inventori, Penjadwalan Produksi dengan Algoritma Round Robin PT Marga Sandang Textile Bandung.

Sistem Informasi Penjualan, Pembelian, Inventori, Penjadwalan Produksi dengan Algoritma Round Robin PT Marga Sandang Textile Bandung.

Robin penjadwalan tersebut akan diperoleh hasil solusi produksi yang optimal untuk perusahaan. Selain untuk proses produksi, algoritma ini pun dapat diterapkan pada sistem informasi penjualan, pembe lian, dan inventori perusahaan untuk memperoleh hasil yang optimal.

20 Baca lebih lajut

ANALISIS ALGORITMA ROUND ROBIN LEAST CON

ANALISIS ALGORITMA ROUND ROBIN LEAST CON

Load balancing is a technique to distribute traffic load into two or more lanes to reach balanced connection, optimized traffic performance, maximized data throughput, minimized delay, and avoiding data overload. Load balancing in a computer network used to modulate the balance of bandwidth usage between multiple internet service provider. This research contains Load Balancing performance test on HTTP, FTP, and VoIP. Testing application used is OPNET Modeler 14.5 simulator, and load balancing algorithm which being tested is Least Connection, Round Robin, and Ratio. The test results shows generally Ratio is better than Least Connection and Round Robin. Ratio excels on handling End-to-End Delay and Jitter in VoIP, while Least Conncetion shows the highest throughput value in all test cases. Keywords : load balancing, round robin, least connection, ratio, OPNET modeler
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI FAIL OVER MENGGUNAKAN JARINGAN VPN DAN METRONET PADA ASTRIDOGROUP INDONESIA VPN FAILOVER IMPLEMENTATION USING VPN AND METRONET NETWORK AT ASTRIDOGROUP INDONESIA

IMPLEMENTASI FAIL OVER MENGGUNAKAN JARINGAN VPN DAN METRONET PADA ASTRIDOGROUP INDONESIA VPN FAILOVER IMPLEMENTATION USING VPN AND METRONET NETWORK AT ASTRIDOGROUP INDONESIA

5. Penelitian yang dilakukan oleh Agus Heriyanto, dengan judul “ Analisis dan Implementasi Load Balance dua ISP menggunakan Mikrotik dengan metode Round Robin ” [8]. Tahun 2010. Pada penelitian ini dibahas mengenai penggabungan dua ISP menggunakan MikroTik RouterOS dengan Round Robin metode Beban Balance. Masalah timbul di sini ketika router statis memiliki dua atau lebih koneksi yang tersedia ke internet menggunakan ISP yang sama atau berbeda. Jika demikian maka gateway dapat digunakan hanya satu saja atau menggunakan gateway yang tersisa untuk keperluan back-up hanya dalam kasus masalah pada gateway pertama. Jadi, untuk bisa menggunakan kedua gateway secara bersamaan, sementara memungkinkan mereka untuk satu tujuan back-up dalam kasus kegagalan koneksi di gerbang lainnya, maka perlu konsep keseimbangan beban dengan metode round robin, yang menggunakan kedua gerbang dan di saat yang sama dengan membagi beban secara berurutan dan bergantian. Hasil dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas bandwidth untuk akses internet karena kedua gateway yang tersedia dapat digunakan secara bersamaan. Seiring dengan kegagalan fungsi juga dapat digunakan untuk cadangan tujuan dalam kasus masalah koneksi ke salah satu gateway.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA PENJADWALAN MODIFIED DEFICIT ROUND ROBIN (MDRR) DAN ROUND ROBIN (RR) PADA JARINGAN MOBILE WIMAX - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EVALUASI KINERJA PENJADWALAN MODIFIED DEFICIT ROUND ROBIN (MDRR) DAN ROUND ROBIN (RR) PADA JARINGAN MOBILE WIMAX - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Simulasi yang dilakukan pada tugas akhir ini menggunakan tiga skenario yang berbeda. Yang membedakan antara skenario satu dengan yang lainnya adalah jumlah SS yang digunakan. Pada skenario pertama terdapat 18 pengguna (SS) dengan 6 pengguna web browsing, 6 FTP, 2 pengguna video, dan 4 VoIP. Skenario pertama ini dirancang menggambarkan keadaan trafik jaringan tidak penuh dengan atau intensitas trafik pada skenario pertama masih kecil. Skenario kedua pada jaringan terdapat 25 pengguna dengan 8 pengguna web browsing, 8 FTP, 3 video, dan 6 VoIP. Skenario kedua menggambarkan jaringan saat trafik dalam keadaan hampir penuh dengan intensitas trafik mendekati nilai satu. Sedangkan skenario ketiga dirancang untuk menggambarkan jaringan yang trafiknya penuh menggunakan 29 pengguna dengan 9 pengguna web browsing, 9 pengguna FTP, 3 video, dan 8 pengguna VoIP. Pembuatan skenario dilakukan dengan jumlah pengguna yang berbeda agar dapat diketahui efektivitas algoritma penjadwalan yang digunakan pada jaringan dengan tingkat kepadatan yang berbeda beda. Susunan jaringan serta parameter yang lain diatur dengan nilai yang sama agar lebih mudah dalam menganalisa pengaruh algoritma penjadwalan yang digunakan pada simulasi ini. Berikut adalah tampilan tiap skenario yang dirancang pada simulasi tugas akhir ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Representasi Turnamen Round-Robin Dengan Menggunakan Graf Hamiltonian dan Matriks Novenza Harisman, Wamiliana, dan Fitriani

Representasi Turnamen Round-Robin Dengan Menggunakan Graf Hamiltonian dan Matriks Novenza Harisman, Wamiliana, dan Fitriani

Sistem pertandingan yang dipakai dalam suatu turnamen olahraga, mempertemukan setiap peserta dengan peserta lainnya secara lengkap. Salah satu sistem kompetisi yang paling umum dipakai adalah “Sistem Setengah Kompetisi”. Dalam sistem setengah kompetisi (round-robin), setiap peserta akan bertemu dengan semua peserta lainnya satu kali. Graf berarah (directed graph atau digraph) adalah graf yang setiap edge diberikan orientasi arah disebut sebagai graf berarah. Sisi berarah disebut busur (arc). Graf dengan orientasi arah dipakai untuk merepresentasikan turnamen Round- Robin ke bentuk graf turnamen. Turnamen Round-Robin direpresentasikan ke dalam bentuk graf dengan cara setiap tim dalam turnamen dinotasikan oleh vertex dan untuk tim yang akan bertanding dan mendominasi lawan tandingnya dinotasikan dengan arc, sehingga akan terbentuk graf lengkap berarah (turnamen). Sedangkan graf berarah (digraf) yang diperoleh dengan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penyelesaian Masalah Penjadwalan Pertandingan Sepak Bola dengan Sistem Round-Robin

Penyelesaian Masalah Penjadwalan Pertandingan Sepak Bola dengan Sistem Round-Robin

In this paper we studied the modelling of football game scheduling problem with round-robin system. This system arranges each team met other teams once for half competition. We applied our model for match scheduling in the qualification round of Euro Cup 2008 Group B. There were three steps to complete that problem, Step 1 was to determine game patterns which consist of home, away, and bye. Then Step 2 was to determine timetable, and Step 3 was to combine the Step 1 and Step 2. The Step 3 produced a schedule.

Baca lebih lajut

Aplikasi sistem Informasi Manajemen pada Stasiun Radio

Aplikasi sistem Informasi Manajemen pada Stasiun Radio

Round robin merupakan salah satu algoritma penjadwalan yang paling sederhana untuk proses dalam sistem operasi. Round robin ditugaskan untuk membagi waktu setiap proses pada porsi yang sama dan dalam urutan melingkar, menjalankan semua proses tanpa prioritas dikenal juga sebagai eksekutif siklik, (Ishwari, 2012).

Baca lebih lajut

Aplikasi Penjadwalan Pertandingan pada Kegiatan StiFest Menggunakan Metode Round Robin

Aplikasi Penjadwalan Pertandingan pada Kegiatan StiFest Menggunakan Metode Round Robin

Basketball game in this StiFest activity has many fans who sign up and steadily increasing. The game system is used based on the number of teams that register. Scheduling basketball game on StiFest use system Knock Out game and a half of competition / group. Scheduling current game, done manually at random by the committee. In this way, it’ s feared foul play by the committee to provide an easy match for a particular team. Based from the issues, then made one basketball scheduling matches application using Round robin method. Round robin exact used to basketball scheduling matches application analyze based on half competition system because work based by time (quantum) which determined with every matches and view that every teams are same, with the result of the scheduling fairly. This match scheduling application can be used to assist the committee in making the match schedule. The result of this match was not concerned with scheduling or give an advantage to certain teams, so as to avoid fraud in the process of scheduling the match. This is evidenced by ten times tested, resulting in a 100% success of the applications that have been created.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOLABORASI TEKNIK ROUND ROBIN DAN TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI SMA NEGERI 15 BANDUNG.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOLABORASI TEKNIK ROUND ROBIN DAN TWO STAY TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI SMA NEGERI 15 BANDUNG.

Round Robin dan Two Stay Two Stray siswa menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk lebih berani berbicara dengan menggunakan bahasa Jepang, selain itu, teknik ini juga membantu mereka mengeluarkan gagasan-gagasan kosakata dalam bahasa Jepang sehingga mempermudah mereka dalam pembelajaran dan lebih meningkatkan kemampuan mereka dalam berbicara bahasa Jepang. Dari hasil analisis data angket dan wawancara di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh siswa berfikir bahwa pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jepang dengan menggunakan kolaborasi teknik Round Robin dan Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Jepang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Performansi Jaringan High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) Berdasarkan Teknik Penjadwalan Trafik.

Analisis Performansi Jaringan High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) Berdasarkan Teknik Penjadwalan Trafik.

Secara umum, algoritma penjadwalan digunakan untuk menentukan user yang paling cocok untuk mengakses kanal sehingga dapat mengoptimalkan troughput, fairness, dan delay. Algoritma penjadwalan trafik berdasarkan model kanalnya, dapat dikategorikan menjadi 2 macam. Pertama, algoritma penjadwalan pada model kanal two-state on-off Markov. Karena cukup sederhana, model kanal two-state Markov lebih cocok diaplikasikan untuk menilai faktor keadilan (fairness) dari algoritma penjadwalan tersebut. Bagaimanapun juga, model kanal two-state Markov ini mempunyai keterbatasan jika diaplikasikan pada karakteristik kanal secara real. Kedua adalah algoritma penjadwalan pada model kanal praktis yang lebih menekankan pada kondisi multi-user yang beragam. Beberapa teknik penjadwalan tersebut diantaranya adalah Max SNR, Round Robin (RR), Proportional Fair (PF), dan penjadwalan Fair Channel Dependent (FCD).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin Brainstorming Berbantuan Hypnoteaching terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Salatiga T1  Full

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin Brainstorming Berbantuan Hypnoteaching terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Salatiga T1 Full

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis yang diberikan kepada kedua kelas. Tes ini terdiri dari pretest dan posttest. Pretest diberikan sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming, sedangkan posttest diberikan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming berbantuan Hypnoteaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa Kelas X SMA Negeri 3 Salatiga. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes kemampuan komunikasi matematis yang berupa tes uraian tertulis yang diberikan saat pretest dan posttest . Instrumen yang digunakan divalidasi terlebih dahulu oleh para ahli (expert judgement) yaitu 1 dosen pendidikan matematika dan 2 guru matematika.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE KOOPERATIF RALLY ROBIN (ROUND ROBIN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTs KARANGMANGU KECAMATAN KRANGKENG KABUPATEN INDRAMAYU - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENERAPAN METODE KOOPERATIF RALLY ROBIN (ROUND ROBIN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTs KARANGMANGU KECAMATAN KRANGKENG KABUPATEN INDRAMAYU - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Melihat hal itu penulis mengangkat sebuah metode pembelajaran baru untuk dapat mengatasi spekulasi dari anggapan banyak orang yang menganggap bahwa pelajaran IPS itu membosankan, jenuh, monoton. Selain itu juga dengan adanya metode baru ini di harapkan dapat menghasilkan hasil belajar yang meningkat bagi peserta didiknya juga dapat bermanfaat bagi pendidik yang kelak menggunakan metode ini sebagai metode pembelajarannya dalam proses pembelajaran di kelas. Metode tersebut adalah metode kooperatif rally robin (round robin)

Baca lebih lajut

Show all 8958 documents...