Anaerobic Baffled

Top PDF Anaerobic Baffled:

Perencanaan Desain Alternatif IPAL Dengan Teknologi Anaerobic Baffled Reactor Dan Anaerobic Filter Untuk Rumah Susun Romokalisari Surabaya - ITS Repository

Perencanaan Desain Alternatif IPAL Dengan Teknologi Anaerobic Baffled Reactor Dan Anaerobic Filter Untuk Rumah Susun Romokalisari Surabaya - ITS Repository

Rumah Susun Romokalisari adalah rumah susun yang terletak di kota Surabaya dan berdiri sejak tahun 2015. Walaupun masih termasuk baru, rumah susun ini memiliki beberapa permasalahan dikarenakan tidak adanya pengolahan air limbah grey water yang memadai. Selain itu air buangan dari tangki septik rumah susun yang tidak diolah dapat membahayakan kualitas air tanah di sekitar rumah susun. Oleh karena itu perlu adanya unit pengolahan limbah tambahan untuk mengolah kedua air buangan tersebut. Perencanaan ini memberikan dua alternatif unit yang akan digunakan yaitu Anaerobic Baffled Reactor dan Anaerobic Filter. Kedua unit ini dipilih karena biaya pembangunan dan perawatannya yang murah serta operasionalnya yang mudah, berdasarkan literatur dan penelitian-penelitian sebelumnya.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

ANALISIS EKSERGI PADA PROSES BIOGAS MENGGUNAKAN ABR (ANAEROBIC BAFFLED REACTOR) DENGAN SUBSTRAT NASI BASI EXERGY ANALYSIS AT PROCESS BIOGAS USING ABR (ANAEROBIC BAFFLED REACTOR) WITH A SUBSTRATE STALE RICE

ANALISIS EKSERGI PADA PROSES BIOGAS MENGGUNAKAN ABR (ANAEROBIC BAFFLED REACTOR) DENGAN SUBSTRAT NASI BASI EXERGY ANALYSIS AT PROCESS BIOGAS USING ABR (ANAEROBIC BAFFLED REACTOR) WITH A SUBSTRATE STALE RICE

Penelitian ini bertujuan melakukan suatu metode untuk melihat sejauh mana efisiensi energi yang digunakan. Metode yang dipakai adalah analisis eksergi pada proses produksi biogas. Eksergi didefinisikan sebagai kerja maksimum teoretis yang mampu diperoleh saat sistem tersebut berinteraksi dalam mencapai keseimbangan [3]. Analisis eksergi mempunyai kelebihan seperti, lebih teliti dalam menentukan energi yang hilang dalam proses dan dapat menentukan kualitas energi. Analisis eksergi pada penelitian ini diterapkan pada proses produksi biogas menggunakan reaktor ABR (Anaerobic Baffled Reactor). Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberi masukan dalam pemilihan teknologi proses produksi gas metana agar energi yang dipakai dapat optimal dan efisien.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN PARAMETER FISIS DI ANAEROBIC BAFFLED REACTOR (ABR) BERBASIS PERANGKAT LUNAK LABVIEW Design of Monitoring and Control System for Physical Parameters in Anaerobic Baffled Reactor (ABR) based on LabVIEW Softw

RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN PARAMETER FISIS DI ANAEROBIC BAFFLED REACTOR (ABR) BERBASIS PERANGKAT LUNAK LABVIEW Design of Monitoring and Control System for Physical Parameters in Anaerobic Baffled Reactor (ABR) based on LabVIEW Softw

Anaerobic Baffled Reactor (ABR) merupakan sub – reaktor dari sistem plant penghasil biogas dengan metode Temperature Phased Anaerob Digester (TPAD). Proses pembentukan biogas dari reaktor tersebut adalah penguraian bahan – bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerobic digester). Proses tersebut memiliki beberapa tahapan proses antara lain hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Tahapan proses yang terjadi pada reaktor ABR adalah tahap metanogenesis. Pada tahapan ini dibutuhkan pengkondisian temperatur pada kondisi mesofilik (35ºC), serta pemantuan parameter lain seperti tekanan gas parsial, nilai pH dan hydraulic retention time (HRT). Pada penelitian ini telah dibuat suatu sistem yang mengintegrasikan pemantauan parameter (temperatur, tekanan gas parsial dan nilai pH awal) menggunakan modul akuisisi data mikrokontroler STM32F103RBT6 dengan hasil karakterisasi pada setiap sensor antara lain : sensor temperatur (DS18B20) = akurasi 99.68 %; presisi ±0.13 ºC; sensitivitas 0.999 ºC/ºC; resolusi 0.009 ºC; , sensor tekanan (MPX5100) = akurasi 99.64 %; presisi 0.03 psi; sensitivitas 0.004 psi/mV; resolusi 0.003 psi; , dan sensor pH (SEN1601) = akurasi 99.64 %; presisi 0.003 pH; sensitivitas 0.004 pH/mV; resolusi 0.003 pH . Setiap hasil pemantauan akan ditampilkan pada media user interface yang dibuat menggunakan program LabVIEW di komputer. Selain itu diterapkan sistem kontrol temperatur dengan kendali PID menggunakan metode Ziegler Nichols yang dapat diatur pada LabVIEW. Hasil dari pengujian kontrol hasil terbaik didapatkan pada kendali PID dengan hasil pengujian kontrol temperatur subtrat pada set point 35ºC antara lain :rise time = 128.13 menit, settling time = 829.2 menit, overshoot = 5.5% dan error steady state = 0.3%. Hasil penelitian terbatas pada uji pemantauan dan uji pengendalian parameter tanpa adanya proses hasil gas yang diproduksi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Kombinasi Anaerobic Baffled Reactor (ABR) & Hybrid Aero-Plant Reactor System (HAPS) Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo - ITS Repository

Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Kombinasi Anaerobic Baffled Reactor (ABR) & Hybrid Aero-Plant Reactor System (HAPS) Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo - ITS Repository

Rencana Anggaran Biaya RAB yang dibutuhkan untuk sistem SPAL dan IPAL komunal kombinasi Anaerobic Baffled Reactor ABR & Hybrid Aero-Plant Reactor System HAPS untuk pemukiman di Kecamatan[r]

231 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN METODE ANAEROBIC BAFFLED REACTOR (STUDI KASUS: PERUMAHAN ROYAL SUMATRA, MEDAN)

PERENCANAAN PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN METODE ANAEROBIC BAFFLED REACTOR (STUDI KASUS: PERUMAHAN ROYAL SUMATRA, MEDAN)

Limbah Domestik merupakan jumlah pencemar terbesar yang masuk ke perairan yang berasal dari air bekas cucian, kamar mandi, dapur, dan buangan eksreta yang dipandang berbahaya karena dapat menjadi penyebaran penyakit.Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan pengolahan limbah domestik secara komunal menggunakan metode ABR (anaerobic baffled reactor). Jika dirancang dengan baik, ABR dapat berfungsi mengendalikan potensi rembesan tinja ke sumber air tanah, dan menurunkan kandungan organik air limbah domestik sehingga air dapat digunakan untuk kebutuhan mahluk hidup. Batasan masalah yang ditinjau dari penulisan tugas akhir ini adalah perkiraan debit limbah dari kawasan perumahan Royal Sumatra, Serta tinjauan penurunan kandungan BOD air limbah domestik sesuai baku mutu.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Metode Anaerobic Baffled Reactor (Studi kasus: Royal Sumatra, Medan)

Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Metode Anaerobic Baffled Reactor (Studi kasus: Royal Sumatra, Medan)

Limbah Domestik merupakan jumlah pencemar terbesar yang masuk ke perairan yang berasal dari air bekas cucian, kamar mandi, dapur, dan buangan eksreta yang dipandang berbahaya karena dapat menjadi penyebaran penyakit.Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan pengolahan limbah domestik secara komunal menggunakan metode ABR (anaerobic baffled reactor). Jika dirancang dengan baik, ABR dapat berfungsi mengendalikan potensi rembesan tinja ke sumber air tanah, dan menurunkan kandungan organik air limbah domestik sehingga air dapat digunakan untuk kebutuhan mahluk hidup. Batasan masalah yang ditinjau dari penulisan tugas akhir ini adalah perkiraan debit limbah dari kawasan perumahan Royal Sumatra, Serta tinjauan penurunan kandungan BOD air limbah domestik sesuai baku mutu.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN PROSES ANAEROBIC BAFFLED REACTOR DAN ANAEROBIC FILTER PADA HOTEL BINTANG 5

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN PROSES ANAEROBIC BAFFLED REACTOR DAN ANAEROBIC FILTER PADA HOTEL BINTANG 5

Pada perencanaan kali ini, akan direncanakan instalasi pengolahan air limbah dengan unit Anarobic Baffled Reactor (ABR) dan Anaerobic Filter (AF) sebagai unit alternatif untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan hotel. Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan Anaerobic Filter (AF) merupakan unit pengolahan air limbah yang biasa digunakan untuk mengolah limbah domestik maupun limbah industri. ABR dan AF memiliki keunggulan dimana dalam proses pengolahan limbah kedua unit ini memiliki efisiensi yang tinggi, dan dari segi konstruksi kedua unit ini tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat dibangun di bawah permukaan tanah, sehingga sangat cocok untuk digunakan pada perhotelan. Maka berdasarkan keunggulan tersebut perencanaan ini akan menggunakan ABR dan AF sebagai alternatif untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan hotel bintang lima Surabaya.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

PERFORMANCE EVALUATION OF WASTEWATER TREATMENT PLANT IN RUSUNAWA TANAH MERAH II SURABAYA

PERFORMANCE EVALUATION OF WASTEWATER TREATMENT PLANT IN RUSUNAWA TANAH MERAH II SURABAYA

Rusunawa Tanah Merah II was built in 2009 with totally 2 twin blocks and 192 units included its wastewater treatment plant (WWTP). The WWTP in Rusunawa Tanah Merah II contains of anaerobic baffled reactor (ABR) and anaerobic filter with coral media. Both of units were built at each of twin block. Having been operated for about 5 years, there was no any former examination to evaluate WWTP performance. Therefore, the evaluation is needed to analyze the process of the treatment along with its obstacles. The analysis started by examining the wastewater samples which taken on WWTP in both of blocks. Then it compared to Governor Rule of East Java Number 72, 2013. Wastewater quality parameters in the analysis comprise BOD, COD, TSS, and Oil and Grease. The removal efficiency in both ABR reached 40-86% for BOD, 41-86% for COD, 11-90% for TSS, and 69-98% for oil and grease. Whereas in both anaerobic biofilter reached 11-57% for BOD, 10-57% for COD, 21-73% for TSS, and up to 100% for oil and grease.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

Performance Of Abr : Case Study Using Glycerin Pitch As Substrate

Performance Of Abr : Case Study Using Glycerin Pitch As Substrate

The wastes of oleo chemical industry is categorize as wastewater and glycerin pitch. Treatment of waste water of oleo chemical industry which contains glycerin pitch using Anaerobic Baffled Reactor (ABR) was proven to be effective in treating medium level concentration (influent COD of 15.000 mg/l) with COD removal efficiency of 72%. For overall, ABR performance in reducing organic compound, influence significantly only with the feed concentration and biomass losses. Increasing of feed concentration from COD of 15.000 mg/l to COD of 18.000 mg/l followed with the increasing of biomass losess of 27%.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

WW 1 DEGRADASI SENYAWA ORGANIK LIMBAH CA

WW 1 DEGRADASI SENYAWA ORGANIK LIMBAH CA

Proses produksi tahu menghasilkan limbah cair dalam kuantitas yang besar dengan rata-rata jumlah limbah cair industri tahu per kilogram kedelai yang diolah adalah 17±3 L (Romli, 2009). Karakteristik limbah cair tahu sebagian besar terdiri dari polutan organik dengan nilai yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan pengolahan limbah yang efisien dan relatif murah. Pada penelitian ini, akan digunakan reaktor Anaerobic Baffled Reactor skala laboratorium dan diamati degradasi senyawa organik. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong pengolahan limbah cair tahu di kawasan industri, sehingga masalah limbah cair tahu akan teratasi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Fase deaktivasi bead biokatalis pada fermentasi bioetanol.

Fase deaktivasi bead biokatalis pada fermentasi bioetanol.

Penggunaan Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dalam fermentasi kontinyu dapat meningkatkan konsetrasi produk yang diinginkan. Keuntungan lain dari penggunaan ABR adalah tidak membutuhkan energy listrik, biaya operasi murah, dan waktu pemakaian yang lama.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Kecepatan Pengadukan Pada Tahap Asidogenesis Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS)

Pengaruh Kecepatan Pengadukan Pada Tahap Asidogenesis Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS)

[12] Rebecca A. Hoffman, Marcelo L., Garcia, Mehul Veskivar, Khursheed, Karim, Muthanna H. Al-Dahhan, 2007. Effect of Shear on Performance and Microbial Ecology of Continuosly Stirred Anaerobic Digester Treating Manure. Journal Biotechnology and Bioengineering 100 : 01

4 Baca lebih lajut

Characterization of modified zeolite as microbial immobilization media on POME anaerobic digestion

Characterization of modified zeolite as microbial immobilization media on POME anaerobic digestion

As the world’s biggest palm oil producer, Indonesia generates also huge amount of Palm Oil Mill Effluent (POME) wastewater and causes serious problem in environment. In conventional method, POME was converted into biogas using lagoon system which required extensive land area. Anaerobic Fluidized Bed Reactor (AFBR) proposes more effective biogas producing with smaller land area. In the proposed system, a immobilization media would be main factor for enhancing productivity. This research studied on characterization of Lampung natural zeolite as immobilization media in the AFBR system for POME treatment. Various activation method such as physical and chemical were attempted to create more suitable material which has larger surface area, pore size distribution as well as excellent surface structures. The physical method was applied by heating up the material till 400 o C while HCl was used on the chemical activation. Based on the result, the chemical activation increased the surface area significantly into 71 m 2 /g compared to physical as well as original zeolite. The strong acid material was quite effective to enforce the impurities within zeolite pore structure compared to heating up the material. According to distribution data, the Lampung zeolite owned the pore size with the range of 3 – 5 μm which was mesopore material. The pore size was appropriate for immobilization media as it was smaller than size of biogas microbial. The XRD patterns verified that chemical activation could maintain the zeolite structure as the original. Obviously, the SEM photograph showed apparent structure and pore size on the modified zeolite using chemical method. The testing of modified zeolite on the batch system was done to evaluate the characterization process. The modified zeolite using chemical process resulted fast reduction of COD and stabilized the volatile fatty acid as the intermediate product of anaerobic digestion, especially in the beginning of the process. Therefore, the chemical activation process was most suitable to produce the immobilization media from Lampung natural zeolite for POME waste treatment
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Terhadap Produksi Biogas Pada Proses Metanogenesis Berbahan Baku Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit

Pengaruh Suhu Terhadap Produksi Biogas Pada Proses Metanogenesis Berbahan Baku Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit

[15] Pradeep Kumar Uppal, Shailendra Jain, Rajkumar Bhia, “Analysis Of Dry Anaerobic Digestion Of Cow Dung With Respect To Wet Anaerobic Digestion On Biogas Production”, Internional Journal of Current Research and Review, IV (16 Agustus 2012) page 197

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Hydraulic Retention Time (HRT) dan pH pada Proses Asidogenesis Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) pada Temperatur 45oC

Pengaruh Hydraulic Retention Time (HRT) dan pH pada Proses Asidogenesis Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) pada Temperatur 45oC

[45] SenthilKumar, M., Gnanapragasam, G., Arutchelvan, V., Nagarajan, S. 2010. Influence of Hydraulic Retention Time in a Two-phase Upflow Anaerobic Sludge Blanket Reactor Treating Textile Dyeing Effluent Using Sago Effluent as the Co- substrate. Environ Sci Pollut Res 18:649-654

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Hydraulic Retention Time (HRT) dan Laju Pengadukan pada Proses Asidogenesis Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) pada Temperatur 45oC

Pengaruh Hydraulic Retention Time (HRT) dan Laju Pengadukan pada Proses Asidogenesis Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) pada Temperatur 45oC

[27] Irvan, Bambang Trisakti, Vivian Wongistani and Yoshimasa Tomiuchi. Methane Emission From Digestion Of Palm Oil Mill Effluent (Pome) In A Thermophilic Anaerobic Reactor. Internat. J. of Sci. and Eng Vol.3 No.1 ISSN: 2086-5023 April 2012 page : 32-35

5 Baca lebih lajut

Cambridge IGCSE Biology (0610)

Cambridge IGCSE Biology (0610)

Syllabus content 20.2 Biotechnology Core • Describe the role of anaerobic respiration in yeast during production of ethanol for biofuels • Describe the role of anaerobic respiration i[r]

67 Baca lebih lajut

EXTENSIVE INTENSITY EXERCISE MOST EFFECTIVELY INCREASES ANAEROBIC THRESHOLD

EXTENSIVE INTENSITY EXERCISE MOST EFFECTIVELY INCREASES ANAEROBIC THRESHOLD

Based on the facts on the ground, it turns out athletes Indonesia is still very difficult to compete with athletes of the world in almost all sports. This is partly due to the method of training provided was based on the experiences of trainers as an athlete. Coach believes that more training (the frequency, duration and intensity), the results become better. Actually, that determines the success of an athlete is the accuracy of the intensity of exercise, because the intensity of exercise determines the metabolic pathways (Janssen 1987, Pate 1991). The frequency and duration of exercise refers only to the time dimension (how many times per week exercise or how long each exercise), without touching the metabolic processes of energy systems. A fundamental aspect of the exercise program at any branch of sport is to identify the metabolic pathways of the main energy system (the predominant energy system). Every sport requires a metabolic pathway through the mechanism of aerobic- anaerobic energy in the right proportions. ATP as an
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Household Waste Bioreactor Modification Based on Anaerobic Decomposition

Household Waste Bioreactor Modification Based on Anaerobic Decomposition

To study the quality of the bioreactor modification, monitoring temperature and pH are needed to measure during the composting process till the stable compos. Bioreactor 1 and 2 are base on Anaerobic decomposition. In Anaerobic composting, decomposition occurs where oxygen (O) is absent or in limited supply. In an anaerobic digester, gaseous oxygen is prevented from entering the system through physical containment in sealed tanks. Under this method, anaerobic micro-organisms dominate and develop intermediate compounds including methane, organic acids, hydrogen sulphide and other substances. In the absence of O, these compounds accumulate and are not metabolized further. Many of these compounds have strong odours and some present phytotoxicity. Anaerobic composting is a low-temperature process. The compounds which develop in anaerobic decomposition must be out in every 3 days (Bioreaktor 1, 2) because no metabolized further. .
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 151 documents...

Related subjects