Analisis asam retinoat

Top PDF Analisis asam retinoat:

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL BEBAS DI WILAYAH PURWOKERTO

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL BEBAS DI WILAYAH PURWOKERTO

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Analisis Asam Retinoat Dalam Sediaan Krim Pemutih Yang Dijual Bebas Di Wilayah Purwokerto “ untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL PADA KLINIK KECANTIKAN DI WILAYAH PURWOKERTO

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL PADA KLINIK KECANTIKAN DI WILAYAH PURWOKERTO

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Asam Retinoat Dalam Sediaan Krim Pemutih Yang Dijual Pada Klinik Kecantikan Di Wilayah Purwokerto ” untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS ASAM RETINOAT PADA KOSMETIK KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASARAN KOTA MANADO

ANALISIS ASAM RETINOAT PADA KOSMETIK KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASARAN KOTA MANADO

menempati pusat-pusat serapan dari penjerap, sehingga pada proses elusi lempeng tersebut dapat menyerap dan berikatan dengan sampel (Anonim, 2010). Pemeriksaan dilakukan dengan cara menotolkan sampel pada pelat KLT kemudian dielusi dengan menggunakan pengembang sistem A: n-heksan - asam asetat glasial 0,33% dalam etanol p.a (9:1), sistem B: n-heksan – aseton (6:4). Kemudian noda hasil KLT dilihat dibawah penyinaran lampu UV 254. Menurut BPOM

8 Baca lebih lajut

Analisis Asam Salisilat dalam Krim Anti Jerawat

Analisis Asam Salisilat dalam Krim Anti Jerawat

Validasi prosedur metode Spektrofotometri UV-VIS yang dilakukan tidak menggunakan deret standar dan zat pengompleks warna dengan panjang gelombang 300 nm dan di dapat hasil yang kurang maksimal. Pada prosedur seperti itu di khawatirkan ada zat lain yang ikut larut dalam alkohol dan memiliki absorban yang sama. Oleh karena itu ketika penentuan kadar dalam sampel di gunakan prosedur yang menggunakan deret standar dan larutan Fe 3+ sebagai zat pengompleks warna agar di dapat hasil yang lebih kuantitatif karena larutan Fe 3+ akan membentuk kompleks dengan asam salisilat yang berwarna ungu.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Analisis Proses Penetralan Air Asam Tam

Analisis Proses Penetralan Air Asam Tam

Waktu proses penetralan air asam tambang ini seharusnya lebih diperhatikan lagi. Hal ini dikarenakan air yang keluar dari kolam pengendap lumpur (KPL) dapat terkontrol dengan baik tingkat keasamannya. Sehingga air yang keluar dari KPL tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Waktu penetralan air asam tambang akan lebih baik jika dibuat jadwal khusus dalam melakukan proses penetralan. Sehingga dapat diketahui dalam satu kali proses penetralan dapat menetralkan air asam tambang yang berada di KPL dalam jangka waktu berapa hari.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

WASPADAI ASAM RETINOAT DALAM KOSMETIK

WASPADAI ASAM RETINOAT DALAM KOSMETIK

Kini, setelah diketahui adanya risiko penggunaan asam retinoat, pemakaiannya dalam kosmetik sangat tidak dibenarkan mengingat kosmetik adalah bahan yang cenderung dipakai sesuka hati oleh masyarakat. Karena itulah asam retinoat hanya dapat digunakan di bawah pengawasan dokter sehingga hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Badan POM juga telah mengeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa asam retinoat merupakan salah satu bahan dari 1243 bahan yang dilarang ditambahkan ke dalam kosmetik. Selain pengawasan yang dilakukan Badan POM dan kesadaran produsen kosmetik dalam menjamin produknya dalam persyaratan keamanan, mutu dan manfaat, yang lebih penting adalah bagaimana konsumen selaku obyek langsung produk kosmetik dapat bersikap bijak dalam pemakaian kosmetik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS HUJAN ASAM DAN CO 2 ATMOSFER

ANALISIS HUJAN ASAM DAN CO 2 ATMOSFER

Hujan asam adalah air hujan dengan pH (keasaman) 5,6 dimana air murni berada dalam kesetimbangan dengan konsentrasi CO 2 global (350 ppm) di atmosfer. Pengaruh keasaman air hujan selain dipengaruhi oleh unsur asam seperti SO 4 2- , NO 3 - , Cl - juga dipengaruhi unsur basa seperti NH 3 dan CaCO 3 . Dampak dari transportasi dan industri akan mempengaruhi konsentrasi CO 2 di atmosfer. Tahun 2004 di beberapa lokasi di Bandung seperti Cipedes (Bandung Barat) dan Jl. Martadinata (Bandung Timur) mewakili daerah padat transportasi dan Dago (Bandung Utara) sebagai daerah perumahan mempunyai konsentrasi CO 2 yang bervariasi. Konsentrasi rata-rata CO 2 bervariasi 330-426 ppm untuk Cipedes dan 307-372 ppm untuk Martadinata, sedangkan Dago bervariasi 254-290 ppm. Ternyata terdapat korelasi antara konsentrasi CO 2 dan terjadinya hujan asam di Bandung umumnya kecuali wilayah Dago.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Lapak Analisis Kualitatif Asam Askorbat

Lapak Analisis Kualitatif Asam Askorbat

Asam askorbat atau vitamin C adalah salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan efektif atau mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, termasuk melindungi lensa dari kerusakan oksidatif yang ditimbulkan oleh radiasi [11]. Vitamin C sangat mudah larut dalam air (1 gram dapat larut sempurna dalam 3 ml air), sedikit larut dalam alkohol (1 gram larut dalam 50 ml alkohol absolute atau 100 ml gliserin) dan tidak larut dalam benzene, eter, chloroform, minyak dan sejenisnya. Sifat yang paling utama dari Vitamin C adalah kemampuan mereduksinya yang kuat dan mudah teroksidasi yang dikatalis oleh beberapa logam, terutam Cu dan Ag [9].
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Hambatan Karbon Dalam  Lingkungan Asam-Basa

Analisis Hambatan Karbon Dalam Lingkungan Asam-Basa

Dari data termogram DSC terlihat bahwa ada perbedaan titik didih, hal ini disebabkan terjadinya adsorbsi kimia yang menyebabkan kenaikkan titik didih asam asetat atupun basa. Demikian juga pengukuran titik didih menggunakan metode beda tegangan ada kenaikkan titik didih sama pada alat DSC, artinya adsorbsi kimia pada karbon terjadi pada suhu tersebut.

2 Baca lebih lajut

Percobaan Analisis Asam Cuka Febri

Percobaan Analisis Asam Cuka Febri

1. Analisis cuka dalam asam asetat dan natrium hidroksida dengan menambahkan satu tetes indikator PP, supaya bisa mendapatkan hasil percobaan yang akurat maka praktikan harus betul-betul teliti (di aduk serata mungkin) pada setiap tetesan larutan NaOH pada saat titrasi.

12 Baca lebih lajut

ANALISIS ASAM CUKA DALAM CUKA PERDAGANGAN.doc

ANALISIS ASAM CUKA DALAM CUKA PERDAGANGAN.doc

Studi kuantitatif mengenai reaksi penetralan asam-basa dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur yang disebut dengan titrimetri (titrasi). Dalam analisis titrimetri, analit direaksikan dengan suatu pereaksi yang konsentrasinya diketahui dengan tepat untuk bereaksi secara ekivalen. Pereaksi yang digunakan disebut larutan standar dan konsentrasi larutan ditentukan dengan proses yang disebut standarisasi.

9 Baca lebih lajut

Analisis Penanganan Air Asam Tambang Batubara

Analisis Penanganan Air Asam Tambang Batubara

Air asam tambang merupakan limbah pencemar lingkungan yang terjadi akibat aktifitas pertambangan. Limbah ini terjadi karena adanya proses oksidasi bahan mineral pirit (FeS2) dan bahan mineral sulfida lainnya yang tersingkap ke permukaan tanah dalam proses pengambilan bahan mineral tambang. Proses kimia dan biologi dari bahan-bahan mineral tersebut menghasilkan sulfat dengan tingkat keasaman yang tinggi. Secara langsung maupun tidak langsung tingkat keasaman yang tinggi mempengaruhi kualitas lingkungan dan kehidupan organisme. (Yusran, 2009). Pengaruh mineral sulfida yang berpengaruh terhadap pembentukan air asam tambang membuat penulis tertarik untuk meneliti pengaruh spent ore emas proses head leach dalam pembentukan air asam tambang (Yusuf F, 2016).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS ASAM AMINO PENSTIMULASI SEKRESI INSULIN DALAM BIJI KECIPIR, BIJI ASAM, DAN BIJI KELOR DENGAN HPLC.

ANALISIS ASAM AMINO PENSTIMULASI SEKRESI INSULIN DALAM BIJI KECIPIR, BIJI ASAM, DAN BIJI KELOR DENGAN HPLC.

Serbuk biji yang telah diayak dengan saringan 250 mikron, ditimbang sebanyak 3 gram. Serbuk biji kemudian dihidrolisis dengan larutan HCl 6 N dan dipanaskan dalam suhu 110 o C selama 24 jam. Sampel yang telah dihidrolisis dilarutkan dalam 5 mL HCl 0,01 N kemudian disaring dengan kertas saring milipori 0,45 mikron. Ditambahkan bufer kalium borat pH 10,4 dengan perbandingan 1 : 1. Sebanyak 10 µL sampel dimasukkan ke dalam vial kosong yang bersih dan ditambahkan 25 µL pereaksi OPA, dibiarkan hingga 1 menit agar proses derivatisasi sempurna. Hasil dari proses ini diinjeksikan ke dalam kolom HPLC sebanyak 5 µL dan pemisahan asam amino ditunggu hingga selesai. Total waktu yang diperlukan sekitar 25 menit.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Asam Valproat Dalam Plasma Secara Kromatografi Gas

Analisis Asam Valproat Dalam Plasma Secara Kromatografi Gas

Sistem Larutan standar natrium divalproat dengan konsentrasi 100 ppm disuntikkan sebanyak 1,0 µL pada alat KG dengan kondisi laju alir dan suhu awal kolom terpilih. Waktu retensi dicatat, lalu dihitung jumlah pelat teoritis, HETP, faktor ikutan, dan presisi pada enam kali penyun- tikan. Selalin itu juga dilakukan Validasi Metode Analisis Asam Valproat dalam Plasmasebanyak 1,0 ìL lapisan organik diambil lalu disuntikkan ke kromatografi gas. Pengukuran LLOQ

14 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Asam Organik Pada Beberapa Sampel Gula Aren

Analisis Kandungan Asam Organik Pada Beberapa Sampel Gula Aren

Suzanne (2009) mengemukakan bahwa asam- asam organik dapat dianalisis dengan menggunakan dua metode yaitu dengan mengukur keasaman (pH) dan dengan metode titrasi. Analisis asam-asam organik pada makanan dapat juga dilakukan dengan menggunakan High Performance Liquid Chromathography (HPLC) (Nour et al., 2010). Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui asam-asam organik yang terkandung dalam gula aren dan konsentrasi dari setiap asam organik itu.

6 Baca lebih lajut

PERCOBAAN IV (Reaksi Asam-Basa [Analisis Kuantitatif

PERCOBAAN IV (Reaksi Asam-Basa [Analisis Kuantitatif

Titrasi dilakukan tiga kali (triplo) agar diperoleh data yang mendekati kebenaran atau data yang akurat. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut : pada titrasi pertama, untuk mendapatkan titik ekivalen diperlukan asam oksalat sebanyak 15 mL. Titrasi kedua, diperlukan asam oksalat sebanyak 15,5 mL. Titrasi ketiga, diperlukan asam oksalat sebanyak 15,3 mL. Sehingga dapat diperoleh volume rata-ratanya 15,267 mL dan dari perhitungan diperoleh hasil bahwa kosentrasi NaOH yang sesungguhnya adalah 0,1017 N.

21 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Asam Organik pada Beberapa Sampel Gula Aren

Analisis Kandungan Asam Organik pada Beberapa Sampel Gula Aren

Asam standar yang digunakan berada dalam bentuk larutan dan juga serbuk. Untuk asam dalam bentuk larutan seperti asam laktat dan asam asetat diambil sebanyak 10 mL kemudian ditambahkan 90 mL fase gerak sedangkan ; untuk asam dalam bentuk serbuk seperti asam fumarat, asam piroglutamat, asam malat dan sitrat, ditimbang sebanyak 0,1 g dan dilarutkan dengan fase gerak hingga menjadi 100 mL. Setelah itu asam-asam standar tersebut di variasikan untuk kurva standar. Variasi dari setiap asam yang digunakan mulai dari konsentrasi 0,01%, 0,02%, 0,03%, 0,04%, 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,3% dan 0,4% (Limo et al., 2015).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Spektrofotometri dengan Pendekatan Kemometrika untuk Analisis Asam Benzoat dan Asam Salisilat Secara Simultan dalam Sediaan Larutan

Spektrofotometri dengan Pendekatan Kemometrika untuk Analisis Asam Benzoat dan Asam Salisilat Secara Simultan dalam Sediaan Larutan

(LOQ) sesuai dengan guideline dari ICH Q2 (R1) [15]. Pengujian linearitas dan rentang analisis digunakan enam konsentrasi yang berbeda dari campuran larutan standar dengan konsentrasi 2,0-8,0 µg/mL untuk AB dan 3,0-12,0 µg/mL untuk AS. Masing-masing larutan campuran direplikasi sebanyak tiga kali kemudian diukur absorbansinya dengan spektrofotometer dan data yang dihasilkan diolah menggunakan model kemometrika yang optimum. Linearitas dievaluasi berdasarkan nilai R2 menggunakan metode regresi linear antara konsentrasi yang ditambahkan dan konsentrasi yang diprediksi oleh model kemometrika. Uji akurasi dan presisi dilakukan dengan metode standar adisi menggunakan tiga level konsentrasi, yaitu 75%, 100%, dan 125%, dari campuran larutan standar yang ditambahkan pada larutan sampel. Konsentrasi larutan yang ditambahkan berturut- turut, yaitu 3,0; 4,0 ; dan 5,0 µg/mL. Masing-masing level konsentrasi diukur nilai absorbansinya dengan spektrofotometer UV dan data yang diperoleh diolah dengan menggunakan model kemometrika sehingga kadar masing-masing senyawa dapat dihitung atau diprediksi. Kadar AB dan AS yang terukur dibandingkan dengan kadar yang ditambahkan pada sampel serta dihitung nilai rata-rata recovery dari metode tersebut. Uji Presisi dilakukan menggunakan konsentrasi yang sama pada pengujian akurasi. Parameter presisi yang dievaluasi berupa intra-day dan inter-day. Presisi diukur pada hari yang sama untuk intra-
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...