ANALISIS BUTIR SOAL

Top PDF ANALISIS BUTIR SOAL:

Makalah Analisis Butir Soal (1)

Makalah Analisis Butir Soal (1)

29 |Analisis Butir Soal dalam suatu tes terdapat lebih dari satu skala pengukuran atau mengukur lebih dari satu variabel dan setiap variabel memiliki beberapa aspek, maka pengecekan reliabilitasdilakukan terhadap masing-masing skala pengukuran. Teknikini lebih cocok untuk tes yang menggunakan soal dua pilihan dengan salah satu jawaban benar. Teknik lain yang biasa digunakan untukmenguji konsistensi internal dari suatu tes adalah Cronbach’s Alpha atau koe fisien alpha. Perbedaannya dengan teknik Kuder- Richardson adalah teknik ini tidak hanya digunakan untuk tes dengan dua pilihan saja, tetapi penerapannya lebih luas, seperti menguji reliabilitas skala pengukuran sikap dengan tiga, lima atau tujuh pilihan. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung koefisien alpha adalah :
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

ANALISIS BUTIR SOAL Analisis butir soal ujian

ANALISIS BUTIR SOAL Analisis butir soal ujian

Sebagai tambahan penggunaan- penggunaan di atas yang dengan sendirinya menunjang perbaikan pengajaran, analisis butir soal dapat membantu mengevaluasi kesesuaian TIK dan materi pelajaran, misalnya materi yang selalu sangat sukardipahami siswa dapat diajukan sebagai bahan sevisi kurikulum atau digeser penekanannya pada waktu

6 Baca lebih lajut

Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Genap Mata Pelajaran Biologi Kelas X MAN Filial Pontianak Tahun Ajaran 2014/2015 - Repository UM Pontianak

Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Genap Mata Pelajaran Biologi Kelas X MAN Filial Pontianak Tahun Ajaran 2014/2015 - Repository UM Pontianak

Kualitas suatu soal dapat diketahui melalui analisis butir soal. Analisis butir soal adalah suatu prosedur yang sistematis, yang memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir soal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas, tingat kesukaran, daya pembeda, pengecoh/disstractor serta reliabilitas soal ulangan akhir semester genap mata pelajaran biologi kelas X MAN Filial Pontianak tahun ajaran 2014/2015. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dokumen lembar soal ulangan akhir semester genap mata pelajaran biologi kelas X MAN Filial Pontianak tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Teknik Analisis data menggunakan program ANATESTV4. Hasil penelitian menunjukan bahwa soal yang valid berdasarkan validitas item sebanyak 37,5% dan tidak valid sebanyak 62,5%. Tingkat kesukaran menunjukkan soal yang mudah sebanyak 7,5%, sedang sebanyak 55% dan sukar sebanyak 37,5%. Daya pembeda menunjukkan soal yang baik sebanyak 32,5%, sedang sebanyak 30%, jelek sebanyak 25% dan sangat jelek sebanyak 12,5%. Pengecoh soal 62,5% sudah berfungsi. Reliabilitas soal termasuk kriteria rendah dengan nilai r 11 0,63.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

24.PANDUAN ANALISIS BUTIR SOAL, 270208

24.PANDUAN ANALISIS BUTIR SOAL, 270208

secara sempurna, dan variabel kontinyu (kriterion) dan skor dikotomus tidak mempunyai bentuk yang sama. Kelebihan korelasi biserial adalah: (1) cenderung lebih stabil dari sampel ke sampel, (2) penilaian lebih akurat tentang bagaimana soal dapat diharapkan untuk membedakan pada beberapa perbedaan point di skala abilitas, (3) value r bis yang sederhana lebih langsung berhubungan dengan indikator diskriminasi kurva karakteristik butir (Item Characteristic Curve atau ICC). Kebanyakan para ahli pendidikan, khususnya di Indonesia, banyak yang menggunakan korelasi point biserial daripada korelasi biserial.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Panduan Analisis Butir Soal

Panduan Analisis Butir Soal

Analisis butir soal dengan kalkulator maksudnya adalah penelaahan butir soal secara kuantitatif yang penghitungannya menggunakan bantuan kalkulator. Kalkulator yang digunakan di dalam menganalisis data adalah kalkulator scientifics atau kalkulator statistik, misalnya seperti CASIO fx - 3600P. Setiap kalkulator, khususnya kalkulator statistik, cara pengoperasiannya tergantung pada versinya masing-masing. Setiap versi memiliki ciri khusus dalam pengoperasiannya. Oleh karena itu, apabila para guru membeli kalkulator statistik pada versi terbaru, bacalah buku manualnya. Karena semua petunjuk pengoperasionalnya ada di dalamnya. Sebagai pengenalan awal dalam buku ini, kalkulator yang digunakan untuk memberi penjelasan adalah menggunakan kalkulator "lama" yaitu CASIO fx- 3600P. Adapun penggunaannya ada 4 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu: (1) pembersihan data, (2) fungsi SD, (3) fungsi LR, (4) teknik merandom data.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

penulisan dan analisis butir soal 1

penulisan dan analisis butir soal 1

Penulisan butir-butir soal merupakan langkah penting dalam upaya pengembangan alat ukur kemampuan atau tes yang baik. Penulisan soal adalah penjabaran indikator jenis dan tingkat perilaku yang hendak diukur menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perinciannya dalam kisi-kisi. Butir soal merupakan jabaran atau dapat juga ujud dari indikator, Dengan demikian setiap pernyataan atau butir soal perlu dibuat sedemikian rupa sehingga jelas apa yang ditanyakan dan jelas pula jawaban yang diminta. Mutu setiap butir soal akan menentukan mutu soal tes secara keseluruhan. Butir-butir soal harus memiliki tingkat penalaran tinggi atau memiliki Higher Order Thinking (HOT) .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

analisis butir soal iteman 43

analisis butir soal iteman 43

Tingkat kesukaran soal ini adalah 0,969. Soal ini masuk kategori sangat mudah, yakni sekitar 97% siswa dapat menjawab soal dengan benar, sehingga masuk kategori buruk. Dengan daya pembeda Rpbis=(-0,043) dan Rbis=(-0,106) menunjukkan keduanya bernilai negatif. Hal ini dapat diartikan bahwa siswa yang kurang pintar (memperoleh skor rendah) cenderung menjawab benar soal ini dan siswa yang pintar cenderung menjawab salah soal ini.

41 Baca lebih lajut

 Panduan Penulisan Soal dan Analisis Butir Soal KTSP.ppt

Panduan Penulisan Soal dan Analisis Butir Soal KTSP.ppt

Jenis Sekolah : ............................ Alokasi Waktu : ...................... Mata Pelajaran : ............................ Jumlah soal : ....................... Kelas/Sem : ............................ Penulis : .................... Kurikulum : …………………..

73 Baca lebih lajut

ANALISIS BUTIR SOAL PENILAIAN MATA PELAJARAN EKONOMI DALAM KAITANNYA DENGAN ASPEK KOGNITIF TAXONOMY BLOOM | - | Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi 10169 21633 1 SM

ANALISIS BUTIR SOAL PENILAIAN MATA PELAJARAN EKONOMI DALAM KAITANNYA DENGAN ASPEK KOGNITIF TAXONOMY BLOOM | - | Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi 10169 21633 1 SM

Tingkat kesukaran butir soal adalah peluang menjawab benar suatu soal pada tingkat atau kemampuan tertentu. Arikunto, S (2009: 207) menyataan bahwa “Soal yang baik adalah soal yang tergolong sedang dengan tingkat kesukaran 0,31- 0,70”. Berdasarkan hasil output program ITEMAN versi 4.00 menunjukan bahwa soal yang tergolong sukar berjumlah 25 item (83%), soal sedang berjumlah 2 item (7%), dan soal tergolong mudah berjumlah 3 item (10%). Berdasarkan hasil tersebut soal terlalu sukar dijawab oleh siswa, sehingga membuat siswa menjadi tidak semangat dalam mengerjakan soal karena soal di luar kemampuan siswa. Butir soal yang termasuk ke dalam kategori sukar dan mudah menunjukan bahwa dari segi materi, butir soal tersebut belum representatif atau belum mewakili materi yang telah diajarkan. Dilihat pada penjelasan di atas diperoleh kesimpulan bahwa soal penilaian tengah semester dilihat dari tingkat kesukaran kurang berkualitas karena 28 butir soal gugur.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Butir Soal Ips Uts Semester Genap Pada Siswa Kelas Ix Smp Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

PENDAHULUAN Analisis Butir Soal Ips Uts Semester Genap Pada Siswa Kelas Ix Smp Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.

Kegiatan dalam pemberian tes biasanya dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan berupa pilihan ganda maupun essay. Namun instrumen yang dijadikan untuk bahan menilai tes tersebut sering kali tidak dilakukan analisis kualitas butir soal sehingga belum diketahui kualitas soal dari berbagai segi seperti validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan tingkat pengecoh. Disamping hal di atas didukung pula oleh penelitian terdahulu yang relevan oleh Rini Suminarsih (2012) mengenai analisis butir soal UTS Bahasa Indonesia di MI Negeri Jejeran Bantul Yogyakarta, menunjukkan kualitas soal dalam kategori kurang baik. Karena soal memiliki kriteria validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan tingkat pengecoh yang baik hanya berjumlah 12 atau 29,27%. Analisis instrumen tersebut dilakukan terhadap kumpulan butir-butir soal yang telah diujikan kepada peserta didik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Butir Soal dan Bank Soal

Analisis Butir Soal dan Bank Soal

Jika kemudian Anda juga memperhatikan pilihan- pilihan jawaban (option) dari soal tersebut, maka Anda meneruskan analisis isi soal. Anda melihat misalnya pada soal pertama pilihan jawaban d, yaitu Pasteur itu lain sendiri, karena ilmuwan tersebut dikenal orang aktif dalam bidang ilmu kesehatan, bukan bidang ilmu teknis atau ilmu alam. Dengan kata lain, pilihan jawaban tersebut tidak homogen. Pilihan jawaban tidak homogen sepertinya juga terjadi di soal kedua. Dua pilihan jawaban terdiri atas logam, sementara dua pilihan lain dari bahan lain. Pada soal pertama Anda perlu sekali memperhatikan pilihan jawaban d dan sebaiknya pilihan jawaban tersebut diganti, misalnya dengan nama Edison yang sama-sama terkenal di bidang ilmu alam, sehingga rumusan soal menjadi:
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN ANBUSO

ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN ANBUSO

Pada suatu butir soal, indeks daya beda dikatakan baik jika lebih besar atau sama dengan 0,3 (Nunnally & Bernstein, 2009: 304: Ebel & Frisbie, 1991; 232). Indeks daya pembeda suatu butir yang kecil nilainya akan menyebabkan butir tersebut tidak dapat membedakan siswa yang kemampuannya tinggi dan siswa yang kemampuannya rendah. Pada analisis tes dengan Content-Referenced Measures, indeks daya pembeda butir tidak terlalu perlu menjadi perhatian, asalkan tidak negatif (Ebel & Frisbie, 1991). Jika nilainya kecil, menunjukkan bahwa kemencengan distribusi skor dari populasi, yang juga mengakibatkan validitas tes menjadi rendah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN REKONSTRUKSI BUTIR SOAL UJI

ANALISIS DAN REKONSTRUKSI BUTIR SOAL UJI

keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup terdapat pada soal Ujian Akhir Semester genap. Perlu diketahui bahwa materi tentang keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup termasuk materi yang dipelajari pada semester gasal. Aspek kognitif pada soal tidak sesuai dengan aspek kognitif pada indikator kompetensi. Banyak ditemukan soal dengan aspek kognitif C1 sedangkan pada indikator kompetensi memiliki aspek kognitif C2, C3 dan C4. Tentunya hal ini mempengaruhi kualitas soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Pada butir soal ditemukan nama ilmiah spesies. Penulisan nama ilmiah suatu spesies masih belum memenuhi kaidah penulisan sesuai dengan binomial nomenclature. Beberapa nama ilmiah ditulis tegak lurus bukan italic atau diberi garis bawah dan belum ada nama author. Hasil analisis butir soal dengan menggunakan teori tes klasik memberikan hasil yang berbeda apabila kelompok peserta tes yang diuji berbeda dengan soal yang sama. Hal ini dapat dilihat dari subjek ujicoba yang memberikan hasil analisis butir soal berbeda dengan hasil analisis subjek awal. Beberapa soal kurang memenuhi prinsip dan kaidah pengembangan soal yang telah diatur oleh pemerintah. Sehingga terdapat soal yang tidak memenuhi analisis materi, konstruksi dan bahasa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Final Modul Statistik Kuis

Final Modul Statistik Kuis

Setelah melakukan evaluasi pembelajaran melalui fitur quiz di dalam SCeLE, kita dapat melakukan beberapa hal terhadap hasil quiz yang telah dilakukan, antara lain melihat persebaran skor setiap butir soal dan nilai total yang didapatkan Mahasiswa, serta melihat detail respon atau jawaban dari setiap Mahasiswa. Selain itu, hal yang sangat penting dalam pengembangan evaluasi pembelajaran adalah melakukan analisis butir soal, yaitu melakukan pengecekan apakah setiap butir soal merupakan butir soal yang baik atau tidak. Analisis butir soal secara lebih spesifik digunakan untuk melihat bagaimana tingkat kesulitan setiap butir soal, apakah setiap butir soal dapat membedakan individu Mahasiswa yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah, serta apakah setiap pilihan jawaban dipilih secara merata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STUDI DESKRIPTIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SISWA SMP DAN MTS.

STUDI DESKRIPTIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SISWA SMP DAN MTS.

Setelah menjalankan langkah-langkah penghitungan validitas uji coba angket dan dihasilkan data yang dapat diketahui mengenai validitas dari tiap butir dengan mengkorelasikan antara skor butir batas atas dengan skor butir batas bawah dengan ketentuan t-hitung lebih besar dari t-tabel dan taraf signifikasi  = 0,05 dengan derajat kesahihan yang ditentukan dengan ketentuan dk  n 1  n 2  2 yaitu dk= 15+15-2 adalah 28 maka harga harga t-tabel 1,7. Bila harga korelasi di bawah harga t-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut tidak valid, sehingga harus diperbaiki atau dibuang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Pada Pembelajaran Getaran dan Gelombang Di Kelas VIII Semester II MTs-N 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2013/2014 - Digital Library IAIN Palangka Raya

Penerapan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Pada Pembelajaran Getaran dan Gelombang Di Kelas VIII Semester II MTs-N 2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2013/2014 - Digital Library IAIN Palangka Raya

(24%),. Uji coba instrumen adalah untuk mengukur tingkat validitas soal, reliabilitas soal, tingkat kesukaran soal dan daya pembeda soal. Sebelum digunakan instrumen tes hasil belajar tersebut, dilakukan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Uji coba instrumen dilakukan dikelas VIII - A MTsN 2 Palangka Raya. Adapun kisi-kisi THB kognitif dapat dilihat pada tabel 3.2, sebagai berikut:

Baca lebih lajut

STUDI SIMULASI MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS DALAM MENGKLASIFIKASI KONSTRUK TES

STUDI SIMULASI MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS DALAM MENGKLASIFIKASI KONSTRUK TES

Berdasarkan hasil analisis fuzzy c-means menggunakan keempat metode linkage menunjukkan perbedaan cara pengelompokan butir soal, tidak seperti pada data dikotomi ada beberapa butir soal yang konsisten antar metode. Hal tersebut terjadi karena perbedaan dasar pengelompokan yang dikaitkan dengan tingkat variasi jawaban yang ada. Namun demikian, semua metode tersebut dapat ditafsirkan sesuai dengan teori yang melandasi sehingga metode fuzzy c-means lebih fleksibel baik dalam pe- nafsiran terhadap pola gambaran menggunakan dendrogram maupun pemilihan metode yang akan digunakan. Artinya penafsiran pola jawaban tetap memperhatikan metode yang digunakan. Walaupun pada penelitian ini lebih cenderung memilih metode linkage single untuk data dikotomi namun aturan tersebut tidak bisa dipaksakan terutama data politomous. Simpulan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

6 PENGARUH MEDIA MAPS HALANG RINTANG TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA 7 SUBTEMA 1 KELAS 1 SEMESTER II SDN 01 GROBOGAN KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN, TAHUN AJARAN 20172018 Puspa Eva Ratna Kumala Sari1 , Joko Purnomo

6 PENGARUH MEDIA MAPS HALANG RINTANG TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA 7 SUBTEMA 1 KELAS 1 SEMESTER II SDN 01 GROBOGAN KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN, TAHUN AJARAN 20172018 Puspa Eva Ratna Kumala Sari1 , Joko Purnomo

soal yang valid dengan reliabilitas yang tinggi dan memiliki daya pembeda dan taraf sukar yang baik sehingga 30 butir soal tersebut digunakan dalam penelitian untuk soal penelitian ( posttest ) yang dilakukan di SDN Grobogan 01 Grobogan . Sedangkan untuk mengukur pengaruh media maps haling rintang terhadap motivasi siswa yaitu dengan menggunakan lembar observasi motivasi siswa yang terdiri dari 5 point indikator motivasi yaitu sebagai berikut:

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...