ANALISIS FEMINISME

Top PDF ANALISIS FEMINISME:

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Feminisme Radikal dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME LIBERAL DALAM NOVEL NING ANAK WAYANG KARYA NIKEN DAN ANJAR

ANALISIS FEMINISME LIBERAL DALAM NOVEL NING ANAK WAYANG KARYA NIKEN DAN ANJAR

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul: ” Analisis Feminisme Liberal dalam Novel Ning Anak Wayang Karya Niken dan Anjar ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

13 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Feminisme Radikal dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember.

11 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Feminisme Radikal dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DI DALAM FILM ANIMASI MONONOKE HIME

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DI DALAM FILM ANIMASI MONONOKE HIME

Budaya pop Jepang merupakan salah satu budaya yang memiliki daya tarik bagi negara lain, salah satunya adalah anime. Anime Jepang adalah salah satu produk budaya Jepang yang seringkali memasukkan unsur-unsur budaya, kritik-kritik sosial , dan sebagainya ke dalam ceritanya. Mononoke Hime adalah salah satu film animasi Jepang yang menceritakan tentang kehidupan manusia dengan alam. Tokoh Eboshi di dalam film animasi ini digambarkan sebagai pribadi wanita yang kuat dan tidak membiarkan pria mendominasi di dalam kehidupannya. Hal ini membawa pengaruh kepada para pekerja wanita di pabrik besi yang didirikannya. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang mendukung persamaan hak antara wanita dan pria. Di dalam skripsi ini, penulis akan mencari hubungan antara tokoh Eboshi beserta para pekerja wanita dengan gerakan feminisme, khususnya feminisme radikal. Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan cara mencari buku-buku dan teori penunjang. Selain itu, penulis juga akan menggunakan metode analisis deskriptif di dalam penulisan skripsi ini. Pada penelitian ini ditemukan adanya gerakan feminisme radikal yang dilakukan oleh tokoh Eboshi dan para pekerja wanitanya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis feminisme terhadap novel ronggeng dukuh paruk karya Ahmad Tohari

Analisis feminisme terhadap novel ronggeng dukuh paruk karya Ahmad Tohari

Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi, yang dikutip dari Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair dalam Metodologi Penelitian Filsafat (1990), yakni; menjelaskan seluruh konsepsi pemikiran tokoh yang bersangkutan, dan metode penelitian holistika atau melihat bagaimana konsepsi pemikiran tokoh yang bersangkutan mengenai feminisme. Hal ini dilaksanakan dengan menggunakan teknik analisis isi (content analisys). Selain itu, disusun pula dengan menggunakan teknik book survey berdasarkan sumber-sumber yang berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan yang dibahas.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Autonomi Perempuan dalam Dunia Maskulin  (Analisis Feminisme Liberal Terhadap Film Dangal)

Autonomi Perempuan dalam Dunia Maskulin (Analisis Feminisme Liberal Terhadap Film Dangal)

Jenis penelitian menggunakan deskriftif kualitatif. Teori feminisme liberal yang mengkategorikan perempuan dan lak-laki memiliki hak dan kesempata yang sama. Teknik analisis data menggunakan semiotika Roland Bartes dimana ia menganalisis berdasarkan makna denotasi, konotasi dan makna mitos yang mengarah ke makna kultural, simbol-simbol dan makna emosonal. Pertama peneliti memilih kata-kata dan kalimat yang mengadung autonomi perempuan dan tindakan yang mengandung gender. Kedua mengurai kalimat yang mengandung kemandirian perempuan. Terakhir peneliti menginterpretasikan dengan tanda-tanda tersebut dengan mitos yang berkembang di masyarakat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perempuan pada Cerita Rakyat Jepang dan Indonesia: Analisis Komparatif dengan Pendekatan Feminisme

Perempuan pada Cerita Rakyat Jepang dan Indonesia: Analisis Komparatif dengan Pendekatan Feminisme

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam telaah mengenai folklor adalah pendekatan feminisme. Menurut Djajanegara (2000: 27), di antara ragam kritik sastra yang muncul adalah kritik sastra feminis-idiologis, yaitu kritik sastra feminis yang melibatkan perempuan, khususnya kaum feminis sebagai pembaca [1]. Yang menjadi pusat perhatian pembaca perempuan adalah citra serta stereo- tipe perempuan dalam karya sastra. Pembahasan mengenai citra perempuan dalam kesusastraan pada saat ini mendapat perhatian yang cukup besar. Pembicaraan tentang perempuan sebagai salah satu anggota kelompok masyarakat merupakan kajian sastra yang cukup sering dibicarakan. Hal ini berkaitan dengan perubahan dalam memandang masalah ini sesuai perubahan nilai-nilai dan moralitas mereka yang memberi penilaian. Sekalipun nantinya terdapat perbedaan atau persepsi dalam penilaian, hal itu merupakan konsekuensi dari nilai-nilai yang dianut. Perkembangan atau perubahan nilai-nilai dalam masyarakat ini sedikit banyak menyebabkan perubahan dalam menampilkan tokoh-tokoh dalam karya sastra, khususnya tokoh perempuan. Bagaimanapun juga karya sastra yang mencerminkan selera dan aspirasi suatu kelompok masyarakat tertentu merupakan gejala yang selalu ada pada setiap zaman, sepanjang sejarah kesusasteraan. Gejala tersebut tentu saja dapat mengakibatkan perkembangan yang positif bagi dunia sastra. Terhadap cerita rakyat, sudah ada anggapan dari kaum feminis bahwa cerita rakyat bersifat seksis, yaitu mempunyai gambaran yang stereotipe pada para tokoh perempuannya (Norton dalam Buntana, 1998:53). Adanya penggambaran mengenai stereotipe pada tokoh perempuan yang terbungkus dalam balutan budaya dalam cerita rakyat tiap negara menjadi menarik untuk dikaji. Oleh karena itu, fokus penelitian jenis ini terletak pada bagaimana sosok/citra perempuan yang tergambar pada cerita rakyat Indonesia dan Jepang, dengan menggunakan masing-masing tiga buah cerita rakyat asal dua negara tersebut, yaitu Kuro
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM I, TONYA (Analisis Semiotika Roland Barthes)

REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM I, TONYA (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Diskriminasi alias pembedaan perlakuan adalah tindakan yang tidak adil, entah itu pembedaan warna kulit, ras, maupun gender. Meski saat ini, perbudakan orang hitam sudah jarang terjadi, tapi diskriminasi dalam bentuk lain masih terjadi, dan dilakukan oleh orang-orang yang belum mengkonstruksi pemikirannya. Mereka menganggap mereka ialah ras atau kaum tertinggi, bibit paling unggul dan meremehkan ras atau kaum yang lain. Dikarenakan sering terjadinya tindakan diskriminasi, maka muncullah berbagai gerakan sosial di seluruh dunia yang menentangnya. Di antaranya gerakan keagamaan, gerakan anti apartheid, feminisme, gerakan politik, gerakan keagamaan, dan gerakan sosial lainnya. Khususnya feminisme, yaitu gerakan yang menentang adanya diskriminasi gender dan menuntut persamaan gender (inequality gender). Inti tujuan dari feminisme adalah meningkatkan kedudukan dan derajat perempuan agar sama atau sejajar dengan laki-laki. Perjuangan serta usaha feminisme untuk mencapai tujuan ini mencakup berbagai cara, salah satu caranya adalah dengan memperoleh hak dan peluang yang sama dengan yang dimiliki laki-laki. Berkaitan dengan itu, maka muncullah istilah equal
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Representasi Feminisme Liberal Dalam Sinetron: Analisis Semiotika Terhadap Sinetron Kita Nikah Yuk

Representasi Feminisme Liberal Dalam Sinetron: Analisis Semiotika Terhadap Sinetron Kita Nikah Yuk

Penelitian ini mengambil topik tentang representasi feminisme liberal dalam sinetron Kita Nikah Yuk. Permasalahan yang diungkap bagaimana representasi feminisme liberal dalam sinetron tersebut. Sesuai dengan permasalahan, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi feminisme liberal dalam sinetron tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika C.S. Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi feminisme liberal dalam sinetron tersebut mencakup 5 hal antara lain perempuan bukan kelompok marginal, perempuan bukan kelas kedua, perempuan juga berpikir secara cerdas, kesetaraan sosial antara laki-laki dan perempuan, serta perempuan tidak lemah. Kelima representasi tersebut terlihat melalui penampilan tokoh Mawar dan Mirna. Pemilihan tema seperti ini perlu dipertahankan dan diikuti oleh pembuat sinetron lainnya agar sinetron tidak hanya sebagai tontonan melainkan juga sebagai tuntunan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Feminisme Islam di Indonesia

Feminisme Islam di Indonesia

Tidak dapat dipungkiri bahwa Islam di Indonesia masih memainkan peran penting dan memiliki kekuatan yang strategis. Selain karena menjadi anutan agama mayoritas penduduk Indonesia dan diyakini (oleh sebagian tokoh Islam) mampu menjadi alternatif dari segala sistem yang kini di nilai gagal dalam membangun tatanan peradaban dunia yang manusiawi dan berkeadilan, juga kelompok Islam masih memegang kendali pada wilayah kekuasaan politik kenegaraan dan wilayah sosial kebudayaan di masyarakat. Islam masih menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan untuk sebuah proses perubah- an di Indonesia. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan sosial-kebudayaan di masyarakat. Oleh karena itu, penilaian dan penafsiran kembali, bahkan pada tingkat tertentu, dekonstruksi terhadap tafsir- tafsir dan pemahaman keislaman yang bias gender menjadi sangat penting untuk dilakukan. Upaya ini dilakukan untuk sekedar pada tingkatan wacana tandingan, melainkan harus dapat menawarkan dan membangun paradigma dan tafsir baru yang bisa dijadikan pedoman dan rujukan bagi masyarakat. Hal ini adalah agenda mendasar yang terabaikan dari projek pembaharuan Islam dalam transformasi menuju demokrasi dan keadilan gender karena memang agenda ini tidak mudah dilakukan. Selain karena ajaran agama Islam telah menjadi ortodoksi yang kokoh, jelas, tegas, penerus, penjaga dan pem- belanya dalam khazanah ilmu-ilmu keislaman, juga pembaruan dalam bidang ini berkaitan dengan otoritas keagamaan. Basis material pembaruan ini adalah literatur keislaman klasik yang tertulis dalam bahasa Arab, yang tentu saja membutuhkan kemam- puan intelektual khusus, baik pada penguasaan linguistik Arab, maupun ilmu-ilmu metodologis seperti ilmu tafsir, ushul fiqh, ilmu hadis, analisis sejarah dan kemampuan untuk mengkomplikasikan, mem- bandingkan, dan pada akhirnya merekonstruksi kembali ajaran-ajaran Islam itu ke dalam bangunan paradigm tafsir baru.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Feminisme Dari Perspektif Protestan

Feminisme Dari Perspektif Protestan

Feminisme selalu mempertanyakan penindasan dan ketidakadilan yang menyebabkan perempuan mengalami perlakuan yang diskriminatif, pelecehan, perendahan dan marginalisasi dalam hampir semua sistem dan struktur masyarakat. Teologi feminis tidak dapat dengan gampang dan sederhana dirumuskan sebagai teologi oleh perempuan dan tentang perempuan semata. Teologi feminis bukanlah tentang perempuan itu sendiri (ego-logy), melainkan tentang Allah. Ketika perempuan berteologi, maka teologinya berdasarkan fakta dan pengalaman di bawah terang Firman Tuhan serta tindakan nyata menuju kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu advokasi bagi kesederajatan dan persahabatan serta upaya menuju suatu cara hidup baru yang sederajat dalam struktur dan sistem gereja dan masyarakat merupakan agenda dari perjuangan teolog feminis. Termasuk di dalamnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan terhadap simbol-simbol agama, relasi perempuan dan laki-laki yang androsentris, serta relasi
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Representasi Feminisme Pada Film Minggu Pagi Di Victoria Park (Analisis Semiotika Komunikasi Tentang Representasi Feminisme dalam Film Minggu Pagi di Victoria Park).

PENDAHULUAN Representasi Feminisme Pada Film Minggu Pagi Di Victoria Park (Analisis Semiotika Komunikasi Tentang Representasi Feminisme dalam Film Minggu Pagi di Victoria Park).

Namun, saat ini tidak hanya laki-laki yang bekerja untuk menafkahi keluarganya, wanita selain mengurus rumah tangga juga dapat bekerja di luar rumah untuk membantu mencukupi kebutuhan ke[r]

10 Baca lebih lajut

BAB II FEMINISME, FEMINISME POSMODERN, DAN KONSEP TATANAN SIMBOLIK JACQUES LACAN

BAB II FEMINISME, FEMINISME POSMODERN, DAN KONSEP TATANAN SIMBOLIK JACQUES LACAN

sebagai posisi yang sangat menguntungkan untuk dapat mengamati situasi, menilai norma-norma, dan nilai-nilai yang dipaksakan kultur patriarkal pada semua orang. Kondisi ini juga membuka kemungkinan terjadinya keterbukaan, pluralitas dan perbedaan. Feminisme posmodern beranggapan bahwa melihat yang buruk sebenarnya adalah sesuatu yang baik. Misalnya, bahwa realitas perempuan yang dimarginalkan, ditindas, dan ditolak, membuat perempuan menyadari kondisi sebagai yang ‘termarginalkan’, membuat perempuan dapat ‘melihat’ dari sudut pandang yang berbeda. Dengan psikoanalisis Jacques Lacan, feminisme posmodern memanfaatkan konsep ‘tatanan simbolik’ yang merepresentasikan masyarakat melalui rangkaian tanda, peran, dan ritual yang tidak saling berhubungan. Salah satu yang diperjuangkan feminisme posmodern adalah agar perempuan lebih banyak mendapat kesempatan untuk mengekspresikan diri, serta bebas mengkonstruksikan diri sendiri general untuk merepresentasikan manusia secara keseluruhan, sedangkan femininitas menjadi representasi dari sifat negatif, yang mendefinisikan kriteria yang terbatas, dan seringkali dikondisikan sebagai ‘yang salah’, semisal pada pernyataan seorang pria yang berkata “kamu tidak mengerti masalah ini hanya karena kamu adalah seorang perempuan”. Maskulinitas laki-laki dianggap sebagai bentuk manusia seutuhnya (yang absolut), sedangkan perempuan memiliki uterus, dan ovarium, sehingga hal ini membatasi perempuan dalam subjektifitasnya sendiri, terpenjara dalam tubuhnya sendiri (Simone de Beauvoir, 2005: 28). Dalam masyarakat primitif, di sebagian besar mitologi kuno, diketemukan ekspresi dualitas yang dinamakan ‘Diri’ dan ‘sang Liyan’. Dualitas ini tidak serta merta mengacu pada pembagian divisi seks, tetapi elemen-elemen feminin ini terlihat dalam analogi-analogi diantaranya; Varuna-Mitra, Uranus
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Teori Feminisme Radikal

Teori Feminisme Radikal

Feminisme radikal lahir dari aktivitas dan analis politik mengenai hak-hak  Feminisme radikal lahir dari aktivitas dan analis politik mengenai hak-hak  sipil dan gerakan perubahan sosial pada tahun 1950an dan 1960an, serta gerakan- sipil dan gerakan perubahan sosial pada tahun 1950an dan 1960an, serta gerakan- gerakan wanita yang ramai sekitar tahun 60 dan 70an. Mahzab ini dapat dilacak  gerakan wanita yang ramai sekitar tahun 60 dan 70an. Mahzab ini dapat dilacak  melalui para pendukungnya. Lewat karya

5 Baca lebih lajut

FEMINISME DAN BUDAYA POPULER pada

FEMINISME DAN BUDAYA POPULER pada

Mereka dalam melihat keluarga adalah laki-laki disektor publik dan perempuan disektor privat dan ini pembagian yang terjadi didalam sistem kapitalis, padahal dalam keluarga tidak sesederhana itu karena didalam keluarga masih merupakan satu-satunya tempat dimana manusia dapat menemukan cinta, keamanan, dan kenyamanan, dan keluarga bukanlah hanya melulu merupakan alat produksi dan hanya melulu membicarakan keuangan semata tetapi juga mereka masih membahas tentang hal-hal penting lainnya yang menyangkut keluarga.Kritk keda yang menyangkut feminisme sosialis adalah cara mereka memandang bahwa feminisme ini terlalu sedikit membicarakan penindasan laki-laki terhadap perempuan, hal ini dikemukakan oleh feminisme marxis. Feminisme soslialis lebih memperhatikan penindasan utama adalah pada perempuan sebagai pekerja dan juga perempuan sebagai perempuan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

FEMINISME DARI PERSPEKTIF PROTESTAN

FEMINISME DARI PERSPEKTIF PROTESTAN

Feminisme selalu mempertanyakan penindasan dan ketidakadilan yang menyebabkan perempuan mengalami perlakuan yang diskriminatif, pelecehan, perendahan dan marginalisasi dalam hampir semua sistem dan struktur masyarakat. Teologi feminis tidak dapat dengan gampang dan sederhana dirumuskan sebagai teologi oleh perempuan dan tentang perempuan semata. Teologi feminis bukanlah tentang perempuan itu sendiri (ego-logy), melainkan tentang Allah. Ketika perempuan berteologi, maka teologinya berdasarkan fakta dan pengalaman di bawah terang Firman Tuhan serta tindakan nyata menuju kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu advokasi bagi kesederajatan dan persahabatan serta upaya menuju suatu cara hidup baru yang sederajat dalam struktur dan sistem gereja dan masyarakat merupakan agenda dari perjuangan teolog feminis. Termasuk di dalamnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan terhadap simbol-simbol agama, relasi perempuan dan laki-laki yang androsentris, serta relasi
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Antara Gender dan Feminisme pdf

Antara Gender dan Feminisme pdf

Istilah Feminisme telah menjadi perbincangan di dunia Islam, kita bisa lihat dari sebuah pandangan bahwa agama Islam dinilai sebagai agama yang memalginalkan perempuan, seperti dalam hal ahli waris, rumah tangga, menjadi imam bagi jamaah laki-laki dan lain sebagainya. Gerakan perempuan yang terorganisir dan sistematik-lah yang akan menjadi tuntutan untuk meluruskan atau mengubah cara pandang mereka terhadap islam yang keliru.

3 Baca lebih lajut

Gender Dan Feminisme Dalam Islam

Gender Dan Feminisme Dalam Islam

Implikasi lain dalam arena teologi, terutama dalam agama Islam tentang pola relasi gender dalam Islam, karena dianggap telah terjadi dominasi laki-laki dalam masyarakat di sepanjang zaman, wanita masih sebagai manusia nomor dua, masih dipandang lebih rendah daripada laki-laki disepanjang zaman, demikian kritik Asgar Ali Engeener kepada para fuqaha dalam menjelaskan posisi perempuan dalam al- Qur’an (Asghar Ali Engineer, 1990:45).Kalangan feminisme hampir seluruhnya sepakat bahwa, agama yang diwahyukan adalah agama yang seksis, dalam arti bahwa agama-agama tersebut adalah agama yang mensahkan suporioritas laki-laki, baik dalam wilayah domestik ataupun wilayah publik. Ketidak adilan yang dijustifikasi agama dalam pandangan kaum feminis adalah pangkal penindasan terhadap wanita. Mereka juga sepakat bahwa rekonstruksi terhadap ajaran tradisional agama adalah hak yang mutlak dilakukan untuk sejauh mungkin mengeliminasi perbedaan status yang demikian jauh antar wanita dan laki-laki. Dari sinilah, konsep kesetaraan laki-laki dan perempuan diajukan oleh kalangan feminis untuk menegaskan bahwa tafsir agama atas superioritas laki-laki adalah sesuatu yang menjadi pokok rekonstruk. Dalam perspektif inilah, kalangan feminis Islam melakukan serangkain kegiatan nyata seperti gugatan kepatuhan mutlak wanita terhadap laki-laki dan bentuk kongkret subordinasi wanita serta ekslusi wanita dari wilayah publik. Muncul gugatan senada dari 14 mazhab feminis di dunia diantaranya, feminisme post moderen.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

FEMINISME Tentang dan Pengertian   Sosio

FEMINISME Tentang dan Pengertian Sosio

Maria Stewart, salah satu feminis kulit hitam pertama, pada tahun 1830-an mengusulkan penguatan relasi diantara wanita kulit hitam. Elizabeth Cuddy Stanton pada tahun 1880-an menentang hak-hak seksual laki-laki terhadap wanita dan menyerang justifikasi keagamaan yang menindas wanita. Feminis radikal juga dikembangkan dari gerakan-gerakan Kiri Baru (New Lef) yang menyatakan bahwa perasaan-perasaan keterasingan dan ketidakberdayaan pada dasarnya diciptakan secara politik dan karenanya transformasi personal melalui aksi- aksi radikal merupakan cara dan tujuan yang paling baik. Mazhab ini secara fundamental menolak agenda feminisme liberal mengenai kesamaan hak wanita;dan menolak strategi kaum liberal yang bersifat tambal sulam, incremental, dan tidak menyeluruh.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...