ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT)

Top PDF ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT):

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) TAPE DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) TAPE DI KABUPATEN JEMBER

Menurut Munawaroh dkk (2004), supply chain management merupakan jaringan dari organisasi dengan keterlibatan pihak sektor bisnis dari hulu sampai hilir, dengan proses dan aktivitas yang berbeda dalam menghasilkan nilai yang berbentuk barang dan jasa sampai ke tangan konsumen, dengan biaya yang semakin menurun secara keseluruhan. Aktivitas dalam supply chain management menyangkut semua aktivitas yang berupa penyampaian produk kepada pelanggan, mulai dari desain produk untuk penerimaan pesanan, penambahan bahan baku, pemasaran, pemanufakturan, logistik, pelayanan pelanggan, penerimaan pembayaran dan sebagainya. Supply chain management merupakan arus informasi dan bahan baku yang terbaik, yang secara signifikan dapat dibedakan, yang ditujukan untuk memenangkan persaingan yang berbasis pada keunggulan. Fokus dari manajemen rantai pasokan adalah pertalian (relationship) pada pemesanan dalam mencapai lebih banyak keluaran yang menguntungkan untuk seluruh bagian dalam rantai itu sendiri. Tujuan utama dari adanya manajemen rantai pasokan adalah penyerahan/pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan pelanggan, mengurangi biaya, meningkatkan segala hasil dari seluruh rantai pasokan (bukan hanya satu perusahaan), mengurangi waktu penyampaian dan memuaskan kegiatan perencanaan dan distribusi.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) TAPE DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) TAPE DI KABUPATEN JEMBER

Menurut Munawaroh dkk (2004), supply chain management merupakan jaringan dari organisasi dengan keterlibatan pihak sektor bisnis dari hulu sampai hilir, dengan proses dan aktivitas yang berbeda dalam menghasilkan nilai yang berbentuk barang dan jasa sampai ke tangan konsumen, dengan biaya yang semakin menurun secara keseluruhan. Aktivitas dalam supply chain management menyangkut semua aktivitas yang berupa penyampaian produk kepada pelanggan, mulai dari desain produk untuk penerimaan pesanan, penambahan bahan baku, pemasaran, pemanufakturan, logistik, pelayanan pelanggan, penerimaan pembayaran dan sebagainya. Supply chain management merupakan arus informasi dan bahan baku yang terbaik, yang secara signifikan dapat dibedakan, yang ditujukan untuk memenangkan persaingan yang berbasis pada keunggulan. Fokus dari manajemen rantai pasokan adalah pertalian (relationship) pada pemesanan dalam mencapai lebih banyak keluaran yang menguntungkan untuk seluruh bagian dalam rantai itu sendiri. Tujuan utama dari adanya manajemen rantai pasokan adalah penyerahan/pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan pelanggan, mengurangi biaya, meningkatkan segala hasil dari seluruh rantai pasokan (bukan hanya satu perusahaan), mengurangi waktu penyampaian dan memuaskan kegiatan perencanaan dan distribusi.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA

Marjin pemasaran merupakan selisih antara harga yang diterima produsen dan harga yang diterima konsumen. Marjin pemasaran suatu komoditas terdiri dari biaya pemasaran yang dikeluarkan serta keuntungan yang didapat oleh produsen. Perhitungan tingkat efisiensi pemasaran, marjin pemasaran dan distribusi marjin pemasaran pada rantai pasokan padi pasca panen di Pabrik Beras Sukoreno Makmur terbagi menjadi 4 bagian yaitu gabah, beras, dedak dan sekam. Pembagian ini dilakukan karena terjadi perubahan bentuk dari gabah menjadi beras, dedak dan sekam.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK BENIH JA

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK BENIH JA

Hasil survei menunjukkan bahwa penangkar benih jambu mete di Kabupaten Flores Timur menganggap bahwa dalam memproduksi benih jambu mete, mereka sudah berusaha memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Dalam manajemen rantai pasok, mengerti dan memahami hal yang dibutuhkan oleh pelanggan serta bagaimana memenuhinya merupakan suatu hal yang sangat penting (Collins and Dunne (2002); Liker and Choi (2004)). Kebutuhan dan harapan pelanggan terhadap benih jambu mete yang diidentifikasi dalam penelitian ini terkait dengan kualitas dan spesifikasi yang diinginkan petani, pemenuhan kebutuhan benih jambu mete dalam jumlah dan waktu yang tepat serta hubungan yang baik antara penangkar dengan langganannya. Perbedaan persepsi petani dengan penangkar terjadi akibat terjadinya beberapa kerusakan benih jambu mete ketika sampai di tangan petani. Kerusakan tersebut terjadi akibat kurang baiknya sistem transportasi yang dilakukan. Kondisi ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Kabupaten Flores Timur yang merupakan wilayah kepulauan sehingga pengangkutan benih jambu mete dalam polybag menjadi rawan rusak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS STRATEGI RANTAI PASOK AGRIBISNIS SUSU PASTEURISASI CV. CITA NASIONAL KABUPATEN SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS STRATEGI RANTAI PASOK AGRIBISNIS SUSU PASTEURISASI CV. CITA NASIONAL KABUPATEN SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Perusahaan susu pasteurisasi CV. Cita Nasional di Kabupaten Semarang merupakan salah satu industri pengolahan susu pasteurisasi yang memiliki pengolahan menajemen perusahaan yang baik. Salah satu aspek yang berpengaruh dalam manajemen perusahaan adalah manajemen rantai pasok (Supply Chain Management), di dalam manajemen rantai pasok terdapat strategi rantai pasok yang berkaitan dengan 3 aspek, yaitu rantai pasokan hulu, rantai pasokan internal, dan pasokan hilir.

17 Baca lebih lajut

Manajemen Rantai Pasok Global Dan Antisipasi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Pangan Di Perusahaan Umum BULOG

Manajemen Rantai Pasok Global Dan Antisipasi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Pangan Di Perusahaan Umum BULOG

Manajemen rantai pasok atau pasokan (supply chain management) dalam agribisnis dan agroindustri didefinisikan sebagai hubungan kerjasama antara produsen di lahan, pengolah, serta wholesale (pasar induk) atau pedagang ritel dalam memberikan jaminan mutu yang tinggi serta untuk meminimalkan biaya produksi (Brown, 2003). Manajemen rantai pasok secara teoritik dapat dinyatakan sebagai pendekatan filosofi secara mendasar untuk penciptaan manajemen rantai nilai (value chain management) dalam membangun nilai yang difokuskan pada permintaan konsumen. Inti dari manajemen rantai pasokan adalah aliran produk dan informasi yang diharapkan dapat menjembatani permintaan konsumen dan hubungan antara para pelaku di dalam sistem pemasaran. Hubungan rantai pasokan diharapkan tercipta secara alamiah dan hasilnya bermanfaat bagi pembeli dan penjual. Dengan demikian, aspek-aspek sosial seperti kepercayaan (trust), transfer informasi, dan kemampuan belajar akan mempengaruhi kinerja, pengembangan dan keberhasilan rantai nilai (Champion dan Fearne, 2001). Dalam manajemen rantai pasok pangan dan hasil pertanian global, yang saat ini semakin ketat, US Council of Supply Chain Management (2009) merekomendasikan elemen-elemen yang wajib diperhatikan yakni pelayanan pada konsumen, peramalan permintaan yang akurat, komunikasi distribusi, pengendalian persediaan, penanganan bahan, pengolahan pesanan, dukungan daya dan jasa, analisis lokasi untuk gudang penyimpanan k o m o d i t a s a t a u p r o d u k , p e m b e l i a n , pengemasan, penanganan komoditas atau produk yang ditolak, penyelamatan dan pemanfaataan limbah atau bagian komoditas atau produk yang rusak, manajemen lalu lintas
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS DISTRIBUSI PESANAN PELANGGAN DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL LEVEL 2 PADA TAHAP PROSES DELIVERY DI PERUSAHAAN XYZ BANDUNG - repo unpas

ANALISIS DISTRIBUSI PESANAN PELANGGAN DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL LEVEL 2 PADA TAHAP PROSES DELIVERY DI PERUSAHAAN XYZ BANDUNG - repo unpas

Manajemen rantai pasok merupakan masalah besar di banyak industri sebagai perusahaan yang menyadari pentingnya menciptakan hubungan yang terintegrasi antara pemasok dan pelanggan mereka. Mengelola rantai pasokan telah menjadi cara untuk meningkatkan persaingan dengan mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan layanan pelanggan. Peran perencanaan dan koordinasi dalam sistem terintegrasi yang kompleks dan informasi teknologi untuk menyinkronkan rantai pasokan dijelaskan dalam kerangka kerja yang menciptakan struktur yang tepat dan menginstal kontrol yang tepat dalam perusahaan dan pihak lain dalam rantai.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Model Sistem Dinamik Untuk Meningkatkan Rasio Pemenuhan Dan Efisiensi Pada Manajemen Rantai Pasok Biodiesel Nasional - ITS Repository

Model Sistem Dinamik Untuk Meningkatkan Rasio Pemenuhan Dan Efisiensi Pada Manajemen Rantai Pasok Biodiesel Nasional - ITS Repository

Penelitian terkait produksi CPO juga pernah dilakukan, dengan judul “Pengembangan Model Sistem Dinamik untuk Analisis Peningkatan Produksi Turunan Crude Palm Oil” [19]. Model yang dikembangkan penulis menggunakan metode sistem dinamik. Tujuan penelitan adalah untuk memecahkan permasalahan: bagaimana jumlah produksi minyak sawit yang diproses dapat meningkatkan pemanfaatan pengolahan produk minyak sawit derivatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah apabila penggunaan produk CPO dialokasikan 35% untuk diolah menjadi stearin, dan 5% dari stearin digunakan dalam sabun lokal maka hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan sabun domestik hingga tahun 2015. Kelebihan dari penelitian ini adalah, penulis mempertimbangkan segala faktor yang berpengaruh dalam proses produksi CPO, mulai dari produksi sterin hingga produksi olein untuk berbagai produk turunan sawit. Penulis juga mempertimbangkan persentase ekspor dan impor sawit yang berpengaruh pada kapasitas atau jumlah produk sawit yang dihasilkan. Dengan adanya penelitian ini, analisa penggunaan minyak sawit untuk produk turunannya dapat diamati serta penggunaan untuk jangka waktu kedepannya dapat diprediksi.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

Teknik dan Analisis Pengambilan Keputusan Fuzzy dalam Manajemen Rantai Pasok

Teknik dan Analisis Pengambilan Keputusan Fuzzy dalam Manajemen Rantai Pasok

Hierarki permasalahan yang diidentifikasi ditetapkan sebelum melakukan perbandingan berpasangan fuzzy AHP . Setelah hierarki dibuat, para pakar diminta untuk membandingkan eleman pada setiap tingkat berdasarkan perbandingan berpasangan untuk memperkirakan tingkat kepentingan relatif elemen tersebut dikaitkan dengan elemen pada tingkat sebelumnya. Pakar merupakan orang yang mewakili pemangku kepentingan pada rantai pasok atau orang yang mempunyai keahlian dalam permasalahan yang diidentifikasi. Tanggapan yang dikumpulkan dari para pakar merupakan masukan pada model fuzzy AHP .
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Identifikasi Nilai Tambah dan Risiko Ran (1)

Identifikasi Nilai Tambah dan Risiko Ran (1)

Melihat deskripsi diatas, perlu adanyaanalisis risiko dan nilai tambah pada rantai pasok aktor IKMkerupuk ikan dalam meningkatkan daya saing. Analisis nilai tambah manajemen risiko rantai pasok merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing IKM, maka diajukan penelitian tentang Analisis Nilai Tambah, Manajemen Risiko dan Strategi Daya Saingpada Rantai Pasok IKM Kerupuk Ikan di Tulangan Kabupaten Sidoarjo.Mengacu pada gap empiris secara khususTujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Menganalisis nilai tambah, (2) Memetakan Risiko yang terjadi pada IKM (3) Memitigasi risiko yang dihadapi IKM, (4) Menganalisis pengaruh model rantai pasok, risiko, nilai tambah dan karakteristik IKM terhadap daya saing IKM
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis dan Mitigasi Risiko Rantai Pasok pada PT. Pupuk Iskandar Muda dengan Pendekatan House Of Risk (HOR)

Analisis dan Mitigasi Risiko Rantai Pasok pada PT. Pupuk Iskandar Muda dengan Pendekatan House Of Risk (HOR)

Analisis Dan Perbaikan Manajemen Risiko Rantai Pasok Gula Rafinasi Dengan Pendekatan House Of Risk.. Jurnal Teknologi Industri Pertanian.[r]

1 Baca lebih lajut

MANAJEMEN RANTAI PASOK KAYU GAHARU DI KALIMANTAN BARAT

MANAJEMEN RANTAI PASOK KAYU GAHARU DI KALIMANTAN BARAT

1. Analisis Rantai Pasok Kayu Gaharu Dari data yang telah diperoleh dapat diambil hasil yaitu, Kayu gaharu merupakan salah satu hasil perkebunan dengan harga jual yang ditentukan oleh kondisi pasar dan konsumen. Kayu gaharu suntikan bisa dipanen setelah mencapai umur 8 tahun dan telah melewati tahapan dalam proses penanaman, vaksinasi, dan perawatan pohon. Vaksinasi terhadap pohon bisa dilakukan setelah pohon mencapai usia 4 tahun. Sedangkan untuk kayu gaharu alam bisa dipanen setelah mencapai umur 20 tahun. Proses pemanenan pohon mulai penebangan sampai ke proses meng- curving membutuhkam waktu selama 6 minggu. Dalam satu kali pemanenan bisa mencapai 10 pohon, jumlah pemanenan ini disesuaikan dengan permintaan pembeli dan kebutuhan perusahaan. Untuk satu kali panen per satu pohon bisa menghasilkan kayu gaharu sebanyak 5 kilogram.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis ANALISIS KEBIJAKAN RANTAI PASOK

Analisis ANALISIS KEBIJAKAN RANTAI PASOK

Pada dasarnya industri kecil dan menengah (IKM) merupakan industri padat karya, yaitu industri yang menyerap tenaga kerja karena masih banyak menggunakan manusia dibanding penggunaan mesin. Permasalahan utama yang dihadapi oleh industri kecil adalah sulitnya mendapatkan akses permodalan, keterbatasan sumber daya manusia yang siap, kurang dalam kemampuan manajemen dan bisnis, serta terbatasnya kemampuan akses informasi untuk membaca peluang pasar serta mensiasati perubahan pasar yang cepat.

11 Baca lebih lajut

Analisis Risiko Rantai Pasok Kakao di Indonesia dengan Metode Analytic Network Process dan Failure Mode Effect Analysis Terintegrasi

Analisis Risiko Rantai Pasok Kakao di Indonesia dengan Metode Analytic Network Process dan Failure Mode Effect Analysis Terintegrasi

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr Ir Muhammad Syamsun, MSc dan Alim Setiawan, STP, MSi. selaku pembimbing skripsi. Terima kasih pula kepada Dr Ir Anggraini Sukmawati, MM selaku dosen penguji. Ucapan terima kasih penulis tujukan kepada Bapak Zulhefi Ketua Asosiasi Kakao Indonesia, Bapak Firman Sekjen Asosiasi Kakao Indonesia, Bapak Risnaldi Pratama Direktur PT. Bumi Niaga Pratama, Ibu Ani Setiyoningrum Manager Sourcing & Sustainability PT. General Food Indonesia atas waktu yang telah diberikan selaku responden dari penelitian ini. Ungkapan terima kasih penulis haturkan kepada kedua orang tua tercinta (Edy Hartulistiyoso dan Mira Suprayatmi), adik-adik tersayang (Hanifah Azizah dan Halimah Azzahrah), serta seluruh keluarga atas dukungan, doa dan kasih sayang yang telah diberikan kepada penulis. Terimakasih penulis sampaikan kepada rekan-rekan satu bimbingan untuk kerjasama dan motivasi selama proses penyusunan skripsi. Terimakasih pula untuk sahabat-sahabat terbaik dan seluruh keluarga besar Manajemen 46 atas kenangan selama mengenyam pendidikan di Departemen Manajemen. Terimakasih kepada teman-teman Bicara Desa, Callidus Cultio, Center of Management, BEM FEM, dan IPB Debating Community atas dukungan dan doa yang diberikan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

ANALISIS RANTAI PASOK TANAMAN SELADA KER

ANALISIS RANTAI PASOK TANAMAN SELADA KER

Pada saat musim hujan sering terjadi kendala pada penjualan produk. Kurangnya pasokan bibit dan produk tambahan dari mitra, rusaknya produk pada kegiatan panen dan sortasi serta distribusi adalah masalah – masalah yang harus dihadapi perusahaan karena pada musim hujan permintaan akan produk meningkat dan berpotensi untuk meningkatkan penjualan produk bila perusahaan mampu memenuhi permintaan tersebut. PT. Indonesia Agro Industri sudah melakukan manajemen rantai pasok dan Good Agricultutal Practice (GAP) pada kegiatan perusahaan namun permintaan produk belum bisa terpenuhi dengan baik. Strategi rantai pasok dilakukan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok perusahaan dalam pemenuhan produk selada keriting organik. Berdasarkan analisis dengan metode SCOR, rantai pasok terdiri dari lima proses inti didalamya yaitu plan, source, make, deliver, return dan tidak lain di PT. Indonesia Agro Industri menjalankan rantai pasok perusahaannya dengan lima proses inti tersebut didalamnya.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Pemodelan sistem pendukung pengambilan keputusan cerdas manajemen risiko rantai pasok produk/ komoditi jagung

Pemodelan sistem pendukung pengambilan keputusan cerdas manajemen risiko rantai pasok produk/ komoditi jagung

Penelitian tentang rancang bangun sistem pendukung pengambilan keputusan cerdas dalam agroindustri yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu adalah: Suprihatini (2003) merancang bangun Sistem Manajemen Ahli Techno-Marketing yang terdiri dari sistem pakar penentuan saran perbaikan proses produksi dan pelayanan purna jual teh, model analisa trend, model comparative performance index, model analisis daya saing, model quality function deployment. Santoso (2005) mengembangkan SPK M-RISK untuk manajemen risiko pengembangan agroindustri buah-buahan. Model tersebut terdiri atas enam model utama, yaitu model penentuan produk olahan unggulan, model analisis risiko, model kelayakan finansial, model risiko finansial, madel manajemen risiko dan model manajemen pengendalian. Kusnandar (2006) merancang bangun model pengembangan industri kecil jamu dalam bentuk sistem manajemen ahli yanag diberi nama Sains-Jamu. Model terdiri dari sub model pengadaan bahan baku, sub model struktur pengembangan, sub model sumber permodalan, sub model kelembagaan usaha, sub model kelayakan finansial dan sub model sistem pakar strategi bauran pemasaran. Haris (2006) mengkaji model aliansi strategis sistem agroindustri Crumb Rubber. Model tersebut dirancang dalam sistem manajemen ahli yang menempatkan pengusaha agroindustri dan petani sebagai pelaku utama dengan dukungan kelembagaan ekonomi dan kelembagaan pendukung lainnya. Tetapi penelitian pemodelan sistem pendukung keputusan cerdas dalam manajemen risiko rantai pasok produk pertanian belum banyak dilakukan.
Baca lebih lanjut

468 Baca lebih lajut

Analisis Rantai Pasok Jagung di Jawa Barat

Analisis Rantai Pasok Jagung di Jawa Barat

Menurut Hayami et. al. (1987) menyatakan bahwa nilai tambah adalah selisih antara komoditas yang mendapat perlakuan pada tahap tertentu dengan nilai korbanan yang digunakan selama proses berlangsung. Sumber-sumber dari nilai tambah tersebut adalah pemanfaatan faktor-faktor seperti tenaga kerja, modal, sumberdaya manusia, dan manajemen. Nilai tambah dapat dicapai dengan merestrukrisasi produktivitas dari harga namun yang perlu diperhatikan adalah sistem insentif yang diterapkan oleh produsen sehingga pada implementasi dari nilai tambah tersebut sehingga dapat dirasakan keuntungan yang signifikan. Menurut Coltrain, Barton, dan Borlan (2000) untuk memberikan perubahan pada nilai tambah dapat dengan cara merubah dimensi seperti waktu, lokasi, produk,atau servis, proses dan metode, dan informasi juga insentif yang diberikan. Menurut Fairbaim (2004) pada sebuah laporan Standing Senate Committee baik atau tidaknya nilai tambah yang diberikan pada suatu produk dapat terlihat dari pertambahan jumlah pekerja dan perbaikan pada komunitas pada sebuah desa, perbaikan pada nilai resiko ekonomi yang berhubungan dengan aktiftias perdagangan komoditas tersebut, stabilitas keuangan para petani, inovasi dan riset, ketergantungan terhadap harga dunia, peningkatan kualitas dan jangakauan produk di pasar, membantu memberikan solusi dalam partnership untuk sebuah rantai nilai, serta menambah kesempatan untuk petani memasarkan produknya sehingga produknya dapat dikenal luas.
Baca lebih lanjut

204 Baca lebih lajut

Analisis Risiko Rantai Pasok dengan Mode

Analisis Risiko Rantai Pasok dengan Mode

Seiring dengan meningkatnya jumlah dan tingkat persaingan industri telekomunikasi di Indonesia. Istilah manajemen rantai pasok tidak lagi dianggap sebagai hal baru bagi suatu perusahaan. Banyak perusahaan yang kini menerapkan manajemen rantai pasok dalam bisnisnya untuk mencapai efisiensi dan daya saing perusahaan. Dalam proses penerapannya, tidak menutup kemungkinan terjadi sebuah kejadian risiko yang mampu mempengaruhi kelangsungan proses rantai pasok. Gangguan yang terjadi pada proses rantai pasok mengakibatkan terganggunya proses pengelolaan bahan baku menjdi produk siap jual yang dapat merugikan perusahaan. Dalam penelitian sebelumnya disebutkan bahwa gangguan yang terjadi pada rantai pasok, berdampak negatif dalam jangka panjang bagi perusahaan dan banyak perusahaan yang tidak mampu pulih secara cepat dari dampak negatif tersebut, sehingga berpotensi mengancam kelangsungan bisnis perusahaan. Oleh karena itu pentingnya sebuah manajemen risiko rantai pasok yang bertujuan untuk mengendalikan kemungkinan terjadinya kegaglan yang terjadi selama proses rantai pasok berlangsung maupun dalam upaya meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh kegagalan tersebut. Perusahaan yang mampu menerapkan manajemen rantai pasok serta mengelola risikonya dengan baik, menjadi salah satu kekuatan perusahaan untukbertahan dan bersaing dalam sebuah industri.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Network Supply Chain dan Pengendalian Persediaan Beras Organik (Studi Kasus : Rantai Pasok Tani Sejahtera Farm, Kab. Bogor)

Analisis Network Supply Chain dan Pengendalian Persediaan Beras Organik (Studi Kasus : Rantai Pasok Tani Sejahtera Farm, Kab. Bogor)

1. Rantai pasok beras organik di Kabupaten Bogor berbentuk jaringan (network supply chain). Rantai pasok ini memiliki sasaran rantai pasok yang jelas. Struktur rantai pasok terdiri dari petani mitra, Tani Sejahtera Farm, ritel produk organik, dan konsumen akhir. Penerapan manajemen rantai pasok belum berjalan dengan baik karena sistem transaksi yang ditetapkan ritel merugikan Tani Sejahtera Farm. Sumber daya yang dimiliki rantai pasok beras organik sudah sesuai dengan kebutuhan rantai pasok. Proses bisnis di rantai pasok beras organik kurang berjalan dengan baik karena aliran finansial dan informasi kurang lancar antara ritel produk organik ke Tani Sejahtera Farm. Dari hasil analisis efisiensi pemasaran, kinerja rantai pasok beras organik belum efisien secara keseluruhan karena banyak kegiatan yang dilakukan berulang. Pengukuran kinerja melalui efisiensi pengelolaan asset dalam bentuk persediaan beras organik di Tani Sejahtera Farm sudah cukup baik, tetapi pengelolaan asset uang tunai belum baik. Kinerja rantai pasok beras organik dapat dikatakan belum baik pada pemasaran dan pengelolaan asset uang tunai. Dari keenam elemen kerangka FSCN, terdapat tiga elemen yang belum baik di dalam rantai pasok beras organik. Ketiga elemen ini adalah manajemen, proses bisnis, dan kinerja rantai pasok sehingga kondisi rantai pasok beras organik dapat dikatakan belum cukup baik untuk memenangi persaingan.
Baca lebih lanjut

347 Baca lebih lajut

STUDI PENERAPAN MANAJEMEN RANTAI PASOK PENGADAAN MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI | Steven | Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil 6234 11797 1 SM

STUDI PENERAPAN MANAJEMEN RANTAI PASOK PENGADAAN MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI | Steven | Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil 6234 11797 1 SM

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data-data yang sudah diolah, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen rantai pasok dalam pengadaan material proyek konstruksi sudah dijalankan oleh sebagian besar kontraktor untuk menjaga kelancaran aliran material ke lapangan. Kontraktor membina hubungan baik dengan supplier material dan selalu mengutamakan pertukaran informasi dan koordinasi dengan supplier. Kebijakan inventarisasi kontraktor juga tidak kaku sehingga mampu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Sehingga bisa disimpulkan bahwa entah para kontraktor menyadari atau tidak, mereka telah menerapkan manajemen rantai pasok dalam industri konstruksi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...