Analisis Potensi

Top PDF Analisis Potensi:

ANALISIS POTENSI LAHAN PERTANIAN SAWAH BERDASARKAN INDEKS POTENSI LAHAN (IPL)   Analisis Potensi Lahan Pertanian Sawah Berdasarkan Indeks Potensi Lahan (Ipl) Di Kabupaten Wonosobo HAL AMAN.

ANALISIS POTENSI LAHAN PERTANIAN SAWAH BERDASARKAN INDEKS POTENSI LAHAN (IPL) Analisis Potensi Lahan Pertanian Sawah Berdasarkan Indeks Potensi Lahan (Ipl) Di Kabupaten Wonosobo HAL AMAN.

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Potensi Lahan Pertanian Sawah berdasarkan Indeks Potensi Lahan (IPL) di Kabupaten Wonosobo”. Penelitian ini disusun untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Sains di Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

11 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Wilayah Pengembangan.

Analisis Potensi Wilayah Pengembangan.

ABSTRAK. Penelitian mengenai analisis potensi pengembangan ternak ruminansia di wilayah Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat telah dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat dari tanggal 3 September sampai 1 Oktober 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) menentukan komoditas ternak ruminansia yang dapat diunggulkan oleh Kabupaten Purwakarta; dan (2) wilayah yang dapat dijadikan sebagai basis pengembangan ternak ruminansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek dari penelitian ini adalah kecamatan di wilayah Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari 17 kecamatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang dihimpun merupakan data berkala selama periode lima tahun yaitu dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2006 yang bersumber dari beberapa instansi terkait antara lain yaitu Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, Sub Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Purwakarta, BAPEDA Kabupaten Purwakarta dan Sub Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Purwakarta. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah populasi ternak, lahan pertanian, rumah tangga pertanian, fasilitas pelayanan peternakan, Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemerintah Daerah, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta. Model perhitungan yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ), (2) Penentuan daya tampung wilayah yang terdiri dari perhitungan potensi produksi rumput, perhitungan potensi limbah pertanian, dan perhitungan daya tampung wilayah, (3) Indeks Spesialisasi untuk rumah tangga pertanian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) ternak ruminansia, khususnya ruminansia kecil, memiliki dukungan sumberdaya wilayah yang memadai untuk pengembangan dalam jangka panjang; dan (2) Kecamatan Bojong, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa dan Kiarapedes merupakan wilayah kecamatan yang memiliki potensi sebagai basis pengembangan ternak unggulan tersebut.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI DAN KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI ASAP CAIR BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA (TKKS) DI PROVINSI LAMPUNG

ANALISIS POTENSI DAN KELAYAKAN FINANSIAL INDUSTRI ASAP CAIR BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA (TKKS) DI PROVINSI LAMPUNG

mencapai 241.379 ha dengan tingkat produksi 169.004 ton karet pada tahun 2014 (BPS Provinsi Lampung, 2015). Asap cair yang digunakan sebagai koagulan dapat meningkatkan mutu lateks yang dihasilkan. Penelitian mengenai analisis potensi serta kelayakan finansial untuk melihat prospek industri asap cair di Lampung belum ada, maka perlu adanya kajian analisis potensi dan kelayakan finansial yang disertai dengan analisis sensitivitas sebelum dibangun industri asap cair berbahan baku tandan kosong kelapa sawit yang harapannya dapat menjadi usaha berkelanjutan dan layak untuk dikembangkan di Lampung.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

ANALISIS POTENSI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Dari tabel di atas, terlihat bahwa laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita masing-masing kabupaten yang ada di Sumatera Barat mengalami perkembangan yang berfluktuasi (naik- turun). Dimana untuk pengelompokan daerah berdasarkan tipologi klaasen ini, penulis melihat perkembangan nya dari tiga tahun periode analisis, yaitu tahun 2000 (tahun awal), 2004 (pertengahan tahun), dan2009 (akhir tahun analisis). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat perkembangan tiap kabupaten, apakah mengalami peningkatan atau tidak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Bab 7 Analisis Potensi Wilayah - Bab 7

Bab 7 Analisis Potensi Wilayah - Bab 7

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan pembangunan dari sebagian besar pemerintah di daerah. Namun, seringkali penggalian dan pemberdayaan potensi dalam konteks pembangunan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi menimbulkan masalah baru, yaitu kurang di perhatikannya masalah sosial (terutama pendidikan dan kesehatan) serta masalah lingkungan. Padahal, dalam mencapai pembangunan ekonomi wilayah yang baik, diperlukan sumber daya manusia yang handal dan sehat. Selain itu, diperlukan ketersediaan sumber daya alam yang berkelanjutan guna memenuhi segala kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Wilayah dan Strategi Pembangunan Kabupaten Dairi

Analisis Potensi Wilayah dan Strategi Pembangunan Kabupaten Dairi

Semangat otonomi adalah semangat yang bertujuan memperkecil jurang ketimpangan di Indonesia. Pelaksanaannya harus sesuai amanat undang-undang. Agar sesuai amanat undang-undang, pemerintah daerah harus mampu secara tepat mengetahui potensi yang dimiliki oleh daerahnya. Ketepatan dalam analisis potensi menjadi urgensi tersendiri bagi pembangunan daerah karena dengan analisis potensi yang tepat, maka dapat disusun perencanaan dan strategi pembangunan daerah yang tepat pula, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi harus digali dari segala sektor. Akan ada sektor yang menjadi basis dan juga sektor yang bukan basis bagi pembangunan daerah. Sektor basis harus diprioritaskan untuk dikembangkan, dan sektor bukan basis tetap dibangun, namun menjadi prioritas berikutnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Pengolahan Minyak Nilam Di Kabupaten Pakpak Bharat (Studi Kasus di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe dan Kecamatan Kerajaan)

Analisis Potensi Pengolahan Minyak Nilam Di Kabupaten Pakpak Bharat (Studi Kasus di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe dan Kecamatan Kerajaan)

Nilam adalah salah satu produk minyak atsiri. Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor terbesar minyak nilam dunia. Penyebaran yang kurang memadai mengakibatkan berkurangnya produktifitas dan kualitas minyak nilam yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi minyak nilam dan masalah-masalah yang terjadi dalam proses pengolahan minyak nilam. Data diperoleh dengan menggunakan metode survei dengan cara observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem yang dilanjutkan dengan evaluasi terhadap tiga aspek yang dianggap cukup penting. Yang pertama aspek teknis untuk melihat peralatan yang digunakan selama melakukan budidaya nilam dan penyulingan nilam. Yang kedua aspek sosial menganalisis pola pikir masyarakat terhadap sistem usaha tani nilam. Yang ketiga aspek ekonomi menyangkut ukuran kesejahteraan suatu kelompok masyarakat. Hasil dari analisis ini diinterpretasikan ke dalam kotak hitam.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Potensi Pengembangan Objek Wisata Alam Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara.

PENDAHULUAN Analisis Potensi Pengembangan Objek Wisata Alam Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara.

Indonesia dengan bentangan wilayah yang sangat luas yang didukung sumber daya alam yang beraneka ragam serta berpotensi untuk diolah dan dimanfaatkan. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional. Indonesia memiliki berbagai macam potensi pariwisata, baik wisata alam maupun wisata budaya karena Indonesia memiliki bermacam-macam suku, adat-istiadat, dan kebudayaan yang karena letak geografis negara Indonesia sebagai negara tropis yang menghasilkan keindahan alam dan satwa (Yoeti, 2008).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Potensi Pariwisata Kabupaten Karo

Analisis Potensi Pariwisata Kabupaten Karo

Sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang di andalkan bagi penerimaan daerah maka pemerintah Kabupaten Karo dituntut untuk dapat menggali dan mengelola potensi pariwisata yang dimiliki sebagai usaha untuk mendapatkan sumber dana melalui terobosan-terobosan baru dalam upaya membiayai pengeluaran daerah. Terobosan yang dimaksud salah satunya adalah dengan pembenahan aspek fundamental pariwisata yaitu keamanan, kebersihan, ketertiban umum, keindahan dan sosial budaya. Aspek-aspek tersebut merupakan cermianan sosial kultur masyarakat. Hingga saat ini aspek fundamental pariwisata tersebut dirasakan masih perlu ditingkatkan agar benar-benar mampu mendukung program pembangunan kepariwisataan yang dalam bentuk realnya berupa pembinaaan masyarakat sadar wisata. Hal ini akan mendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, sehingga akan meningkatkan penerimaan daerah dan juga akan mempengaruhi kegiatan perekonomian masyarakat sekitarnya, sehingga nantinya dapat membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Kejadian Badai Guntur

Analisis Potensi Kejadian Badai Guntur

Parameter PW, LI dan CAPE data kondisi cuaca Landasan Udara Atang Sendjaja juga dibuat presentase kejadian tiap interval. Selanjutnya kemampuan PW dan LI sebagai prediktor dilihat dengan metode TSS ( True Skill Statistic ) sehingga diperoleh suatu nilai ambang batas atau threshold terbaik. Nilai TSS merupakan presentase dari jumlah kejadian badai guntur yang terprediksi dikurangi jumlah bukan kejadian badai guntur yang tidak terprediksi (Haklander dan Delden 2003). Peningkatan PW meningkatakan potensi terbentuknya awan kumulonimbus sedangkan penurunan nilai LI meningkatkan ketidakstabilan sehingga badai guntur diprediksi terjadi saat lebih besar atau sama dengan nilai ambang batas PW dan lebih kecil atau sama dengan nilai ambang batas LI. Penentuan nilai TSS tertinggi didasarkan pada kriteria antara prediksi dan observasi (Tabel 1) dengann persamaan TSS matematis sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI LAHAN PERTANIAN (PRODUKSI PANGAN) BERDASARKAN NILAI INDEKS POTENSI LAHAN  Analisis Potensi Lahan (Pertanian Pangan) Berdasarkan Nilai Indeks Potensi Lahan Kabupaten Bantul.

ANALISIS POTENSI LAHAN PERTANIAN (PRODUKSI PANGAN) BERDASARKAN NILAI INDEKS POTENSI LAHAN Analisis Potensi Lahan (Pertanian Pangan) Berdasarkan Nilai Indeks Potensi Lahan Kabupaten Bantul.

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, inayah, hidayat, kesehatan, rizki dan kekuatan hingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan maksimal dan semoga bermanfaat untuk kedepannya. Laporan Skripsi dengan judul “Analisis Potensi Lahan Pertanian (Produksi Pangan) berdasarkan Nilai Indeks Potensi Lahan Kabupaten Bantul” ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana di Fakulatas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI LAHAN PERTANIAN (PRODUKSI PANGAN) BERDASARKAN NILAI INDEKS POTENSI LAHAN  Analisis Potensi Lahan (Pertanian Pangan) Berdasarkan Nilai Indeks Potensi Lahan Kabupaten Bantul.

ANALISIS POTENSI LAHAN PERTANIAN (PRODUKSI PANGAN) BERDASARKAN NILAI INDEKS POTENSI LAHAN Analisis Potensi Lahan (Pertanian Pangan) Berdasarkan Nilai Indeks Potensi Lahan Kabupaten Bantul.

keduanya ditanami tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, kacang hijau, ubi jalar, ubi kayu, dan sorgum. Tujuh jenis tanaman pangan ini yang paling dominan dan tumbuh di Kabupaten Bantul dan sebagai upaya pemerintah dalam swasembada pangan untuk upaya peningkatan hasil produktivitas tanaman pangan di wilayah ini. Kebutuhan akan konsumsi tanaman pangan di wilayah ini terus meningkat, sehingga sangatlah harus diimbangi penempatan lahan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Upaya pengendalian dan penigkatan produktivitas tanaman pangan dengan memperbaiki media tempat tanaman berkembang yaitu lahan berdasarkan indeks potensi lahan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Demand, Abillity to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) BST Koridor 1 dengan Adanya Sistem Contra Flow di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Pada Instansi Pemerintah

Analisis Potensi Demand, Abillity to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) BST Koridor 1 dengan Adanya Sistem Contra Flow di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Pada Instansi Pemerintah

Krisnanto,Albertus Ryan. 2014. Evaluasi Tarif Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP) dan Analisis Break Even Point (BEP) Bus Batik Solo Trans (BST) (Studi Kasus: Koridor 2). Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS.Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Minderhoud, M.M. 2005. Wllingness To Pay For Personal Rapid Transit In The City Of Almelo. Journal Delft

6 Baca lebih lajut

View of ANALISIS POTENSI EKONOMI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA SUMBERMUJUR KABUPATEN LUMAJANG

View of ANALISIS POTENSI EKONOMI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA SUMBERMUJUR KABUPATEN LUMAJANG

Industri pariwisata di Lumajang berkembang pesat dengan publikasi dan penataan tempat wisata alam yang ada di Lumajang. Tempat wisata yang sedang gencar dipromosikan oleh Pemkab Lumajang saat ini adalah puncak B-29 dan air terjun Tumpak Sewu. Dari dua tempat wisata tersebut telah menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke Lumajang. Disamping dua tempat wisata tersebut sebenarnya masih sangat banyak tempat wisata yang belum terekploitasi dan memiliki potensi pengembangan yang mampu menjadi distinasi unggulan lainnya. Diantaranya adalah: Pura Mahardipura di Kecamatan Senduro, Wisata 3 Ranu di Kecamatan Klakah, Wisata disekitar lereng gunung Semeru dan pantai sepanjang pesisir selatan Kabupaten Lumajang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kajian Potensi Pariwisata di Wilayah Tengah – Utara Kabupaten Wonogiri.

PENDAHULUAN Kajian Potensi Pariwisata di Wilayah Tengah – Utara Kabupaten Wonogiri.

Syam Sutrio no (2006) melakukan penelitian berjudul “Analisis Potensi Pariwisata di Kabupaten Kebumen” yang bertujuan untuk : (1) mengetahui variasi potensi obyek wisata di Kabupaten Kebumen dan (2) mengetahui keterkaitan antar obyek wisata secara keruangan serta perencanaan paket wisata di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dan observasi lapangan. Variabel penelitian mengacu pada teknik penelitian obyek wisata yang dikeluarkan Depparpostel sedangkan untuk pembuatan paket – paket wisata dilakukan dengan dasar kesamaan karakteristik wilayah serta kedekatan jarak masing – masing obyek. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder dengan teknik analisis klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) obyek wisata yang mempunyai klasifikasi potensi internal tinggi dan klasifikasi potensi eksternal tinggi memperoleh potensi gabungan dengan klasifikasi tinggi. (2) Terdapat 3 (tiga) paket wisata berdasarkan batasan waktu, berdasarkan jarak antar obyek yang satu dengan yang lain yang berdekatan dan saling berhubungan serta dalam satu paketnya jenis obyek yang ada terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu obyek wisata budaya dan obyek wisata alam yang dijadikan satu variasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS DAN KONSEP PERENCANAAN KAWASAN PELABUHAN KOTA PENAJAM SEBAGAI PINTU GERBANG KAB. PENAJAM PASER UTARA KALIMANTAN TIMUR

ANALISIS DAN KONSEP PERENCANAAN KAWASAN PELABUHAN KOTA PENAJAM SEBAGAI PINTU GERBANG KAB. PENAJAM PASER UTARA KALIMANTAN TIMUR

Kawasan Pelabuhan sebagai pintu gerbang untuk masuk dan keluar dan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki nilai yang cukup strategis sehingga pengembangan dan pemanfaatan ruang kawasan tersebut harusnya memberi nilai Iebih bagi masyarakat Kabupaten Penajam. Sebagai jalur lintasan trans Kalimantan, kawasan Pelabuhan Penajam memiliki peran penting dalam sirkulasi pergerakan penduduk dan barang balk antar kota dalam wilayah propinsi Kalimantan Timur atau antar kota yang memiliki kedekatan fisik wilayah, sehingga kawasan tersebut menjadi entri point bagi Kabupaten Penajam Paser Utara. Namun penataan kawasan mi belumlah optimal, hal mi dikarenakan keberadaan kawasan pemukiman atas air yang terkesan kumuh dan tidak sehat. Permasalahan lain adalah kurangnya ruang publik di Penajam juga menjadi salahsatu masalah tersendiri. Selain itu, masyarakat Penajam tidak memiliki onientasi yang jelas juga tidak mengenali identitas yang jelas terhadap suatu tempat dan keselarasan hubungan dengan tempat- tempat lain di Kota Penajam. Perencanaan mi dilakukan dengan beberapa kajian pustaka sebagai landasan untuk merencanakan kawasan pelabuhan yang dimaksud serta landasan-landasan untuk pembuatan konsep. Analisis yang digunakan dalam perencanaan mi adalah analisis potensi dan masalah, analisis karakteristik pantai, analisis kebutuhan ruang public, Analisis citra kawasan, analisis kelayakan pelabuhan, Analisis kebutuhan lahan parkmr, analisis jumlah penumpang dan kendaraan pelabuhan ferry, dan analisis kelayakan permukiman kumuh. Output utama dalam perencanaan ini adalah konsep penataan pelabuhan, perencanaan ruang publik (public space), dan penataan permukiman dengan konsep utilitas terpadu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS RISIKO PADA PROSES PENGADAAN ME

ANALISIS RISIKO PADA PROSES PENGADAAN ME

Dalam analisis risiko, ada beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Makalah ini akan membahas penggunaan FMEA dalam tahap desain e-procurement di Pusat Penelitian X, agar dapat diketahui risiko yang mungkin terjadi dan dapat dikembangkan tindakan untuk mencegah risiko tersebut ketika e-procurement telah diterapkan. FMEA dipilih karena fleksibilitasnya, sehingga metode ini banyak dilakukan di beberapa produk atau proses, seperti fase desain sistem motor elektrik [12], analisis korupsi [13], pembangkit listrik tenaga panas bumi [14], dan sebagainya. Selain itu, metode ini dapat mengidentifikasi potensi permasalahan pada proses, kontrol proses, dan mengidentifikasi apa yang bisa salah ketika sebuah proses benar-benar dijalankan. Hal ini akan memungkinkan kesempatan untuk mengurangi masalah sebelum terjadi [15]. E-procurement dalam Pusat Penelitian X hanya melingkupi permintaan barang/jasa oleh pengguna, monitoring status permintaan barang/jasa, dan penyerahan barang/jasa oleh tim pengadaan ke pengguna. Proses keuangan terkait pengadaan barang/jasa serta proses pemilihan pemasok tidak tercakup dalam e-procurement yang akan dibuat. E-procurement ini juga hanya berlaku untuk proses pengadaan barang/jasa di lingkungan internal Pusat Penelitian X, dan tidak tercakup dalam sistem informasi LPSE milik pemerintah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TAP.COM -   ANALISIS HIDROLOGI UNTUK MENDUKUNG POTENSI AIRTANAH ...

TAP.COM - ANALISIS HIDROLOGI UNTUK MENDUKUNG POTENSI AIRTANAH ...

Maksud makalah yang ditulis berdasarkan penelitian ini ingin mengetahui kondisi hidrologi di Sub DAS Code dan sekitarnya, dengan melakukan pengamatan geologi lapangan serta analisis terhadap data sekunder, terutama data klimatologi. Adapun tujuannya adalah mengetahui kontribusi aspek curah hujan dan hidrologi aliran Sungai Code terhadap ketersediaan airtanah di daerah tersebut.

Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Subsektor Perikanan Di Bei

Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Subsektor Perikanan Di Bei

Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan arus kas). Menurut Kamaludin dan Rini (2012) rasio profitabilitas digunakan untuk menunjukan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba. Analisis Solvabilitas, Fahmi (2014) menyatakan rasio solvabilitas atau rasio leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. Menurut Aprilianti (2015), Rasio Leverage atau solvabilitas menunjukan batasan sampai dimana perusahaan didanai oleh hutang, atau dapat menunjukan sejauh mana perusahaan mampu membayar hutang bila suatu saat perusahaan dilikuidasi. Rasio solvabilitas diukur Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio. DER menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang – hutang pada pihak luar. Menurut Pahlevi dalam Viandita et al (2013), DAR merupakan perbandingan antara total hutang dengan total aset. Rasio likuiditas menunjukkan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Menurut Moeljadi (2006), Analisis Aktivitas mengukur seberapa besar efektivitas perusahaan mengelola aktiva.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KANDUNGAN ASAM ASKORBAT DAN FENOL TOMAT MERAH DAN TOMAT UNGU SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS XI

KANDUNGAN ASAM ASKORBAT DAN FENOL TOMAT MERAH DAN TOMAT UNGU SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS XI

Prinsip metode Folin-Ciocalteu adalah oksidasi gugus fenolik hidroksil. Reagen Folin-Ciocalteu akan bereaksi dengan gugus fenolik hidroksil membentuk kompleks berwarna biru dan dapat dideteksi dengan spektrofotometer. Penentuan kadar senyawa fenolat total menggunakan asam galat sebagai larutan standar. Serapan maksimum asam galat diperoleh pada panjang gelombang 765 nm. Warna biru yang terbentuk akan semakin pekat setara dengan konsentrasi senyawa fenol yang berekasi dengan Folin (Andayani,2008). Hasil analisis fenol disajikan pada Gambar 2.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...