Analisis Dan Strategi Pengembangan Nilai Tambah Produk Perikanan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu

Top PDF Analisis Dan Strategi Pengembangan Nilai Tambah Produk Perikanan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu:

Analisis Dan Strategi Pengembangan Nilai Tambah Produk Perikanan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)

Analisis Dan Strategi Pengembangan Nilai Tambah Produk Perikanan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)

Proses pengolahan dan pengawetan ikan merupakan salah satu bagian penting dari rantai industri perikanan. Tanpa adanya kedua proses tersebut, peningkatan produksi ikan yang telah dicapai selama ini akan sia-sia. Karena tidak semua produk perikanan dapat dimanfaatkan oleh konsumen dalam keadaan baik. Pengolahan dan pengawetan ikan bertujuan untuk mempertahankan mutu dan kesegaran ikan selama mungkin dengan cara menghambat atau menghentikan sama sekali penyebab kemunduran mutu (pembusukan) maupun penyebab kerusakan ikan (misalnya aktivitas enzim, mikro organisme, atau oksidasi oksigen), agar ikan tetap baik sampai ke tangan konsumen (Afrianto, 1989).
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Dan Strategi Pengembangan Nilai Tambah Produk Perikanan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Dan Strategi Pengembangan Nilai Tambah Produk Perikanan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)

Sebagian besar hasil perikanan berasal dari penangkapan di laut. Karena itu, jumlah produksi perikanan mengalami fluktuasi tergantung dari aktivitas penangkapannya. Saat musim panen tiba, hasilnya melimpah. Tetapi saat musim paceklik, hasilnya berkurang. Sementara itu, jumlah konsumen yang membutuhkan ikan relatif stabil setiap waktu. Akibat dari pola penangkapan musim tersebut, terkadang ikan hasil tangkapannya tidak terserap pasar atau konsumen. Bahkan saat-saat musim panen, sebagian besar ikan tidak dapat diangkut ke pasar karena terbentur segala keterbatasan, misalnya transportasi, sarana dan prasarana penanganan (handling) (Djarijah, 1995).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI

ANALISIS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI

RIZKI RAMADANI (080309008) dengan judul skripsi “ANALISIS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN NILAI TAMBAH PRODUK PERIKANAN (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)” yang dilakukan pada Bulan Januari s.d.April 2012 dan dibimbing oleh Bapak Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si. dan Bapak Ir. Yusak Maryunianta, M.Si.

11 Baca lebih lajut

Analisis Pengembangan sistem Daerah Pariwisata

Analisis Pengembangan sistem Daerah Pariwisata

1. Dengan terbuktinya bahwa sektor pariwisata sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi di kecamatan Teluk Mengkudu maka pemerintah Daerah dapat mendukung dalam penjualan keindahan alam dengan memperhatikan pembangunan sarana, prasarana, sarana tata ruang pariwisata sperti akomodasi, jalan, perusahaan pangan dan lain-lain 2. Agar masyarakat dapat menikmati hasil yang diperoleh sektor pariwisata ini, maka

21 Baca lebih lajut

SAWAH System of Rice Intensification (SRI) (Studi Kasus: Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) SKRIPSI

SAWAH System of Rice Intensification (SRI) (Studi Kasus: Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) SKRIPSI

Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan skala likert dan analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan pada bulan April s.d Mei 2013 di desa Pematang Setrak, kecamatan Teluk Mengkudu, kabupaten Serdang Bedagai.

11 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Agribisnis Udang

Analisis Kelayakan Agribisnis Udang

TRY SANJAYA (100304036/AGBRIBISNIS) dengan judul skripsi ANALISIS KELAYAKAN AGRIBISNIS UDANG” Studi Kasus : Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai dibawah bimbingan HM. Mozart B. Darus, M.Sc dan Ir. Luhut Sihombing, M.P

11 Baca lebih lajut

Penilaian Nelayan Terhadap Program Pengembangan Perikanan Tangkap Khususnya Pemberian Bantuan Alat Tangkap Ikan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)

Penilaian Nelayan Terhadap Program Pengembangan Perikanan Tangkap Khususnya Pemberian Bantuan Alat Tangkap Ikan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan program pengembangan perikanan tangkap, mengetahui sikap nelayan terhadap program, mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi nelayan dengan sikap nelayan, mengetahui pengaruh karakteristik sosial ekonomi terhadap siakp nelayan dan mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi pelaksana program. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Simple Random Sampling, yaitu sampel diambil secara acak sejumlah 60 orang dari 2019 jumlah populasi. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif, Analisis Korelasi Rank Spearman dan Analisis Regresi Linear Berganda.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Kepek Rotan: Studi Kasus di Desa Nusawungu Kabupaten Cilacap

Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Kepek Rotan: Studi Kasus di Desa Nusawungu Kabupaten Cilacap

c. Keuntungan usaha (Keuntungan ÷ Laba × 100%) 91.61 % Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah input tenaga kerja, faktor kon- versi, nilai tambah, dan keuntungan yang diperoleh pengrajin. Input tenaga kerja bernilai 0 (nol) karena setiap pengrajin kepek rotan di Desa Nusawungu membuat kepek rotan dengan tenaga sendiri tanpa mempekerjakan orang lain. Faktor konversi bernilai > 1 mengindikasikan bahwa produk kepek rotan tidak hanya terkomposisi atas rotan saja, tetapi juga tersusun atas bahan-bahan non-rotan, atau bahan-bahan lain. Bahan-bahan lain tersebut adalah paku, logam kait, gagang plastik, rangka bambu, dan alas kayu.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN BERBAHAN BAKU IKAN DAN UDANG (Studi Kasus di PT. Adijaya Guna Satwatama Cirebon Jawa Barat.

ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN BERBAHAN BAKU IKAN DAN UDANG (Studi Kasus di PT. Adijaya Guna Satwatama Cirebon Jawa Barat.

Identifikasi terhadap produk olahan perikanan seperti bakso udang, bakso ikan yang memiliki nilai tambah diperlukan sebagai salah satu bahan kajian bagi perusahaan yang mengelola bisnis produk olahan ikan dan udang, karena produk olahan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk segar yang belum diolah. Peluang pasar produk olahan ikan dan udang masih terbuka lebar dan cenderung semakin berkembang serta pengembangan industri makanan olahan ini semakin meningkat, karena telah banyak konsumen yang mengenal dan menyukai produk makanan olahan seperti bakso udang, bakso ikan dengan keuntungan praktis dalam mengkonsumsinya. Dari uraian di atas, mestinya produk olahan menjadi peluang usaha yang luar biasa yang dapat dikembangkan untuk peningkatan ekonomi, sehingga adanya upaya peningkatan nilai tambah dari produksi olahan hasil ikan dan udang menjadi bakso.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Komparasi Nilai Tambah Produk Olahan Tahu Dan Tempe (Studi Kasus: Desa Sukajadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat)

Analisis Komparasi Nilai Tambah Produk Olahan Tahu Dan Tempe (Studi Kasus: Desa Sukajadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat)

Salah satu sifat komoditas pertanian adalah mudah rusak, sehingga perlu langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu. Pengembangan industri pengolahan sangat diperlukan untuk mengaitkan sektor pertanian dengan sektor industri. Industri pengolahan akan berkembang dengan baik jika kedua sektor tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA, NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KECIL KELANTING (Studi Kasus di Desa Gantiwarno Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur)

ANALISIS KINERJA, NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KECIL KELANTING (Studi Kasus di Desa Gantiwarno Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur)

Menurut Affandi (2010) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2004-2009 dan Tahun 2010-2014 di sektor industri manufaktur, pemerintah memprioritaskan pengembangan agroindustri. Prioritas tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian wilayah, khususnya di luar Jawa. Rencana tersebut sangat beralasan karena agroindustri merupakan subsektor dalam industri yang selama ini memberikan kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja dan ekspor non migas. Pengembangan agroindustri pada dasarnya meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.

13 Baca lebih lajut

Strategi Integrasi Pengembangan Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya (Studi Kasus di Teluk Lampung )

Strategi Integrasi Pengembangan Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya (Studi Kasus di Teluk Lampung )

Walau akuakultur bermula dari penerapan teknologi yang sangat sederhana, bercirikan pedesaan (rural farming activity) dan subsisten atau sampingan, seperti tambak di Jawa Timur, budidaya ikan mas di Jawa Barat, namun pada akhir abad 20 akselerasi perkembangan perikanan budidaya menunjukkan kecenderungan industrialisasi dengan penerapan teknologi maju. Perikanan budidaya bukan lagi budidaya yang konvensional, tetapi kegiatan ekonomi dengan manajemen modern yang berimplikasi besar pada berbagai sektor. Berbagai IPTEK berkembang untuk mendukung pengembangan budidaya menuju skala besar dan bernilai tambah tinggi. Investasi dalam usaha ini juga melibatkan modal multinasional. Produk akuakultur telah membawa perubahan besar bagi industri pangan yaitu menawarkan pasokan yang konsisten, tingkat harga yang relatif rendah dan jenis produk yang lebih sesuai dengan selera konsumen, baik dari segi mutu maupun jumlah.
Baca lebih lanjut

276 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Produk Hilir Kelapa Sawit

Strategi Pengembangan Produk Hilir Kelapa Sawit

Industri oleo kimia Indonesia memiliki backup yang sangat besar dari segi bahan baku karena Indonesia menghasilkan CPO terbesar di dunia, tetapi perkembangan industri oleo kimia masih belum maju apabila dibandingkan dengan negara Malaysia (ICN 2009). Industri oleo kimia Malaysia dapat berkembang dengan pesat karena adanya dukungan dari pemerintah dan organisasi khusus yang tergabung dalam Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang membuat kebijakan pengembangan industri kelapa sawit. Indonesia menguasai sekitar 12 persen dari seluruh dunia sedangkan Malaysia memenuhi 18 persen dari pemerintaan seluruh dunia (ICN 2009). Industri oleo kimia menghasilkan keunggulan dengan nilai tambah yang cukup tinggi rata-rata sebesar 40 persen dari nilai bahan bakunya CPO dan PKO. Produk hilir seperti kosmetik dan farmasi sangat potensial apabila dikembangkan dalam industri ini karena memiliki nilai tambah hingga 1000 persen dibandingkan dengan produk awalnya. Deterjen merupakan oleo kimia yang paling banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat pembersih. Deterjen yang dibuat dari kelapa sawit memiliki sifat mudah terdegradasi oleh alam. Deterjen memiliki nilai tambah 400 persen dari produk awalnya (ICN 2009).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

AGROINDUSTRI KOPI ARABIKA: ANALISIS NILAI TAMBAH, SALURAN PEMASARAN, DAN SISTEM MANAJEMEN RANTAI PASOK (Studi Kasus Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso)

AGROINDUSTRI KOPI ARABIKA: ANALISIS NILAI TAMBAH, SALURAN PEMASARAN, DAN SISTEM MANAJEMEN RANTAI PASOK (Studi Kasus Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso)

Agroindustri Kopi Arabika: Analisis Nilai Tambah, Saluran Pemasaran, Dan Sistem Manajemen Rantai Pasok (Studi Kasus Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso), Lestari Puji Rahayu, 091510601055, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/ Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember .

20 Baca lebih lajut

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL, NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS SALAK DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL, NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS SALAK DI KABUPATEN JEMBER

Produksi Olahan salak banyak dijual di toko pusat oleh-oleh. Namun tidak semua toko tersebut menerima produk olahan salak dari Desa Bagorejo yaitu dodol salak. Biasanya toko pusat oleh-oleh tersebut hanya berperan sebagai perantara yaitu menjualkan dodol salak ke konsumen. Sehingga produsen menjual dodol salak dengan menitipkan produknya dan jika dalam jangka beberapa bulan dodol tersebut tidak laku, maka dodol tersebut dikembalikan ke produsen. Hal ini merupakan salah satu penghambat yang menjadikan masyarakat enggan melakukan pengolahan salak.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Kedelai (Studi Kasus : Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang)

Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Kedelai (Studi Kasus : Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang)

Pertanian Indonesia, dulu hanya diarahkan untuk pencukupan makanan atau pangan. Padahal, pertanian dapat menyediakan bahan mentah untuk industri pengolahan, untuk industri ukir-ukiran, kayu anyaman, dan lain – lain, di samping untuk bahan bangunan. Selain itu, pertanian pun dapat diarahkan untuk meningkatkan devisa sekaligus memproduksi barang substitusi impor. Agroindustri (pertanian, perikanan, peternakan), industri ini terbukti dapat bertahan bahkan tumbuh pada kondisi krisis ekonomi dan moneter sehingga dapat menjadi penggerak pembangunan dimasa datang dengan peran yang lebih besar, lahan yang tersedia masih cukup besar, potensi kekayaan laut masih sangat besar, baru termanfaatkan 25 persen, sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari dan menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, dan merupakan pendukung ketahanan pangan nasional (Mangunwidjaja dan Sailah, 2002).
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN RENTABILITAS AGROINDUSTRI TAHU BULAT | Latifah | JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH 226 1017 1 PB

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN RENTABILITAS AGROINDUSTRI TAHU BULAT | Latifah | JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH 226 1017 1 PB

Pengalaman responden dalam mengusahakan agrondustri tahu bulat yaitu sekitar 8 tahun. Melihat pengalaman tersebut dapat dikatakan bahwa responden sudah lama dalam menjalankan usahanya. Pengalaman berusaha yang cukup lama sangat bermanfaat bagi responden untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dari mulai penyediaan sarana produksi sampai dengan memasarkan produk. 4.Tanggungan Keluarga Responden

6 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI ARABIKA (Coffea arabica) DI TINGKAT KELOMPOK TANI SIMALUNGUN JAYA DESA SAIT BUTTU SARIBU KABUPATEN SIMALUNGUN SKRIPSI

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI ARABIKA (Coffea arabica) DI TINGKAT KELOMPOK TANI SIMALUNGUN JAYA DESA SAIT BUTTU SARIBU KABUPATEN SIMALUNGUN SKRIPSI

8. Kepada teman sepanjang masa dan seperjuangan (Sekar suryani, Sylvi, Icha, Irsa) dan teman – teman angkatan 2010 di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian USU lainnya yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

11 Baca lebih lajut

Analisis Komparasi Nilai Tambah Produk Olahan Tahu Dan Tempe (Studi Kasus: Desa Sukajadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat)

Analisis Komparasi Nilai Tambah Produk Olahan Tahu Dan Tempe (Studi Kasus: Desa Sukajadi, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat)

Penggunaan Peralatan Pengolahan Tempe lanjutan Sampel Frekuensi Pembuatan Tahu Hari Mesin Giling Minggu Bulan Tahun Jumlah Unit Hari Minggu Bulan Tahun... Biaya Penggunaan B[r]

25 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Kedelai (Studi Kasus : Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang)

Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Kedelai (Studi Kasus : Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang)

Ada dua cara untuk menghitung nilai tambah yaitu nilai tambah untuk pengolahan dan nilai tambah untuk pemasaran. Factor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah untuk pengolahan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu faktor teknis dan faktor pasar. Faktor teknis yang berpengaruh adalah kapasitas produksi, jumlah bahan baku yang digunakan dan tenaga kerja. Sedang faktor pasar yang berpengaruh adalah harga output, upah tenaga kerja, harga bahan baku dan nilai input lain, selain bahan bakar dan tenaga kerja (Hayami et all, 1987).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...