Analisis Traffic Jaringan

Top PDF Analisis Traffic Jaringan:

ANALISIS TRAFFIC JARINGAN DENGAN ALGORITMA ERLANG TANPA DELAY  Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay.

ANALISIS TRAFFIC JARINGAN DENGAN ALGORITMA ERLANG TANPA DELAY Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay.

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan rahmat, hidayah serta nikmat yang tiada terkira kepada hamba-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini dengan judul “Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay”.

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay.

PENDAHULUAN Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay.

Kepadatan traffic di SMK kasatrian Solo Sukoharjo dapat dianalisis dan dijadikan peramalan kebutuhan masa yang akan datang. Dengan adanya analisis maka dapat mengetahui penggunaan bandwidth, intensitas traffic, tingkat pelayanan jaringan yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan jaringan dan teknologi yang akan datang.

4 Baca lebih lajut

Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay

Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay

Erlang adalah unit satuan dari intensitas traffic, yang diambil dari seorang ilmuan bernama Agner Krarup Erlang (1879 – 1929), yang menemukan teori tentang traffic dan penemu dari teori antrian.1 Erlang sama dengan satu panggilan (call) dalam suatu pendudukan selama 3600 detik.

6 Baca lebih lajut

ANALISIS TRAFFIC JARINGAN DENGAN ALGORITMA ERLANG TANPA DELAY  Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay.

ANALISIS TRAFFIC JARINGAN DENGAN ALGORITMA ERLANG TANPA DELAY Analisis Traffic Jaringan Dengan Algoritma Erlang Tanpa Delay.

1. Penelitian yang dilakukan pada tanggal 19 Agustus sampai tanggal 14 September, penggunaan bandwidth tertinggi (pengamatan dari jam 10.00 sampai jam 01.00) di SMK Kasatrian Solo Sukoharjo terjadi pada tanggal 27 Agustus 2013 yaitu sebesar 175 Mb, dengan Volume traffic sebesar 11,384 Jam dan Intensitas traffic

11 Baca lebih lajut

Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Monit

Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Monit

Model referensi OSI dibuat pada akhit tahun 1970, model ini dibuat sebagai solusi untuk mengatasi masalah kompatibilitas antar vendor komputer maupun jaringan. Sehingga dalam membuat hardware atau software yang bisa saling kerja sama, dalam bentuk protokol-protokol sehingga hardware maupun software yang dibuat oleh vendor yang berbeda bisa saling kerja sama [3]. Model OSI adalah model atau acuan arsitektural utama untuk jaringan yang mendeskripsikan bagaimana data dan informasi jaringan dikomunikasikan dari sebuah aplikasi di sebuah komputer ke sebuah aplikasi di komputer lain melalui media jaringan dengan menggunakan pendekatan lapisan, yaitu terdiri dari 7 lapisan. Lapisan pada model OSI ditunjukkan pada Gambar 1. Model ini memiliki keuntungan seperti model layer lainnya dan bersifat hierarkis. Tujuannya adalah memungkinkan kerjasama antar jaringan menggunakan alat dari vendor yang berbeda. Berikut beberapa kelebihan: 1. Memungkinkan vendor membuat alat yang standar 2. Memungkinkan bermacam hardware dan software bisa
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRAFFIC DAN BANDW

IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRAFFIC DAN BANDW

Semakin berkembangnya teknologi informasi sekarang ini, maka kebutuhan akan informasi semakin meningkat pula. Dimana setiap orang membutuhkan informasi dalam waktu yang cepat, singkat dan akurat oleh karena itu dibutuhkan suatu sarana yang dapat mendukung akan hal tersebut. Salah satunya adalah koneksi internet yang cepat dan stabil. Bandwidth internet sangatlah mahal. Sehingga suatu institusi harus dapat secara bijak menggunakan bandwidth yang tersedia dengan sebaik mungkin. Dengan bandwidth tersebut harus bisa melayani ratusan pengguna yang ingin menggunakan internet secara bersamaan. Jika tidak diatur, kemungkinan besar traffic dan bandwidth akan penuh ketika digunakan oleh beberapa pengguna saja, maka diperlukan suatu sistem manajemen traffic dan bandwidth dengan menggunakan IPCop sebagai toolsnya. IPCOP adalah suatu distribusi linux yang digunakan sebagai alat yang mempunyai tugas mengatur penggunaan akses internet.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Keeping Your Driving Record Clean  Online Traffic School

Keeping Your Driving Record Clean Online Traffic School

Keywords: Traffic School, Online Traffic School, Defensive Driving, California Traffic School, Texas Traffic School, Florida Traffic School, Texas Defensive Driving, Florida Defensive D[r]

2 Baca lebih lajut

ESTIMASI KINERJA DAN STRATEGI PENANGANAN JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2020 DAN 2030

ESTIMASI KINERJA DAN STRATEGI PENANGANAN JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2020 DAN 2030

Penelitian ini mengangkat topik mengenai kinerja jaringan jalan di Kota Surakarta. Tahap yang dilakukan pertama kali adalah mempersiapkan basis data jaringan jalan, data survey traffic count dan prior matriks sebagai data input untuk memperoleh matriks existing tahun 2009. Menggunakan data sosio-ekonomi dan MAT tahun 2009, dilakukan analisis model bangkitan dan tarikan pergerakan untuk Kota Surakarta. Hasil pemodelan bangkitan dan tarikan ini dapat digunakan untuk mengestimasi pergerakan tahun 2020 dan tahun 2030. Selanjutnya, untuk mendapatkan arus lalu lintas tiap ruas jalan dilakukan pembebanan MAT ke jaringan jalan. Nilai kinerja jaringan jalan dapat diketahui dengan menghitung nilai NVK. Nilai NVK didapatkan dengan membandingkan volume ruas jalan dan dengan kapasitas ruas jalan tersebut. Perhitungan nilai NVK ini dengan system do- nothing . Selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja dengan anggapan bahwa nilai NVK diatas 0,8 adalah kondisi yang tidak stabil. Untuk ruas jalan dengan kondisi tersebut, diberikan alternatif penanganan untuk mengurangi permasalahan pada ruas jalan di Kota Surakarta disesuaikan kondisi nyata jalan saat ini. Dilakukan analisis kinerja jaringan jalan dengan anggapan do-something sesuai alternative penanganan yang telah direncanakan. Updating basis data jaringan jalan disusun sesuai alternatif yang diusulkan. Proses pembebanan selanjutnya dilakukan untuk melihat pengaruh penanganan terhadap kapasitas jaringan jalan dan niali NVK ruas jalan di Kota Surakarta. Kerangka pikir ini dapat dilihat pada Gambar 2.17.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

View of Analisis Penerapan Metode Transmitter Receiver Unit (TRU) Upgrading Untuk Mengatasi Traffic Congestion Jaringan GSM Pada BTS Area Purwokerto Kota

View of Analisis Penerapan Metode Transmitter Receiver Unit (TRU) Upgrading Untuk Mengatasi Traffic Congestion Jaringan GSM Pada BTS Area Purwokerto Kota

Dari hasil pengamatan terlihat bahwa salah satu cell dari masing-masing site yang diteliti mengalami traffic congestion. Seperti yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya kondisi traffic congestion ini adalah kondisi dari cell yang memiliki nilai kapasitas pelanggannya melebihi intensitas trafik yang dimilki oleh konfigurasi TRU. Apabila terjadi kondisi traffic congestion seperti ini diperlukan TRU upgrading. Yaitu penambahan konfigurasi TRU sesuai dengan banyaknya trafik yang diduduki pelanggan. Di Indosat TRU yang digunakan adalah TRU dengan 1 TRX dan setiap satu cellnya digunakan maksimal 4 TRU. Jadi untuk satu site dengan konfigurasi maksimal adalah sebanyak 12 TRU.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Implementasi Progressive Caching Pada Content-Centric Networking Untuk Streaming Video - ITS Repository

Implementasi Progressive Caching Pada Content-Centric Networking Untuk Streaming Video - ITS Repository

Content-Centric Networking (CCN) adalah sebuah paradigma arsitektur jaringan dimana pengguna tidak perlu tahu lokasi fisik dari sebuah content, tapi pengguna hanya perlu tahu content apa yang diinginkan [2]. Salah satu keunggulan utama dari CCN adalah efisiensi distribusi data. Pada CCN, data akan disebar pada node-node yang terdapat dalam jaringan dalam bentuk cache (In-Network Storage) sebagai potongan-potongan data dengan panjang data yang sama (chunk) [3]. Request pada suatu node untuk suatu content yang berasal dari host yang berbeda (request aggregation) akan dikumpulkan pada Pending Interest Table (PIT). Kemudian, request akan diteruskan pada node selanjutnya hingga content yang diinginkan dapat ditemukan. Content yang telah ditemukan akan diteruskan hingga ke node dimana request aggregation terjadi. Pada node tersebut, akan dilakukan caching dan content akan diperbanyak sejumlah request dari masing-masing host yang tadinya dikumpulkan dalam request aggregation [2] [4].
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Bab 2 Tinjauan Pustaka - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Kualitas Jaringan Komputer Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah Studi Kasus : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (DINHUBKOMINFO) Provinsi

Bab 2 Tinjauan Pustaka - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Kualitas Jaringan Komputer Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah Studi Kasus : Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (DINHUBKOMINFO) Provinsi

Dalam telekomunikasi, Round Trip Time Delay (RTD) atau Round Trip Time (RTT) adalah lamanya waktu yang dibutuhkan sinyal untuk dikirim, ditambah panjang waktu yang dibutuhkan sinyal untuk diterima. Oleh karena itu, waktu tunda (Delay) terdiri dari waktu propagasi antara dua titik sinyal. Jika dikaitkan dalam konteks jaringan komputer, sinyal umumnya merupakan paket data, dan RTT juga dikenal sebagai waktu Ping. Pengguna Internet dapat menentukan RTT dengan menggunakan perintah Ping.

38 Baca lebih lajut

PERANCANGAN MONITORING JARINGAN BERBASIS CACTI PADA LINUX MENGGUNAKAN GRAFIK DAN WEATHERMAP (STUDI KASUS JARINGAN PROGDI TEKNIK INFORMATIKA UPN “VETERAN” JAWA TIMUR).

PERANCANGAN MONITORING JARINGAN BERBASIS CACTI PADA LINUX MENGGUNAKAN GRAFIK DAN WEATHERMAP (STUDI KASUS JARINGAN PROGDI TEKNIK INFORMATIKA UPN “VETERAN” JAWA TIMUR).

TCP/IP Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Operator dapat meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada cell id MD38571, pada cell id MD32987 menjadi 87,6327%, dan pada cell id MD25905 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada cell id MD38571, pada cell id MD32987 0,002 %, dan pada cell id MD25905 0,1953 %.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Analisis Optimalisasi Kapasitas Trafik Dengan Multi Band Cell MBC pada Jaringan GSM PT.. XL Axiata,Tbk Purwekkerto.[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Tiap slot waktu pada frame TDMA disebut physical channel. Karena itu ada 8 kanal fisik tiap frekuensi pembawa dalam GSM. Kanal fisik dapat mengakomodasi pembicaraan, data, atau informasi pensinyalan. Kanal fisik dapat membawa informasi berbeda, tergantung dari informasi yang baru dikirimkan. Informasi tersebut disebut sebagai logical channel. Kanal logika terdiri atas 2 kanal utama yaitu control channellel (CCH) dan traffic channel (TCH).

25 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Penelitian ini dilakukan dengan melihat parameter traffic channel (TCH) dan kualitas suara speech quality indicator (SQI) selama 45 hari pada tiga sel pada jaringan milik PT. XL AXIATA,Tbk Medan. Parameter yang dianalisa pada penelitian ini yaitu parameter TCH dan parameter SQI. Data penelitian didapatkan dari Huawei Services PT. XL AXIATA,Tbk Medan.

4 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Operator dapat meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada cell id MD38571, pada cell id MD32987 menjadi 87,6327%, dan pada cell id MD25905 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada cell id MD38571, pada cell id MD32987 0,002 %, dan pada cell id MD25905 0,1953 %.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Analisis Pengaruh Half Rate Dan Full Rate Terhadap Traffic Channel Dan Speech Quality Indicator Pada Jaringan GSM PT.XL Axiata Medan

Keterbatasan kanal telekomunikasi merupakan salah satu masalah dalam komunikasi seluler, sehingga untuk memperbanyak kanal maka digunakan kanal half rate 6,5 kbps. Operator dapat meningkatkan jumlah kanal sebanyak dua kali lipat dari kanal yang semula full rate 13 kbps, namun kualitas suara menjadi menurun dan tidak sesuai dengan standar SQI (Speeh Quality Indicator) good rate yang ditetapkan perusahaan (lebih dari 80 %). Kualitas suara diperbaiki dengan mengatur ambang batas pengaktifan kanal half rate yakni dengan mengatur parameter Dynamic Half Allocation (DHA). Setelah parameter DHA diatur, SQI good rate meningkat menjadi 82,8039 % pada cell id MD38571, pada cell id MD32987 menjadi 87,6327%, dan pada cell id MD25905 menjadi 91,1083 %. Nilai TCH (Traffic Channel) congestion rate juga sesuai standar perusahaan (kurang dari 1,1 %) dengan nilai 0,3146 pada cell id MD38571, pada cell id MD32987 0,002 %, dan pada cell id MD25905 0,1953 %.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERANCANGAN MONITORING JARINGAN BERBASIS CACTI PADA LINUX MENGGUNAKAN GRAFIK DAN WEATHERMAP (STUDI KASUS JARINGAN PROGDI TEKNIK INFORMATIKA UPN “VETERAN” JAWA TIMUR)

PERANCANGAN MONITORING JARINGAN BERBASIS CACTI PADA LINUX MENGGUNAKAN GRAFIK DAN WEATHERMAP (STUDI KASUS JARINGAN PROGDI TEKNIK INFORMATIKA UPN “VETERAN” JAWA TIMUR)

Jaringan komputer dan Internet telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Teknologi ini mampu menyambungkan hampir semua komputer yang ada di dunia sehingga bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Bentuk informasi yang dapat ditukar berupa data teks, citra digital, video, audio.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...