analytic hierarchy process

Top PDF analytic hierarchy process:

Implementasi Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) Dan Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Pemilihan Operator Seluler Terbaik

Implementasi Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) Dan Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Pemilihan Operator Seluler Terbaik

Dalam pemilihan operator seluler terbaik digunakan dua metode yaitu metode AHP dan metode SAW. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)adalah metode pengambilan keputusan terhadap masalah penentuan prioritas pilihan dari berbagai alternatif. Penggunaan AHP dimulai dengan membuat struktur hirarki dari permasalahan yang ingin diteliti.Untuk pertama kali metode AHP diperkenalkan Oleh Thomas L. Saaty pada periode tahun 1971-1975 di Wharthon School. Dalam perkembangannya, metode AHP tidak saja digunakan untuk menentukan prioritas pilihan-pilihan dengan banyak kriteria(multikriteria), tetapi penerapannya telah meluas sebagai sebuah metode alternatif untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah, seperti portofolio yang menguntungkan, analisis manfaat biaya, dan membuat peramalan. Mulyono (1996), menjelaskan bahwa pada dasarnya metode AHP merupakan teori umum tentang suatu konsep pengukuran. Metode ini digunakan untuk menemukan suatu skala rasio baik dari perbandingan pasangan yang bersifat diskrit maupun kontinu.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Kajian Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam  Menentukan Posisi Merek Handphone Berdasarkan  Persepsi Produsen dan Konsumen terhadap Kriteria  Handphone

Kajian Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam Menentukan Posisi Merek Handphone Berdasarkan Persepsi Produsen dan Konsumen terhadap Kriteria Handphone

Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multikriteria yang kompleks menjadi suatu hierarki, menurut saaty, hierarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi-level di mana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hierarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hierarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN - Kajian Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam Menentukan Posisi Merek Handphone Berdasarkan Persepsi Produsen dan Konsumen terhadap Kriteria Handphone

BAB 1 PENDAHULUAN - Kajian Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam Menentukan Posisi Merek Handphone Berdasarkan Persepsi Produsen dan Konsumen terhadap Kriteria Handphone

3. Hakikatnya, jumlah responden dalam suatu penelitian yang menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) tidak terbatas. Hal ini disebabkan, karena dalam metode Analytic Hierarchy Process (AHP) syarat responden yang diambil adalah orang-orang yang mempuyai pengalaman, mengetahui atau memahami terkait dengan penelitian. Sehingga, pada penelitian ini mengasumsikan bahwa jumlah responden yang diambil sudah mencukupi syarat kecukupan data.

8 Baca lebih lajut

Usulan Penentuan Pemasok Dengan Analisis Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process Dan Analytic Hierarchy Process Di Ud Bandung Textile.

Usulan Penentuan Pemasok Dengan Analisis Metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process Dan Analytic Hierarchy Process Di Ud Bandung Textile.

Dari permasalahan diatas, maka peneliti melakukan penelitian dengan dua metode, yang pertama adalah Fuzzy Analytic Hierarchy Process dan yang kedua adalah Analytic Hierarchy Process. Kedua metode tersebut memiliki kesamaan yaitu melakukan penilaian dengan memberikan bobot pada masing-masing kriteria dan pemasok, namun yang membedakan kedua metode tersebut adalah Analytic Hierarchy Process tidak dapat menampung karagu-raguan perusahaan karena perusahaan belum pernah melakukan penilaian sama sekali. Dalam pengolahan data dengan Analytic Hierarchy Process hal yang dilakukan adalah melakukan pembobotan pada tiap kriteria, sub kriteria dan pemasok yang bekerja sama lalu menghitung eigen vektor, consistency ratio , lalu dinormalisasi maka didapatkanlah bobot prioritas yang dapat dijadikan perhitungan untuk menentukan pemasok mana yang terbaik, yang berbeda pada Fuzzy Analytic Hierarchy Process adalah pembobotan yang awal dilakukan, diubah terlebih dahulu kedalam nilai triangular fuzzy number. Bilangan inilah yang menampung kragu-raguan dari pihak perusahaan, lalu menghitung sintesis fuzzy , nilai vektor dan defuzzyvikasi, lalu dilakukan normalisasi dan didapatkan bobot yang akhirnya dijadikan perhitungan prioritas pemasok.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Sistem Rekomendasi Pemilihan Jurusan Per

Sistem Rekomendasi Pemilihan Jurusan Per

Berdasarkan, latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penelitian ini berusaha menjawab permasalahan yang terjadi dengan mencoba menggabungkan antara faktor yang digunakan dalam menentukan jurusan seperti kemampuan siswa, minat siswa, dan juga keinginan siswa untuk menghasilkan rekomendasi jurusan yang sesuai. Proses penggabungan tersebut dapat diakomodir dalam sebuah metode yaitu Analytic Hierarchy Process yang dapat memberikan perangkingan terhadap jurusan yang direkomendasikan. Pendekatan user preference digunakan agar siswa dapat memberikan penilaian sendiri mengenai tingkat kepentingan kriteria yang digunakan sebagai dasar pemberian rekomendasi..
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMILIHAN KARYAWAN BARU DENGAN METODE AHP (ANALYTIC HIERARCHY PROCESS)

PEMILIHAN KARYAWAN BARU DENGAN METODE AHP (ANALYTIC HIERARCHY PROCESS)

Demi efisiensi dan efektifitas kerja maka pengambilan keputusan yang tepat sangat diperlukan. Penulisan ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang mempunyai kemampuan analisa pemilihan karyawan baru dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), dimana masing- masing kriteria dalam hal ini faktor- faktor penilaian dan alternatif dalam hal ini para pelamar kerja dibandingkan satu dengan yang lainnya sehingga memberikan output nilai intensitas prioritas yang menghasilkan suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap setiap pelamar kerja.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KAJIAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM MENENTUKAN POSISI MEREK HANDPHONE BERDASARKAN PERSEPSI PRODUSEN DAN KONSUMEN TERHADAP KRITERIA HANDPHONE SKRIPSI Ahmad Shabri P. 110803057

KAJIAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM MENENTUKAN POSISI MEREK HANDPHONE BERDASARKAN PERSEPSI PRODUSEN DAN KONSUMEN TERHADAP KRITERIA HANDPHONE SKRIPSI Ahmad Shabri P. 110803057

Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas pilihan dari berbagai alternatif. Berikut adalah algoritma dalam menyelesaikan masalah keputusan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process yaitu menentukan tujuan dan membuat struktur hierarki dari permasalahan yang ingin diteliti, membuat matriks perbandingan berpasangan yang bertujuan untuk mencari bobot dari tiap-tiap kriteria yang kemudian bobot dari seluruh kriteria tersebut akan digunakan dalam mencari bobot seluruh alternatif dari setiap kriteria dengan cara menormalkan rata-rata geometrik dari pendapat responden, mencari nilai vektor eigen maksimum dan vektor eigen dinormalkan yang diperoleh dari matriks sebelumnya dan terakhir adalah melakukan uji konsistensi terhadap bobot dari setiap kriteria maupun alternatif dengan syarat ( ).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Abstrak: PT. XXX adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri furniture yang berorientasi export. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan menganalisis masalah yang berkaitan dengan pemilihan supplier. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi literatur. Dari hasi pengumpulan data diperoleh beberapa alternatif supplier yaitu “A”, “B”, “C”, “D”, “E”, dan “F”. Sedangkan yang menjadi kriterianya antara lain pengiriman, pelayanan, produk, kualitas, dan biaya. Pengolahan data menggunakan salah satu metode MCDM (Multi Criteria Decision Making) yaitu AHP (Analytic Hierarchy Process), dengan hasil supplier “A” ditetapkan sebagai supplier terbaik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analytic Hierarchy Process Dalam Pembobotan Untuk Pengaturan Jadwal Dosen

Analytic Hierarchy Process Dalam Pembobotan Untuk Pengaturan Jadwal Dosen

Pemilihan jadwal untuk dosen telah dilakukan penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode Dempster Shafer Analytic Hierarchy Process (DS/AHP) yang digunakan sebagai pembobotan. Dalam penelitian ini kriteria yang digunakan yaitu mata kuliah, usia dosen, SKS, status dosen, ruang, dan waktu. Hasil dari perhitungan bobot dengan menggunakan DS/AHP di dapatkan 17 dosen yang mendapatkan urutan dari 29 dosen [9].

13 Baca lebih lajut

Analytic Hierarchy Process Untuk Pemilihan Program Studi Calon Mahasiswa

Analytic Hierarchy Process Untuk Pemilihan Program Studi Calon Mahasiswa

Analytic Hierarchy Process Untuk Pemilihan Program Studi Calon Mahasiswa Setelah melakukan perhitungan AHP, dapat disimpulkan bahwa dari inputan nilai rata-rata rapor calon mahasiswa tersebut, maka calon mahasiswa dapat memilih kedokteran sebagai pilhan pertama, peternakan sebagai pilihan ke dua, dan ilmu kelautan sebagai pilihan ketiga.

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS PADA SISTEM REKRUTMEN KARYAWAN

PENERAPAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS PADA SISTEM REKRUTMEN KARYAWAN

Penulis mengusulkan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk diterapkan dalam sistem rekrutmen karyawan karena AHP merupakan proses pengambilan keputusan berkriteria banyak yang fleksibel namun efektif dalam membantu seseorang untuk membuat prioritas dan membuat keputusan yang terbaik dengan mempertimbangkan aspek kualitatif maupun kuantitatif.

5 Baca lebih lajut

PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN SAMPAH KOTA DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS SELECT ON OF COMPOSTING TECHNOLOGY USING ANALYTIC HIERARCHY PROCESS APPROACH

PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN SAMPAH KOTA DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS SELECT ON OF COMPOSTING TECHNOLOGY USING ANALYTIC HIERARCHY PROCESS APPROACH

Municipal solid waste generation is increasing by time and it needs to be handled in a better way, considering that the organic fraction is dominantly found in urban waste in Indonesia. This research analyzed the selection procedure of composting technology by considering multiple criteria including technical, environment, financial and social factors, from the point of views of various stakeholders, such as government, community, scholar, and practitioner using Analytic Hierarchy Proceess (AHP). Though every stakeholder had different choice, windrow technology is more preferred than other composting methods, such as vermicomposting, active and passive aerated static piles (ASP). The weights of windrow, vermicomposting, active and passive ASP technologies were 0.297, 0.292, 0.248, and 0.163 respectively, with consistency ratio of 3.3%. Every stakeholder had different priority of criteria, in selecting the composting technologies.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP) Dalam Pemilihan Supplier (Pemasok)

Pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP) Dalam Pemilihan Supplier (Pemasok)

Dalam proses pemilihan supplier perusahaan harus melakukan perangkingan untuk menentukan mana supplier yang akan dipilih atau mana yang akan dijadikan supplier utama dan yang akan dijadikan supplier cadangan. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam pemilihan supplier adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP dipilih karena memiliki kelebihan antara lain, yaitu struktur yang berhirarki, sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam, memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang akan dipilih oleh para pengambil keputusan. AHP tidak memaksakan konsensus tetapi mensistensis suatu hasil yang representatif dari berbagai pilihan. AHP memungkinkan organisasi/perusahaan memperhalus definisi mereka pada suatu persoalan dan memperbaiki pertimbangan serta pengertian mereka melalui pengulangan (Saaty, 1991).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Having decision based on some criterion subjectively is making the one being decision maker have to identify the value of criterion. The scale on crisp is uneffectively assumed to uncertainty, the porpuse of this research to analize the scroring in Analytic Hierarchy Process (AHP) scale and develop the aid model system by doing fuzzy logic combination on AHP. A fuzzy AHP will result different value and rank, making rank by using fuzzy AHP will find out the result objectively better than by using AHP methode.

18 Baca lebih lajut

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Having decision based on some criterion subjectively is making the one being decision maker have to identify the value of criterion. The scale on crisp is uneffectively assumed to uncertainty, the porpuse of this research to analize the scroring in Analytic Hierarchy Process (AHP) scale and develop the aid model system by doing fuzzy logic combination on AHP. A fuzzy AHP will result different value and rank, making rank by using fuzzy AHP will find out the result objectively better than by using AHP methode.

Baca lebih lajut

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Salah satu metode yang sering digunakan untuk membangun model sistem penunjang keputusan tersebut adalah metode Analityc Hierarchy Process (AHP). Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Menurut Saaty (2001), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (2008), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana, level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Analisis Metode Analytic Hierarchy Process Dengan Pendekatan Logika Fuzzy

Fitriyani. 2012. Sistem Pendukung Keputusan Penjurusan SMA Menggunakan Metode AHP. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2012 (Semantik 2012) ISBN 979 - 26 - 0255 - 0 : INFRM 601- INFRM 605. Idris, S.A.L. 2012. Analisis Perbandingan Metode Analytical Hierarchy Process

Baca lebih lajut

Sistem Rekomendasi Supplier, Penjualan, dan Pembelian dengan Metode Analytic Hierarchy Process.

Sistem Rekomendasi Supplier, Penjualan, dan Pembelian dengan Metode Analytic Hierarchy Process.

[9] E. W. and E. U. , "Aplikasi Metode Analytical Hierarchy Process dalam Menentukan Kriteria Penilaian Supplier," TeknikA, vol. 2, pp. 7-13, 2008. [10] J. P. and S. A. , "Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Supplier Terbaik dengan Metode AHP pada AMALIUN FOODCOURT," STMIK IBBI, pp. 127-136, 2009.

22 Baca lebih lajut

S MAT 1004536 Abstract

S MAT 1004536 Abstract

Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) adalah penggabungan metode AHP dengan pendekatan Fuzzy . Kelemahan pada metode AHP yaitu permasahalan terhadap kriteria yang memiliki sikap subjektif yang lebih banyak oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan Fuzzy maka permasalahan terhadap kriteria bisa lebih di pandang secara objektif dan akurat. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner tentang penilaian kinerja pegawai di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Branch Office Bandung Barat terhadap para Agen. Penilaian kinerja pegawai adalah salah satu kegiatan penting dalam sebuah perusahaan agar perusahaan tersebut dapat mengetahui kualitas hasil kerja para pegawai dalam pengembangan perusahaan. Ada 6 langkah yang harus dilakukan dalam metode FAHP, dimulai dari mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan hingga pembobotan kriteria dan alternatif menggunakan fuzzy synthetic extent . Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen yang mempunyai kinerja terbaik dengan pertimbangan seluruh kriteria yang didapat dari hasil kuisioner adalah Alternatif 2, Alternatif 3, Alternatif 4 diikuti oleh Alternatif 1 yang mempunyai kinerja terbaik kedua, dan Alternatif 5 mempunyai kinerja terbaik ketiga.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 8553 documents...