and Expense

Top PDF and Expense:

AKTIVITAS MANAJEMEN LABA MELALUI POS RESEARCH DEVELOPMENT EXPENSE

AKTIVITAS MANAJEMEN LABA MELALUI POS RESEARCH DEVELOPMENT EXPENSE

revenue dan expense merupakan pos yang dianggap penting dalam laporan laba rugi. Hal ini, memungkinkan manajer untuk melakukan praktik manajemen laba. Biaya riset dan pengembangan serta biaya promosi merupakan salah satu komponen pos expense dalam laporan keuangan yang sering dikontrol oleh manajemen. Manajemen akan berusaha untuk menurunkan biaya research & development untuk meningkatkan laba sesuai dengan target laba yang telah ditetapkan. Penelitian ini akan fokus diakukan untuk melihat tindakan manajemen laba melalui pos biaya Research & Development pada sektor pertambangan. Hal ini disebabkan karena jumlah biaya Research & Development pada sektor pertambangan cukup tinggi. Maka, keadaan ini dapat menyebabkan manajemen untuk melakukan manajemen laba melalui pos biaya Research & Development.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS MANAJEMEN LABA MELALUI POS BAD DEBT EXPENSE

AKTIVITAS MANAJEMEN LABA MELALUI POS BAD DEBT EXPENSE

Menurut PSAK 25 Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, konvensi, peraturan dan praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Penggunaan akrual dapat memberikan kebebasan manajer dalam memilih metode akuntansi selama tidak menyimpang dari aturan akuntansi yang berlaku. Metode akrual merupakan metode pemilihan akuntansi dan kebijakan yang digunakan dalam proses pelaporan keuangan (Kothari, Mizik, Roychowdhury 2016). Metode akrual adalah pencatatan akrual yang tidak berhubungan dengan arus kas. Dengan dasar akrual, transaksi dicatat pada saat kejadian dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Akrual dalam metode pencatatannya tidak memerlukan bukti kas fisik. Akrual mencatat revenue dan expense pada saat terjadinya kegiatan meskipun pembayaran belum dilakukan. Maka dari itu pencatatan akrual tidak mempengaruhi kas masuk ataupun kasn keluar.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Deferred Tax Assets and Deferred Tax Expense Against Tax Planning Profit Management

Deferred Tax Assets and Deferred Tax Expense Against Tax Planning Profit Management

statements of the fiscal (Widiastuti and Chusniah, 2011).Various studies on the deferred tax asset with a causal design, as described above gives different results. Likewise, Singkianti study (2015) that uses the construct of the influence of the deferred tax asset or assets to earnings management. The research results confirm that the deferred tax assets do not have a significant effect on earnings management. Study with similar results was also done by Arista (2013). Waluyo (2014) states that the deferred tax expense is the amount of expense (income) Deferred tax arising from the recognition of deferred tax liabilities or assets. While according Phillips, et al. (2003), the deferred tax expense is expense arising from temporary differences between accounting profit. Phillips et.al (2003) found that the deferred tax expense can be used to predict the earnings management practices by management. Meanwhile, according to the manager as the manager of the company will maximize corporate profits led to the process of maximizing their interests at the expense of the owner of the company. This may occur because the manager has information not owned by the owner of the company (Yuliana, 2008; Dickinson, 2017; Kianto, 2017).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Porsche boxter  What expense an Insurance

Porsche boxter What expense an Insurance

Keywords: porsche boxter 911 944 968 928 diks verzekering Article Body: Porsche boxter, What expense an Insurance The Porsche boxter is is a correct that for the many men accessible.[r]

1 Baca lebih lajut

Aktivitas Manajemen Laba Melalui Pos Advertising Expense

Aktivitas Manajemen Laba Melalui Pos Advertising Expense

ambang batas dan diberikan nilai 1 yaitu sebagai perusahaan yang diduga melakukan manajemen laba. Penelitian sebelumnya oleh Cohen et al. (2009) menyatakan bahwa manajemen pada suspect firms melakukan manajemen laba dengan mengurangi aktivitas riil advertising untuk dapat menghasilkan pendapatan dan laba jangka pendek yang positif. Hal ini juga sejalan dengan penelitian oleh Graham et al. (2005); Gunny (2005); Roychowdhury (2006); Cohen dan Zarowin (2010); Banker et al. (2011); Zang (2012); Sun (2012); Kim dan Park (2014); Chan et al. (2015); Sun (2016) yang dalam penelitiannya menyatakan bahwa manajemen pada suspect firms melakukan manajemen laba dengan mengurangi aktivitas riil dari discretionary expense yang didalamnya termasuk advertising untuk untuk menghindari pelaporan kerugian atau penurunan laba. Sehingga, ketika nilai suspect firms semakin besar akan melakukan manajemen laba dengan mengurangi aktivitas riil advertising. 2. Pengaruh variabel SIZE terhadap variabel
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

STUDI EKSPLORASI MARKETING EXPENSE PADA

STUDI EKSPLORASI MARKETING EXPENSE PADA

The results of this study in the form of marketing expense ratio calculation of the total assets, total revenue, cost of revenue and operating cost in the property sector and sub-sector, the calculation of the ratio in the sub-sector ROMI property which is then displayed in the form of charts mapping and made a pattern.

1 Baca lebih lajut

Business Expense Reports

Business Expense Reports

Nowadays, most of the companies are implementing web-based expense report software like Expense Management Automation EMA, which automates and quickens the submission, approval and reimb[r]

1 Baca lebih lajut

DEFFERED TAX EXPENSE, PROFITABILITY, DISCRETIONARY ACCRUALS DAN MANAJEMEN LABA

DEFFERED TAX EXPENSE, PROFITABILITY, DISCRETIONARY ACCRUALS DAN MANAJEMEN LABA

Berdasarkan hasil pada model analisis jalur (path analysis) DTE terhadap ML, menunjukkan bahwa DTE berpengaruh langsung terhadap manajemen laba melalui discretionary accrual. Discretionary accrualmerupakan variabel intervening mampu memediasi pengaruh DTE terhadap ML. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Yulianti (2005), yang menemukan bahwa deffered tax expense dapat mendeteksi manajemen laba melalui discretionary accrual. Maka dapat disimpulkan bahwa perilaku yang dilakukan manajer menggunakan kebijakan dalam pelaporan keuangan dan dalam menyusun transaksi untuk mengubah laporan keuangan dan menyesatkan stakeholders mengenai kinerja ekonomi perusahaan, atau untuk mempengaruhi contractual outcomes yang tergantung pada angka akuntansi yang dilaporkan dan perilaku manajer “bermain” dengan komponen Discretionary Accruals dalam menentukan besarnya earnings.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Bab 3 Responsibility Centers (Revenue and Expense Center)

Bab 3 Responsibility Centers (Revenue and Expense Center)

Efisiensi vs Keefektifan  Kriteria untuk menilai pusat pertanggungjawabanefisiensi & keefektifan  Efisiensi:  rasio input vs output atau jumlah output per unit dari input  Actua[r]

20 Baca lebih lajut

menempatkan tanda centang pada kolom yan

menempatkan tanda centang pada kolom yan

Title Debit Credit Accounts Receivable 13,000 Service Revenue 13,000 Rent Expense 4,000 Prepaid Rent 4,000 Supplies Expense 5,000 Supplies 5,000 Depreciation Expense 9,000 Ac[r]

5 Baca lebih lajut

WINS Financial Statement 1H -2016

WINS Financial Statement 1H -2016

The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset or a financial liability (or group of financial assets or financial liabilities) and of allocating the interest income or interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discount estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or, when appropriate, a shorter period to the net carrying amount of the financial asset or financial liability. When calculating the effective interest rate, the Group estimate cash flows considering all contractual terms of the financial instrument, for example, prepayment, call and similar option, but shall not consider future credit losses. The calculation includes all fees and points paid or received between parties to the contract that are an integral part of the effective interest rate, transaction costs, and all other premiums or discounts.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

WINS Financial Statement 1Q -2016

WINS Financial Statement 1Q -2016

The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset or a financial liability (or group of financial assets or financial liabilities) and of allocating the interest income or interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discount estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or, when appropriate, a shorter period to the net carrying amount of the financial asset or financial liability. When calculating the effective interest rate, the Group estimate cash flows considering all contractual terms of the financial instrument, for example, prepayment, call and similar option, but shall not consider future credit losses. The calculation includes all fees and points paid or received between parties to the contract that are an integral part of the effective interest rate, transaction costs, and all other premiums or discounts.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

LAPORAN LABA RUGI DAN INFORMASI TERKAIT (1)

LAPORAN LABA RUGI DAN INFORMASI TERKAIT (1)

Interest expense = Beban bunga Income before taxes = Laba sebelum pajak Income tax expense = Pajak penghasilan Net income = Laba bersih Income from continuing operations = Laba dari op[r]

10 Baca lebih lajut

FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

Akunt ansi biaya m erupakan bagian yang int egral dengan financial account ing. Ak unt ansi biay a adalah salah sat u cabang ak unt ansi y ang m erupak an alat m anaj em en dalam m em onit or dan m erek am t ransak si biay a secara sist em at is, sert a m eny aj ikanny a inform asi biay a dalam bent uk laporan biay a. Biay a ( cost ) berbeda dengan beban ( expense) , cost adalah pengorbanan ekonom is yang dikeluarkan unt uk m em peroleh barang dan j asa, sedangkan beban ( expense) adalah expired cost yait u pengorbanan yang diperlukan at au dikeluarkan unt uk m erealisasi hasil, beban ini dik ait k an dengan rev enue pada periode y ang berj alan. Pengorbanan y ang t idak ada hubungannya dengan perolehan akt iva, barang at au j asa dan j uga t idak ada hubungannya dengan realisasi hasil penj ualan, m aka t idak digolongkan sebagai cost at aupun expense t et api digolongk an sebagai loss.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

chap16.ppt 1156KB Jun 05 2011 09:30:02 PM

chap16.ppt 1156KB Jun 05 2011 09:30:02 PM

### ############################################################################### � ##############################################################July 1#Bond Interest Expense##### Discount on Bonds Payable##### Cash##### (To record accrued bond interest and amortization of bond discount)####

2718 Baca lebih lajut

The Matching Concept and the Adjusting Process

The Matching Concept and the Adjusting Process

Wages Expense Debit each revenue account for the amount of its balance, and credit Income Summary The Closing Process The Closing Process... Wages Expense total expenses and cre[r]

67 Baca lebih lajut

ch11 depreciation impairments and depletion

ch11 depreciation impairments and depletion

The amount of depreciation expense recorded depends on both the depreciation method used and estimates of service lives and residual values of the assets. Differences in these choices and estimates can significantly impact a company’s reported results and can make it difficult to compare the depreciation numbers of different companies.

84 Baca lebih lajut

Materi Akuntansi Keuangan (Accrual and Deferrals)

Materi Akuntansi Keuangan (Accrual and Deferrals)

GENERAL JOURNAL Date Account Titles and Explanation Debit Credit Monthly Adjusting Entry for Insurance Jan.. 31 Insurance Expense 200 Unexpired Insurance 200 Insurance expense for Ja[r]

41 Baca lebih lajut

Laporan Keuangan Interim Konsolidasian 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012

Laporan Keuangan Interim Konsolidasian 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012

Under PSAK No. 24 (Revised 2010), the calculation of estimated liability for employees benefits based on Labor Law No.13/2003 dated March 25, 2003 is determined using the projected-unit-credit method. Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting period/year exceed 10% of the present value of the defined benefit obligation at that date. These gains or losses are recognized on a straight-line basis over the expected average remaining service years of the employees.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...