ANEMIA GAGAL GINJAL KRONIK

Top PDF ANEMIA GAGAL GINJAL KRONIK:

Anemia pada Gagal Ginjal Kronik

Anemia pada Gagal Ginjal Kronik

Kesimpulan • Penyebab utama anemia pada GGK adalah defisiensi EPO, selain juga adanya defisiensi Fe, asam folat dan vitamin B12 serta adanya gizi kurang • Eprex® mengandung Eritropoi[r]

34 Baca lebih lajut

HUBUNGAN INDEKS ERITROSIT DENGAN KADAR RETICULOCYTE HEMOGLOBIN (Ret-He) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ANEMIA DI BANGSAL HEMODIALISA RSUD KABUPATEN BEKAS

HUBUNGAN INDEKS ERITROSIT DENGAN KADAR RETICULOCYTE HEMOGLOBIN (Ret-He) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ANEMIA DI BANGSAL HEMODIALISA RSUD KABUPATEN BEKAS

Pada batas medial konkaf setiap ginjal adalah celah vertikal, hilum renale, dimana arteria renalis masuk dan vena renalis serta pelvis renalis meninggalkan sinus renalis. Di hilum, vena renalis terletak di anterior arteria renalis yang terletak di sebelah anterior pelvis renalis. Hilum renale adalah jalan masuk ke suatu ruang di dalam ginjal, sinus renalis, yang diisi oleh pelvis renalis, kaliks, pembuluh, dan saraf serta sejumlah lemak. Setiap ginjal memiliki permukaan anterior dan posterior, tepi medial dan lateral, serta polus anterior dan posterior. Namun, karena protusi kolumna vertebralis lumbalis kedalam kavitas abdominalis, ginjal terletak oblik, membentuk suatu sudut satu sama lain. Akibatnya, diameter transversa ginjal tampak pendek pada radiograf anteroposterior. Tepi lateral setiap ginjal berbentuk koveks, dan tepi medial konkaf dimana terletak sinus renalis dan pelvis renalis. Tepi medial yang berindentasi menyebabkan ginjal memiliki gambaran berbentuk seperti kacang (Moore & Dalley, 2013).
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn. D  DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ANEMIA   Asuhan Keperawatan Pada Nn. D Dengan Gagal Ginjal Kronik Dengan Anemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn. D DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN ANEMIA Asuhan Keperawatan Pada Nn. D Dengan Gagal Ginjal Kronik Dengan Anemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Mekanisme utama pada proses hemodialisis adalah darah dipompakan dari dalam tubuh masuk ke dalam suatu ginjal buatan yaitu dialiser yang terdiri dari 2 kompartemen yang terpisah. Darah pasien dipompa dan dialirkan ke dalam kompartemen darah yang dibatasi oleh selaput semipermeabel buatan (artifisial) dengan kompartemen dialisat yang kemudian akan dibersihkan pada dializer dan selanjutnya akan dipompakan kembali ke dalam tubuh pasien. Cairan dialisis dan darah yang terpisah akan mengalami perubahan konsentrasi karena zat terlarut berpindah dari konsentrasi yang tinggi kearah konsentrasi yang rendah sampai konsentrasi zat terlarut sama di kedua kompartemen atau berdifusi. Dengan menggunakan kompeterisasi, beberapa parameter penting dapat dimonitor seperti laju darah dan dialysat, tekanan darah, detak jantung.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asuhan Keperawatan Pada Nn. D Dengan Gagal Ginjal Kronik Dengan Anemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

PENDAHULUAN Asuhan Keperawatan Pada Nn. D Dengan Gagal Ginjal Kronik Dengan Anemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Fungsi utama ginjal dalam keadaan normal adalah mengatur cairan tubuh, mempertahankan keseimbangan asam basa dan PH dalam darah, serta memiliki fungsi endokrin dan hormonal (Smeltzer, 2008). Gagal ginjal kronik ( GGK) atau Chronic Kidney Disease ( CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah), (Mansjoer, 2005). Penyakit ini merupakan sindrom klinis yang terjadi pada stadium gagal ginjal yang dapat mengakibatkan kematian kecuali jika dilakukan terapi pengganti pada sistem sekresi tubuhnya. Anemia adalah kondisi yang dihasilkan karena kurangnya suplay sel darah merah sehingga tidak cukup mensuplay oksigen yang disebabkan adanya gejala patologi ketidaknormalan jumlah sel darah merah, struktur dan fungsi darah merah dalam tubuh, (Black and Hawks, 2005).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asuhan Keperawatan Padany T Dengan Chronic Kidney Disease Yang Mengalami Anemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

PENDAHULUAN Asuhan Keperawatan Padany T Dengan Chronic Kidney Disease Yang Mengalami Anemia Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Fungsi utama ginjal dalam keadaan normal adalah mengatur cairan tubuh, mempertahankan keseimbangan asam basa dan PH dalam darah, serta memiliki fungsi endokrin dan hormonal (Smeltzer, 2008). Gagal ginjal kronik (GGK) atau Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah), (Mansjoer, 2005). Penyakit ini merupakan sindrom klinis yang terjadi pada stadium gagal ginjal yang dapat mengakibatkan kematian kecuali jika dilakukan terapi pengganti pada sistem sekresi tubuhnya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

tentang GAGAL GINJAL KRONIK REFERAT ....

tentang GAGAL GINJAL KRONIK REFERAT ....

Upaya pencegahan terhadap penyakit ginjal kronik sebaiknya sudah mulai dilakukan pada stadium dini penyakit ginjal kronik. Berbagai upaya pencegahan yang telah terbukti bermanfaat dalam mencegah penyakit ginjal dan kardiovaskular, yaitu pengobatan hipertensi (makin rendah tekanan darah makin kecil risiko penurunan fungsi ginjal), pengendalian gula darah, lemak darah, anemia, penghentian merokok, peningkatan aktivitas fisik dan pengendalian berat badan. 5

13 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny S DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENGALAMI ANEMIA  DI RUANG HEMODIALISA  Asuhan Keperawatan Pada Ny S Dengan Gagal Ginjal Kronik Yang Mengalami Anemia Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny S DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENGALAMI ANEMIA DI RUANG HEMODIALISA Asuhan Keperawatan Pada Ny S Dengan Gagal Ginjal Kronik Yang Mengalami Anemia Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

Segala puji hanya bagi Allah swt, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan komprehensif dengan judul: ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny S DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENGALAMI ANEMIA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

16 Baca lebih lajut

Studi penggunaan asam folat pada pasien gagal ginjal kronik anemia rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Studi penggunaan asam folat pada pasien gagal ginjal kronik anemia rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Ma’shumah, N., Bintanah, S., dan Erma H. 2014, Hubungan Asupan Protein Dengan Kadar Ureum, Kreatinin, dan Kadar Hemoglobin Darah pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Hemodialisis Rawat Jalan di RS Tugurejo Semarang, Program Studi Gizi Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang.

12 Baca lebih lajut

Kebijakan Medik Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisis Di RS Hasan Sadikin Bandung.

Kebijakan Medik Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisis Di RS Hasan Sadikin Bandung.

Result: The average protein intake of the patients was 1.32 g/ kg/day. Interval of protein intake of 0.5 g/kg /day (lowest) untill 2.8 g/kg/day (highest). 24% of patients had protein intake under 1 g /kg BW/day and 22.8% was above 1.5 g/kg BW/day. Average energy intake was 2001 kcal patient/day (930 kcal/ day - 3196.9 kcal/day). Qualitative analysis resulted in seven themes which causes nutrient low intake. The themes were underlying diseases (such as diabetes mellitus and hypertension), length of dialysis, frequency and number of dialysis, effects of dialysis, body’s response, cost factor, counseling and education. Most of respondens felt suffer from anemia and complined of nausea and vomiting. Body responses varied widely among them.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Gagal Ginjal Kronik (Studi Pustaka).

Gagal Ginjal Kronik (Studi Pustaka).

Gejala klinis yang pertama pada sindrom uremik: gangguan fungsi pengaturan dan ekskresi, kelainan volume cairan dan elektrolit, ketidakseimbangan asam basa, retensi metabolit nitrogen dan metabolit lainnya, anemia akibat defisiensi sekresi ginjal. Gejala yang kedua: gabungan kelainan jantung, neuromuskular, saluran cerna dan kelainan lainnya (Wilson, 1995).

11 Baca lebih lajut

Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronik

Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronik

cypionate), derivat 17-metil androstanes (fluoxymesterone, oxymetholone, methyltestosterone), dan komponen 19 norterstosteron (nandrolone dekanoat, nandrolone phenpropionate) telah sukses digunakan pada terapi anemia dengan gagal ginjal. Responnya lambat dan efek dari obat ini dapat terbukti dalam 4 minggu terapi. Nandrolone dekanoat cukup diberikan dengan dosis 100-200 mg, 1 x seminggu. Testosteron ester tidak mahal tetapi harus dibatasi karena efek sterilitas yang besar. Komponen 19-nortestosteron memiliki ratio anabolik: androgenik yang paling tinggi dan yang paling sedikit menyebabkan hirsutisme serta paling aman untuk pasien wanita. Fluoksimesterone dapat menyebabkan priapismus pada pasien pria. Penyakit Hepatoseluler kolestatik dapat menyebabkan komplikasi pada penggunaan zat ini dan lebih sering pada 17 methylated steroid. Pada keadaan meningkatnya transaminase darah yang progesif dan bilirubin serum yang meningkat, terapi harus dihentikan. Namun, komponen 17- methylated steroid ini memiliki ratio anabolik/ androgen yang baik dan dapat diberikan secara oral. Terapi dengan androgen dapat menimbulkan gejala prostatisme atau pertumbuhan yang cepat dari Ca prostat. Rash kulit, perubahan suara seperti laki-laki, dan perubahan fisik adalah efek samping lainnya pada terapi ini. 3,4, 11,15
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Yoanita Pratiwi Budiwiyono 22010112130146 Lap.KTI Bab1

Yoanita Pratiwi Budiwiyono 22010112130146 Lap.KTI Bab1

Prevalensi anemia di dunia menurut World Health Organization (WHO) tahun 2008 pada anak pra-sekolah adalah 47,4% yaitu 293,1 juta, pada wanita hamil 41,8% yaitu 56,4 juta dan pada wanita tidak hamil 30,2% yaitu 468,4 juta. Anemia pada gagal ginjal sekitar 12,4% yaitu 230.000 sedangkan pada penderita gagal ginjal yang disertai infeksi kronik sebesar 6,5% yaitu 120.000. 1

6 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN GAGAL GINJAL KRONIK

LAPORAN PENDAHULUAN GAGAL GINJAL KRONIK

Anemia merupakan masalah yang sulit ditanggulangi pada CRF. Usaha pertama harus ditujukan mengatasi faktor defisiensi, kemudian mencari apakah ada perdarahan yang mungkin dapat diatasi. Pengendalian gagal ginjal pada keseluruhan akan dapat meninggikan Hb. Transfusi darah hanya dapat diberikan bila ada indikasi yang kuat, misalnya ada insufisiensi koroner. 5. Penanggulangan asidosis

3 Baca lebih lajut

GAGAL GINJAL KRONIK | Karya Tulis Ilmiah

GAGAL GINJAL KRONIK | Karya Tulis Ilmiah

akibat sekresi hormon paratiroid, peningkatan fosfat plasma (penurunan kalsium serum, asidosis) menyebabkan pelepasan kalsium dan fosfor ke dalam aliran darah dan gangguan penyerapan kalsium usus. Anemia terjadi karena gangguan produksi sel darah merah, penurunan rentang hidup sel darah merah, peningkatan kecenderungan perdarahan (akibat kerusakan fungsi trombosit). Perubahan pertumbuhan berhubungan dengan perubahan nutrisi dan berbagai proses biokimia.

4 Baca lebih lajut

GAGAL GINJAL KRONIK | Karya Tulis Ilmiah GAGAL GINJAL KRONIK

GAGAL GINJAL KRONIK | Karya Tulis Ilmiah GAGAL GINJAL KRONIK

Demineralisasi tulang dan gangguan pertumbuhan terjadi akibat sekresi hormon paratiroid, peningkatan fosfat plasma (penurunan kalsium serum, asidosis) menyebabkan pelepasan kalsium dan fosfor ke dalam aliran darah dan gangguan penyerapan kalsium usus. Anemia terjadi karena gangguan produksi sel darah merah, penurunan rentang hidup sel darah merah, peningkatan kecenderungan perdarahan (akibat kerusakan fungsi trombosit). Perubahan pertumbuhan berhubungan dengan perubahan nutrisi dan berbagai proses biokimia.

3 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN NATRIUM BIKARBONAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat diselesaikan skripsi ini dengan judul “ Studi Penggunaan Natrium Bikarbonat pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo ”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat mencapai gelar sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Tersusunnya tugas akhir ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini tak lupa disampaikan terima kasih dan penghargaan kepada :
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GIN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GIN

Hemodialisis adalah suatu metode terapi dialisis yang digunakan untuk mengeluarkan cairan produk limbah dari dalam tubuh ketika secara akut ataupun secara progresif ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sebuah mesin yang dilengkapi dengan membran penyaring semipermeabel (ginjal buatan)

12 Baca lebih lajut

KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG - Elib Repository

KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG - Elib Repository

Saya telah membaca surat permohonan dan mendapatkan penjelasan tentang penelitian yang akan dilakukan oleh Saudara Thoyibah Nur Khayati Mahasiswa SI Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong dengan judul “Kebutuhan Spiritual pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSU PKU Muhammadiyah Gombong”. Saya telah mengerti dan memahami tujuan dari penelitian yang akan dilaksanakan. Saya mengerti dan yakin bahwa peneliti akan menghormati hak-hak saya sebagai responden, sehingga dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya memutuskan untuk bersedia berpartisipasi menjadi responden dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...