Anggaran Defisit

Top PDF Anggaran Defisit:

ISU STRATEGI PEMBIAYAAN DEFISIT ANGGARAN DI INDONESIA

ISU STRATEGI PEMBIAYAAN DEFISIT ANGGARAN DI INDONESIA

Review Literatur. Pembiayaan defisit ang- garan setidaknya dapat untuk mendanai penge- luaran pemerintah agar terjadi peningkatan produktivitas perekonomian, yaitu pengeluar- an kapital pemerintah untuk investasi. Dorn- busch et al.(1989) membagi dua macam sumber pendanaan defisit anggaran, yaitu hutang bank sentral dan hutang publik. Ketika pemerintah mendanai defisit anggaran dengan meminjam dari masyarakat, pemerintah akan melakukan kebijakan pembiayaan hutang (debt financing). Tetapi menurut Hossain dan Chowdhury (1998) menyatakan bahwa, seperti juga di negara- negara maju, pembiayaan defisit anggaran bagi negara-negara sedang berkembang adalah ba- gaimana anggaran defisit dapat dibiayai dari setidaknya tiga sumber, yaitu; dengan menjual obligasi ke publik, dengan pinjaman luar nege- ri, dan dengan mencetak uang atau oleh cam- puran dari ketiganya. Sedangkan menurut pen- dapat Turnovsky dan Wohar, (1987) dan Scarth (1988) menyatakan bahwa, sumber pembiayaan defisit anggaran secara konvensional terdiri dari money financed dan bond financed defisit, yaitu pembiayaan dengan pencetakan uang dan pembiayaan dengan menerbitkan bonds atau obligasi negara. Menurut Garcia (1996), secara garis besar ada dua cara pembiayaan defisit yaitu dengan pencetakan uang (money creation) dan hutang (Debt). Bahkan Buiter (1982, 1995) mengidentifikasi sumber pembiayaan defisit berasal dari: 1) hutang luar negeri, 2) hutang dalam negeri, 3) Pencetakan uang, 4) Privati-
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Defisit Anggaran Perekonomian di Indonesia

Defisit Anggaran Perekonomian di Indonesia

Pemerintah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Investasi adalah kebijakan fiskal ekspansif. Kebijakan fiskal yang ekspansif dinilai dapat mendorong investasi melalui peningkatan peningkatkan Agregat Demand (permintaan Agregat). Kebijakan fiskal pemerintah tersebut tertuang dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). APBN memuat tentang keseluruhan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. APBN disusun berdasarkan perkiraan kemampuan pemerintah dalam menghimpun pendapatan negara. Dalam perkiraan tersebut ada dua hal yang kemungkinan bisa terjadi yaitu surplus atau defisit anggaran. Defisit Anggaran terjadi bila total pengeluaran pemerintah lebih besar dari penerimaan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2003, defisit anggaran pemerintah adalah selisih kurang antara pendapatan negara dan belanja negara dalam tahun anggaran yang sama. Dan terjadi surplus anggaran apabila sebaliknya yaitu penerimaan negara lebih besar dari belanja.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PERAN NEGARA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI

PERAN NEGARA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI

Berdasar orientasi kemaslahatan publik maka anggaran defisit untuk konteks negara memiliki pos penerimaan yang lebih sedikit dari pos pengeluarannya, kebijakan anggaran defisit dapat menemukan alasan yang cukup kuat, yaitu bila ternyata dengan pembiayaan defisit itu memacu pertumbuhan ekonomi secara merata, meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas. Penerapan kebijakan anggaran defisit ini harus diperhitungkan dengan cermat, jangan sampai pembiayaan belanja negara itu hanya akan meningkatkan GNP tetapi tidak berdampak positif secara signifikan terhadap pemerataan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat miskin, bahkan sebaliknya kebijakan pembiayaan belanja itu hanya akan menguntungkan kelompok masyarakat aghniya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Dampak Defisit Anggaran Terhadap tingkat Inflasi dan Peekonomian di DI INDONESIA TAHUN 1983-2009.

PENDAHULUAN Dampak Defisit Anggaran Terhadap tingkat Inflasi dan Peekonomian di DI INDONESIA TAHUN 1983-2009.

kebijakan pemerintah menempuh anggaran defisit dengan memotong pajak memberikan dampak kenaikan pendapatan setelah pajak untuk saat ini. Namun pada masa yang akan datang pemerintah perlu membayar cicilan dan bunga atas hutang yang terakumulasi tersebut. Cara yang ditempuh pemerintah dengan menaikkan pajak. Jadi penurunan pajak saat ini dipandang oleh konsumen hanya memberikan pandapatan sementara (transitory income) saja dan pada masa yang akan datang akan “diambil kembali” oleh pemerintah. Dengan demikian konsumen tidak akan meningkatkan pengeluarannya saat ini (Mankiw, 2007).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

dampak defisit anggaran terhadap perekon

dampak defisit anggaran terhadap perekon

lebih besar dari pada posisi penerimaan negara dalam waktu satu tahun anggaran. Karena pengeluaran lebih besar dari peneriman maka negara mengalami defisit (kekurangan) anggaran. Untuk menutup kekurangan ini maka pemerintah melakukan pinjaman luar negeri atau dengan mencetak uang yang sebenarnya akan berakibat inflasi (kenaikan harga). Pada dasarnya kebijakan anggaran defisit dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penggunaan pinjaman uar negeri yang optimal dengan asumsi tingkat korupsi rendah untuk menutup kekurangan anggaran yang terjadi. Kebijakan ini dipakai Indonesia sampai pada masa akhir transisi (1 April- Desember 2009). Mulai saat ini secara mendasar pemerintah sudah berupaya engurangi defisit anggran yang terjadi, misalkan penghematan energi listrik dan bahan bakar minyak, penggunaan subsidi pemerintah, dan pengurangan ketergantungan pada utang luar negeri melalui pengoptimalan sumber daya yang ada dan gerakan cinta produk dalam negeri. 3. Kebijakan Anggaran Surplus
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ISU STRATEGI PEMBIAYAAN DEFISIT ANGGARAN DI INDONESIA

ISU STRATEGI PEMBIAYAAN DEFISIT ANGGARAN DI INDONESIA

Review Literatur. Pembiayaan defisit ang- garan setidaknya dapat untuk mendanai penge- luaran pemerintah agar terjadi peningkatan produktivitas perekonomian, yaitu pengeluar- an kapital pemerintah untuk investasi. Dorn- busch et al.(1989) membagi dua macam sumber pendanaan defisit anggaran, yaitu hutang bank sentral dan hutang publik. Ketika pemerintah mendanai defisit anggaran dengan meminjam dari masyarakat, pemerintah akan melakukan kebijakan pembiayaan hutang (debt financing). Tetapi menurut Hossain dan Chowdhury (1998) menyatakan bahwa, seperti juga di negara- negara maju, pembiayaan defisit anggaran bagi negara-negara sedang berkembang adalah ba- gaimana anggaran defisit dapat dibiayai dari setidaknya tiga sumber, yaitu; dengan menjual obligasi ke publik, dengan pinjaman luar nege- ri, dan dengan mencetak uang atau oleh cam- puran dari ketiganya. Sedangkan menurut pen- dapat Turnovsky dan Wohar, (1987) dan Scarth (1988) menyatakan bahwa, sumber pembiayaan defisit anggaran secara konvensional terdiri dari money financed dan bond financed defisit, yaitu pembiayaan dengan pencetakan uang dan pembiayaan dengan menerbitkan bonds atau obligasi negara. Menurut Garcia (1996), secara garis besar ada dua cara pembiayaan defisit yaitu dengan pencetakan uang (money creation) dan hutang (Debt). Bahkan Buiter (1982, 1995) mengidentifikasi sumber pembiayaan defisit berasal dari: 1) hutang luar negeri, 2) hutang dalam negeri, 3) Pencetakan uang, 4) Privati-
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Dampak Kebijakan Fiskal Terhadap Sovereign Bond Spread Indonesia - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Dampak Kebijakan Fiskal Terhadap Sovereign Bond Spread Indonesia - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hubbard (2012) menjelaskan terdapat dua masalah fiskal yang akan dihadapi negara-negara di masa mendatang yaitu volume utang yang tidak terkendali dan keseimbangan anggaran yang sulit dicapai. Banyak studi yang menghubungkan antara sovereign bond spread dengan kebijakan fiskal sebuah negara, penelitian terdahulu yaitu Kristin (2010), menyatakan ada hubungan kebijakan fiskal baik dalam hal utang maupun anggaran defisit di negara eropa. Masalah fiskal ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan harapan hidup dan tingginya pengeluaran pemerintah untuk membiayai program-program kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan efektifitas kebijakan fiskal berkurang karena ruang fiskal ( fiscal space) terbatas.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

ANGELINA IKA RAHUTAMI FAKULTAS EKONOMI D

ANGELINA IKA RAHUTAMI FAKULTAS EKONOMI D

Penelitian Farhadian dan Dunn (1986), Bennett dan Loayza (2000), serta Gros (2003) juga menunjukkan bahwa kenaikan preferensi anti-inflasi bank sentral mendorong defisit publik primer yang lebih tinggi. Hasil simulasi stokastik Hostland (2001) menunjukkan bahwa semakin agresif kebijakan moneter akan menaikkan variabilitas suku bunga jangka pendek, tetapi akan menurunkan variabilitas output, inflasi dan biaya utang. Penelitian Dellas dan Slayer (2003) menemukan bahwa kebijakan moneter kaidah yang kontra siklis menyebabkan suku bunga riil yang lebih tinggi, tingkat pajak rata-rata yang lebih tinggi, output yang lebih rendah, variabilitas tingkat pajak dan konsumsi yang lebih rendah dibandingkan dengan kebijakan yang pro siklis.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Defisit Anggaran dan Kaitannya dengan Ke

Defisit Anggaran dan Kaitannya dengan Ke

Banyak definisi terkait subsidi, baik secara luas maupun secara khusus. Banyaknya definisi subsidi dan perubahan konsep yang semakin meluas disebabkan oleh perkembangan dan kompleksitas ekonomi di dunia. Perkembangan tersebut berkaitan dengan aturan mengenai keterlibatan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Keterlibatan tersebut memunculkan konsep atau istilah baru yang semakin komplek tetapi pada dasarnya merupakan subsidi. Dulu subsidi hanya berupa pembayaran langsung anggaran ( direct budgetary payment) oleh pemerintah. Sekarang beberapa kebijakan pemerintah berupa transfer langsung anggaran ( direct budgetary transfer ) dapat disebut subsidi, seperti keringanan bidang perpajakan dan mekanisme pengontrolan harga melalui tarif atau kuota. Semakin komplek aktifitas perekonomian suatu negara maka pemahaman mengenai subsidi juga semakin meluas seperti eksternalitas terkait lingkungan (misal dampak lingkungan suatu proyek yang diabaikan) dan under-collected government revenue (misal pembebasan retribusi atas pengelolaan sumber daya/barang publik oleh masyarakat) (OECD,2013). Dari bermacam-macam kebijakan tersebut sebenarnya dapat diambil satu kesamaan yaitu tujuan kebijakan tersebut. Tujuan utama dari sebuah kebijakan terkait subsidi adalah kontrol oleh pemerintah atas aktifitas perekonomian.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Defisit Anggaran Indonesia Mengecil pada Januari Harga Minyak Naik karena Turunnya Persediaan

Defisit Anggaran Indonesia Mengecil pada Januari Harga Minyak Naik karena Turunnya Persediaan

Indonesia mengakhiri awal bulan pada 2018 dengan sedikit defisit di anggarannya dibandingkan dengan defisit anggaran pada periode yang sama pada 2017. Hal ini dipicu oleh penurunan pendapatan karena tingginya harga minyak dan peningkatan penerimaan pajak yang mengimbangi sedikitnya jumlah belanja pemerintah. Pada Januari 31, Kementerian Keuangan mencatatkan defisit anggaran sebesar Rp37,1 triliun (USD2,7 miliar) yang merepresentasikan 0,25 persen dari PDB Indonesia. Defisit anggaran pada Januari 2017 tercatat sebesar Rp44,9 triliun atau 0,33 persen dari PDB. (Jakarta Globe)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Mencegah Politisasi Anggaran Mencegah De

Mencegah Politisasi Anggaran Mencegah De

Salah satu kesepakatan pertemuan APEC 2012 di Rusia adalah agar tiap anggota APEC menjaga anggaran agar tak mengalami defisit, atau bagi yang selama ini mengalami defisit agar bisa menguranginya secara signifikan. Hal ini sebagai upaya pemulihan ekonomi global. Sementara dalam rapat terakhir antara DPR dengan pemerintah (Menteri Keuangan), ada target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 bisa mencapai 6,8 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari perolehan pertumbuhan semester 1 2012 (6,7 persen), sekalipun turun dari rencana awal yang ditargetkan pada 7,2 persen.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Home inflasi dan deflasi dan

Home inflasi dan deflasi dan

Defisit anggaran belanja APBN Defisit APBN yang ditutup dengan percetakan uang baru oleh Bank Indonesia, akan berakibat pada bertambahnya jumlah uang beredar, Dimana hal ini akan berda[r]

6 Baca lebih lajut

Unduh IERO | Macroeconomic Dashboard

Unduh IERO | Macroeconomic Dashboard

Subsidi memiliki porsi yang paling besar dari RAPBN 2014 sebesar IDR 336,2 triliun, setara dengan 27% total belanja pemerintah pusat. Jumlah tersebut diperkirakan dapat meningkat seiring potensi pelemahan rupiah yang akan berdampak naiknya harga BBM. Bukan hanya itu, pelemahan rupiah juga akan dapat meningkatkan alokasi anggaran untuk pembayaran bunga utang luar negeri, sehingga kondisi fiskal akan semakin tertekan. Sementara itu, belanja modal pada RABPN 2014 mengalami kenaikan 6% dari APBNP 2013, namun masih lebih kecil dibandingkan kenaikan belanja pegawai sebesar 16%. Lain halnya dengan bantuan sosial, meski mengalami penurunan 48% pada RABPN 2014, namun hal ini tetap rawan ditunggangi oleh kepentingan politik menjelang pemilu 2014. Penerimaan pajak (tanpa penerimaan dari cukai) tahun 2013 per 31 Agustus meningkat 7,01% secara nominal dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Akan tetapi, realisasi penerimaan pajak per 31 Agustus 2013 tersebut secara persentase (realisasi penerimaan pajak dibandingkan target penerimaannya) menurun 4,84% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Secara nominal Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Defisit Anggaran Dan Investasi Terhadap Jumlah Pinjaman Luar Negeri Indonesia

Analisis Pengaruh Defisit Anggaran Dan Investasi Terhadap Jumlah Pinjaman Luar Negeri Indonesia

Dari latar belakang di atas serta didukung oleh data dan beberapa penelitian sebelumnya, penulis mencoba untuk mengkaji fenomena yang terjadi di antara indeks harga saham gabungan IHSG[r]

80 Baca lebih lajut

DAMPAK DEFISIT ANGGARAN TERHADAP TINGKAT INFLASI DAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA TAHUN 1983 Dampak Defisit Anggaran Terhadap tingkat Inflasi dan Peekonomian di DI INDONESIA TAHUN 1983-2009.

DAMPAK DEFISIT ANGGARAN TERHADAP TINGKAT INFLASI DAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA TAHUN 1983 Dampak Defisit Anggaran Terhadap tingkat Inflasi dan Peekonomian di DI INDONESIA TAHUN 1983-2009.

Dalam proses perencanaan pembangunan suatu negara setidaknya memiliki anggaran yang cukup agar pembangunan dapat terlaksanan dan sukses. Apabila anggaran ini defisit maka akan berdampak pada perekonomian, dan juga akan berpengaruh terhadap tingkat inflasi. Sehingga dalam perjalanannya pemerintah menentukan kebijakan ekonomi dan menjaga kondisi APBN selalu tercukupi dananya untuk melakukan percepatan pembangunan. Dalam penelitian ini berjudul “ Dampak Defisit Anggaran Terhadap Tingkat Inflasi dan Perekonomian Di Indonesia Tahun 1983-2009”. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk melihat dampak dari defisit anggaran terhadap tingkat inflasi dan perekonomian.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK DEFISIT ANGGARAN TERHADAP UTANG       DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA  ANALISIS DAMPAK DEFISIT ANGGARAN TERHADAP UTANG DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA TAHUN 1981-2007.

ANALISIS DAMPAK DEFISIT ANGGARAN TERHADAP UTANG DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA ANALISIS DAMPAK DEFISIT ANGGARAN TERHADAP UTANG DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA TAHUN 1981-2007.

Penelitian ini berjudul “ Analisis Dampak Defisit Anggaran Terhadap Utang Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 1981-2007 ”. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data runtun waktu (time series) mulai tahun 1981-2007 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia (BI) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen atau variabel bebas yaitu Utang, Inflasi, Tingkat Bunga, Investasi dan Konsumsi terhadap variabel dependen atau variabel tidak bebas yaitu Defisit Anggaran. Alat analisis yang digunakan adalah menggunakan metode Error Correction Model (ECM). ). Yang merupakan sebuah model ekonometrik untuk mencari persamaan regresi keseimbangan jangka panjang dan jangka pendek. Langkah – langkah analisis data dimulai dari analisis ECM, uji asumsi klasik, uji kebaikan model dan uji validitas pengaruh. Dari hasil asumsi klasik tidak ditemukan masalah otokorelasi, dalam uji heteroskedastisitas tidak terdapat masalah dan model yang digunakan linier. Namun Uji normalitas menunjukkan distribusi Ut tidak normal, Sedangkan hasil uji F menunjukkan bahwa variabel Utang, Inflasi, Tingkat Bunga, Investasi dan Konsumsi yang secara bersama-sama mempengaruhi Defisit Anggaran di Indonesia, sehingga model penelitian cukup eksis digunakan. Dari hasil uji t diketahui bahwa dalam regresi jangka pendek variabel Suku bunga SBI pada periode sebelumnya berpengaruh negatif sebesar -1304,154 terhadap Defisit Anggaran di Indonesia pada taraf α = 5%. Dalam regresi jangka panjang variabel Investasi dan konsumsi pada periode sebulumnya berpengaruh negatif masing-masing sebesar -0,105212 dan -0.078970 terhadap Defisit Anggran di Indonesia pada taraf α = 10%. Nilai R 2 adalah 0,801212 jadi koefisien determinasi menunjukkan bahwa 80,12% variasi dari variabel defisit anggaran di Indonesia dapat dijelaskan oleh perubahan variabel independent dalam penelitian ini yang terdiri dari variabel Utang Luar Negeri, SBI, Inflasi, Investasi dan Konsumsi masyarakat. Sedangkan sisanya yaitu 19,88% dijelaskan oleh variabel-variabel bebas lain di luar model yang diestimasi. Dari hasil analisis ECM nampak bahwa nilai ECT sebesar 0,082150 dengan signifikansi 0,10. Hal ini berarti bahwa model ECM dalam penelitian ini sudah memenuhi kriteria yaitu 0<ECT<1.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

View of Pembiayaan Defisit APBN Menurut Umer Chapra (Studi Analisa Kritik Terhadap Pembiayaan Defisit APBN Indonesia Periode 2010-2015)

View of Pembiayaan Defisit APBN Menurut Umer Chapra (Studi Analisa Kritik Terhadap Pembiayaan Defisit APBN Indonesia Periode 2010-2015)

karangan Umer Chapra dan data-data yang diambil dari situs Kementrian Keuangan, BPK dan Badan Pusat Statistik selama periode 2010-2015 dengan menggunakan metode dokumentasi. Data sekunder adalah data-data yang diambil dari buku-buku dan jurnal-jurnal yang mendukung penelitian ini. Setelah data terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan metode induktif untuk menemukan konsep pembiayaan defisit APBN Indonesia tahun 2010-2015 secara umum. Kemudian, dijelaskan dengan menggunakan metode deskriptif, agar analisanya mendalam peneliti melanjutkan analisanya dengan analisa kritik sebagai kritikan terhadap pembiayaan defisit APBN Indonesia tahun 2010-2015 menggunakan pemikiran Umer Chapra dalam konsep pembiayaan defisit APBN.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK DEFISIT ANGGARAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS DAMPAK DEFISIT ANGGARAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

total belanja dalam jangka panjang dikarenakan, bahwa jangka panjang pemerintah mesti membayar pinjaman untuk pembiayaan belanja yang lebih besar dari penerimaanya. Tetapi konsekuensinya, konsumsi pemerintah di masa yang akan datang perlu dikurangi, agar besarnya defisit tidak semakin tinggi, dan utang pemerintah juga tidak terus meningkat. Sedangkan dalam pendek penerimaan pemerintah tidak terbukti signifikan memiliki pengaruh positif terhadap belanja Negara. Tetapi dalam jangka panjang penerimaan pemerintah terbukti signifikan memiliki pengaruh positif terhadap total belanja Negara. Ketidaksignifikannya penerimaan pemerintah di jangka pendek, dikarenakan penerimaan pajak masih rendah sehingga untuk membiayai belanja tidak cukup dari sektor pajak, dan salah satunya adalah dengan utang luar negeri. Sedangkan depresiasi kurs baik jangka pendek terbukti signifikan berpengaruh positif terhadap belanja. Dimana terdepresiasi Rp terhadap dollar, tidak mengurangi belanja pemerintah untuk membeli barang-barang impor.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

ANALISIS LAJU INFLASI DAN MONEY SUPPLY T

ANALISIS LAJU INFLASI DAN MONEY SUPPLY T

Pump-priming theory menyatakan bahwa defisit anggaran pemerintah diperlukan untuk mendorong kegiatan ekonomi nasional agar perekonomian terhindar dari kondisi resesi yang berkepanjangan. Abimanyu (2005) berpendapat defisit anggaran pemerintah merupakan stimulus fiskal yang bersifat ekspansif. Kebijakan fiskal ekspansif diperlukan apabila perekonomian pada kondisi lesu, yang ditandai dengan menurunnya investasi swasta. Pada kondisi inilah peranan pemerintah sangat diperlukan sebagai stimulator ekonomi..

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...