angkutan umum

Top PDF angkutan umum:

Studi Pemilihan Moda Angkutan Umum Antar Provinsi Menggunakan Metode Stated Preference (Studi Kasus :Medan – Lhokseumawe)

Studi Pemilihan Moda Angkutan Umum Antar Provinsi Menggunakan Metode Stated Preference (Studi Kasus :Medan – Lhokseumawe)

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menyampaikan kepada pengguna angkutan umum bahwa angkutan yang layak beroperasi dengan rute perjalanan antar provinsi yaitu angkutan jenis bus, sedangkan angkutan jenis travel (L300) beroperasi dengan rute perjalanan dalam provinsi. Secara spesifik tujuan dari penelitian ini adalah :

7 Baca lebih lajut

ANALISIS BENTUK USAHA KOPERASI DALAM PENYEDIA JASA ANGKUTAN UMUM TERHADAP PENYELENGGARAAN ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN UU NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DAN UU NO 25 TAHUN 1992.

ANALISIS BENTUK USAHA KOPERASI DALAM PENYEDIA JASA ANGKUTAN UMUM TERHADAP PENYELENGGARAAN ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN UU NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DAN UU NO 25 TAHUN 1992.

Kebijakan transportasi dan tata ruang menjadi instrumen penting dalam pembangunan dan pengelolaan kota. Dalam meningkatkan pembinaan pengusahaan angkutan, selain membuat sentralisasi perizinan trayek, upaya lain untuk mengatasi permasalahan dan menata sistem transportasi adalah mengatur kepemilikan angkutan umum. Pasal 139 ayat (4) UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ menyatakan bahwa pengusahaan angkutan umum dilaksanakan oleh BUMN, BUMD, atau badan hukum lain berdasarkan UU. Setiap bentuk badan hukum sesuai dengan Pasal 139 ayat (4) tetap dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Koperasi Warga Organda merupakan Badan Hukum Koperasi pada penyedia jasa angkutan umum yang berada di kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui praktik penyelenggaran badan hukum koperasi pada penyedia jasa angkutan umum dan Untuk mengetahui peralihan badan usaha perorangan menjadi badan hukum koperasi tersebut.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ANTARKOTA MAKALE-RANTEPAO.

KESIMPULAN DAN SARAN ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ANTARKOTA MAKALE-RANTEPAO.

1. Secara umum pengguna angkutan umum antarkota Makale-Rantepao sudah puas dengan kondisi dan kualitas pelayanan oleh angkutan umum tersebut karena hanya 3 dari 10 faktor yang tidak memenuhi kepuasan penumpang antara lain sikap sopir dalam menjalankan angkutannya, lamanya waktu keberangkatan angkutan, serta tarif angkutan dilihat dari segi pelayanan yang diberikan.

15 Baca lebih lajut

EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM YANG MELAYANI TRAYEK PINGGIRAN-PUSAT KOTA DI KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM YANG MELAYANI TRAYEK PINGGIRAN-PUSAT KOTA DI KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Studi ini bertujuan mengevaluasi tarif angkutan umum yang melayani trayek pinggiran-pusat di Kota Semarang. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah; analisis tingkat pelayanan (level of services) dan analisis biaya operasonai kendaraan (BOK). Penelitian ini mengambil trayek Rejomulyo- Banyumanik dan Rejomulyo-Mangkang, dengan pertimbangan bahwa kedua trayek tersebut mewakili trayek angkutan umum yang melayani pergerakkan pinggiran-pusat kota dengan kondisi trayek berbukit dan datar. Berdasarkan hasil analisis diketahui tingkat pelayanan mobil penumpang umum menurut tingkat kepadatan, load factor dan persepsi pengguna tingkat pelayanan pada trayek Rejomulyo-Banyumanik lebih baik dibandingkan dengan trayek Rejomulyo-Mangkang. Terdapat dua kriteria pelayanan yang masih perlu ditingkatkan pada kedua trayek yaitu kecepatan (waktu tempuh) dan kenyamanan. Untuk perhitungan biaya operasional kendaraan total biaya operasional kendaraan/hari untuk trayek Rejomulyo-Banyumanik Rp 342.352,67 dan untuk trayek Rejomulyo-Mangkang Rp 259.495,90. Selisih total biaya operasional kendaraan antara trayek Rejomulyo-Banyumanik dan trayek Rejomulyo-Mangkang sebesar Rp 82.856,77 atau sebesar 24,20 %. Perhitungan biaya operasional per Km untuk trayek Rejomulyo-Banyumanik sebesar Rp 179,43 pnp/Km dan trayek Rejomulyo-Mangkang sebesar Rp 105,18 pnp/Km. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa biaya operasional kendaraan memiliki besaran yang sangat berbeda untuk kedua trayek tersebut. Hal ini harus menjadi pertimbangan dalam penetapan tarif bahwa sebenarnya kondisi masing- masing trayek berbeda. Dengan membandingkan hasil perhitungan biaya operasional kendaraan dan tarif resmi yang hanya sebesar Rp 72,00 Km/pnp, diketahui biaya operasional kendaraan lebih tinggi daripada tarif resmi sehingga wajar jika banyak terjadi pelanggaran tarif resmi yang dilakukan para sopir. Melihat bahwa pendapatan seorang sopir sangat tergantung terhadap besaran tarif dan jumlah penumpang, sehingga para sopir hanya berpikir mendapatkan penumpang sebanyak mungkin tampa memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada penumpang. Pelayanan angkutan umum yang rendah ini menyebabkan semakin meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi terutama pada jalur-jalur penghubung pinggirang- pusat kota, yang berakibat timbulnya titik-titik kemacetan pada ruas-ruas jalan tertentu seperti Jl. Siliwangi, Jl. Majapahit, Jl Kaligawe, Jl. Setia Budi dan Jl Soegiyopronoto.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Jalur 1 dan 2).

TINJAUAN PUSTAKA EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Jalur 1 dan 2).

Pelayanan angkutan umum diusahakan mampu menyediakan aksesbilitas yang baik. Untuk memenuhi hal itu, lintasan trayek angkutan umum diusahakan melewati tata guna tanah dengan potensi permintaan yang tinggi. Demikian juga lokasi-lokasi yang potensial menjadi tujuan bepergian diusahakan menjadi prioritas pelayanan.

7 Baca lebih lajut

REROUTING TRAYEK ANGKUTAN UMUM (Studi Kasus Angkutan Umum di DKI Jakarta)

REROUTING TRAYEK ANGKUTAN UMUM (Studi Kasus Angkutan Umum di DKI Jakarta)

Perubahan trayek dapat dilakukan secara bersamaan antara rute berangkat (B) dan rute kembali (K) seperti terlihat di Tabel 3. Ruas jalan yang mengalami perubahan tersebut kemudian juga dicari nilai W-nya seperti pada kondisi eksistingnya. Perubahan tersebut akan menghasilkan perubahan nilai-nilai kinerja angkutan umum pada ruas jalan yang dilewati tiap trayek. Perubahan selain terjadi pada nilai kinerja, yaitu terjadi pada pembobotan masing-masing kinerja dan jumlah hasil kali weight dengan score (W) tiap ruas jalan yang berubah.

10 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM   PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM SEMARANG – DEMAK.

PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM SEMARANG – DEMAK.

Penelitian dilaksanakan di daerah Kecamatan Sayung (Demak), dengan mengambil sampel di tiga desa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) kuisioner untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam rangka peningkatan pelayanan transportasi yang telah ada. Metode yang digunakan dalam memperoleh data ialah dengan melakukan survey dari rumah ke rumah (menggunakan kuesioner). Dari hasil pengamatan di lapangan, data yang ada direkapitulasi untuk selanjutnya dianalisa. Dari data yang telah diolah akan direncanakan trayek, jumlah armada angkutan umum beserta tempat pemberhentiannya dan tarif angkutan. Data rekapitulasi akan dipresentasikan secara urut dalam bentuk tabel-tabel dan grafik beserta keterangan-keterangannya untuk memudahkan pembacaan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

INDEKS KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM

INDEKS KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM

Berdasarkan Tabel 3, indikator-indikator kepuasan penumpang angkutan umum memiliki nilai faktor loading bekisar antara 0.888 hingga 0.915, diatas cut off value, 0.5. Hal ini berarti indikator-indikator tersebut memenuhi kriteria uji validitas [14,15]. Dari sisi reliabilitas, nilai cronbach alpha (0.922) juga berada di atas cut off value uji reliabilitas, 0.6. Hal ini berarti kriteria uji reliabilitas juga dipenuhi [14, 15]. Selain itu, nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) analisis faktor sebesar 0.836 dengan total variance explained sebesar 81.187% menunjukkan bahwa sebagai sebuah konstruk, indeks jauh melebihi standar yang biasa ditetapkan dalam literature [14,15]. Dengan kata lain, indeks kepuasan penumpang angkutan umum memiliki kemampuan yang sangat baik dalam membedakan dirinya dengan konstruk lain.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENUMPANG ANGKUTAN UMUM (STUDI PADA ANGKUTAN UMUM JURUSAN JATINGALEH   UNNES)

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENUMPANG ANGKUTAN UMUM (STUDI PADA ANGKUTAN UMUM JURUSAN JATINGALEH UNNES)

Angkutan umum merupakan fasilitas umum yang sering dijadikan alat pendukung transportasi sebagai sarana penunjang pembangunan ekonomi dan perkembangan masyarakat serta pertumbuhan industrial. Untuk itu penyedia jasa angkutan umum harus memperhatikan segi keamanan dan kenyaman kendaraan mereka yang digunakan sebagai alat angkut sehingga penumpang sebagai pengguna jasa dapat terpenuhi segala hak-haknya sebagai mana mestinya tanpa merasa dirugikan karena kondisi angkutan umum yang kurang nyaman dan kurang menjaga keselamatan dari penumpang itu sendiri. Namun pada kenyataannya masih terdapat hak-hak penumpang yang terabaikan dalam hal kenyamanan dan keselamatan penumpang sebagai pengguna jasa angkutan umum sehingga penulis tertarik membuat penelitian tentang perlindungan hukum terhadap penumpang angkutan umum dengan studi pada angkutan umum jurusan jatingaleh-unnes.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  SISTEM PELAYANAN JASA ANGKUTAN UMUM PADA KOTA ATAMBUA.

TINJAUAN PUSTAKA SISTEM PELAYANAN JASA ANGKUTAN UMUM PADA KOTA ATAMBUA.

Angkutan umum adalah angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan perkotaan (bus, minibus, dsb), kreta api, angkutan air dan angkutan udara. angkutan umum dibutuhkan untuk memberikan derajat fleksibilitas yang tinggi untuk menyaingi secara efek mobil pribadi atau yang diistilahkan mobilitas personal (perorang).

11 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Angkutan Umum Pedesaan-Perkotaan  (Studi Kasus : Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang-Kota Medan)

Analisis Kinerja Angkutan Umum Pedesaan-Perkotaan (Studi Kasus : Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang-Kota Medan)

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, yang telah memberikan berkat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang merupakan syarat utama yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana Teknik dari Universitas Sumatera Utara dengan judul ”Analisis Kinerja Angkutan Umum Perkotaan (Studi Kasus : Kec.Sunggal Kab Deli Serdang)”.

171 Baca lebih lajut

Evaluasi Karakteristik Operasional Angkutan Umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) (Studi Kasus : PO.DATRA dan CV.PAS Trayek Medan-Sidikalang)

Evaluasi Karakteristik Operasional Angkutan Umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) (Studi Kasus : PO.DATRA dan CV.PAS Trayek Medan-Sidikalang)

Angkutan umum sebagai bagian dari sistem transportasi masyarakat merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Keberadaan angkutan umum sangat di butuhkan, tetapi bila tidak ditangani dengan baik dan benar akan merupakan masalah bagi kehidupan manusia. Penilitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survey dan wawancara kepada supir dan penumpang angkutan umum yang dilakukan secara acak (random). Data-data yang digunakan adalah data primer (langsung dari lapangan) dan data sekunder (dari instansi terkait). Adapun yang di bahas dalam penelitian ini mengenai karakteristik angkutan umum yang melayani trayek Medan – Sidikalang pada angkutan umum PO.DATRA dan CV.PAS, sehingga didapat karakteristik yang bagus, baik bagi penyedia jasa angkutan umum maupun bagi pengguna jasa angkutan tersebut. Jarak dari kota Medan ke kota Sidikalang 163 km. Hasil penilitian ini menunjukkan nilai load factor PO.DATRA hari Senin Medan- Sidikalang waktu peak pagi (64,8%), siang (60,8%), sore (58,0%); load factor hari Senin Sidikalang-Medan waktu peak pagi (64,2%), siang(60,2%), sore (60,2%); load factor hari Kamis Medan-Sidikalang waktu peak pagi (60,8%), siang (59,1%), sore (60,2%); load factor hari Kamis Sidikalang-Medan waktu peak pagi (61,9%), siang(49,7%), sore (56,8%); load factor hari Minggu Medan- Sidikalang waktu peak pagi (58,0%), peak siang (60,8%), sore (63,6%); load factor hari Minggu Sidikalang-Medan waktu peak pagi (58,5%), peak siang(58,0%), sore (64,8%). Sedangkan hasil penilitian nilai load factor CV.PAS hari Senin Medan-Sidikalang waktu peak pagi (65,9%), siang (65,3%), sore (67,0%); load factor hari Senin Sidikalang-Medan waktu peak pagi (61,9%), siang(65,9%), sore (68,2%); load factor hari Kamis Medan-Sidikalang waktu peak pagi (59,7%), siang (61,4%), sore (58,0%); load factor hari Kamis Sidikalang-Medan waktu peak pagi (55,1%), siang(58,0%), sore (59,1%); load factor hari Minggu Medan-Sidikalang waktu peak pagi (56,8%), peak siang (58,0%), sore (63,6%); load factor hari Minggu Sidikalang-Medan waktu peak pagi (56,3%), peak siang(58,0%), sore (62,5%). Jumlah armada PO.DATRA 52 unit dan CV.PAS 45 unit (sumber kedua jumlah armada sesuai Dinas Perhubungan). Kondisi fisik angkutan umum saat ini masih cukup baik dan masih sesuai standard berdasarkan hasil kuesioner. Secara keseluruhan setelah dianalisi dapat dilihat bahwa nilai P (jumlah penumpang per jam pada waktu seksi terpadat) semakin besar, maka headway dari stasiun semakin kecil, dan kebutuhan jumlah armada semakin besar. Hal ini menandakan bahwa frekuensi tinggi, yaitu kinerja pelayanan angkutan baik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Modernisasi Angkutan Umum dengan Aplikas

Modernisasi Angkutan Umum dengan Aplikas

sebanyak 2.250 kasus pelanggaran, serta untuk pelanggaran rambu letter S yakni 1.734 kasus [ CITATION Fai12 \l 1057 ]. Selain itu, pengemudi angkutan menggunakan penumpang sebagai andalan untuk dijadikan sumber pendapatan mereka. Kenyataan tersebut menyebabkan fenomena mengejar setoran menjadi tujuan mutlak. Akibatnya adalah persaingan memperebutkan penumpang dan armada angkutan umum yang senang berhenti di tempat sembarangan menjadi tidak terelakkan sehingga banyak armada angkutan umum overload penumpang. Para pengemudi angkutan sering dengan tiba-tiba mengambil jalur kiri dan berhenti mendadak di sepanjang jalan sehingga menyebabkan kemacetan akibat penumpukan kendaraan dibelakang angkutan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

          BAB II          TINJAUAN  PUSTAKA  ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ( Studi Kasus Jalur Entrop-Abepura-Padang Bulan, Jayapura-Papua).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ( Studi Kasus Jalur Entrop-Abepura-Padang Bulan, Jayapura-Papua).

Angkutan umum adalah angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan kota (bus, minibus, dan sebagainya), kereta api, angkutan air, dan angkatan udara ( Warpani 1990 ).

6 Baca lebih lajut

Evaluasi Jumlah Armada Angkutan Umum Di Kota Medan (Stusi Kasus: Angkutan Umum KPUM Trayek 66)

Evaluasi Jumlah Armada Angkutan Umum Di Kota Medan (Stusi Kasus: Angkutan Umum KPUM Trayek 66)

Kondisi objektif sistem angkutan umum yang ada di kota-kota besar secara kasat mata dapat diamati selama ini, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi angkutan umum yang ada cukup memprihatinkan, yaitu: tingkat pelayanan yang rendah dan kurang manusiawi (tanpa jadwal yang pasti, kecepatan sangat lambat, berdesakan, bergelantungan), pola dan sistem manajemen pengelolaan yang lemah, daya angkut (kapasitas) yang terbatas, tingkat kecelakaan yang relatif tinggi dan tingkat aksesibilitas terhadap sisten angkutan umum yang masih terbatas.

111 Baca lebih lajut

Pengaruh  Waktu  Tunggu  di Terminal    Terhadap Kinerja Pelayanan Angkutan Umum di Kota Medan (Studi Kasus KPUM Trayek 25)

Pengaruh Waktu Tunggu di Terminal Terhadap Kinerja Pelayanan Angkutan Umum di Kota Medan (Studi Kasus KPUM Trayek 25)

Mobil penumpang umum (angkutan umum) sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peranan sangat penting bagi daerah perkotaan. Angkutan umum diharapkan mampu menyediakan aksesibilitas yang baik bagi penggunanya, dimana hal ini dapat dilihat dari dua faktor yang menentukan tingkat tinggi rendahnya akses dari suatu tempat asal tujuan. Faktor tersebut adalah faktor waktu tempuh dan faktor biaya perjalanan. Dengan semakin kecilnya kedua faktor tersebut bila dibandingkan dengan penggunaan kendaraan pribadi, maka tingkat aksesibilitas dengan menggunakan angkutan kota menjadi semakin tinggi, sehingga diharapkan penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang dan beralih ke angkutan umum.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM JALUR 16 PADA TRAYEK WONOSARIBARON DI GUNUNGKIDUL.

TINJAUAN PUSTAKA EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM JALUR 16 PADA TRAYEK WONOSARIBARON DI GUNUNGKIDUL.

Menurut Warpani (1990), angkutan umum penumpang adalah angkutan umum yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Angkutan umum penumpang bertujuan untuk menyelenggarakan pelayanan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat. Ukuran pelayanan yang baik adalah pelayanan yang aman, murah, cepat dan nyaman. Pelayanan angkutan umum penumpang akan berjalan dengan baik apabila tercipta keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan. Pemerintah dalam kaitan ini perlu ikut campur tangan dengan tujuan antara lain :
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Manajemen Angkutan Umum Perkotaan

Manajemen Angkutan Umum Perkotaan

12 Perencanaan Rute MRT/LRT  Sebagai backbone sehingga rute cenderung menerus tidak memutar  Langsung menuju pusat/jantung kota  Umunya ada 1 rute yang memutar yang mengaitkan sem[r]

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...