angkutan umum

Top PDF angkutan umum:

INDEKS KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM

INDEKS KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM

Tulisan ini membahas indeks kepuasan penumpang angkutan umum bus kecil di kota Bogor. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, indeks kepuasan penumpang angkutan umum bus kecil adalah sebesar 48.42. Dalam indeks yang dirancang dalam penelitian ini, nilai maksimum yang dapat diperoleh adalah 100 sedangkan nilai minimum yang mungkin diperoleh adalah 16.67. Berdasarkan keterangan tersebut, indeks kepuasan penumpang angkutan umum di kota Bogor masih sangat rendah dan perlu ditingkatkan. Apabila dikaitkan dengan konteks angkutan umum Kota Bogor, rendahnya indeks kepuasan penumpang angkutan bisa dijelaskan dengan beberapa penyebab. Pertama, Bogor dicitrakan sebagai kota “sejuta angkot” [17]. Hal ini terjadinya karena banyaknya jumlah angkutan umum bus kecil yang beroperasi di Bogor. Banyaknya jumlah angkutan umum bus kecil ini menimbulkan banyak persoalan seperti jumlah angkutan yang menunggu penumpang secara sembarangan dan menyebabkan kemacetan. Kondisi ini mungkin menimbulkan impresi buruk bahwa angkutan umum merupakan sumber masalah ketimbang sebuah pelayanan di memori masyarakat yang menjadi responden penelitian ini. Impresi tersebut mempengaruhi kepuasan yang mereka miliki terhadap angkutan umum. Secara teoritis, penelitian telah mengkonfirmasi adanya fenomena devil effect, dimana impresi yang buruk terhadap suatu obyek mungkin dapat berakibat timbulnya penilaian yang buruk terhadap obyek tersebut [18]. Lebih lanjut, secara empiris memang telah terbukti bahwa citra berpengaruh terhadap kepuasan [19].
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENUMPANG ANGKUTAN UMUM (STUDI PADA ANGKUTAN UMUM JURUSAN JATINGALEH   UNNES)

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENUMPANG ANGKUTAN UMUM (STUDI PADA ANGKUTAN UMUM JURUSAN JATINGALEH UNNES)

Hasil wawancara dengan Pak Dody Febrianto yaitu salah satu petugas dinas perhubungan yang mengurusi angkutan umum menegaskan bahwa angkutan umum selalu mengejar setoran juga untuk memenuhi ongkos yang akan disetor maka dari itu mereka bebas untuk mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya, mungkin dari petugas Dinas Perhubungan hanya memperingati di lapangan jika terdapat angkutan umum yang benar-benar penuh bahkan sampai kendaraannya oleng atau miring dan tidak ada teguran khusus jika ada angkutan umum yang memuat penumpang hingga penuh.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM   PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM SEMARANG – DEMAK.

PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM PERENCANAAN PENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM SEMARANG – DEMAK.

Angkutan umum sebagai bagian dari sarana transportasi tidak dapat dilepas dari upaya untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, stabilitas daerah, serta pemerataan dan penyeimbang pembangunan dengan menembus daerah pedalaman yang belum terlayani oleh angkutan umum yang menghubungkan satu tempat ke tempat yang lain. Agar berfungsi secara positif sebagai pengembang kota, keberadaan angkutan umum sebagai penghubung antar wilayah perlu mempertimbangkan aspek rute/trayek perjalanan yang ditempuh, jumlah dan jenis angkutan serta kelayakan angkutan umum yang beroperasi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh  Waktu  Tunggu  di Terminal    Terhadap Kinerja Pelayanan Angkutan Umum di Kota Medan (Studi Kasus KPUM Trayek 25)

Pengaruh Waktu Tunggu di Terminal Terhadap Kinerja Pelayanan Angkutan Umum di Kota Medan (Studi Kasus KPUM Trayek 25)

Ditinjau dari sisi penyediaan sarana angkutan umum, di kota Medan terdapat beragam jenis sarana antara lain becak, becak mesin, MPU, taksi, bus sedang dan bus besar. Masing-masing angkutan umum ini mempunyai karakteristik pelayanan yang berbeda serta mempunyai pangsa pasar tersendiri. Hal ini menjadikan semua jenis moda angkutan tersebut tetap bertahan sampai kini. Ketersediaan dan keberagaman jenis moda angkutan umum memberikan konsumen alternatif pilihan moda yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Disisi lain, keragaman angkutan dan ketiadaan hirarki pelayanan yang jelas menjadikan pelayanan angkutan umum ini seringkali bertumpuk satu sama lain dan menjadi salah satu faktor dari kesemrawutan transportasi perkotaan.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Modernisasi Angkutan Umum dengan Aplikas

Modernisasi Angkutan Umum dengan Aplikas

sebanyak 2.250 kasus pelanggaran, serta untuk pelanggaran rambu letter S yakni 1.734 kasus [ CITATION Fai12 \l 1057 ]. Selain itu, pengemudi angkutan menggunakan penumpang sebagai andalan untuk dijadikan sumber pendapatan mereka. Kenyataan tersebut menyebabkan fenomena mengejar setoran menjadi tujuan mutlak. Akibatnya adalah persaingan memperebutkan penumpang dan armada angkutan umum yang senang berhenti di tempat sembarangan menjadi tidak terelakkan sehingga banyak armada angkutan umum overload penumpang. Para pengemudi angkutan sering dengan tiba-tiba mengambil jalur kiri dan berhenti mendadak di sepanjang jalan sehingga menyebabkan kemacetan akibat penumpukan kendaraan dibelakang angkutan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Angkutan Umum Pedesaan-Perkotaan  (Studi Kasus : Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang-Kota Medan)

Analisis Kinerja Angkutan Umum Pedesaan-Perkotaan (Studi Kasus : Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang-Kota Medan)

Angkutan umum perkotaan sebagai salah satu bagian dari transportasi perkotaan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat kota dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan kota pada umumnya. Keberadaan angkutan kota sangat dibutuhkan tetapi apabila tidak ditangani secara baik dan benar akan menjadi masalah bagi kehidupan kota. Angkutan umum dikatakan memiliki kinerja yang baik apabila angkutan tersebut mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien, serta mampu memenuhi tuntutan penumpang sebagai sarana transportasi untuk pelaksanaan kegiatan masyarakat.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  SISTEM PELAYANAN JASA ANGKUTAN UMUM PADA KOTA ATAMBUA.

TINJAUAN PUSTAKA SISTEM PELAYANAN JASA ANGKUTAN UMUM PADA KOTA ATAMBUA.

Angkutan umum adalah angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan perkotaan (bus, minibus, dsb), kreta api, angkutan air dan angkutan udara. angkutan umum dibutuhkan untuk memberikan derajat fleksibilitas yang tinggi untuk menyaingi secara efek mobil pribadi atau yang diistilahkan mobilitas personal (perorang).

11 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ANTARKOTA MAKALE-RANTEPAO.

KESIMPULAN DAN SARAN ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ANTARKOTA MAKALE-RANTEPAO.

1. Secara umum pengguna angkutan umum antarkota Makale-Rantepao sudah puas dengan kondisi dan kualitas pelayanan oleh angkutan umum tersebut karena hanya 3 dari 10 faktor yang tidak memenuhi kepuasan penumpang antara lain sikap sopir dalam menjalankan angkutannya, lamanya waktu keberangkatan angkutan, serta tarif angkutan dilihat dari segi pelayanan yang diberikan.

15 Baca lebih lajut

Evaluasi Karakteristik Operasional Angkutan Umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) (Studi Kasus : PO.DATRA dan CV.PAS Trayek Medan-Sidikalang)

Evaluasi Karakteristik Operasional Angkutan Umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) (Studi Kasus : PO.DATRA dan CV.PAS Trayek Medan-Sidikalang)

Angkutan umum sebagai bagian dari sistem transportasi masyarakat merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Keberadaan angkutan umum sangat di butuhkan, tetapi bila tidak ditangani dengan baik dan benar akan merupakan masalah bagi kehidupan manusia. Penilitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survey dan wawancara kepada supir dan penumpang angkutan umum yang dilakukan secara acak (random). Data-data yang digunakan adalah data primer (langsung dari lapangan) dan data sekunder (dari instansi terkait). Adapun yang di bahas dalam penelitian ini mengenai karakteristik angkutan umum yang melayani trayek Medan – Sidikalang pada angkutan umum PO.DATRA dan CV.PAS, sehingga didapat karakteristik yang bagus, baik bagi penyedia jasa angkutan umum maupun bagi pengguna jasa angkutan tersebut. Jarak dari kota Medan ke kota Sidikalang 163 km. Hasil penilitian ini menunjukkan nilai load factor PO.DATRA hari Senin Medan- Sidikalang waktu peak pagi (64,8%), siang (60,8%), sore (58,0%); load factor hari Senin Sidikalang-Medan waktu peak pagi (64,2%), siang(60,2%), sore (60,2%); load factor hari Kamis Medan-Sidikalang waktu peak pagi (60,8%), siang (59,1%), sore (60,2%); load factor hari Kamis Sidikalang-Medan waktu peak pagi (61,9%), siang(49,7%), sore (56,8%); load factor hari Minggu Medan- Sidikalang waktu peak pagi (58,0%), peak siang (60,8%), sore (63,6%); load factor hari Minggu Sidikalang-Medan waktu peak pagi (58,5%), peak siang(58,0%), sore (64,8%). Sedangkan hasil penilitian nilai load factor CV.PAS hari Senin Medan-Sidikalang waktu peak pagi (65,9%), siang (65,3%), sore (67,0%); load factor hari Senin Sidikalang-Medan waktu peak pagi (61,9%), siang(65,9%), sore (68,2%); load factor hari Kamis Medan-Sidikalang waktu peak pagi (59,7%), siang (61,4%), sore (58,0%); load factor hari Kamis Sidikalang-Medan waktu peak pagi (55,1%), siang(58,0%), sore (59,1%); load factor hari Minggu Medan-Sidikalang waktu peak pagi (56,8%), peak siang (58,0%), sore (63,6%); load factor hari Minggu Sidikalang-Medan waktu peak pagi (56,3%), peak siang(58,0%), sore (62,5%). Jumlah armada PO.DATRA 52 unit dan CV.PAS 45 unit (sumber kedua jumlah armada sesuai Dinas Perhubungan). Kondisi fisik angkutan umum saat ini masih cukup baik dan masih sesuai standard berdasarkan hasil kuesioner. Secara keseluruhan setelah dianalisi dapat dilihat bahwa nilai P (jumlah penumpang per jam pada waktu seksi terpadat) semakin besar, maka headway dari stasiun semakin kecil, dan kebutuhan jumlah armada semakin besar. Hal ini menandakan bahwa frekuensi tinggi, yaitu kinerja pelayanan angkutan baik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Evaluasi Jumlah Armada Angkutan Umum Di Kota Medan (Stusi Kasus: Angkutan Umum KPUM Trayek 66)

Evaluasi Jumlah Armada Angkutan Umum Di Kota Medan (Stusi Kasus: Angkutan Umum KPUM Trayek 66)

Pada dasarnya, pengguna kendaraan angkutan umum menghendaki adanya tingkat pelayanan yang cukup memadai, baik waktu tempuh, waktu tunggu, maupun keamanan dan kenyamanan yang terjamin selama dalam perjalanan. Tuntutan akan hal tersebut dapat dipenuhi bila penyediaan armada angkutan penumpang umum berada pada garis yang seimbang dengan permintaan jasa angkutan umum. Salah satu tolok ukur keberhasilan pengelolaan perangkutan adalah terpenuhinya kebutuhan kendaraan atau armada yang siap operasi pada saat diperlukan dalam jumlah yang optimal. Jumlah armada yang “tepat” sesuai dengan kebutuhan sulit dipastikan; yang dapat dilakukan adalah jumlah yang mendekati besarnya kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar kebutuhan perjalanan penumpang pada sebuah trayek angkutan umum, yang rutenya melayani pusat kota. Untuk itulah akan diteliti bagaimana kebutuhan jumlah armada pada saat jam-jam sibuk dengan kebutuhan penumpang pada angkutan umum KPUM 66 yang melayani rute Simalingkar – Pangkalan Sei Mancirim.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM JALUR 16 PADA TRAYEK WONOSARIBARON DI GUNUNGKIDUL.

TINJAUAN PUSTAKA EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM JALUR 16 PADA TRAYEK WONOSARIBARON DI GUNUNGKIDUL.

Menurut Warpani (1990), peranan angkutan umum penumpang amat dirasakan manfaatnya, hal ini disebabkan oleh meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tidak mungkin diikuti terus menerus dengan pembangunan jaringan jalan, oleh sebab itu hal tersebut mendorong pemerintah untuk menggalakkan penggunaan angkutan umum penumpang. Usaha untuk meningkatkan mutu angkutan umum penumpang dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk kebijaksanaan yang lebih mengistimewakan angkutan umum penumpang. Pembatasan atau larangan kendaraan pribadi dalam kawasan tertentu selama waktu tertentu. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendorong orang agar lebih mengutamakan penggunaan angkutan umum penumpang yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kelancaran lalu lintas.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

          BAB II          TINJAUAN  PUSTAKA  ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ( Studi Kasus Jalur Entrop-Abepura-Padang Bulan, Jayapura-Papua).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA ANGKUTAN UMUM ( Studi Kasus Jalur Entrop-Abepura-Padang Bulan, Jayapura-Papua).

Angkutan umum adalah angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan kota (bus, minibus, dan sebagainya), kereta api, angkutan air, dan angkatan udara ( Warpani 1990 ).

6 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Jalur 1 dan 2).

TINJAUAN PUSTAKA EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Jalur 1 dan 2).

Rute angkutan umum yang baik adalah arah yang mengikuti pola pergerakan penumpang angkutan sehingga tercipta pergerakan yang lebih effesien. Trayek angkutan umum harus dirancang sesuai dengan pola pergerakan penduduk yang terjadi, sehingga transfer moda yang terjadi pada saat penumpang mengadakan perjalanan dengan angkutan umum dapat diminimumkan.

7 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Studi Lokasi Dan Kondisi Halte Di Kota Medan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Studi Lokasi Dan Kondisi Halte Di Kota Medan

Di Kota Medan, 90% angkutan umum berupa mobil penumpang umum dan bukan bus. Hal ini memicu beberapa pengemudi untuk menaikkan/menurunkan penumpang di sembarangan tempat, sehingga halte tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya. Sistem pelayanan angkutan umum (angkutan kota) yang masih menggunakan jenis angkutan berkapasitas kecil (8-12 seat) dan bus kecil dengan kapasitas 12-16 seat dan pola prilaku masyarakat menggunakan kendaraan di Kota Medan sangat memprihatinkan.

Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK PENGOPERASIAN ANGKUTAN OJEK SEBAGAI SARANA ANGKUTAN DI KOTA GUBUG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

KARAKTERISTIK PENGOPERASIAN ANGKUTAN OJEK SEBAGAI SARANA ANGKUTAN DI KOTA GUBUG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Seperti halnya Kota Gubug, rendahnya pelayanan angkutan umum seperti tundaan sebagai akibat banyaknya angkutan umum yang mangkal di beberapa ruas jalan serta tidak adanya pelayanan angkutan pada Wilayah Hinterland menyebabkan munculnya angkutan ojek sebagai alternatif dalam mendukung pergerakannya. Oleh karenannya angkutan ojek sangat dibutuhan dalam mendukung pergerakan penduduk dalam melakukan mobilitasnya. Ditinjau dari sisi supply, keberadaan angkutan ojek ini mengalami peningkatan yaitu 14.2% (Data Polsek Gubug 2005). Namun demikian, dalam operasionalnya masih kurang optimal dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, mengingat keberadaan angkutan ini yang terkadang mengganggu arus lalu-lintas. Hal ini disebabkan karena kurangnya pembinaan dan pengaturan terhadap angkutan ojek. Sedangkan dari sisi demand, pola pergerakan penduduk yang terjadi cukup tinggi terutama pada Wilayah Hinterland, namun hal ini tidak didukung oleh pelayanan angkutan umum, sehingga mereka cenderung menggunakan angkutan ojek untuk mendukung pergerakannya. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap angkutan ini menyebabkan pengoperasian angkutan ini kurang optimal seperti organisasi ojek yang kurang baik, kurangnya perlindungan hukum, serta tidak adanya standar tarif yang sesuai, menyebabkan angkutan ini beroperasi secara liar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  PREFERENSI PENGGUNA KERETA API PRAMEKS JURUSAN YOGYAKARTA – SOLO DIBANDING BUS AKAP.

TINJAUAN PUSTAKA PREFERENSI PENGGUNA KERETA API PRAMEKS JURUSAN YOGYAKARTA – SOLO DIBANDING BUS AKAP.

2. Waktu Perjalanan, jumlah perjalanan terbesar biasanya terjadi pada saat jam puncak (peak hour) pada saat jam kerja. Oleh karena itu penggunaan kendaraan pribadi maupun angkutan umum menjadi lebih banyak selama jam puncak. Sehingga hal ini mengakibatkan jalanan menjadi padat dan pelaku perjalanan berupaya mencari jenis transportasi alternatif yang bisa menghemat waktu tempuh.

Baca lebih lajut

PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN BECAK DALAM SISTEM PERGERAKAN DI PERUMNAS TLOGOSARI SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN BECAK DALAM SISTEM PERGERAKAN DI PERUMNAS TLOGOSARI SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Becak merupakan salah satu dari angkutan umum penumpang tak bermotor. Keberadaan angkutan becak ini sebagai sarana angkutan penumpang juga barang tergolong dalam kategori tradisional, karena sumber tenaga dari angkutan ini mengandalkan tenaga manusia berupa kayuhan kaki seperti layaknya mengoperasikan sepeda. Selain itu angkutan becak ini juga terkategorikan dalam angkutan yang tradisional dikarenakan penggunaan material-material lokal yang sederhana dalam pembuatan angkutan becak ini. Becak juga merupakan salah satu dari moda pelengkap (gap-filler ataupun end-feeder) yang tergolong tradisional, karena angkutan becak ini non-motorized. Sebagai alat angkut, becak dinilai banyak memberikan keuntungan bagi golongan masyarakat tertentu, baik untuk memenuhi kebutuhan pergerakan yang bersifat rutin maupun temporal. Pada umumnya becak memang lebih banyak melayani kawasan-kawasan yang tidak/belum terlayani oleh angkutan umum bermotor khususnya jalan-jalan lokal. Oleh karena itu, sebenarnya masyarakat setempatlah yang dapat menentukan pilihannya untuk mengatur operasi angkutan jenis ini di daerahnya, karena masyarakat setempatlah yang merasakan dampak langsung dari keberadaan becak ini. Dengan demikian, maka penelitian ini menitikberatkan pada persepsi dan preferensi pengguna angkutan becak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KESIMPULAN dan SARAN  PERENCANAAN PENGOPERASIAN TRAYEK ANGKUTAN WISATA PANTAI WONOSARI.

KESIMPULAN dan SARAN PERENCANAAN PENGOPERASIAN TRAYEK ANGKUTAN WISATA PANTAI WONOSARI.

Dengan adanya angkutan wisata akan mempermudah dan menumbuhkan pariwisata Gunung Kidul karena sudah tersedianya angkutan umum wisata menuju pantai-pantai di pesisir Wonosari. Perencanaan Pengoperasian Trayek Angkutan Wisata Pantai Wonosari memiliki kelebihan antara lain memilik suatu sistem yang lebih terorganisir sehingga pada pelaksanaannnya tidak sembarangan dan mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan. Opsi-opsi rute yang sesuai dengan analisis penulis yaitu.

Baca lebih lajut

PEMILIHAN MODEL TRANSPORTASI DI DKI JAKA

PEMILIHAN MODEL TRANSPORTASI DI DKI JAKA

Kebijakan pembenahan angkutan umum merupakan bagian dari sistem pengaturan lalu lintas. Pembenahan ini harus pula diikuti dengan pengaturan pola tata ruang, khususnya dalam pengaturan jalur lalu lintas, di mana ada pemisahan untuk jalur bagi kendaraan umum dan kendaraan beroda dua. Dengan demikian pembenahan sistem lalu lintas di perkotaan, khususnya di kota besar/metropolitan seperti Jakarta, harus dilakukan secara terpadu (integrated) dan menyeluruh (holistic). Perlu integrasi antara perencanaan tata guna lahan dan sistem transportasi. Sistem transportasi yang layak (feasible) harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain kecepatan atau waktu tempuh yang singkat dan dapat diperhitungkan, frekuensi pengangkutan, banyaknya persinggahan dalam perjalanan, biaya/tarif angkutan yang layak, jaminan keamanan, serta keselamatan penumpang. Perlu pembenahan dalam sistem angkutan umum, meliputi jarak jauh, menengah, dan pendek, sesuai hirarki transportasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KAJIAN TEKNIS PELAYANAN TERMINAL BUS OEBOBO, KUPANG – NUSA TENGGARA TIMUR.

PENDAHULUAN KAJIAN TEKNIS PELAYANAN TERMINAL BUS OEBOBO, KUPANG – NUSA TENGGARA TIMUR.

Angkutan umum jalan raya tentu tidak terlepas dengan keberadaan terminal angkutan umum. Terminal angkutan umum adalah sebuah prasarana transportasi jalan yang merupakan tempat penyediaan fasilitas masuk dan keluarnya angkutan umum, tempat pemindahan arus penumpang dari suatu modus angkutan umum ke modus angkutan yang lainnya untuk kemudahan dan efisiensi pergerakan.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...