Ansambel Gesek

Top PDF Ansambel Gesek:

PEMBELAJARAN ANSAMBEL GESEK EKSTRAKURIKULER DI SMK METHODIST CHARLES WESLEY MEDAN.

PEMBELAJARAN ANSAMBEL GESEK EKSTRAKURIKULER DI SMK METHODIST CHARLES WESLEY MEDAN.

Setelah keseluruhan data telah terkumpul, kemudian dianalisis untuk menjawab seluruh pertanyaan penelitian. Proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit, waktu yang digunakan untuk menjelaskan teori adalah 15 menit dan praktek 45 menit. Tahap pelaksanaan pembelajaran ansambel gesek siswa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah seluruh siswa baik itu siswa SMP Methodist Charles Wesley, SMA Methodist Charles Wesley, dan SMK Methodist Charles Wesley yang digabung menjadi satu kelompok ansambel gesek. Di dalam proses pembelajaran ansambel gesek di SMK Methodist Charles Wesley Medan materi yang digunakan merupakan script musik klasik seperti Barok dan Rokoko, Romantik, Klasik, dan Klasik Kontemporer. Kendalanya berupa fasilitas yang kurang lengkap, perbedaan tingkat kemahiran siswa, dan kehadiran siswa dalam jadwal rutin yang sudah ada. Siswa dapat dikatakan mampu jika siswa dapat memainkan alat geseknya dengan benar, sesuai dengan teknik yang baik, menguasai materi dengan baik, dan dapat bermain dengan harmonis dalam ansambel.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek T1 852012031 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek T1 852012031 BAB I

Konserto merupakan jenis musik absolut yang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama berupa sonata form yang terdiri dari eksposisi, development, dan rekapitulasi. Pada bagian kedua three part form A-B-A ’ yang terdiri dari beberapa frase dan terdapat frase anteseden dan konsekuen. Kemudian pada bagian ketiga berupa rondo ataupun ritornello form . Sejak akhir abad ke – 18 hingga saat ini konserto identik dengan memperlihatkan sisi virtuoso dari seorang soloist atau dalam hal ini bisa juga dikatakan bahwa sebuah konserto adalah komposisi musik yang mengedepankan ketrampilan dalam bermain. Konserto banyak dibuat oleh para komposer dengan berbagai macam instrumen yang digunakan seperti piano, biola, biola alto, flute , dan masih banyak yang lainnya. Komposer yang terkenal dengan karya konserto adalah Antonio Vivaldi, G.P Telemann, J.C Bach, dan masih banyak yang lainnya. Beberapa karya tersebut dibuat dengan iringan ansambel gesek yang terdiri dari biola, biola alto, cello, dan kontrabas.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek T1 852012031 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek T1 852012031 BAB II

Ansambel gesek terdiri dari dua kata yaitu ansambel dan gesek. Ansambel yang berasal dari bahasa inggris ensemble yang berarti bersama-sama Arti lain ansambel berarti kelompok kegiatan seni musik dengan jenis kegiatan seperti yang tercantum dalam sebutannya, misalnya ansambel gesek, ansambel tiup, ansambel perkusi. Kata gesek mengacu pada penggunaan instrumen yang dimainkan dengan cara digesek, dengan demikian ansambel gesek merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa pemain yang memainkan instrumen gesek yang terdiri dari biola, biola alto, cello, dan kontrabass.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek T1 852008037 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek T1 852008037 BAB IV

Komposisi “konserto untuk kuartet gitar dan ansambel gesek” terdiri dari 3 movement dengan tempo cepat-sedang- cepat. Movement pertama bertempo 110 bpm atau Allegro. Bentuk (form) yang digunakan dalam menyusun movement pertama ini adalah ritornello form , yang merupakan bentuk umum untuk bagian pertama dalam sebuah konserto. Movement pertama ini menggunakan sukat 4/4 dengan tonalitas G mayor. Movement kedua bertempo sedang dengan tempo 70 bpm atau Andante . Minuet menjadi bentuk dasar untuk movement kedua ini. Movement kedua ini menggunakan sukat ¾ dengan tonalitas G mayor. Seperti bentuk minuet pada umumnya, minuet dalam movement kedua ini terbagi dalam 3 bagian yaitu A,B dan A’. Movement ketiga merupakan bagian terakhir dalam “konserto ntuk kuartet gitar”. Movement ini menggunakan tempo 180 bpm atau Allegretto dengan sukat 3/8 dan dalam tonalitas E minor. Movement terakhir ini kembali memakai bentuk ritornello form.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek T1 852008037 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek T1 852008037 BAB I

Jerman “komponiere” (Lt. Componere; It. Comporre; Ing. Compose) yang pertama kali digunakan oleh seorang pujangga besar Jerman, Johann Wolfgang Goethe (1749- 1832) untuk menandai cara-cara menggubah musik pada abad-abad sebelumnya. Kata komposisi konserto dimaknai sebagai sebuah komposisi konserto untuk kuartet gitar dengan iringan ansambel gesek.

8 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek

Konserto Dalam C Mayor Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek is the final thesis of the Faculty of Languages and Arts of the Art and Music Studies Program. This composition consists of three parts with Allegro, Largo, and Allegro tempo. This composition comprises a viola solo and accompanied by a strings ensemble consisting of violin, viola, cello, and contrabass. The intention of using viola as a solo is to give a different impression where viola is rarely used as a solo in Concerto. This research uses literature review and musicology studies that include, data collection, data processing, and data analysis.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: “The Personality” Sebuah Komposisi untuk Ansambel Gesek, Piano dan Fluit

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: “The Personality” Sebuah Komposisi untuk Ansambel Gesek, Piano dan Fluit

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang tiada henti melimpahkan rahmat dan kasih karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul The Personality sebuah komposisi untuk ansambel gesek, fluit dan piano . Komposisi ini disusun sebagai tugas akhir yang merupakan sebuah persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana Musik di Fakultas Seni Pertunjukan, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

16 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek T1 852012031 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto dalam C Mayor: Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek T1 852012031 BAB IV

Konserto Dalam C Mayor Untuk Biola Alto dan Ansambel Gesek terdiri dari 3 bagian dengan tempo allegro, largo, dan allegro. Pada bagian pertama menggunakan sonata form dengan sukat 4/4, bagian kedua menggunakan ternary form A, B, A’ dengan sukat 4/4, dan bagian ketiga menggunakan ritornello form dengan sukat 4/4 .

2 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek

0298 321433 PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS TUGAS AKHIR Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Filipus Adi Kurniawan NIM : 852008037 Program Studi : S-1 Seni Musik Fakultas Sen[r]

14 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek T1 852008037 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Konserto untuk Kuartet Gitar dan Ansambel Gesek T1 852008037 BAB II

sebagainya. Dalam penulisan ini, penulis ingin membahas komposisi konserto. Konserto bukanlah karya yang standar pada awal masa Barok. Tetapi, bersama sonata dan suita, konserto menjadi karya instrumental yang menggeser kepopuleran karya-karya untuk vokal pada akhir periode Barok. Kata konserto berasal dari bahasa Latin concertare yang berarti sebuah Persaingan, Perselisihan, perdebatan dan juga dapat diartikan untuk bekerja sama dengan orang lain yang awal mulanya digunakan untuk menyebutkan sebuah ansambel vokal ( ”un concerto di voci in musica” yang artinya “a getting together in voices”, Roma, 1519) 4 . Selama masa tahun 1730-
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

T1 852012031 BAB III

T1 852012031 BAB III

Bagian developmen t diawali dengan sebuah transisi singkat pada birama 55-59, dan pada birama 60-83 mengambil dari Tema IA pada bagian Arpeggio, pada bagian ini solis dan ansambel gesek saling bersahut-sahutan terdapat Tema IB dan IIB. Pada bagian development ini bermain dalam tonalitas D Mayor. Selanjutnya, pada birama 83-89 muncul transisi yang dimainkan tanpa solis untuk menghantar ke bagian Rekapitulasi.

22 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Time To Share: Resital Stick Percussion T1 852012008 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Time To Share: Resital Stick Percussion T1 852012008 BAB I

Konserto merupakan jenis musik absolut yang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama berupa sonata form yang terdiri dari eksposisi, development, dan rekapitulasi. Pada bagian kedua three part form A-B-A ’ yang terdiri dari beberapa frase dan terdapat frase anteseden dan konsekuen. Kemudian pada bagian ketiga berupa rondo ataupun ritornello form . Sejak akhir abad ke – 18 hingga saat ini konserto identik dengan memperlihatkan sisi virtuoso dari seorang soloist atau dalam hal ini bisa juga dikatakan bahwa sebuah konserto adalah komposisi musik yang mengedepankan ketrampilan dalam bermain. Konserto banyak dibuat oleh para komposer dengan berbagai macam instrumen yang digunakan seperti piano, biola, biola alto, flute , dan masih banyak yang lainnya. Komposer yang terkenal dengan karya konserto adalah Antonio Vivaldi, G.P Telemann, J.C Bach, dan masih banyak yang lainnya. Beberapa karya tersebut dibuat dengan iringan ansambel gesek yang terdiri dari biola, biola alto, cello, dan kontrabas.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Serat Kelapa Terhadap Kekerasan, Keausan dan Koefisien Gesek Bahan Kopling Gesek Kendaraan

Pengaruh Komposisi Serat Kelapa Terhadap Kekerasan, Keausan dan Koefisien Gesek Bahan Kopling Gesek Kendaraan

Setelah diketahui harga variasi komposisi yang optimal dalam hal ikatan permukaan, dan kekerasannya maka selanjutnya pada tahun kedua dilakukan percobaan pada dinamometer test untuk mengetahui : harga koefisien gesek, kemampuan torsi pentransmisiannya, dan suhu maksimal saat bergesekan.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Serat Kelapa terhadap Kekerasan, Keausan dan Koefisien Gesek Bahan Kopling Gesek Kendaraan

Pengaruh Komposisi Serat Kelapa terhadap Kekerasan, Keausan dan Koefisien Gesek Bahan Kopling Gesek Kendaraan

Irfan, Pramuko IP, (2009), melakukan penelitian tentang kampas rem gesek dengan memberikan waktu sintering pada tekanan kompaksi sebesar 10 menit. Keausan suatu bahan komposit semakin besar atau semakin mudah aus dapat dipengaruhi oleh besarnya waktu yang diberikan pada proses kompaksi. Bila waktu penekanannya semakin besar maka tingkat keausan pun juga semakin besar. Nilai kekerasan suatu bahan terpengaruh oleh besar waktu penekanan kompaksi yang diberikan dalam proses pembuatan bahan kampas rem. Dalam pembuatan kampas, nilai kekerasan kampas juga berpengaruh. Dengan semakin besar kompaksi yang dibebankan maka semakin keras pula komposit tersebut, karena komposit tersebut sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam proses pembuatan dari bahan menjadi komposit dan beberapa penyebabnya yaitu: variasi bahan, beban kompaksi yang diberikan serta lamanya beban kompaksi, dan pemanasan (sinter).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP KEKERASAN, KEAUSAN DAN KOEFISIEN GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN

PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP KEKERASAN, KEAUSAN DAN KOEFISIEN GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN

Tahap kedua memeriksa karakteristik performasi kopling gesek, berupa kemampuan untuk mentransfer torsi, daya dan koefisien geseknya. Parameter yang dicari adalah koefisien geseknya, dengan waktu pengkoplingan yang singakat ( waktu gesek pendek ) kenaikan suhu kopling yang minimal. Dengan demikian diper- oleh sifat kopling gesek yang mampu meneruskan torsi dan daya, reaktip cepat kerjanya, dan kenaikan suhu yang rendah, dan awet.

8 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASITUGAS AKHIR Karaktrisasi Mekanik Bahan Kampas Kopling Dari Bahan Serat Kelapa, Serbuk Tempurung Arang Kelapa, Serbuk Tembaga Dengan Matrik Resin Phenolic.

NASKAH PUBLIKASITUGAS AKHIR Karaktrisasi Mekanik Bahan Kampas Kopling Dari Bahan Serat Kelapa, Serbuk Tempurung Arang Kelapa, Serbuk Tembaga Dengan Matrik Resin Phenolic.

Proses awal pembuatan dengan mencampurkan bahan pembuat variasi dengan presentase yang ditentukan tiap variasi. Setelah itu dilakukan proses kompaksi dengan gaya sebesar 1,5 Ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan) beserta variasi kampas kopling dilakukan proses sintering dengan suhu 160 0 C selama 45 menit dan variasi dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat 3 variasi kampas kopling dilakukan pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dan mengetahui koefisien gesek dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto mikro.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STUDI KARAKTERISTIK HIDRODINAMIKA PADA SLIDER BEARING DENGAN PERMUKAAN SLIP DAN ATAU PERMUKAAN BERTEKSTUR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

STUDI KARAKTERISTIK HIDRODINAMIKA PADA SLIDER BEARING DENGAN PERMUKAAN SLIP DAN ATAU PERMUKAAN BERTEKSTUR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Ketika tegangan geser permukaan mencapai nilai kritis, slip tersebut bisaterjadi, sebaliknya maka no-slip akan yang terjadi [8-10]. Wu, dkk[11] mengembangkan model limiting shear stress untuk menganalisis dinding slip dalam aliran fluida satu dimensi. Terdapat kesamaan antara prediksi teoritis dan percobaan. Spikes [12-13] mempelajari perilaku mekanika dari sebuah bantalan setengah slip. Ia menemukan bahwa dinding slip dapat mengurangi gaya gesek dan memberikan load support hidrodinamis yang rendah juga. Semua penelitian yang dilakukan menggunakan geometris konvergen dan teori Reynold klasik. Selain itu disimpulkan bahwa dinding slip menyebabkan efek hidrodinamis menurun. Salant dan Fortier [14] melakukan analisis numerik dari bear ing dengan permukaan heterogen slip/no- slip dengan menggunakan slip length model [15] dan menyimpulkan bahwa bearing seperti itu dapat memberikan load support yang tinggi dan gaya gesek yang rendah. Tetapi mereka menemukan masalah ketidakstabilan dalam solusi numeriknya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Modul Guru Pembelajar SB Seni Musik SMP KK G KP 1

Modul Guru Pembelajar SB Seni Musik SMP KK G KP 1

Bentuk Orkestra seperti ini terdiri dari banyak pemain, dibagi dalam berbagai jenis alat musik yaitu : alat musik gesek, tiup kayu, tiup logam, piano, harpa, perkusi. Alat musik di dalam Orkestra dibagi dalam beberapa seksi, yaitu seksi tiup kayu, tiup logam, perkusi dan gesek. Bentuk Choir ( paduan suara ) ini adalah paduan suara sejenis, yaitu terdiri dari suara wanita semua yang diiringi oleh ansambel sekolah yaitu alat musik drum, Paduan suara sejenis ini terdiri dari suara Sopran, Mezzo Sopran dan Alto. Sopran adalah suara tinggi wanita. Mezzo Sopran sebagai suara tengah sedangkan Alto sebagai suara rendah wanita
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Show all 540 documents...