Anti-lock Braking System (ABS)

Top PDF Anti-lock Braking System (ABS):

Makalah Anti Lock Braking System On Moto

Makalah Anti Lock Braking System On Moto

Anti-lock Braking System adalah sebuah sistem pengereman otomatis berbasis sensor kecepatan dan Engine Control Unit sebagai otaknya yang mengatur dan mengendalikan pengereman sesuai keinginan dan keadaan si pengendara motor. Sensor kecepatan akan mendeteksi kecepatan roda motor yang terletak pada komponen di dekat cakram atau tromol, kemudian sensor akan memberikan informasi ke ECU kecepatan putaran roda, ketika pengendara motor melakukan pengereman mendadak maka sensor memberikan informasi ke ECU bahwa pengendara melakukan pengereman mendadak dengan menekan tuas rem hingga habis, maka ECU akan bekerja dan memastikan jika ban akan terkunci maka ECU akan menghambat aliran minyak rem sehingga tekanan piston pada kaliper rem akan berkurang. Mirip dengan kita melakukan pengereman tanpa ABS yaitu dengan menekan sedikit-sedikit rem, tetapi dengan ABS tanpa menekan rem sedikit-sedikit atau bisa disebut menekan rem dengan dalam maka ABS unit yang akan menekan dan mengendalikan rem tersebut tanpa kita sadari dalam satu detik saja terdapat 15 kali penekanan. Komponen-komponen yang ada pada ABS diantaranya :
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Performa Anti-Lock Braking System Dengan Electromechanical Brake Dan LQR Control - ITS Repository

Performa Anti-Lock Braking System Dengan Electromechanical Brake Dan LQR Control - ITS Repository

Dibandingkan hydraulic brake , electromechanical brake memiliki keunggulan antara lain pada force modulation . Artinya, motor EMB diatur agar selalu bergerak menyesuaikan kebutuhan gaya pengereman sehingga roda tidak mengalami lock atau dengan kata lain sistem EMB akan lebih mudah diterapkan pada Anti-lock Braking System (ABS) (Savaresi, 2010). Sebelumnya pernah dilakukan studi mengenai controller untuk sistem electromechanical brake yaitu dengan menggunakan proportional-integral (PI) control dan Model Predictive Control (MPC). Dari studi yang dilakukan Line (2007), ternyata metode pengendalian yang digunakan pada sistem EMB berpengaruh pada performa ABS kendaraan.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Perancangan Kontroler Jaringan Saraf Tiruan Berbasis Feedforward Yang Mengoptimalkan PID Untuk Electromagnetic Anti-Lock Braking System (ABS) Pada Kendaraan Listrik - ITS Repository

Perancangan Kontroler Jaringan Saraf Tiruan Berbasis Feedforward Yang Mengoptimalkan PID Untuk Electromagnetic Anti-Lock Braking System (ABS) Pada Kendaraan Listrik - ITS Repository

Dewasa ini, banyak industri otomotif di dalam maupun luar negeri yang sedang berlomba dalam menciptakan mobil listrik. Industri otomotif mulai beralih menciptakan mobil listrik dikarenakan dua alasan penting yaitu cadangan minyak dunia akan habis 18 tahun lebih awal jika memperhitungkan faktor pertumbuhan penduduk dan peningkatan konsumsi per kapita[1], dan mobil listrik tidak mengeluarkan emisi gas buang berupa gas CO2 yang merupakan penyebab efek global warming di bumi. Teknologi yang sudah ada pada mobil bahan bakar juga dapat diterapkan dengan mudah pada mobil listrik juga menjadi alasan tambahan mengapa banyak industri otomotif yang mulai menciptakan mobil listrik. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah teknologi Anti-lock Braking System (ABS). Teknologi ABS merupakan fitur keselamatan standar yang harus ada pada setiap kendaraan roda empat karena teknologi tersebut dapat membantu pengemudi agar roda tidak terkunci pada saat melakukan pengereman penuh. Dengan adanya teknologi ABS, pengemudi dapat merasa aman dan nyaman ketika melakukan pengereman di berbagai kondisi jalan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

HALAMAN JUDUL - Perancangan Kontroler Fuzzy PD+I Untuk Electromagnetic Anti-Lock Braking System (ABS) Pada Kendaraan Listrik - ITS Repository

HALAMAN JUDUL - Perancangan Kontroler Fuzzy PD+I Untuk Electromagnetic Anti-Lock Braking System (ABS) Pada Kendaraan Listrik - ITS Repository

Pengereman laju kendaraan merupakan salah satu bagian penting dari sistem keamanan dan keselamatan bagi pengemudi kendaraan. Sistem pengereman yang baik akan memberikan rasa aman bagi pengendara, terutama saat kondisi koefisien gesekan jalan berbeda-beda. Salah satu sistem yang dapat mengatasi masalah pengereman pada kondisi jalan yang berbeda-beda tersebut adalah anti-lock braking system (ABS). Anti- lock braking system (ABS) adalah sistem yang terkontrol secara otomatis untuk mencegah roda kendaraan terkunci saat pengereman berlangsung, sehingga roda kendaraan tidak tergelincir dan laju mobil menurun secara linier dan laju mobil terkendali. Beberapa keuntungan dari penggunaan ABS adalah dapat menjamin kenyamanan dan kestabilan pengereman kendaraan pada kondisi jalan yang berbeda-beda, meningkatkan pengendalian kemudi kendaraan (steering ability), mengurangi jarak pengereman, mengurangi gaya sentrifugal saat melakukan pengereman mendadak yang dapat membuat mobil sulit dikendalikan. [1]
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PERANCANGAN KONTROLER ADAPTIVE PID UNTUK ELECTROMAGNETIC ANTI-LOCK BRAKING SYSTEM (ABS) PADA KENDARAAN LISTRIK - ITS Repository

PERANCANGAN KONTROLER ADAPTIVE PID UNTUK ELECTROMAGNETIC ANTI-LOCK BRAKING SYSTEM (ABS) PADA KENDARAAN LISTRIK - ITS Repository

Pengereman merupakan salah satu bagian penting dari sistem kendaraan. Sistem pengereman yang baik akan memberikan rasa aman bagi pengendara, terutama untuk kondisi jalan yang berpasir maupun basah. Pada saat pengereman mendadak roda dapat mengunci arahnya sehingga mobil tidak terkendali ( understeering) dan menyebabkan kendaraan tegelincir. Salah satu sistem yang dapat mengatasi masalah pengereman tersebut adalah Anti-Lock Braking System (ABS). Anti-Lock Braking System (ABS) adalah sistem yang terkontrol secara otomatis untuk mencegah rem terkunci. Beberapa keuntungan dari ABS adalah untuk menjamin kenyamanan dan kestabilan pengereman pada semua kondisi jalan, meningkatkan pengendalian kemudi kendaraan ( steering ability ), mengurangi jarak pengereman, mengurangi gaya sentrifugal saat melakukan pengereman mendadak yang dapat membuat mobil susah dikendalikan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Identification of Intelligent Controls in Developing Anti-Lock Braking System.

Identification of Intelligent Controls in Developing Anti-Lock Braking System.

Antilock braking system is an electronically controlled system which was designed to control a vehicle’s steering during heavy braking. ABS also designed to stabilize the vehicle during sudden braking moments by preventing wheel from locking. ABS is recognized as one of an important contribution to road safety. Initially, the invention of ABS is to reduce the stopping distance of airplanes. But, this technology is now becomes one of the high priorities for ground vehicle because of its capability to help the drivers to stop the vehicle in a shorter distance in the safest way. ABS is to manipulate the wheel slip so that a maximum friction force is obtained and the steering stability is maintained. This is to allow the vehicle to stop in the shortest distance possible while maintaining the directional control. It is well known that the friction coefficient is a nonlinear function of the slip. The ideal goal of the control design is to regulate the wheel velocity. The
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Development Of Vehicle Rollover Prevention System Using Active Braking.

Development Of Vehicle Rollover Prevention System Using Active Braking.

For yaw and roll control, there are three types of stability control systems which have been suggested and produced by several researchers. First, the differential braking systems which utilize the anti-lock braking system (ABS) on the vehicle by applying different braking forces between the right and left wheels in order to control the roll and yaw moment. The second stability control system namely steer-by-wire which modify the driver’s steering angle input and also add correction to the steering angle of wheel helps to prevent yawing motion. Thirdly, the active torque distribution system which utilizes active differentials and all-wheel drive technology to independently control the drive torque distributed to each wheel and thus provide active control for both traction and yaw moment (Rajamani, 2012).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Simulation Evaluation Of Magnetorheological Brake Based On Anti-Lock Braking System.

Simulation Evaluation Of Magnetorheological Brake Based On Anti-Lock Braking System.

The electronic device for this project controlled the viscosity of the magnetorheological fluid (MR fluid). The function of the MR fluid is to cause friction with the rotating steel plate and disc break. The shear friction cause by this movement will generate the braking torque. Brake torque is needed to stop or decelerate a moving vehicle. The rotation of the brake torque is the opposite direction of the wheel. For this project, a motorcycle will be used as it is simpler, easier and more manageable.

24 Baca lebih lajut

Rancang bangun sistem rem anti-lock brake system (abs) dengan penambahan komponen vibrator solenoid COVER

Rancang bangun sistem rem anti-lock brake system (abs) dengan penambahan komponen vibrator solenoid COVER

This test was conducted to determine the amplitude and frequency of vibration additions solenoid components with variations in rotation speed brake discs (425 rpm, 637 rpm, 850 rpm, 1062 rpm) at a frequency of 10 Hz on the conditions before, during and after braking. Research conducted using the vibration measuring instrument slam stick.

13 Baca lebih lajut

Modeling, Simulation And Control Of Antilock Braking System Using Multibody Vehicle.

Modeling, Simulation And Control Of Antilock Braking System Using Multibody Vehicle.

Regarding the fact that the system parameters highly depend on the road conditions and vary over a wide range, the performance of anti-lock braking system may not always be satisfactory (Kayacan et al., 2009). The motivation behind this investigation is to propose a sliding mode control coupled with a gray predictor to track the target value of the wheel slip. Although the target wheel slip is considered to be a constant corresponding to the maximum value of the road adhesion coefficient in numerous studies, it is taken to be also a velocity dependent variable in this chapter. In other words, as the velocity of the vehicle changes, the optimum value of the wheel slip will also alter.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN SISTEM REM ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM (ABS) DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN VIBRATOR SOLENOID.

RANCANG BANGUN SISTEM REM ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM (ABS) DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN VIBRATOR SOLENOID.

Antilock brake system (ABS) is a system on a vehicle that prevents wheel lock when suddenly braking. Application of the antilock brake system is still limited to a particular vehicle because of the price is quite expensive. A study of the ABS system is made to obtain a cheaper alternative. Addition of solenoid component as vibrators is to get the effect of ABS as a trial solution.

13 Baca lebih lajut

ANALISA RESPON ANTILOCK BRAKING SYSTEM(ABS) DAN ENERGI YANG DIBUTUHKAN SELAMA PROSES PENGEREMAN PADA JALAN MENURUN

ANALISA RESPON ANTILOCK BRAKING SYSTEM(ABS) DAN ENERGI YANG DIBUTUHKAN SELAMA PROSES PENGEREMAN PADA JALAN MENURUN

Antilock braking sistem (ABS) merupakan sebuah sistem pengereman yang menghentikan kendaraan dengan mempertahankan keadaan roda tidak terkunci sehingga kendaraan tetap dapat dikendalikan dengan mudah. Sistem ini bekerja pada sebagian besar jenis permukaan jalan dan mengurangi resiko kecelakaan. Beberapa penelitian telah menunjukkan, bahwa sistem rem anti penguncian dapat menurunkan kemungkinan kecelakaan kendaraan sebesar 18%.

5 Baca lebih lajut

Motorcycle Anti-Theft System.

Motorcycle Anti-Theft System.

One other issue that desirably could be corrected is the wasting of electricity and the wasting of space when a motorcycle is an alarm system or other theft deterrent device in addition to the basic electronic control unit (ECU). While physical locks are functional, they require storage space or complicated mechanical structure. Thus, alarms are preferred from the standpoint of space and simplicity of design. One drawback to alarm systems, however, is the proliferation of electrical components required for such alarm systems and the consequent difficulty in manufacturing an OEM-optional alarm device. In other words, motorcycle manufactures need to reduce the number of variations in base components, such as circuit boards. Providing an alarm system as an option has heretofore been undesirable due to the need to provide different circuitry for alarm equipped motorcycles and for non alarm equipped motorcycles, respectively. As an alternative, the circuitry could be designed with most of the components necessary for the alarm already present and active on the circuit but the alarm device and other related components not present. This is undesirable, however, because of the increased power consumption that would result. Accordingly, a simple but energy efficient alarm option is desired [7].
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

A Study On The Effect Of Coconut Fiber To Polypropylene (PP) As A Friction Material.

A Study On The Effect Of Coconut Fiber To Polypropylene (PP) As A Friction Material.

Nowadays, friction materials play an important role in industries especially for automotive, aircraft and aerospace, railroad and heavy machine manufacturing. Friction material can be categorizes as a diverse material which is made up from few elements and each element has its own function. Theoretically, friction materials are used in system that requires specific contact influence between two or more parts. Typical example for friction materials are brake and clutch system, transmissions, and certain household items. Earlier researchers have concluded that there is no simple correlation between friction and wear properties of a friction material with the physical and mechanical properties (Tanaka et al. 1973). Therefore, each new formulation developed needs to be subjected to a series of test to evaluate its friction and wear properties using brake dynamometer as well as on-road braking performance test to ensure that the brake friction material developed will comply with the minimum requirements of its intended application. The need for effective friction materials is so great that the market for friction products is nearly seven billion dollars per year (Chan and Stachowiak, 2004).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PERANAN MODUL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN ANALISIS KERUSAKAN SISTEM REM ABS (ANTI LOCK BRAKE SISTEM)

PERANAN MODUL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN ANALISIS KERUSAKAN SISTEM REM ABS (ANTI LOCK BRAKE SISTEM)

Pada saat kendaraan menurun, laju kendaraan akan bertambah cepat, maka dari itu peran rem sangat dibutuhkan untuk memperlambat lajunya kecepatan kendaraan, agar pengemudi dapat mengontrol kendaraan dengan aman. Pada umumnya fungsi rem untuk memperlambat dan menghentikan laju kendaraan tanpa memperhitungkan akibat saat pengemudi menginjak pedal rem secara tiba- tiba yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Pada saat bersamaan roda kendaraan tiba-tiba akan mengancing. Misalnya di jalan yang bersalju dan licin dibutuhkan pengereman yang maksimal, karena pada kondisi jalan seperti ini kesetabilan arah kendaraan mudah hilang. Oleh karena itu, kendaraan perlu dilengkapi sistem rem ABS (Anti-lock Brake Sistem) agar dalam menghentikan kendaraan pengemudi tidak harus memompa rem terlebih dahulu. Tujuan penyempurnaan sistem rem ini adalah agar hasil pengereman menjadi lebih stabil dan akurat melalui sistem ABS. Berdasarkan latar belakang diatas , maka peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul ” Peranan Modul Dalam Meningkatkan Pemahaman dan
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

PEMODELAN DAN ANALISA ANTILOCK BRAKING SYSTEM (ABS) PADA MILITARY VEHICLE STUDI KASUS PANSER ANOA APC 6X6

PEMODELAN DAN ANALISA ANTILOCK BRAKING SYSTEM (ABS) PADA MILITARY VEHICLE STUDI KASUS PANSER ANOA APC 6X6

Selain belajar, penulis juga pernah aktif dalam event besar Teknik Mesin ITS tahun 2013 “Mechanical City” sebagai direktur publikasi dan dokumentasi. Penulis juga memiliki hobi adventure dan travelling. Selama masa perkuliahan, penulis sangat menyukai bidang ilmu mengenai Otomotif dan Mesin Pembakaran Dalam. Keinginan untuk mengamalkan ilmu yang didapat selama kuliah, mendorong penulis untuk mengambil topik tugas akhir “Pemodelan dan Analisa Antilock Braking System (ABS) pada Military Vehicle Studi Kasus Panser Anoa APC 6X6 ” dibawah bimbingan Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc, Ph.D. Penulis memiliki harapan agar ilmu yang telah didapatkan dapat diamalkan untuk keluarga, lingkungan, bangsa.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Development Of An Active Braking System For A Go Kart.

Development Of An Active Braking System For A Go Kart.

This chapter elaborates the literature review based on research journals regarding the Electromechanical Brake System (EMB). The electromechanical brake system reviews were inclusive of design of the brake itself which consists of the components being used, types of actuators and mechanism, and types of motor. Besides, mathematical system modeling and physics of the electromechanical brake are compared were summarized. Not only that, algorithm and logic of the electromechanical brake controller from each of the system found in the research journals were explained. Lastly, system performance of the electromechanical brake system from certain analysis aspects was shown, where results were obtained from either simulations, actual tests or both.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...