ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff )

Top PDF ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff ):

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum Pictum (L) Griff ) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ” adalah benar -benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli;

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli;

Data kemudian dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov Smirnov dan didapatkan distribusi data yang tidak normal sehingga dilanjutkan uji Kruskal Wallis. Dari hasil uji Kruskal Wallis didapatkan hasil p<0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa paling tidak terdapat perbedaan bermakna pada dua kelompok perlakuan, sedangkan melalui uji Mann Whitney terdapat perbedaan secara bermakna aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan bakteri E. coli kecuali konsentrasi 0,94 µg/ml terhadap konsentrasi 0,47 µ g/ml. Konsentrasi 0,23 µ g/ml terhadap konsentrasi 0,12 µ g/ml, 0,06 µ g/ml dan 0,03 µg/ml. Konsentrasi 0,12 µ g/ml terhadap konsentrasi 0,06 µ g/ml dan 0,03 µg/ml. Konsentrasi 0,06 µg/ml terhadap 0,03 µg/ml.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum Pictum (L) Griff ) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ” adalah benar -benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Wungu (Graptophyllum Pictum (L) Griff ) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ” adalah benar -benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH PERAJANGAN DAUN dan RANTING TANAMAN GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) SETELAH DIREBUS TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU GAMBIR.

PENGARUH PERAJANGAN DAUN dan RANTING TANAMAN GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) SETELAH DIREBUS TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU GAMBIR.

Gambir adalah ekstrak daun dan ranting tanaman Uncaria gambir (Hunter) Roxb yang dikeringkan. Gambir mempunyai nilai komersil yang tinggi. Indonesia merupakan pemasok utama gambir dunia dan lebih dari 80% produksi gambir Indonesia berasal dari daerah Sumatera Barat. Kabupaten Lima puluh Kota dan kabupaten Pesisir Selatan merupakan sentral penghasil gambir (Nazir, 2000). Gambir diekspor ke berbagai negara, diantaranya; Bangladesh, India, Pakistan, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Perancis dan Swiss, yang permintaan ekspornya terus meningkat sepanjang tahun (Denian, 2000).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile.) serta Uji Aktivitas Antibakteri

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile.) serta Uji Aktivitas Antibakteri

Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile.) suku Asteraceae banyak tumbuh di benua Afrika bagian barat terutama di Nigeria (Ibrahim, et al., 2004). Di Cina daun Afrika telah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat sebagai tanaman obat yang sangat mujarab yang digunakan di lingkungan kekaisaran sebagai obat untuk berbagai penyakit. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan nama daun pahit dan di Padang dikenal dengan nama daun insulin. Tanaman ini mudah tumbuh pada daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi (Anonim, 2010).

6 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DAN FRAKSI- Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Dan Fraksifraksinya Terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten Dan Streptococcu

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DAN FRAKSI- Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Dan Fraksifraksinya Terhadap Staphylococcus Aureus Multiresisten Dan Streptococcu

Daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacg.) telah diteliti memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelapa sawit dan fraksi-fraksinya terhadap Staphylococcus aureus multiresisten dan Streptococcus pyogenes serta profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) kandungan senyawa didalam ekstrak dan fraksi. Daun kelapa sawit diekstraksi dengan menggunakan etanol 96% hingga diperoleh ekstrak etanol kental. Ekstrak dilarutkan dengan etanol:air (1:1) v/v kemudian difraksinasi dengan partisi cair-cair menggunakan n-heksan, kloroform dan etil asetat. Ekstrak etanol dan fraksi-fraksinya diuji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode Kirby Bauer dengan parameter diameter zona hambat. Kandungan senyawa dideteksi dengan KLT. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etanol-air dan fraksi etil asetat mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus multiresisten tetapi tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Diameter zona hambat fraksi etanol-air lebih kecil jika dibandingkan fraksi etil asetat. Diameter zona hambat terendah dihasilkan fraksi etanol-air dengan konsentrasi 2,25 mg/disk (7,27±0,05 mm) sedangkan untuk fraksi etil asetat dengan konsentrasi 1,5 mg/disk (7,0±0,0 mm). Berdasarkan hasil KLT fraksi etil asetat mengandung senyawa tanin, alkaloid dan flavonoid, sedangkan fraksi etanol-air mengandung senyawa alkaloid dan tanin.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Anggur (Vitis vinifera L.) dan Fraksi-Fraksinya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.

BAB 1 PENDAHULUAN Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Anggur (Vitis vinifera L.) dan Fraksi-Fraksinya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.

Tanaman anggur merupakan tanaman tradisional yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tersebut, karena memiliki kandungan senyawa seperti resveratrol, hidroksitirosol, kuersetin, dan asam fenolat (Papadopoulou et al., 2004), beberapa katekin, epikatekin (Jayaprakarsha et al., 2003) serta alkaloid terpenoid. Daun anggur menunjukkan aktivitas antimikroba spektrum luas (Oskay &Sari2007) terhadap beberapa bakteri Gram positif dan negatif yang ditunjukkan adanya zona hambat terhadap Alcaligenes faecalis, Bacillus cereus, Enterobacter aerogenes, Bacillus subtilis, Enterobacter aerogenes,Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas pseudoalcaligenes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus subfava (Parekh et al., 2009). Hasil dari penelitian Parekh et al. (2006) secara invitro terhadap ekstrak air dan etanol daun anggur dengan volume 100 µL memiliki aktivitas dengan zona hambat terhadap
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol Daun Ilalang Imperata cylindrica L. terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa Multiresisten.

PENDAHULUAN Aktivitas Antibakteri Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol Daun Ilalang Imperata cylindrica L. terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa Multiresisten.

Berdasarkan penelitian sebelumnya (Ismail et al., 2011) memperoleh hasil uji aktivitas antibakteri yang poten, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, serta adanya penemuan bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik yang telah ada, maka perlu penemuan obat baru yang berasal dari tumbuhan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak air dan ekstrak etanol daun ilalang terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa multiresisten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan secara ilmiah khasiat daun ilalang sebagai antibakteri terhadap bakteri yang sudah resisten.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BENALU JAMBU AIR (Dendrophthoe falcata (L.f.) Ettingsh) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BENALU JAMBU AIR (Dendrophthoe falcata (L.f.) Ettingsh) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus.

Penyarian atau ekstraksi merupakan proses penarikan zat pokok yang diinginkan dari bahan mentah obat dengan menggunakan pelarut yang dipilih dimana zat yang diinginkan larut (Ansel, 2005). Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang telah ditetapkan. Sediaan ekstrak dibuat agar zat berkhasiat dari simplisia mempunyai kadar yang tinggi sehingga memudahkan dalam pengaturan dosis (Ansel, 1989).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Simplisia Daun Tumbuhan Kecapi (Sandoricum Koetjape Merr.) Dalam Sediaan Gel

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Simplisia Daun Tumbuhan Kecapi (Sandoricum Koetjape Merr.) Dalam Sediaan Gel

Ke dalam cawan petri dimasukkan 0,1 ml inokulum, kemudian ditambahkan 20 ml media nutrient agar steril yang telah dicairkan dan ditunggu hingga suhu mencapai 45 o C, dihomogenkan dan dibiarkan sampai media memadat. Setelah itu ditanamkan silinder logam. Selanjutnya masing-masing silinder logam dimasukkan ekstrak etanol sebanyak 0,1 ml dengan berbagai konsentrasi. Kemudian diinkubasi pada suhu 36-37 o C selama 18-24 jam. Selanjutnya diameter daerah hambat di sekitar silinder logam diukur dengan menggunakan jangka sorong. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali (Ditjen POM, 1995).
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) TERHADAP Staphylococcus aureus  Uji Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Esc

UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) TERHADAP Staphylococcus aureus Uji Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Esc

Alhamdulillah, Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Uji Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Escherichia coli ATCC 11229 secara in vitro”.

15 Baca lebih lajut

A NTIBAKTERIE KSTRAKE TANOLS ELADAA

A NTIBAKTERIE KSTRAKE TANOLS ELADAA

yang diuji. Selain dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM), Pada metode ini, pengenceran antibakteri dilakukan untuk memperoleh konsentrasi tertentu yang ditambahkan ke dalam media yang telah dicampurkan dengan suspensi bakteri, untuk selanjutnya dilakukan inkubasi. Pengujian dilakukan dengan cara mengamati ada tidaknya pertumbuhan bakteri melalui perhitungan jumlah koloni. Keunggulan metode ini adalah memungkinkan ditentukannya hasil kuantitatif yang menunjukkan jumlah antibakteri tertentu yang diperlukan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme uji (Jawetz, et al., 1995). Sedangkan metode difusi dengan menggunakan cakram merupakan metode yang paling banyak digunakan. Cakram filter yang mengandung sejumlah antibakteri tertentu, ditanam/ ditempatkan di atas permukaan media padat yang telah diinokulasi pada permukaan dengan organism uji. Setelah diinkubasi, diameter zona hambat di sekitar cakram diukur sebagai ukuran kekuatan inhibisi senyawa antibakteri melawan bakteri uji tertentu. Pada metode ini dikenal adanya dua zona, yaitu zona radikal dan zona irradikal. Zona radikal yaitu suatu daerah disekitar disk atau sumuran yang tidak ditemukan adanya pertumbuhan bakteri. Sedangkan zona irradikal adalah suatu daerah di sekitar disk atau sumuran dimana pertumbuhan bakteri dihambat oleh senyawa uji, tetapi tidak mematikan (Jawetz, et al., 1995).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penggunaan Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Sebagai Penghitam Rambut Dalam Sediaan Pewarna Rambut

Penggunaan Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Sebagai Penghitam Rambut Dalam Sediaan Pewarna Rambut

Maradona, D. (2013). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Durian (Durio zibhetinus L.), Daun Lengkeng ( Dinocarpus longan Lour.), Daun Rambutan ( Nephelium lappaceum L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Skripsi. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah. Halaman 45.

3 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KANA (Canna coccinea) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus DENGAN VARIASI PENGEKSTRAK.

I. PENDAHULUAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KANA (Canna coccinea) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus DENGAN VARIASI PENGEKSTRAK.

Menurut Peoloengan dkk. (2006), upaya untuk memberikan nilai tambah dari tanaman salah satunya dengan dilakukan penelitian terhadap kandungan kimia serta khasiatnya. Penelitian berupa pengujian fitokimia dan uji aktivitas biologisnya seperti antibiotik sangat perlu dilakukan. Zat antibakteri dimanfaatkan sebagai obat dalam penyembuhan beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Menurut Perry dkk. (2002), antibakteri menghambat sintesis dinding sel bakteri atau mengubah struktur (susunan) dinding sel, kemudian mengganggu fungsi sel membran, dan memengaruhi sintesis protein atau metabolisme asam nukleat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI-FRAKSI DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KELAPA SAWIT (Elaeis  Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi-Fraksi Dari Ekstrak Etanol Daun Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aur

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI-FRAKSI DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KELAPA SAWIT (Elaeis Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi-Fraksi Dari Ekstrak Etanol Daun Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aur

Pada penelitian ini kromatografi lapis tipis digunakan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat didalam ekstrak dan fraksi, dengan deteksi menggunakan beberapa reagen semprot seperti sitroborat untuk mendeteksi adanya flavonoid yang ditandai dengan berfluoresensi pada UV 366 menjadi kuning (Alam, et al., 2012), dragendroff untuk mengetahui adanya alkaloid, yang mana reaksi positif ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi merah coklat (Sindhu, et al., 2010). Liebermann Burchard digunakan untuk mendeteksi adanya saponin, dan deteksi dilakukan pada UV 366, adanya warna merah, pink, ungu menunjukkan terpenoid dan saponin triterpen, sedangkan adanya warna hijau menunjukkan saponin tipe steroid (Farnsworth, et al, 1966), selanjutnya uji saponin dilanjutkan dengan penegasan uji buih, reaksi positif ditandai dengan adanya buih selama 30 detik (Marliana et al., 2005). Sedangkan FeCl 3 digunakan untuk mendeteksi adanya
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN UNGU (Graptophyllum pictum L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN UNGU (Graptophyllum pictum L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun ungu terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Komponen senyawa kimia yang terkandung pada daun ungu (Graptophyllum pictum L.) terdiri dari golongan senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan glikosida. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut, khususnya senyawa tanin dan flavonoid telah diketahui memiliki potensi sebagai senyawa antibakteri. Hasil uji fitokimia membuktikan bahwa ekstrak etanol daun ungu mengandung senyawa alkaloid, tanin (12,53%), flavonoid, alkaloid, steroid dan saponin, sementara ekstrak akuades daun ungu mengandung senyawa tanin, flavonoid dan saponin. Hasil uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) menunjukkan bahwa rata-rata luas zona hambat yang dihasilkan ekstrak etanol daun ungu (1,093 cm 2 ) berbeda nyata dengan rata-rata luas zona hambat yang dihasilkan ekstrak aquades (0,505 cm 2 ) pada taraf kepercayaan 95%. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum ekstrak etanol daun ungu terhadap Staphylococcus aureus sebesar 25 mg/ml, sementara terhadap Pseudomonas aeruginosa sebesar 50 mg/ml.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Dan Ekstrak Etanol Dari Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus Dan Pseudomonas aeruginosa

Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Dan Ekstrak Etanol Dari Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus Dan Pseudomonas aeruginosa

Hasil skrining fitokimia bunga kecombrang menunjukkan adanya senyawa flavanoida, tannin, triterpenoid/steroid dan minyak atsiri. Hasil makroskopik yaitu bunga majemuk, bentuk bongkol, diselubungi daun brakteola berupa selaput tipis warna coklat keunguan, panjang 0,5 cm sampai 2,5 cm, daun mahkota bunga berlekatan di bagian pangkal, benang sari agak melengkung dengan kepala sari bentuk lonjong dan kepala putik bentuk segitiga, tebal. Pemeriksaan mikroskopik penampang melintang bunga tampak epidermis daun mahkota bentuk bundar, parenkim bentuk bundar beberapa mengandung kristal kalsium oksalat, serbuk simplisia bunga kecombrang diperoleh adanya mahkota bunga dengan parenkim dan trakea bentuk spiral, fragmen trakea, kristal oksalat dan serabut skelrenkim. Penetapan kadar air 3,331%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri pada konsentrasi 12,5% memberikan daerah hambat yang efektif terhadap bakteri Staphyococcus epidermidis sebesar 17,2 mm, sementara terhadap Staphyococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa memberikan daerah hambat yang efektif pada konsentrasi 25% berturut-turut sebesar 15,5 mm dan 21,2 mm, untuk ekstrak etanol, memberikan daerah hambat yang efektif terhadap bakteri Staphyococcus aureus pada konsentrasi sebesar 70 mg/ml sebesar 14,0 mm, sementara terhadap Staphyococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa memberikan daerah hambat yang efektif pada konsentrasi 90 mg/ml berturut-turut sebesar 14,3 mm dan 14 mm.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae COVER

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae COVER

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kersen ( Muntingia ca labura L.) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumonia e adalah hasil penelitian saya sendiri dan tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar apapun di suatu perguruan tinggi, serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

15 Baca lebih lajut

Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina) sebagai bahan Alternatif medikamen saluran akar terhadap Streptococcus mutan (in vitro)

Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina) sebagai bahan Alternatif medikamen saluran akar terhadap Streptococcus mutan (in vitro)

Daya antibakteri ekstrak etanol daun Afrika Vernoniaa amygdalina terhadap bakteri fusobacterium nucleatum sebagai bahan alternatif medikamen saluran akar in vitro.. Daya antibakteri eks[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects