archaebacteria dan eubacteria

Top PDF archaebacteria dan eubacteria:

EFEKTIVITAS MODEL MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DI SMA

EFEKTIVITAS MODEL MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DI SMA

Pernyataan diatas dibuktikan dengan hasil nilai ulangan harian siswa kelas X tahun ajaran 2014/2015, dimana materi Archaebacteria dan Eubacteria memiliki nilai rata-rata ulangan yaitu 70,08. Rata-rata nilai ulangan untuk materi Archaebacteria dan Eubacteria tersebut belum mencapai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 75. Kesulitan siswa dalam memahami materi Archaebacteria dan Eubacteria disebabkan oleh beberapa hal, yaitu model pembelajaran yang sering digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi Archaebacteria dan Eubacteria adalah pembelajaran konvensional dengan metode ceramah berbantuan powerpoint dan diskusi menggunakan LKS. Dalam melakukan diskusi kelompok hanya beberapa siswa yang aktif dalam mengerjakan tugas LKS yang diberikan oleh guru, sedangkan siswa yang lainnya hanya bergantung kepada teman sekelompoknya, sehingga siswa yang tidak terlibat dalam mengerjakan LKS tidak dapat menjawab pertanyaan saat diberikan evaluasi oleh guru. Dalam pemilihan anggota kelompok diskusi, guru menyerahkannya kepada siswa. Pemilihan kelompok seperti ini kurang heterogen, artinya kelompok yang dibentuk tidak berasal dari campuran kemampuan siswa,
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA SERTA PENERAPANNYA PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MASYARAKAT Popo Musthofa Kamil

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA SERTA PENERAPANNYA PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MASYARAKAT Popo Musthofa Kamil

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran sains teknologi masyarakat terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi archaebacteria dan eubacteria serta penerapannya pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat. Penelitian dimulai pada bulan Oktober 2017 sampai Oktober 2018 di SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya sebanyak 6 kelas, dengan jumlah peserta didik sebanyak 192 orang. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yang diambil secara cluster random yaitu kelas X MIPA 1 dan kelas X MIPA 2. Instrumen penelitian adalah tes keterampilan berpikir kritis pada materi Archaebacteria dan Eubacteria. Tes ini berupa tes uraian sebanyak 18 soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikan (α) = 5 %. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data dan pengujian hipotesis, menunjukkan terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria di Kelas X SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan pada Masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui pengolahan laktosa menjadi asam laktat dengan bantuan Lactobacillus bulgariscus dan pengolahan Nata de Coco dengan bantuan Acetobacter xylinum.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Praktikum Pembuatan Tekult pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk Pencapaian Ketrampilan Proses Sains

Penerapan Metode Praktikum Pembuatan Tekult pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk Pencapaian Ketrampilan Proses Sains

Guru menyatakan bahwa pembelajaran dengan praktikum pembuatan tekult tepat untuk diterapkan pada materi Archaebacteria dan Eubacteria karena pembuatan tekult memanfaatkan peranan kelompok Eubacteria, yaitu Lactobacillus casei Shirota strain. Praktikum pembuatan tekult dapat menarik minat belajar siswa karena pada umumnya siswa belum pernah melakukan praktikum tersebut, sehingga sangat menarik minat siswa. Praktikum pembuatan tekult dapat membantu siswa memahami manfaat bakteri khususnya Lactobacillus casei strain Shirota dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan melakukan praktikum tersebut dan mengamati secara langsung akan tertanam dalam benak siswa, ternyata susu bisa mengalami fermentasi dan berubah menjadi asam.
Baca lebih lanjut

193 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Ketika di lingkungan sekolah siswa secara aktif mengumpulkan banyak ilmu baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang non akademik. Biologi adalah salah satu mata pelajaran yang termasuk ilmu dalam bidang akademik. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) baik program regular maupun program IPA juga mempelajari Biologi. Biologi sendiri merupakan salah satu ilmu dasar yang ikut menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hasil observasi di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, mata pelajaran Biologi yang hakikatnya merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) dianggap oleh para peserta didik sebagai salah satu pelajaran yang susah dimengarti, terlebih bagi para peserta didik yang duduk di bangku kelas X. Materi Archaebacteria dan Eubacteria dalam mata pelajaran Biologi yang dipelajari oleh para peserta didik di semester 1 termasuk materi yang sulit, terlebih dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tinggi yaitu 75. Data hasil belajar siswa kelas X-2 tahun ajaran 2012/2013 pada materi Archaebacteria dan Eubacteria dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini:
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Ketika di lingkungan sekolah siswa secara aktif mengumpulkan banyak ilmu baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang non akademik. Biologi adalah salah satu mata pelajaran yang termasuk ilmu dalam bidang akademik. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) baik program regular maupun program IPA juga mempelajari Biologi. Biologi sendiri merupakan salah satu ilmu dasar yang ikut menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hasil observasi di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, mata pelajaran Biologi yang hakikatnya merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) dianggap oleh para peserta didik sebagai salah satu pelajaran yang susah dimengarti, terlebih bagi para peserta didik yang duduk di bangku kelas X. Materi Archaebacteria dan Eubacteria dalam mata pelajaran Biologi yang dipelajari oleh para peserta didik di semester 1 termasuk materi yang sulit, terlebih dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tinggi yaitu 75. Data hasil belajar siswa kelas X-2 tahun ajaran 2012/2013 pada materi Archaebacteria dan Eubacteria dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini:
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Implementasi Student Centered Learning dalam Pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta.

Implementasi Student Centered Learning dalam Pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi Student Centered Learning ditinjau dari penggunaan waktu pada aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta dan (2) implementasi Student Centered Learning ditinjau dari kegiatan pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode observasi.Populasi dalam penelitian ini adalah 6 kelas pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta.Sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria. Teknik pengambilan sampel menggunakan random samplingkarena semua kelas pembelajaran dinilai memiliki karakteristik yang sama. Instrumen dalam penelitian ini adalah alat perekam video dan lembar observasi.Teknik pengumpulan data dengan metode observasi.Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi Student Centered Learning ditinjau dari penggunaan waktu dalam pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta belum terlaksana secara optimal dikarenakan waktu lebih banya digunakan oleh guru daripada siswa, sedangkan implementasi Student Centered Learning ditinjau dari kegiatan pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta terlaksana pada tahap kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup namun belum optimal karena (1) belum dilakukan pada setiap pertemuan, (2) belum sesuai dengan urutan materi, dan (3) belum memaksimalkan metode maupun media pembelajaran yang ada.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA KELAS X.6 SMA ISLAM TERPADU NUR HIDAYAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA KELAS X.6 SMA ISLAM TERPADU NUR HIDAYAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologi yang meliputi lima aspek, yaitu: kemanfaatan fasilitas pembelajaran, kinerja guru dalam kelas, motivasi berprestasi, sikap ilmiah, dan iklim kelas pada materi Archaebacteria dan Eubacteria kelas X.6 SMA Islam Terpadu Nur Hidayah Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat.

17 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI MULTIMEDIA ANIMASI PADA KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA.

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI MULTIMEDIA ANIMASI PADA KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA.

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Multimedia Animasi Pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria ” ini adalah benar -benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

ANALISIS MISKONSEPSI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DALAM BUKU BIOLOGI SMA KELAS X DI KABUPATEN SLEMAN.

ANALISIS MISKONSEPSI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DALAM BUKU BIOLOGI SMA KELAS X DI KABUPATEN SLEMAN.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya miskonsepsi, mengetahui macam kategori miskonsepsi yang ditemukan, dan mengetahui persentase masing-masing kategori miskonsepsi yang ditemukan pada konsep Achaebacteria dan Eubacteria dalam buku teks biologi SMA kelas X di Kabupaten Sleman yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria

Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan kelas X yang berjumal 79 siswa . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian two group pretest posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah tes essay uraian bebas. Analisis data dari kedua kelompok menggunakan uji-t. Hasil yang diperoleh yaitu nilai t-hitung sebesar 2,13 dan nilai t-tabel dengan taraf signifikasi 5% sebesar 1,99, maka t- hitung lebih besar dari nilai t-tabel. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria
Baca lebih lanjut

213 Baca lebih lajut

Profil Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Metode Penugasan Melalui Weblog

Profil Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Metode Penugasan Melalui Weblog

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Sebelum siswa menggunakan weblog peneliti menggunakan pendekatan saintifik ketika proses belajar mengajar disekolah selama tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama ketika disekolah siswa diberikan materi terlebih dahulu mengenai ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria, selanjutnya siswa diberikan tugas untuk melakukan diskusi secara bersama-sama dengan peneliti dirumah yang sudah disepakati bersama. Hasil dari diskusi tersebut, akan diulas kembali pada saat pertemuan kedua,dengan pendekatan saintifik ini peneliti memberikan pengarahan terhadap siswa mengenai reproduksi bakteri, untuk pembelajaran dengan weblog peneliti memberikan tugas soal yang nantinya siswa menjawabnya pada weblognya masing-masing. Pada pertemuan ketiga peneliti memberikan penjelasan mengenai manfaat bakteri dalam kehidupan sehari-hari, dan memberikan tugas untuk membuat artikel kemudian di-upload pada weblog dengan ketentuan waktu dan tanggal yang telah disepakati.
Baca lebih lanjut

209 Baca lebih lajut

Identifikasi Miskonsepsi pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Two-Tier Multiple Choice

Identifikasi Miskonsepsi pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Two-Tier Multiple Choice

Pencapaian ketuntasan belajar berdasarkan konsep belajar tuntas sebesar 75%-90% dari materi yang harus dikuasai oleh siswa. 10 Namun, berdasarkan tabel 4.6 diketahui bahwa rerata pencapaian hasil belajar siswa rendah (masih di bawah 50%). Adapun sub-subkonsep yang mencapai 60% adalah subkonsep pengelompokan Archaebacteria dan peranan bakteri dalam kehidupan. Namun, ternyata persentase pemahaman tersebut tidak juga menunjukkan pemahaman yang baik karena didominasi oleh pemahaman yang miskonsepsi (tabel 4.2). Sebagian besar siswa memahami konsep secara tidak utuh. Mereka mungkin mampu menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh guru, tetapi tidak bisa menjelaskan alasan yang melatarbelakangi pemilihan jawaban tersebut. Rendahnya pemahaman siswa yang terungkap dari hasil belajar melalui tes diagnostik TTMC menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman konsep yang rendah . 11
Baca lebih lanjut

214 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA - Raden Intan Repository

sehingga peserta didik dapat memehami materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media komik pembelajaran berbasis android pada materi Archaebacteria dan Eubacteria dan untuk mengetahui kelayakannya berdasarkan Ahli materi, Ahli media, Ahli bahasa, Guru biologi dan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang disederhanakan dan dibatasi menjadi 7 tahap dari 10 tahapan. Jeniss data diperoleh melalui angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik pembelajaran berbasis android memiliki kriteria kelayakan yaitu sangat layak, berdasarkan penilaian dari Ahli materi sebesar 89%, Ahli bahasa sebesar 100%, Ahli media sebesar 94%. Media pembelajaran yang dikembangkan memiliki kriteria kelayakan sangat layak oleh guru biologi yaitu dengan persentase sebesar 87,5%. Peserta didik menilai produk yang dikembangkan yakni sangat menarik dengan persentase sebesar 88%. Simpulan dari penelitian ini adalah media komik pembelajaran berbasis android pada materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk peserta didik sangat layak.
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

ANALISIS KELAYAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BIOLOGI SMA PADA MATERI VIRUS, MONERA, DAN FUNGI.

ANALISIS KELAYAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BIOLOGI SMA PADA MATERI VIRUS, MONERA, DAN FUNGI.

Konsep Virus merupakan salah satu konsep yang memiliki karakteristik materi yang abstrak, seperti ciri-ciri virus, struktur virus, proses daur litik, daur dan daur lisogenik. Penelitian mengenai konsep Virus pun jarang dilakukan, hal ini disebabkan salah satunya karena materi Virus ini terdapat pada semester satu sedangkan penelitian akhir sering dilaksanakan pada semester dua. Proses reproduksi pada Virus pun sulit diamati dan Virus pun tidak mungkin untuk dihadirkan di dalam kelas karena sangat berbahaya dan mikroskopis. Konsep Monera pun merupakan konsep yang abstrak dan memerlukan gambar dari spesimen, baik berupa bakteri maupun gangang hijau-biru. Sehingga, media visual dibutuhkan untuk menjelaskan konsep Monera ini. Contoh sub materi Monera yang bersifat abstrak, diantaranya struktur bakteri, ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria, macam-macam bentuk bakteri, dan reproduksi pada bakteri. Selain itu terdapat beberapa sub materi pada Fungi yang kongkrit dan abstrak sehingga diperlukan penjelasan dan model berupa gambar untuk memberikan penjelasan, contohnya mengenai bentuk, struktur Fungi dan perkembangbiakkan Fungi. Konsep Virus, Monera, dan Fungi merupakan konsep yang paling banyak dijadikan sebagai materi yang dibuat dalam bentuk gambar, animasi maupun audio visual oleh para desainer media pembelajaran. Sehingga berdasarkan alasan tersebut muncullah banyak multimedia interaktif yang dirancang untuk memvisualisasikan materi tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ruang l

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ruang l

Objek Biologi, Objek biologi meliputi seluruh makhluk hidup. Pada awalnya Biologi memiliki 3 ragam objek berupa kerajaan (kingdom), yaitu Plantae (dunia tumbuhan),Animalia (dunia hewan), dan protista. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ragam objek biologi juga terus berkembang. Klasifikasi makhluk hidup yang semula dibagi 3 kingdom semenjak akhir abad ke-19 ragam objek Biologi berkambang menjadi 5 kingdom, yaitu Plantae, animalia,protista,dan fungi. dalam perkembangan terakhir dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kingdom, yaitu Plantae, Animalia, Protista, Fungi, Eubacteria, Archaebacteria
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) BERBANTUAN VIDEO TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) BERBANTUAN VIDEO TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

Validitas instrumen penting untuk dilakukan guna untuk menjamin keabsahan dan ketepatan alat evaluasi yang akan digunakan. Soal pretest diujikan terlebih dahulu kepada kelas XI yang telah menerima materi archaebacteria dan eubacteria pada tahun sebelumnya. Tahap selanjutnya adalah pengujian kelayakan soal pretest dengan menggunakan aplikasi ANATES soal pilihan ganda untuk menguji kelayakan 30 item soal dari 60 item soal yang diujikan dengan 5 alternatif jawaban. Item soal yang mempunyai realibilitas dan validitas yang lebih baik akan digunakan serta jika tidak memiliki realibilitas dan validitas yang baik akan dibuang. dengan syarat setiap indikator materi pembelajaran terwakili oleh setiap item soal minimal 1 butir soal. 30 soal yang telah dipilih kemudian divalidasi oleh validator ahli untuk memperbaiki beberapa kesalahan pada item soal.Pengambilan data pretest dilakukan sebelum proses kegiatan belajar materi archaebacteria dan eubacteria dimulai. Pretest untuk kelas pembanding dan perlakuan menggunakan soal yang sama, yaitu soal test kreativitas pilihan ganda berjumlah 30 butir soal dengan 5 pilihan jawaban serta dikerjakan dalam waktu 60 menit. Jumlah siswa pada kelas pembanding dan perlakuan masing-masing adalah 40 siswa dan semua siswa ikut serta dalam pengerjaan soal pretest.
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

Developing the archaebacteria and eubacteria web-based learning media for high school students

Developing the archaebacteria and eubacteria web-based learning media for high school students

Various benefits from the utilization of web- based learning media have been reported by some previous researches, such as could improve students’ motivation and learning outcomes, improving critical thinking (Wahyuni & Muttaqin, 2018), satisfaction in the learning process, and better retention in the learning topic (Saini, Abdul, & Purohit, 2014). However, the development of web-based media on Archaebacteria and Eubacteria topic is still hard to find in Indonesia. In fact, some of the previously mentioned research (Saini et al., 2014; Wahyuni & Muttaqin, 2018) are research that conducted not on biological subjects.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB 4 Archaebacteria dan Eubacteria

BAB 4 Archaebacteria dan Eubacteria

Para ahli mengajukan hipotesis bahwa Archaebacteria merupakan sel-sel paling awal (kuno) yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan organisme eukariotik (memiliki membran inti sel). Eubacteria  berasal dari bahasa Yunani, eu, yang artinya sejati. Eubacteria meliputi sebagian besar organisme prokariotik yang dapat hidup di manapun (kosmopolit).

49 Baca lebih lajut

Eubacteria dan Archaebacteria

Eubacteria dan Archaebacteria

Berdasarkan klasifikasi sistem 5 kingdom, kingdom terdiri atas: Monera, Protista, Fungi, animalia, dan plantae. Kingdom Monera merupakan organisme uniseluler prokaryot yang berukuran sangat renik. Pada klasifikasi sistem 6 kingdom yang dipelopori oleh Carl Woese, monera dipisahkan lagi menjadi 2 kingdom yaitu kingdom Eubacteria dan Archaebacteria. Yang akan dibahas sekarang adalah Eubacteria (bakteri sejati) dan Archaebacteria.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...