archaebacteria dan eubacteria

Top PDF archaebacteria dan eubacteria:

Penerapan Metode Praktikum Pembuatan Tekult pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk Pencapaian Ketrampilan Proses Sains

Penerapan Metode Praktikum Pembuatan Tekult pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk Pencapaian Ketrampilan Proses Sains

Karakteristik dari belajar biologi yaitu berupaya untuk mengenal mahluk hidup dan proses kehidupannya di lingkungan, sehingga memerlukan pendekatan dan metode yang memberi ciri dan dasar kerja dalam pengembangan konsep. Pendekatan ketrampilan proses yang digunakan menekankan pada gaya dalam menyampaikan materi yang meliputi sifat, cakupan, dan prosedur kegiatan yang eksploratif, sehingga memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Sejauh ini pelaksanaan pembelajaran Biologi masih didominasi oleh kondisi kelas yang berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan karena ceramah masih menjadi pilihan utama guru dalam mengajar sehingga ketrampilan proses sains siswa tidak tercapai. Ketrampilan proses sains pada proses pembelajaran perlu diterapkan, oleh karena itu dipilih penerapan metode praktikum pembuatan tekult pada materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk pencapaian ketrampilan proses sains siswa.
Baca lebih lanjut

193 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA KELAS X.6 SMA ISLAM TERPADU NUR HIDAYAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA KELAS X.6 SMA ISLAM TERPADU NUR HIDAYAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

Hasil dari penelitian menunjukan bahwa berdasarkan triangulasi, rata- rata aspek kualitas pembelajaran yaitu: kemanfaatan fasilitas pembelajaran meningkat, kinerja guru dalam kelas ketika prasiklus masih rendah yaitu 60% sementara pada siklus I dan siklus II sudah sangat baik yaitu 86,67% dan 93,33%; motivasi berprestasi siswa ketika prasiklus masih rendah yaitu 67,11% sementara pada siklus I dan siklus II sudah baik yaitu 73,61% dan 78,86%; sikap ilmiah siswa ketika prasiklus masih sangat rendah yaitu 57,85% sedangkan pada siklus I sudah baik yaitu 73,40%, dan pada siklus II menjadi sangat baik yaitu 80,81%; dan iklim kelas ketika prasiklus masih rendah yaitu 69,41% sedangkan pada siklus I sudah baik yaitu 74,61%, dan pada siklus II meningkat menjadi sangat baik yaitu 84,22%. Siklus dihentikan pada siklus II karena target penelitian sudah tercapai yakni rata-rata capaian masing- masing aspek ≥ 75% . Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi yang meliputi aspek kemanfaatan fasilitas pembelajaran, kinerja guru dalam kelas, motivasi berprestasi, sikap ilmiah, dan iklim kelas pada materi Archaebacteria dan Eubacteria kelas X. 6 SMA Islam Terpadu Nur Hidayah tahun pelajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DI SMA

EFEKTIVITAS MODEL MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DI SMA

5 Prosedur penelitian dalam penelitian inti terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap akhir. Tahap persiapan: (1) Melakukan pra- riset di SMA Mujahidin Pontianak yang meliputi wawancara dengan guru Biologi Kelas X untuk mendapatkan informasi tentang metode yang digunakan guru pada saat mengajar dan data hasil belajar siswa kelas X tahun pelajaran 2014/2015. (2) Menyusun instrumen penelitian yang meliputi RPP, LKS dan soal tes berupa multiple choice. (3) Memvalidasi perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. (4) Melakukan uji coba soal tes yang telah divalidasi (5) Menganalisis hasil uji coba tes untuk mengetahui reliabilitas instrumen penelitian (6) Menentukan jadwal penelitian yang disesuaikan dengan jadwal pelajaran biologi di sekolah. Tahap pelaksanaan: (1) Memberikan soal pre-test di kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 untuk menentukan skor awal siswa. (2) Menganalisis data hasil pre-test kelas eksperimen dan kontrol berdasarkan uji prasyarat yaitu uji normalitas, dilanjutkan dengan uji U Mann-Whitney. (3) Memberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada kelas eksperimen (X MIPA 2) dan menerapkan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol (X MIPA 1). (4) Memberikan tes akhir (post-test) jika seluruh materi Archaebacteria dan Eubacteria telah disampaikan kepada siswa. (5) Menganalisis data hasil post-test berdasarkan uji normalitas, dilanjutkan dengan uji U Mann- Whitney. (6) Menghitung nilai Effect size untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap hasil belajar siswa pada materi Archaebacteria dan Eubacteria. Tahap akhir: Penulisan laporan hasil penelitian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA - Raden Intan Repository

sehingga peserta didik dapat memehami materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media komik pembelajaran berbasis android pada materi Archaebacteria dan Eubacteria dan untuk mengetahui kelayakannya berdasarkan Ahli materi, Ahli media, Ahli bahasa, Guru biologi dan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang disederhanakan dan dibatasi menjadi 7 tahap dari 10 tahapan. Jeniss data diperoleh melalui angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik pembelajaran berbasis android memiliki kriteria kelayakan yaitu sangat layak, berdasarkan penilaian dari Ahli materi sebesar 89%, Ahli bahasa sebesar 100%, Ahli media sebesar 94%. Media pembelajaran yang dikembangkan memiliki kriteria kelayakan sangat layak oleh guru biologi yaitu dengan persentase sebesar 87,5%. Peserta didik menilai produk yang dikembangkan yakni sangat menarik dengan persentase sebesar 88%. Simpulan dari penelitian ini adalah media komik pembelajaran berbasis android pada materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk peserta didik sangat layak.
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

BAB 4 Archaebacteria dan Eubacteria

BAB 4 Archaebacteria dan Eubacteria

Para ahli mengajukan hipotesis bahwa Archaebacteria merupakan sel-sel paling awal (kuno) yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan organisme eukariotik (memiliki membran inti sel). Eubacteria  berasal dari bahasa Yunani, eu, yang artinya sejati. Eubacteria meliputi sebagian besar organisme prokariotik yang dapat hidup di manapun (kosmopolit).

49 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) BERBANTUAN VIDEO TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) BERBANTUAN VIDEO TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

Skor keterlaksanaan model pembelajaran berbasis proyek mencapai 89.306%. Keberhasilan implementasi model tersebut mempengaruhi kemampuan siswa dalam memaknai materi archaebacteria dan eubacteria serta mampu memberikan dampak positif terhadap kreativitas siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan skor kreativitas. Pengaruh implementasi pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa lebih baik daripada pembelajaran yang biasa diterima oleh siswa (Yunianta et al 2012).Data tersebut juga didukung dengan hasil analisis aplikasi SPSS versi 16.0 menggunakan uji regresi sederhana yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek berbantuan video terhadap kreativitas belajar siswa. Kreativitas mampu dilatih keberadaannya dengan proses berpikir kritis maupun pemikiran tingkat tinggi. Proses pemecahan masalah secara kreatif diawali dengan fase peningkatan antisipasi. Fase kedua yaitu proses mempertemukan atau mempertandingkan dan menggali harapan-harapan yang diinginkan dan yang tidak diinginkan yang ditandai adanya proses diagnostik di dalam otak dalam mengintegrasikan berbagai informasi, mengecek kembali, mengelaborasi dan memilah informasi, dengan demikian terjadi proses konvergen dan divergen. Fase terakhir ditandai adanya kemampuan untuk melampaui hambatan (Torrance. 1979: 241-246). Penguasaan kemampuan berpikir divergen pada siswa akan menjadikannya mampu mengambil keputusan sebagai bentuk berpikir konvergen (Collette & Chiappetta 1994:142-150).
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria

Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan kelas X yang berjumal 79 siswa . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian two group pretest posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah tes essay uraian bebas. Analisis data dari kedua kelompok menggunakan uji-t. Hasil yang diperoleh yaitu nilai t-hitung sebesar 2,13 dan nilai t-tabel dengan taraf signifikasi 5% sebesar 1,99, maka t- hitung lebih besar dari nilai t-tabel. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria
Baca lebih lanjut

213 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Ketika di lingkungan sekolah siswa secara aktif mengumpulkan banyak ilmu baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang non akademik. Biologi adalah salah satu mata pelajaran yang termasuk ilmu dalam bidang akademik. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) baik program regular maupun program IPA juga mempelajari Biologi. Biologi sendiri merupakan salah satu ilmu dasar yang ikut menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hasil observasi di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, mata pelajaran Biologi yang hakikatnya merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) dianggap oleh para peserta didik sebagai salah satu pelajaran yang susah dimengarti, terlebih bagi para peserta didik yang duduk di bangku kelas X. Materi Archaebacteria dan Eubacteria dalam mata pelajaran Biologi yang dipelajari oleh para peserta didik di semester 1 termasuk materi yang sulit, terlebih dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tinggi yaitu 75. Data hasil belajar siswa kelas X-2 tahun ajaran 2012/2013 pada materi Archaebacteria dan Eubacteria dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini:
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Ketika di lingkungan sekolah siswa secara aktif mengumpulkan banyak ilmu baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang non akademik. Biologi adalah salah satu mata pelajaran yang termasuk ilmu dalam bidang akademik. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) baik program regular maupun program IPA juga mempelajari Biologi. Biologi sendiri merupakan salah satu ilmu dasar yang ikut menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hasil observasi di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, mata pelajaran Biologi yang hakikatnya merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) dianggap oleh para peserta didik sebagai salah satu pelajaran yang susah dimengarti, terlebih bagi para peserta didik yang duduk di bangku kelas X. Materi Archaebacteria dan Eubacteria dalam mata pelajaran Biologi yang dipelajari oleh para peserta didik di semester 1 termasuk materi yang sulit, terlebih dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tinggi yaitu 75. Data hasil belajar siswa kelas X-2 tahun ajaran 2012/2013 pada materi Archaebacteria dan Eubacteria dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini:
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA SERTA PENERAPANNYA PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MASYARAKAT Popo Musthofa Kamil

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA SERTA PENERAPANNYA PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MASYARAKAT Popo Musthofa Kamil

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran sains teknologi masyarakat terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi archaebacteria dan eubacteria serta penerapannya pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat. Penelitian dimulai pada bulan Oktober 2017 sampai Oktober 2018 di SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya sebanyak 6 kelas, dengan jumlah peserta didik sebanyak 192 orang. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yang diambil secara cluster random yaitu kelas X MIPA 1 dan kelas X MIPA 2. Instrumen penelitian adalah tes keterampilan berpikir kritis pada materi Archaebacteria dan Eubacteria. Tes ini berupa tes uraian sebanyak 18 soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikan (α) = 5 %. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data dan pengujian hipotesis, menunjukkan terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria di Kelas X SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan pada Masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui pengolahan laktosa menjadi asam laktat dengan bantuan Lactobacillus bulgariscus dan pengolahan Nata de Coco dengan bantuan Acetobacter xylinum.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI MULTIMEDIA ANIMASI PADA KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA.

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI MULTIMEDIA ANIMASI PADA KONSEP ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA.

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ Upaya Peningkatan Hasil Belajar dan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Multimedia Animasi Pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria ” ini adalah benar -benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Identifikasi Miskonsepsi pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Two-Tier Multiple Choice

Identifikasi Miskonsepsi pada Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Two-Tier Multiple Choice

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria menggunakan two-tier multiple choice. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-IPA-4 di SMAN 26 Jakarta pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 35 orang siswa. Data tes diagnostik dikumpulkan menggunakan two-tier multiple choice untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa ke dalam paham konsep, miskonsepsi, tidak paham dan menebak (4 kategori). Pada kategori miskonsepsi didapatkan urutan sub-sub konsep dengan miskonsepsi tertinggi hingga terendah adalah: cara bakteri mendapatkan nutrisi (51.43%), reproduksi bakteri (48.57%), pengelompokan Archaebacteria (41.43%), Pengelompokan Eubacteria (34.28%), peranan bakteri dalam kehidupan (19.99%), ciri-ciri Eubacteria (19.28%), dan ciri-ciri Archaebacteria (2.86%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 31.12% siswa mengalami miskonsepsi pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria sedangkan sisa persentase kategori lainnya didominasi oleh kategori menebak.
Baca lebih lanjut

214 Baca lebih lajut

Bab 3 Archaebacteria dan Eubacteria

Bab 3 Archaebacteria dan Eubacteria

Karakteristik Archaebacteria Eubacteria Nukleus Prokariota Prokariota Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan mengandung peptidoglikan Lipid membran beberapa hidrokarbon bercaban[r]

26 Baca lebih lajut

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes SECARA In Vitro (Sebagai Alternatif Bahan Pengayaan Pada Sub Konsep Archaebacteria dan Eubacteria SMA Kelas X Semester Ganjil) SKRIPSI

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes SECARA In Vitro (Sebagai Alternatif Bahan Pengayaan Pada Sub Konsep Archaebacteria dan Eubacteria SMA Kelas X Semester Ganjil) SKRIPSI

Berkaitan dengan aplikasi dalam pendidikan adalah sebagai salah satu bahan ajar pada mata pelajaran biologi yang merupakan salah satu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bahan ajar berupa panduan praktikum yang digunakan pada kegiatan praktikum siswa. Kegiatan praktikum sangat penting bagi peserta didik untuk memahami konsep sains. Praktikum adalah kegiatan siswa secara aktif dengan menggunakan keterampilan sosial untuk memahami konsep dan prinsip dalam biologi. Standar kompetensi prinsip-prinsip pengelompokan makhluk di Sekolah Menengah Atas adalah melakukan analisis yang mungkin terjadi serta implikasinya pada pembelajaran ilmu sains melalui percobaan. Oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan yang lebih dalam pembelajaran mendeskripsikan ciri Archaebacteria dan Eubacteria pada SMA kelas X semester ganjil. Penerapan metode ini dapat dilakukan melalui metode praktikum pembelajaran pada sub bab Archaebacteria dan Eubacteria secara langsung.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Pengaruh teknik kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Guided Note Taking (GNT) terhadap hasil belajar siswa pada konsep archaebacteria dan eubacteria: kuasi eksperimen di SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan.

Pengaruh teknik kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Guided Note Taking (GNT) terhadap hasil belajar siswa pada konsep archaebacteria dan eubacteria: kuasi eksperimen di SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan.

This research aims to know the Influence of Cooperative Technique Two Stay Two Stray (TSTS) with Guided Note Taking (GNT) to Students ’ Learning Achievement on Archaebacteria and Eubacteria Concept. This research was conducted at SMAN 1 Kota Tangerang Selatan in 2014/2015. The research methodology was quasi experiment with randomized posttest-only control group design. Samples were the class X MIA 3 and X MIA 4 who were collected by purposive sampling technique. There were 37 students of X MIA 3 as experimental class and 37 students of X MIA 4 as control class that was exercised randomly. The instruments of this research were multiple choice test and non test in the form of student’s observation sheet. Obtained data were analysis by t-test. T-test result of average difference post-test showed that there is a significant difference between learning result of both groups ( 4.18 > 1.997 with degree 5 % as significant). So, it can be stated that implementation of cooperative technique Two Stay Two Stray (TSTS) with Guided Note Taking (GNT) on Archaebacteria and Eubacteria concept affected the learning achievement.
Baca lebih lanjut

243 Baca lebih lajut

Implementasi Student Centered Learning dalam Pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta.

Implementasi Student Centered Learning dalam Pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi Student Centered Learning ditinjau dari penggunaan waktu pada aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta dan (2) implementasi Student Centered Learning ditinjau dari kegiatan pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode observasi.Populasi dalam penelitian ini adalah 6 kelas pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta.Sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria. Teknik pengambilan sampel menggunakan random samplingkarena semua kelas pembelajaran dinilai memiliki karakteristik yang sama. Instrumen dalam penelitian ini adalah alat perekam video dan lembar observasi.Teknik pengumpulan data dengan metode observasi.Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi Student Centered Learning ditinjau dari penggunaan waktu dalam pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta belum terlaksana secara optimal dikarenakan waktu lebih banya digunakan oleh guru daripada siswa, sedangkan implementasi Student Centered Learning ditinjau dari kegiatan pembelajaran Archaebacteria dan Eubacteria di MAN Kotamadya Yogyakarta terlaksana pada tahap kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup namun belum optimal karena (1) belum dilakukan pada setiap pertemuan, (2) belum sesuai dengan urutan materi, dan (3) belum memaksimalkan metode maupun media pembelajaran yang ada.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Profil Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Metode Penugasan Melalui Weblog

Profil Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Konsep Archaebacteria dan Eubacteria Menggunakan Metode Penugasan Melalui Weblog

Aspek-aspek keterampilan berpikir kritis siswa dengan pemanfaatan weblog sebagai media pembelajaran pada konsep Archaebacteria dan Eubacteria dapat tergali dengan baik. Kriteria-kriteria ketercapaian pelaksanaan penerapan sudah dapat dipenuhi. Terdapat banyak kelebihan yang dapat diamati dengan menggunakan weblog ini didalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari besarnya antusiasme guru dan siswa yang tertarik dengan menggunakan blog ini. Akan tetapi, pelaksanaan media pembelajaran weblog ini tidak terlepas dari berbagai kendala dan kekurangan. Penilaian performance berpikir kritis siswa dengan pendekatan saintifik pada tiga metode pembelajaran, maka rata-rata presentase presentase keterampilan berpikir kritis termasuk ke dalam kategori baik. Sehingga media dapat digunakan sebagai media belajar bagi siswa. Sejalan dengan pendapat dari Lambertus menyatakan bahwa melatih keterampilan berpikir kritis dilakukan dengan pemberian soal-soal tidak rutin atau tugas-tugas yang berhubungan dengan dunia nyata dan terkait dengan kehidupan sehari-hari, asalkan penyajian perkembangan kognitif baik. 8
Baca lebih lanjut

209 Baca lebih lajut

ANALISIS MISKONSEPSI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DALAM BUKU BIOLOGI SMA KELAS X DI KABUPATEN SLEMAN.

ANALISIS MISKONSEPSI ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA DALAM BUKU BIOLOGI SMA KELAS X DI KABUPATEN SLEMAN.

Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis isi dengan populasi penelitian berupa seluruh buku teks biologi SMA kelas X yang memuat konsep Archaebacteria dan Eubacteria yang terdapat pada toko buku di Kabupaten Sleman dan disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tiga buku teks biologi SMA kelas X melalui teknik random sampling. Objek penelitian ini adalah konsep-konsep materi Archaebacteria dan Eubacteria. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan lembar analisis miskonsepsi. Analisis miskonsepsi didasarkan pada 5 kategori menurut Hershey dan dilakukan oleh tiga orang panelis. Data yang diperoleh dilakukan uji kehandalan data menggunakan analisis uji kanonik kemudian dianalisis dengan analisis statistika deskriptif menggunakan teknik distribusi frekuensi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Developing the archaebacteria and eubacteria web-based learning media for high school students

Developing the archaebacteria and eubacteria web-based learning media for high school students

Various benefits from the utilization of web- based learning media have been reported by some previous researches, such as could improve students’ motivation and learning outcomes, improving critical thinking (Wahyuni & Muttaqin, 2018), satisfaction in the learning process, and better retention in the learning topic (Saini, Abdul, & Purohit, 2014). However, the development of web-based media on Archaebacteria and Eubacteria topic is still hard to find in Indonesia. In fact, some of the previously mentioned research (Saini et al., 2014; Wahyuni & Muttaqin, 2018) are research that conducted not on biological subjects.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...