Artemia Salina Leach

Top PDF Artemia Salina Leach:

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina  L.) TERHADAP LARVA Artemia  UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

Indonesia kaya akan tumbuh-tumbuhan, yang berdasarkan pengalaman telah dimanfaatkan antara lain untuk obat. Salah satu tumbuhan obat adalah tanaman pacar air (Impatiens balsamina L.). Tanaman pacar air berkhasiat untuk menghentikan perdarahan, meningkatkan fungsi pencernaan, antikanker, melunakkan massa yang keras (tumor), sebagai peluruh haid, dan mempermudah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak kloroform dan etanol dari biji pacar air (Impatiens balsamina L) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode BST (Brine Shrimp Test) dan untuk mengetahui kemungkinan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak tersebut.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

PENDAHULUAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

Brine Shrimp Test (BST) merupakan metode pengujian toksisitas suatu bahan dengan organisme uji berupa nauplius (larva) Artemia salina Leach. Penelitian dengan menggunakan metode BST memiliki beberapa keuntungan diantaranya cepat, mudah, dan biaya yang relatif murah jika dibandingkan dengan metode lain ( Meyer et al., 1982 cit Wahyuni, 2003).

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

PENDAHULUAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

Prinsip suatu tanaman dapat digunakan sebagai antikanker yaitu apabila tanaman tersebut mengandung senyawa yang bersifat sitotoksik. BST ( Brine Shrimp Test ) merupakan salah satu metode untuk skrining terhadap senyawa sitotoksik dengan menggunakan Artemia salina Leach (Meyer, et al., 1982 cit Wahyuni, 2003). Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dalam rangka menemukan senyawa sitotoksik yang diharapkan dalam perkembangan selanjutnya dapat digunakan sebagai obat antikanker.

16 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Buah Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Buah Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Artemia salina Leach adalah hewan uji yang sering digunakan yang biasa disebut brine shrimp Artemia. Hewan ini adalah sejenis udang – udang primitif. Udang ini pertama kali ditemukan oleh seorang Geografer dari Iran pada tahun 982 di Danau Urnia, lalu oleh Schlosser pada tahun 1976. Kemudian pada tahun 1758 diberi nama Cancer salinus oleh Linnaeus,dan yang terakhir 61 tahun berikutnya nama udang tersebut diganti menjadi Artemia salina oleh Leach pada tahun 1819. 23 Artemia salina Leach hidup sebagai plankton di perairan dengan kadar garam yang tinggi sekitar 15-300 per mil. Suhu sekitar 25-30° C, lalu kadar oksigen sekitar 3 mg/L dan hidup pada daerah dengan pH 7,3 – 8,4. Untuk mekanisme pertahanan hidupnya Artemia salina Leach hanya mengandalkan lingkungan sekitar, dimana hewan ini dapat hidup pada kondisi air dengan kadar garam yang tinggi sehingga pemangsanya tidak dapat bertahan hidup pada kondisi tersebut. 24
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

Alhamdulillahirobbil’alamin, sujud syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG ( Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA”. Yang disusun sebagai salah

13 Baca lebih lajut

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina  L.) TERHADAP LARVA Artemia  UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

Indonesia kaya akan tumbuh-tumbuhan, yang berdasarkan pengalaman telah dimanfaatkan antara lain untuk obat. Salah satu tumbuhan obat adalah tanaman pacar air (Impatiens balsamina L.). Tanaman pacar air berkhasiat untuk menghentikan perdarahan, meningkatkan fungsi pencernaan, antikanker, melunakkan massa yang keras (tumor), sebagai peluruh haid, dan mempermudah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak kloroform dan etanol dari biji pacar air (Impatiens balsamina L) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode BST (Brine Shrimp Test) dan untuk mengetahui kemungkinan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak tersebut.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot utilissima Pohl.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL

Daun singkong (Manihot utilissima Pohl.) disari dengan menggunakan pelarut kloroform dan etanol, masing-masing ekstrak diuji toksisitasnya terhadap larva Artemia salina Leach dan setiap ekstrak dibuat uji kontrol negatif, untuk mengoreksi pengaruh pelarut yang digunakan. Seri kadar yang dibuat dari ekstrak kloroform sebesar 300, 450, 680, 1010, 1520 µg/ml dan seri kadar yang dibuat dari ekstrak etanol sebesar 100, 170, 290, 500, 840 µg/ml. Uji kualitatif dengan KLT dilakukan terhadap ekstrak kloroform dan ekstrak etanol. Identifikasi senyawa dilakukan terhadap dua senyawa yaitu flavonoid dan saponin. Fase diam yang digunakan adalah silika gel GF 254 dan fase gerak yang digunakan adalah BAW (4:1:5) v/v dan n-
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Etanol Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica L.) Hasil Maserasi Kinetik dan Refluk terhadap Larva Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Ekstrak Etanol Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica L.) Hasil Maserasi Kinetik dan Refluk terhadap Larva Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian toksisitas ekstrak etanol tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) menggunakan hewan uji larva Artemia salina Leach yang berumur 48 jam dan diberikan perlakuan selama 24 jam. Ekstrak etanol didapat dari hasil maserasi kinetik atau refluks menggunakan pelarut etanol 80%. Sebagai parameter uji digunakan nilai LC 50 yaitu konsentrasi yang dapat

1 Baca lebih lajut

Uji Sitotoksik Fraksi Etilasetat Daun Bangun-Bangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Uji Sitotoksik Fraksi Etilasetat Daun Bangun-Bangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul ’’Uji Sitotoksik Fraksi Etilasetat Daun Bangun-Bangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)”.Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

14 Baca lebih lajut

Kata Kunci: Peronema canesens Jack, Artemia salina Leach, BSLT PENDAHULUAN - View of Bioaktivitas Ekstrak Metanol dan Fraksi n-Heksana Daun Sungkai (Peronema canescens JACK) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach)

Kata Kunci: Peronema canesens Jack, Artemia salina Leach, BSLT PENDAHULUAN - View of Bioaktivitas Ekstrak Metanol dan Fraksi n-Heksana Daun Sungkai (Peronema canescens JACK) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach)

Bioaktivitas daun Sungkai pada ekstrak metanol dan berbagai fraksi berbeda-beda, kemungkinan ini disebabkan oleh kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak yang berbeda sehingga terdapat ekstrak yang memberikan aktivitas lemah dan ada yang memberikan aktivitas yang kuat terhadap bioindikator. Parameter bioaktivitas yaitu nilai LC50. LC50 merupakan konsentrasi ekstrak yang dimana hewan uji diberikan ekstrak dan menyebabkan kematian pada 50% hewan coba. Dalam penelitian ini, LC50 ekstrak daun Sungkai adalah konsentrasi ekstrak daun Sungkai tunggal didalam air laut pada setiap tabung/ uji yang menyebabkan kematian pada 50% larva Artemia salina Leach. Berdasarkan metode BSLT, suatu ekstrak dikatakan aktif jika harga LC50 < 1000 µg/mL. Semakin kecil dari 1000 µg/mL, ekstrak semakin bersifat sitotoksik.Nilai LC50 ekstrak metanol 387,257 µg/mL, hasil tersebut membuktikan bahwa konsentrasi daun Sungkai berpotensi sebagai pestisida alami (LC50 200-400 µg/mL). Nilai LC50 fraksi n-heksana 107,399 µg/mL, hasil tersebut membuktikan bahwa konsentrasi daun Sungkai memiliki potensi sebagai antimikroba (LC50 100-200 µg/mL).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

INTISARI UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

INTISARI UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Brine Shrimp Test. Keuntungannya murah, cepat, sederhana dan tepat untuk penelitian. Brine Shrimp Test adalah salah satu metode skrining untuk menentukan toksisitas suatu sari tumbuhan dan sering digunakan sebagai pengujian dalam mengisolasi senyawa toksik. Metode ini menggunakan hewan uji larva Artemia salina Leach. Prinsip metode ini adalah penyelidikan kegiatan farmakologi dalam ekstrak tumbuhan yang diwujudkan sebagai racun pada larva Artemia salina Leach yang baru ditetaskan. Ekstrak yang diteliti berawal dari tumbuhan yang diuji, ekstrak diperoleh dari penarikan zat pokok yang diinginkan dari bahan mentah obat dengan menggunakan pelarut yang dipilih dimana zat yang diinginkan larut (Meyer et al., 1982 cit Wahyuni 2003).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Uji toksisitas akut ekstrak metanol buah phaleria macrocarpa (scheff) boerl terhadap larva artemia salina leach dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT)

Uji toksisitas akut ekstrak metanol buah phaleria macrocarpa (scheff) boerl terhadap larva artemia salina leach dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT)

Artemia salina Leach adalah hewan uji yang sering digunakan yang biasa disebut brine shrimp Artemia. Hewan ini adalah sejenis udang – udang primitif. Udang ini pertama kali ditemukan oleh seorang Geografer dari Iran pada tahun 982 di Danau Urnia, lalu oleh Schlosser pada tahun 1976. Kemudian pada tahun 1758 diberi nama Cancer salinus oleh Linnaeus,dan yang terakhir 61 tahun berikutnya nama udang tersebut diganti menjadi Artemia salina oleh Leach pada tahun 1819. 23 Artemia salina Leach hidup sebagai plankton di perairan dengan kadar garam yang tinggi sekitar 15-300 per mil. Suhu sekitar 25-30° C, lalu kadar oksigen sekitar 3 mg/L dan hidup pada daerah dengan pH 7,3 – 8,4. Untuk mekanisme pertahanan hidupnya Artemia salina Leach hanya mengandalkan lingkungan sekitar, dimana hewan ini dapat hidup pada kondisi air dengan kadar garam yang tinggi sehingga pemangsanya tidak dapat bertahan hidup pada kondisi tersebut. 24
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

DAFTAR ISI  UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

DAFTAR ISI UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL BIJI PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

Biji Impatiens balsamina L disari dengan alat Soxhlet menggunakan pelarut kloroform dan etanol. Masing-masing ekstrak diuji toksisitasnya terhadap larva Artemia salina Leach dan setiap ekstrak diuji kontrol negatif untuk mengkoreksi pengaruh pelarut yang digunakan. Ekstrak kloroform digunakan kadar 100, 160, 250, 500, 650 µg/ml sedang untuk ekstrak etanol digunakan kadar 100, 170, 290, 500, 840 µg/ml. Kemudian ekstrak kloroform dan ekstrak etanol biji pacar air dianalisis dengan KLT untuk mengetahui kemungkinan senyawa kimia yang terkandung didalamnya. Fase diam yang digunakan adalah silika gel GF 254 . Fase gerak untuk ekstrak kloroform adalah BAW (4:1:5) dan fase gerak
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Toksisitas Bunga Brokoli (Brassica Oleracea L.) Pengeringan Sinar Matahari Tak Langsung dan Freeze Drying terhadap Larva Artemia Salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Bunga Brokoli (Brassica Oleracea L.) Pengeringan Sinar Matahari Tak Langsung dan Freeze Drying terhadap Larva Artemia Salina Leach - Ubaya Repository

Telah dilakukan uji toksisitas ekstrak etanol bunga brokoli (Brassica oleracea L.) dengan Brine Shrimp Lethality Test (BST). Bunga brokoli dikeringkan dengan dua cara yaitu pengeringan sinar matahari tak langsung dan freeze drying. Kandungan senyawa yang terdapat pada bunga brokoli disari degan cara maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 80%. Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan alat rotary evaporator dan diuapkan di water bath sehingga didapat ekstrak etanol. Metode BST menggunakan larva Artemia salina Leach yang berumur 48 jam sebagai hewan uji, yang kemudian diberi perlakuan selama 24 jam dengan larutan ekstrak uji pada konsentrasi 20 µg/ml, 40 µg/ml, 60 µg/ml, 80 µg/ml dan 100 µg/ml. Data kematian larva Artemia salina Leach dicatat dan diolah dengan menggunakan Probit Analysis Program untuk menentukan nilai LC 50 . Bila nilai LC 50 < 1000 µg/ml maka ekstrak tersebut dikatakan toksik
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Kualitas Limbah Batik Pewarna Alami dan Toksisitas Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach

Kualitas Limbah Batik Pewarna Alami dan Toksisitas Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach

Waste water from the process of batik contain different types of organic and inorganic materials. These demonstrated by the high and low values of pH, chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD), content of detergents and wax as well as heavy metals which can degrade the usability of these water. The use of natural colouration theoretically safe because the waste is biologically degradable easily. The purpose of this research is to test the qualityof the natural dye batik waste and toxicity against shrimp larva (Artemia salina Leach), so the waste produced safe for the environment. The waste from the natural coloration is not entirely safe for the environment, because in the process of batik making, some stages are still using chemicals, although relatively small. The natural ingredients has been used were made of bark extract secang wood. Analysis test of the quality of waste and toxicity test of shrimp larvae showed that LC 50 of 1100.19 mg/L and some parameters such as the iron content of 0.5587 mg
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

DAFTAR ISI  UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

DAFTAR ISI UJI TOKSISITAS EKSTRAK KLOROFORM DAN EKSTRAK ETANOL HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.

Tanaman meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki banyak khasiat, antara lain sebagai antihepatotoksik, diuretik, antiradang, antipiretik, dan sebagainya. Dalam masyarakat, tanaman ini juga digunakan sebagai obat antikanker. Oleh karena itu, penelitian ini digunakan sebagai skrining awal untuk mencari senyawa yang berpotensi sebagai antikanker, yaitu dengan menentukan toksisitas dari ekstrak kloroform dan ekstrak etanol herba Phyllanthus niruri L. terhadap larva Artemia salina Leach menggunakan metode BST(Brine Shrimp Test).

8 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) TERHADAP LARVA UDANG Artemia Efek Ekstrak Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga Val.) terhadap Larva Udang Artemia salina Leach. dan Virus Newcastle Disease.

EFEK EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) TERHADAP LARVA UDANG Artemia Efek Ekstrak Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga Val.) terhadap Larva Udang Artemia salina Leach. dan Virus Newcastle Disease.

1. Determinasi Tanaman………………………......... 2. Pengumpulan Bahan…………………................... 3. Penyiapan Bahan dan Pembuatan Serbuk.............. 4. Preparasi Ekstrak………………………………… 5. Pembuatan Air Laut Buatan....................………… 6. Penyiapan Sampel untuk Uji BST……………….. 7. Penetasan Telur Artemia salina Leach ………….. 8. Uji Toksisitas dengan Metode BST……………… 9. Sterilisasi Alat dan Bahan Uji Antiviral................. 10. Pembuatan Larutan Phospat Buffer Saline (PBS). 11. Preparasi Antibiotik.............................................. 12. Perlakuan Telur Ayam Berembrio........................ 13. Persiapan Sampel untuk Uji Antiviral.................. 14. Preparasi Virus dan Ekstrak untuk Uji Antiviral.. 15. Preparasi Eritrosit Ayam....................................... 16. Uji Daya Antiviral.................................................
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Buah Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). 2014

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Buah Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). 2014

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl) merupakan tumbuhan dari famili Thymelaeceae. Tanaman ini mengandung beberapa senyawa aktif sehingga memiliki potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi toksisitas akut ekstrak metanol buah mahkota dewa terhadap larva Artemia salina Leach yang akan ditunjukkan oleh nilai LC 50 dengan menggunakan metode Brine Shrimp

70 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn.) terhadap Artemia Salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn.) terhadap Artemia Salina Leach - Ubaya Repository

Pengobatan kanker yang mahal mendorong para peneliti untuk menemukan pengobatan alternatif dengan menggunakan tanaman obat. Biji buah asam jawa (Tamarindus indica Linn.) diduga dapat menghambat tumor, tetapi belum terdapat bukti ilmiah tentang aktivitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji toksisitas biji buah asam jawa (Tamarindus indica Linn.) terhadap Artemia salina Leach dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) sebagai uji pendahuluan aktivitas antikanker. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 80%. Uji dilakukan dengan menggunakan larva Artemia salina Leach. yang berumur 48 jam dan diberi perlakuan selama 24 jam. Suatu ekstrak atau fraksi ekstrak bahan tanaman dikatakan toksik bila mempunyai nilai LC 50 kurang dari 1000 µg/ml. Data kematian larva setelah diolah dengan mengunakan
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI KELENGKENG (Euphoria longan (Lour.) Steud) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus SERTA TOKSISITASNYA TERHADAP Artemia salina Leach

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI KELENGKENG (Euphoria longan (Lour.) Steud) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus SERTA TOKSISITASNYA TERHADAP Artemia salina Leach

Berdasarkan penelitian sebelumnya daun, batang, dan cabang kelengkeng Euphoria longan (Lour.) Steud) aktif sebagai antibakteri, antioksidan, dan toksik terhadap Artemia salina Leach. Pada kulit dan biji kelengkeng dilaporkan mengandung senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng terhadap E. coli dan S. aureus, menentukan efek toksik terhadap larva udang Artemia salina L., serta memberikan informasi golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng.Penelitian ini didahului dengan optimasi penyari etanol 50%, 70%, dan 95%. Kulit dan biji kelengkeng dimaserasi menggunakan penyari etanol 95% terdestilasi. Ekstrak tersebut digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus serta diuji ketoksikannya terhadap Artemia salina L. (Brine Shrimp Lethality Test). Selanjutnya dilakukan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mengetahui kandungan senyawa dari ekstrak etanol kulit dan biji kelengkeng. Bioautografi dilakukan untuk mengetahui senyawa dalam ekstrak yang bertanggung jawab terhadap kematian bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kelengkeng hingga konsentrasi 4% belum berpotensi terhadap E. coli dan S. aureus, sedangkan pada ekstrak etanol biji kelengkeng memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dengan KBM berturut-turut sebesar 4% dan 2%. Uji ketoksikan ekstrak etanol kulit kelengkeng terhadap Artemia salina L. memberikan nilai LC 50 sebesar 942 µg/mL, sedangkan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 332 documents...