Artocarpus champeden

Top PDF Artocarpus champeden:

OPTIMALISASI CARA PEMERAMAN BUAH CEMPEDAK ( Artocarpus champeden) Optimization of Ripening Technology in Cempedak Fruit (Artocarpus champeden)

OPTIMALISASI CARA PEMERAMAN BUAH CEMPEDAK ( Artocarpus champeden) Optimization of Ripening Technology in Cempedak Fruit (Artocarpus champeden)

Cempedak (Artocarpus champeden), merupakan salah satu jenis tanaman eksotis asli Indonesia. Rasa buahnya sangat manis dan legit, aromanya sangat wangi dan khas. Buah cempedak merupakan buah klimaterik yang tingkat ketuaannya tidak seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknologi pemeraman buah cempedak yang menghasilkan kematangan buah cempedak lebih seragam dan lebih cepat tanpa harus merubah karakter fisik dan kimianya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari sepuluh (10) perlakuan pemeraman dengan dua ulangan. Perlakuan tersebut meliputi kontrol (tanpa perlakuan), pelukaan, karbit pada beberapa dosis 1, 2, 3, dan 4 g/kg buah (C1,C2, C3 dan C4) dan ethrel pada beberapa dosis (1000, 1500, 2000 dan 2500) ppm. Analisis statistik yang dilakukan meliputi analisis univariate dan multivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemeraman dengan karbit dan ethrel dapat mempercepat pematangan buah cempedak lebih cepat 3 hari dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan pelukaan. Semakin tinggi dosis karbit dan ethrel nilai TPT dan kadar air cenderung semakin rendah, sebaliknya nilai vitamin C semakin tinggi dengan semakin tingginya dosis pada hari keempat setelah pemeraman. Perlakuan pemeraman dengan dosis karbit 2 dan 3 g/kg mempunyai kemiripan dengan perlakuan pemeraman ethrel 1500 dan 2000 ppm pada karakter total asam, vitamin C, total padatan terlarut dan kadar air setelah 7 hari pemeraman. Analisis univariate (anova) efektif dalam hal memberikan informasi mengenai perlakuan yang terbaik, sedangkan analisis multivariate (manova dan PCA) efektif dalam mengurangi/mereduksi jumlah variabel dan menentukan kemiripan suatu variabel.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efek pemberian dosis berulang dan dosis tunggal ekstrak kulit batang cempedak (Artocarpus champeden Spreng) pada mencit terinfeksi Plasmodium berghei Repository - UNAIR REPOSITORY

Efek pemberian dosis berulang dan dosis tunggal ekstrak kulit batang cempedak (Artocarpus champeden Spreng) pada mencit terinfeksi Plasmodium berghei Repository - UNAIR REPOSITORY

Abstract: Artocarpus champeden Spreng. (Moraceae) known as “cempedak”, was traditionally used for antimalarial remedies in Indonesia. Study to determine antimalarial activity of ethanol extract of cempedak stembark was carried out. Artocarpus champeden Ethanol Extract (ACEE) was administered twice per day (multiple dose) and once per day (single dose) orally. The study was carried out by modification method of the “4 Days Suppressive Test” originally described by Peter. The result showed that ACEE administered twice per day inhibited parasites growth (ED 0.19 mg/kg BW) higher than once per day (ED 6.0 mg/kg BW) and 10 mg/kg body weight of dose administrated twice per day was more effective than 100 mg/kg body weight once per day.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Model Terapi Kombinasi Ekstrak Etanol 80 Kulit Batang Cempedak ( Artocarpus Champeden Spreng.) dan Artesunat pada Mencit Terinfeksi Parasit Malaria

Model Terapi Kombinasi Ekstrak Etanol 80 Kulit Batang Cempedak ( Artocarpus Champeden Spreng.) dan Artesunat pada Mencit Terinfeksi Parasit Malaria

Abstract: Parasite resistance to antimalarial become a major problem in health. Combination therapy with artemisinine derivates or known with term ACT (Artemisinine-based Combination Therapy) was suggested by WHO as alternative therapy to control the spreading resistance of Plasmodium falciparum. Combination therapy of Cempedak stembark (Artocarpus champeden Spreng.) 80% Ethanolic Extract (ACEE) and Artesunate on Plasmodium berghei infected mice was studied. The study was carried out by oral administration of ACEE and artesunate. Treatment groups were divided in (A) ACEE 100 mg/kg bw daily for three concecutive days; (B) Artesunate 36,4 mg/kg bw daily for three consecutive days; (C) combination of ACEE 100 mg/kg and Artesunate 36,4 mg/kg daily for three concecutive days; (D) combination of ACEE 100 mg/kg daily for three concecutive days and Artesunate 36.4 mg/kg daily at day one; (E) combination of ACEE 100 mg/kg for three concecutive days and Artesunate 36.4 mg/kg daily at day three. The result showed that A, B, C, D, and E inhibit parasite’s growth for 62.6%; 66.8%; 82.3%; 67.8%; 70.2% respectively. It showed that C gives the highest antimalarial activity among all groups. Based on one way Anova, the treatment groups showed statistically significant difference (p=0.00; p<0.05) for inhibiton of parasite growth. The research revealed that combination of ACEE 100 mg/kg and Artesunate 36.4 mg/kg daily for three concecutive days (model C) on P.berghei infected mice is the most potential therapy model.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengujian Antijamur Fraksi Diklorometana Kulit Batang Cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans dan Trichophyton ajelloi - Ubaya Repository

Pengujian Antijamur Fraksi Diklorometana Kulit Batang Cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans dan Trichophyton ajelloi - Ubaya Repository

Telah dilakukan uji antijamur fraksi diklorometana kulit batang cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan Trichophyton ajelloi. Bahan uji kulit batang cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) diekstraksi dengan metode maserasi kinetik dengan menggunakan pelarut n-heksana kemudian residunya diekstraksi menggunakan pelarut diklorometana. Fraksi kering diklorometana yang didapat dilarutkan dalam diklorometana dan diuji daya antijamurnya dengan metode difusi agar menggunakan cylinder cup. Sebagai kontrol positif digunakan Ketokonazol. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan skrining kandungan senyawanya dengan menggunakan cara Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10 bpj, 100 bpj, 1000 bpj, 2000 bpj, dan 4000 bpj tidak mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dan Trichophyton ajelloi. Skrining dengan KLT didapatkan hasil positif untuk flavonoid dan antrakinon.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

FORMULASI DAN OPTIMASI BASIS KRIM TIPE AM DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden Spreng) Septi Anggraini , Nur Mita, Arsyik Ibrahim

FORMULASI DAN OPTIMASI BASIS KRIM TIPE AM DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden Spreng) Septi Anggraini , Nur Mita, Arsyik Ibrahim

Cream is a semisolid preparations containing one or more ingredients are dissolved or dispersed in both the oil in water emulsion type (O / W) or water in oil (W / O). Cempedak leaves (Artocarpus champeden Spreng) has antioxidant activity because it contains about 75% flavonoids from the isolated compounds. The purpose of this research is to get the best formula of cream base with varying concentrations of triethanolamine (0.5%, 1%, 1.5% and 2%) and to determine the antioxidant activity of cempedak leaves against free radicals. Optimization is done by testing the physical stability of the cream base such as the organoleptic, pH, dispersive power, viscosity, emulsion type, the homogeneity and the stability testing of the temperature by using the Freez and Thaw methods. The antioxidant activity determination of ethyl acetate extracts from Cempedak leaves by using DPPH (1,1- Diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The optimization showed the best concentration of cream base is at concentration 2% of Trietanolamin and the IC50 that obtained was 4,275 ppm.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perbandingan gizi tahu dari kedelai (glycine max) dan tahu biji cempedak (artocarpus champeden spreng) - Digital Library IAIN Palangka Raya

Perbandingan gizi tahu dari kedelai (glycine max) dan tahu biji cempedak (artocarpus champeden spreng) - Digital Library IAIN Palangka Raya

Buah cempedak merupakan komonitas tumbuhan endemik kalimantan. Salah satu manfaatnya adalah bijinya dapat dibuat menjadi tahu. Maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian tentang Perbandingan Gizi Tahu Dari Kedelai (Glycine max) Dan Tahu Biji Cempedak (Artocarpus champeden Spreng). Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui perbandingan kadar kandungan gizi (protein, lemak, air, abu dan karbohidrat) tahu biji cempedak dengan tahu biji kedelai dan (2) Untuk mengetahui hasil uji organoleptik tahu dari biji cempedak.

16 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Tumbuhan Cempedak (Artocarpus champeden) oleh Masyarakat Kampung Sabun Distrik Aitinyo Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat | Nauw | Jurnal Ilmu Kehutanan 12631 25070 1 PB

Pemanfaatan Tumbuhan Cempedak (Artocarpus champeden) oleh Masyarakat Kampung Sabun Distrik Aitinyo Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat | Nauw | Jurnal Ilmu Kehutanan 12631 25070 1 PB

Tumbuhan cempedak (Artocarpus champeden) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) potensial di wilayah Maybrat. Jenis HHBK ini dimanfaatkan sebagai salah satu pangan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Maybrat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2014, untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan cempedak (Artocarpus chempeden) bagi masyarakat Kampung Sabun, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur pada 15 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian tumbuhan cempedak yang dimanfaatkan adalah buah dan biji. Pengolahan tumbuhan cempedak terbagi atas 3 bentuk, yaitu: pengolahan pada buah masak, buah muda, dan biji, sedangkan pengolahan biji dibagi dalam 4 bagian, yaitu: proses perebusan dan pengukusan, sangrai, pengisian dalam bambu, dan penyimpanan biji. Upaya konservasi cempedak telah dilakukan secara sederhana melalui penanaman pada areal kebun dan pekarangan rumah masyarakat. Penelitian ini juga memperoleh informasi bahwa pemanfaatan cempedak hanya terbatas untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat saja. Pengolahan komersil belum dikembangkan. Dengan demikian, pengembangan cempedak sebagai alternatif pangan produk HHBK perlu dilakukan dengan mendorong kerjasama lintas sektor baik pertanian dan kehutanan serta pihak terkait di wilayah Maybrat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Ekstrak kasar kayu cempedak (artocarpus champeden (lour.) Spreng.) Dan akar ube-ube (derris elegans benth.) Sebagai pengawet alami nira aren (arenga pinnata (wurmb.) Merr.) - Repository Universitas Bangka Belitung

Ekstrak kasar kayu cempedak (artocarpus champeden (lour.) Spreng.) Dan akar ube-ube (derris elegans benth.) Sebagai pengawet alami nira aren (arenga pinnata (wurmb.) Merr.) - Repository Universitas Bangka Belitung

Alhamdulillah atas berkah dan rahmat Allah SWT. skripsi yang berjudul “Ekstrak Kasar Kayu Cempedak (Artocarpus champeden (Lour.) Spreng.) dan Akar Ube-ube (Derris elegans Benth.) sebagai Pengawet Alami Nira Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)” dapat diselesaikan. Semoga karya ini dapat menjadi amal jariyah.

16 Baca lebih lajut

Ekstrak kasar kayu cempedak (artocarpus champeden (lour.) Spreng.) Dan akar ube-ube (derris elegans benth.) Sebagai pengawet alami nira aren (arenga pinnata (wurmb.) Merr.) - Repository Universitas Bangka Belitung

Ekstrak kasar kayu cempedak (artocarpus champeden (lour.) Spreng.) Dan akar ube-ube (derris elegans benth.) Sebagai pengawet alami nira aren (arenga pinnata (wurmb.) Merr.) - Repository Universitas Bangka Belitung

Naufalin R, Yanto T, Sulistyaningrum A. 2013. Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Pengawet Alami terhadap Mutu Gula Kelapa. J. Teknologi Pertanian 14(3): 165-174. Nauw AJR, Fatem SM, Husodo SB, Sagrim M. 2016. Pemanfaatan Tumbuhan Cempedak (Artocarpus champeden) oleh Masyarakat Kampung Sabun Distrik Aitinyo Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Jurnal Kehutanan 10(1): 46-56. Ningrum A. 2017. Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wulus

7 Baca lebih lajut

Uji Antibakteri Ekstrak n-Heksan Kulit Batang Cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae - Ubaya Repository

Uji Antibakteri Ekstrak n-Heksan Kulit Batang Cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae - Ubaya Repository

Pada penelitian ini dilakukan uji antibakteri ekstrak n-heksan kulit batang cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae. Serbuk kulit batang Artocarpus champeden Spreng diekstraksi secara maserasi kinetik menggunakan pelarut n- heksan, yang bertujuan untuk menarik kandungan senyawa non polar. Ekstrak kental n-heksan yang didapat dilarutkan dalam n-heksan p.a dan diuji daya antibakteri dengan metode difusi agar dengan menggunakan cylinder cup. Daya antibakteri diukur berdasarkan diameter daerah hambatan pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak n-heksan kulit batang Artocarpus champeden Spreng. dengan konsentrasi 1000 bpj, 15.000 bpj, 30.000 bpj, 75.000 bpj, 150.000 bpj, dan 300.000 bpj tidak mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus maupun Shigella dysenteriae. Hasil skrining fitokimia kandungan senyawa secara Kromatografi Lapis Tipis dari ekstrak n-heksan kulit batang Artocarpus champeden Spreng. terdeteksi adanya golongan minyak atsiri.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Eksplorasi Plasma Nutfah Cempedak (Artocarpus champeden) di Pulau Belitung Propinsi Kepualauan Bangka Belitung - Repository Universitas Bangka Belitung

Eksplorasi Plasma Nutfah Cempedak (Artocarpus champeden) di Pulau Belitung Propinsi Kepualauan Bangka Belitung - Repository Universitas Bangka Belitung

Cempedak (Artocarpus champeden) memiliki nilai penting karena berbagai manfaat yang dimiliki. Penelitian ini berfungsi untuk perlindungan plasma nutfah dan sumber daya genetik. Penelitian ini bertujuan identifikasi jenis cempedak di Pulau Belitung. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Belitung mulai bulan Desember 2016 sampai Maret 2017. Karakterisasi aksesi cempedak dilakukan terhadap sifat kuantitatif dan kualitatif. Analisa hubungan kekerabatan berbagai jenis aksesi cempedak dilakukan dengan menggunakan metode UPGMA. Hasil ekplorasi diperoleh 20 aksesi tanaman cempedak lokal Belitung. Cempedak lokal Belitung memiliki perbedaan karakteristik morfologi secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisa kekerabatan (Dendrogram) karakteristik gabungan ditunjukan 4 klaster yang terbentuk. Klaster 1 yaitu Parang Bulu, Rembikang, Kampung, Simpang Pesak 1, dan Aik Seruk 2. Klaster 2 yaitu Sikundur 1, Gantung, Bulu Tumbang, Sikundur 2, dan Aik Nau. Klaster 3 Yaitu Simpang Pesak 2 dan Ular. Klaster 4 yaitu Sibuntar 1, Cerucuk 2, Cerucuk 1, Sibuntar 2, Aik Seruk 1, Manggar, Sikundur 3, dan Damar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Uji Antibakteri Ekstrak n-Heksan Kulit Batang Cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa - Ubaya Repository

Uji Antibakteri Ekstrak n-Heksan Kulit Batang Cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian uji antibakteri ekstrak n-heksan kulit batang cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Bahan yang digunakan serbuk kulit batang cempedak (Artocarpus champeden Spreng.), diekstraksi dengan metode maserasi kinetik menggunakan pelarut n-heksan sehingga diperoleh ekstrak n-heksan kental dan diuji daya antibakterinya dengan metode difusi Agar menggunakan cylinder cup. Sebagai kontrol positif digunakan tetrasiklin HCl. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada konsentrasi 1000 bpj, 15.000 bpj, 30.000 bpj, 75.000 bpj, 150.000 bpj dan 300.000 bpj tidak memiliki daya antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan skrining kandungan senyawanya dengan menggunakan cara kromatografi lapis tipis (KLT) dan diperoleh hasil positif untuk golongan minyak atsiri.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PROSPEK SENyAWA FLAVONOID KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus champeden Spreng) SEBAGAI INHIBITOR DETOXIFIKASI HEME PARASIT MALARIA The detoxification inhibitory activity of heme malaria parasite by flavonoid in Cempedak bark (Artocarpus champeden Spreng)

PROSPEK SENyAWA FLAVONOID KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus champeden Spreng) SEBAGAI INHIBITOR DETOXIFIKASI HEME PARASIT MALARIA The detoxification inhibitory activity of heme malaria parasite by flavonoid in Cempedak bark (Artocarpus champeden Spreng)

The reaserch on the prospect of cempedak (Artocarpus champeden Spreng) bark as heme malaria parasite de- toxification inhibitor has been conducted. The flavonoid content was isolated from the methanolic extract of the cempedak bark and had been determine the anti-malaria propertise by in-vitro technique. The methode used was BHIA (β- hematin Inhibitor Assay) and ultra observation of malaria parasite structure. The results showed that isolates ME2 (IC50 = 0.35μg/ml) and morakhalkon compound A (IC50 = 0:28 mg /ml or 0.83μM) were isolated from the methanol extract of the Cempedak bark is potential as an antimalarial. Compounds A and isolates mora- khalkon ME2 has a mechanism of action as an inhibitor of heme detoxification process of the malaria parasite. Therefore flavonoid from Cempedak bark is prospective developed as a new antimalarial drug.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN EFEK ANTIMALARIA EKSTRAK KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN KLOROKUIN PADA MENCIT STRAIN SWISS

PERBANDINGAN EFEK ANTIMALARIA EKSTRAK KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN KLOROKUIN PADA MENCIT STRAIN SWISS

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user PERBANDINGAN EFEK ANTIMALARIA EKSTRAK KULIT BATANG CEMPEDAK Artocarpus champeden DENGAN KLOROKUIN PADA MENCIT STRAIN SWISS [r]

2 Baca lebih lajut

FORMULASI KRIM ANTIOKSIDAN DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden Spreng) Septi Anggraini

FORMULASI KRIM ANTIOKSIDAN DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden Spreng) Septi Anggraini

a. Penyiapan Ekstrak Etil Asetat Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) diperoleh dari perkebunan di Samarinda, Kalimnatan Timur. Simplisia yang telah diperoleh kemudian dibersihkan dari kotoran dandipotong kecil-kecil, kemudian dimaserasi dengan menggunakan pelarut metanol, lalu diuapkan pelarutnya dengan rotary evaporator. Setelah itu ekstrak difraksinasi dengan metode fraksinasi bertingkat menggunakan beberapa pelarut yaitu n- heksan dan etil asetat, kemudian hasil fraksi dengan pelarut etil asetat diuapkan di atas waterbath hingga menjadi ekstrak kental.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

View of Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng)

View of Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng)

3. Rahmawati, Dwi. 2013. Uji Aktivitas Antioksidan dan Identifikasi Metabolit Sekunder Batang dan Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng). Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman. Samarinda. 4. Halliwel, B., and Gutteridge, J. M. C. 1999. Free Radical in Biology and Medicine. Oxford University Press. New York.

5 Baca lebih lajut

Immunomodulator Activity Of An Isolate From Artocarpus Champeden 2011

Immunomodulator Activity Of An Isolate From Artocarpus Champeden 2011

One of the Indonesian plants that deserve to be studied is Artocarpus champeden (Moraceae) or Cempedak. Although empirically this plant is often used for malaria, dysentery and skin diseases (Heyne, 1987), but it has been demonstrated that the prenylated flavones from Artocarpus sp. have shown to be a source of interesting biological activities including cytotoxic (Liou et al., 1993; Cidade et al., 2001), anticomplementary (Nascimento

11 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Tempe Berbahan Baku Biji Cempedak (Artocarpus champeden) - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Tempe Berbahan Baku Biji Cempedak (Artocarpus champeden) - Digital Library IAIN Palangka Raya

Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan lama waktu penyimpanan yang diberikan selama 36 jam, 40 jam, 44 jam, 48 jam, dan 52 jam berpengaruh sangat nyata terhadap kualitas fisik dan o[r]

14 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Tempe Berbahan Baku Biji Cempedak (Artocarpus champeden) - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Tempe Berbahan Baku Biji Cempedak (Artocarpus champeden) - Digital Library IAIN Palangka Raya

Gambar 3.1 Diagram Alur Penelitian dengan rentangan waktu : 0 jam, 36 jam, 40 jam, 44 jam, 48 jam, 52 jam Pengujian Kualitas Pengambilan data oleh panelis dengan uji kualitas fisik [r]

13 Baca lebih lajut

Show all 532 documents...