Asam Retinoat

Top PDF Asam Retinoat:

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

retinoat ini tidak langsung melalui penghambatan pigmen melanin seperti beberapa senyawa pemutih lainnya, tetapi diduga karena terjadinya peningkatan poliferasi sel-sel keratin dan percepatan pergantian epidermis (lapisan kulit paling luar), sehingga memberikan efek mencerahkan kulit.Pada penggunaan topikal, asam retinoat dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit seperti terbakar, terutama buat yang berkulit sensitif.Sedangkan pada penggunaan sistemik (misalnya peroral/diminum) asam retinoat memiliki efek teratogenik, yaitu menyebabkan abnormalitas perkembangan janin dalam kandungan. Paparan yang paling kritis selama 3-5 minggu kehamilan, bahkan sebelum sang ibu ketahuan hamil. Penggunaan asam retinoat ini dapat menyebabkan berbagai bentuk malformasi/kecacatanpada janin.Walaupun efek yang paling nyata adalah pada penggunaan sistemik, tetapi pada penggunaan topikaljika dilakukan dalam jangka waktu lama juga dikuatirkan akan menyebabkan terserapnya asam retinoat ke dalam tubuh dan akan mempengaruhi janin apabila digunakan oleh wanita hamil (Ikawati, 2010).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL PADA KLINIK KECANTIKAN DI WILAYAH PURWOKERTO

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL PADA KLINIK KECANTIKAN DI WILAYAH PURWOKERTO

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Asam Retinoat Dalam Sediaan Krim Pemutih Yang Dijual Pada Klinik Kecantikan Di Wilayah Purwokerto ” untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL BEBAS DI WILAYAH PURWOKERTO

ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL BEBAS DI WILAYAH PURWOKERTO

Latar belakang : Kosmetika telah menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan manusia, baik pria maupun wanita. Kosmetika mengandung bahan aktif yang beragam tergantung pada tujuan pemakaianya. Konsentrasi zat aktif tersebut harus diperhatikan agar memenuhi syarat keamanan. Asam retinoat adalah salah satu zat aktif yang ditemukan dalam kosmetika. Pemakaian senyawa ini pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan masalah yang serius.

15 Baca lebih lajut

Identifikasi Asam Retinoat Dalam Krim Pemutih Wajah Secara Kromatografi Lapis Tipis

Identifikasi Asam Retinoat Dalam Krim Pemutih Wajah Secara Kromatografi Lapis Tipis

Menurut Menaldi (2003), Asam Retinoat merupakan zat peremajaan non peeling karena merupakan iritan yang menginduksi aktivitas mitosis sehingga terbentuk stratum korneum yang kompak dan halus, meningkatkan kolagen dan glikosaminoglikan dalam dermis sehingga kulit menebal dan padat serta meningkatkan vaskularisasi kulit sehingga menyebabkan kulit memerah dan segar.

32 Baca lebih lajut

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Kulit memiliki reseptor untuk asam retinoat yang disebut retinoic acid receptor (RAR) yang berlokasi di dalam sel (intraseluler). Jika asam retinoat mengikat reseptornya, maka akan mengaktifkan transkripsi gen yang akan menstimulasi replikasi dan diferensiasi sel, terutama adalah sel-sel keratin (sel-sel tanduk) penyusun kulit dari luar (epidermis). Hal ini akan menyebabkan efek berkurangnya keriput dan memperbaiki sel-sel kulit yang rusak, misalnya karena paparan sinar matahari (Ikawati, 2010).

21 Baca lebih lajut

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

LEMBAR PENGESAHAN IDENTIFIKASI ASAM RETINOAT PADA SEDIAAN KOSMETIK SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Ah[r]

8 Baca lebih lajut

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Kulit memiliki reseptor untuk asam retinoat yang disebut retinoic acid receptor (RAR) yang berlokasi di dalam sel (intraseluler). Jika asam retinoat mengikat reseptornya, maka akan mengaktifkan transkripsi gen yang akan menstimulasi replikasi dan diferensiasi sel, terutama adalah sel-sel keratin (sel-sel tanduk) penyusun kulit dari luar (epidermis). Hal ini akan menyebabkan efek berkurangnya keriput dan memperbaiki sel-sel kulit yang rusak, misalnya karena paparan sinar matahari (Ikawati, 2010).

47 Baca lebih lajut

ANALISIS KANDUNGAN ASAM RETINOAT DAN HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH SECARA SIMULTAN DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS- DENSITOMETRI

ANALISIS KANDUNGAN ASAM RETINOAT DAN HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH SECARA SIMULTAN DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS- DENSITOMETRI

Laporan skripsi merupakan kajian singka t tentang “ Analisis Kandungan Asam retinoat Dan Hidrokuinon Pada Krim Pemutih Secara Simultan Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Densitometri” yang dilaksanakan di Labolatorium Biologi Farmasi dan Labolatorium Teknologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada bulan April 2015-Januari 2016. Penelitian ini salah satu syarat dalam mencapai derajat sarjana Farmasi di Fakutas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

16 Baca lebih lajut

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Kromatogram Tabita Skin Care Smooth Lotion PB 1 n-Heksan : Asam Asetat Glasial 0,33% dalam Etanol 9:1.[r]

7 Baca lebih lajut

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Identifikasi Asam Retinoat Pada Sediaan Kosmetik Secara Kromatografi Lapis Tipis

Analisis Obat Secara Kromatografi dan Mikroskopi.. Terjemahan: Kosasih Padmawinata dan Iwang Sudiro.[r]

1 Baca lebih lajut

Keinginan untuk tampil menarik adalah ha

Keinginan untuk tampil menarik adalah ha

Asam retinoat juga bekerja sebagai iritan pada epitel folikel (lapisan pada lubang tumbuhnya rambut) yang memicu peradangan dan mencegah bergabungnya sel tanduk menjadi massa yang padat sehingga tidak menyumbat folikel dan tidak menghasilkan komedo. Selain itu, asam retinoat juga meningkatkan produksi sel tanduk sehingga mampu melemahkan dan mendesak komedo untuk keluar. (1)

6 Baca lebih lajut

v17 no3 15 dessi 91 96

v17 no3 15 dessi 91 96

Penurunan rerata jumlah fetus hidup padake- lompok perlakuan asam retinoat, karenaasam reti- noat dapat bersifat teratogenik, danjuga dapat di sebabkan oleh kesehatan danketahanan induk men- cit yang menurunakibat pemberian asam retinoat sehinggadaya reproduksinya menjadi menurun pu- la.Hal ini sesuai dengan pendapat Wilson(1973) yang menyatakan “Pemberianteratogen yang kuat mengganggu prosesimplantasi juga akan menyebab- kan turunnyajumlah reproduksi pada uterus, yang padaakhirnya akan menurunkan jumlah fetuspada tiap induk mencit”. Selanjutnya Gilbert(1999) me- nyatakan, jika suatu toksikandiberikan pada tahap organogenesis makasenyawa toksikan tersebut akan mempunyaiefektifitas yang tinggi untuk menghasil- kan kerusakan fetus.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Identification Of Retinoic Acid In Face Whitening Cream  By High Performance Liquid Chromatography

Identification Of Retinoic Acid In Face Whitening Cream By High Performance Liquid Chromatography

Identifikasi asam retinoat dalam krim pemutih wajah ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengujian secara Kromatografi Lapis Tipis menggunakan fase diam silika gel GF 254, fase gerak n-heksan : aseton (6 : 4) dan n-heksan : 0,33 % asam asetat glasial dalam metanol (90 : 10). Kemudian pengujian dilanjutkan dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi menggunakan kolom yang suhu nya diatur 30 0 C, laju alir 1,5 ml/menit, UV detektor PDA 353 nm, volume injektor 20 µl, runtime 30 dengan fase gerak metanol : air : asam asetat glasial (85 : 15 : 0, 5). Pengujian dilakukan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Medan.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Efek Teratogenik Vitamin A Dosis Tinggi

Efek Teratogenik Vitamin A Dosis Tinggi

Asam retionat adalah sebuah retinoid aktif turunan vitamin A dalam bentuk asam yang dibentuk dari all-trans retinol (retinoid dalam bentuk alkohol). Asam retinoat juga dikenal dengan sebutan isotretioninyang digunakan dalam terapi jerawat. (Combs,2008). Vitamin A sintetis dan senyawa turunannya seperti asam retinoat dan isotretionin merupakan bagian dari senyawa retinoid. Sedangkan beta karoten adalah vitamin A yang dijumpai secara alami pada sayur dan buah (Goodman,1984). Beta karoten tidak disimpan dan dimetabolisme dengan cara yang sama dengan vitamin A sintetis. Beta karoten juga belum terbukti menyebabkan efek toksisitas yang terkait dengan efek teratogenik, walaupun tidak ada data juga yang bisa mengkonfirmasi pernyataan ini (Underwood,1984).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pembuatan Monooleilgliserol Dan Dioleilgliserol dari Esterifikasi Asam Oleat dengan Gliserol menggunakan katalis 1,1-dimetil- 1,1,2,2- tetrafenilsulfonatodisilana

Pembuatan Monooleilgliserol Dan Dioleilgliserol dari Esterifikasi Asam Oleat dengan Gliserol menggunakan katalis 1,1-dimetil- 1,1,2,2- tetrafenilsulfonatodisilana

Asam lemak terbagi dua yaitu asam lemak jenuh dan tak jenuh. Dalam bahan pangan, asam lemak jenuh yang paling banyak ditemukan adalah asam palmitat, yaitu 15% - 50% dari seluruh asam lemak yang ada, sedangkan asam stearat paling banyak pada lemak atau minyak dari biji-bijian. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid), di datangkan dari luar tubuh, umumnya tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh. Asam jenis ini biasa dikenal dengan asam lemak esensial, misalnya asam oleat, linoleat, dan linolenat, yang banyak terdapat pada minyak sayur, minyak jagung, minyak kacang, kedelai, dan alpukat. Asam lemak esensial ini berfungsi untuk membantu proses pertumbuhan, selain itu dapat mempertahankan kesehatan kulit terutama mencegah terjadinya peradangan kulit (Marsetyo, 1991).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penetapan kadar Bensorsak dalam okky jelly drink secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)

Penetapan kadar Bensorsak dalam okky jelly drink secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)

Bahan pengawet merupakan salah satu jenis bahan tambahan pangan yang sering digunakan untuk menambah daya simpan pangan. Bahan tambahan pangan ditujukan untuk beberapa fungsi seperti pengawet atau preservative yang digunakan untuk meningkatkan waktu guna produk makanan dan antioksidan yang digunakan untuk melindungi produk makanan terhadap oksidasi yang menyebabkan makanan menjadi tengik. Zat pengawet terdiri atas senyawa organik dan senyawa anorganik dalam bentuk asam atau garamnya. Zat pengawet organik lebih banyak dipakai daripada pengawet anorganik karena pengawet organik lebih mudah dibuat dan dapat terdegradasi sehingga mudah di ekskresikan. (Rohman,A.2011)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Kimia Organik Sintesis

Laporan Praktikum Kimia Organik Sintesis

Salah satu turunan dari asam salisilat adalah metil salisilat. Metil salisilat adalah cairan kuning kemerahan dengan bau wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat sering digunakan sebagai bahanfarmasi, penyedap rasa pada makanan, minuman, gula-gula, pasta gigi, antiseptik,dan kosmetik serta parfum. Metil salisilat telah digunakan untuk pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada, dan rematik, juga sering digunakan sebagai obat gosok dan balsem (Supardani, dkk., 2006).

14 Baca lebih lajut

Bab 5 Benzena dan Turunannya

Bab 5 Benzena dan Turunannya

Asam Salisilat Ester dari asam salisilat dengan asam asetat digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.. Asam Benzoat, C6H5COOH Asam benzoat atau garam natriumnya digunak[r]

12 Baca lebih lajut

Kandungan Gizi dan Logam Berat Pada Ikan Rawa di Perairan Rawa Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan

Kandungan Gizi dan Logam Berat Pada Ikan Rawa di Perairan Rawa Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan

Jenis ikan pada ekosistem rawa banjiran (flood plain) terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok ikan hitam (black fish) dan ikan putih (white fish). Contoh kelompok ikan hitam yaitu Betok (Anabas testudineus), Gabus (Channa striatus), Sepat siam (Trichogaster pectoralis), Tembakang (Helostoma temmenckii). Contoh kelompok ikan putih yaitu Lais (Cryptopterus spp), Baung (Mystus nemurus), Patin (Pangasius sp), Jalawat (Leptobarbus hoeveni), Lampam (Barbodes schwanefeldii). Ikan yang hidup di perairan rawa terutama dari kelompok black fish pada umumnya mempunyai alat pernapasan tambahan (Labyrinth) sehingga dapat hidup di perairan yang oksigennya rendah dan asam. Jenis ikan ekonomis penting yang hidup di bagian hilir sungai yaitu Dukang (Arius sp), Sembilang (Plotosus canisus), Kakap (Lutjanus sp), Bulu ayam (Coilia liindmani) (Utomo dan Krismono, 2006).
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Nenas dan Kangkung dengan Konsentrasi Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Studi Perbandingan Nenas dan Kangkung dengan Konsentrasi Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Gum arab digunakan sebagai campuran minuman untuk mengurangi tekanan permukaan (surface tension) air dan stabilizer(Wikipedia, 2012).Gum arab bersifat netral, agak asam dalam bentuk garam, polisakarida dan kalsium. Gum arab memiliki sifat dapat mempertahankan flavor dari bahan yang dikeringkan hal ini dikarenakan gum arab mampu melapisi partikel flavor sehingga bahan terlindung dari oksidasi, evaporasi dan absorpsi air dari udara. Gum arab biasa digunakan sebagai pengikat aroma, penstabil dan pengemulsi (Koswara, 1995). Menurut Jackson (1995) viskositas dari larutan gum arab akan menurun dengan meningkatnya suhu dan pH. pH maksimal dari gum arab adalah 6.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...