asas equality before the law

Top PDF asas equality before the law:

SKRIPSI IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW  DI DALAM  IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A WIROGUNAN YOGYAKARTA.

SKRIPSI IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DI DALAM IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A WIROGUNAN YOGYAKARTA.

Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan dan kemampuan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum/ skripsi ini dengan judul : Implementasi Asas Equality Before The Law di dalam lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Wirogunan Yogyakarta.

12 Baca lebih lajut

ANALISIS IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DALAM PENEGAKAN HUKUM (Studi Kasus Hate Speech di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Tanjung Karang)

ANALISIS IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DALAM PENEGAKAN HUKUM (Studi Kasus Hate Speech di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Tanjung Karang)

Asas kesamaan warga negara di hadapan hukum (equality before the law) sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Ayat (1) UUD 1945 secara ideal harus dilaksanakan dalam proses penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana, tetapi pada kenyataannya masih terdapat perbedaan perlakuan terhadap pelaku tindak pidana melontarkan ujaran kebencian (hate speech), sehingga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Permasalahan penelitian ini adalah: Bagaimanakah implementasi asas equality before the law dalam penegakan hukum dan apakah faktor penghambat implementasi asas equality before the law dalam penegakan hukum? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Narasumber penelitian terdiri dari Penyidik Kepolisian Daerah Lampung, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Hakim pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang dan dosen Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Unila. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi asas equality before the law dalam penegakan hukum dilaksanakan oleh aparat penegak hukum yaitu Kepolisian dengan melaksanakan penyidikan, Kejaksaan dengan menyusun dakwaan dan penututan serta hakim pengadilan dengan menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana hate speech, dengan tidak membeda-bedakan latar belakang pelaku dan mengedepankan kesamaan warga negara di hadapan hukum, sehingga pemidanaan hanya diterapkan terhadap pelaku yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana hate speech. Faktor paling dominan yang menjadi penghambat implementasi asas equality before the law dalam penegakan hukum adalah faktor penegak hukum. Hal ini disebabkan karena tidak semua penegak hukum (penyidik) penguasaan yang baik terhadap perkembangan teknologi informasi dan belum adanya unit cyber dalam institusi penegak hukum. Saran dalam penelitian ini adalah: Aparat penegak hukum disarankan untuk secara konsisten menerapkan asas equality before the law terhadap pelaku tindak pidana hate speech. Masyarakat disarankan untuk tidak mudah terpancing untuk menyebarkan hate speech terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangan atau pemahamannya, sebaiknya masyarakat lebih bijak dan lebih berhati-hati menggunakan media sosial.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PERBANDINGAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN DAN PELAKU KEJAHATAN DIDASARKAN ATAS ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW SKRIPSI

TINJAUAN YURIDIS PERBANDINGAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN DAN PELAKU KEJAHATAN DIDASARKAN ATAS ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW SKRIPSI

Wujud penghormatan hak asasi manusia dalam hukum pidana, hal ini bisa kita lihat dari perlindungan hukum yang diberikan oleh hukum pidana tersebut atas diri pelaku kejahatan dan korban kejahatan dalam beberapa ketentuan perundang- undangan yang berlaku. Perlindungan hukum yg diberikan oleh Negara baik kepada korban dan pelaku kejahatan harus didasarkan atas asas equality before the law atau asas persamaaan dalam hukum. Akan tetapi masalahnya hak-hak dari para pihak dalam peristiwa pidana tersebut seringkali tidak dipenuhi oleh aparat penegak hukum. Dalam kasus Prita Mulyasari dengan RS Omni Internasional, Jaksa meminta penyidik menambahkan BAP dengan ketentuan pasal 27 dan pasal 45 UU ITE dan Jaksa menjerat Prita dengan pasal tersebut sementara dalam kenyataannya penambahan pasal tersebut tidak dibuat langsung dalam BAP tapi hanya dibuat dibagian sampul BAP penyidik tersebut. Demikian juga terhadap korban pelecehan seksual sekarang ini. Banyak pemberitaan yang melanggar privasi dari korban sehingga korban bisa terganggu dalam hal psikis. Adapun yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap korban kejahatan menurut UU Nomor 13 tahun 2006, bagaimana perlindungan hukum yang diberikan kepada pelaku kejahatan menurut KUHAP, dan bagaimana perbandingan perlindungan korban dan pelaku kejahatan didasarkan pada asas equality before the law.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

Wujud penghormatan hak asasi manusia dalam hukum pidana, hal ini bisa kita lihat dari perlindungan hukum yang diberikan oleh hukum pidana tersebut atas diri pelaku kejahatan dan korban kejahatan dalam beberapa ketentuan perundang- undangan yang berlaku. Perlindungan hukum yg diberikan oleh Negara baik kepada korban dan pelaku kejahatan harus didasarkan atas asas equality before the law atau asas persamaaan dalam hukum. Akan tetapi masalahnya hak-hak dari para pihak dalam peristiwa pidana tersebut seringkali tidak dipenuhi oleh aparat penegak hukum. Dalam kasus Prita Mulyasari dengan RS Omni Internasional, Jaksa meminta penyidik menambahkan BAP dengan ketentuan pasal 27 dan pasal 45 UU ITE dan Jaksa menjerat Prita dengan pasal tersebut sementara dalam kenyataannya penambahan pasal tersebut tidak dibuat langsung dalam BAP tapi hanya dibuat dibagian sampul BAP penyidik tersebut. Demikian juga terhadap korban pelecehan seksual sekarang ini. Banyak pemberitaan yang melanggar privasi dari korban sehingga korban bisa terganggu dalam hal psikis. Adapun yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap korban kejahatan menurut UU Nomor 13 tahun 2006, bagaimana perlindungan hukum yang diberikan kepada pelaku kejahatan menurut KUHAP, dan bagaimana perbandingan perlindungan korban dan pelaku kejahatan didasarkan pada asas equality before the law.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Implementasi Asas Equality Before The Law Terhadap Narapidana Dalam Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Sragen

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Implementasi Asas Equality Before The Law Terhadap Narapidana Dalam Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Sragen

Menurut penulis, hal diatas sangat menarik untuk dibahas dan dikaji lebih mendalam karena saat sekarang ini asas equality before the law dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, di tingkat lembaga pemasyarakatan khususnya, hanya sekedar menghiasi konstitusi, dikenal dalam teori dipendidikan hukum dan bisa dikatakan jauh dari implementasi. Selain hal tersebut di atas apabila dibiarkan begitu saja maka lembaga pemasyarakatan sebagai lembaga pelaksana pidana di Indonesia tidak dapat berjalan secara maksimal dan efek jera yang ditimbulkan pun tidak dapat tercapai seperti apa yang diharapkan. Sehingga dengan latar belakang diatas maka dalam penulisan skripsi, penulis mengangkat judul “ IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW TERHADAP NARAPIDANA DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KABUPATEN SRAGEN ” .
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A WIROGUNAN YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A WIROGUNAN YOGYAKARTA.

Jenis penelitian yang akan dipergunakan adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang berfokus pada norma hukum positif dan dilakukan dengan cara mempelajari peraturan Perundang- Undangan serta Peraturan yang berkaitan dengan Immplementasi Asas Equality Before The Law di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta. Penelitian ini memerlikan data sekunder ( bahan hukum ) sebagai data utama.

14 Baca lebih lajut

PENUTUP  IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A WIROGUNAN YOGYAKARTA.

PENUTUP IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A WIROGUNAN YOGYAKARTA.

1. Adanya peninjauan ulang asas Equality Before The Law di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Wirogunan Yogyakarta, karena masih banyak perlakuan khusus yang terjadi antara Narapidana yang satu dengan Narapidana yang lain, itu juga dapat mengganggu aktifitas di dalam Lembaga Pemasyarakatan.

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. - Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

BAB I PENDAHULUAN A. - Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

Adanya ketidak seimbangan antara perlindungan korban kejahatan dengan pelaku kejahatan pada dasarnya merupakan salah satu pengingkaran dari asas setiap warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945, sebagai landasan konstitusional. Selama ini muncul pandangan yang menyebutkan pada saat pelaku kejahatan telah diperiksa, diadili dan dijatuhi hukuman pidana, maka pada saat itulah perlindungan terhadap korban telah diberikan, padahal pendapat demikian tidak sepenuhnya benar. 7
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB II PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEJAHATAN MENURUT UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU A. Pengertian Korban Kejahatan - Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

BAB II PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEJAHATAN MENURUT UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU A. Pengertian Korban Kejahatan - Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

Dalam undang-undang ini korban mendapat jaminan perlindungan sesuai dengan pasal 1 angka 4: 42 “Perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korba[r]

26 Baca lebih lajut

Equality before the law dalam arti seder

Equality before the law dalam arti seder

Sejatinya, asas persamaan dihadapan hukum bergerak dalam payung hukum yang berlaku umum (general) dan tunggal. Ketunggalan hukum itu menjadi satu wajah utuh diantara dimensi sosial lain (misalkan terhadap ekonomi dan sosial). Persamaan “hanya” dihadapan hukum seakan memberikan sinyal di dalamnya bahwa secara sosial dan ekonomi orang boleh tidak mendapatkan persamaan. Perbedaan perlakuan “persamaan” antara di dalam wilayah hukum, wilayah sosial dan wilayah ekonomi itulah yang menjadikan asas Persamaan dihadapan hukum tergerus ditengah dinamika sosial dan ekonomi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Hukum dan Stratifikasi Sosial dan

Hukum dan Stratifikasi Sosial dan

Keadilan adalah milik setiap orang. Setiap orang berhak merasakan sebuah keadilan termasuk juga keadilan hukum. Sebagaimana juga yang terdapat dalam sebuah asas hukum yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum (equality before the law). Hukum tidak memandang kaya atau miskinnya seseorang. Setiap orang baik kaya ataupun miskin punya hak yang sama untuk merasakan keadilan hukum. Namun, pada kenyataanya, tidak demikian. Terkadang terkesan bahwa hukum lebih berpihak pada kaum strata atas. Lapisan kelas atas masih dianggap sebagai personifikasi dari sebuah struktur dalam masyarakat. Termasuk juga struktur hukumnya. Yang menentukan hukum adalah kaum kalangan atas dan kaum strata bawah dianggap sebagai alat struktur dan pelaksana dari struktur.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Tindakan Penyadapan Badan Intelijen Negara   Terhadap Orang Yang Sebagai Permulaan Diduga Melakukan Kegiatan Terorisme

Tindakan Penyadapan Badan Intelijen Negara Terhadap Orang Yang Sebagai Permulaan Diduga Melakukan Kegiatan Terorisme

Universal Declaration of Human Right (UDHR) dalam Pasal 1 dinyatakan bahwa setiap orang memiliki hak-hak yang sama (all human beings are equal in rights). Dilihat dari pasal ini, maka yang diduga melakukan terorisme itu sama dengan warga sipil yang mana terhadap warga sipil sebelum ditentukan kesalahannya terlebih dulu dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum yang tetap. Pasal 1 UDHR ini selanjutnya dikonkritisasikan dalam persamaan kedudukan dihadapan hukum (equality before the law) dalam pasal 7 serta asas praduga tak bersalah (presumption of inocence) pada pasal 11 ayat 1 UDHR. Ketentuan pasal 7 UDHR antara lain menegaskan setiap orang adalah sama di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa perbedaan ( all men are equal before the law and are entitled without any discrimination to equal protection of the law). 45
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PEMBERIAN REMISI TERHADAP NARAPIDANA YANG MELAKUKAN KEJAHATAN LUAR BIASA DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS NON DISKRIMINASI DAN EQUALITY BEFORE THE LAW SERTA PP NOMOR 99 TAHUN 2012 DAN UNDANG UNDANG NOMOR 12.

PEMBERIAN REMISI TERHADAP NARAPIDANA YANG MELAKUKAN KEJAHATAN LUAR BIASA DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS NON DISKRIMINASI DAN EQUALITY BEFORE THE LAW SERTA PP NOMOR 99 TAHUN 2012 DAN UNDANG UNDANG NOMOR 12.

This research using descriptive analytical methodology with the juridical normative approach. The methodology to the data obtain is literature study in the form of law and regulation and interview to correctional facility class IIA Banceuy and ministry of law and human rights.

2 Baca lebih lajut

A RESEARCH NOTE: THE IMPACT OF ACCOUNTING METHODS ON THE QUALITY OF EARNINGS | Suwardjono | Journal of Indonesian Economy and Business 6625 11404 1 PB

A RESEARCH NOTE: THE IMPACT OF ACCOUNTING METHODS ON THE QUALITY OF EARNINGS | Suwardjono | Journal of Indonesian Economy and Business 6625 11404 1 PB

It is specifically stated in SWD1 that one important limitation of his study is that pooled cross-sectional regression is used to estimate the association strength between unexpected earnings and stock returns. Cross-sectional estimations ignore across-firm differences in unexpected earnings variances which may affect the overall results. If these conditions are not met, pooled estimations may be misspecified and thus the results are questionable. Teets and Wasley (1996), for example, provide evidence that, under certain conditions, short-window earnings response coefficients estimated from pooled time-series cross-sectional regression [as applied in Bandyopadhyay (1994) and SWD1] are systematically smaller than corresponding averages of firm-specific coefficients estimated from individual firm time-series regressions. The purposes of this research note are to reevaluate and reestimate the models in SWD1 by applying firm-specific estimation and to compare the results of both approaches. The estimation is performed to test the following working hypothesis:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

INDONESIA AND THE GLOBAL GENDER EQUALITY REGIME

INDONESIA AND THE GLOBAL GENDER EQUALITY REGIME

The problem is, some of the societal organizations have done some troubles. For examples are FPI, MUI, FBR, and Forkabi. In its 15 years of existence, the FPI has received condemnation from institutions and political figures for its often violent attacks against those deemed by them to be acting contrary to Islamic ideology (www.thejakartaglobe.com/news/jakarta/fpi-leader-hints-at-armed- action-against-densus-88). In June 2008, the group was censured for its attack on members of the National Alliance for Freedom of Faith and Religion (AKKBB) who were holding a rally at the National Monument in Jakarta. Members of the FPI stormed into the crowd and brutally attacked campaigners. Dozens were injured during that incident. The group has launched similar attacks against nightclubs, bars and other sellers of alcoholic beverages, especially during the month of Ramadan. About 50 FPI supporters damaged businesses in the Kendal district in Central Java during a raid on an alleged brothel, resulting in a riot as local residents fought back and forced the group to leave. A woman was killed as a car carrying FPI members fleeing the scene crashed into the motorbike she was riding with her husband. In another raid in Makassar, South Sulawesi, members of the group were caught on camera vandalizing a shop said to be serving alcoholic beverages. The video later went viral on the Internet, attracting thousands of viewers from across the nation. The series of raids have caught the attention of legislators in the House of Representatives who have demanded the central government disband the organization. The FPI has not only attacked revered figures such as Abdurrahman ―Gus Dur‖ Wahid, but verbally threatened to overthrow the government in 2011. For the result of all its own actions, Central Kalimantan administration rejected the presence of FPI (www.thejakartapost.com/news/2012/02/22/central-kalimantan- officially-rejects-fpi.html) and even Eva Kusuma Sundari, a legislator from the House Commission III demanded the central government disband the organization.
Baca lebih lanjut

309 Baca lebih lajut

Tugas perbandingan hukum pidana

Tugas perbandingan hukum pidana

Tugas perbandingan hukum pidana Membuat makala perbandingan antara sistem hukum pidana negara common law dengan cvil law Ex: membandingkan asas legalitas negara inggris dengan indonesi[r]

1 Baca lebih lajut

Before the Fall   Noah Hawley

Before the Fall Noah Hawley

A wave smacks him in the face, and he kicks his feet to try to get higher in the water. His shoes are dragging him down, so he loses them, then forces his way out of his salt-soaked chinos. He shivers in the cold Atlantic current, treading water, legs scissoring, arms pushing the ocean away in hard swirls. The waves are quilted with froth, not the hard triangles of children’s drawings, but fractals of water, tiny waves stacking into larger ones. Out in the open water they come at him from all directions, like a pack of wolves testing his defenses. The dying fire animates them, gives them faces of sinister intent. Scott treads his way into a 360-degree turn. Around him he sees humps of jagged wreckage bobbing, pieces of fuselage, a stretch of wing. The floating gasoline has already dissipated or burned down. Soon everything will be dark. Fighting panic, Scott tries to assess the situation. The fact that it’s August is in his favor. Right now the temperature of the Atlantic is maybe sixty-five degrees, cold enough for hypothermia, but warm enough to give him time to reach shore, if that’s possible. If he’s even close.
Baca lebih lanjut

251 Baca lebih lajut

Testing the Equality of Covariance Opera

Testing the Equality of Covariance Opera

The drawback of the above described procedure, it that it assumes that the underlying distribution is known hence, it cannot be applied in many situations. For that reason, we will consider a bootstrap calibration for the distribution of the test that can be described as follows,

15 Baca lebih lajut

 J01358

J01358

Pada poin ini saya sangat mengapresiasi rangkaian case law MK yang berhasil meletakkan kaidah kebijakan legislatif terbuka sebagai bentuk self- limitation bagi MK dalam melakukan pengujian konstitusionalitas undang- undang. Saya memiliki harapan besar supaya kaidah tersebut dipertahankan MK secara konsisten dalam rangka, salah satunya, menjaga prediktabilitas ajudikasi konstitusional. Penghargaan kita untuk prediktabilitas ajudikasi konstitusional dan konsistensi MK terhadap putusan-putusannya terdahulu adalah, meminjam pernyataan Duxbury, “past events be respected as guides for present action, but not to the extent that judges must maintain outdated attitudes and a commitment to repeating their predecessors’ mistakes.” 48
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

TO ALL THE BOYS I'VE LOVED BEFORE

TO ALL THE BOYS I'VE LOVED BEFORE

Being naturally timid, and often morbid, the plot of the departed Korean mother strikes me as I look upon my own children and try to imagine them grown. They will likely be attractive youngsters who will go through awkward stages and must learn to manage their romantic lives. I hope I can be there for them, but as an ex- teenager I know I can never be able to be as involved in their personal lives as I would like to be. This story is about the growing up of teenagers, having dreams and secrets of their own.

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...