Asas Itikad Baik

Top PDF Asas Itikad Baik:

Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek Dalam Kerangka Persaingan Usaha Yang Sehat.

Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek Dalam Kerangka Persaingan Usaha Yang Sehat.

Tesis ini mengkaji penerapan norma atau asas itikad baik dalam Undang- Undang Nomor. 15 Tahun 2001 tentang Merek yang merupakan acuan dalam pemberian hak eksklusif dari Negara kepada seseorang atau badan hukum untuk dapat menggunakan merek dalam melakukan kegiatan usaha perdagangan barang dan/atau jasa di Indonesia. Merek merupakan ujung tombak perdagangan barang dan jasa, sehingga dapat berimplikasi terhadap persaingan usaha. Asas itikad baik sebagai salah satu syarat atau landasan perolehan hak atas merek sangat berpengaruh terhadap tindakan para pelaku usaha dalam melakukan kompetisi perdagangan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

PENDAHULUAN Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

Tipe kajian dalam penelitian ini lebih bersifat deskriptif, karena bermaksud menggambarkan secara jelas (dengan tidak menutup kemungkinan pada taraf tertentu juga akan mengeksplanasikan/memahami) tentang berbagai hal yang terkait dengan objek yang diteliti, yaitu pengakomodasian asas itikad baik dalam arti subjektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak dan pengakomodasian asas itikad baik dalam arti objektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak.

17 Baca lebih lajut

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT :   Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT : Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa pengakomodasian asas itikad baik dalam arti subjektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak ini lebih ke prakontrak atau tahap sebelum perjanjian tersebut dibuat, yang dalam hal ini telah tidak terakomodasi dengan baik, disebabkan karena masih terlihat ketidakjujuran dari nasabah dalam pengisian formulir sedangkan dalam hal pengakomodasian asas itikad baik objektif juga belum dapat terakomodasi dengan baik, terlihat dalam pelayanan dan perlakuan pihak bank terhadap para nasabah yang dianggap tidak adil.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas itikad baik dibagi menjadi dua, yaitu itikad baik nisbi dan itikad baik mutlak. Dalam itikad baik nisbi, orang memperhatikan sikap dan tingkah laku yang nyata dari subjek, sedang itikad baik mutlak, penilaiannya terletak pada akal sehat dan keadilan, dibuat ukuran yang objektif untuk menilai keadaan. Asas itikad baik merupakan asas dimana para pihak dalam kontrak harus melaksanakan substansi kontrak berdasarakan kepercayaan atau keyakinan teguh atau kemauan baik dari para pihak. Itikad baik dalam kontrak merupakan lembaga hukum yang berasal dari hukum Romawi yang kemudian diserap oleh Civil law. Dalam perkembangannya diserap pula dalam hukum kontrak di beberapa negara yang menganut Common La w System, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Amerika Serikat telah menerima asas itikad baik dalam Uniform Commercial Code (UCC) maupun dalam putusan pengadilan. UCC menentukan : ”Every contract or duty within this Act imposes an obligation of good faith in its perfomances adn enforcement”
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT :   Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT : Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa pengakomodasian asas itikad baik dalam arti subjektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak ini lebih ke prakontrak atau tahap sebelum perjanjian tersebut dibuat, yang dalam hal ini telah tidak terakomodasi dengan baik, disebabkan karena masih terlihat ketidakjujuran dari nasabah dalam pengisian formulir sedangkan dalam hal pengakomodasian asas itikad baik objektif juga belum dapat terakomodasi dengan baik, terlihat dalam pelayanan dan perlakuan pihak bank terhadap para nasabah yang dianggap tidak adil.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas itikad baik dibagi menjadi dua, yaitu itikad baik nisbi dan itikad baik mutlak. Dalam itikad baik nisbi, orang memperhatikan sikap dan tingkah laku yang nyata dari subjek, sedang itikad baik mutlak, penilaiannya terletak pada akal sehat dan keadilan, dibuat ukuran yang objektif untuk menilai keadaan. Asas itikad baik merupakan asas dimana para pihak dalam kontrak harus melaksanakan substansi kontrak berdasarakan kepercayaan atau keyakinan teguh atau kemauan baik dari para pihak. Itikad baik dalam kontrak merupakan lembaga hukum yang berasal dari hukum Romawi yang kemudian diserap oleh Civil law. Dalam perkembangannya diserap pula dalam hukum kontrak di beberapa negara yang menganut Common La w System, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Amerika Serikat telah menerima asas itikad baik dalam Uniform Commercial Code (UCC) maupun dalam putusan pengadilan. UCC menentukan : ”Every contract or duty within this Act imposes an obligation of good faith in its perfomances adn enforcement”
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL-BELI BENDA BERGERAK

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL-BELI BENDA BERGERAK

Asas merupakan suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang dapat dijadikan pedoman pemikiran dan tindakan. Asas-asas muncul dari hasil penelitian dan tindakan, yang sifatnya permanen, umum dan setiap ilmu pengetahuan yang memiliki asas mencerminkan “intisari” kebenaran-kebenaran dasar dalam bidang ilmu tersebut. Sehingga asas adalah dasar tapi bukan suatu yang absolut atau mutlak. artinya penerapan asas harus mempertimbangkan keadaan-keadaan khusus dan keadaan yang berubah-ubah. Dalam asas itikad baik terkandung suatu kaidah akan kejujuran dari seseorang dalam melakukan suatu hal. Terlebih dalam hal perjanjian jual beli benda bergerak yang seringkali terjadi dalam kalangan masyarakat. Adanya permasalahan mengenai ketidak pastian dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akan itikad baik dalam melakukan jual-beli membuat asas itikad baik ini menjadi akidah yang harus dijelaskan mengenai pokok fungsi dan tujuannya. Sehingga diharapkan kedepannya mampu menunjang sebagai dasar acuan norma-norma serta kaidah-kaidah dalam kehidupan masyarakat pada umumnya dalam melakukan transaksi jual-beli benda bergerak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS KLAUSULA PASAL KONTRAK KARYA PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DENGAN PEMERINTAH INDONESIA YANG TIDAK SESUAI DENGAN ASAS ITIKAD BAIK DAN ASAS PROPORSIONAL.

ANALISIS KLAUSULA PASAL KONTRAK KARYA PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DENGAN PEMERINTAH INDONESIA YANG TIDAK SESUAI DENGAN ASAS ITIKAD BAIK DAN ASAS PROPORSIONAL.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, ditemukan bahwa klausula yang tidak berasas itikad baik dalam kontak karya PT. Newmont Nusa Tenggara dan Pemerintah Indonesia yaitu mengenai luas wilayah kerja dan kewajiban divestasi sedangkan dalam kontrak karya yang tidak sesuai dengan asas proporsional yaitu, adanya pembebasan pajak, dan tidak ada program PT. Newmont Nusa Tenggara untuk perkembangan kehidupan masyarakat disekitar.

17 Baca lebih lajut

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya skripsi yang berjudul “KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan dalam institusi manapun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

17 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI SAPI DI PASAR HEWAN KEBUMEN - repository perpustakaan

PELAKSANAAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI SAPI DI PASAR HEWAN KEBUMEN - repository perpustakaan

(4) Susilo Wardani S.H., S.E., M.Hum selaku pembimbing atas waktu yang telah diluangkan untuk arahan, bimbingan dan petunjuk dalam proses penyusunan skripsi ini. Terima kasih selalu memberikan semangat, dorongan dan motivasi untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK TAHAP PRAKONTRAKTUAL PADA PERJANJIAN JUAL BELI PERUMAHAN | Innaka | Mimbar Hukum 16122 30670 1 PB

PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK TAHAP PRAKONTRAKTUAL PADA PERJANJIAN JUAL BELI PERUMAHAN | Innaka | Mimbar Hukum 16122 30670 1 PB

Berdasarkan keterangan dari delapan responden konsumen yang melakukan PPJB ini, semua PPJB telah memenuhi persyaratan sahnya perjanjian. Hal itu dapat dibuktikan bahwa syarat: a) Pertama, sepakat mereka yang mengikat- kan diri dalam perjanjian, dalam perjanjian pendahuluan antara developer (PT YN dan PT RPJ) dengan konsumen telah ada kata sepakat untuk mengadakan hubungan hukum jual beli. Kata sepakat di antara para pihak ditandai dengan penandatanganan perjanjian. b) Kedua, syarat kecakapan dalam membuat perikatan dapat ditunjukkan dengan fakta bahwa baik konsumen maupun developer cakap melakukan perbuatan hukum. Konsumen sebagai pembeli dibuktikan dengan identitas KTP sedangkan pihak developer
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian (Studi Pada Perjanjian Berlangganan Sambungan Telekomunikasi Telkom Flexi)

Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian (Studi Pada Perjanjian Berlangganan Sambungan Telekomunikasi Telkom Flexi)

Hubungan antara PT.Telkom dengan pelanggan “TELKOMFlexi” Pasca Bayar (Flexiclassy) terbentuk melalui sebuah perjanjian atau kontrak berlangganan yang dibuat oleh PT. Telkom berupa kontrak berlangganan yang dibuat dalam bentuk baku. Bentuk perjanjian semacam ini menimbulkan ketidakadilan bagi pelanggan, karena semua isi perjanjian ditentukan oleh satu pihak saja yaitu PT. Telkom. Keberadaan klausula eksonerasi dalam kontrak standar dinilai bertentangan dengan asas itikad baik,karena pihak penyusun kontrak dapat memasukkan ketentuan- ketentuan yang menguntungkan pihaknya untuk membatasi tanggung jawabnya, apabila terjadi wanprestasi atau muncul masalah-masalah yang menimbulkan kerugian baik salah satu pihak maupun kedua belah pihak, dengan cara mengalihkan tanggung jawab atas masalah tersebut kepada pihak konsumen. Ada beberapa permasalahan yang timbul dari hal tersebut, yakni antara lain: bagaimana penerapan asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian Berlangganan Sambungan Telekomunikasi “TELKOMFlexi”, bagaimana penerapan asas itikad baik dalam pembuatan dan pelaksanaan perjanjian pada perjanjian berlangganan sambungan telekomunikasi Telkom Flexi dengan Pelanggan, dan Bagaimana pertanggung jawaban pelaku usaha jasa telekomunikasi “TELKOMFlexi” terhadap penerapan asas itikad baik dengan adanya klausula baku.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

Pertama-tama saya panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang kepada seluruh hambanya atas segala kenikmatan berupa rahmat dan hidayahnya, sehingga dengan segala nikmat yang diberikan tersebut, melalui perjuangan dan usaha yang panjang ditengah-tengah permasalahan dan kendala yang terus bermunculan akhirnya skripsi saya ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.

16 Baca lebih lajut

Penyelesaian Wanprestasi Perjanjian Kerjasama di Bidang Pendistribusian antara PT. Lafarge Cement Indonesia dengan Perusahaan Distributor (Studi PT. Lafarge Cement Indonesia)

Penyelesaian Wanprestasi Perjanjian Kerjasama di Bidang Pendistribusian antara PT. Lafarge Cement Indonesia dengan Perusahaan Distributor (Studi PT. Lafarge Cement Indonesia)

merupakan asas bahwa para pihak, yaitu pihak kreditur dan debitur harus melaksanakan substansi kontrak berdasarkan kepercayaan atau keyakinan yang teguh maupun kemauan baik dari para pihak. Asas itikad baik terbagi menjadi dua macam, yakni itikad baik nisbi dan itikad baik mutlak . Pada itikad yang pertama, seseorang memperhatikan sikap dan tingkah laku yang nyata dari subjek. Pada itikad yang kedua, penilaian terletak pada akal sehat dan keadilan serta dibuat ukuran yang obyektif untuk menilai keadaan (penilaian tidak memihak) menurut norma-norma yang objektif.. 20
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Unsur Itikad Baik Dalam Pengelolaan Perseroan Oleh Direksi

Unsur Itikad Baik Dalam Pengelolaan Perseroan Oleh Direksi

Dalam tulisan tersebut dicontohkannya bahwa tindakan Direksi yang mengakibatkan perseroan membeli barang atau properties dari pihak lain dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang wajar atau menjual harta kekayaan perseroan kepada pihak lain dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga wajarnya, sedangkan Direksi memperoleh keuntungan pribadi dari transaksi itu adalah salah satu contoh perbuatan yang tidak dilandasi itikad baik. Contoh lain adalah apabila Direksi suatu lembaga kredit, seperti bank atau perusahaan pembiayaan (multi finance company) telah memberikan kredit kepada pihak lain dengan bunga yang lebih rendah dari tingkat bunga yang berlaku dengan memperoleh imbalan dari nasabah. Seorang anggota Direksi atau para anggota Direksi dapat pula memperoleh manfaat pribadi dari jabatannya apabila mereka memanfaatkan kesempatan transaksi yang seyogianya dilakukan dengan dan untuk kepentingan perseroan yang dipimpinnya, tetapi transaksi itu disalurkan ke perseroan lain di mana anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai kepentingan. 141
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SKRIPSI PRINSIP ITIKAD BAIK DALAM PROSES PENYELENGGARAAN  PRINSIP ITIKAD BAIK DALAM PROSES PENYELENGGARAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (STUDI KASUS PT.BALI BIAS PUTIH).

SKRIPSI PRINSIP ITIKAD BAIK DALAM PROSES PENYELENGGARAAN PRINSIP ITIKAD BAIK DALAM PROSES PENYELENGGARAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (STUDI KASUS PT.BALI BIAS PUTIH).

Skripsi ini membahas mengenai sebuah kasus PT di Bali yang menurut saya kasus ini sangatlah menarik untuk dibahas sehingga saya memutuskan untuk membahasnya dalam skripsi ini. Dimana saya melihat adanya ketidak adilan dalam putusan pengadilan perkara ini. Seorang Direksi yang tidak melaksanakan itikad baik tetapi justru dimenangnkan oleh Pengadilan, hal ini membuat saya bertanya-tanya, kenapa bisa?

Baca lebih lajut

Kekuatan Hukum Merek Yang Didaftarkan   Atas Dasar Itikad Tidak Baik

Kekuatan Hukum Merek Yang Didaftarkan Atas Dasar Itikad Tidak Baik

Esensi yang diperoleh dari pendaftaran merek adalah untuk memudahkan pembuktian tentang siapa pemilik atau pemakai pertama dari suatu merek. Karena menurut asas hukum perdata, setiap orang dapat mengklaim suatu benda milik orang lain sebagai miliknya apabila ia dapat membuktikannya. 39 Pembuktian bertujuan untuk mencari kebenaran. Pembuktian dalam hukum acara perdata dikatakan bahwa membuktikan berarti memberi kepastian kepada hakim karena itu pembuktian terjadi dalam proses peradilan bukan di luar peradilan. Tujuannya adalah untuk memberi keyakinan kepada hakim tentang peristiwa atau dalil-dalil yang dikemukakan oleh pihak-pihak. Dipandang dari sisi penggugat, pembuktian bertujuan untuk memberi keyakinan kepada hakim tentang gugatan yang diajukan di dalam persidangan agar gugatannya itu dapat dikabulkan hakim. Dipandang dari sisi tergugat, tujuan pembuktian adalah memberi keyakinan kepada hakim bahwa gugatan yang dikemukakan oleh penggugat tidak benar. 40
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kesetaraan dan Keseimbangan Sebagai Perwujudan Itikad Baik Berlandaskan Pancasila

Kesetaraan dan Keseimbangan Sebagai Perwujudan Itikad Baik Berlandaskan Pancasila

Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata disebutkan kontrak harus dilaksanakan dengan itikad baik. Ketentuan normatif tersebut terhubung dengan Pasal 1339 KUHPerdata yang menentukan kontrak tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang secara tegas dinyatakan di dalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat kontrak diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan dan undang-undang. Kedua ru- musan memberikan arti bahwa sebagai sesuatu yang disepakati dan disetujui oleh para pihak, pelaksanaan kontrak harus dihormati sepenuhnya, seperti kehendak para pihak pada saat perjanjian di tutup. 52 Menurut Subekti, Pasal 1338 ayat (3)
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN ASAS PACTA SUNT SERVANDA DALAM KONTRAK KERJASAMA EKSPLOITASI DAN EKSPLORASI MIGAS ANTARA PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA DENGAN BP MIGAS (SKK MIGAS) DITINJAU DARI UU NO.22 TAHUN 2001.

PENERAPAN ASAS PACTA SUNT SERVANDA DALAM KONTRAK KERJASAMA EKSPLOITASI DAN EKSPLORASI MIGAS ANTARA PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA DENGAN BP MIGAS (SKK MIGAS) DITINJAU DARI UU NO.22 TAHUN 2001.

Pasal 33 UUD 1945 memberikan amanah kepada negara untuk menguasai kekayaan alam yang penting bagi negara dalam mensejahterakan rakyat. Kekayaan alam Indonesia yang sangat potensial adalah minyak dan gas bumi. Dalam pelaksanaan pengelolaan minyak dan gas bumi antara pemerintah dan perusahaan multinasional dikendalikan melalui kontrak kerja sama yang mengatur tentang kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Dalam pelaksanaan kontrak kerja sama harus diterapkan asas Pacta Sunt Servanda yang bertujuan untuk saling mempercayai dalam pengelolaan minyak dan gas bumi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk diperolehnya pemahaman mengenai penerapan asas Pacta Sunt Servanda dalam kontrak kerja sama antara PT. Chevron Pacific Indonesia dengan BP Migas didasarkan itikad baik, dan akibat hukum bagi pihak yang tidak memenuhi kewajibannya dalam Cost Recovery berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FUNGSI ITIKAD BAIK DALAM KONTRAK (SUATU ORIENTASI DENGAN METODA PENDEKATAN SISTEM).

FUNGSI ITIKAD BAIK DALAM KONTRAK (SUATU ORIENTASI DENGAN METODA PENDEKATAN SISTEM).

Sementara itu, putusan HR tanggal 29 April 1983 No. 627 (Sperry Rand) dalam sengketa mengenai sewa menyewa rumah memberikan ratio decidenci bahwa ketentuan menyangkut prosedur penghentian sewa yang bertele-tele dapat ditiadakan atas dasar itikad baik. Prosedur yang demikian itu bertentangan dengan itikad baik. Hakim dalam perkara ini berpandangan bahwa hokum tidak tertulis dari itikad baik lebih tinggi derajadnya daripada hokum tertulis yang bersifat memaksa. Kewenangan hakim dalam melakukar penafsiran atas suatu klausula berdasar prinsip itikad Baik harus dilandasi prinsip keadilan. Klausula yang mencerminkan ketidakadilan, misalnya klausula eksonerasi, klausula penentuan bunga (rente) yang tinggi merupakan contoh-contoh Klausula yang sering mendapatkan pembatasan oleh hakim. Doktrin unconscionability sering digunakan sebagai sarana pengujian atas jenis klausula diatas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...