Asas Itikad Baik

Top PDF Asas Itikad Baik:

ANALISIS KLAUSULA PASAL KONTRAK KARYA PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DENGAN PEMERINTAH INDONESIA YANG TIDAK SESUAI DENGAN ASAS ITIKAD BAIK DAN ASAS PROPORSIONAL.

ANALISIS KLAUSULA PASAL KONTRAK KARYA PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DENGAN PEMERINTAH INDONESIA YANG TIDAK SESUAI DENGAN ASAS ITIKAD BAIK DAN ASAS PROPORSIONAL.

ANALISIS KLAUSULA PASAL KONTRAK KARYA PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DENGAN PEMERINTAH INDONESIA YANG TIDAK SESUAI DENGAN ASAS ITIKAD BAIK DAN ASAS PROPORSIONAL adalah betul- betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.

17 Baca lebih lajut

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya skripsi yang berjudul “KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan dalam institusi manapun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

16 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Pakaian melalui E-Commerce (Studi Kasus di Beteng Trade Center Surakarta) - UNS Institutional Repository

Pelaksanaan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Pakaian melalui E-Commerce (Studi Kasus di Beteng Trade Center Surakarta) - UNS Institutional Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asas itikad baik dan permasalahan-permasalahan yang timbul serta penyelesaiannya apabila terjadi wanprestasi dalam perjanjian jual beli pakaian melalui e-commerce di Beteng Trade Center (BTC) Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas itikad baik dibagi menjadi dua, yaitu itikad baik nisbi dan itikad baik mutlak. Dalam itikad baik nisbi, orang memperhatikan sikap dan tingkah laku yang nyata dari subjek, sedang itikad baik mutlak, penilaiannya terletak pada akal sehat dan keadilan, dibuat ukuran yang objektif untuk menilai keadaan. Asas itikad baik merupakan asas dimana para pihak dalam kontrak harus melaksanakan substansi kontrak berdasarakan kepercayaan atau keyakinan teguh atau kemauan baik dari para pihak. Itikad baik dalam kontrak merupakan lembaga hukum yang berasal dari hukum Romawi yang kemudian diserap oleh Civil law. Dalam perkembangannya diserap pula dalam hukum kontrak di beberapa negara yang menganut Common La w System, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Amerika Serikat telah menerima asas itikad baik dalam Uniform Commercial Code (UCC) maupun dalam putusan pengadilan. UCC menentukan : ”Every contract or duty within this Act imposes an obligation of good faith in its perfomances adn enforcement”
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

PENDAHULUAN Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

Tipe kajian dalam penelitian ini lebih bersifat deskriptif, karena bermaksud menggambarkan secara jelas (dengan tidak menutup kemungkinan pada taraf tertentu juga akan mengeksplanasikan/memahami) tentang berbagai hal yang terkait dengan objek yang diteliti, yaitu pengakomodasian asas itikad baik dalam arti subjektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak dan pengakomodasian asas itikad baik dalam arti objektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak.

17 Baca lebih lajut

Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek Dalam Kerangka Persaingan Usaha Yang Sehat.

Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek Dalam Kerangka Persaingan Usaha Yang Sehat.

Tesis ini mengkaji penerapan norma atau asas itikad baik dalam Undang- Undang Nomor. 15 Tahun 2001 tentang Merek yang merupakan acuan dalam pemberian hak eksklusif dari Negara kepada seseorang atau badan hukum untuk dapat menggunakan merek dalam melakukan kegiatan usaha perdagangan barang dan/atau jasa di Indonesia. Merek merupakan ujung tombak perdagangan barang dan jasa, sehingga dapat berimplikasi terhadap persaingan usaha. Asas itikad baik sebagai salah satu syarat atau landasan perolehan hak atas merek sangat berpengaruh terhadap tindakan para pelaku usaha dalam melakukan kompetisi perdagangan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI BENDA BERGERAK

Pentingnya asas itikad baik tentu menjadi hal yang pokok dalam setiap perjanjian. Seperti dijelaskan dalam pasal 1338 KUHPerdata, bahwa suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik dari pihak-pihak yang membuat perjanjian. Tak peduli dengan siapa mereka berhadapan atau bagaimana karakter pihak yang dihadapi. Karena itikad baik selamanya harus dianggap ada pada setiap pihak pemegang kedudukan. Jika dalam pasal 1338 KUHPerdata memerintahkan kepada pihak-pihak untuk beritikad baik, hal ini bertujuan agar tidak adanya itikad buruk atau hal-hal yang tidak patut dan sewenang-wenang dalam hal pelaksanaan perjanjian tersebut. Sehingga para pihak tidak merasa dirugikan atas ketidakpatutan tersebut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian (Studi Pada Perjanjian Berlangganan Sambungan Telekomunikasi Telkom Flexi)

Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian (Studi Pada Perjanjian Berlangganan Sambungan Telekomunikasi Telkom Flexi)

Perdata. Asas itikad baik ini dapat dipakai dalam menilai sah tidaknya syarat eksonerasi yang terdapat dalam perjanjian baku. Itikad Baik dan kepatutan dapat pula merubah atau melengkapi perjanjian. Bahwa perjanjian itu tidak hanya ditentukan oleh para pihak dalam perumusan perjanjian, tetapi juga ditentukan oleh itikad baik dan kepatutan, jadi itikad baik dan kepatutan dapat pula menentukan isi perjanjian itu.dalam prakteknya akibat adanya klausula baku yang memuat berbagai pengecualian pelaku usaha dengan mudah mengelah dari tanggung jawabnya. Usaha yang ditempuh konsumen terhadap tindakan sepihak pelaku usaha dengan adanya klausul baku dalam perjanjian hanyalah dengan mengajukan komplain kepada “TELKOMFlexi” sebagai penyedia jasa layanan guna memperoleh haknya sebagai konsumen pengguna jasa layanan sedangkan penyelesain dengan menggunakan jalan melalui pengadilan sampai saat ini tidak pernah dilakukan baik secara perorangan maupun berkelompok.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL-BELI BENDA BERGERAK

KAJIAN HUKUM ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL-BELI BENDA BERGERAK

Asas merupakan suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang dapat dijadikan pedoman pemikiran dan tindakan. Asas-asas muncul dari hasil penelitian dan tindakan, yang sifatnya permanen, umum dan setiap ilmu pengetahuan yang memiliki asas mencerminkan “intisari” kebenaran-kebenaran dasar dalam bidang ilmu tersebut. Sehingga asas adalah dasar tapi bukan suatu yang absolut atau mutlak. artinya penerapan asas harus mempertimbangkan keadaan-keadaan khusus dan keadaan yang berubah-ubah. Dalam asas itikad baik terkandung suatu kaidah akan kejujuran dari seseorang dalam melakukan suatu hal. Terlebih dalam hal perjanjian jual beli benda bergerak yang seringkali terjadi dalam kalangan masyarakat. Adanya permasalahan mengenai ketidak pastian dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akan itikad baik dalam melakukan jual-beli membuat asas itikad baik ini menjadi akidah yang harus dijelaskan mengenai pokok fungsi dan tujuannya. Sehingga diharapkan kedepannya mampu menunjang sebagai dasar acuan norma-norma serta kaidah-kaidah dalam kehidupan masyarakat pada umumnya dalam melakukan transaksi jual-beli benda bergerak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas itikad baik dibagi menjadi dua, yaitu itikad baik nisbi dan itikad baik mutlak. Dalam itikad baik nisbi, orang memperhatikan sikap dan tingkah laku yang nyata dari subjek, sedang itikad baik mutlak, penilaiannya terletak pada akal sehat dan keadilan, dibuat ukuran yang objektif untuk menilai keadaan. Asas itikad baik merupakan asas dimana para pihak dalam kontrak harus melaksanakan substansi kontrak berdasarakan kepercayaan atau keyakinan teguh atau kemauan baik dari para pihak. Itikad baik dalam kontrak merupakan lembaga hukum yang berasal dari hukum Romawi yang kemudian diserap oleh Civil law. Dalam perkembangannya diserap pula dalam hukum kontrak di beberapa negara yang menganut Common La w System, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Amerika Serikat telah menerima asas itikad baik dalam Uniform Commercial Code (UCC) maupun dalam putusan pengadilan. UCC menentukan : ”Every contract or duty within this Act imposes an obligation of good faith in its perfomances adn enforcement”
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI SAPI DI PASAR HEWAN KEBUMEN - repository perpustakaan

PELAKSANAAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI SAPI DI PASAR HEWAN KEBUMEN - repository perpustakaan

Perjanjian jual beli sapi oleh kedua belah pihak antara penjual dan pembeli harus mempunyai itikad baik yang telah memenuhi asas kebebasan berkontrak. Asas itikad baik akan menimbulkan kepercayaan dan kepastian hukum yangterang serta jelas untuk perlindungan hukum bagi penjual dan pembeli.Kedua belah pihak dalam membuat maupun melaksanakan perjanjian harus memperhatikan asas itikad baik. Dalam melaksanakan perjanjian tersebut harus mengindahkan norma-norma kepatuhan dan kesusilaan.

12 Baca lebih lajut

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT :   Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT : Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengakomodasian asas itikad baik dalam perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta, baik subjektif maupun objektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif bersifat deskriptif. Penelitian ini bermaksud menggambarkan secara jelas tentang berbagai hal yang terkait dengan objek yang diteliti, yaitu pengakomodasian itikad baik dalam arti subjektif dan pengakomodasian itikad baik dalam arti objektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer menggunakan alat pengumpulan data berupa wawancara dengan tipe (directive interview) dan data sekunder yang diperoleh dari bahan kepustakaan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK TAHAP PRAKONTRAKTUAL PADA PERJANJIAN JUAL BELI PERUMAHAN | Innaka | Mimbar Hukum 16122 30670 1 PB

PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK TAHAP PRAKONTRAKTUAL PADA PERJANJIAN JUAL BELI PERUMAHAN | Innaka | Mimbar Hukum 16122 30670 1 PB

Dalam sistem hukum di Indonesia, asas itikad baik berkembang utamanya dalam kegiatan bisnis perumahan (property) karena saat ini banyak pengembang perumahan yang melakukan penawaran melalui brosur. Apabila konsumen tertarik dengan satu rumah, maka sebelum perjanjian jual beli yang oleh undang- undang harus disusun menggunakan akta notariil berupa Akta Jual Beli (AJB), para pihak membuat perjanjian di bawah tangan. Perjanjian ini dinamakan Perjanjian Pendahuluan Jual Beli (PPJB). Pada masa perjanjian pra jual beli ini dilakukan negosiasi untuk nantinya dituangkan dalam perjanjian jual beli yang sesungguhnya. Namun pada kenyataannya besar kemungkinan isi perjanjian yang telah disepakati pada masa negosiasi (tahap prakontraktual) tidak termuat atau tidak dilaksanakan dalam pelaksanaan kontrak. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk merumuskan dua permasalahan, yaitu: 1) Apakah asas itikad baik dilaksanakan dalam perjanjian jual beli perumahan pada tahap prakontraktual? Mengapa? 2) Bagaimana perlindungan hukum yang dapat digunakan oleh konsumen perumahan ketika kesepakatan prakontraktual tidak termuat dalam perjanjian jual beli?
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

dalam sebuah peraturan khusus (berupa Undang-undang atau peraturan lainnya) mengingat ketentuan Kemenpera No 9 Tahun 1995 yang mengatur pembuatan PPJB kurang dapat mengakomodir kepentingan masyarakat saat ini, perlunya memasukkan ketentuan yang mengharuskan adanya itikad baik dalam Pedoman Pengikatan Jual Beli dan Undang-Undang Perumahan Rakyat (Undang-Undang No 1 Tahun 2011), selain itu hendaknya hakim dalam memutus suatu perkara juga melihat itikad baik para pihak sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No 251k/sip/1958. Kata kunci: Asas itikad baik, Perjanjian Pendahuluan, Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT :   Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN KREDIT : Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Kredit: Studi di Bank Rakyat Indonesia Kantor Unit Ngemplak Surakarta.

Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa pengakomodasian asas itikad baik dalam arti subjektif pada perjanjian kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Ngemplak ini lebih ke prakontrak atau tahap sebelum perjanjian tersebut dibuat, yang dalam hal ini telah tidak terakomodasi dengan baik, disebabkan karena masih terlihat ketidakjujuran dari nasabah dalam pengisian formulir sedangkan dalam hal pengakomodasian asas itikad baik objektif juga belum dapat terakomodasi dengan baik, terlihat dalam pelayanan dan perlakuan pihak bank terhadap para nasabah yang dianggap tidak adil.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PELAKSANAAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI SAPI DI PASAR HEWAN KEBUMEN - repository perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PELAKSANAAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI SAPI DI PASAR HEWAN KEBUMEN - repository perpustakaan

Berdasarkan hasil wawancara dengan para pihak antara penjual dan pembeli yaitu Makiran dan Tri Tanggal 20 Desember 2015, dapat diketahui bahwa kesepakatan tersebut di atas sudah menjadi kebiasaan para pelaku untuk melakukan transaksi jual beli hewan sapi. Contoh, Kasus terbaru di Pasar Hewan Kebumen dilakukan oleh Sulis sebagai pembeli sapi terhadap Edi sebagai penjual sapi. Sulis membeli sapi sebanyak 5 ekor sapi dengan total uang 87.5 juta. Sulis baru membayar uang panjer sebesar 20 juta, setelah selang 1 bulan tidak melunasi hutangnya. Dalam kasus ini Sulis melanggar itikad baik yang telah diberikan Edi kepada Sulis (Wawancara dengan Tri Irfanto Tanggal 20 Desember 2015)
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penyelesaian Wanprestasi Perjanjian Kerjasama di Bidang Pendistribusian antara PT. Lafarge Cement Indonesia dengan Perusahaan Distributor (Studi PT. Lafarge Cement Indonesia)

Penyelesaian Wanprestasi Perjanjian Kerjasama di Bidang Pendistribusian antara PT. Lafarge Cement Indonesia dengan Perusahaan Distributor (Studi PT. Lafarge Cement Indonesia)

merupakan asas bahwa para pihak, yaitu pihak kreditur dan debitur harus melaksanakan substansi kontrak berdasarkan kepercayaan atau keyakinan yang teguh maupun kemauan baik dari para pihak. Asas itikad baik terbagi menjadi dua macam, yakni itikad baik nisbi dan itikad baik mutlak . Pada itikad yang pertama, seseorang memperhatikan sikap dan tingkah laku yang nyata dari subjek. Pada itikad yang kedua, penilaian terletak pada akal sehat dan keadilan serta dibuat ukuran yang obyektif untuk menilai keadaan (penilaian tidak memihak) menurut norma-norma yang objektif.. 20
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kesetaraan dan Keseimbangan Sebagai Perwujudan Itikad Baik Berlandaskan Pancasila

Kesetaraan dan Keseimbangan Sebagai Perwujudan Itikad Baik Berlandaskan Pancasila

Kehendak para pihak yang termanifestasi dalam kesepakatan merupakan dasar mengikatnya suatu kontrak (pacta sunt servanda). Kehendak itu dapat dinyatakan dengan berbagai cara baik lisan maupun tulisan dan mengikat para pihak dengan segala akibat hukumnya. Dalam praktik, berdasarkan asas itikad baik hakim memang menggunakan kewenangan untuk mencampuri isi kontrak, sehingga tampaknya itikad baik bukan hanya harus ada pada pelaksanaan kontrak tetapi juga pada tahap pe- nyusunan kontrak. 40

19 Baca lebih lajut

Analisis Putusan Mahkamah Agung Atas Pembuktian Itikad Tidak Baik Dalam Pendaftaran Merek

Analisis Putusan Mahkamah Agung Atas Pembuktian Itikad Tidak Baik Dalam Pendaftaran Merek

Ketentuan Pasal 4 tersebut dapat dinyatakan bahwa dalam UU Merek, meskipun menganut sistem konstitutif, tetapi tetap asasnya melindungi pemilik merek yang beritikad baik. Hanya permintaan yang diajukan oleh pemilik merek yang beritikad baik saja yang dapat diterima untuk didaftarkan. Dengan demikian aspek perlindungan hukum tetap diberikan kepada mereka yang beritikad baik dan terhadappihak lain yang beritikad tidak baik yang sengaja meniru atau tidak jujur mendaftarkan mereknya, dapat dibatalkan oleh Direktorat Merek HKI. Pengertian itikad tidak baik dalam pendaftaran merek juga dapat diartikan suatu tindakan yang disengaja untuk meniru dengan sengaja sebagian atau seluruhnya merek yang telah terdaftar sebelumnya dengan tujuan agar merek yang didaftarkan tersebut dapat menyamai kepopuleran merek yang ditiru tersebut untuk keuntungan pribadi pendaftar merek yang tidak beritikad tidak baik tersebut. 62 Itikad tidak baik dalam suatu pendaftaran merek harus ditolak karena merupakan suatu tindakan curang dari orang, beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum yang merugikan pemilik merek yang telah terdaftar sebelumnya. Tindakan curang yang dilakukan oleh pendaftar merek dengan itikad tidak baik tersebut tidak dibenarkan dalam prinsip
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...