Asimetri informasi

Top PDF Asimetri informasi:

ANALISIS PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA ASIMETRI INFORMASI DAN MANAJEMEN LABA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA ASIMETRI INFORMASI DAN MANAJEMEN LABA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Menurut Milliken (1987) dalam Cormier (2013), manajemen puncak perusahaan menjadi yang paling mungkin mengalami apa yang disebut “response uncertainty” baik dalam rangka pemilihan sejumlah strategi yang memungkinkan maupun dalam rangka merumuskan respon terhadap ancaman langsung dalam lingkungan. Investasi intensif dalam penelitian dan pengembangan mungkin merupakan respon terhadap ketidakpastian tersebut. Aboody dan Lev (2000) berpendapat bahwa keunikan relatif dari investasi Penelitian dan Pengembangan membuat sulit bagi orang luar untuk mempelajari produktivitas dan nilai suatu Penelitian dan Pengembangan perusahaan tertentu dari kinerja serta produk perusahaan lain dalam dunia industri. Selanjutnya, aset fisik dan keuangan diperdagangkan di pasar yang terorganisir, semestara R&D tidak. Tidak ada harga aset yang berasal langsung dari informasi R&D. Dengan demikian, tingkat R&D berkontribusi terhadap asimetri informasi. Mengingat kelangkaan informasi publik tentang kegiatan Penelitian dan Pengembangan, Aboody dan Lev (2000) berhipotesis dan mendokumentasikan bahwa R&D memberikan kontribusi untuk asimetri informasi antara perusahaan dan investor. Dalam konteks seperti itu, dapat dikatakan bahwa manajemen laba lebih mungkin terjadi (misalnya Francis et al.,2005) dan kecil kemungkinannya untuk dideteksi oleh pelaku pasar.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN MANAJEME (1)

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN MANAJEME (1)

Tingkat asimetri informasi yang diwakili oleh bid–ask spread tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cost of equ ity capital. Besarnya asimetri informasi tidak dapat menjelaskan secara langsung pengaruhnya terhadap cost of equity capital. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu (Komalasari dan Baridwan, 2001; Mardiyah, 2002; Murni, 2003; Amurwani, 2006) yang menyatakan bahwa asimetri informasi berpengaruh signifikan dengan cost of equity capital. Semakin tinggi luas pengungkapan sukarela suatu perusahaan, maka akan mempertinggi nilai perusahaan yang ditujukan dengan peningkatan permintaan sekuritas dan peningkatan harga saham yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada pengurangan biaya modal perusahaan. Penelitian ini menjadi tidak signifikan karena investor menilai pada saat ini, emiten atau perusahaan yang mengeluarkan saham biasa baru adalah untuk menutupi hutang operasional maupun investasinya. Sehingga emiten yang mengeluarkan saham biasa baru kurang diminati oleh para investor. Jadi pengungkapan sukarela yang dilakukan oleh perusahaan tidak berpengaruh dengan besarnya cost of equity capital yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERAN KUALITAS LABA TERHADAP ASIMETRI INFORMASI

PERAN KUALITAS LABA TERHADAP ASIMETRI INFORMASI

dalam meminimalkan asimetri informasi. Selain itu, temuan ini juga dapat memberikan masukan dalam pengembangan ilmu dan saran untuk menyosialisasikan kualitas laba sebagai proksi untuk asimetri informasi. Pada sisi praktis, temuan ini dapat menjadi masukan bagi perusahaan, yaitu dengan meningkatkan kualitas laba untuk meminimalkan asimetri informasi. Sedangkan, kontribusi bagi pihak regulator terkait (pemerintah, IAI dan OJK) dalam merumuskan kebijakan, peraturan, dan standar yang terkait dalam peningkatan kualitas pengungkapan informasi dalam laporan tahunan dan meningkatkan efektivitas impelementasi pelaporan. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan akses informasi tanpa mengubah presisi informasi dan menghindari terjadinya insider trading.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI TINGKAT LEVE

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI TINGKAT LEVE

Moral hazard adalah jenis asimetri informasi dimana satu pihak atau lebih yang melangsungkan atau akan melangsungkan suatu transaksi usaha atau transaksi usaha potensial dapat mengamati tindakan-tindakan mereka dalam penyelesaian transaksi-transaksi mereka sedangkan pihak-pihak lainnya tidak misalnya seperti kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer tidak seluruhnya diketahui oleh investor (pemegang saham, kreditor) sehingga manajer dapat melakukan tindakan diluar pengetahuan pemegang saham yang melanggar kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma mungkin tidak layak dilakukan. Moral hazard dapat terjadi karena adanya pemisahan pemilikan dengan pengendalian yang merupakan karakteristik kebanyakan perusahaan besar.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN P

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN P

Penelitian serupa telah dilakukan oleh Rahmawati, dkk. (2006): Variabel yang diteliti yaitu: asimetri informasi sebagai variabel independen dan manajemen laba sebagai variabel dependen, sedangkan variabel kontrol dalam penelitian ini yaitu: varian, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, dan rata-rata kapitalisasi pasar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi sederhana. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa variabel independen asimetri informasi berpengaruh secara positif signifikan dan mampu menjelaskan variabel dependen manajemen laba. Rahmawati, dkk. (2006) menemukan juga bahwa berdasarkan hasil regresi antara variabel dependen manajemen laba dengan masing-masing variabel kontrol didapatkan hasil bahwa variabel ukuran perusahaan tidak mampu menjadi variabel kontrol karena R 2 ukuran perusahaan lebih besar daripada R 2 asimetri informasi yaitu sebesar 0.183306 < 0.267580.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS AUDIT, TENURE AUDIT DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP ASIMETRI INFORMASI DENGAN KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Periode 2013-2015)

PENGARUH KUALITAS AUDIT, TENURE AUDIT DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP ASIMETRI INFORMASI DENGAN KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Periode 2013-2015)

Principal dapat membatasi prilaku manajer dengan menetapkan insentif yang tepat dan melakukan monitor yang didesain untuk membatasi aktivitas yang menyimpang. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya asimetri informasi dan memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan disajikan dengan semestinya maka diperlukan pihak yang independen dan kompeten yang dapat memberikan assurance, salah satunya yaitu jasa audit yang diberikan oleh KAP (Primadita dan Fitriany, 2012).

23 Baca lebih lajut

PEMODERASI PENGARUH ASIMETRI INFORMASI PADA MANAJEMEN LABA

PEMODERASI PENGARUH ASIMETRI INFORMASI PADA MANAJEMEN LABA

Menurut hasil penelitian Richardson (1998:2) terdapat hubungan yang sistematis antara asimetri informasi dan tingkat manajemen laba. Jensen dan Meckling (1976:12) mengasumsikan bahwa manajer sebagai agen akan termotivasi dengan kepentingan pribadi, yaitu usaha untuk melakukan manajemen laba jika ada konflik kepentingan dan ada asimetri informasi antara pemegang saham sebagai prinsipal dengan manajer sebagai agen. Menurut Manggau (2016:3) asimetri informasi yang terjadi antara agent dan prin- cipal ini dapat menimbulkan suatu peluang kepada agent untuk melakukan praktik manajemen laba di perusahaan, karena dengan adanya informasi yang dimiliki oleh agent lebih banyak daripada principal maka agent dengan mudah dapat memanipulasi informasi yang ada di perusahaan. Semakin tinggi tingkat asimetri informasi mengenai perusahaan yang dimiliki oleh manajer daripada pemegang saham, maka manajer akan semakin leluasa merekayasa laba perusahaan yang akan berdampak pada semakin meningkatnya praktik manajemen laba.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Asimetri Informasi, Leverage dan Profitabilitas terhadap Manajemen Laba Riil pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia

Pengaruh Asimetri Informasi, Leverage dan Profitabilitas terhadap Manajemen Laba Riil pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia

Terjadinya asimetri informasi memudahkan manajer melakukan tindakan manajemen laba sehingga akan berdampak buruk bagi pemegang saham dalam mempengaruhi investor untuk mengambil keputusan. Hasil ini konsisten dengan penelitian Putra, dkk (2014); Tarigan (2011); dan Tyasari (2009) yang menyatakan bahwa asimetri informasi berpengaruh terhadap manajemen laba. Jadi semakin tinggi asimetri informasi, maka semakin besar kemungkinan manajer menyajikan informasi yang tidak sebenarnya terutama informasi yang berkaitan dengan pengukuran kinerja mereka.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP  Pengaruh Asimetri Informasi Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Praktik Manajemen Laba (Studi Pada Perusahaan Manufaktur di BEI).

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP Pengaruh Asimetri Informasi Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Praktik Manajemen Laba (Studi Pada Perusahaan Manufaktur di BEI).

Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya, sholawat serta salam yang senantiasa tercurah pada junjungan Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA (Studi pada Perusahaan Manufaktur di BEI)”

17 Baca lebih lajut

ASIMETRI INFORMASI DAN MANAJEMEN LABA SU

ASIMETRI INFORMASI DAN MANAJEMEN LABA SU

Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemilik (pemegang saham). Oleh karena itu sebagai pengelola, manajer berkewajiban memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik. Sinyal yang diberikan dapat dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan keuangan. Akan tetapi informasi yang disampaikan terkadang diterima tidak sesuai dengan kondisi perusahaan sebenarnya. Kondisi ini dikenal sebagai informasi yang tidak simetris atau asimetri informasi (information asymetric). Asimetri informasi terjadi karena manajer lebih superior dalam menguasai informasi dibanding pihak lain (pemilik atau pemegang saham).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Asimetri Informasi Ukuran Perus

Pengaruh Asimetri Informasi Ukuran Perus

Agency theory mengimplikasikan adanya asimetri informasi antara manajer (agent) dengan pemegang saham (principal). Asimetri informasi ini timbul ketika manajer mengetahui lebih banyak informasi internal dan prospek perusahaan dimasa depan dibanding dengan pemegang saham dan stakeholder lainnya. Asimetri informasi merupakan suatu keadaan dimana manajer memiliki akses informasi atas prospek perusahaan yang tidak dimiliki oleh pihak luar perusahaan. Hal ini memberikan kesempatan bagi manajer untuk melakukan manajemen laba (Jensen dan Meckling 1976).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DAN ASIMETRI INFORMASI DALAM SENJANGAN ANGGARAN

ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DAN ASIMETRI INFORMASI DALAM SENJANGAN ANGGARAN

Asimetri informasi memoderasi penga- ruh partisipasi anggaran terhadap senjan- gan anggaran. Hasil regresi berganda (inter- aksi antara variabel asimetri informasi dan partisipasi anggaran) menunjukkan hubun- gan negatif sebesar (0,389) dengan tingakat signifikansi sebesar 0,000 (signifikan). Asimetri informasi juga mempunyai penga- ruh langsung terhadap senjangan anggaran ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,047. Dari hasil analisis regresi dapat disimpulkan bahwa asimetri informasi merupakan kuasi moderasi, kuasi moderasi mengandung makna bahwa variabel asime- tri informasi dapat sebagai variabel moder- asi sekaligus sebagai variabel independen, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asimetri informasi memoderasi pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Dunk (1993), Gamal (2001), Fa- likhatun (2007) dan Supanto (2010). Ring- kasan hasil pengujian disajikan dalam Tabel 5 berikut.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI - PENGARUH KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN TERHADAP ASIMETRI INFORMASI(Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015) - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI - PENGARUH KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN TERHADAP ASIMETRI INFORMASI(Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015) - repository perpustakaan

Perusahaan-perusahaan yang terlambat menyampaikan laporan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BAPEPAM, dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Penyampaian laporan keuangan berhubungan dengan signaling theory karena terdapatnya asimetri informasi antara manager dan pemegang saham mengenai kinerja perusahaan di masa mendatang. Perusahaan mengeluarkan sinyal-sinyal melalui penyampaian laporan keuangan untuk meminimalisir hal tersebut. Penyampaian informasi melalui laporan keuangan oleh manajemen nantinya akan diterima oleh pihak eksternal sebagai suatu sinyal (http://www.bapepam.go.id).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH NEGOSIASI DAN ASIMETRI INFORMASI TERHADAP BUDGET OUTCOMES: SEBUAH EKSPERIMEN

PENGARUH NEGOSIASI DAN ASIMETRI INFORMASI TERHADAP BUDGET OUTCOMES: SEBUAH EKSPERIMEN

Permasalahan kesenjangan anggaran bisa dikaji dari sudut pandang teori keagenan (misalnya, Magee, 1980; Penno, 1984). Dalam bentuk yang paling umum, teori keagenan menunjukkan hubungan antara risk-neutral principal yang mendelegasikan tugas pekerjaan pada agen dan risk-averse agent. Dalam kondisi ini, kesenjangan anggaran dapat diatribusi oleh: 1) asimetri informasi antara superior (prinsipal) dan subordinat (agen) berkaitan dengan efort (upaya) subordinat atau potensi output, 2) ketidakpastian antara efort dan output, 3) tujuan subordinat dan superior yang saling berseberangan, 4) sikap opportunistik atau self-interested dari subordinat. Ketiadaan asimetri informasi, superior dan subordinat dapat mempertahankan tingkat efort dan kompensasi yang tepat. Ketiadaan ketidakpastian antara effort dan output mendorong superior dapat lebih memastikan tingkat efort subordinat berdasarkan output yang dihasilkan. Dan ketiadaan conflicting goals atau self-interest, subordinat dapat bertindak berdasarkan kepentingan superior (Eisenhardt, 1989).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Asimetri Informasi dan Kualitas Audit terhadap Management Laba

Pengaruh Asimetri Informasi dan Kualitas Audit terhadap Management Laba

3. Asimetri informasi dan kualitas audit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba pada PT. KAI. Berdasarkan dari hasil jawaban responden bahwa manajemen laba pada PT. KAI dalam kondisi cukup baik dengan hasil pengaruhnya sebesar 62,80% yang artinya variabel manajemen laba dipengaruhi oleh asimetri informasi dan kualitas audit, sisanya sebesar 37,20% yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lain misalnya: ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan struktur kepemilikan, sedangkan hasil jawaban dari salah satu indikator manajemen laba yaitu indikator Taxation motivation (Motivasi perpajakan) berada dalam kategori kurang baik, diduga hasil jawaban dari indikator Taxation motivation (Motivasi perpajakan) tersebut dapat membawa pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba pada PT. KAI.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Pengaruh Tingkat Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Asimetri Informasi pada Sektor Pertambangan dan Barang Konsumsi di Indonesia dengan Variabel Kontrol Leverage dan Book-to-maket

Pengaruh Tingkat Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Asimetri Informasi pada Sektor Pertambangan dan Barang Konsumsi di Indonesia dengan Variabel Kontrol Leverage dan Book-to-maket

Stakeholder theory menuntut manajemen atau perusahaan untuk memiliki hubungan yang baik dan menghargai stakeholder dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk menjalankan perusahaan (Clarkson M. B., 1995; Mainardes et al. , 2011). Berdasarkan stakeholder theory perusahaan menerapakan CSR untuk mendapatkan dukungan dari stakeholder untuk setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan (Pirsch et al. , 2007; Kamatra & Kartikaningdyah, 2015). Penerapan aktivitas CSR akan memotivasi perusahaan untuk mengungkapan kegiatan CSR yang merupakan signal bahwa perusahan baik sehingga meningkatkan nilai perusahaan dimata investor (Clarkson et al. , 2008; Cheng & Christiawan, 2011). Adanya pengungkapan tersebut membuat jumlah informasi yang dimiliki investor akan bertambah sehingga asimetri informasi akan berkurang dan meningkatkan transparansi perusahaan (Diamond & Verrecchia, 1991; Liu et al. , 2013; Cui et al. , 2016). Signals tersebut akan membuat investor mengambil keputusan sesuai yang diharapkan oleh manajemen dan menentukan ask yang mendekati bid sehingga bid-ask spread menurun (Stiglitz, 2002; Bessembider & Mazwell, 2008; Hapsoro & Zidni, 2015; Moss et al. , 2015).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASIMETRI INFORMASI DENGAN TINDA

HUBUNGAN ASIMETRI INFORMASI DENGAN TINDA

Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemilik (pemegang saham). Oleh karena itu sebagai pengelola, manajer berkewajiban memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik. Sinyal yang diberikan dapat dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan keuangan. Akan tetapi informasi yang disampaikan terkadang diterima tidak sesuai dengan kondisi perusahaan sebenarnya. Kondisi ini dikenal sebagai informasi yang tidak simetris atau asimetri informasi (information asymetric). Asimetri informasi terjadi karena manajer lebih superior dalam menguasai informasi dibanding pihak lain (pemilik atau pemegang saham).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGUNGKAPAN CSR TERHADAP ASIMETRI INFORMASI

PENGUNGKAPAN CSR TERHADAP ASIMETRI INFORMASI

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengungkapan CSR dengan informasi asimetri. Pengukuran pengungkaan CSR menggunakan panduan dari GRI G3.1. Pengukuran informasi asimetri pada penelitian ini menggunakan Bid Ask Spread. Pada penelitian ini juga trdapat variabel kontrol yaitu kualitas laba dan Good Corporate Governance (GCG). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sektor pertambangan dan Barang konsumsi pada periode 2008 – 2015. Serta memiliki harga Bid Ask dari periode 2008 – 2015. Pada penelitian ini berhasil ditemukan pengaruh pengungkapan CSR terhadap asimetri Informasi yang berhubungan negatif. Serta beberapa hasil penelitian dari variable kontrol yaitu pengaruh negatif antara earnings persistance dan asimetri informasi serta pengaruh positif antara komite audit dengan asimetri informasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

141385 ID asimetri informasi pada pembiayaan pemil

141385 ID asimetri informasi pada pembiayaan pemil

Kondisi di atas pertama kali dijelaskan oleh (Arrow: 1996). Dalam satu artikel yang terkenal di bidang penanganan kesehatan 1963 yang berjudul "Uncertainty and the Welfare Economics of Medical Care," di jurnalAmerican Economic Review. Sedangkan istilah Informasi Asimetris digunakan oleh (Akerlof: 1970, pp. 488- 500). The Market for Lemons (Pasar Barang Kacangan). Ia menyebutkan bahwa, dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditi cenderung untuk turun, bahkan untuk barang yang tergolong berkualitas bagus. Penjual yang tidak berniat baik akan menipu pembeli dengan cara memberi kesan seakan-akan barang yang dijualnya bagus, hal ini yang memunculkan adanya Adverse Selection.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...