auditory intellectually repetition (AIR)

Top PDF auditory intellectually repetition (AIR):

model  pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR).

model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR).

Auditory Intellectually Repetition (AIR) merupakan model pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) dan pembelajaran Visualization Auditory Kinesthetic (VAK), bedanya hanya pada repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau kuis. Vera (Juliani, 2712: 8) berpendapat bahwa, “Model pembelajaran AIR diartikan sebagai model pembelajaran yang menekankan tiga aspek, yaitu auditory (belajar dengan mendengar), intellectualy (belajar dengan berfikir), dan repetition (pengulangan) agar belajar menjadi efektif”.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL  Eksperimen Pembelajaran Matematika Melalui Model Auditory Intellectually Repetition (Air) Dan Direct Instruction (Di) Ditinjau Dari Self-Efficacy Matematis Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Surakarta 201

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL Eksperimen Pembelajaran Matematika Melalui Model Auditory Intellectually Repetition (Air) Dan Direct Instruction (Di) Ditinjau Dari Self-Efficacy Matematis Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Surakarta 201

Halaman Gambar 2.1 Kerangka Berfikir ............................................................................. 15 Gambar 4.1 Data Hasil Belajar Siswa Kelas Auditory Intellectually Repetition .. 39 Gambar 4.2 Data Hasil Belajar Siswa Kelas Direct Instruction ........................... 40 Gambar 4.3 Data Self-efficacy Matematis Kelas Auditory Intellectually Repetition 41 Gambar 4.4 Data Self-efficacy Matematis Kelas Direct Instruction ..................... 42 Gambar 4.5 Profil Pengaruh Model AIR dan DI Ditinjau dari Self-efficacy
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AK SMK SWASTA NURUL AMALIYAH TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENERAPAN KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AK SMK SWASTA NURUL AMALIYAH TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

The problems in this research were the low interest and student learning result in accounting subject and the conventional method were applied by teacher. The purpose of this research was to know the increase of interest and student learning result in class X AK SMK Swasta Nurul Amaliyah Tanjung Morawa in academic year 2013/2014 by using Colaboration Learning Model Explicit Instruction with Auditory Intellectually Repetition (AIR) and to know the signifance difference and positive of result learning of accounting every cycle.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DI KELAS IV SD NEGERI I KEDUNGREJO NGUNTORONADI WONOGIRI TAHUN AJARAN 2015/2016.

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DI KELAS IV SD NEGERI I KEDUNGREJO NGUNTORONADI WONOGIRI TAHUN AJARAN 2015/2016.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri I Kedungrejo Nguntoronadi Wonogiri tahun ajaran 2015/2016 . Hal itu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dari sebelum dan sesudah tindakan. Pada prasiklus diperoleh rata-rata kelas 46,38 dan presentase ketercapaian kelas 6,89%, pada siklus I menjadi 69,14 dan presentase ketercapaian kelas 68,97%, pada siklus II menjadi 75,77 dan presentase ketercapaian kelas 86,2%, dan pada siklus III menjadi 82,07 dan presentase ketercapaian kelas 93,11%. Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV siswa SD Negeri I Kedungrejo tahun ajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL AUDITORY  Eksperimen Pembelajaran Matematika Melalui Model Auditory Intellectually Repetition (Air) Dan Direct Instruction (Di) Ditinjau Dari Self-Efficacy Matematis Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Surakarta 2015/

HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL AUDITORY Eksperimen Pembelajaran Matematika Melalui Model Auditory Intellectually Repetition (Air) Dan Direct Instruction (Di) Ditinjau Dari Self-Efficacy Matematis Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Surakarta 2015/

Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) pengaruh model Auditory Intellectually Repetition (AIR) dan Direct Instruction (DI) terhadap hasil belajar matematika; (2) pengaruh self-efficacy matematis siswa terhadap hasil belajar matematika; (3) efek interaksi antara model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dan Direct Instruction (DI) serta self-efficacy matematis siswa terhadap hasil belajar matematika. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII Semester Genap Tahun ajaran 2015/2016 SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dengan populasi seluruh siswa kelas VIII. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental semu. Kelas yang menjadi sampel pada penelitian ini diambil dengan metode cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% diperoleh: (1) ada pengaruh model Auditory Intellectually Repetition (AIR) dan Direct Instruction (DI) terhadap hasil belajar matematika; (2) tidak ada pengaruh self-efficacy matematis siswa terhadap hasil belajar matematika; (3) tidak ada efek interaksi bersama model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dan Direct Instruction (DI) serta self-efficacy matematis siswa terhadap hasil belajar matematika.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORI A. Kemampuan Berpikir Kreatif - UPAYA MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN KECERDASAN INTERPERSONALSISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION(AIR) (Studi Kasus SMP Bhakti Praja

BAB II KAJIAN TEORI A. Kemampuan Berpikir Kreatif - UPAYA MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN KECERDASAN INTERPERSONALSISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION(AIR) (Studi Kasus SMP Bhakti Praja

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) adalah salah satu strategi pembelajaran yang menekankan aspek Auditory yang berarti indra telinga digunakan dalam belajar dengan cara menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, dan menanggapi, Intellectually yang berarti kemampuan berpikir perlu dilatih dengan melalui latihan menalar, mencipta, memecahkan masalah, berpikir kreatif dan menerapkan, dan Repetition berarti pengulangan yang diperlukan dalam pembelajaran agar pemahaman lebih mendalam dan luas, siswa perlu dilatih melalui pengerjaan soal, pemberian tugas dan kuis.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEDISIPLINAN BELAJAR MATEMATIKA MELALUI  Peningkatan Kedisiplinan Belajar Matematika Melalui Strategi Auditory Intellectually Repetition (AIR) (PTK Pada Siswa Kelas X Semester Genap SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun Ajaran 2011/2012).

PENINGKATAN KEDISIPLINAN BELAJAR MATEMATIKA MELALUI Peningkatan Kedisiplinan Belajar Matematika Melalui Strategi Auditory Intellectually Repetition (AIR) (PTK Pada Siswa Kelas X Semester Genap SMK Muhammadiyah Kartasura Tahun Ajaran 2011/2012).

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kedisiplinan belajar matematika melalui strategi Auditory Intellectually Repetition (AIR). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif antara peneliti dan guru matematika sebagai pelaku tindakan kelas. Subjek penelitian yang dikenai tindakan adalah siswa kelas X-OA SMK Muhammadiyah Kartasura yang berjumlah 39 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari kedisiplinan siswa dalam mematuhi peraturan mengalami peningkatan. Sebelum penelitian (23,08%), putaran I (35,89%), putaran II (48,72%), dan pada putaran III menjadi (71,79%). Kedisiplinan siswa dalam tepat waktu juga mengalami peningkatan. Sebelum penelitian (25,64%), putaran I (43,59%), putaran II (56,41%), dan pada putaran III menjadi (84,62%). Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan strategi Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan kedisiplinan belajar siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) | Chumdari | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 8910 19241 1 PB

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) | Chumdari | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 8910 19241 1 PB

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan melalui model kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada siswa kelas IV SD Negeri I Kedungrejo Nguntoronadi Wonogiri tahun ajaran 2015/2016. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep pecahan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR). Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian yang digunakan adalah guru dan siswa kelas IV siswa SD Negeri I Kedungrejo yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah validitas isi dan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri I Kedungrejo Nguntoronadi Wonogiri tahun ajaran 2015/2016. Hal itu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dari sebelum dan sesudah tindakan. Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV siswa SD Negeri I Kedungrejo tahun ajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: Penelitian Tindakan Kelas : X IIS 3 SMAN 3 Cimahi.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: Penelitian Tindakan Kelas : X IIS 3 SMAN 3 Cimahi.

Terdapat beberapa kegiatan pokok dalam strategi AIR seperti kegiatan memecahkan masalah, kegiatan mencari sumber informasi, kegiatan mengidentifikasi sumber informasi, dan kegiatan menggunakan informasi. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dirasa dapat mendorong keterampilan literasi informasi pada siswa. Adapun alur strategi pembelajaran AIR ialah dimulai dari keterlibatan siswa dalam kegiatan auditory-intellectually, dalam tahap ini siswa secara berkelompok dihadapkan oleh suatu permasalahan yang menuntun siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara mencari informasi dari berbagai sumber informasi yang relevan. Kemudian siswa berkomunikasi dengan teman sekelompoknya untuk menentukan informasi mana yang relevan dan bisa dipertanggungjawabkan untuk nantinya digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut. Informasi tersebut kemudian mereka olah menggunakan bahasa mereka sendiri. Selanjutnya, guru memberikan repetition atau pengulangan, dalam tahap ini siswa diberikan penugasan yang dapat melatih siswa agar terbiasa dengan kegiatan pengemasan informasi yang efektif dan efisien. Tugas repetition tersebut kemudian dipresentasikan oleh siswa didalam kelas. Perlu diketahui bahwa mengkomunikasikan informasi secara lisan melalui kegiatan presentasi merupakan salah satu indikator dari keterampilan literasi informasi yang dikembangkan oleh peneliti.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan Pendekatan Scientific pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 201

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan Pendekatan Scientific pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat Tahun Pelajaran 201

From this research, it can be concluded that: (1) AIR learning model gives better learning achievement in mathematics than direct learning model; (2) learning achievement on geometry lesson, students with high AQ is as good as students with moderate, students with high AQ is better than student with low AQ and students with moderate AQ is as good as low AQ; (3) in each mathematics learning model, students with high AQ is as good as moderate AQ ones, mathematics achievement of high AQ student is better than student with low AQ ones and student's mathematics learning achievement with moderate AQ is as good as low AQ ones. (4) At each AQ level of intelligence, learning by using AIR learning model with scientific approach resulted better learning achievement when compared with learning by using direct learning model on geometry lesson.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (Air) Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Prestasi Belajar Matematika Siswa (PTK Pada Siswa Kelas X Jurusan Pema

PENDAHULUAN Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (Air) Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Prestasi Belajar Matematika Siswa (PTK Pada Siswa Kelas X Jurusan Pema

Model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) diartikan sebagai model pembelajaran yang menekankan tiga aspek, yaitu auditory (belajar dengan mendengar), intellectually (belajar dengan berfikir), dan repetition (pengulangan agar belajar menjadi lebih efektif) (Erman, 2010:5). Dalam penelitian ini model pembelajaran AIR dikombinasikan dengan pendekatan CTL yang terdiri dari asas-asas pembelajaran CTL.

5 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI-STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) DAN METODE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR).

EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI-STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) DAN METODE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR).

pembelajaran AIR. Sampel yang akan dipakai adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Fungsi Kompleks. Dalam pelaksanaanya kombinasi model demonstrasi dan SCL dibentuk kelompok A, serta dari metode AIR juga ada kelompok B, dengan kata lain kelas Fungsi kompleks akan dipecah menjadi dua kelompok. Kelompok A terdiri dari 22 mahasiswa yang akan diberikan pembelajaran dengan metode Demonstrasi dan SCL, dan kelompok B akan diberikan pembelajaran dengan metode AIR yang terdiri dari 22 mahasiswa. Kedua kelompok terdiri dari mahasiswa dengan keadaan kemampuannya yang sama. Materi yang akan diberikan juga sama, jam atau waktu pelaksanaanya juga sama (6 bulan)/satu semester.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI  Eksperimen Pembelajaran Matematika Dengan Strategi Think Talk Write Dan Auditory Intellectually Repetition Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun 20

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI Eksperimen Pembelajaran Matematika Dengan Strategi Think Talk Write Dan Auditory Intellectually Repetition Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun 20

Strategi AIR adalah strategi pembelajaran yang efektif dengan memperhatikan tiga hal, yaitu Auditory yang berarti apa yang dilihat, Intellectually yang berarti kemampuan dalam bernalar, Repetition yang berarti pengulangan. Adapun dalam pelaksanaan strategi AIR yaitu: 1) menjelaskan materi yang akan dibahas, 2) membagi siswa dalam tujuh kelompok, 3) membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS), 4) siswa bekerja sama dan berdiskusi untuk menyelesaikan Lembar Kerja Siswa, 5) siswa membaca hasil diskusi dari kelompoknya dan kelompok lain menanggapinya, 6) Seorang siswa wakil dari kelompoknya membacakan kesimpulan, 7) siswa diberi kuis atau PR.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR)

Seluruh mahasiswa juga sudah mampu mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian tindakan kelas. Hasil observasi aktivitas peneliti dan mahasiswa menunjukkan adanya peningkatan. Pada siklus I persentase keberhasilan yang ditunjukkan pada lembar observasi aktivitas peneliti mencapai 88,64%, sedangkan pada siklus II persentase keberhasilan meningkat menjadi 90,91%. Baik pada siklus I maupun pada siklus II hasil observasi aktivitas peneliti masuk dalam kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas mahasiswa juga mengalami peningkatan dari 81,82% pada siklus I menjadi 84,09% pada siklus II. Hasil observasi aktivitas mahasiswa pada kedua siklus masuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa peneliti mampu menerapkan pembelajaran AIR dengan baik dan mahasiswa pun antusias mengikuti pembelajaran AIR. Hasil observasi aktivitas peneliti dan mahasiswa pada siklus I maupun siklus II selalu masuk dalam kategori “baik”, namun hal ini tidak diimbangi dengan hasil tes prestasi mahasiswa pada siklus I yang belum memenuhi indikator keberhasilan. Hal ini dikarenakan beberapa hal antara lain: 1) terbatasnya waktu yang tersedia sehingga banyak skenario pembelajaran yang belum terlaksana dengan maksimal,
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Auditory Intellectually Repetition (AIR) Terhadap Kemampuan Kreativitas Siswa Kelas VII MTs GUPPI Pogalan Pada Mata Pelajaran Matematika - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Auditory Intellectually Repetition (AIR) Terhadap Kemampuan Kreativitas Siswa Kelas VII MTs GUPPI Pogalan Pada Mata Pelajaran Matematika - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Berdasarkan pembahasan dari data hasil penelitian tentang perbedaan kreativitas siswa yang diberi model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan yang diajar secara konvensional dalam pembelajaran matematika maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:

2 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY  Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (Air) Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Prestasi Belajar Matematika Si

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (Air) Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Prestasi Belajar Matematika Si

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi dan prestasi belajar matematika pada siswa kelas X jurusan Pemasaran SMK Batik 1 Surakarta dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penerima tindakan adalah siswa kelas X PM SMK Batik 1 Surakarta yang berjumlah 33 siswa. Peleksanaan tindakan kelas dilaksanakan selama dua siklus. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan alur yang terjadi melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas data, digunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi penyidik. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi dan prestasi belajar mateamtika siswa, dapat dilihat dari : 1) kemampuan siswa mengajukan pertanyaan sebelum tindakan 12,12% dan setelah tindakan 54,54%, 2) kemampuan siswa menjawab pertanyaan sebelum tindakan 13,2% dan setelah tindakan 60,6%, 3) kemampuan siswa bekerja sama dalam kelompok sebelum tindakan 15,15% dan setelah tindakan 69,69%, 4) kemampuan siswa mengemukakan ide matematika secara tertulis sebelum tindakan 21,21% dan setelah tindakan 75,75%, 5) prestasi belajar siswa sebelum tindakan 15,15% dan setelah tindakan 60,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan linier dan persamaan kuadrat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Upaya peningkatan hasil belajar Ski melalui penerapan model pembelajaran Auditor Intellectually Repetition(Air) dengan metode problem Solving pada peserta didik kelas VIII Mts Darussa'adah desa Mojo Agung Kabu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Upaya peningkatan hasil belajar Ski melalui penerapan model pembelajaran Auditor Intellectually Repetition(Air) dengan metode problem Solving pada peserta didik kelas VIII Mts Darussa'adah desa Mojo Agung Kabu

Salah satu model pembelajaran yang tepat digunakan adalah model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). Model pembelajaran AIR adalah salah satu model pembelajaran yang menekankan pada tiga aspek, yaitu auditory (mendengar), intellectually (berpikir), dan repetition (pengulangan). 7 Pembentukan kelompok pada tahap auditory dan intellectually menekankan kepada peserta didik untuk bekerjasama dalam suatu kelompok kecil, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, mampu mengemukakan pendapat, dan saling membantu dalam memecahkan masalah bersama-sama, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Sedangkan tahap repetition dilakukan dengan tujuan untuk memperdalam, memperluas pemahaman, dan mempertajam daya ingat peserta didik yang nantinya akan berdampak pada hasil belajarnya. Model pembelajaran AIR membangkitkan kemampuan peserta didik untuk berpikir secara kritis, memberi motivasi untuk belajar terus sampai dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga peserta didik termotivasi untuk terus mencari jawaban tersebut
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KEMAGNETAN KELAS IX SMP NEGERI 1 PENENGAHAN LAMPUNG SELATAN Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Pendidikan Fisika

BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KEMAGNETAN KELAS IX SMP NEGERI 1 PENENGAHAN LAMPUNG SELATAN Skripsi Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam Pendidikan Fisika

Segala puji syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT, Sang Maha Pencipta semesta alam yang telah memberikan nikmat pemahaman, kesehatan serta hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini, dengan judul “ Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Kemagnetan Kelas IX SMP Negeri 1 Penengahan Lampung Selatan ” sebagai prasyaratan guna mendapatkan gelar sar jana dalam Ilmu Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan nikmat-Nya sehingga penulis mendapat bimbingan dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Cahaya dan Sifat- sifatnya pada Kelas V”. Skripsi ini merupakan syarat akademis dalam menyelesaikan pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Pendekatan Berpikir Dan Berbasis Masalah Tipe Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI Sosial (IIS) SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Ajaran 2016/2017 - UNS In

Penerapan Model Pembelajaran Pendekatan Berpikir Dan Berbasis Masalah Tipe Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI Sosial (IIS) SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Ajaran 2016/2017 - UNS In

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah tipe Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar di bidang Ekonomi di kelas XI Sosial 2 SMA Negeri 1 Banyudono pada Tahun Akademik 2016/2017. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya siklus I dan siklus II. Sebelum menerapkan model pembelajaran berbasis masalah tipe Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) nilai rata-rata kelas 57,56 dengan presentase ketuntasan 13,33%. Pada siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 76,33 dengan presentase ketuntasan 70% dan nilai rata-rata kelas siklus II meningkat menjadi 85,16 dengan presentase 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran berbasis masalah tipe Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar Ekonomi di kelas XI Sosial 2 SMA Negeri 1 Banyudono pada tahun 2016/2017.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 689 documents...