Avulsi Gigi Permanen

Top PDF Avulsi Gigi Permanen:

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

penanganan darurat avulsi gigi permanen anak di Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Polonia. Ditinjau dari faktor sosioekonomi ditemukan tidak ada hubungan yang bermakna dengan pengetahuan p=0,169 maupun sikap p=0,259 orangtua tentang penanganan darurat avulsi gigi permanen anak di Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Polonia. Penelitian ini menemukan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan orangtua dengan sikap p=0,000 tentang penanganan darurat avulsi gigi permanen anak.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Tingkat pengetahuan orangtua tentang penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak tergolong rendah namun orangtua memiliki sikap yang positif terhadap keinginan untuk meningkatkan pengetahuannya. Pelayanan kesehatan setempat perlu memperkenalkan trauma gigi terutama avulsi gigi dan penanganannya melalui media cetak maupun media elektronik sehingga dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.

2 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Trauma gigi telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang paling sering terjadi pada anak dan remaja. Trauma gigi umumnya melibatkan gigi anterior rahang atas, terutama insisivus sentralis dan insisivus lateralis. Salah satu jenis trauma gigi yang paling sering terjadi adalah avulsi dengan persentase kejadian sebanyak 0,5%- 1,6% dari seluruh jenis trauma gigi yang melibatkan gigi permanen. Orangtua sebagai orang terdekat anak perlu mengetahui penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak sehingga prognosis perawatan gigi anak menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap orangtua mengenai penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Kota

Pengetahuan dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Kota

darurat cedera gigi dan mulut sebanyak 165 orang (58,1%). Pertanyaan mengenai sikap orangtua dalam kepentingan mencari gigi anak yang hilang setelah terjadi gigi dan mulut sangat setuju oleh 107 orang (37,7%). Pertanyaan mengenai kepentingan dalam replantasi gigi avulsi yang sangat setuju seramai 110 orang (38,7%). Namun, sikap responden tentang membersihkan gigi yang terlepas pada tempat yang kotor dengan cara disikat sampai bersih menunjukkan hasil yang negatif. Sejumlah 118 orang (41,5%) telah sangat setuju dengan pernyataan diatas sedangkan hanya 3 orang (1,1%) telah sangat tidak setuju dengan pembersihan gigi avulsi. Pengetahuan responden dalam pembersihan gigi avulsi mempengaruhi sikap dalam penanggulan trauma avulsi gigi permanen menyebabkan responden sangat setuju dalam pembersihan gigi avulsi dengan disikat. Hal ini didukung oleh penelitian di Egypt yang menunjukkan (15%) responden akan menggosok gigi yang kotor sebelum replantasi gigi tanpa tidak menyadari bahwa hal ini akan mengurangi kemungkinan sukses replantasi gigi avulsi. 21
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Petisah dan Kecamatan Medan Perjuangan.

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Petisah dan Kecamatan Medan Perjuangan.

Pengetahuan orangtua diukur melalui 9 pertanyaan berkaitan tentang penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak (Tabel 7). Pertanyaan mengenai tindakan pertama yang akan dilakukan orangtua pertama sekali ketika anak mengalami cedera gigi dan mulut dapat dijawab dengan benar oleh 37,3% orangtua yaitu dengan menenangkan anak, hentikan perdarahan dengan menggigit kain sambil membawa ke pelayanan medis. Penelitian Santos et.al menunjukkan bahwa orangtua yang dapat menjawab dengan benar mengenai tindakan pertama sekali yang dilakukan orangtua saat terjadi cedera gigi dan mulut sebesar 49%. 34 Orangtua memilih tidak membawa ke pelayanan medis kemungkinan karena kurangnya pengetahuan orangtua terhadap trauma gigi dan mulut sehingga merasa cukup hanya dengan mengatasi rasa sakit yang sedang dialami anak tanpa memperhatikan dampak lainnya yang mungkin timbul akibat trauma tersebut.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Penanganan darurat yang dapat dilakukan pada avulsi gigi permanen adalah dengan menyimpan gigi avulsi tersebut ke dalam media penyimpanan yang fisiologis, kemudian anak dibawa ke dokter gigi untuk dilakukan replantasi kembali dalam waktu sesegera mungkin. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyembuhan jaringan ligamen periodontal dan suplai neurovaskular selama pemeliharaan estetik dan fungsinya. 17,27 Namun, lebih dianjurkan lagi pada saat pertama kali kejadian, gigi yang terlepas dapat segera dilakukan replantasi oleh orang pertama yang memungkinkan untuk melakukan replantasi yaitu orang tua, guru, atau penjaga anak. Demi melindungi vitalitas dari jaringan ligament periodontal, dianjurkan untuk menghindari menyikat, menggosok, menggenggam atau mengambil apa saja yang ada di permukaan akar. 18,28
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Perkenalkan saya adalah Novia Hardyanti Hutaliang salah satu mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara. Bersama ini saya mohon kesediaan Bapak/ Ibu selaku orangtua siswa-siswi untuk berpartisipasi sebagai subjek dalam penelitian saya yang berjudul : “Pengetahuan dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Kasus Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Polonia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap orangtua terhadap penanganan darurat kasus trauma avulsi gigi permanen di Kecamatan Medan Marelan dan Medan Polonia.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Penelitian ini menemukan bahwa orangtua yang lebih memilih untuk menyelamatkan gigi permanen pada ilustrasi lebih banyak 61,3% dibandingkan yang memilih gigi susu 29,5%, dan sebanyak 9,2% tidak tahu jenis gigi yang terlepas. Hasil penelitian Abdellatif, dkk berbeda dan ditemukan sejumlah besar dari responden lebih memilih untuk menyelamatkan gigi susu. Alasan untuk tidak melakukan replantasi gigi avulsi anak dihubungkan dengan kurangnya pengetahuan, khawatir mencederai anak atau lebih mengutamakan menghentikan perdarahan anak yang bagi sebagian besar orang dipandang sebagai ancaman hidup. Hal ini juga dikarenakan orangtua tidak mendapatkan pengetahuan yang adekuat mengenai masa erupsi gigi permanen padahal hal ini penting untuk diketahui sebelum melakukan penanganan darurat gigi avulsi. Pentingnya pengetahuan orangtua untuk mengetahui jenis gigi anak yang terlepas dikarenakan apabila gigi permanen anak sudah hilang maka tidak ada lagi pengganti gigi permanen tersebut, maka diharapkan agar orangtua dapat menyelamatkan gigi permanen pada anak yang terlepas sedangkan gigi susu merupakan tidak dianjurkan untuk dilakukan replantasi diakibatkan dapat merusak benih gigi permanen yang akan erupsi. 29,41
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Knowledge and attitude of parents with regard to avulsed permanent tooth of their children and their emergency management- Chennai.J Indian Soc Pedod Prev Dent 2014; 322: 97-106.. Cohe[r]

4 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Trauma gigi adalah kejadian yang umumnya terjadi dan perawatannya dikategorikan sebagai tindakan darurat dalam praktik dokter gigi. 1 Trauma gigi dapat menyebabkan gangguan secara estetis, fungsi, dan psikososial bagi anak maupun orangtua. 2 Beberapa studi melaporkan bahwa rerata prevalensi trauma gigi adalah 4,9%-37% dari berbagai populasi yang berbeda. 3,4 Jenis trauma gigi menurut klasifikasi WHO yang diadopsi dari klasifikasi Andreasen meliputi kerusakan pada jaringan keras dan pulpa gigi, kerusakan pada jaringan periodontal, kerusakan pada jaringan tulang pendukung, dan kerusakan pada gingival dan jaringan lunak rongga mulut. Salah satu jenis trauma gigi yang serius dibahas yaitu trauma avulsi. 5
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Susu mempunyai kemampuan mendukung kapasitas klonogenik sel sel ligamen periodontal pada temperatur ruang sampai 60 menit. Susu dapat meningkatkan viabilitas dan perbaikan penyembuhan sel pada temperatur yang lebih rendah. Hal ini di dukung oleh penelitian fisiologi sel yang menunjukkan efek perlindungan terhadap sel sel ligamen periodontal di permukaan akar gigi pada media penyimpanan dengan temperature rendah. 29 Kapasitas klonogenik dapat di pertahankan terus pada tingkat yang sama selama penambahan waktu 45 menit dengan cara menjaga suhu tetap dingin yaitu dengan memasukkan gigi tersebut ke dalam lemari pendingin. Hal ini didukung oleh penelitian Bazmi et.al yang mengatakan bahwa susu akan melindungi sel-sel ligamen periodontal selama dua jam. 29
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Parental knowledge and attitude regarding the emergency treatment of avulsed permanent teeth.. Garcia-Godoy F, Murray PE.[r]

4 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan  Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

temperatur es yang rendah mencirikan sesuatu yang dapat mempertahankan kesegaran gigi, orang awam seharusnya diberikan edukasi bahwa air bersifat hipotonis dan mempercepat kerusakan dari sel-sel ligamen periodontal akar gigi serta memberikan efek yang buruk apabila gigi tersebut direplantasi. Sedangkan, membungkus gigi avulsi kedalam tissue ataupun membungkus gigi avulsi kedalam plastik kering menyebabkan sel-sel ligamen periodontal mengalami dehidrasi sehingga mengalami kerusakan. Media tersebut merupakan wadah yang kering yang dipilih oleh orangtua karena lebih gampang didapat, namun orangtua tidak tahu akan efek langsung merusak ligamen periodontal gigi. 14 Hasil yang tidak jauh berbeda dilihat dari pilihan orangtua tentang media penyimpanan yang paling tepat digunakan, maka yang menjawab susu hanya sebesar 14,2%, sebesar 70,8% menjawab air bersih, alkohol serta air garam, dan 15,1% tidak tahu jenis media penyimpanan apa yang akan digunakan. Beberapa penelitian sebelumnya juga telah membuktikan bahwa masih kurangnya pengetahuan orangtua tentang pemilihan media penyimpanan yang baik untuk gigi avulsi. Hasil penelitian Santos et.al menemukan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan penelitian ini yaitu sebesar 3% dari orangtua yang mengetahui susu baik sebagai media penyimpanan gigi avulsi, sedangkan 54% orangtua memilih menyimpan pada wadah kering. 15
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Avulsi dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada gingiva, ligamen periodontal dan jaringan pulpa. 20 Kerusakan ini tidak dapat dicegah namun dapat diminimalisasi dengan cara meminimalisasi nekrosis yang terjadi pada ligamen periodontal, sementara gigi terlepas dari rongga mulut. Tindakan terbaik yang dapat dilakukan ketika trauma avulsi terjadi adalah dengan melakukan replantasi segera setelah cedera terjadi (5 menit). 5,20,21 Kondisi gigi yang kering akan menyebabkan hilangnya metabolisme fisiologis normal dan morfologi sel-sel periodontal, oleh karena itu waktu maksimal yang dapat digunakan untuk mengembalikan gigi adalah sekitar 120 menit (2 jam). 1,3,5 Gigi harus segera disimpan dalam suatu media yang sesuai hingga anak bisa di bawa ke dokter gigi apabila dalam jangka waktu tersebut gigi tidak dapat dikembalikan ke dalam soket. Tingkat keberhasilan replantasi bergantung pada banyak faktor seperti, status gigi yang avulsi, tahap pertumbuhan akar, lamanya gigi berada di luar soket, lingkungan media penyimpanan dan waktu perawatan. 20
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Berdasarkan penelitian dari berbagai negara maka dapat disimpulkan bahwa trauma avulsi merupakan permasalahan yang serius. 1,4,5 Penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap orangtua tentang penanganan darurat trauma avulsi masih rendah sehingga peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengetahuan dan sikap orangtua tentang avulsi di kota Medan karena tidak adanya penelitian yang dilakukan sebelumnya.

5 Baca lebih lajut

Erupsi Ektopik Gigi Molar Pertama Permanen

Erupsi Ektopik Gigi Molar Pertama Permanen

Spring didesain terutama untuk memisahkan gigi sebelum band ortodonti digunakan. Tetapi Helical Spring (Gambar 15) dapat digunakan untuk mengkoreksi erupsi ektopik gigi molar pertama permanen maksila dan mandibula sekiranya terdapat ruang yang cukup untuk pertumbuhan gigi dan pemasangan alat ini. 7,15,18 Spring tersedia buatan pabrik, atau dapat dibentuk dari stainless steel wire dengan diameter 0,022 inci. Helical Spring juga dapat digunakan sebagai pengganti loop ‘S’. 18,19

40 Baca lebih lajut

Waktu Erupsi Gigi Permanen Ditinjau Dari Usia Kronologis Pada Anak Usia 6 Sampai 12 Tahun Di SD St. Antonius V Medan

Waktu Erupsi Gigi Permanen Ditinjau Dari Usia Kronologis Pada Anak Usia 6 Sampai 12 Tahun Di SD St. Antonius V Medan

Kalsifikasi enamel dan dentin tidak sama, tetapi mempunyai karakterisistik yang bervariasi pada periode perkembangan. Menurut Brauner, pada usia 10 bulan sampai 2,5 tahun, pembentukan dan kalsifikasi enamel dan dentin baik, namun relatif rentan karena apabila terjadi gangguan metabolisme pada anak yang sedang berkembang secara klinis tidak menyebabkan terjadinya hipoplasia enamel, tetapi dapat mengakibatkan terjadinya gangguan ringan pada kalsifikasi saja. Pada usia 2,5 sampai 5 tahun, kalsifikasi enamel dan dentin biasanya tidak homogen, akan tetapi sifatnya lebih baik dibandingkan pada masa bayi. Gangguan pada kalsifikasi terjadi sebagai akibat respon gangguan metabolisme anak yang sedang berkembang dan gangguan ini disebut hipoplasia kronik. Pada usia 6 sampai 10 tahun, kalsifikasinya baik dan tahan terhadap gangguan pada pembentukan enamel. Periode ini merupakan periode yang kritis karena pembentukan dan kalsifikasi gigi sangat rentan terhadap gangguan pada metabolisme anak-anak yang sedang berkembang, sehingga dapat terjadi hipoplasia enamel. 12 Rensburg menyatakan bahwa gangguan pada tahap kalsifikasi dapat menyebabkan kelainan pada kekerasan gigi seperti hipokalsifikasi. 3
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan - Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Guru-Guru SD di Kecamatan Medan Selayang Terhadap Penatalaksanaan Gigi Avulsi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan - Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Guru-Guru SD di Kecamatan Medan Selayang Terhadap Penatalaksanaan Gigi Avulsi

Salin fisiologis adalah larutan yang mengandung 0,9% NaCl yang dapat digunakan sebagai media penyimpanan gigi avulsi. Penyimpanan pada media ini tidak menyebabkan pembengkakan pada struktur sel, tetapi kebutuhan metabolit dan glukosa untuk mempertahankan metabolisme sel yang normal tidak bisa dipenuhi oleh saline. Media penyimpanan ini tidak direkomendasikan jika gigi harus disimpan selama satu atau dua jam. Hal ini disebabkan karena kebutuhan sel untuk mempertahankan metabolisme tidak terpenuhi.

17 Baca lebih lajut

Prevalensi Crossbite Anterior Dental dan Piranti yang Digunakan dalam Perawatan di Klinik S-1 Departemen Ortodonti FKG USU

Prevalensi Crossbite Anterior Dental dan Piranti yang Digunakan dalam Perawatan di Klinik S-1 Departemen Ortodonti FKG USU

aklirik lepasan dan piranti cekat. 9,15 Untuk penanganan dalam masa gigi bercampur, jika hanya melibatkan satu atau dua insisivus dan tersedia ruangan pada lengkung gigi, crossbite anterior dapat diatasi dengan piranti lepasan, sedangkan piranti cekat lebih sering digunakan pada gigi permanen untuk kasus yang berat. 1,19

4 Baca lebih lajut

Hubungan antara Status Gizi dengan Status Erupsi Gigi Insisivus Sentralis Permanen Mandibula The Relationship between Nutritional Status and the Status of the Eruption of Permanent mandibular central incisors | Driana Rahmawati | Insisiva Dental Journal 1

Hubungan antara Status Gizi dengan Status Erupsi Gigi Insisivus Sentralis Permanen Mandibula The Relationship between Nutritional Status and the Status of the Eruption of Permanent mandibular central incisors | Driana Rahmawati | Insisiva Dental Journal 1

Status belum erupsi pada gigi insisivus sentralis permanen mandibula adalah yang paling sedikit yaitu sejumlah 8 (13,3%). Tahap yang pertama terjadi pada saat gigi sedang bertumbuh yaitu pergerakan gigi di dalam tulang alveolar 8 . Pada tahap ini gigi belum bisa terlihat secara klinis pada kavitas oral. Gigi yang belum erupsi sesuai dengan waktunya dapat disebabkan karena erupsi yang tertunda atau karena retensi yaitu sama sekali tidak erupsi 9 . Erupsi yang tertunda dapat disebabkan karena kelainan genetik, faktor nutrisi, kelahiran prematur, gangguan kelenjar endokrin, berat badan dan tinggi ba- dan, faktor sosioekonomi dan penyakit sis-
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 6435 documents...