Avulsi Gigi Permanen

Top PDF Avulsi Gigi Permanen:

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Trauma gigi adalah kejadian yang umumnya terjadi dan perawatannya dikategorikan sebagai tindakan darurat dalam praktik dokter gigi. Avulsi merupakan salah satu jenis trauma gigi yang paling merusak disebabkan oleh berbagai etiologi. Prevalensi avulsi mencapai 0,5%-16% dari seluruh kasus trauma gigi permanen yang ada dan umumnya terjadi pada gigi insisivus sentralis maksila. Kerjasama dan pengetahuan orangtua terhadap avulsi dianggap penting menentukan tercapainya keberhasilan perawatan dikarenakan orangtua sebagai penolong pertama dikala anak menghadapi avulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan sosioekonomi dengan pengetahuan dan sikap serta hubungan antara pengetahuan dengan sikap orangtua tentang penanganan darurat avulsi gigi permanen anak di Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Polonia.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Hasil penelitian menunjukkan faktor tingkat pendidikan memiliki hubungan bermakna terhadap pengetahuan (p= 0,020) dan faktor sosioekonomi juga memiliki hubungan yang bermakna dengan pengetahuan (p=0,017) orangtua tentang penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru. Faktor pendidikan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan sikap (p= 0,683) dan faktor sosioekonomi juga tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan sikap (p= 0,492) orangtua tentang penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru. Hasil
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Trauma gigi avulsi tidak mungkin dapat dicegah secara sempurna, kondisi ini karena pada masa anak-anak terjadi peningkatan aktivitas fisik dan memiliki koordinasi motorik yang masih dalam perkembangan. 23 Kegiatan anak khususnya olahraga sering mengakibatkan trauma pada gigi. Anak yang melakukan olahraga cenderung meningkatkan risiko trauma pada giginya, akan tetapi pencegahan trauma gigi dapat dilakukan dengan menggunakan mouthguard pada saat olahraga. 24 Sejak tahun 1962, di Amerika telah diwajibkan untuk memakai mouthguard pada saat olahraga seperti sepak bola. 25 Mouthguard terdiri atas beberapa jenis, yaitu stock mouthguard, mouth formed guard, bimaxillary mouthguard dan custom-made mouthguard . Mouthguard biasanya dibuat di praktik dokter gigi dengan melakukan pencetakan maksila pasien atau juga dapat di beli di toko olahraga. Mouthguard yang dibeli dapat disesuaikan dengan cara melelehkan mouthguard dalam bentuk bahan yang lunak dan kemudian digigitkan untuk membentuk cetakan gigi maksila yang lebih sesuai. 26
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Sikap responden pada pernyataan membawa anak dan gigi yang terlepas ke dokter gigi segera setelah cedera gigi dan mulut terjadi menunjukkan hasil positif 81,4% yaitu sebanyak 47,2% orangtua menyatakan setuju. Sebaliknya, sikap responden ditemukan hasil negatif karena pada pernyataan cara membawa gigi anak yang terlepas ke dokter gigi dengan dibalut menggunakan tissue terdapat 48,6% yang setuju dan 13% sangat setuju terhadap pernyataan tersebut. Kemungkinan orang tua menganggap tissue lebih mudah didapatkan dan tidak tahu bahwa media yang kering menyebabkan kekeringan pada membran periodontal sehingga kegagalan perawatan dapat terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya 27,1% responden yang memberikan tanggapan positif pada pernyataan menyimpan gigi yang terlepas ke dalam kantong berisi susu. Hasil penelitian Gupta et.al ditemukan lebih rendah yaitu 4,4% yang setuju bahwa susu sebagai media penyimpanan. 42 Keuntungan dari susu adalah murah dan mudah didapat sehingga gigi dapat segera ditempatkan di media susu. Ini menunjukkan kurangnya pengetahuan orangtua tentang media penyimpanan yang sesuai dengan kondisi lingkungan alveolar. 32 Responden memberikan tanggapan positif sebesar 89% untuk yang bersedia menerima penyuluhan lebih lanjut tentang penanganan darurat cedera gigi dan mulut. Namun hasil tersebut lebih rendah sedikit dibandingkan hasil responden yang tadinya memberikan tanggapan positif dalam mengetahui informasi tentang penanganan darurat cedera gigi dan mulut. Kemungkinan orangtua tidak memiliki banyak waktu untuk menghadiri penyuluhan.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Trauma gigi adalah kejadian yang umumnya terjadi dan perawatannya dikategorikan sebagai tindakan darurat dalam praktik dokter gigi. 1 Trauma gigi dapat menyebabkan gangguan secara estetis, fungsi, dan psikososial bagi anak maupun orangtua. 2 Beberapa studi melaporkan bahwa rerata prevalensi trauma gigi adalah 4,9%-37% dari berbagai populasi yang berbeda. 3,4 Jenis trauma gigi menurut klasifikasi WHO yang diadopsi dari klasifikasi Andreasen meliputi kerusakan pada jaringan keras dan pulpa gigi, kerusakan pada jaringan periodontal, kerusakan pada jaringan tulang pendukung, dan kerusakan pada gingival dan jaringan lunak rongga mulut. Salah satu jenis trauma gigi yang serius dibahas yaitu trauma avulsi. 5
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Susu merupakan suatu media penyimpanan yang biokompatibel untuk gigi avulsi pada periode jangka pendek. 34 Cairan susu dipilih sebagai media penyimpanan karena susu memiliki kandungan non bacterial dan osmolalitas yang paling mirip dengan darah manusia sehingga dapat membantu mempertahankan vitalitas dari sel- sel ligamen periodontal. Gigi avulsi dapat bertahan selama 15-20 menit dimasukkan ke dalam susu. Susu tidak memiliki kemampuan dalam mempertahankan metabolism sel-sel ligamen periodontal dan tidak mempertahankan viabilitas sel-sel ligamen periodontal dalam waktu yang lama. 33 Susu lebih bersifat mencegah kematian dari sel-sel ligamen periodontal daripada untuk memelihara bentuk morfologi, diferensiasi dan mitogenitas dari sel-sel ligamen periodontal itu sendiri. Keuntungan dari susu adalah murah dan mudah didapat sehingga gigi dapat segera ditempatkan di media susu. Kondisi susu yang masih segar dapat mengurangi pembengkakan sel, meningkatkan viabilitas sel dan penyembuhan sel. 32
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Hank’s Balanced Salt Solution (HBBS) merupakan larutan saline standar yang biasanya digunakan dalam penelitian biomedis untuk mendukung pertumbuhan berbagai jenis sel. Penelitian telah membuktikan bahwa media penyimpan yang terbaik untuk gigi yang avulsi adalah media kultur seperti HBSS karena dapat menjaga sel sel periodontal tetap hidup selama 24 jam di bandingkan saliva dan susu. HBSS dapat di peroleh di apotik,toko toko obat, atau farmasi, biasanya tersedia dengan nama dagang yang disebut “ Save-a-tooth ” . Larutan ini tidak membutuhkan pendinginan dan tersedia dalam sebuah wadah steril. 17
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

Perkenalkan saya adalah Novia Hardyanti Hutaliang salah satu mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara. Bersama ini saya mohon kesediaan Bapak/ Ibu selaku orangtua siswa-siswi untuk berpartisipasi sebagai subjek dalam penelitian saya yang berjudul : “Pengetahuan dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Kasus Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Polonia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap orangtua terhadap penanganan darurat kasus trauma avulsi gigi permanen di Kecamatan Medan Marelan dan Medan Polonia.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Petisah dan Kecamatan Medan Perjuangan.

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Petisah dan Kecamatan Medan Perjuangan.

Protokol khusus dibutuhkan dalam prosedur replantasi sehingga tidak semua orangtua mampu melakukan replantasi secara langsung setelah terjadi trauma oleh sebab itu, media penyimpanan yang tepat sangat diperlukan sebagai alternatif untuk mempertahankan vitalitas ligamen periodontal seperti susu. 6,20 Hasil penelitian menunjukkan hanya 10,9% orangtua yang memiliki respon positif terhadap penggunaan kantong berisi susu sebagai media untuk membawa gigi yang terlepas ke dokter gigi (Tabel 9). Hasil yang serupa ditemukan oleh Oliveira et.al sebanyak 10% media susu sebagai media penyimpanan pilihan bahkan Murali et.al dalam penelitiannya tidak menemukan satu orangpun responden yang memilih susu. 13,36 Susu sangat mudah dan murah untuk ditemukan namun masyarakat sangat sedikit menjadikan media ini sebagai media penyimpanan dan hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap media yang memenuhi syarat menyerupai kondisi lingkungan alveolar. 36
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan  Medan Polonia

Pengetahuan Dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak Di Kecamatan Medan Marelan Dan Kecamatan Medan Polonia

temperatur es yang rendah mencirikan sesuatu yang dapat mempertahankan kesegaran gigi, orang awam seharusnya diberikan edukasi bahwa air bersifat hipotonis dan mempercepat kerusakan dari sel-sel ligamen periodontal akar gigi serta memberikan efek yang buruk apabila gigi tersebut direplantasi. Sedangkan, membungkus gigi avulsi kedalam tissue ataupun membungkus gigi avulsi kedalam plastik kering menyebabkan sel-sel ligamen periodontal mengalami dehidrasi sehingga mengalami kerusakan. Media tersebut merupakan wadah yang kering yang dipilih oleh orangtua karena lebih gampang didapat, namun orangtua tidak tahu akan efek langsung merusak ligamen periodontal gigi. 14 Hasil yang tidak jauh berbeda dilihat dari pilihan orangtua tentang media penyimpanan yang paling tepat digunakan, maka yang menjawab susu hanya sebesar 14,2%, sebesar 70,8% menjawab air bersih, alkohol serta air garam, dan 15,1% tidak tahu jenis media penyimpanan apa yang akan digunakan. Beberapa penelitian sebelumnya juga telah membuktikan bahwa masih kurangnya pengetahuan orangtua tentang pemilihan media penyimpanan yang baik untuk gigi avulsi. Hasil penelitian Santos et.al menemukan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan penelitian ini yaitu sebesar 3% dari orangtua yang mengetahui susu baik sebagai media penyimpanan gigi avulsi, sedangkan 54% orangtua memilih menyimpan pada wadah kering. 15
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Kota

Pengetahuan dan Sikap Orangtua Tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Kota

sempurna, sehingga kerusakan struktur gigi yang terjadi dapat menimbulkan gangguan pada pertumbuhan gigi selanjutnya. Anak yang berusia 12-18 tahun, terjadinya trauma biasanya diakibatkan karena aktivitas olahraga sedangkan pada orang dewasa trauma gigi biasanya terjadi akibat faktor kecelakaan. Jatuh merupakan penyebab utama terjadinya fraktur pada anak, berdasarkan penelitiannya pada tahun 2008 ditegaskan bahwa insidensi trauma pada anak 89,4% disebabkan oleh karena terjatuh. Cedera gigi trauma (TDIs) biasanya mempengaruhi satu gigi, namun tidak tertutup kemungkinan jadi pada beberapa gigi yang dapat meningkatkan meningkatkan risiko trauma gigi saat bermain olahraga. Tindakan pencegahan trauma gigi adalah dengan pemakaian mouthguard atau pelindung muka dengan benar. Ketika mouthguard tidak dipakai selama pertandingan sepak bola, kemungkinan mengalami trauma gigi setidaknya dua kali lebih banyak daripada yang menggunakan mouthguard semasa olahraga. 9,10
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Trauma gigi telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang paling sering terjadi pada anak dan remaja. Trauma gigi umumnya melibatkan gigi anterior rahang atas, terutama insisivus sentralis dan insisivus lateralis. Salah satu jenis trauma gigi yang paling sering terjadi adalah avulsi dengan persentase kejadian sebanyak 0,5%- 1,6% dari seluruh jenis trauma gigi yang melibatkan gigi permanen. Orangtua sebagai orang terdekat anak perlu mengetahui penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak sehingga prognosis perawatan gigi anak menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap orangtua mengenai penanganan darurat trauma avulsi gigi permanen anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Pengetahuan dan Sikap Orangtua tentang Penanganan Darurat Trauma Avulsi Gigi Permanen Anak di Kecamatan Medan Amplas dan Medan Baru

Orangtua sebagai orang yang paling dekat dengan anak perlu mengetahui tindakan perawatan darurat standar yang harus dilakukan dalam keadaan darurat sehingga keberhasilan perawatan gigi anak menjadi lebih baik. 1 Penelitian di Kairo dan India menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orangtua tentang penanganan darurat kasus trauma avulsi masih rendah, baik pada orangtua yang memiliki tingkat pengetahuan yang rendah maupun yang tinggi. 6,13

5 Baca lebih lajut

Gigitiruan sebagian kerangka logam sebagai splint permanen pada penderita penyakit periodontal ( laporan kasus) Metal frame partial denture as a splint for periodontal disease patient ( case report)

Gigitiruan sebagian kerangka logam sebagai splint permanen pada penderita penyakit periodontal ( laporan kasus) Metal frame partial denture as a splint for periodontal disease patient ( case report)

Pada kasus III dan IV juga digunakan konektor mayor rahang bawah berupa double lingual bar dan direct retainer yang digunakan pada kasus IV adalah cengkeram I (I-bar). Lengan cengkeram harus tegak lurus dengan tepi free gingival, sehingga jaringan periodontal yang sensitif harus terlindung dari iritasi. Lengan tidak boleh didesain menjadi penghubung dengan undercut karena akan meningkatkan risiko terjebaknya makanan dan menyebabkan iritasi jaringan lunak. 6,7 Pada keempat pasien tersebut telah diinstruksikan untuk menjaga kebersihan mulut dengan menggunakan sikat gigi biasa dan sikat gigi interdental serta pasien diminta untuk datang kontrol sebulan sekali selama tiga bulan pertama sebagai terapi pemeliharaan, selanjutnya kontrol dilakukan selama tiga bulan sekali. Selain itu, pasien juga harus menjaga kebersihan GTSKL tersebut dengan menyikatnya sehari dua kali serta direndam dalam larutan pembersih gigitiruan. Pasien diinstruksikan untuk melepas GTSKL pada malam hari atau waktu tidur. Terapi pemeliharaan yang dilakukan antara lain dental health education (DHE), pemeriksaan klinis berupa pemeriksaan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Gambaran Kebiasaan Buruk Dan Maloklusi Murid Smp Negeri 1 Tanjung Morawa

Gambaran Kebiasaan Buruk Dan Maloklusi Murid Smp Negeri 1 Tanjung Morawa

Maloklusi merupakan keadaan yang menyimpang pada oklusi normal meliputi ketidakteraturan gigi-geligi dalam lengkung rahang seperti gigi berjejal, protrusi, malposisi maupun hubungan yang tidak harmonis dengan gigi antagonisnya. 33 Saat ini maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut terbesar ketiga setelah karies dan penyakit periodontal. 10 Maloklusi dapat mengganggu fungsi pengunyahan, penelanan, bicara dan keserasian wajah serta masalah pergaulan karena masalah estetik terganggu. 9,33 Selain itu maloklusi juga mempengaruhi kesehataan jaringan periodontal, peningkatan terjadinya karies dan dapat menyebabkan gangguan TMJ. 34
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PDF ini Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Ibu terhadap Indeks Plak Anak TK Ibnu Akbar Jalan Parak Pegambiran Kecamatan Lubuk Begalung Padang | Guswan | Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran 1 PB

PDF ini Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Ibu terhadap Indeks Plak Anak TK Ibnu Akbar Jalan Parak Pegambiran Kecamatan Lubuk Begalung Padang | Guswan | Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran 1 PB

kampus dan pihak sekolah, kemudian meminta persetujuan ibu dengan ibu mengisian informed consent agar dapat dilakukan penelitian ke ibu dan murid, pengisian kuesioner pengetahuan dan tindakan oleh ibu dengan menggunakan skala Likert, pemeriksaan gigi untuk mendapatkan nilai indeks plak pada murid TK dengan bantuan zat pewarna (disclosing gel) menggunakan indeks plak Plaque Control Record (PCR), setelah menghitung indeks plak, hubungkan dan analisis data hasil kuesioner ibu dengan keadaan kebersihan gigi dan mulut anak menggunakan uji Chi Square.

Baca lebih lajut

Hubungan antara Status Gizi dengan Status Erupsi Gigi Insisivus Sentralis Permanen Mandibula The Relationship between Nutritional Status and the Status of the Eruption of Permanent mandibular central incisors | Driana Rahmawati | Insisiva Dental Journal 1

Hubungan antara Status Gizi dengan Status Erupsi Gigi Insisivus Sentralis Permanen Mandibula The Relationship between Nutritional Status and the Status of the Eruption of Permanent mandibular central incisors | Driana Rahmawati | Insisiva Dental Journal 1

Status belum erupsi pada gigi insisivus sentralis permanen mandibula adalah yang paling sedikit yaitu sejumlah 8 (13,3%). Tahap yang pertama terjadi pada saat gigi sedang bertumbuh yaitu pergerakan gigi di dalam tulang alveolar 8 . Pada tahap ini gigi belum bisa terlihat secara klinis pada kavitas oral. Gigi yang belum erupsi sesuai dengan waktunya dapat disebabkan karena erupsi yang tertunda atau karena retensi yaitu sama sekali tidak erupsi 9 . Erupsi yang tertunda dapat disebabkan karena kelainan genetik, faktor nutrisi, kelahiran prematur, gangguan kelenjar endokrin, berat badan dan tinggi ba- dan, faktor sosioekonomi dan penyakit sis-
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan - Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Guru-Guru SD di Kecamatan Medan Selayang Terhadap Penatalaksanaan Gigi Avulsi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan - Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Guru-Guru SD di Kecamatan Medan Selayang Terhadap Penatalaksanaan Gigi Avulsi

4. Jika tidak memungkinkan untuk mereposisi giginya, letakkan gigi yang avulsi tersebut ke dalam segelas susu atau tempat penyimpanan lain dan bawa anak ke klinik gawat darurat. Gigi juga bisa diletakkan di dalam mulut antara pipi dan gusi jika anak dalam keadaan sadar. Jika pasien terlalu muda, gigi tersebut bisa ditelannya. Oleh karena itu, sebaiknya beri instruksi kepada anak untuk meludah disuatu wadah kemudian letakkan gigi di wadah tersebut. Hindari pemakaian air sebagai tempat penyimpanannya.

17 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Guru-Guru SD di Kecamatan Medan Selayang Terhadap Penatalaksanaan Gigi Avulsi

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Guru-Guru SD di Kecamatan Medan Selayang Terhadap Penatalaksanaan Gigi Avulsi

Trauma dental merupakan masalah yang sering terjadi pada anak-anak di seluruh dunia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa yang paling sering mengalami trauma dental adalah anak-anak usia sekolah baik di rumah maupun di sekolah. Penyabab terjadinya trauma dental adalah banyaknya anak yang belajar berjalan dan berlari. 5,9 Selain itu, trauma dental juga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 2:1. Trauma dental juga paling sering terjadi pada gigi anterior maksila dan diperparah dengan keadaan overjet. 15 Klasifikasi trauma dental dapat memberikan efek komunikasi yang lebih baik dan penyebaran informasi yang lebih merata. Sistem yang digunakan didasarkan pada modifikasi yang dibuat oleh Andreasen terhadap klasifikasi yang dibuat oleh WHO (World Health Organization). Klasifikasi ini lebih baik dibandingkan dengan klasifikasi lain karena sistem ini sudah diterima secara internasional dan sudah memiliki format yang deskriptif yang didasari oleh pertimbangan klinik dan anatomik. Klasifikasi tersebut yaitu: 5
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perawatan Maloklusi Angle Kelas II Divisi 2 dengan Impaksi Kaninus Mandibula menggunakan Alat Cekat Begg | Ruliyanto | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 7976 14429 1 PB

Perawatan Maloklusi Angle Kelas II Divisi 2 dengan Impaksi Kaninus Mandibula menggunakan Alat Cekat Begg | Ruliyanto | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 7976 14429 1 PB

Setelah tiga bulan pasien dirujuk ke bagian bedah mulut untuk dilakukan operasi exposure gigi kaninus kanan bawah yang impaksi, metode yang digunakan adalah close method exposure dimana disaat yang bersamaan dilakukan pula pencabutan gigi premolar pertama rahang bawah dan diikuti perekatan braket ortodontik. Tujuh hari setelah operasi exposure dilakukan pemasangan braket rahang bawah. Kawat australian wire ukuran 0,014” dengan vertikal multiloop, circle hook di distal gigi kaninus dan anchorage bend di mesial bukal tube molar pertama sebesar 15 0 . Setelah braket rahang
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 6435 documents...