Badan Standardisasi Nasional

Top PDF Badan Standardisasi Nasional:

TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN STANDARDISASI NASIONAL

TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN STANDARDISASI NASIONAL

Dalam rangka mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak guna menunjang Pembangunan Nasional, Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Badan Standardisasi Nasional sebagai salah satu sumber penerimaan negara perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut dan untuk memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak serta ketentuan Pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional, perlu ditetapkan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Standardisasi Nasional dengan Peraturan Pemerintah ini.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional (5)

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional (5)

Standar Nasional Indonesia (SNI) Pupuk SP-36 merupakan revisi SNI 02-3769-1995. Standar ini direvisi sesuai dengan program pemerintah dalam rangka pengembangan industri pupuk serta perlindungan terhadap produsen dan konsumen pupuk, menjamin mutu produk yang beredar di dalam negeri dengan syarat mutu yang ditetapkan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri dengan produk luar negeri.

11 Baca lebih lajut

Bahan tambahan pangan pemanis buatan - Persyaratan penggunaan dalam Badan Standardisasi Nasional

Bahan tambahan pangan pemanis buatan - Persyaratan penggunaan dalam Badan Standardisasi Nasional

Kajian digestive dari Monsanto memperlihatkan bahwa aspartam dimetabolisme dan terurai secara cepat menjadi asam amino, asam aspartat, fenilalanin, dan metanol, sehingga dapat meningkatkan kadar fenilalanin dalam darah. Oleh karena itu pada label, perlu dicantumkan peringatan khusus bagi penderita fenilketonuria. Penggunaan aspartam sesuai dengan petunjuk FDA dinilai aman bagi wanita hamil. JECFA mengijinkan aspartam sebagai pemanis buatan dengan ADI sebanyak 50 mg/kg berat badan.

52 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan Anggota Masyarakat Standardisasi (Studi Eksplanatif Mengenai Pengaruh Kualitas Informasi Website Pusat Informasi dan Dokumentasi Standardisasi (PUSIDO) Badan Standardisasi Nasional (BSN) Terhadap Kepuasan Angg

Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan Anggota Masyarakat Standardisasi (Studi Eksplanatif Mengenai Pengaruh Kualitas Informasi Website Pusat Informasi dan Dokumentasi Standardisasi (PUSIDO) Badan Standardisasi Nasional (BSN) Terhadap Kepuasan Angg

Maka untuk memenuhi kebutuhan pengguna informasi standardisasi dan pendokumentasian produk standardisasi, Badan Standardisasi Nasional (BSN) membentuk Pusat Informasi dan Dokumentasi Standardisasi (PUSIDO) yang dikuatkan dengan keputusan Presiden No. 102 Tahun 2000 tentang Penerapan Standar mencangkup dua aspek, yaitu pertama penerapan SNI secara voluntari (kerelawanan) oleh pelaku usaha, produsen maupun konsumen. Kedua untuk keperluan kepentingan, keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat atau pelestarian fungsi lingkungan hidup dan pertimbangan ekonomis, maka instansi teknis dapat memberlakukan secara wajib sebagian atau keseluruhan spesifikasi teknis dan parameter dalam SNI 2 . Tujuan Pusat Informasi dan Dokumentasi Standardisasi
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Badan Standardisasi Nasional SNI 1726:2012

Badan Standardisasi Nasional SNI 1726:2012

Standar ini disusun oleh Subpanitia Teknis 91-01-S4 Bahan, Sains, Struktur dan Konstruksi Bangunan pada Panitia Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil bekerja sama dengan tim revisi SNI 1726:2012 dan tim revisi peta gempa. Penyusunan standar ini juga didukung dan mendapat bantuan dari Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek - Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui AIFDR (Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction), Institut Teknologi Bandung (ITB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Geologi, Badan Meteorologi-Klimatologi-Geofisika, dan United States Geological Survey (USGS), serta pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional (6)

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional (6)

Standar Nasional Indonesia (SNI) Minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil) ini merupakan revisi SNI 01-2901-1992, Minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) yang dirumuskan oleh Panitia Teknis Makanan dan Minuman. Adapun tujuan revisi standar ini, adalah untuk menyesuaikan standar mutu minyak kelapa sawit mentah Indonesia dengan standar mutu minyak kelapa sawit mentah yang umum dipakai dalam perdagangan internasional sesuai dengan perkembangan terakhir, sehingga minyak kelapa sawit Indonesia dapat bersaing di pasaran internasional.

20 Baca lebih lajut

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional C

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional C

Konsentrasi arsen triorganik lebih dari 60.000 µg/kg dalam makanan atau minuman dapat menyebabkan kematian. Konsentrasi arsen anorganik 300 µg/kg - 30.000 µg/kg dalam makanan atau minuman menyebabkan iritasi perut dan usus disertai dengan gejala mual, muntah dan diare. Tertelan arsen menyebabkan penurunan produksi sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). Konsentrasi 0,010 mg/l dalam air minum dapat menyebabkan kerusakan kulit dan sistem sirkulasi serta dapat meningkatkan risiko kanker. Efek akut terhadap arsen berlangsung lambat namun disertai dengan anemia hemolitik yang cepat. Efek kronis dapat menyebabkan kerusakan pada tulang, darah, hati, saluran pernafasan dan sistem syaraf pusat. Gejala yang nampak pada keracunan kronis arsen antara lain berat badan turun, mual, diare disertai sembelit, pigmentasi dan kulit mengelupas, rambut rontok, radang syaraf perifer. Disamping itu dapat terjadi hepatitis kronis dan sirosis hati, radang syaraf pada berbagai jaringan (polyneuritis), kulit yang melepuh disertai melanotik dan keratotik hingga terjadi kanker kulit, pada permukaan kuku dapat muncul garis-garis putih.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional C (1)

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional C (1)

Standar ini disusun oleh Panitia Teknis Informasi Geografis/Geomatika (PT 07-01) dan telah dibahas dalam rapat konsensus lingkup panitia teknis di Cibinong pada tanggal 10 Desember 2009. Hadir dalam rapat tersebut wakil dari pemerintah, produsen, konsumen, dan pakar akademisi serta instansi teknis terkait lainnya. SNI ini juga telah melalui konsensus nasional yaitu jajak pendapat pada tanggal 10 Mei 2010 sampai dengan 10 Juli 2010.

41 Baca lebih lajut

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional (4)

Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional (4)

Jika ditemukan adanya hak paten, hak cipta, atau hak intektual lainnya di dalam standar ini, maka hak-hak tersebut adalah hak setiap pemegang hak intelektual yang bersangkutan. Panitia Teknis Bidang Informasi Geografis/Geomatika (PT 07-01) menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak intelektual perseorangan atau suatu badan hukum. Identifikasi atau tuntutan atas kemungkinan adanya pelanggaran hak-hak intelektual dalam standar ini adalah bukan tanggung jawab PT 07-01.

45 Baca lebih lajut

 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 166 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan BSN.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 166 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan BSN.

(1) Bagi Pegawai di Lingkungan Badan Standardisasi Nasional yang diangkat sebagai pejabat fungsional yang mendapatkan tunjangan profesi maka tunjangan kinerja dibayarkan sebesar selisih antara tunjangan kinerja pada kelas jabatannya dengan tunjangan profesi pada jenjangnya.

Baca lebih lajut

Index of /ProdukHukum/kehutanan

Index of /ProdukHukum/kehutanan

MPTK mempunyai tugas memberikan pertimbangan dan saran kepada Kepala BSN dalam rangka menetapkan kebijakan dan strategi untuk mendorong penerapan SNI dan meningkatkan keberterimaan penilaian kesesuaian secara nasional, bilateral, regional dan internasional, agar SNI memberikan manfaat sebesar mungkin bagi pengguna.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...