Bahan Organik

Top PDF Bahan Organik:

Ketersediaan Nitrogen Akibat Pemberian Kombinasi Berbagai Bahan Organik Terhadap Tiga Jenis Tanah Dan Efeknya Pada Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Ketersediaan Nitrogen Akibat Pemberian Kombinasi Berbagai Bahan Organik Terhadap Tiga Jenis Tanah Dan Efeknya Pada Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.)

Badan Litbang Pertanian (2010) telah melakukan serangkaian penelitian untuk mengetahui sejauh mana potensi pemanfaatan jerami padi. Sebagai sumber hara tanaman, jerami ternyata mengandung N, P, K, S, Si, Ca, dan Mg. Disamping itu jerami juga sebagai sumber bahan organik dan pembenah tanah, bahan kompos, konservasi lahan, media jamur merang, bahan bakar dan biogas, pelengkap pemeliharaan ikan/udang, bahan baku industri, bahan penyerap logam berat dalam air dan pakan ternak. Salah kelola jerami padi seperti membakar, menyebarkan jerami mentah pada lahan sawah, pemberian pakan ternak langsung, dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat pembakaran jerami dan juga kurang menyehatkan ternak.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

bahan organik tanah

bahan organik tanah

Bahan organik adalah sekumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa organik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik organik dan ototrofik yang terlibat dan berada didalamnya (Madjid,2007).

3 Baca lebih lajut

Bahan Organik Tanah

Bahan Organik Tanah

dipengaruhi oleh arus akumulasi bahan asli dan arus dekomposisi dan humifikasi yang sangat tergantung kondisi lingkungan (vegetasi, iklim, batuan, timbunan, dan praktik pertanian). Arus dekomposisi jauh lebih penting dari pada jumlah bahan organik yang ditambahkan. Pengukuran kandung bahan organik tanah dengan metode walkey and black ditentukan berdasarkan kandungan C-organik (Foth,1994).

14 Baca lebih lajut

Laporan bahan organik

Laporan bahan organik

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tanah dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah dan beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti bahan induk, iklim, topografi, organisme, dan waktu. Tanah yang baik adalah tanah yang mengandung banyak bahan organik yang berguna untuk kesuburan tanaman. Dalam menentukan kesuburan tanah, terkadang digunakan metode pengamatan ciri fisik tanah seperti warna, tekstur dan kondisi air nya. Kadar bahan organik dalam suatu solum tanah sejalan dengan indikator ciri tanah yang subur.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAHAN ORGANIK TANAH

BAHAN ORGANIK TANAH

jaringan tanaman dan hewan, baik yang hidup maupun yg telah jaringan tanaman dan hewan, baik yang hidup maupun yg telah mati, pada berbagai tahana (stage) dekomposisi (Millar, 1955) mati, pada berbagai tahana (stage) dekomposisi (Millar, 1955) • Bahan organik tanah Bahan organik tanah : lebih mengacu pd bahan (sisa jaringan : lebih mengacu pd bahan (sisa jaringan

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Bahan Organik Terhadap Penyakit Pada Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea Mays L) Di Lapangan

Pengaruh Pemberian Bahan Organik Terhadap Penyakit Pada Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea Mays L) Di Lapangan

Pengembalian bahan organik kedalam tanah adalah hal yang mutlak dilakukan untuk mempertahankan lahan pertanian agar tetap produktif. Dua alasan yang selama ini sering dikemukakan para ahli adalah pengolahan tanah yang dangkal selama bertahun-tahun mengakibatkan menurunnya kandungan C dan N organik, penggunaan pupuk kimia seperti urea, KCL dan TSP telah melampaui batas efesiensi teknis dan ekonomis sehingga efisiansi dan pendapatan bersih ang diterima petani dari setiap pupuk yang digunakan semakin menurun. Kedua alasan tersebut memberikan dampak buruk bagi pertanian di nasa mendatang jika tidak dimulai tindakan antisipasi (Musnamar, 2003 b ).
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

BAHAN ORGANIK TANAH

BAHAN ORGANIK TANAH

Humus: campuran senyawa yg kompleks (tersusun oleh asam humat, as fulfat, ligno protein dll), mempunyai sifat agak/cukup resisten (tahan) thd perombakan jasad renik (mikroorganisme), bersifat amorf (tak mempunyai bentuk tertentu), berwarna coklat-hitam, bersifat koloid (<1 µm, bermuatan) dan berasal dari proses humifikasi bahan organik oleh mikroba tanah. Pengaruh humus (BO) thd sifat2 tanah:

6 Baca lebih lajut

BAHAN ORGANIK

BAHAN ORGANIK

Bahan organik merupakan bahan-bahan yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dirombak oleh bakteri-bakteri tanah menjadi unsur yang dapat digunakan oleh tanaman tanpa mencemari tanah dan air. Bahan organik tanah merupakan penimbunan dari sisa- sisa tanaman dan binatang yang sebagian telah mengalami pelapukan dan pembentukan kembali. Bahan organik demikian berada dalam pelapukan aktif dan menjadi mangsa serangan jasad mikro. Sebagai akibatnya bahan tersebut berubah terus dan tidak mantap sehingga harus selalu diperbaharui melalui penambahan sisa-sisa tanaman atau binatang.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

BAHAN ORGANIK DILAUT | Karya Tulis Ilmiah

BAHAN ORGANIK DILAUT | Karya Tulis Ilmiah

Jumlah oksigen (dalam mg/l atau ppm) yang digunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik yang degradable (dapat terurai) biasanya menjadi tolok ukur terjadinya pencemaran atau beban bahan organik di perairan. Kriteria ini dikenal sebagai Biochemical Oxygen Demand (BOD). Sebuah indeks jumlah oksigen yang digunakan organisme untuk metabolisme makanannya baik secara biologi maupun melalui proses kimiawi. Walaupun ada yang menterjemahkan BOD sebagai Biological Oxygen Demand akan tetapi sebenarnya proses yang terjadi bukan hanya proses biologi tapi juga proses kimiawi. Jumlah BOD yang tinggi menunjukkan banyaknya bahan organik. Bila air memiliki BOD rendah secara umum berarti jumlah limbah bahan organiknya rendah sepanjang limbahnya adalah limbah yang degradable .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kajian Ketersediaan P Di Ultisol Akibat Pemberian Bahan Organik

Kajian Ketersediaan P Di Ultisol Akibat Pemberian Bahan Organik

menjelaskan apakah bahan organik yang diberikan ke tanah Ultisol menyumbang sejumlah unsur hara P dalam bentuk organik atau bahan organik tersebut terdekomposisi menghasilkan asam-asam organik yang dapat melarutkan beberapa ikatan P di Tanah Ultisol seperti Al-P dan Fe-P.

2 Baca lebih lajut

BAHAN ORGANIK DILAUT

BAHAN ORGANIK DILAUT

Tingkat penguraiannya tergantung pada kondisi kematian serta sampai tersedianya enzim dan bakteri yang diperlukan. Dalam proses autolisis, reaksi penguraian terjadi karena adanya enzim di dalam sel dan hasilnya selanjutnya akan dilepaskan kedalam badan perairan.Menurut Johanes (1968) dalam Riley dan Chester (1971), ekresi dari mikroorganisme seperti protozoa merupakan sumber yang penting dari bahan organik karbon. Proses pelepasan nitrogen dan fospor dari organisme mati dalam air laut terjadi dengan cepat. Waksman, et al (1938) dalam Riley dan Chester (1971) telah menemukan bahwa setengah dari nitrogen yang ada dalam zooplankton mati, diubah menjadi amonia dalam waktu 2 minggu dan fospat dilepaskan dengan cepat. Skopintsev (1949) dalam Riley dan Chester (1971) menyatakan bahwa 70 % organik karbon tidak terlarut di dalam kultur alga mati akan dioksidasi menjadi karbondioksida (CO2) dan setelah enam bulan ditemukan sekitar 5% yang diubah kedalam bahan organik terlarut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Bahan Organik dan Mikoriza

Bahan Organik dan Mikoriza

Untuk mewujudkan pertanian GAP, maka penulis mencoba mencari literatur yang menggunakan bahan organik untuk meningkatkan hasil produksi tanpa harus merusak lingkungan. Pada tanah salin kandungan bahan organik rendah serta serta penyerapan hara terhadap P juga rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik dan aplikasi mikoriza.

8 Baca lebih lajut

PROSES OKSIDASI BIOKIMIA UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH SIMULASI CAIR ORGANIK RADIOAKTIF

PROSES OKSIDASI BIOKIMIA UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH SIMULASI CAIR ORGANIK RADIOAKTIF

Gambar 2. Hubungan Oksigen Terlarut dengan Rasio F/M pada Flok Aerobik Dikembangkan oleh Palm, dkk (1980) seperti ditunjukkan pada Gambar 2 [4] . Chudoba, dkk (1985) menunjukkan bahwa kecepatan pertumbuhan organisme sangat dipengaruhi oleh konsentrasi bahan organik dan rasio F/M [8] . Pada bahan terdegradasi konsentrasi rendah, pertumbuhan lumpur cenderung berbentuk filamen. Hal ini menjelaskan mengapa pada sistem campuran dengan konsentrasi bahan organik rendah cenderung memberikan pertumbuhan lumpur bentuk filamen. Pada konsentrasi bahan organik yang tinggi, flok yang terbentuk menarik bahan organik dari larutan pada kecepatan yang tinggi dibanding dengan penarikan filamen, penarikan bahan organik oleh flok tersebut mendominasi proses yang terjadi. Oleh karena itu untuk memperoleh gradien konsentrasi bahan organik yang tinggi digunakan sistem operasi pengolahan biologis secara plug-flow, pemakaian selector atau contactor [4,7] .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Produktivitas Primer Perifiton di Sungai Naborsahan Sumatera Utara

Produktivitas Primer Perifiton di Sungai Naborsahan Sumatera Utara

dari alam ataupun aktivitas manusia melalui limbah rumah tangga dan industri. Nilai COD pada perairan tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/l, sedangkan pada perairan yang tercemar dapat lebih dari 200 mg/l (Wijaya, 2009). Fardiaz (1992) menyatakan bahwa bahan-bahan organik yang masuk ke perairan mungkin tidak dapat terurai secara biologis. Sehingga uji kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi bahan organik ditentukan dengan bahan-bahan oksidan (yang sering digunakan adalah kalium kromat).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pembuangan Limbah Cair Industri Tahu Terhadap Kualitas Air Sungai Melati Seberang di Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2015

Analisis Pembuangan Limbah Cair Industri Tahu Terhadap Kualitas Air Sungai Melati Seberang di Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2015

Air limbah yang langsung dibuang ke air permukaan (misalnya, sungai dan danau) tanpa dilakukan pengolahan dapat mengakibatkan pencemaran permukaan air. Sebagai contoh, bahan organik yang terdapat dalam air limbah bila dibuang langsung ke sungai dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen yang terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam sungai tersebut. Dengan demikian, akan menyebabkan kehidupan di dalam air yang membutuhkan oksigen akan terganggu, dalam hal ini akan mengurangi perkembangannya. Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi padaair limbah juga terhambat. Dengan air limbah menjadi sulit terurai (Sumantri, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID PADA DAUN KATU (Sauropus androgynus (L.) Merr)

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID PADA DAUN KATU (Sauropus androgynus (L.) Merr)

Daun katu (Sauropus androgynus (L.) Merr. diambil dari dari tanaman yang terdapat di kebun budidaya PT. Kimia Farma Bandung, pada waktu tumbuhan tersebut sedang berbunga. Setelah dibersihkan dari bagian tumbuhan lain, dari bahan organik asing dan pengotor lainnya, daun dikeringkan secara alami di udara dengan tidak dikenai sinar matahari langsung, kemudian digiling dan diayak dengan ayakan nomor 6, sehingga diperoleh serbuk dengan derajat kehalusan tertentu [10].

Baca lebih lajut

Analisa Kadar Fosfat Dan Tss (Total Suspended Solid) Pada Air Sungai Dengan Metode Spektrofotometri

Analisa Kadar Fosfat Dan Tss (Total Suspended Solid) Pada Air Sungai Dengan Metode Spektrofotometri

Zat Padat Tersuspensi (TSS) adalah padatan yang menyebabkan kekeruhan air, tidak terlarut dan tidak dapat langsung mengendap, terdiri dari partikel-partikel yang ukuran maupun beratnya lebih kecil dari sedimen, misalnya tanah liat, bahan-bahan organik tertentu, sel-sel mikroorganisme, dan sebagainya . Zat padat tersuspensi merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia yang heterogen, dan berfungsi sebagai bahan pembentuk endapan yang paling awal dan dapat menghalangi kemampuan produksi zat organik di suatu perairan . TSS berhubungan erat dengan erosi tanah dan erosi dari saluran sungai. TSS sangat bervariasi, mulai kurang dari 5 mg L-1 yang yang paling ekstrem 30.000 mg L-1 di beberapa sungai. TSS tidak hanya menjadi ukuran penting erosi di alur sungai, juga berhubungan erat dengan transportasi melalui sistem sungai nutrisi (terutama fosfor), logam, dan berbagai bahan kimia industri dan pertanian .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pupuk Organik Teknologi Effective Microo

Pupuk Organik Teknologi Effective Microo

Upaya pembentukan pemahaman petani tentang konsep pupuk organik Teknologi EM dalam pertanian sebagai teknologi inovasi yang ramah lingkungan, dilakukan melalui pendidikan yaitu jalur pendidikan luar sekolah dalam bentuk penyuluhan. Pelaksanaan penyuluhan memerlukan pendekatan dan metode yang sesuai dengan karakteristik inovasi, dan karakteristik petani sasaran penyuluhan, sehingga pesan-pesan komunikasi dapat diterima secara efektif. Dalam proses penyuluhan sebagai pendidikan orang dewasa, ada berbagai jenis pendekatan yang dapat digunakan, yaitu pendekatan individual, pendekatan kelompok dan pendekatan massal. Dari setiap pendekatan tersebut memiliki berbagai metode penyampaian materi (Suriatna, 1988: 16). Metode penyampaian materi penyuluhan secara massal dan penyuluhan kelompok dengan ceramah dan diskusi yang digunakan selama ini, tampaknya belum memberikan perubahan yang diharapkan pada perilaku petani yang masih cenderung mengolah lahan apa adanya dan cenderung menggunakan pupuk kimia dalam usaha tani mereka. Oleh karena itu, untuk mendorong petani agar mau dan mampu mengetahui dan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SENYAWA FLAVONOIDA, FENILPROPANOIDA DAN ALKALOIDA

SENYAWA FLAVONOIDA, FENILPROPANOIDA DAN ALKALOIDA

Alkaloida ini merupakan racun, senyawa tersebut menunjukkan aktivitas fisiologis yang luas, hampir tanpa terkecuali bersifat basa, umumnya mengandung nitrogen dalam cincin heterosiklik, diturunkan dari asam amino, biasanya terdapat dalam tanaman sebagai garam asam organik. Beberapa pengecualian terhadap aturan tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloida quarterner yang bersifat agak asam daripada bersifat basa.

Baca lebih lajut

I. PENDAHULUANA. Latar Belakang ISOLASI DAN UJI KEMAMPUAN BAKTERI INDIGENUS DALAM PERBAIKAN KUALITAS LIMBAH DOMESTIK.

I. PENDAHULUANA. Latar Belakang ISOLASI DAN UJI KEMAMPUAN BAKTERI INDIGENUS DALAM PERBAIKAN KUALITAS LIMBAH DOMESTIK.

reproduksi (Firdus dan Muchlisin, 2010). Bakteri merupakan agen biologi penting yang mempunyai kemampuan dalam biodegradasi limbah. Kemampuan adaptasi bakteri yang tinggi memungkinkan untuk tumbuh pada substrat dan lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan organisme lain (Bollag dan Bollag, 1992). Berdasarkan kondisi di atas dan peluang yang ada, maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bakteri spesifik yang mampu membantu proses degradasi limbah organik di IPAL dan dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas limbah berdasarkan baku mutu standar.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...