Baja AISI 1045

Top PDF Baja AISI 1045:

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding.

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding.

Penyambungan dua material yang berbeda yaitu baja AISI 1045 dengan tembaga C10100 bertujuan untuk mendapatkan dua sifat material dalam satu komponen. Maka perlu dilakukan penelitian untuk proses penyambungan dengan menggunakan proses diffusion bonding antara baja AISI 1045 dan tembaga C10100 ini. Berhubung proses diffusion bonding sangat mahal, maka alternatif proses penyambungan dilakukan dengan metode free vacuum diffusion bonding.

5 Baca lebih lajut

PREDIKSI TEMPERATUR PAHAT PADA PROSES PENGGURDIAN (DRILLING) BAJA AISI 1045 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

PREDIKSI TEMPERATUR PAHAT PADA PROSES PENGGURDIAN (DRILLING) BAJA AISI 1045 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

ABSTRAK PREDIKSI TEMPERATUR PAHAT PADA PROSES PENGGURDIAN DRILLING BAJA AISI 1045 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Oleh RENDY CHANDHIKA Industr[r]

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KONDISI PEMOTONGAN BAJA AISI 1045 TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES CNC MILLING

PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KONDISI PEMOTONGAN BAJA AISI 1045 TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES CNC MILLING

Jenis pendinginan salah satu parameter yang mempengaruhi nilai kekasaran dari hasil permesinan. Niai kekasaran permukaan merupakan salah satu parameter spesifik geometris yang harus dipenuhi pada proses pemotongan logam. Karena proses pemotongan akan menyebabkan terjadi peningkatan temperatur baik terhadap benda kerja maupun alat potongnya maka jika temperatur ini jika tidak dikontrol akan mempengaruhi sifat mekanik bahan dan alat potong/pahat yang dipakai. Parameter lain yang juga berperan adalah kecepatan potong dan kecepatan pemakanan. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu persamaan regresi pengaruh media pendingin dan kondisi pemotongan baja AISI 1045 terhadap nilai kekasaran permukaan pada proses CNC milling. Data hasil penelitian dihitung secara statistik pada kondisi pemotongan dengan variasi cutter speed 500 s.d 1500 rpm, variasi feed rate 20 s.d 40 mm/menit dan dept of cut konstan 1 mm. Pada proses pemesinan/pemotonan dengan media pendingin campuran 1 oli dan 60 air, persamaan regresinya Y = 3,588 – 0,002 X1 + 0,004X2, media pendingin campuran 1 oli dan 40 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2 dan media pendingin campuran 1 oli dan 20 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2. Kondisi pemotongan yang sangat mempengaruhi nilai kekasaran secara parsial adalah Cutter speed sedangkan feed rate tidak begitu mempengaruhi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding - Repositori Universitas Andalas

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding - Repositori Universitas Andalas

Pengaruh Temperatur Sambungan antara Baja Menggunakan Meto JURUSAN TEKNIK MESIN TUGAS AKHIR Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan antara Baja AISI 1045 dengan Tembag Menggunakan[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN HASIL PENGELASAN SMAW BAJA AISI 1045 MENGGUNAKAN ELEKTRODA LAS E 7016

PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN HASIL PENGELASAN SMAW BAJA AISI 1045 MENGGUNAKAN ELEKTRODA LAS E 7016

digunakan adalah baja karbon sedang. Baja karbon sedang memiliki kadar karbon antara 0,3% sampai 0,6% yang bersifat lebih kuat dan keras, dan dapat dikeraskan. Salah satu spesifikasi baja karbon sedang yaitu baja AISI 1045 yang cukup banyak digunakan untuk pengelasan dengan berbagai jenis sambungan dengan metode las busur listrik elektroda terbungkus (SMAW). Sifat mampu lasnya (weldability) yang baik memberikan kemudahan pengelasan untuk menghasilkan logam lasan yang berkualitas baik.

12 Baca lebih lajut

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

KARAKTERISASI UMUR PAHAT PADA PEMBUBUTAN KERING DAN KERAS BAJA AISI 1045 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA CVD BERLAPIS PUTRA CHANDRA WIJAYA 120401062 Telah diperiksa dan disetujui dari[r]

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Temper Terhadap Struktur Mikro, Identifikasi Fasa dan Impak pada Baja AISI 1045 - Ubharajaya Repository

Pengaruh Suhu Temper Terhadap Struktur Mikro, Identifikasi Fasa dan Impak pada Baja AISI 1045 - Ubharajaya Repository

Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui perbedaan struktur mikro, identitifikasi fasa dan uji impak pada Baja AISI 1045 dengan perbedaan suhu tempering. Baja AISI 1045 adalah baja karbon yang mempunyai kandungan karbon sekitar 0,43 – 0,50 yang termasuk dalam golongan baja karbon menengah (Glyn.et.al,2001) jenis baja ini biasa di gunakan sebagai bahan utama pada mesin seperti mesin automotive dll. Baja AISI 1045 merupakan salah satu material yang banyak di produksi dan di gunakan untuk alat – alat atau bagian – bagian mesin karena baja ini memiliki sifat yang dapat di modifikasi, ulet, tangguh serta mempunyai banyak keunggulan lainnya.Pada penelitian ini sampel dengan ukuran 10 mm x 10 mm x 5 mm kemudian dilakukan proses temper pada suhu 250˚ C, 300˚ C , 350˚ C masing - masing di tahan 1 jam kemudian di dinginkan hingga suhu kamar melalui media udara. Baja AISI 1045 dilakukan pengujian struktur mikro dan komposisi unsur kimia menggunakan SEM – EDX dan untuk pengujian struktur kristal atau Identifikasi fasa menggunakan alat difraktometer sinar-x, dengan sumber radiasi Cu dan panjang gelombang K 𝛼 1 =1.5406Å, serta
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH FILLER DAN ARUS LISTRIK PENGELASAN LOGAM TAK SEJENIS BAJA (AISI 1045) DENGAN BAJA TAHAN KARAT (AISI 316L) TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO Petrus Heru Sudargo , Bambang Teguh Baroto

PENGARUH FILLER DAN ARUS LISTRIK PENGELASAN LOGAM TAK SEJENIS BAJA (AISI 1045) DENGAN BAJA TAHAN KARAT (AISI 316L) TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO Petrus Heru Sudargo , Bambang Teguh Baroto

Pertumbuhan dan Perkembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju dan pesat, tidak dapat dipisahkan dari proses penyambungan logam yang sejenis atau penyambungan logam tak sejenis.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelasan logam berbeda dengan variasi arus dan filler pada sambungan las (dissimilar metal welding) antara baja AISI 1045 dengan baja tahan karat AISI 316L. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu baja AISI 1045 disambung dengan baja AISI 316L menggunakan mesin las GMAW dengan filer metal ER308 L dan ER70S, arus 60 A dan 90 A. Jenis sambungan yang digunakan adalah sambungan tumpul dengan kampuh I tunggal dengan ukuran specimen sesuai standar JIS Z2202. Selanjutnya dilakukan pengujian meliputi pengujian tarik, kekerasan dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus las berpengaruh terhadap kekuatan tarik pengelasan GMAW. Kekuatan tarik tertinggi pada pengelasan GMAW sebesar 350 MPa dengan arus 90 A, dan kekuatan tarik terendah 280 MPa pada arus 60 A.. Kekerasan pengelasan GMAW tertinggi pada arus 90 A dan kekerasan terendah pada arus 60 A.Struktur mikro yang terjadi pada arus 60 A didominasi oleh struktur ferit, sementara pada arus 90 A struktur yang terbentuk adalah perlit yang berwarna gelap.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kajian Kriteria Aus Pahat Dan Kondisi Pemotongan Pada Operasi Pembubutan Kering Baja AISI 1045 Yang Dikeraskan Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Kajian Kriteria Aus Pahat Dan Kondisi Pemotongan Pada Operasi Pembubutan Kering Baja AISI 1045 Yang Dikeraskan Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya lah penulis akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “KAJIAN KRITERIA AUS PAHAT DAN KONDISI PEMOTONGAN PADA OPERASI PEMBUBUTAN KERING BAJA AISI 1045

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding - Repositori Universitas Andalas

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding - Repositori Universitas Andalas

Dari hasil penelitian diperoleh kekuatan geser sambungan baja AISI 1045 dengan tembaga C10100 yang tertinggi yaitu 95 MPa, dengan temperatur pemanasan penyambungan 810ºC atau 75% dari temperatur leleh tembaga C10100, dengan tebal area difusi pada satu titik pengamatan yaitu sekitar 1,1 µm.

1 Baca lebih lajut

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Pada UKM yang disurvey digunakan pahat HSS/ karbida (brazing) untuk membubut baja AISI 1045 pada kondisi pemotongan operasional 1750 – 2000 rpm (165 m/min – 185 m/min untuk komponen yang rata – rata berdiameter 30 mm). Pemesinan yang dilakukan pada UKM menggunakan media pendingin coolant berbasis minyak (produk komersial). Namun pengaplikasiannya dilakukan secara manual dengan debit yang tidak menentu (disemprotkan secara manual sesuai pertimbangan masing – masing operator).

4 Baca lebih lajut

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Baja AISI 1045 merupakan baja karbon sedang yang tersedia di pasaran setelah mengalami proses pengerolan hitam atau kondisi normalisasi. Baja tersebut memiliki kekuatan tarik sebesar 570 - 700MPa dan nilai kekerasan brinell berkisar 170-210BHN. Baja AISI 1045 memiliki karakteristik mampus dilas, mampu ketermesinan, kekuatan yang tangguh serta ketahanan impak. Aplikasi penggunaan baja AISI 1045 digunakan pada pembuatan poros, pin, baut pengunci, roda gigi dan semua jenis komponen umum yang digunakan dalam teknik mesin. Data komposisi kimia dari Baja AISI 1045 dapat terlihat pada tabel 2.1. Baja AISI 1045 memiliki sifat kekerasan yang rendah terutama pada ukuran diameter sebesar 60mm. Hal ini lebih sesuai dilakukan proses tempering lalu diikuti proses pengerasan (hardening). Data sifat mekanis dari baja AISI 1045 dapat terlihat pada tabel 2.2.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding - Repositori Universitas Andalas

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Kekuatan Geser Sambungan antara Baja AISI 1045 Dengan Tembaga C10100 Menggunakan Metode Free Vacuum Diffusion Bonding - Repositori Universitas Andalas

Penyambungan dua material yang berbeda yaitu baja AISI 1045 dengan tembaga C10100 bertujuan untuk mendapatkan dua sifat material dalam satu komponen. Maka perlu dilakukan penelitian untuk proses penyambungan dengan menggunakan proses diffusion bonding antara baja AISI 1045 dan tembaga C10100 ini. Berhubung proses diffusion bonding sangat mahal, maka alternatif proses penyambungan dilakukan dengan metode free vacuum diffusion bonding.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Larutan Klorida dalam Temperatur 145 o C terhadap Korosi Retak Tegang (SCC) Baja AISI 1045

Pengaruh Larutan Klorida dalam Temperatur 145 o C terhadap Korosi Retak Tegang (SCC) Baja AISI 1045

Selama berlangsungnya proses korosi retak tegang pada besi atau baja, permukaan dari material yang terlihat dengan visual mata, seakan tak mengalami perubahan apapun, sementara tanpa kita sadari rambatan retak sesungguhnya tengah berlangsug pada material tersebut. Fenomen aretak ini berdampak cukup serius karena retak tersebut hanya dapat terdeteksi pada saat tegangan berada pada tingkatan desain tegangan tertentu. Terdapat dua jenis dari korosi retak tegang yang umum dikenal, yaitu : “Season Cracking” dan “ Causatik embrittlement” dari baja. Kedua bentuk retak ini menggambarkan bagaimana lingkungan yang ada sangat berpengaruh terhadap korosi retak tegang yang terjadi.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

ANALISIS HASIL PENGAMATAN SINAR-X PADA SPESIMEN UJI TARIK SAMBUNGAN LAS V TUNGGAL BAJA AISI 1045

ANALISIS HASIL PENGAMATAN SINAR-X PADA SPESIMEN UJI TARIK SAMBUNGAN LAS V TUNGGAL BAJA AISI 1045

Perencanaan ini diharapkan adanya suatu desain yang akan membantu dalam proses rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah Unit II Rawa Jitu.. Pekerjaan ini direncanakan oleh Konsultan Tekn[r]

8 Baca lebih lajut

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

[2]A. S., More, Jiang, W., Brown, W.D., and Malshe, A.P., 2006. Tool Wear and Machining Performance of CBN TiN Coated Carbide Inserts and PCBN Compact Inserts in Turning AISI 4340 Hardened Steel. Journal of materials Processing Technology 180, pp. 253-262.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH HOLDING TIME PADA PROSES QUENCHING TERHADAP KEKERASAAN BAHAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1045

PENGARUH HOLDING TIME PADA PROSES QUENCHING TERHADAP KEKERASAAN BAHAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1045

Perlakuan untuk menghilangkan tegangan dalam dan menguatkan baja dari kerapuhan disebut dengan memudakan (tempering). Tempering didefinisikan sebagai proses pemanasan logam setelah dikeraskan pada temperatur tempering (di bawah suhu kritis), yang dilanjutkan dengan proses pendinginan. Baja yang telah dikeraskan bersifat rapuh dan tidak cocok untuk digunakan, melalui proses tempering kekerasan dan kerapuhan dapat diturunkan sampai memenuhi persyaratan penggunaan. Kekerasan turun, kekuatan tarik akan turun pula sedang keuletan dan ketangguhan baja akan meningkat. Meskipun proses ini menghasilkan baja yang lebih lunak, proses ini berbeda dengan proses anil (annealing) karena sifat-sifat fisis dapat dikendalikan dengan cermat. Pada suhu 200°C sampai 300°C laju difusi lambat hanya sebagian kecil. karbon dibebaskan, hasilnya sebagian struktur tetap keras tetapi mulai kehilangan kerapuhannya. Di antara suhu 500°C dan 600°C difusi berlangsung lebih cepat, dan atom karbon yang berdifusi di antara atom besi dapat membentuk cementit.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Karakterisasi Umur Pahat Pada Pembubutan Kering Dan Keras Baja AISI 1045 Menggunakan Pahat Karbida CVD Berlapis

Small and medium industries are using turning process to produce automotive, agriculture and farming parts. The process still use coolant fluid with commersial base and heat treatment process for the workpiece after machined. The side effects of use coolant fluid are not environmental friendly, harm the operator’s health, increase the cost production in recycle the used coolant fluid. The side effects of heat treatment workpiece after machined was raised the distortion and change of workpiece’s geometry. Therefore at this study conducted dry turning and hard turning to know the performance of tool, tool life and increase small and medium industries’ productivity. The workpiece was dry and hard turned is AISI 1045 steel which already hardened (40 – 45 HRc). The tools will be used in turning process is coating CVD insert carbides. The turning process done at 12 cutting conditions which combined with low, medium, and high condition. The result of turning process like 12 cutting conditions and tool life are being analyzed and regressed with Design Expert’s software. At the final result of analysis will be obtained math models of tool life based Taylor equation. The Taylor’s tool life equation will be expanded with adding the variable of metal cutting like feeding (f) and depth of cut(a).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH pH, KECEPATAN PUTAR DAN KONSENTRASI INHIBITOR BERBASIS IMIDAZOLINE TERHADAP LAJU KOROSI BAJA AISI 1045 DI LINGKUNGAN YANG MENGANDUNG GAS CO2

PENGARUH pH, KECEPATAN PUTAR DAN KONSENTRASI INHIBITOR BERBASIS IMIDAZOLINE TERHADAP LAJU KOROSI BAJA AISI 1045 DI LINGKUNGAN YANG MENGANDUNG GAS CO2

gas can cause the environment becomes corrosive or called sweet environtment. To reduce the impact of the corrosion in pipeline, corrosion inhibitor given periodically on pipelines. Commercial based corrosion inhibitor imidazoline widely used by oil and gas companies to reduce the impact of internal corrosion. Imidazoline based corrosion inhibitor is a mixture of corrosion inhibitor that affects the anodic and cathodic reactions by adsorption on the surface of the metal to form the passive layer. The purpose of this study is to analyze the effect of pH, rotation speed and consentration of imidazoline based corrosion inhibitor on corrosion rate of AISI 1045 steel and inhibition mechanism in environtment which contain CO 2 gas. Rotational speed which
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Show all 3333 documents...