bakteri E. coli

Top PDF bakteri E. coli:

PENGETAHUAN DAN PERILAKU PREVENTIF TERHADAP BAKTERI E–COLI PADA MASYARAKAT KECAMATAN GONDOMANAN DI KOTA YOGYAKARTA

PENGETAHUAN DAN PERILAKU PREVENTIF TERHADAP BAKTERI E–COLI PADA MASYARAKAT KECAMATAN GONDOMANAN DI KOTA YOGYAKARTA

Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta secara resmi mengumumkan penyebab penyakit kulit misterius yang menewaskan ternak dan satu korban jiwa di Kecamatan Gondomnan, diakibatkan oleh bakteri Escherichia Coli (E-Coli). Kondisi lingkungan yang kotor dan kurang higienis dinilai menjadi pemicu berkembangnya bakteri E-Coli di lingkungan Kecamatan Gondomanan yang warganya banyak memelihara ternak kaki empat tersebut. Kepala Dinkes Jogja, Choirul Anwar juga menegaskan kasus kematian ternak dan satu warga serta belasan terserang penyakit kulit tersebut, bukan karena bakteri clostridium seperti yang dugaan yang berkembang. Dan juga bukan karena penyakit antraks. ”Penyebab penyakit kulit misterius yang terlihat seperti luka koreng tersebut memang karena terserang bakteri Escherichia Coli jadi bukan clostridium atau antraks ,”terang ChoirulAnwar. (http://digilibampl.net)
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Analisis Bakteri E-Coli Yang Terdapat Pada Air Minum Isi Ulang

Analisis Bakteri E-Coli Yang Terdapat Pada Air Minum Isi Ulang

Sampel yang diperoleh dari depot air minum isi ulang Kesia Water (Aceh) dengan nomor sampel 314/B/AM/02/2013. Jumlah bakteri E-Coli yang terdapat pada air minum isi ulang dihitung melalui uji perkiraan dan penegasan di Laboratorium Biologi BTKLPP Kelas 1 Medan. Hasil analisa menunjukkan bahwa sampel yang diperiksa mengandung bakteri E-Coli dengan hasil Most Probable Number (MPN) 33, hasil ini tidak memenuhi persyaratan karena melewati ambang batas yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990 tanggal 3 September 1990, bahwa kadar maksimum yang diperbolehkan untuk parameter E-Coli pada air minum adalah 0/L.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

KAITAN PENCEMARAN BAKTERI COLIFORM DAN BAKTERI E-COLI PADA AIR SUMUR PENDUDUK DENGAN KEPADATAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA TAHUN 2012 | Sri Utami | Pendidikan Geografi 1588 4060 2 PB

KAITAN PENCEMARAN BAKTERI COLIFORM DAN BAKTERI E-COLI PADA AIR SUMUR PENDUDUK DENGAN KEPADATAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA TAHUN 2012 | Sri Utami | Pendidikan Geografi 1588 4060 2 PB

Berdasarkan hasil tabulasi pencemaran bakteri Coliform dan bakteri E- Coli dengan kepadatan permukiman, dapat diketahui bahwa daerah yang tercemar bakteri Coliform dan E-Coli ringan merupakan daerah yang memiliki kepadatan rendah, sedangkan daerah yang tercemar berat bakteri Coliform dan bakteri E-Coli merupakan daerah yang memiliki kepadatan tinggi. Semakin tinggi tingkat kepadatan permukiman akan relatif mempengaruhi kelayakan airtanah, meskipun terdapat faktor lain seperti pola aliran yang menentukan arah aliaran muka airtanah, lebar bibir sumur, dan tidak tertutupnya sumur dan parameter sanitasi lainya. Namun, faktor kepadatan permukiman yang berdampak penyempitan lahan untuk pengelolaan limbah rumah tangga merupakan faktor paling utama mengingat bahwa bakteri mampu berpindah pada media apapun apabila memilki jarak yang dekat
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Inaktivasi Bakteri E. Coli melalui Fotokatalisis Tio2

Inaktivasi Bakteri E. Coli melalui Fotokatalisis Tio2

Pada metode lapisan tipis dilakukan tiga perlakuan yaitu pemberian cahaya UV saja (fotokatalisis), pemberian bias listrik 1V saja, dan gabungan keduanya (fotoelektrokatalisis). Dalam perlakuan selama 4 jam, perlakuan fotoelektrokatalisis mampu membunuh E. coli hingga 51.4% atau 2.7 kali lebih kuat dibandingkan perlakuan fotokatalisis. Hal ini terjadi karena bias listrik positif telah memisahkan muatan-muatan berlawanan sehingga mempercepat reaksi pada permukaan semikonduktor.

1 Baca lebih lajut

Perbandingan Bakteri Coliform, E. coli, E. coli O157, dan E. coli O157H7.

Perbandingan Bakteri Coliform, E. coli, E. coli O157, dan E. coli O157H7.

Bakteri E. coli dari media EMBA yang positif sebagai Gram negatif selanjutnya diuji untuk diidentifikasi kelompok fecal dan non fecal dengan uji indol (SIM), methyl red, voges proskauer dan citrate (IMVIC) dengan menginokulasikan masing-masing satu ose ke dalam tabung yang berisi tryptone broth untuk uji indol, MR-VP Medium untuk uji methyl red dan voges proskauer serta ke dalam medium koser citrate untuk uji penggunaan sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon. Semua tabung diinkubasikan pada suhu 35°C selama 5 hari, kecuali medium MR-VP untuk uji methyl red (dengan waktu inkubasi 6vhari). E. coli memberikan hasil positif pada tes indol karena mampu memecah asam amino triptofan, E. coli selama proses fermentasi menghasilkan lebih banyak asam sehinggga pada uji methyl red memberikan reaksi positif yakni indikator methyl red menjadi berwarna merah. Pada uji voges-proskauer E. coli memberikan hasil negatif karena E. coli tidak dapat membentuk asetil methyl karbinol (Asetonin), begitu juga pada uji citrat E. coli memberikan reaksi negatif terhadap uji karena E. coli tidak mampu menggunakan citrate sebagai sumber karbon. Setelah itu dari tabung positif pada uji IMVIC diambil satu ose dan diinokulasikan pada media nutrient agar miring untuk pemeriksaan selanjutnya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Tingkat Kejadian Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Β-Lactamase yang Diisolasi dari Feses Broiler di Kota Bogor | Masruroh | Jurnal Sain Veteriner 22813 43748 1 SM

Tingkat Kejadian Escherichia coli Penghasil Extended Spectrum Β-Lactamase yang Diisolasi dari Feses Broiler di Kota Bogor | Masruroh | Jurnal Sain Veteriner 22813 43748 1 SM

Keberadaan cemaran bakteri resisten khususnya bakteri penghasil ESBL menimbulkan masalah penting secara global. Penyakit yang timbul akibat terinfeksi bakteri resisten tersebut mengakibatkan masalah kesehatan baik bagi manusia maupun hewan ternak, seperti meningkatnya biaya pengobatan, terbatasnya pilihan terapi terhadap pasien, masa rawat yang lebih lama, dan kematian (Lestari dan Severin 2009; Pajariu 2010). Bakteri E. coli adalah bakteri yang secara alami hidup di dalam sistem pencernaan manusia dan hewan, namun fenomena resistensi bakteri ini didorong oleh tekanan selektif antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang diberikan secara berulang (Lestari dan Severin, 2009).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisa Bakteri Coliform Pada Air Kran Di Rumah Makan Yang Terdapat Di Jalan Dr Mansur,Medan Tahun 2015

Analisa Bakteri Coliform Pada Air Kran Di Rumah Makan Yang Terdapat Di Jalan Dr Mansur,Medan Tahun 2015

Air merupakan habitat yang secara alaminya sangat mudah tercemar oleh faktor biotik dan abiotik. Pada air yang tidak higienis biasanya terdapat E.coli dan coliform lainnya. Mikroba seperti coliform dan E.coli, sebenarnya akan aman apabila ada di tubuh manusia, karena bakeri E.coli sendiri sebenarnya ada dalam organ pencernaan manusia. Tapi apabila bakteri E.coli dan coliform yang terminum dari air yang tidak bersih itu bakal berbahaya. Karena air yang tercemar coliform dapat mengakibatkan penyakit-penyakit saluran pernafasan. Organism koliform merupakan petunjuk adanya polusi kotoran (feces). Bahaya sehubungan dengan air minum adalah bila air tersebut telah tercemar oleh bahan buangan atau kotoran manusia atau hewan berdarah panas. Bila kotoran semacam itu terjadi, maka air tersebut mengandung bibit-bibit penyakit yang masih hidup. Meminum air semacam itu dapat berakibat timbulnya penyakit demam usus atau disentri.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

POTENSI ANTIBIOTIK ISOLAT BAKTERI RIZOSFER TERHADAP BAKTERI Escherichia coli MULTIRESISTEN

POTENSI ANTIBIOTIK ISOLAT BAKTERI RIZOSFER TERHADAP BAKTERI Escherichia coli MULTIRESISTEN

Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bakteri E. coli multiresisten antibiotik (resisten terhadap amphicillin, amphicillin sulbactam, dan ciftizoxin). Resistensi merupakan suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel mikroba oleh antimikrobia. Hal ini merupakan salah satu mekanisme alamiah untuk bertahan hidup. Perubahan sifat genetik terjadi karena bakteri memper- oleh elemen genetik yang membawa sifat resistensi, keadaan ini dikenal sebagai resistensi didapat (acquired resistance). Elemen resistensi dapat juga diperoleh dari luar dan disebut resistensi dipindahkan (transferred resistance). Dapat pula terjadi mutasi genetik spontan atau rangsangan antimikrobia (induced resistance) (Ganiswara, 1995).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - HUBUNGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS DAN SANITASI LINGKUNGAN SUMBER AIR DENGAN KEJADIAN DIARE (Studi di Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - HUBUNGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS DAN SANITASI LINGKUNGAN SUMBER AIR DENGAN KEJADIAN DIARE (Studi di Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Pengukuran kualitas air secara bakteriologis dilakukan dengan melihat keberadaan organisme golongan coli (coliform) yaitu seperti bakteri E.coli sebagai indikator karena mudah dideteksi dalam air, lebih tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri dapat tumbuh baik pada suhu antara 8°C-46°C, dengan suhu optimum dibawah temperature 37°C, dan banyak terdapat dalam tinja. 26

15 Baca lebih lajut

Perbandingan Bakteri Coliform, E. coli, E. coli O157, dan E. coli O157H7 pada Sapi bali di Mengwi, Badung, Bali.

Perbandingan Bakteri Coliform, E. coli, E. coli O157, dan E. coli O157H7 pada Sapi bali di Mengwi, Badung, Bali.

Bakteri E. coli dari media EMBA yang positif sebagai Gram negatif selanjutnya diuji untuk diidentifikasi kelompok fecal dan non fecal dengan uji indol (SIM), methyl red, voges proskauer dan citrate (IMVIC) dengan menginokulasikan masing-masing satu ose ke dalam tabung yang berisi tryptone broth untuk uji indol, MR-VP Medium untuk uji methyl red dan voges proskauer serta ke dalam medium koser citrate untuk uji penggunaan sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon. Semua tabung diinkubasikan pada suhu 35°C selama 5 hari, kecuali medium MR-VP untuk uji methyl red (dengan waktu inkubasi 6vhari). E. coli memberikan hasil positif pada tes indol karena mampu memecah asam amino triptofan, E. coli selama proses fermentasi menghasilkan lebih banyak asam sehinggga pada uji methyl red memberikan reaksi positif yakni indikator methyl red menjadi berwarna merah. Pada uji voges-proskauer E. coli memberikan hasil negatif karena E. coli tidak dapat membentuk asetil methyl karbinol (Asetonin), begitu juga pada uji citrat E. coli memberikan reaksi negatif terhadap uji karena E. coli tidak mampu menggunakan citrate sebagai sumber karbon. Setelah itu dari tabung positif pada uji IMVIC diambil satu ose dan diinokulasikan pada media nutrient agar miring untuk pemeriksaan selanjutnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KAJIAN PARAMETER KIMIA DAN MIKROBIOLOGI DANAU ANEUK LAOT SEBAGAI SUMBER AIR BAKU MASYARAKAT KOTA SABANG PROVINSI NANGGRO ACEH DARUSSALAM Tri Widiyanto

KAJIAN PARAMETER KIMIA DAN MIKROBIOLOGI DANAU ANEUK LAOT SEBAGAI SUMBER AIR BAKU MASYARAKAT KOTA SABANG PROVINSI NANGGRO ACEH DARUSSALAM Tri Widiyanto

Danau Aneuk Laot secara administrasi berada di Pulau Weh Kabupaten Sabang, Provinsi Nanggro Aceh Darussalam. Sumber air danau Aneuk Laot saat ini digunakan untuk kegiatan perikanan, bahan baku air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pariwisata, pertanian, area konservasi, dan juga sarana mandi serta cuci penduduk sekitar. Kajian ini bertujuan untuk melihat kelayakan pemanfaatan Danau Aneuk Laot untuk sumber air baku, pertanian dan perikanan, di lihat dari parameter kimia dan mikrobiologis. Pengambilan sampel air dilakukan pada tanggal 3-9 Maret 2017, pada 5 lokasi pengambilan contoh air. Parameter kualitas air yang diamati meliputi: populasi bakteri E. coli, Coliform, bakteri heterotrofik, suhu, pH, kandungan oksigen terlarut, kandungan material terlarut, fosfat, kandungan organik terlarut, dan nitrat. Hasilnya menunjukkan jumlah coloni E. C oli sebesar 0 - 1.000 CFU/100 mL, Coliform sebanyak 1.800 – 29.600 CFU.100 mL -1 . Populasi kelompok bakteri heterotrofik berkisar antara 2 – 76 x 10 6 CFU/mL. Kondisi parameter pH berkisar antara 8,41 – 9,19, kandungan oksigen terlarut berkisar antara 9,04 - 9,53 mg/L, material terlarut berkisar antara 1 – 9 mg/L, kandungan total fosfat berkisar antara 0,03 – 0,05 mg/L, kandungan total bahan organik berkisar antara 8,13 – 12,97 mg/L, kandungan senyawa nitrat berkisar antara 0,35 – 0,68 mg/L. Secara keseluruhan kondisi kualitas air danau Aneuk Laot layak untuk digunakan sebagai sumber air untuk perikanan, pariwisata dan pertanian. Sedangkan berdasarkan kandungan E. coli dan Coliform layak digunakan sebagai sumber air baku golongan II, dengan pengolahan terlebih dahulu.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis cemaran bakteri coliform dan identifikasi escherichia coli pada es batu kristal dan es balok di Kelurahan Cibubur Jakarta Timur Tahun 2016

Analisis cemaran bakteri coliform dan identifikasi escherichia coli pada es batu kristal dan es balok di Kelurahan Cibubur Jakarta Timur Tahun 2016

Es batu digunakan masyarakat untuk minuman. Es batu yang ada di pasaran berasal dari industri rumah tangga atau depot es batu.Sumber air yang digunakan oleh industri rumah tangga atau depot belum tentu aman karena menggunakan air tanah, sedangkan kualitas air tanah di daerah perkotaan seperti di Jakarta telah mengalami pencemaran sehingga kualitas es batu yang dihasilkan akan rendah dan dapat menimbulkan penyakit. Salah satu penyakit yang bisa timbul adalah diare. Diare merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang insiden kenaikannya masih tinggi. Es batu bisa menyebabkan penyakit diare bila di dalamnya terdapat bakteri Escherichia coli, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kualitas es batu berdasarkan segi mikrobiologi. Pada penelitian ini dilakukan untuk melihat cemaran bakteri coliform dan adanya Escherichia coli pada es batu kristal dan es balok. Hasil penelitian menunjukan 7 dari 7 sampel positif mengandung bakteri coliform dan Escherichia coli dengan nilai MPN diatas ambang batas aman. Kesimpulan penelitian ini adalah es batu kristal yang dijual restauran dan es balok dari distributor es balok kualitasnya kurang baik dan tidak memenuhikriteria mikrobiologi yang telah ditetapkan dalam SNI dan Kemenkes RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 (coliform dan Escherichia coli0/100 mL).
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Hubungan Hygiene Sanitasi Lingkungan Penjualan dengan Kandungan Escherichia Coli Pada Air Tebu di Beberapa Kecamatan di Kota Medan Tahun 2015

Hubungan Hygiene Sanitasi Lingkungan Penjualan dengan Kandungan Escherichia Coli Pada Air Tebu di Beberapa Kecamatan di Kota Medan Tahun 2015

Derajat keasaman yaitu nilai yang menunjukkan keasaman atau kebasahan. Dengan menggunakan pH meter, nilai pH suatu bahan dapat diukur umumnya berkisar antara 0-14. Nilai pH 7 menunjukkan bahan bersifat netral, nilai pH kurang dari 7 menunjukkan bersifat lebih asam, sedangkan nilai pH lebih dari 7 menunjukkan bahan bersifat basa. Kebanyakan mikroba tumbuh baik pada pH sekitar netral dan pH 4,6-7 merupakan kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri. Derajat keasaman optimal secara empirik harus ditemukan untuk masing-masing spesies. Berdasarkan derajat keasaman, bakteri dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu netrofilik (pH 6,0-8,0), asodofilik (pH optimal serendah 3,0), alkalofilik (pH optimal setinggi 10,5). Akan tetapi sebagian besar organisme tumbuh dengan baik pada pH 6,0-8,0 (netrofilik) (Jawetz , 2005). E.coli dapat hidup di lingkungan makanan yang asam pada pH dibawah 4,4 (WHO, 2005).
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Terhadap Bahan Baku Amylum Maydis (PatiJagung)

Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Terhadap Bahan Baku Amylum Maydis (PatiJagung)

Telah dilakukan percobaan Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Terhadap Bahan Baku Amylum Maydis (Pati Jagung) secara Uji Mikrobiologi yaitu Uji Angka Lempeng Total dan Uji Batas Mikroba. Amylum Maydis (pati jagung) banyak terdapat pada biji jagung.hasil yang diperoleh pada Uji Angka Lempeng Total terdapat koloni sebanyak 40 cfu/g dengan melihat adanya warna merah bata sedangkan pada Uji Batas Mikroba tidak diperoleh bakteri Escherichia Coli dengan melihat adanya warna biru hitam kilau logam. Sesuai dengan standart farmakope edisi V bahan baku amylum maydis pada Uji Angka Lempeng Total koloni tidak lebih dari 10 – 150 cfu/g dan Uji Batas Mikroba tidak diperoleh bakteri Escherichia Coli.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Etanol Dan Air Rebusan Kulit Batang Ingul (Toona sinensis M. Roem) Terhadap Beberapa Bakteri

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Etanol Dan Air Rebusan Kulit Batang Ingul (Toona sinensis M. Roem) Terhadap Beberapa Bakteri

Dipipet sebanyak 0,1 ml suspensi bakteri Escherichia coli konsentrasi 10 6 CFU/ml ke dalam cawan petri steril. Kemudian ditambah media NA sebanyak 20 ml dengan suhu 45 – 50 o C. setelah itu cawan digoyang diatas permukaan meja agar media dan suspensi bakteri tercampur rata. Pada media yang telah padat dibuat lubang dengan menggunakan cakram pencetak lubang (punch hole), lalu ditetesi sebanyak 0,1 ml ekstrak etanol kulit batang ingul dengan berbagai konsentrasi 400 mg/ml , 300 mg/ml, 200 mg/ml, 100 mg/ml, 75 mg/ml, 50 mg/ml, 25 mg/ml, 10 mg/ml, 8 mg/ml, 6 mg/ml, 5 mg/ml dan etanol sebagai kontrol, lalu pra inkubasi selama 15 menit. Kemudian dimasukkan dalam inkubator pada suhu 36 ± 1 o C selama 18 – 24 jam. Setelah itu diukur diameter lubang dengan menggunakan jangka sorong. Hal yang sama dilakukan pada Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Perbandingan Uji Aktivitas Antibakteri Antara Ekstrak Etanol Dari Serbuk Dan Serbuk Nano Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli

Perbandingan Uji Aktivitas Antibakteri Antara Ekstrak Etanol Dari Serbuk Dan Serbuk Nano Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli

D1 = Diameter daya hambat pertumbuhan bakteri pada perlakuan pertama D2 = Diameter daya hambat pertumbuhan bakteri pada perlakuan kedua D3 = Diameter daya hambat pertumbuhan bakteri pada perlakuan ketiga D* = Rata-rata diameter daya hambat pertumbuhan bakteri

19 Baca lebih lajut

Tingkat Cemaran Bakteri Escheichia Coli pada Daging Ayam yang dijual di Pasar Tradisional Makassar - Repositori UIN Alauddin Makassar

Tingkat Cemaran Bakteri Escheichia Coli pada Daging Ayam yang dijual di Pasar Tradisional Makassar - Repositori UIN Alauddin Makassar

Esherichia coli dari anggota family Enterobacteriaceae. Bentuk sel mulai dari bentuk seperti cocus hingga membentuk sepanjang ukuran filamentous. Tidak ditemukan spora. Esherichia coli merupakan bakteri batang Gram negatif. Selnya bisa terdapat tunggal, berpasangan, dan dalam rantai pendek, biasanya tidak berkapsul, suhu optimum perumbuhan 37°C. Esherichia coli dapat tahan berbulan-bulan pada tanah dan di dalam air, tetapi dapat dimatikan dengan pemanasan 60°C selama 20 menit. Esherichia coli merupakan penghuni normal usus. Namun seringkali menyebabkan infeksi jika jumlahnya terlalu banyak. Penyakit yang ditimbulkan dari tercemarnya bakteri ini yaitu: pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi luka terutama di dalam perut (Srikandi, 1993).
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Aplikasi Medan Pulsa Listrik Tegangan Tinggi (High Pulse Electric Field) sebagai Salah Satu Cara Mempertahankan Kualitas Fisik, Kimia dan Mikrobiologis Susu Segar

Aplikasi Medan Pulsa Listrik Tegangan Tinggi (High Pulse Electric Field) sebagai Salah Satu Cara Mempertahankan Kualitas Fisik, Kimia dan Mikrobiologis Susu Segar

BAHAN : susu kambing, bakteri uji yang terdiri atas E. coli ATCC 25922, S. aureus ATCC 25923 dan S. Typhimurium ATCC 14028 f i i t i di G lk h l 70% ATCC 14028, safranin, spirtus, iodium Gram, alkohol 70%, etanol 95%, kristal violet, nutrient agar (NA), nutrient broth (NB), NaCl fisiologis, aquades, Eosin Methylen Blue Agar

18 Baca lebih lajut

BAGAN IDENTIFIKASI BAKTERI

BAGAN IDENTIFIKASI BAKTERI

BAGAN IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN PSEUDOMONAS Sp.[r]

1 Baca lebih lajut

INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)

INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)

Bakteri tertentu golongan enterobacteriae dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit (Griess test), dan memakai glukosa (oksidasi). Nilai positif palsu prediktif tes ini hanya <5%. Kegunaan tes ini terutama untuk infeksi saluran kemih rekurens yang simtomatik. Pada infeksi saluran kemih juga sering terdapat proteinuria yang biasanya < 1 gram/24 jam. Membedakan bakteriuria dan infeksi saluran kemih yaitu, jika hanya terdapat piuria berarti inflamasi, bila hanya terdapat bakteriuria berarti kolonisasi, sedangkan piuria dengan bakteriuria disertai tes nitrit yang positif adalah infeksi saluran kemih.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects