BAKTERI GRAM NEGATIF (Pseudomonas aeruginosa)

Top PDF BAKTERI GRAM NEGATIF (Pseudomonas aeruginosa):

BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NEGATIF

BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NEGATIF

Bakteri gram negatif bersifat lebih konstan terhadap reaksi pewarnaan, tetapi bakteri gram positif sering berubah sifat pewarnaannya sehingga menunjukkan reaksi gram variabel, sebagai contoh, kultur bakteri gram positif sudah tua dapat kehilangan kemampuannya untuk menyerap pewarna violet kristal sehingga dapat menyerap pewarna safranin, dan berwarna merah seperti bakteri gram negatif.

3 Baca lebih lajut

Infeksi Bakteri Gram Negatif di ICU Anak: e

Infeksi Bakteri Gram Negatif di ICU Anak: e

Sebelum tahun 1920, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif sangat jarang yaitu kurang dari 1000 kasus. Sebagai contoh antara tahun 1951 dan 1958 di University of Illinois Research and Education Hospital, bakteremia Gram negatif meningkat dari 4,9 menjadi 8,1 kasus per 1000 perawatan. Hal ini juga terjadi di Boston University Hospital terjadi pening- katan dari 7,0 menjadi 13,0 kasus per 1000 perawatan antara tahun 1965 dan 1974. Lebih dari 50% kasus bakteremia yang didapat dari rumah sakit pada anak berasal dari bakteri Gram negatif, terjadi pada usia neonatus (25%) dan usia anak kurang dari 2 tahun (18,5%). Diantaranya 47% merupakan infeksi nosokomial yang merupakan penyebab infeksi tersering di ICU. 3
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Uji Potensi Antibakteri Isolat Rare Actinomycetes Material Pasir Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa.

PENDAHULUAN Uji Potensi Antibakteri Isolat Rare Actinomycetes Material Pasir Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa.

Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri Gram negatif memiliki bentuk batang lurus atau lengkung berukuran sekitar 0,6 x 0,2 µm. Bakteri Pseudomonas aeruginosa dapat ditemukan sendiri-sendiri, berpasangan, dan kadang membentuk rantai pendek, tidak berspora, tidak berselubung dan memiliki flagel tunggal pada kutub (monotrika) (Todar, 2007). Pseudomonas aeruginosa mempunyai berbagai mekanisme resistensi antibiotik seperti b-laktamase spektrum luas, Metallo-b- laktamase (MBL), perubahan ikatan protein penisilin (PBP), mutasi porin ,modifikasi enzimatik plasmid dan mutasi DNA-girase. Imipenem dan meropenem merupakan antibiotik spektrum luas yang biasa digunakan untuk pengobatan infeksi nosokomial yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa (Ochoa et al., 2013).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Aktivitas antimikroba pada putih telur dari beberapa jenis unggas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif

Aktivitas antimikroba pada putih telur dari beberapa jenis unggas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif

Perbedaan dinding sel dari bakteri Gram positif dan Gram negatif menyebabkan respon yang berbeda terhadap daya penghambatan dari zat antimikroba yang terdapat di dalam putih telur. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus memiliki sensitivitas yang paling besar terhadap putih telur dari telur ayam ras pada konsentrasi 100 % ditunjukkan dengan zona hambat yang berbeda sangat nyata (p<0,01), sedangkan bakteri Staphylococcus epidermidis memiliki sensitivitas yang paling besar terhadap putih telur dari telur itik, puyuh dan ayam ras pada konsentrasi 100 % ditunjukkan dengan zona hambat yang berbeda sangat nyata (p<0,01). Bakteri gram negatif (Escherichia coli dan Salmonella typhimurium) tidak menunjukkan sensitivitas terhadap putih telur dari keempat bangsa unggas. Semakin besar konsentrasi putih telur yang digunakan, maka semakin besar zona hambat terhadap bakteri uji yang didapatkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI GLUKOSA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa,  Aktivitas Antibakteri Glukosa Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, Dan Escherichia coli.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI GLUKOSA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Aktivitas Antibakteri Glukosa Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, Dan Escherichia coli.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka perlu dilakukan uji aktivitas antibakteri glukosa terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri. Glukosa murni akan diuji aktivitas antibakteri terhadap golongan bakteri Gram positif dan Gram negatif yaitu S. aureus, B. subtilis, P. aeruginosa dan E. coli. S. aureus merupakan golongan bakteri Gram positif yang bisa menyebabkan infeksi piogenik (menghasilkan pus) yang sering terjadi pada manusia. B. subtilis adalah bakteri non patogen yang merupakan Gram positif dapat menyebabkan penyakit bakteremia, septikaemia dan endokardis (Samiullah & Bano, 2011) . Bakteri E. coli merupakan bakteri Gram negatif yang menyebabkan infeksi pada traktus urinarius dan gangguan pencernaan seperti diare, sedangkan P. aeruginosa merupakan bakteri Gram negatif dan termasuk golongan bakteri patogen (Rahmaningsih et al., 2012) penyebab penyakit infeksi saluran kemih, meningitis, diare, nekrosis entrokolitis dan pneumonia (Foca et al., 2000). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan data baru tentang glukosa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Identifikasi Bakteri Salmonella sp. pada Makanan Jajanan di Masjid Fathullah Ciputat

Identifikasi Bakteri Salmonella sp. pada Makanan Jajanan di Masjid Fathullah Ciputat

pada pusat koloni. 22 Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, kandungan Salmonella sp. yaitu negatif per 25 mg makanan. 6 Sedangkan pada sampel penelitian ini ditemukan 4 sampel yang mengandung bakteri patogen yaitu Salmonella sp. sehingga kemungkinan makanan ini akan dapat menimbulkan bahaya pada tubuh manusia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Robin tahun 2007, sampel yang digunakan pada penelitian ini merupakan makanan jajanan yang dijual di Selangor, Malaysia. Pada penelitian ini didapatkan bahwa pada sampel terdapat bakteri Salmonella sp. dengan berbagai macam spesies dan yang paling banyak adalah bakteri Salmonella biafra sebesar 66,7%. 35 Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Yolanda, dkk di Manado pada makanan jajanan yaitu bakso tusuk yang dijual di kota Manado. Dari 20 sampel bakso tusuk didapatkan 9 sampel yang mengandung bakteri Salmonella sp.. 38 Makanan yang mengandung bakteri seperti Salmonella sp. dalam jumlah kecil tidak akan merubah bentuk, rasa dan bau dari makanan tersebut. Namun
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pseudomonas aeruginosa Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri patogen oportunistik dimana bakteri - DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) METODE SOXHLETASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pseudomonas aeruginosa Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri patogen oportunistik dimana bakteri - DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) METODE SOXHLETASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa

tersebut berkemampuan sebagai patogen ketika mekanisme pertahanan inang diperlemah dengan memanfaatkan kerusakan pada suatu infeksi. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih, infeksi jaringan lunak, bakteremia, infeksi tulang dan sendi, infeksi pencernaan, dan berbagai macam infeksi sistemik terutama pada penderita luka bakar berat, kanker, serta penderita AIDS yang mengalami penurunan sistem imun (Mayasari,2005)

Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Hasil Hidrolisis Crude Palm Oil dan Palm Kernel Oil

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Hasil Hidrolisis Crude Palm Oil dan Palm Kernel Oil

Menurut beberapa literatur bahwa asam lemak jenuh dan tidak jenuh mempunyai aktivitas antibakteri sehingga dapat menyembuhkan beberapa penyakit pada manusia seperti bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa (Choi, et al., 2013). Menururt Batosvka, et al (2009)

Baca lebih lajut

Perbandingan Kepekaan Bakteri Pseudomonas Aeruginosa Terhadap Antibiotik Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Pada Tahun 2012 Chapter III VI

Perbandingan Kepekaan Bakteri Pseudomonas Aeruginosa Terhadap Antibiotik Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Pada Tahun 2012 Chapter III VI

Dalam penelitian ini didapatkan antibiotik yang mengalami peningkatan sensitivitas pada beberapa antibiotik, seperti imipenem, levofloksasin, siprofloksasin, piperasilin/tazobaktam, dan seftazidim dan penelitian yang dilakukan oleh (Moehario, 2012) yang menyatakan antibiotik imipenem mengalami peningkatan sensitivitas dari tahun 2008 sampai tahun 2010 sebesar 80%. Pada penelitian yang dilakukan (Rukmono d an Zuraida, 2013) menyatakan aktivitas yang paling baik pada Pseudomonas aeruginosa adalah terhadap meropenem (73,1%), siprofloksasin (71,2%) dan seftazidim (59,6%). Pada penelitian yang dilakukan (Gesu, 2003) mendapatkan sensitivitas terhadap siprofloksasin (66,2%) dan levofloksasin (64,8%).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan Kadar Procalcitonin Antara Anak Sepsis Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif COVER

Perbedaan Kadar Procalcitonin Antara Anak Sepsis Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif COVER

Pramilu Cokrodianto. NIM : S501002017. 2014. The Difference Of Procalcitonin Level In Sepsis Children With Positive And Negative Gram Bacterial. Thesis. Supervisor I: Prof. DR. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K), II: dr. Pudjiastuti, Sp.A(K). Medical Family Study Program, Post Graduate Program, Special Interest Biomedical Science, University of Sebelas Maret, Surakarta. Background: Nowadays, the mortality rate caused by sepsis remains high. Sepsis is still the major cause of death in Pediatric Intensive care unit with mortality rate 20% for sepsis, 40% for severe sepsis and > 60% for septic shock. A quick and accurate diagnostic test to detect inflammation caused by infection is needed. Procalcitonin is the diagnostic test that could confirm the diagnostic of acute bacterial infection.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbandingan Kepekaan Bakteri Pseudomonas Aeruginosa Terhadap Antibiotik Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Pada Tahun 2012

Perbandingan Kepekaan Bakteri Pseudomonas Aeruginosa Terhadap Antibiotik Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Pada Tahun 2012

Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa pada tahun 2012 mulai dari periode Januari -Desember terjadi kenaikan dan penurunan tingkat sensitivitas antibiotik. Pseudomonas sangat baik aktivitasnya terhadap antibiotik kolistin pada periode Januari -Juni sebesar 66% dan memasuki periode Juli - Desember terjadi peningkatan sensitivitas menjadi 88,5%. Antibiotik yang lain juga mengalami peningkatan sensitivitas seperti imipenem, levoproksasin, siprofloksasin, piperasilin/tazobaktam dan seftazidim. Sementara terjadi penurunan sensitivitas Pseudomonas terhadap beberapa ant ibiotik seperti gentamisin, tobramisin, meropenem, sefepim, amikasin, sefotaksim, tigesiklin, amoksisilin dan trimethoprim sul fametoksazol. Untuk tingkat resistensi Pseudomonas yang paling besar adalah terhadap ampisilin (99,2%menjadi 100%). Pada penelitian ini ditemukan peningkatan sensitivitas yang signifikan pada antibiotik kolistin dan imipenem dengan nilai p value <0,05.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Isolasi and Identification of Bacteria from the Urine Fluid Organic Fertilizer (POC)Ettawa Crossbred (PE) in The Sleman Regency | Suwito | Jurnal Sain Veteriner 3781 7427 1 PB

Isolasi and Identification of Bacteria from the Urine Fluid Organic Fertilizer (POC)Ettawa Crossbred (PE) in The Sleman Regency | Suwito | Jurnal Sain Veteriner 3781 7427 1 PB

Saat ini POC banyak digunakan untuk pupuk pada tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Pupuk organik cair (POC) apabila mengandung bakteri patogen, maka dapat membahayakan terhadap kesehatan masyarakat. Hal tersebut terutama terhadap masyarakat yang mengkonsumsi sayuran dalam keadaan mentah atau lalapan yang pencuciannya kurang sempurna, sehingga mempunyai risiko terinfeksi Salmonella sp dan E. coli O157:H7. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan bakteri patogenik dalam POC sebelum digunakan. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi Salmonella sp., E. coli O157:H7 dan bakteri lain dalam POC dari peternakan kambing PE di Kabupaten Sleman.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bakteri Pseudomonas aeruginosa 2.1.1. Klasifikasi Pseudomonas aeruginosa - UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO ( Theobroma cacao) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bakteri Pseudomonas aeruginosa 2.1.1. Klasifikasi Pseudomonas aeruginosa - UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO ( Theobroma cacao) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa - repository perpustakaan

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan kulit buah kakao (Theobroma cacao) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder antara lain, flavonoid berupa katekin, dan tanin (Sartini, 2007). Katekin merupakan golongan polifenol alami yang masuk dalam kelompok senyawa flavonoid, banyak ditemukan pada tumbuhan berkayu. Katekin berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antivirius dan melindungi dari radikal bebas. Katekin merupakan senyawa toksik yang mengakibatkan terganggunya struktur tiga dimensi protein sel bakteri sehingga menjadi terbuka dan acak tanpa merusak struktur kerangka kovalennya. Hal ini mengakibatkan protein pada sel bakteri akan terdenaturasi, sehingga aktivitas biologisnya rusak yang menyebabkan protein tidak mampu menjalankan fungsinya (Robinson, 1995). 2.3. Metode Ekstrasi Simplisia
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI GLUKOSA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa,  Aktivitas Antibakteri Glukosa Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, Dan Escherichia coli.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI GLUKOSA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Aktivitas Antibakteri Glukosa Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, Dan Escherichia coli.

Glukosa adalah monosakarida yang berperan sebagai sumber karbon pada media pertumbuhan mikrobia. Sumber karbon yang berperan sebagai nutrisi diperlukan untuk kelangsungan hidup bakteri. Beberapa peneliti menyatakan efektivitas pengobatan tuberkulosis dan beberapa infeksi lain meningkat ketika pengobatan antibiotik menggunakan glukosa, dan merupakan langkah yang mudah untuk pengobatan infeksi bakterial yang kronis.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri glukosa terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Free  | hmkuliah Pengecatan Gram

Free | hmkuliah Pengecatan Gram

Bakteri Gram negatif akan kehilangan zat pewarna kristal violet setelah dicuci dengan alkohol, dan sewaktu diberi zat pewarna tandingannya yaitu dengan zat pewarna air fuchsin atau safranin akan tampak berwarna merah.

Baca lebih lajut

Kajian Uji Resistensi dan Sensitivitas Antibiotik Ceftriaxone dan Ciprofloxacin Pada Penderita Infeksi Saluran Kemih di RSUP Fatmawati

Kajian Uji Resistensi dan Sensitivitas Antibiotik Ceftriaxone dan Ciprofloxacin Pada Penderita Infeksi Saluran Kemih di RSUP Fatmawati

Antibiotik yang biasa digunakan dalam pengobatan infeksi saluran kemih adalah cotrimoxazole, fluoroquinolone, Beta-laktam: penicillin dan cephalosporin, aminoglycoside (Syarif A et.al.2007). Antibiotik ceftriaxone dan ciprofloxacin dipilih dalam penelitian ini karena kedua antibiotik tersebut memiliki kemampuan sebagai antibakteri yang tepat. Mekanisme kerja cephalosporins sebagai antibakteri yaitu dengan menghambat sintesis dinding sel, dimana dinding sel berfungsi mempertahankan bentuk mikroorganisme dan “menahan” sel bakteri, yang memiliki tekanan osmotik yang tinggi di dalam selnya. Ceftriaxone kurang aktif terhadap bakteri Gram-positif, karena dinding sel bakteri Gram-positif memiliki tekanan 3-5 kali lebih besar menahan masuknya antibiotik ceftriaxone sehingga antibiotik ini kurang aktif terhadap bakteri Gram- positif, sedangkan pada kemampuan ceftriaxone terhadap Gram-negatif dapat menembus dinding sel (misalnya oleh lisozim) yang dapat mengakibatkan kerusakan bentuk atau lisis pada dinding sel sehingga ceftriaxone lebih aktif terhadap bakteri Gram-negatif sedangkan, mekanisme kerja pada antibiotik ciprofloxacin dengan menghambat sintesis asam nukleat dimana antibiotik golongan ini dapat masuk ke dalam sel dengan cara difusi pasif melalui kanal protein terisi air (porins) pada membran luar bakteri secara intra seluler, secara unik obat-obat ini menghambat replikasi DNA bakteri dengan cara mengganggu kerja DNA girase (topoisomerase II) selama pertumbuhan dan reproduksi bakteri (Mycek,2001).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Kadar Sampel Alang-Alang (Imperata cylindrica) dalam Etanol Melalui Metode Difusi Cakram | Mulyadi | JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI 16750 40869 1 PB

Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Kadar Sampel Alang-Alang (Imperata cylindrica) dalam Etanol Melalui Metode Difusi Cakram | Mulyadi | JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI 16750 40869 1 PB

Bakteri merupakan mikroorganisme yang berada di sekitar kita. Penelitian yang sering dilakukan untuk mencari sumber alternatif lain yang berfungsi sebagai antibakteri karena adanya beberapa bakteri yang menjadi resisten terhadap suatu antibakteri. Bahan-bahan yang dilaporkan memiliki aktifitas antibakteri diantaranya adalah alang- alang. Alang-alang berkhasiat untuk obat radang ginjal akut, antibakteri, muntah darah, kencing nanah dan mimisan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh Kosentrasi Hambat Minimum (KHM) kadar sampel alang-alang sebagai antibakteri serta memperoleh data aktifitas antibakteri yang paling potensial kadar sampel alang-alang terhadap Escherechia coli, Pseudomonas aeroginosa, Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis . Salah satu metode yang digunakan dalam uji antibakteri yaitu metode difusi
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI POLAR, SEMIPOLAR, DAN NONPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN BUNI (Antidesma bunius (L.)  Aktivitas Antibakteri Fraksi Polar, Semipolar, Dan Nonpolar Ekstrak Etanol Daun Buni (Antidesma Bunius (L.) Spreng) Terhadap Escherichia Coli Dan

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI POLAR, SEMIPOLAR, DAN NONPOLAR EKSTRAK ETANOL DAUN BUNI (Antidesma bunius (L.) Aktivitas Antibakteri Fraksi Polar, Semipolar, Dan Nonpolar Ekstrak Etanol Daun Buni (Antidesma Bunius (L.) Spreng) Terhadap Escherichia Coli Dan

Daun buni (Antidesma bunius (L.) Spreng) antara lain mengandung mengandung terpenoid, tanin, glikosida, saponin dan antrakuinon yang merupakan senyawa yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun buni fraksi polar, semipolar dan nonpolar terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa dan mengetahui senyawa yang berperan sebagai antibakteri. Fraksinasi dilakukan menggunakan metode kromatografi cair vakum dengan fase diam silika serbuk G 60 dan fase gerak kloroform:heksan dengan gradien kepolaran
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Unduhan – JURUSAN KIMIA FMIPA UNNES Buku Bu Nanik

Unduhan – JURUSAN KIMIA FMIPA UNNES Buku Bu Nanik

sebagai bentuk tunggal, ganda dan kadang-kadang dalam rantai pendek. Beberapa galur menghemolisis darah, P.aeruginosa membentuk koloni bulat halus dengan flouresen kehijauan, sering juga memproduksi pigmen kebiruan dan tidak flouresen disebut Piosianin yang larut dalam agar. Ada juga P.aeruginosa yang menghasilkan pigmen flouresen Pioverdin yang memberi warna kehijauan pada agar, P.aeruginosa tumbuh baik pada 37-42°C. Pertumbuhan pada 42°C membantu membedakannya dari spesies pseudomonas pada kelompok flouresen yaitu bersifat oksidase positif, tidak meragikan karbohidrat tetapi berbagai galur mengoksidasi glukosa. Identifikasi biasanya berdasar pada bentuk koloni, oksidase positifnya adanya pigmen yang khas dan tumbuh pada 42°C.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NE

BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NE

Bakteri Streptococcus termasuk ke dalam filum Firmicutes. Streptococcus adalah bakteri patogen yang menyebabkan penyakit seperti pneumonia, meningitis, necrotizing fasciitis, erisipelas, endokarditis, dan lainnya. Namun, terdapat bakteri streptococcus yang bersimbiosis komensalisme dengan manusia. Bakteri-bakteri tersebut biasanya ditemukan pada kulit,

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...