Banjir Lahar Dingin

Top PDF Banjir Lahar Dingin:

GAMBARAN MASALAH KESEHATAN PADA MASYARAKAT PASCA BANJIR LAHAR DINGIN GUNUNG  Gambaran Masalah Kesehatan Pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Di Wilayah Kerja Puskesmas Srumbung Magelang.

GAMBARAN MASALAH KESEHATAN PADA MASYARAKAT PASCA BANJIR LAHAR DINGIN GUNUNG Gambaran Masalah Kesehatan Pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Di Wilayah Kerja Puskesmas Srumbung Magelang.

merupakan Puskesmas Induk di Kecamatan Srumbung, dimana Puskesmas Srumbrung berdekatan dengan Sungai Putih yang terjadi banjir lahar dingin dengan kerusakan 67 rumah hanyut, 266 rusak berat, 32 rusak sedang, dan 48 rusak ringan. Kecamatan Srumbung dilewati oleh Sungai Putih yang merupakan daerah bahaya Gunung Merapi type I yang terjangkau debris flow lebih dahulu dengan total luas 78,60 km 2 di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Salam dan Srumbung. Sungai Putih, dimana kondisi geologi dari DAS Sungai Putih sebagian besar berbentuk Alluvial fan, yaitu lava panas, endapan lunak, debu, instructive dan piroklastika, base rook. Kemiringan lereng Gunung Merapi mencapai 30 0 .
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEREMPUAN DAN BENCANA: MEMBERDAYAKAN POTENSI SOSIAL DAN EKONOMI PEREMPUAN KORBAN BANJIR LAHAR DINGIN MERAPI | Riswan | Jurnal Kawistara 3970 6437 1 SM

PEREMPUAN DAN BENCANA: MEMBERDAYAKAN POTENSI SOSIAL DAN EKONOMI PEREMPUAN KORBAN BANJIR LAHAR DINGIN MERAPI | Riswan | Jurnal Kawistara 3970 6437 1 SM

Pengrajin Keset. Pasca banjir lahar dingin beberapa pelatihan diberikan bagi pengungsi. Pelatihan dikelola oleh pihak pemerintah desa dan Gerakan Pemuda (GP) Anshor. Pelatihan membuat aksesoris dan pelatihan tata boga yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, namun keduanya hanya terealisasi pada proses pelatihan tanpa tindak lanjut. Khusus pada pelatihan boga meskipun pemerintah telah memberikan alat membuat roti yang lengkap, namun masyarakat tetap belum mengembangkan usaha ini. Sementara itu, pembuatan aksesoris selain terkendala modal, warga juga tidak cukup tekun menjalankannya. Penanggung jawab kegiatan ini adalah ibu kepala desa. Kondisi ini juga menimbulkan kendala lainnya, yaitu warga merasa sungkan untuk menanyakan kepada ibu kepala desa tentang bantuan modal usaha dan metode pemasaran yang dikelola oleh GP Anshor. Selain dua pelatihan tersebut, terdapat juga Pelatihan Membuat Kerajinan Keset dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Tuna Grahita Kartini, Temanggung, dengan modal awal pemberian bantuan lima buah alat dan bahan (kain) 500 kg. Kaum perempuan lebih banyak tertarik untuk menjalankan ketrampilan ini karena tingkat kesulitannya rendah, selain itu pemasarannya juga mudah, selain dipasarkan ke beberapa sekolah, juga dapat dijadikan souvenir bagi setiap tamu atau donatur yang datang.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Penduduk Pascabencana Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi (Studi di Hunian Sementara Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun 2011),.

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Penduduk Pascabencana Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi (Studi di Hunian Sementara Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun 2011),.

Pascabencana banjir lahar dingin selain menimbulkan kerugian harta benda juga menimbulkan masalah kesehatan jiwa. Hasil pengambilan data awal menunjukkan 1 orang mengalami kecemasan berat (2,5%), 8 orang mengalami kecemasan sedang (20%), 4 orang mengalami kecemasan ringan (10%) dan 27 orang (67,5%) tidak mengalami kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan penduduk pascabencana banjir lahar dingin Gunung Merapi di Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Tahun 2011.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Gambaran Masalah Kesehatan pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi di Wilayah Kerja di Puskesmas Srumbung Magelang

Gambaran Masalah Kesehatan pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi di Wilayah Kerja di Puskesmas Srumbung Magelang

Sedangkan di posisi kedua terdapat penyakit nasopharingitis yang sebesar 937 pasien dengan jumlah rata tiap bulan dari bulan Januari sampai April sebesar 234.3. Menurut McLaughlin ( 2006), kejadian banjir lahar dingin telah membawa sisa-sisa erupsi Gunung Merapi yang berada di lereng gunung. Dimana abu vulkanik yang terbawa banjir lahar dingin menyebabkan gangguan pernapasan, dimana di dalam abu vulkanik mengandung banyak kristal silika dan gas vulakanik yang dapat terjadi iritasi pada saluran pernapasan dan menimbulkan penyakit nasopharingitis Commond cold disebabkan oleh virus selesma (rhinovirus) yang terkandung dalam abu vulkanik yang memiliki gejala seperti tenggorakan sakit, hidung tersumbat, batuk.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

GAMBARAN MASALAH KESEHATAN PADA MASYARAKAT PASCA BANJIR LAHAR DINGIN GUNUNG  Gambaran Masalah Kesehatan Pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Di Wilayah Kerja Puskesmas Srumbung Magelang.

GAMBARAN MASALAH KESEHATAN PADA MASYARAKAT PASCA BANJIR LAHAR DINGIN GUNUNG Gambaran Masalah Kesehatan Pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Di Wilayah Kerja Puskesmas Srumbung Magelang.

Pasca erupsi Merapi ternyata masih menyisahkan permasalahan bagi masyarakat yaitu banjir lahar dingin dan menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat baik secara fisik yaitu timbulnya penyakit pada masyarakat dan dampak psikis antara lain kecemasan dan depresi masyarakat. Puskesmas Srumbung sebagai salah satu badan kesehatan pemerintah yang berada di wilayah yang terkena dampak banjir lahar dingin Merapi turut membantu pelayanan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir lahar dingin Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran masalah kesehatan masyarakat pasca banjir lahar dingin Gunung Merapi di wilayah kerja Puskesmas Srumbung. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif. Populasi adalah semua masyarakat Kecamatan Srumbung. Teknik sampling adalah total sampling. Pengumpulan menggunakan dokumentasi berupa catatan lapangan. Analisa data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Jumlah kunjungan pasien di Puskesmas Srumbung terbanyak adalah Pharingitis yaitu sebanyak 1.313 kunjungan atau rata-rata 328,3 kunjungan tiap bulan, dan (2) Jumlah kunjungan pasien di Puskesmas Srumbung terendah adalah Gout sebanyak 201 kunjungan atau rata-rata 50,3 kunjungan tiap bulan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Sistem Pengukur Curah Hujan Jarak-Jauh Real Time Sebagai Peringatan Banjir Lahar Dingin | Sunarno | Forum Teknik 651 586 1 SM

Rancang Bangun Sistem Pengukur Curah Hujan Jarak-Jauh Real Time Sebagai Peringatan Banjir Lahar Dingin | Sunarno | Forum Teknik 651 586 1 SM

pemantauan tingkat intensitas curah hujan di kawasan gunung merapi dan dapat dapat dipergunakan sebagai deteksi dini bahaya banjir lahar dingin. Penempatan alat di rumah penduduk agar dijaga dari vandalisme dan dari pencurian. Lokasi dipilih di area di desa Balerante yang berada di antara sungai Gendol dan sungai Woro, desa tersebut berjarak sekitar 5 km dari puncak gunung Merapi.. Frekuensi dipancarkan melalui gelombang radio FM pada bandplan data frekuensi ORARI yakni VHF 144,100 MHz dan UHF 431,125 MHz). Pasokan listrik berasal dari batere/aki yang di-charge dengan panel surya
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Gambaran Masalah Kesehatan Pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Di Wilayah Kerja Puskesmas Srumbung Magelang.

PENDAHULUAN Gambaran Masalah Kesehatan Pada Masyarakat Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Di Wilayah Kerja Puskesmas Srumbung Magelang.

Negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan gunung berapi terbanyak di dunia dengan 400 gunung berapi, terdapat sekitar 192 buah gunung berapi yang masih aktif dan sepanjang 700 km mulai dari Aceh sampai Nusa Tenggara dengan luas daerah yang terancam terkena dampak letusan sekitar 16.670 km 2 (Zamroni, 2011). Penyebaran gunung berapi di Indonesia merata membentuk suatu sabuk gunung berapi. Peningkatan status 21 gunung berapi di Indonesia saat ini sedang dalam kondisi yang membahayakan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 3 gunung dalam status siaga dan 22 gunung dalam status waspada. Salah satu gunung berapi yang dalam status siaga adalah Gunung Merapi dan salah satu dampak yang diakibatkan pasca erupsi gunung berapi adalah banjir lahar dingin pada area sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Terdapat 12 sungai yang berhulu di Gunung Merapi beresiko terjadi lahar dingin jika musim penghujan tiba.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Studi Pengaruh Banjir Lahar Dingin Terhadap Perubahan Karakteristik Material Dasar Sungai

Studi Pengaruh Banjir Lahar Dingin Terhadap Perubahan Karakteristik Material Dasar Sungai

Erupsi Merapi pada tahun 2010 merupakan erupsi yang terbesar dalam kurun waktu 50 tahun terakhir dengan menyisakan endapan material yang cukup banyak jumlahnya di sekitar lereng gunung tersebut. Endapan material akan terbawa ke arah hilir sungai sebagai banjir lahar dingin, ketika intensitas hujan yang memadai sebagai pemicu lahar dingin terjadi di lereng Merapi. Dampak banjir lahar berpengaruh terhadap kondisi fisik sungai di bagian hilir, termasuk Sungai Opak dan Progo yang beberapa anak sungainya berhulu di Gunung Merapi. Salah satu perubahan fisiknya adalah perubahan karakteristik material dasar sungai. Perubahan kondisi material dasar sungai akan berpengaruh terhadap lingkungan dan infrastruktur yang ada di sungai tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh lahar dingin terhadap perubahan karakteristik material dasar sungai, khususnya Sungai Opak pasca erupsi Merapi 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan material dasar Sungai Opak bagian hilir yang diakibatkan oleh aliran lahar dingin pasca erupsi Merapi 2010 dan angkutan sedimen yang terjadi pada pias sungai tersebut. Parameter yang digunakan untuk menilai perubahan material dasar sungai adalah tipe grain size dan porositas material dasar sungai tersebut. Persamaan yang digunakan untuk mengetahui besarnya angkutan sedimen adalah persamaan Einstein. Penelitian dilakukan di 5 titik tinjauan yang sudah ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tipe grain size dan porositas material dasar sungai. Berdasarkan analisa angkutan sedimen, telah terjadi fenomena degradasi dan agradasi di titik-titik tinjauan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STUDI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK PENGARUH LAHAR DINGIN TERHADAP POROSITY DAN RIVER BED VARIATION

STUDI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK PENGARUH LAHAR DINGIN TERHADAP POROSITY DAN RIVER BED VARIATION

Hingga saat ini material vulkanik yang hanyut terbawa banjir lahar dingin mencapai hampir 50 juta m 3 (2012), sisanya 100 juta m 3 menjadi ancaman setiap musim penghujan. Diperkirakan jumlah material vulkanik yang terbawa banjir lahar dingin melalui sungai – sungai yang bermuara di Sungai Progo pada banjir lahar dingin yang lalu mencapai 30,8 juta m³, dengan rincian Sungai Pabelan 20,8 juta m³, Sungai Putih 8,2 juta m³ dan Sungai Krasak 10,8 juta m³.Permasalahan serupa juga dijumpai pada anak-anak sungai yang bermuara di Sungai Opak.Endapan hasil erupsi Gunung Merapi 2010 yang terbawa banjir lahar akan merubah kondisi morfologi dan porositas sedimen pada dasar sungai, serta kapasitas angkutan sedimen dalam kondisi normal yang terangkut setelah banjir lahar dingin. Perubahan yang terjadi akan membawa konsekuensi terhadap kinerja infrastruktur sungai yang ada, seperti bangunan intake irigasi, jembatan dan talud. Di samping itu, dampak banjir lahar dingin, juga akan mempengaruhi terhadap kondisi lingkungan sungai. Oleh sebab itu perlu dilakukan kajian dan analisis untuk mengetahui perilaku dampak banjir lahar dingin terhadap porositas dan perubahan elevasi dasar sungaiuntuk pengelolaan sedimen di daerah vulkanik Merapi, antara lain:
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

abstrak pelatihan penjernih air

abstrak pelatihan penjernih air

Kegiatan PPM dengan judul Pelatihan Pembuatan Penjernih Air Sebagai Alternatif Penurunan Kekeruhan Air Sumur Pasca banjir Lahar Dingin ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan masyarakat Pabelan tentang penjernih air, terutama dalam hal perencanaan, pemilihan bahan dan penyebab-penyebab penjernih air tidak dapat berfungsi serta memberikan ketrampilan pada masyarakat Pabelan agar dapat membuat penjernih air yang benar dan dapat berfungsi.

3 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGURANGAN RESIKOBANJIR LAHAR DINGIN DI KECAMATAN DANUREJAN

ANALISIS PENGURANGAN RESIKOBANJIR LAHAR DINGIN DI KECAMATAN DANUREJAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditarik beberapa kesimpulan untuk menjawab masalah dari penelitian ini adalah dari nilai hazard, vulnerability, dan capacityakan menjadi dasar dalam perhitungan Risk Assesment. Risk Assesmentdigunakan untuk menghitung bagaimana sebuah kawasan akan terlihat tingkat resikonya, saat diketahui sebuah kawasan memiliki nilai resiko yang cukup tinggi mengakibatkan pihak terkait akan dapat bertindak untuk mengurangi resiko bencana dalam suatu kawasan.Pada Kecamatan Danurejan diperoleh nilai risiko untuk banjir lahar dingin adalah 0,4506 dan termasuk risiko tinggi. Risiko Tinggi yang didapat setelahnya dilakukan analisa terhadap risk assessment dan dilakukan mitigasi untuk menurunkan risiko tersebut. Hasil keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan saat mitigasi adalah 2,8 M.Hasil mitigasi tersebut dapat mengurangi resiko banjir lahar dingin di Kecamatan Danurejan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perkembangan Psikososial Remaja Pasca Erupsi Gunung Sinabung di Desa Batukarang Kecamatan Payung Kabupaten Karo

Perkembangan Psikososial Remaja Pasca Erupsi Gunung Sinabung di Desa Batukarang Kecamatan Payung Kabupaten Karo

Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Astuti (2012) tentang pengalaman traumatik remaja perempuan akibat banjir lahar dingin pasca erupsi gunung Merapi menyatakan bahwa peristiwa traumatik di alami oleh semua sampel penelitian akibat banjir lahar dingin pasca erupsi gunung Merapi hal ini menimbulkan rasa takut, cemas dan rasa sedih yang berdampak pada psikologis remaja tersebut sehingga remaja mengalami kesulitan tidur, stress, dan ketakutan yang berkepanjangan dan diikuti dengan gejala akut seperti mimpi buruk, dan ingatan terhadap peristiwa traumatik yang di alami nya dampak ini tentunya dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang remaja dalam mencapai identitas dirinya
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DASAR DI SD NEGERI 1 SIRAHAN DAN SMP NEGERI 2 SALAM KABUPATEN MAGELANG  Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Dasar Di Sd Negeri 1 Sirahan Dan SMP Negeri 2 Salam Kabupaten Magelang Pasca Erupsi Merapi Tahun 2010.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DASAR DI SD NEGERI 1 SIRAHAN DAN SMP NEGERI 2 SALAM KABUPATEN MAGELANG Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Dasar Di Sd Negeri 1 Sirahan Dan SMP Negeri 2 Salam Kabupaten Magelang Pasca Erupsi Merapi Tahun 2010.

Aktivitas guru dalam mengajar di SD Negeri 1 Sirahan pasca erupsi Merapi tahun 2010 tetap berjalan, namun pada saat terjadi banjir lahar dingin yang mengakibatkan terendamnya fasilitas sekolah mengakibatkan guru tidak dapat mengajar di dalam kelas. Guru dan siswa bergotong royong untuk mengeluarkan material yang masuk ke dalam ruang kelas dan ruang kantor. Proses pembelajaran saat itu tidak dapat berjalan optimal. Guru mengajar dengan hanya menggunakan fasilitas yang ada. Meja dan kursi siswa hanyut sehingga siswa belajar dengan duduk di tikar.

21 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA ANALISA STRUKTUR SABO DAM YANG BERFUNGSI SEBAGAI JEMBATAN.

TINJAUAN PUSTAKA ANALISA STRUKTUR SABO DAM YANG BERFUNGSI SEBAGAI JEMBATAN.

Beban akibat aliran lahar dingin merupakan beban paling berbahaya bagi badan dam. Diasumsikan aliran lahar dingin menghantam langsung ke badan dam ketika endapan sedimen penuh, hanya menyisakan ruang untuk kedalaman air aliran lahar dingin. Tekanan hidrostatis dan tekanan sedimen dianggap bekerja dibawah garis sedimentasi.

Baca lebih lajut

artikel waspadai ancaman banjir lahar merapi di puncak musim hujan daryono 2010

artikel waspadai ancaman banjir lahar merapi di puncak musim hujan daryono 2010

Salah satu contoh bencana banjir lahar paling merusak di dunia adalah banjir lahar pasca erupsi Gunungapi Nevado del Ruiz di Columbia tahun 1985. Dalam waktu empat jam setelah letusan yang disusul hujan deras, lahar meluncur deras sejauh 100 km hingga hanya menyisakan kehancuran kota: lebih dari 23.000 orang tewas, sekitar 5.000 orang terluka, dan lebih dari 5.000 rumah hancur di sepanjang Chinchiná, Gualí, dan sungai Lagunillas. Kerusakan paling parah menimpa kota Armero yang berlokasi di mulut ngarai Lagunillas Río, terletaknya di tengah foto (Gambar 2). Tiga perempat dari 28.700 penduduk kota tewas dengan tragis akibat banjir lahar pada 13 November 1985.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA LAHAR DINGIN TERHADAP MASYARAKAT PENAMBANG PASIR DI ALIRAN  Pendidikan Mitigasi Bencana Lahar Dingin Terhadap Masyarakat Penambang Pasir Di Aliran Sungai Kali Woro Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA LAHAR DINGIN TERHADAP MASYARAKAT PENAMBANG PASIR DI ALIRAN Pendidikan Mitigasi Bencana Lahar Dingin Terhadap Masyarakat Penambang Pasir Di Aliran Sungai Kali Woro Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

Pasca bencana lahar dingin yang sering terjadi, kesadaran masyarakat tentang pendidikan mitgasi bencana memang meningkat, akan tetapi peningkatan tersebut tidak terjadi di semua masyarakat penambang pasir, hanya sebagian masyarakat bahkan tidak ada sama sekali yang melakukan usaha pendidikan mitigasi bencana untuk memberikan pengetahuan serta sikap yang bijak dalam menghadapi bencan lahar dingin. Hal ini terbukti dari wawancara angket responden yang sebagian besar mengatakan hanya terwakilkan oleh RT setempat atau tokoh masyarakat untuk mengikuti pelatihan mitigasi bencana. Kurangnya sosialisasi dari tokoh masyarakat tersebut terhadap masyarakat penambang pasir di sungai kali woro
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA LAHAR DINGIN  TERHADAP MASYARAKAT PENAMBANG PASIR DI ALIRAN  Pendidikan Mitigasi Bencana Lahar Dingin Terhadap Masyarakat Penambang Pasir Di Aliran Sungai Kali Woro Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA LAHAR DINGIN TERHADAP MASYARAKAT PENAMBANG PASIR DI ALIRAN Pendidikan Mitigasi Bencana Lahar Dingin Terhadap Masyarakat Penambang Pasir Di Aliran Sungai Kali Woro Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

Solopos.com (25 Oktober 2011),berkaitan dengan bencana lahar dingin Bupati Klaten, Sunarna mengeluarkan surat edaran tentang penanggulangan ancaman lahar dingin kepada warganya yang tinggal di sepanjang alur Kali Woro. Tujuan penelitian 1) mengetahui pengetahuan masyarakat penambang pasir di aliran sungai Kali Woro terhadap pendidikan mitigasi bencana lahar dingin, di Desa Balerante. 2) mengetahui sikap masyarakat penambang pasir di aliran sungai Kali Woro terhadap pendidikan mitigasi bencana lahar dingin, di Desa Balerante
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ROLADING (ROTI LAHAR DINGIN).

ROLADING (ROTI LAHAR DINGIN).

Es krim saat ini menjadi salah satu makanan favorit bagi semua kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Saat ini es krim dapat dijadikan peluang bisnis yang cukup menjanjikan bagi kalangan masyarakat. Akan tetapi es krim original dengan berbagai varian rasa terkadang juga cukup membosankan. Saat ini dibutuhkan inovasi baru tentang es krim untuk merambah ke dunia industri agar lebih disukai oleh masyarakat. Untuk merintis inovasi baru ini, kami memulainya dengan inovasi es krim goreng. Kemudian selanjutnya kami memberikan nama es krim ROLADING (Roti Lahar Dingin). Dimana es krim rolading ini akan disajikan dengan berbagai varian rasa dan topping. Varian rasa yang akan disajikan yaitu rasa coklat, strawberry, vanilla, dan susu dengan topping mises, oreo, cochochip, dan keju. Dengan adanya inovasi baru diharapkan masyarakat dapat lebih menyukai es krim dan tidka akan membosankan. Akan tetapi, dengan adanya inovasi baru juga diharapkan tidak akan mengurangi kenikmatan rasa dan nilai gizi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1 682008020 Full Text

T1 682008020 Full Text

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang dilakukan, kesimpulan yang bisa diambil dari hasil Penelitian Model dan Media Pembelajaran Mitigasi Bencana Lahar Dingin Menggunakan Metode Active Learning yaitu yang pertama penggunaan media pembelajaran dan metode active learning pada sistem pembelajaran di sekolah dapat meningkatkan pemahaman materi mitigasi bencana lahar dingin dibandingkan dengan sistem pembelajaran secara konvensional. Kesimpulan yang kedua yaitu, melalui hasil pelaksanaan perbandingan antara metode belajar konvensional dengan penerapan active learning dengan media pembelajaran mendapati nilai, yaitu rata-rata Kelompok A sebesar 6,507 dan Kelompok B sebesar 7,197. Kelompok B yang menggunakan media pembelajaran mengalami peningkatan nilai sebesar 0,689 dibandingkan dengan Kelompok A yang melakukan pembelajaran secara konvensional. Pengaruh media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman tentang materi mitigasi bencana lahar dingin dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional. Ketiga, berisikan materi lahar dingin yang merupakan suatu bencana sekunder yang sulit dihindari. Mitigasi bencana lahar dingin dibutuhkan untuk mengurangi resiko dari dampak lahar dingin itu, oleh sebab itu perlu adanya media pembelajaran dengan penerapan metode active learning yang membuat peserta didik mengembangkan cara berpikir tingkat tinggi untuk memecahkan masalah mitigasi lahar dingin. Terakhir, pembuatan model dan media pembelajaran mitigasi bencana lahar dingin dengan active learning ini dibuat dengan menggunakan software Adobe Flash CS5 dan juga dibantuin dengan beberapa software pendukung untuk pembuatan dan pengeditan gambar, sound yaitu Adobe Photoshop CS3, dan Adobe Audition 3.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Radionuklida Alam Pada Debu Vulkanik dan Lahar Dingin Gunung Sinabung Kabupaten Karo Dengan Menggunakan Metode Analisis

Analisis Radionuklida Alam Pada Debu Vulkanik dan Lahar Dingin Gunung Sinabung Kabupaten Karo Dengan Menggunakan Metode Analisis

Erupsi gunung yang berupa aliran lava, hujan abu vulkanik, banjir lahar dingin merupakan batuan dan mineral yang berasal dari gunung berapi yang mengandung logam - logam mineral, logam berat maupun unsur radionuklida alam dengan isotop K, U, dan Th yang umumnya terdapat di dalam magma atau material yang dikeluarkan gunung berapi (Ardianto,2009)

6 Baca lebih lajut

Show all 3487 documents...