bank perkreditan rakyat konvensional

Top PDF bank perkreditan rakyat konvensional:

ANALISIS PERBANDINGAN RASIO KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI JAWA TIMUR

ANALISIS PERBANDINGAN RASIO KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI JAWA TIMUR

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Analisis Perbandingan Rasio Keuangan Bank Perkreditan Rakyat Konvensional Dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di Jawa Timur ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada instuisi manapun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggungjawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

21 Baca lebih lajut

PENGUKURAN EFISIENSI BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) TAHUN 2016

PENGUKURAN EFISIENSI BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) TAHUN 2016

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat efisiensi dan mengevaluasi kinerja Bank Perkreditan Rakyat konvensional di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2016. Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan intermediasi karena lembaga keuangan ini menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat atau badan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) dalam dua model Constan Return to Scale (CRS) dan Variable Return to Scale (CRS). Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling dengan memasukkan kriteria- kriteria tertentu. Sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 14 bank. Data yang dipakai adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada website resminya. Variabel yang digunakan ialah variabel input dan variabel output. Variabel input terdiri dari beban operasional, aset tetap, dan simpanan. Variabel output terdiri dari total kredit, pendapatan, dan penempatan bank lain.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DI KOTA BANDUNG TAHUN 2012.

PENGARUH KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DI KOTA BANDUNG TAHUN 2012.

2. Gambaran profitabilitas pada Bank Perkreditan Rakyat konvensional di Kota Bandung tahun 2012 dengan indikator Net Profit Margin secara keseluruhan memiliki nilai Net Profit Margin (NPM) kurang dari 51% dan termasuk ke dalam peringkat kelima. Peringkat tersebut mengartikan bahwa seluruh Bank Perkreditan Rakyat konvensional di Kota Bandung pada tahun 2012 memiliki profitabilitas bank yang tidak memadai, pencapaian laba yang tidak sesuai target, serta kurang handalnya bank dalam meningkatkan laba agar kegiatan usahanya tetap berjalan.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

TINJAUAN PROFITABILITAS PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) KONVENSIONAL DI PROPINSI LAMPUNG

TINJAUAN PROFITABILITAS PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) KONVENSIONAL DI PROPINSI LAMPUNG

Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa profitabilitas pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Konvensional Propinsi Lampung selama periode analisis yaitu tahun 2010-2013 dapat dinyatakan belum sehat secara keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan Net Profit Margin Ratio (NPM) yang menunjukkan hasil yang kurang baik yaitu dengan rata-rata NPM sebesar 64,58%. Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 Profit Margin Ratio (NPM) dihasilkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Konvensional Propinsi Lampung selama periode analisis, dengan rata-rata NPM sebesar 64,58% masuk dalam katagori peringkat keempat yaitu kurang sehat karena 51 % ≤ NPM < 66 % (persentase NPM berkisar antara 51% sampai 66% maka bank masuk dalam kategori kurang sehat).
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN NASABAH PADA SAAT MEMILIH BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI SURAKARTA (STUDI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH).

FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN NASABAH PADA SAAT MEMILIH BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI SURAKARTA (STUDI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH).

Tingginya respon terhadap perbankan syariah dipicu oleh ketidakpuasan terhadap konsep dan operasi perbankan konvensional. Penyerahan risiko usaha terhadap salah satu pihak dinilai melanggar norma keadilan, dimana risiko penghimpunan dana sepenuhnya ditanggung oleh bank, sebaliknya risiko kredit sepenuhnya ditanggung oleh debitur. Dalam jangka panjang sistem perbankan konvensional juga berpotensi menyebabkan penumpukan kekayaan pada segelintir orang yang memiliki kapital besar (Sjahdeini, 1999).

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2014-2015

ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2014-2015

Rakyat (BPR). Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang tidak memberikan lalu lintas pembayaran serta jasa-jasa yang diberikannya lebih sempit daripada jasa-jasa yang diberikan oleh Bank Umum dan hanya menerima simpanan berbentuk deposito berjangka dan tabungan bentuk lainnya yang tugasnya dalam memberikan jasa-jasa perbankkan tidak seluas yang diberikan oleh Bank Umum serta dikalangan masyarakat BPR kalah populer dibandingkan bank umum namun sebenarnya keberadaan BPR ditengah-tengah Bank Umum sangat berguna karena BPR memiliki market standing yang sangat kuat di pasar terutama bagi usaha-usaha mikro, kecil dan menengah. Bank Perkreditan Rakyat pelaksanaan usahanya bisa secara konvensional dan syariah. Pada mulanya tugas pokok BPR adalah untuk menunjang pertumbuhan ekonomi didaerah pedesaan untuk mengurangi praktek para pelepas uang atau terjerat dengan para rentenir yang menerapkan sistem bunga yang teramat tinggi tetapi semakin berkembangnya zaman BPR semakin tersebar kedaerah perkotaan yang masyarakatnya tergolong memiliki ekonomi yang lemah (Hasibuan, 2001).
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Analisis unsur-unsur gharar pada perkreditan Bank Konvensional

Analisis unsur-unsur gharar pada perkreditan Bank Konvensional

masyarakat tersebut, pemerintah banyak mengeluarkan peraturan dalam bidang perbankan. Tugas utama bank adalah memberikan kredit, maka bank telah menentukan kebijakan dan peraturan-peraturan mengenai pemberian kredit, meskipun ada perbedaannya antara bank satu dengan bank yang lainnya. Kredit yang diberikan oleh bank dapat berupa kredit jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Tidak hanya memberikan kredit kepada pihak yang memerlukan dana tetapi kegiatan pokok bank juga menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan dan deposito berjangka. Disamping itu bank memiliki peranan penting untuk mendorong pertumbuhan suatu bangsa karena bank merupakan lembaga yang berfungsi menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa diikuti dengan distribusi yang merata akan menyebabkan ketimpangan sosial.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

APLIKASI KEPEGAWAIAN DI PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT BANK SOLO  Aplikasi Kepegawaian di Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Solo Berbasis Desktop.

APLIKASI KEPEGAWAIAN DI PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT BANK SOLO Aplikasi Kepegawaian di Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Solo Berbasis Desktop.

PD. BPR Bank Solo merupakan salah satu perusahaan daerah yang berada di Surakarta yang saat ini sistemnya masih bersifat semi konvensional, menggunakan Microsoft Office Word 2003 dan Microsoft Office Excel 2003 untuk pengolahan data kepegawaiannya. Masalah tersebut perlu untuk dibangun sebuah aplikasi yang dapat membantu mempercepat dan memudahkan pengolahan data pegawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat aplikasi kepegawaian di PD. BPR Bank Solo.

16 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pengaturan Dan Pengawasan Terhadap Lembaga Pembiayaan Konsumen

Analisis Yuridis Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pengaturan Dan Pengawasan Terhadap Lembaga Pembiayaan Konsumen

Berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, bahwa kegiatan yang dilakukan bank umum lebih luas dari bank perkreditan rakyat. Produk yang ditawarkan baik oleh bank konvensional maupun syariah lebih bervariasi, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan dalam menentukan produk dan jasanya. Bank Perkreditan Rakyat mempunyai keterbatasan tertentu sehingga kegiatannya lebih sempit. Selanjutnya, produk perbankan yang ditawarkan baik bank syariah maupun bank konvensional kepada nasabah adalah sama. Perbedaan utama antara bank syariah dengan bank konvensional adalah dalam hal penentuan harga, baik terhadap harga jual maupun harga belinya dan sistem penerimaan keuntungan, pada bank syariah menerapkan sistem bagi hasil sedangkan bank konvensional berupa bunga. Pada bank syariah produk-produk yang ditawarkan sesuai dengan Al’Quran dan Hadist, yang sudah tentu sangat Islami, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada nasabahnya.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank - Pelayanan teller terhadap kepuasan nasabah pada pt. Bank negara indonesia, tbk kantor cabang pembantu surabaya town square - Perbanas Institutional Repository

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank - Pelayanan teller terhadap kepuasan nasabah pada pt. Bank negara indonesia, tbk kantor cabang pembantu surabaya town square - Perbanas Institutional Repository

Teller mendukung perkembangan bisnis bank dengan memberikan pelayanan yang cepat, baik, dan tepat dan tentunya sesuai dengan standar pelayanan teller pada bank. Pekerjaan teller dikategorikan sebagai pekerjaan pokok, karena melalui pekerjaan tesebut terjadi interaksi antara bank dengan nasabah sebagai konsumen perbankan. Dengan demikian apabila tidak ada Teller didalam suatu bank akan menimbulkan terganggunya kegiatan bank. 2.2.2 Fungsi dan Tanggung Jawab Teller

13 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Implementasi Bauran Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Nasabah dan Volume Kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Genteng, Banyuwangi“. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Strata (S1) pada Jurusan Ilmu Administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

IM P L E M E NTAS I B A UR AN P E M ASAR AN DA L AM U P A YA M E NIN GK AT K AN JU M L AH NA S ABAH DA N V OL UM E K REDIT P A DA P T . BAN K P E R K REDI T AN RA KYAT (B P R) NU S AM B A G E NTE N G , B AN YU WAN G I

IM P L E M E NTAS I B A UR AN P E M ASAR AN DA L AM U P A YA M E NIN GK AT K AN JU M L AH NA S ABAH DA N V OL UM E K REDIT P A DA P T . BAN K P E R K REDI T AN RA KYAT (B P R) NU S AM B A G E NTE N G , B AN YU WAN G I

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Implementasi Bauran Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Nasabah dan Volume Kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Genteng, Banyuwangi“. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Strata (S1) pada Jurusan Ilmu Administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

MENINGKATKAN J UMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI; Irma Farida; 080910202022; 2013; 84halaman; Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis; Jurusan Ilmu Administrasi; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Universitas Jember.

17 Baca lebih lajut

ANALISIS IMPLEMENTASI DAN KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT PADA PT BPR ARMINDO KENCANA CABANG BATU

ANALISIS IMPLEMENTASI DAN KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT PADA PT BPR ARMINDO KENCANA CABANG BATU

Pentingnya prosedur pemberian kredit pada bank dimulai dari adanya pengajuan kredit dari masyarakat, proses analisi kredit, proses pencairan kredit, sampai dengan proses umpan balik pelaksanaan kredit akan mengurangi risiko terjadinya kredit bermasalah yang dapat merugikan bank. Konsep prosedur dan kebijakan kredit ini mengikuti alur proses kredit itu sendiri maka harus didukung dengan prinsip kehati-hatian perbankan dalam penyaluran kredit kepada masyarakat dan diharapkan tidak menimbulkan kredit bermasalah dikemudian hari dengan baik.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Pada Bank Perkreditan Rakyat PT. Sukadyarindang Tahun 2001 Sampai Dengan 2005.

PENDAHULUAN Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Pada Bank Perkreditan Rakyat PT. Sukadyarindang Tahun 2001 Sampai Dengan 2005.

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia semenjak pertengahan tahun 1997 berdampak sangat besar terhadap dunia perbankan di Indonesia. Hal tersebut di buktikan dengan likuidasinya sejumlah bank di akhir tahun 1997 serta adanya sejumlah bank yang harus dibeku operasikan dan diambil alih pengelolanya oleh pemerintah. Bank Perkreditan Rakyat sebagai salah satu lembaga perbankan di Indonesia, tidak luput dari krisis ini, banyak di antaranya yang mengalami kesulitan karena adanya peningkatan suku bunga Sertifikat Bank Indonesi (SBI) dan banyaknya kredit bermasalah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

peraturan daerah 2002 05

peraturan daerah 2002 05

(3) Cadangan Umum sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b dipergunakan untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi pada PD.BPR. Bank Pasar, yang pelaksanaannya ditetapkan oleh Direksi setelah mendapatkan pertimbangan Dewan Pengawas dan persetujuan Bupati.

1 Baca lebih lajut

T1 162009019 Daftar Pustaka

T1 162009019 Daftar Pustaka

Surat Edaran Bank Indonesia, 2012, Pedoman Kebijakan dan Prosedur Perkreditan Bagi Bank Perkreditan Rakyat No.14/26/DKBU Tanggal 19 September 2012.. Soemartini, Pengantar Kearsipan 2013,[r]

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS RATIO LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN PERMODALAN PADA PD. BPR BANK PASAR GEMOLONG.

PENDAHULUAN ANALISIS RATIO LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN PERMODALAN PADA PD. BPR BANK PASAR GEMOLONG.

Dalam bab ini akan menguraikan tentang tinjauan umum tentang lembaga keuangan, perkreditan, tinjauan umum tentang Bank Perkreditan Rakyat, laporan keuangan, metode dan teknik analisis laporan keuangan serta analisis ratio keuangan.

6 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Usaha PT. BPR Dana Mandiri Dalam Upaya Memacu Kegiatan Usaha Mikro Kecil (Studi Kasus : PT. BPR Dana Mandiri Medan)

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Usaha PT. BPR Dana Mandiri Dalam Upaya Memacu Kegiatan Usaha Mikro Kecil (Studi Kasus : PT. BPR Dana Mandiri Medan)

Perkembangan Bank Perkreditan Rakyat 1998-2002 dan Peranannya dalam Penyaluran Kredit Terhadap Peningkatan Industri Kecil diSumateraUtara.[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...