Batasan dan Perumusan Masalah

Top PDF Batasan dan Perumusan Masalah:

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Batasan Penelitian...

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Batasan Penelitian...

DAFTAR ISI Halaman Lembar Pengesahan .................................................................................................... Abstrak ……................................................................................................................ Kata Pengantar ............................................................................................................ DAFTAR ISI ............................................................................................................... DAFTAR TABEL ....................................................................................................... DAFTAR GAMBAR.................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1.2 Perumusan Masalah .............................................................................. 1.3 Tujuan dan Manfaat .............................................................................. 1.4 Batasan Penelitian ................................................................................. BAB II STUDI PUSTAKA .................................................................................... 2.1 Batas Wilayah Pesisir ........................................................................... 2.2 Karakteristik Wilayah Pesisir ............................................................... 2.3 Ekosistem Hutan Mangrove .................................................................. 2.3.1 Pengertian
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. mengenai pengunduhan MP3 secara ilegal yang dilakukan oleh. mahasiswa, perumusan masalah, manfaat dari penelitian, batasan dan

BAB I PENDAHULUAN. mengenai pengunduhan MP3 secara ilegal yang dilakukan oleh. mahasiswa, perumusan masalah, manfaat dari penelitian, batasan dan

Banyaknya masyarakat, khususnya mahasiswa, yang mengunduh musik dalam format MP3 sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Kemajuan teknologi, khususnya internet memfasilitasi mahasiswa untuk mengunduh musik yang mereka inginkan. Tanpa disadari, kegiatan mengunduh tersebut lama-kelamaan menjadi sebuah kebiasaan yang sangat sulit untuk diubah. Hal inilah yang mendorong maraknya pembajakan musik MP3 yang terjadi sekarang ini. Oleh sebab itulah peneliti bermaksud meneliti kecenderungan konsumen dan etika dalam pembajakan MP3. Pada bab 1 ini akan diuraikan secara rinci mengenai latar belakang permasalahan mengenai pengunduhan MP3 secara ilegal yang dilakukan oleh mahasiswa, perumusan masalah, manfaat dari penelitian, batasan dan lingkup masalah, serta sistematika penulisan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN. Batasan Dan Perumusan Masalah

PENDAHULUAN. Batasan Dan Perumusan Masalah

Dari berbagai masalah atau konflik yang terjadi diatas maka dapat diketahui bahwa sosial ekonomi para buruh atau karyawan tersebut sangatlah penting dalam kehidupan kita, selain itu cara seorang buruh atau karyawan tersebut mengatasi masalah ekonominya yang mereka alami bagaimana. Sehingga penulis ingin meneliti tentang: Kehidupan Sosial Ekonomi Buruh Pabrik Kelapa Sawit PTP. N VI Ophir Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat ( 2005 – 2012 )

6 Baca lebih lajut

II. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan batasan masalah di atas adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah pelaksanaan

II. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan batasan masalah di atas adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah pelaksanaan

Di samping itu, masih ditemukan masalah terkait kepesertaan seperti pendataan, pendistribusian kartu dan pengumuman daftar peserta Jamkesmas. Pendataan peserta Jamkesmas oleh PT. Asuransi Kesehatan (Askes) hingga kini belum bisa dituntaskan sesuai target karena masih ada pemerintah kabupaten/kota yang belum menyerahkan data lengkap penduduk miskin di wilayah mereka.

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. belakang penelitian, perumusan masalah, batasan masalah, keaslian penelitian,

BAB I PENDAHULUAN. belakang penelitian, perumusan masalah, batasan masalah, keaslian penelitian,

Berdasarkan hasil dari kedua penelitian di atas, aplikasi yang akan dibangun diharapkan dapat melakukan segmentasi dan mengenali nilai ketuk notasi balok menggunakan jaringan syaraf t[r]

7 Baca lebih lajut

1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Perumusan masalah 1.3 Batasan Masalah

1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Perumusan masalah 1.3 Batasan Masalah

Tahapan ini dilakukan dengan mempelajari literatur atau sumber pembelajaran ilmiah yang dapat membantu dalam pembangunan proyek akhir ini. Literatur tersebut berupa artikel, buku referensi, internet, dan sumber lain yang berhubungan dengan masalah proyek akhir ini.

5 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah

Objek yang akan dibahas dalam website tersebut terbatas pada informasi MAPALA Garba Wira Bhuana Universitas Sebelas Maret Surakarta.... Wesite ini hanya single user, jadi user [r]

26 Baca lebih lajut

Perumusan masalah. Penyelesaian Masalah. Batasan masalah. PDF created with pdffactory Pro trial version

Perumusan masalah. Penyelesaian Masalah. Batasan masalah. PDF created with pdffactory Pro trial version

Topografi : Kondisi topografi disekitar jembatan Ngrame II pada umumnya datar, sebelah kanan jembatan eksisting merupakan pemukiman penduduk, sedangkan sebelah kiri dari jembatan eksi[r]

8 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.2. PERUMUSAN MASALAH 1.3. BATASAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.2. PERUMUSAN MASALAH 1.3. BATASAN MASALAH

perhitungan jacket terhadap gempa beserta dengan perhitungan pondasi. Jacket merupakan bagian dari fixed platform, yaitu bangunan lepas pantai (offshore) yang terpancang didasar laut sehingga mempunyai kekuatan agar tidak bergoyang. Kekuatan struktur tersebut juga mempunyai batasan dalam menerima beban, akan tetapi untuk lebih memaksimalkan kinerja dapat dilakukan analisa pushover / ultimate. Menurut ISSC (2006), kekuatan ultimate dari member dan sistem struktur adalah ukuran sebenarnya dalam penilaian kekuatan yang berarti, bahwa kekuatan ultimate adalah kapasitas maksimal yang dapat dimiliki struktur. Tidak ada penambahan beban yang dapat dibawa melebihi kekuatan ultimate.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian...

Tabel 2.6 Penyesuaian Kecepatan akibat lebar efektif lajur Lalu lintas (VBL) terhadap kecepatan arus bebas KR pada bebrbagai macam alinemen .. 14[r]

8 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Bagian ini terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.

BAB I PENDAHULUAN. Bagian ini terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.

Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kondisi termal dan tingkat kenyamanan yang dirasakan pada bengkel pengolahan logam sehingga pekerja dapat bekerja dengan [r]

7 Baca lebih lajut

Perumusan Masalah : Tujuan Batasan dan Asumsi LANDASAN TEORI Pengertian Risiko Pengendalian Risiko

Perumusan Masalah : Tujuan Batasan dan Asumsi LANDASAN TEORI Pengertian Risiko Pengendalian Risiko

Pihak manajemen perusahaan harus mensosialisasikan SOP yang baku kepada pekerja, menegakkan peraturan dan memberikan sanksi untuk para pekerja yang melanggar aturan [r]

11 Baca lebih lajut

1. 2. Perumusan Masalah 1. Apa itu cloud computing 2. Apa layanan yang di tawarkan cloud computing Batasan Masalah

1. 2. Perumusan Masalah 1. Apa itu cloud computing 2. Apa layanan yang di tawarkan cloud computing Batasan Masalah

National Institute of Standards and Technology (NIST), Information Technology Laboratory memberikan dua buah catatan mengenai pengertian komputasi awan. Pertama, komputasi awan masih merupakan paradigma yang berkembang. Definisi, kasus penggunaan, teknologi yang mendasari, masalah, risiko, dan manfaat akan terus disempurnakan melalui perdebatan baik oleh sektor publik maupun swasta. Definisi, atribut, dan karakteristik akan berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Kedua, industri komputasi awan merupakan ekosistem besar dengan banyak model, vendor, dan pangsa pasar. NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari komputasi awan (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan 1.4 Batasan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan 1.4 Batasan Masalah

dampak variabel-variabel risiko dilihat dari sudut pandang frekuensi faktor risiko terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek serta respon resiko yang akan dilakukan untu[r]

20 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.2. Perumusan Masalah I.4. Batasan Masalah

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.2. Perumusan Masalah I.4. Batasan Masalah

menentukan jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik (d) yang nantinya digunakan untuk membuat batas - batas tersebut untuk menentukan besarnya faktor reduksi (  ) dalam menghitung kapasitas penampang. Dengan konsep dan definisi yang baru tersebut berarti nantinya hanya akan ada satu batasan - untuk menghitung kapasitas penampang untuk semua elemen beton. Baik itu shearwall, balok, beton bertulang biasa, maupun beton pratekan. Dan hal tersebut berlaku sama untuk berbagai macam bentuk penampang. Dalam menganalisa penampangnya metode

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Batasan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Batasan Masalah

Pembangunan proyek gedung merupakan salah satu pembangunan yang juga berisiko tinggi dalam hal kecelakaan kerja. Penggunaan metode pelaksanaan yang tidak akurat serta kurang teliti dapat mengakibatkan risiko kecelakaan kerja, yang salah satunya dapat menyebabkan terganggunya kinerja proyek baik dari waktu dan biaya,bahkan terhentinya aktivitas pekerjaan proyek. Masalah kecelakaan kerja di Indonesia saat ini secara umum masih sering terabaikan. Hal ini di tunjukkan masih tingginya angka kecelakaan kerja, terbukti di Indonesia setiap tujuh detik terjadi satu kasus kecelakaan kerja (Warta Ekonomi, 2 Juni 2008), 11 orang pekerja konstruksi, diantaranya operator gondola dan installer atap baja ringan pada tahun 2008 meninggal saat bekerja (Buletin BPKSDM, edisi 1 2009), bahkan untuk contoh kasus yang pernah terjadi pada dunia konstruksi adalah kecelakaan pada pelaksanaan pembanunan Proyek Apartemen Gading Mediterania, kecelakaan tersebut memakan empat orang pekerja, dua orang meninggal akibat kesetrum dan dua lainnya meninggal akibat tertimpa beton precast (Kompas, 06 Juni 2004).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.

3 Berdasarkan data gangguan mesin Pabrik Indarung II/III, terdapat beberapa jenis gangguan mesin yang terjadi di Indarung II/III selama tahun 2014 adalah masalah mekanik dengan jumlah gangguan sebanyak 479 kali dengan durasi 1659.4 jam, masalah Kiln stop di tahapan proses Raw Mill dengan jumlah gangguan sebanyak 106 kali dengan durasi 1502.58 jam, masalah kegiatan terencana berupa perawatan mesin di tahapan proses raw mill dan cement mill memiliki gangguan sebanyak 54 kali dengan durasi 586.48 jam, masalah produksi menjadi kendala terbesar keempat sebanyak 281 kali dengan durasi 404.5 jam, kegiatan silo semen penuh dengan frekuensi sebesar 74 kali dengan durasi 400.4 jam, patching dan bricking dengan frekuensi gangguan sebesar 20 kali dan 13 kali dengan durasi 349.25 jam dan 305.75 jam, dan listik mengalami gangguan sebanyak 153 kali dengan durasi 218 jam. Pada tahapan proses Raw Mill, gangguan Kiln stop paling berpengaruh dalam lancarnya produksi raw mix. Pengaruh tersebut dapat dilihat dari berhentinya pengeluaran bahan baku untuk proses Kiln untuk silo penyimpanan raw mix sehingga tingkat persediaan akan membesar dan berimbas kepada proses produksi berhenti pada Raw Mill. Hal ini yang menyebabkan adanya ketergantungan proses produksi di Kiln terhadap jalannya proses produksi di Raw Mill.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Bab pendahuluan menjelaskan mengenai latar belakang, perumusan masalah, tujuan, batasan masalah, dan sistematikan penulisan.

BAB I PENDAHULUAN. Bab pendahuluan menjelaskan mengenai latar belakang, perumusan masalah, tujuan, batasan masalah, dan sistematikan penulisan.

1.5 Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini adalah: 1. Rancangan aplikasi sistem informasi manajemen Talent Scouting hanya difokuskan untuk mendukung tiga dari empat kegiatan pada Talent Scouting, yaitu Technopreneur Camp, Roadshow, dan Customer Relation Office (CRO). Adapun kegiatan lainnya yaitu publikasi, sudah didukung oleh sistem informasi yang lain di BIT-BPPT.

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum 1.2 Perumusan Masalah 1.2 Latar Belakang 1.3 Tujuan 1.4 Batasan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum 1.2 Perumusan Masalah 1.2 Latar Belakang 1.3 Tujuan 1.4 Batasan Masalah

spillway direncanakan sesuai dengan hasil studi sebelumnya yaitu sebesar 30 meter dimana letak bangunan pelimpah ini direncanakan berada pada as bendungan, berbeda dari hasil[r]

18 Baca lebih lajut

BAB I 1.2 Perumusan Masalah PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.3 Tujuan 1.4 Batasan Masalah 1.5 Manfaat

BAB I 1.2 Perumusan Masalah PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.3 Tujuan 1.4 Batasan Masalah 1.5 Manfaat

Rencana packing plant PT. Semen Gresik terletak di daerah perairan teluk Balikpapan di desa Kariangau Kalimantan Timur. Daerah perairan teluk Balikpapan merupakan daerah rawa dengan pohon bakau yang rapat dan merupakan daerah pasang surut. Elevasi permukaan tanah asli rata-rata +1,00 m LWS, sehingga perlu penimbunan reklamasi sekitar 3 m untuk mencapai elevasi rencana +4 m LWS. Kondisi tanah existing pada lokasi proyek pembangunan Packing Plant di Balikpapan menunjukkan kondisi tanah lempung/lanau. Tanah ini pada umumnya mempunyai daya dukung rendah dan memiliki sifat kompresibel tinggi dan permeabilitas yang sangat rendah. Karena memiliki sifat-sifat tersebut, tanah ini cenderung memiliki potensi penurunan konsolidasi yang besar dan dalam waktu yang cukup lama. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu metode perbaikan tanah untuk mempercepat proses konsolidasi. Kombinasi antara metode preloading dengan PVD (Prefabricated Vertical Drain) merupakan salah satu metode untuk mempercepat proses konsolidasi. Karena tanpa PVD, penurunan akan berlangsung sangat lama.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...