Beban Kerja

Top PDF Beban Kerja:

Beban kerja guru Beban kerja guru

Beban kerja guru Beban kerja guru

19 Tahun 2005 MEMUTUSKAN Menetapkan : BEBAN KERJA GURU TAHUN 2011 / 2012 Pertama : Beban kerja guru tahun pelajaran 2011 / 2012 meliputi kewajiban tatap muka / mengajar dan tugas t[r]

14 Baca lebih lajut

Efek Beban Kerja Pengalaman Kerja Status

Efek Beban Kerja Pengalaman Kerja Status

Data berupa isian angket untuk variabel pengalaman kerja berupa lamanya masa kerja (dalam tahun) responden di sekolah tempat mengajar. Data variabel beban kerja berupa banyaknya jam mengajar (dalam jam) selama satu minggu. Data variabel status sekolah berupa nama sekolah tempat guru mengajar. Data ini nantinya oleh peneliti akan dikelompokkan menjadi dua yaitu sekolah negeri diberi simbol angka 1, dan sekolah swasta diberi simbol angka 2. Data variabel sertifikasi guru berupa jawaban apakah sudah memiliki sertifikat profesi pendidik atau belum, berupa jawaban “sudah” atau “belum”. Jawaban “sudah” diberi simbol 1, dan jawaban “belum” diberi simbol 2. Data variabel kepuasan kerja berupa isian setiap item sebanyak 21 item dengan skala 1 – 5. Jumlah setiap item dari setiap responden adalah nilai kepuasan kerja setiap responden.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Beban Kerja Dosen (BKD)

Beban Kerja Dosen (BKD)

Evaluasi dilaksanakan secara periodik artinya evaluasi dilakukan pada setiap kurun waktu yang tetap. Hal ini untuk menjaga akuntabilitas kepada pemangku kepentingan terkait dengan kinerja perguruan tinggi. Menurut Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2009 tentang dosen pasal 8 ayat (1) butir b disebutkan bahwa beban kerja dosen paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) SKS dan paling banyak 16 (enam belas) SKS pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya, oleh karena itu periode evaluasi Beban Kerja Dosen adalah tiap semester.

21 Baca lebih lajut

lampiran beban kerja 2010

lampiran beban kerja 2010

Menurut PP RI No. 37 Tahun 2009 tentang dosen pasal 8 ayat (3) dan pasal 10 ayat (5) maka beban kerja dosen dengan tugas tambahan sebagai pimpinan perguruan tinggi pada institusinya sendiri agar tetap mendapatkan tunjangan profesi pendidik dan tunjangan kehormatan adalah minimal sepadan dengan 3 (tiga) sks pada dharma pendidikan. Dosen dengan tugas tambahan sebagai pimpinan dapat pula mengerjakan aktivitas tridharma perguruan tinggi yang lain (bukan kewajiban) sampai jumlah komulatif maksimum 16 sks. Profesor dengan tugas tambahan sebagai pimpinan perguruan tetap harus mengerjakan kewajiban khusus profesor seperti yang ditetapkan dalam Buku Pedoman ini. Masa berlaku penugasan disajikan sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

pedoman beban kerja 2010

pedoman beban kerja 2010

Kompetensi dosen menentukan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sebagaimana yang ditunjukkan dalam kegiatan profesional dosen. Untuk menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang undangan maka perlu dievaluasi setiap periode waktu yang ditentukan. Buku Pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan arah dan tatacara penetapan Beban Kerja Dosen Dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Tahun 2010

20 Baca lebih lajut

Efek Beban Kerja Pengalaman Kerja Status

Efek Beban Kerja Pengalaman Kerja Status

Pengembangan alat pengumpulan data variabel beban kerja merujuk kepada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 35 ayat (2) dinyatakan bahwa beban kerja guru mengajar sekurang – kurangnya 24 jam dan sebanyak – banyaknya 40 jam tatap muka per minggu. Variabel pengalaman kerja merujuk kepada KepmenPAN nomor 84 tahun 1993 tentang jabatan guru dan angka kreditnya. Variabel status sekolah merujuk kepada penyelenggara sekolah menengah atas. Variabel kepuasan kerja dapat disusun dan dikembangkan penulis dengan merujuk pada literatur tentang kepuasan kerja yang bersandarkan teori dua faktor Herzberg yang disajikan dalam kajian teori.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TER

PENGARUH STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TER

PENGARUH STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA Pada Gojek Bandung Diajukan Diajukan untuk Memenuhi tugas Metode Penelitian Disusun Oleh : Lelitia Tamara 1401154492 PROG[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KERJA  Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Keterlibatan Kerja.

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KERJA Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Keterlibatan Kerja.

Setiap organisasi memiliki tujuan untuk mencapai kinerja yang seoptimal mungkin, namun masih terdapat masalah didalam nya. Berdasarkan interview pada dua satpam mereka mengatakan ada beberapa karyawan tidak terlibat sepenuhnya dalam menyelesaikan pekerjaan karena menganggap perkerjaan tersebut berat. Perusahaan harus melihat keterlibatan kerja setiap karyawan untuk menempatkan pada suatu jabatan agar menghasilkan suatu kinerja yang maksimal agar semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan keterlibatan kerja, (2) untuk mengetahui tingkat beban kerja, (3) untuk mengetahui tingkat keterlibatan kerja, (4) untuk mengetahui peranan beban kerja terhadap keterlibatan kerja. Penelitian ini menggunakan teknik cluster non-random sampling pada karyawan unit BAU, FKIP, Satpam, Perpustakaan, Fakultas teknik dengan jumlah 60 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah skala beban kerja dan skala keterlibatan kerja. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara beban kerja dengan keterlibatan kerja. Beban kerja tergolong rendah sedangkan untuk keterlibatan kerja tergolong tinggi.Beban kerja berperan sebesar 48,4% terhadap keterlibatan kerja dan sisanya diperoleh dari variabel lainnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHALUAN 1.1. Latar Belakang - Pengaruh Beban Kerja Perawat Terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSU Dr.F.L. Tobing Sibolga

BAB 1 PENDAHALUAN 1.1. Latar Belakang - Pengaruh Beban Kerja Perawat Terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSU Dr.F.L. Tobing Sibolga

Prayetni (2001) mengemukakan bahwa adanya penurunan minat kerja perawat bila mereka mengalami kelelahan dalam bekerja. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa beban kerja perawat yang dilakukan secara berlebihan dapat diminimalisir dengan cara menghitung volume pekerjaan yang dilakukan perawat kemudian disesuaikan dengan jumlah tenaga keperawatan agar seimbang. Menurut Aditama (2007), kurangnya tenaga dapat membuat beban kerja bertambah, sehingga akhirnya mutu kerja menurun.

8 Baca lebih lajut

PENGUKURAN BEBAN KERJA DENGAN METODE NASA-TALK LOAD INDEX DI CV. GIMERA JAYA BANDUNG.

PENGUKURAN BEBAN KERJA DENGAN METODE NASA-TALK LOAD INDEX DI CV. GIMERA JAYA BANDUNG.

Tubuh manusia dirancang untuk dapat melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Adanya massa otot yang bobotnya hampir lebih dari separuh beban tubuh, memungkinkan kita untuk dapat menggerakkan dan melakukan pekerjaan. Pekerjaan disatu pihak mempunyai arti penting bagi kemajuan dan peningkatan prestasi, sehingga mencapai kehidupan yang produktif sebagai satu tujuan hidup. Di pihak lain, bekerja berarti tubuh akan menerima beban dari luar tubuhnya. 1. Beban Kerja Oleh Karena Faktor Eksternal

21 Baca lebih lajut

Persepsi terhadap Beban Kerja dengan Tur

Persepsi terhadap Beban Kerja dengan Tur

Turnover terjadi di berbagai organ- isasi dikarenakan keinginan seseorang untuk mencari kenyamanan pada pekerjaannya. Di Amerika Serikat tercatat 3% peningkatan turnover setiap bulan atau sekitar 36% per tahun (Robbins & Judge, 2007), sedangkan di Indonesia perkiraan ini dihasilkan dari studi oleh Hay Group bekerjasama dengan Cen- tre for Economics and Business Research seperti dilansir Top Career Magazine (2013). Studi tersebut memperkirakan jumlah kar- yawan yang akan berhenti pada tahun 2014 dapat mencapai 161,7 juta atau meningkat 12,9% bila dibandingkan dengan tahun 2012. Sedangkan di tahun 2015 turnover inten- tion pada karyawan akan semakin menin- gkat hingga 13,4%. Kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan mengalami lonjakan ter- besar dalam tingkat pergantian karyawan tahun 2014. Tingkat turnover di Asia Pasifik akan mengalami kenaikan tertinggi di se- luruh dunia, yakni naik 21,5-25,5% selama periode 2012-2018. Dikarenakan banyaknya karyawan yang melakukan turnover pada pe- rusahaannya, persepsi terhadap beban kerja dianggap cocok untuk menjadi hubungan antara turnover intention tersebut.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Tentara Binjai Tahun 2016

Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Tentara Binjai Tahun 2016

Hasil penelitian pada perawat diperoleh bahwa perawat yang mengalami beban kerja sedang sebanyak 14 orang (36,8%), sedangkan perawat yang mengalami beban kerja berat sebanyak 24 orang (63,2%). Kelelahan kerja pada perawat diperoleh bahwa dari 38 perawat yang mengalami kelelahan kerja rendah sebanyak 12 orang (31,6%), perawat yang mengalami kelelahan kerja sedang sebanyak 23 orang (60,5%), dan perawat yang mengalami kelelahan kerja tinggi sebanyak 3 orang (7,9%). Hasil uji fisher antara beban kerja dengan kelelahan kerja diketahui bahwa nilai p = 0,530 sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Tentara Binjai.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN KOMPENSASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI PUSKESMAS  Hubungan Antara Beban Kerja Dan Kompensasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Pegawai Puskesmas.

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN KOMPENSASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI PUSKESMAS Hubungan Antara Beban Kerja Dan Kompensasi Dengan Kepuasan Kerja Pada Pegawai Puskesmas.

Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada hubungan yang sangat signifikan antara beban kerja dan kompensasi dengan kepuasan kerja pada pegawai Puskesmas. (2) Ada hubungan negatif yang signifikan antara beban kerja dengan kepuasan kerja. Semakin besar beban kerja pegawai Puskesmas. (3) Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kompensasi dengan kepuasan kerja. (4) Sumbangan efektif variabel beban kerja dan variabel kompensasi terhadap kepuasan kerja sebesar 18,4%. Sisanya 81,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijadikan model dalam penelitian ini. Variabel lain tersebut seperti persepsi terhadap gaji, motivasi kerja, atau pola komunikasi dalam organisasi. (5) Keadaan beban kerja pada pegawai Puskesmas termasuk kategori sedang. (6) Keadaan kompensasi pada pegawai Puskesmas termasuk kategori tinggi. (7) Keadaan kepuasan kerja pada pegawai Puskesmas termasuk kategori sedang
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KINER

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KINER

Beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas, lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja. Mengingat kerja manusia bersifat fisik dan mental, makan masing-masing mempunyai tingkat pembebanan yang berbeda -beda. Kinerja mempengaruhi secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan tugasnya . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Bahu. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain studi potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahu Kota Manado pada bulan Mei-oktober 2014. Total populasi adalah 50 Tenaga Kesehatan dan sampel pada penelitian ini adalah 40 tenaga kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, untuk pertanyaan beban kerja di isi oleh tenaga kesehatan dan pertanyaan kinerja diisi oleh Kepala Puskesmas. Pengolahan data dengan menggunakan program komputer, dengan analisis statistik menggunakan Uji chi square yang disajikan dalam bentuk tabel. Dari hasil olah data diperoleh bahwa tenaga kesehatan yang memiliki beban kerja berat berjumlah 13 responden (32,5%), beban kerja ringan 27 responden (67,5%) dan kinerja baik 33 responden (82,5%), kinerja tidak baik 7 responden (17,5%), dengan α = 0,003. Terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Bahu Kota Manado. Tenaga kesehatan harus memperhatikan kondisi tubuh dalam melaksanakan aktifitas kerja yang dilakukan setiap hari, dan harus disesuaikan antara beban kerja dengan kemampuan kerja agar tidak menimbulkan beban kerja yang berlebihan sehingga dapat mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BEBAN KERJA DOSEN (BKD)

BEBAN KERJA DOSEN (BKD)

Dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan memiliki tugas utama Tridharma Perguruan Tinggi, yakni mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beban kerja dosen sebagai bukti pelaksanaan dari Tridharma Perguruan Tinggi paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak 16 (enam belas) sks pada setiap semester.

85 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES

Beban kerja yang ditanggung oleh perawat IGD berbeda dengan di ruang rawat yang lain. Perawat sangat merasa terbeban karena harus memberikan pelayanan keperawatan ekstra ketat dan cepat untuk menyelamatkan nyawa pasien. Selain itu dengan pemantauan dan pencatatan kondisi pasien secara rutin dan kontinyu juga merupakan beban tersendiri. Secara psikologis ada beban untuk dapat mempertahankan kondisi pasien supaya tidak tambah memburuk. Terhadap keluarga pasien perawat juga merasa terbeban untuk selalu menyampaikan segala kondisi pasien secara jujur. Beban yang dirasakan perawat IGD akhirnya menyebabkan adanya suatu tekanan secara terus- menerus yang memicu terjadinya stres kerja.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Tugas dan Beban Kerja Guru

Tugas dan Beban Kerja Guru

Beban kerja kumulatif minimal guru kelas atau Beban kerja kumulatif minimal guru kelas atau guru mata pelalaran pada RA,/Madrasah pekan, dengan ketentuan sekurang-kurangnya pekan, den[r]

44 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA  ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN WAKTU ISTIRAHAT DI PERUSAHAAN KONVEKSI JAPE METHE YOGYAKARTA.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN WAKTU ISTIRAHAT DI PERUSAHAAN KONVEKSI JAPE METHE YOGYAKARTA.

Wibowo (2005), “Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental pada Pengemudi Travel (Studi Kasus di Rahayu Travel Jurusan Yogyakarta-Purbalingga PP)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana beban kerja fisik dan mental yang dialami oleh pengemudi travel dan menganalisisnya serta menentukan pengaturan waktu istirahat yang tepat bagi pengemudi travel. Analisis beban kerja fisik dilakukan dengan menghitung pengeluaran energi dengan rumus konsumsi energi berdasarkan denyut jantung per menit. Analisis beban kerja mental dilakukan dengan berbagai pertanyaan dengan jawaban berskala (scale item) berdasarkan NASA TLX Index Scale, sedangkan waktu istirahat dihitung menggunakan rumus waktu istirahat menurut Pulat dan pull question yang sifatnya terbuka, diisi secara subyektif menurut masing-masing pengemudi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengukuran Iklim Kerja dan Beban Kerja di Industri Batik Merak Manis Laweyan.

Pengukuran Iklim Kerja dan Beban Kerja di Industri Batik Merak Manis Laweyan.

mengukur suhu, kelembaban udara, kecepatan angin, dan nilai ISBB. Sedangkan metode yang digunakan untuk penilaian beban kerja adalah penilaian beban kerja berdasarkan tingkat kebutuhan kalori menurut pengeluaran energi. Dari hasil pengukuran diperoleh iklim kerja di ruang produksi yaitu stasiun batik tulis 28,7 0 C,

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Beban Kerja Terhadap Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rsud Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran Tahun 2012 jurnal beban kerja

Pengaruh Beban Kerja Terhadap Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rsud Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran Tahun 2012 jurnal beban kerja

Pengukuran beban kerja mental menggunakan metoda NASA-TLX yang terdiri dari 6 aspek penilaian yaitu: (1) kompleksitas pekerjaan, (2) aktivias fisik yang dilakukan, (3) tekanan waktu yang dirasakan dalam menyelesaikan pekerjaan, (4) tingkat kepuasan dalam menyelesaikan pekerjaan, (5) seberapa keras usaha yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat kepuasan yang diinginkan, (6) tekanan atau gangguan sewaktu bekerja. Aspek penilaian menggunakan skala 0 sampai 100 lalu dijumlahkan dan dibagi enam.

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...