Belajar Bahasa Jerman

Top PDF Belajar Bahasa Jerman:

PERAN MOTIVASI DAN STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU DALAM BELAJAR BAHASA JERMAN.

PERAN MOTIVASI DAN STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU DALAM BELAJAR BAHASA JERMAN.

Belajar bahasa Jerman bagi seseorang membutuhkan beberapa hal yang mendukung dalam proses belajar bahasa tersebut. Beberapa diantaranya adalah faktor motivasi, strategi belajar siswa, dan juga peran guru memegang peranan penting dalam mensuksekan seseorang dalam belajar. Ada suatu cerita bahwa ada seorang yang sangat cerdas, dia bisa belajar secara otodidak tentang belajar bahasa jerman. Suatu saat, dikarenakan ada kesalahan sedikit yang dia buat sehingga nilainya berkurang dua, dia sangat kecewa terhadap dirinya, motivasi dia belajar bahasa jerman menurun, sehingga sampai sekarang prestasi siwa tersebut mengalami penurunan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERAN MOTIVASI, STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU DALAM BELAJAR BAHASA JERMAN.

PERAN MOTIVASI, STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU DALAM BELAJAR BAHASA JERMAN.

Belajar bahasa Jerman bagi seseorang membutuhkan beberapa hal yang mendukung dalam proses belajar bahasa tersebut. Beberapa diantaranya adalah faktor motivasi, strategi belajar siswa, dan juga peran guru memegang peranan penting dalam mensuksekan seseorang dalam belajar. Ada suatu cerita bahwa ada seorang yang sangat cerdas, dia bisa belajar secara otodidak tentang belajar bahasa jerman. Suatu saat, dikarenakan ada kesalahan sedikit yang dia buat sehingga nilainya berkurang dua, dia sangat kecewa terhadap dirinya, motivasi dia belajar bahasa jerman menurun, sehingga sampai sekarang prestasi siwa tersebut mengalami penurunan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PIKTOGRAM SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA PADA MATAKULIAH SCHREIBFERTIGKEIT III.

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PIKTOGRAM SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA PADA MATAKULIAH SCHREIBFERTIGKEIT III.

Untuk mengatasi masalah agar motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa Jerman meningkat dan bertambahnya kosakata yang dimiliki mahasisiwa yang berdampak kepada kemampuan dalam menulis, maka dosen harus mengambil inisiatif bagaimana cara mencari solusinya, antara lain adalah memanfaatkan media pengajaran yang lebih variatif, efektif dan menyenangkan, dosen tidak hanya menggunakan metode ceramah dengan media konvensional yaitu media papan tulis yang merupakan media tradisional yang kurang variatif, sehingga siswa akan mudah merasa bosan karena tampilan yang monoton. Penggunaan media pembelajaran selain dapat membantu mahasiswa dan dosen dalam proses belajar mengajar, juga dapat membangun minat dan motivasi
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN KOMPUTER DALAM PENGAJARAN BAHASA JERMAN.

PERAN KOMPUTER DALAM PENGAJARAN BAHASA JERMAN.

e. Medienkunde (matakuliah tentang pengajaran bahasa Jerman dengan media) : Untuk mahasiswa yang akan praktek lapangan di sekolah wajib lulus matakuliah media belajar bahasa Jerman. Media dalam bahasa Jerman ini dapat dibuat sendiri oleh dosen atau mahasiswa dengan komputer, misalnya tentang budaya, politik dan ekonomi Jerman dengan bahasa Jerman sederhana tingkat A1 (Tingkat Dasar 1) yang dimengerti oleh siswa SMA atau Kejuruan.

5 Baca lebih lajut

S JRM 1006234 Abstract

S JRM 1006234 Abstract

Motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa harus memiliki motivasi yang tinggi demi tercapainya tujuan dari pembelajaran tersebut. Besar kecilnya motivasi belajar dalam diri siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya lingkungan, keadaan kelas, keluarga, guru dan makna pembelajaran tersebut bagi siswa. Pada umumnya, motivasi belajar dapat dimunculkan dan ditingkatkan. Salah satunya adalah dengan membukakan wawasan siswa mengenai manfaat yang akan mereka peroleh dari mempelajari suatu subjek pelajaran. Pembelajaran yang bermakna dan bermanfaat mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui: (1) pemahaman siswa mengenai manfaat belajar bahasa Jerman bagi mereka; (2) motivasi yang dimiliki siswa untuk belajar; (3) hubungan pemahaman mengenai manfaat belajar bahasa Jerman dengan motivasi belajar siswa. Siswa-siswi kelas X SMA Negeri 17 Bandung merupakan populasi dari penelitian ini, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X Mipa 7 yang berjumlah 32 orang. Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes berupa angket. Dalam penelitian ini digunakan metode analitis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi dan korelasi. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji Homogenitas dan Uji Normalitas. Hubungan antara kedua variabel dianalisis dengan menggunakan teknik “Pearson Product Moment” dan uji-t untuk menguji keberartian koefisien. Dari data hasil penghitungan diperoleh hasil: (1) pemahaman siswa kelas X Mipa 7 SMA N 17 Bandung mengenai manfaat belajar bahasa Jerman kurang; (2) motivasi belajar bahasa Jerman yang dimiliki siswa rendah; (3) terdapat hubungan pemahaman mengenai manfaat belajar bahasa Jerman dengan motivasi belajar siswa. Data menunjukkan koefisien korelasi r = 0,88 termasuk dalam kategori tinggi. Hubungan antara variabel X dan Y ditunjukkan dalam persamaan regresi Ῡ = 3,15 + 0,9x. Melalui perhitungan koefisien determinasi (kd) diperoleh tingkat kontribusi sebesar 77% sehingga hubungan antara variabel X dan Y signifikan karena X berkontribusi sebesar 70% terhadap Y. Maka dari itu berarti H 0 ditolak dan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

laporan ppm 2006 pengembangan materi pembelajaran bhs jerman

laporan ppm 2006 pengembangan materi pembelajaran bhs jerman

Berguna untuk memecahkan permasalahan berupa kurangnya pemahaman guru bahasa Jerman terhadap pengembangan materi pembelajaran bahasa Jerman melalui internet yang dapat dijadikan sebagai media dan sumber belajar bahasa Jerman di SMU. Pengembangan materi pembelajaran ini dapat digunakan untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Bentuk kegiatan PPM ini akan diwujudkan dalam bentuk pelatihan bagi guru bahasa Jerman dalam rangka meningkatkan pengembangan materi pembelajaran bahasa Jerman di SMU. Materi PPM adalah penjelasan secara teoritis dan pelatihan intensif kepada guru bahasa Jerman di SMU se wilayah DIY mengenai langkah-langkah pengembangan materi pembelajaran atau bahan ajar bahasa Jerman berdasarkan kebutuhan peserta didik di SMU. Sedang cara pelatihannya berupa praktek langsung di Dreamlab FBS untuk memilih dan menentukan bahan ajar yang dibutuhkan para siswanya melalui Internet.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Peserta Didik Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Prambanan Klaten melalui Media Permainan Bahasa Bildgeschichte.

Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Peserta Didik Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Prambanan Klaten melalui Media Permainan Bahasa Bildgeschichte.

Di samping itu buku paket yang diberikan sebagai materi pelajaran kepada peserta didik isinya terlalu padat dan meluas sehingga menjadikan peserta didik malas untuk membaca, terlebih lagi media pembelajaran yang kurang menarik dalam proses belajar mengajar. Jika kondisi kelas seperti itu maka perlu dilakukan upaya untuk mengubah media pembelajaran yang menarik. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar peserta didik adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Melalui media permainan bahasa Bildgeschichte akan menjadi pengalaman yang baru, peserta didik dapat belajar menemukan konsep pelajaran secara mandiri. Media permainan bahasa ini menuntut peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik melihat gambar dan membaca kata kunci yang ada kemudian mencoba mengembangkan imajinasi menjadi sebuah karangan. Gambar dapat disajikan dengan warna-warna yang cerah agar lebih menarik. Peserta didik diajak untuk bekerja sama antar peserta didik dalam berkelompok, sehingga memacu kreativitas dan rasa bertanggung jawab dari peserta didik, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan jika tidak ada yang jelas dan tidak dimengerti. Dengan demikian, dengan digunakannya media permainan bahasa Bildgeshichte pada keterampilan menulis bahasa Jerman, peserta didik akan lebih termotivasi dan keaktifan peserta didik dalam belajar bahasa Jerman menjadi meningkat. D. Hipotesis Penelitian
Baca lebih lanjut

388 Baca lebih lajut

S JRM 1105475 Chapter1

S JRM 1105475 Chapter1

Berdasarkan pengalaman penulis ketika pertama kali mempelajari bahasa Jerman, yang menjadi kendala adalah sulit untuk mendapatkan pemahaman yang utuh dalam membaca teks bahasa Jerman. Kendala terbesar adalah penguasaan kosakata yang masih rendah dan juga penggunaan tata bahasa Jerman yang berbeda dari bahasa lainnya. Berdasarkan pengamatan penulis selama kegiatan PLP di SMA Angkasa Bandung pada bulan Februari hingga bulan Juni 2015, siswa cenderung sulit untuk memahami isi teks bahasa Jerman. Contohnya adalah ketika siswa diminta untuk mengartikan kalimat per kalimat, siswa tetap tidak mampu mengartikannya. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, yakni banyak kosakata bahasa Jerman yang belum mereka ketahui, penguasaan tata bahasa Jerman yang kurang, dan juga siswa seringkali beranggapan bahwa belajar bahasa Jerman itu sulit, karena bahasa Jerman adalah bahasa yang baru dipelajari. Siswa menjadi tidak memiliki motivasi dan keinginan yang kuat untuk dapat menguasai bahasa Jerman, khususnya dalam keterampilan membaca.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGAJARAN BAHASA JERMAN DI INDONESIA.

PENGAJARAN BAHASA JERMAN DI INDONESIA.

Bahasa Jerman di Indonesia diajarakan secara formal pada jenjang pendidikan menengah seperti SMA/SMK/MAN, kemudian pada jenjang pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia dan secara nonformal di lembaga-lembaga kursus seperti Goethe Institut. Program studi bahasa Jerman di perguruan tinggi tidak mengalami gejolak seperti di sekolah menengah. Apa yang tejadi di lapangan memang berimbas ke perguruan tinggi, apalagi terhadap mahasiswa eks IKIP yang disiapkan untuk menjadi guru. Kalau bahasa Jerman tidak diberikan lagi di jenjang sekolah menengah, maka guru-guru yang dihasilkan tidak ada gunanya. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan kepada mahasiswa mata kuliah penunjang sebagai bekal berwirausaha, sehingga mereka tetap dapat bertahan hidup. Mereka disiapkan untuk menjadi ilmuwan-ilmuwan, ahli- ahli yang menjadi tumpuan bangsa dan negara. Oleh sebab itu, dalam makalah ini akan lebih banyak disoroti pengembangan bahasa Jerman di sekolah menengah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN INTERJEKTION DALAM BAHASA JERMAN.

PENGGUNAAN INTERJEKTION DALAM BAHASA JERMAN.

Menurut Wilhelm Wundt (1984) dalam situs www.Google.de diakses tanggal 5 April 2011 pukul 20:31 WIB yang dimaksud dengan ‘Interjektionen sind ein typischen Merkmal der Mündlichkeit, das heist sie treten besonders in gesprochener Sprache auf und dienen auch in schriftlicher Kommunikation und literaricher Sprache als Stilmittel gesuchter Mündlichkeit. Als Äusserungstyp mit besonderer expressive oder appellativer Funktion beziehen sich Interjektionen auf die Sprechsituation mit Sprecher und Empfӓnger und simulieren oder ersetzen dort typischerweise nonverbal oder paraverbale Kommunikationshandlungen wie Reflexlaute (Schmerz, Überraschung etc), Lachen, Mimik und Gestik’. Artinya kata seru adalah sebuah bentuk bahasa lisan, dimana kata seru itu muncul khususnya dalam bahasa lisan dan juga dalam komunikasi tertulis, sebagai bentuk pernyataan khususnya fungsi ekspresi atau seruan, kata seru berhubungan dengan situasi bahasa pembicara dan pendengar, seperti bunyi-bunyi reflex (rasa sakit, terkejut) tertawa, dan gestik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Internet bagi Guru Bahasa Jerman

Internet bagi Guru Bahasa Jerman

Meskipun demikian Friedman menyebutkan bahwa ada sebagian dari manusia di bumi masih belum merasakan bahwa “dunia itu datar”. Ia menyebutnya sebagai The Unflat World, itu adalah orang-orang yang belum “tersentuh” oleh 10 kekuatan tersebut, termasuk manusia bumi yang tidak atau belum mengenal internet. Guru bahasa Jerman tentu saja sebaiknya ikut merasakan adanya perubahan cara berkomunikasi atau bertukar informasi melalui internet, sehingga tidak masuk pada “wilayah The unflat World”, karena internet bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jerman.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS DEIKSIS BAHASA JERMAN.

ANALISIS DEIKSIS BAHASA JERMAN.

Konteks sosial mengacu kepada segala sesuatu di luar yang tertulis atau terucap, yang mendampingi bahasa atau teks dalam peristiwa pemakai bahasa atau interaksi sosial. Kontek seperti ini disebut konteks eksternal. Saragih (2003) menyatakan bahwa konteks sosial terbagi ke dalam tiga kategori yaitu konteks situasi, konteks budaya dan konteks ideologi. Ketiga kontes sosial ini membentuk strata dengan pengertian strata yang paling dekat ke bahasa yang lebih konkret dari strata yang lebih jauh dari bahasa. Berdasarkan strata kedekatan kepada bahasa, konteks sosial secara berurut mulai dari konteks situasi, budaya dan ideologi. Kontek situasi terdiri dari apa (field) yang dibicarakan, siapa (tenor) Secara rinci field menunjukan peran bahasa atau topik yang dibicarakan dalam interaksi sosial, tenor menggambarkan status (sama atau setara, tidak sama atau berbeda), suka atau tidak suka (affect), hubungan (biasa atau pertama kali) antara pemakai bahasa (addresser dan addresse), dan mode menguraikan medium atau saluran pemakaian bahasa yang dapat berupa lisan atau tulisan. Dalam interaksi bahasa, ketiga asfek konteks situasi dapat terjadi satu aspek tidak jelas atau tidak teridentifikasi, aspek situasi disebut netral. Konteks budaya dibatasi sebagai aktifitas sosial bertahap untuk mencapai suatu tujuan. Dengan pengertian ini, konteks bidaya mencakup tiga hal, yaitu: (1) batasan kemungkinan ketiga unsur konteks situasi, (2) tahap yang harus dilalui dalam satu interaksi sosial. Pada dasarnya, setiap interaksi sosial mempunyai tujuan tertentu. Tujuan ini juga sering disebut fungsi teks. Ideologi mengacu kepada konstruksi atau konsep sosial yang menetapkan apa seharusnya dan tidak seharusnyadilakukan oleh seseorang dalam satu interaksi sosial . Dengan batasan ini, ideologi merupakan konsep atau ide yang diinginkan atau diidamkan oleh anggota masyarakat dalam satu komunitas yang terdiri atas apa yang diinginkan atau yang tidak diinginkan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

bahasa jerman sebagai jembatan budaya

bahasa jerman sebagai jembatan budaya

sebagai die kriegrische Stämme yang peradabannya belum begitu maju, sementara itu die Römer yang menguasai bagian selatan dan barat daya telah mencapai taraf peradaban yang tinggi. Dalam perjalanan waktu kedua bangsa tersebut terlibat kontak yang cukup intens, terutama di sepanjang Limes (benteng pertahanan Romawi). Die Germanen banyak mensuplai kebutuhan logistik tentara Romawi, sehingga di daereh sekitar Limes terjadi hubungan ekonomi yang tinggi antara die Germanen dan die Römer. Adanya kontak di antara kedua bangsa tersebut menghasilkan perkembangan budaya bangsa German menjadi semakin maju dan pada akhirnya bangsa German menjadi salah satu pendukung dari Kekaisaran Romawi. Sebagai bukti adanya kontak budaya tersebut, saat ini dalam kosa kata bahasa Jerman terdapat sejumlah kata yang berasal dari bahasa Latin. Kosa kata tersebut menunjukkan hal-hal (budaya) yang dipelajari bangsa German dari bangsa Romawi, seperti Wein (Vinum), Fenster (Fenestra). Di samping itu, banyak kota-kota di Jerman yang dibangun oleh bangsa Romawi, seperti Regensburg (Castra Regina), Trier (Portra Nigra), Köln (Colonia Agrippina), Aachen (Aqua), dan lain sebagainya. Masa keemasan Kekaisaran Romawi berada di bawah kaisar Karel Yang Agung (Karl der Grosse). Setelah kematian Karl der Grosse muncul penerus yang juga mengalami jaman kejayaan. Penerus ini tidak lagi memiliki kekuasaan wilayah sebesar pada masa Karl der Grosse, namun bangsa Jerman berkesempatan memimpin. Di bawah kepemimpinan kaisar Jerman Otto Yang Agung (Otto der Grosse) dimulailah babak baru Kekaisaran Romawi, yang disebut sebagai ” Kekaisaran Romawi Bangsa Jerman ” (Das heilige römische Reich deutscher Nation) dengan ibu kota Aachen.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Instrumen-1 BAHASA JERMAN

Instrumen-1 BAHASA JERMAN

nominatif,akusatif, datif, akusatif & datif, genitif, pronomina posesif, verba modal, preposisi temporal dan lokal yang diikuti dengan akusatif/datif, kala kini, kala lampau, kala mendatang , penggunaan adjektiva dalam berbagai kasus, ungkapan kesopanan dalam bentuk Konjunktiv II. Tatabahasa Bahasa Jerman yang digunakan sesuai dengan kaidah tatabahasa Bahasa Jerman standar. Butir 11 Kosakata dan Ungkapan

12 Baca lebih lajut

Bahasa jerman variabel adalah dengan menuliskan

Bahasa jerman variabel adalah dengan menuliskan

Bahasa itu alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena itu siswa harus dapat menggunakannya dalam ungkapan yang komunikatif. Menggunakan ujaran- ujaran yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari (Aktive Wortschatz yang terdapat pada halaman terakhir setiap sub Unit A / B di buku Kontakte Deutsch), tata bahasa / struktur kalimat dalam sebuah percakapan.

28 Baca lebih lajut

Manusia dan sejarah pptx ppt

Manusia dan sejarah pptx ppt

Dalam bahasa Jerman, kata sejarah disebut  geschichte yang artinya sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang , kata sejarah disebut  geschichte yang artinya sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Adapun menurut Sartono Kartodirdjo, sejarah telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Adapun menurut Sartono Kartodirdjo, sejarah adalah rekonstruksi masa lampau atau kejadian yang terjadi pada masa lampau.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...