Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Top PDF Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai:

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Karya sastra merupakan suatu bentuk seni kreatif yang di dalamnya mengandung nilai- nilai keindahan. Sebuah karya sastra bukan ada begitu saja atau seperti agak dibuat-buat agar menajdi ada. Akan tetapi, karya sastra diciptakan oleh pengarang dengan didasari rasa kenginan dan dorongan yang kuat dari dalam diri pengarang untuk mengungkap kembali tentang suatu perjalanan hidup manusia. Perjalanan yang dimaksud adalah pengalaman pengarang, baik yang secara langsung bersentuhan dengan pengarang ataupun di luar dari pribadi pengarang. Dalam bukunya, Luxemburg, dkk (1992: 5) mengatakan bahwa karya sastra merupakan sebuah ciptaan, sebuah kreasi, bukan semata-mata sebuah imitasi sang seniman yang berusaha menciptakan sebuah dunia baru, meneruskan proses penciptaan di dalam semesta alam, bahkan menyempurnakannya. Karya sastra memang bersifat fiktif, dibangun melalui imajinasi pengarangnya. Walau hanya bersifat fiktif, karya sastra juga mengandung nilai-nilai kebenaran di dunia aslinya (dunia masyarakat). Sumardjo (1999: 19) menjelaskan bahwa karya sastra yang baik juga biasanya memiliki sifat-sifat yang abadi dengan memuat kebenaran-kebenaran hakiki yang selalu ada selama manusia masih ada.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Dilihat dari sejarahnya, keberadaan teori sosiologi sastra dalam dunia sastra masih terbilang muda jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya. Kendati begitu, penelitian terhadap karya sastra dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra sudah banyak dihasilkan. Ratna (2003: 7), mengatakan bahwa sosiologi sastra pertama kali diperkenalkan kelompok Milton C. Albercht, tahun 1970 dalam buku yang berjudul The Sociology of Art and Literature: a Reader. Jika dilihat dari tahun terbitnya buku tersebut, kehadiran sosiologi sastra sebagai ilmu ilmiah masih seumuran jagung jika dibandingkan dengan sosiologi agama, sosiologi pendidikan, sosiologi politik, sosiologi ideologi, dan sebagainya. Masih menurut Kutha Ratna, menyebutkan bahwa teori sosiologi sastra di Indonesia pertama kali diperkenalkan melalui ceramah Harsya W. Bachtiar dalam sebuah penataran “Filologi Untuk Penelitian Sejarah”, yang diselenggarakan oleh Konsorsium Sastra dan Filsafat bekerja sama dengan Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1973.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Konflik SARA yang terjadi di sana sempat mengganggu kehidupan masyarakat Kei. Sebagian kecil warga Kei ada yang terprovokasi oleh konflik tersebut, akan tetapi sebagian besarnya lagi lebih memilih untuk tetap menjaga keharmonisan yang sudah lama tercipta diantara warga Kei. Oleh karena itu, konflik tidak lantas membuat warga Kei terpecah-pecah. Di tengah maraknya kerusuhan yang terjadi, warga Kei masih saling hidup berdampingan, saling menyayangi dan menjaga sesamanya. Semua warga saling mengingatkan agar jangan terlibat konglik. Di kamp-kamp pengungsian di Kei, para warga terus bersatu. Mereka saling bekerja sama. Pemuda-pemuda di Kei menjaga batas wilayah untuk mengantisipasi datangnya serang para kelompok perusuh. Sedangkan kaum perempuan Kei melayani para warga yang mengungsi. Sebagian ada yang memasak di dapur dan sebagiannya lagi ada yang mencari bahan makanan untuk para pengungsi.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Konflik SARA yang terjadi di sana sempat mengganggu kehidupan masyarakat Kei. Sebagian kecil warga Kei ada yang terprovokasi oleh konflik tersebut, akan tetapi sebagian besarnya lagi lebih memilih untuk tetap menjaga keharmonisan yang sudah lama tercipta diantara warga Kei. Oleh karena itu, konflik tidak lantas membuat warga Kei terpecah-pecah. Di tengah maraknya kerusuhan yang terjadi, warga Kei masih saling hidup berdampingan, saling menyayangi dan menjaga sesamanya. Semua warga saling mengingatkan agar jangan terlibat konglik. Di kamp-kamp pengungsian di Kei, para warga terus bersatu. Mereka saling bekerja sama. Pemuda-pemuda di Kei menjaga batas wilayah untuk mengantisipasi datangnya serang para kelompok perusuh. Sedangkan kaum perempuan Kei melayani para warga yang mengungsi. Sebagian ada yang memasak di dapur dan sebagiannya lagi ada yang mencari bahan makanan untuk para pengungsi.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Penulis memilih novel KEI sebagi obyek kajian untuk dijadikan skripsi karena ceritanya yang menarik dan mengangkat fenomena-fenomena sosial di dalam masyarakat. Apalagi fenomena sosial tersebut diangkat dari sebuah kisah nyata. Penulis memilih novel ini sebagai bahan kajian penelitian murni hanya untuk penyelesaian tugas akhir pendidikan. Penulis bukan bermaksud untuk mengingatkan kembali peristiwa yang memilukan tersebut kepada masyarakat yang pernah mengalaminya. Ketertarikan penulis untuk meneliti novel KEI karena cerita dalam novel ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang rukun. Oleh Eka ( dalam Yewangoe, 2002: hal, 33) mengatakan bahwa kerukunan yang dihasilkan mestilah kerukunan yang pertama- tama merupakan kesadaran dari internal yang didorong oleh kasih. Menciptakan kehidupan yang rukun harus dilakukan dari hati yang tulus dan bukan karena paksaan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Konflik SARA yang terjadi di sana sempat mengganggu kehidupan masyarakat Kei. Sebagian kecil warga Kei ada yang terprovokasi oleh konflik tersebut, akan tetapi sebagian besarnya lagi lebih memilih untuk tetap menjaga keharmonisan yang sudah lama tercipta diantara warga Kei. Oleh karena itu, konflik tidak lantas membuat warga Kei terpecah-pecah. Di tengah maraknya kerusuhan yang terjadi, warga Kei masih saling hidup berdampingan, saling menyayangi dan menjaga sesamanya. Semua warga saling mengingatkan agar jangan terlibat konglik. Di kamp-kamp pengungsian di Kei, para warga terus bersatu. Mereka saling bekerja sama. Pemuda-pemuda di Kei menjaga batas wilayah untuk mengantisipasi datangnya serang para kelompok perusuh. Sedangkan kaum perempuan Kei melayani para warga yang mengungsi. Sebagian ada yang memasak di dapur dan sebagiannya lagi ada yang mencari bahan makanan untuk para pengungsi.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini adalah benar hasil karya penulis. Sepanjang pengetahuan penulis, skipsi yang berjudul “Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai” belum pernah dipublikasikan dan diteliti oleh mahasiswa untuk memperoleh gelar keserjanaan. Dalam penelitian skripsi ini, samua data dari segala sumber yang diperoleh dinyatakan jelas dan benar sesuai dengan aslinya. Apabila pernyataan yang saya buat ini dikemudian hari tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi berupa pembatalan gelar keserjanaan seperti yang sudah ditetapkan oleh Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

Bentuk-bentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI karya Erni Aladjai

guna melihat nilai-nilai kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Dari analisis yang sudah dilakukan terhadap novel KEI, ditemukan beberapa bentuk kerukunan yang digambarkan pengarang dalam ceritanya, seperti bentuk kerukunan dalam hubungan kerjasama, hubungan antar umat beragama, hubungan antar suku, hubungan pertemanan, dan hubungan cinta. Dalam novel KEI juga ditemukan beberapa data yang menggambarkan kekerabatan orang Kei yang diikat dalam adat istiadatnya, yaitu adat Ken Sa Faak, adat Vehe Belan, adat Larwul Ngabal, Penyerahan Sirih dan Pinang, Prinsip Satu Leluhur, dan adat Pela.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Chapter I Bentukbentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Chapter I Bentukbentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Karya sastra merupakan suatu bentuk seni kreatif yang di dalamnya mengandung nilai- nilai keindahan. Sebuah karya sastra bukan ada begitu saja atau seperti agak dibuat-buat agar menajdi ada. Akan tetapi, karya sastra diciptakan oleh pengarang dengan didasari rasa kenginan dan dorongan yang kuat dari dalam diri pengarang untuk mengungkap kembali tentang suatu perjalanan hidup manusia. Perjalanan yang dimaksud adalah pengalaman pengarang, baik yang secara langsung bersentuhan dengan pengarang ataupun di luar dari pribadi pengarang. Dalam bukunya, Luxemburg, dkk (1992: 5) mengatakan bahwa karya sastra merupakan sebuah ciptaan, sebuah kreasi, bukan semata-mata sebuah imitasi sang seniman yang berusaha menciptakan sebuah dunia baru, meneruskan proses penciptaan di dalam semesta alam, bahkan menyempurnakannya. Karya sastra memang bersifat fiktif, dibangun melalui imajinasi pengarangnya. Walau hanya bersifat fiktif, karya sastra juga mengandung nilai-nilai kebenaran di dunia aslinya (dunia masyarakat). Sumardjo (1999: 19) menjelaskan bahwa karya sastra yang baik juga biasanya memiliki sifat-sifat yang abadi dengan memuat kebenaran-kebenaran hakiki yang selalu ada selama manusia masih ada.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Chapter II Bentukbentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Chapter II Bentukbentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Kerukunan antar etnis merupakan bentuk keharmonisan sosial yang tercipta antar dua kelompok yang berbeda atau lebih. Etnis adalah istilah kesukuan yang digunakan untuk menunjukkan identitas diri. Indonesia menjadi salah satu Negara terbesar dalam jumlah populasi yang diisi dari berbagai macam etnis yang berasal dari berbagai-bagai wilayah. Maka dari itu, di tengah kemajemukan etnis yang ada di Indonesia, peran pemerintah semakin diharapkan untuk menjaga kerukunan tersebut. Francis (dalam kamanto, 2004: 145) mengatakan bahwa kelompok etnis merupakan sejenis komunitas yang menampilkan persamaan bahasa, adat kebiasaan, wilayah, sejarah, sikap, dan sistem politik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Abstract Bentukbentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

Abstract Bentukbentuk Kerukunan Sosial dalam Novel KEI Karya Erni Aladjai

guna melihat nilai-nilai kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Dari analisis yang sudah dilakukan terhadap novel KEI, ditemukan beberapa bentuk kerukunan yang digambarkan pengarang dalam ceritanya, seperti bentuk kerukunan dalam hubungan kerjasama, hubungan antar umat beragama, hubungan antar suku, hubungan pertemanan, dan hubungan cinta. Dalam novel KEI juga ditemukan beberapa data yang menggambarkan kekerabatan orang Kei yang diikat dalam adat istiadatnya, yaitu adat Ken Sa Faak, adat Vehe Belan, adat Larwul Ngabal, Penyerahan Sirih dan Pinang, Prinsip Satu Leluhur, dan adat Pela.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BENTUK BENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL studi

BENTUK BENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL studi

Dalam konteks penyimpangan sosial, homoseksualitas dikatakan menyimpang karena fenomena tersebut tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam banyak kelompok masyarakat. Homoseksual dianggap sebagai sebuah media yang tidak wajar demi mendapatkan kepuasan seksual. Dalam kehidupan sosial, ada beberapa pandangan mengenai homoseksualitas. Sebagian masyarakat membolehkan interaksi homoseksual meskipun lebih banyak masyarakat yang mengutuk perilaku homoseksual.

6 Baca lebih lajut

Bentuk Bentuk Hubungan Sosial Asosiatif

Bentuk Bentuk Hubungan Sosial Asosiatif

Kerja sama dapat dilakukan paling sedikit oleh dua individu untuk mencapai suatu tujuan bersama. Di dalam mencapai tujuan bersama tersebut, pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama saling memahami kemampuan masingmasing dan saling membantu sehingga terjalin sinergi. Kerja sama dapat terjalin semakin kuat jika dalam melakukan kerja sama tersebut terdapat kekuatan dari luar yang mengancam. Ancaman dari pihak luar ini akan menumbuhkan semangat yang lebih besar karena selain para pelaku kerja sama akan berusaha mempertahankan eksistensinya, mereka juga sekaligus berupaya mencapai tujuan bersama. Kerja sama dapat dibedakan atas beberapa bentuk, berikut ini.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS BENTUK KALIMAT TANYA PADA NOVEL   Analisis Bentuk Kalimat Tanya Pada Novel Dalam Mihrab Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy.

ANALISIS BENTUK KALIMAT TANYA PADA NOVEL Analisis Bentuk Kalimat Tanya Pada Novel Dalam Mihrab Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy.

Kalimat tanya merupakan kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang kepada pendengar atau pembaca (Markhamah, 2009:73-74). Penelitian yang dilakukan peneliti mengenai bahasa tulis, yaitu novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.Peneliti mengkaji ragam kalimatdalam bentuk dan pola kalimat pada novel.Uraian permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini, peneliti mengambil judul “Analisis Bentuk Kalimat Tanya Pada Novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.”

18 Baca lebih lajut

BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

Akhir-akhir ini pemerintah cukup perhatian terhadap perkembangan ekonomi pedesaan yang melalui pembangunan sektor pertanian yang berorientasi ekspor. Hal ini bertujuan untuk memacu nilai tambah yang tinggi di pedesaan. Aktivitas pembangunan sektor pertanian terutama dalam bentuk skala besar yang dikembangkan melalui program agribisnis dan agroindustri memberikan pengaruh eksternal yang bersifat positif atau bermanfaat bagi wilayah sekitarnya. Manfaat kegiatan pembangunan agribisnis tersebut terhadap aspek ekonomi pedesaan, antara lain: 1) memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha; 2) peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar; dan 3) memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Beberapa kegiatan agribisnis yang secara langsung memberikan dampak terhadap komponen ekonomi pedesaan dan budaya masyarakat sekitar, antara lain: 1) kegiatan pembangunan sumberdaya masyarakat desa; 2) pembangunan sarana prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, terutama sarana jalan darat; 3) penyerapan tenaga kerja lokal; 4) penyuluhan pertanian, kesehatan dan pendidikan; dan 5) pembayaran
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BENTUK BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUD

BENTUK BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUD

sekali. Sesuai perubahan sosial pastilah akan memberikan pengaruh terjadinya perubahan budaya. Suatu perubahan kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi filsafat, dan lain sebagainya. Bagian dari budaya tersebut tidak dapat lepas dari kehidupan sosial manusia dalam masyarakat. Tidak mudah menentukan garis pemisah antara perubahan sosial dan perubahan budaya, karena tidak ada masyarakat yang tidak ada kebudayaan, sebaliknya, tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma (masuk) dalam masyarakt. Dengan kata lain, perubahan sosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-duanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan tentang cara suatu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Meskipun perubahan sosial dan budaya memiliki hubungan atau keterkaitan yang erat, namun keduanya juga memiliki perbedaan. Perbedaan antara perubahan sosial dan budaya dapat dilihat dari arahnya, perubahan sosial merupakan perubahan dalam segi struktur dan hubungan sosial, sedangkan perubahan budaya merupakan perubahan dalam segi budaya masyarakat. Perubahan sosial terjadi dalam segi distribusi kelompok umur, jenis pendidikan, dan tingkat kelahiran penduduk. Perubahan budaya meliputi penemuan dan penyebaran masyarakat, perubahan konsep nilai susila dan mortalitas, bentuk seni baru dan kesetaraan gender.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BENTUK BENTUK INTERAKSI SOSIAL Kelompok

BENTUK BENTUK INTERAKSI SOSIAL Kelompok

akomodasi adalah terjadinya kerja paksa di Indonesia pada masa penjajahan Belanda dan masa penjajahan Jepang. Rakyat Indonesia bersedia melakukan kerja paksa karena merupakan pilihan paling aman untuk kehidupan mereka. Sebagai bentuk akomodasi, pemaksaan kehendak oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain disebut akomodasi pemaksaan.

26 Baca lebih lajut

BENTUK BENTUK HUBUNGAN SOSIAL. doc

BENTUK BENTUK HUBUNGAN SOSIAL. doc

Manusia dalam memenuhi kebutuhannya selalu saling berinteraksi dan berhubungan sehingga akan tumbuh proses sosial. Hubungan sosial merupakan hubungan yang terwujud antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok sebagai akibat dari hasil interaksi di antara mereka. Hubungan sosial dapat dilihat dari aspek tingkah laku, seperti cara berkomunikasi maupun emosi atau perasaan yang muncul saat berinteraksi. Emosi atau perasaan itu dapat berupa rasa kasih syang, tolong menolong, hingga pemahaman terhadap perasaan orang lain.

4 Baca lebih lajut

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial (2)

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial (2)

Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dan kontravensi. Artinya dalam pertikaian perselisihan sudah bersifat terbuka. Pertikaian terjadi karena semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat. Pertikaian dapat muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain dengan cara ancaman atau kekerasan. d. Permusuhan atau konflik

8 Baca lebih lajut

BENTUK DAN FUNGSI DEIKSIS SOSIAL PADA NOVEL KIRTI NJUNJUNG DRAJAT KARYA R. TG. JASAWIDAGDA

BENTUK DAN FUNGSI DEIKSIS SOSIAL PADA NOVEL KIRTI NJUNJUNG DRAJAT KARYA R. TG. JASAWIDAGDA

deiksis waktu seperti frasa wayah mengkono, yah mene, kata saiki dan wingi. Anafora seperti anak lurah, prawan ayu dan katafora seperti prawan pepujaning ati dan kembange SPG ngawi, serta ditemukan berupa nama orang, seperti Harjito, Winarsih, Om Beng, Mbok Bakul, Sugeng, Sumardi dan lainnya. Kelebihan penelitian Diarsih terletak pada hasil analisis jenis deiksis. Dalam penelitian tersebut membahas jenis-jenis deiksis apa saja yang ada dalam novel Lintang Panjer Rina, hal ini berarti pada deiksis memiliki jenis. Kekurangan yang terdapat pada penelitian Diarsih terletak pada pengelompokan jenis deiksis. Ada beberapa jenis deiksis yang sudah dibahas dalam buku ilmu pragmatik karya Nababan, bahwa jenis deiksis ada lima yaitu persona, waktu, tempat, wacana, dan sosial, namun di dalam penelitian Diarsih yang sesuai dengan ilmu pragmatik adalah deiksis persona, deiksis waktu dan deiksis tempat.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...