Berat Vesikula Seminalis Tikus Putih Jantan

Top PDF Berat Vesikula Seminalis Tikus Putih Jantan:

EFEK ISOFLAVON KEDELAI (Glycine max) TERHADAP KADAR TESTOSTERON DAN BERAT VESIKULA SEMINALIS TIKUS JANTAN Sprague dawley

EFEK ISOFLAVON KEDELAI (Glycine max) TERHADAP KADAR TESTOSTERON DAN BERAT VESIKULA SEMINALIS TIKUS JANTAN Sprague dawley

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang, Jl. Sukabangun I Km 6,5 Palembang Indonesia jontmarson@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isoflavon terhadap kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis pada tikus jantan Sprague dawley. Studi eksperimental in vivo ini menggunakan rancangan post-test only group design. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol), kelompok 2, 3 dan kelompok 4. Kelompok perlakuan diberikan isoflavon dengan dosis masing-masing 2,52 mg, 3,78mg dan 5,04mg diberikan peroral selama 48 hari. Kemudian tikus diambil darah dan vesikula seminalisnya. Dilanjutkan dengan pengukuran kadar hormone testosterone dan berat vesikula seminalis. Analisa dilakukan dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni. Semua analisa menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji Post Hoc Bonferroni antara kontrol negatif dan kelompok 2 dosis isoflavon 2,52 mg dengan nilai p=0,631 untuk kadar testosteron dan p=0,873 untuk berat vesikula seminalis berarti pada dosis ini belum menunjukkan penurunan kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis. Antara kontrol negatif dan kelompok 3 dosis isoflavon dengan nilai p=0,01 untuk kadar testosteron dan p 0,05 untuk berat vesikula seminalis berarti telah menunjukkan penurunan yang signifikan. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian isoflavon kedelai terhadap kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis tikus putih jantan (Rattus norvegicus).
Show more

5 Read more

Efek Isoflavon Kedelai (Glycine Max) Terhadap Kadar Testosteron Berat Vesikula Seminalis Tikus Jantan Sprague Dawley

Efek Isoflavon Kedelai (Glycine Max) Terhadap Kadar Testosteron Berat Vesikula Seminalis Tikus Jantan Sprague Dawley

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isoflavon terhadap kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis pada tikus jantan Sprague dawley. Studi eksperimental in vivo ini menggunakan rancangan post-test only group design. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol), kelompok 2, 3 dan kelompok 4. Kelompok perlakuan diberikan isoflavon dengan dosis masing-masing 2,52 mg, 3,78mg dan 5,04mg diberikan peroral selama 48 hari. Kemudian tikus diambil darah dan vesikula seminalisnya. Dilanjutkan dengan pengukuran kadar hormone testosterone dan berat vesikula seminalis. Analisa dilakukan dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni. Semua analisa menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji Post Hoc Bonferroni antara kontrol negatif dan kelompok 2 dosis isoflavon 2,52 mg dengan nilai p=0,631 untuk kadar testosteron dan p=0,873 untuk berat vesikula seminalis berarti pada dosis ini belum menunjukkan penurunan kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis. Antara kontrol negatif dan kelompok 3 dosis isoflavon dengan nilai p=0,01 untuk kadar testosteron dan p 0,05 untuk berat vesikula seminalis berarti telah menunjukkan penurunan yang signifikan. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian isoflavon kedelai terhadap kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis tikus putih jantan (Rattus norvegicus).
Show more

5 Read more

PENINGKATAN AKTIVITAS LUTEOLITIK SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK VESIKULA SEMINALIS SAPI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

PENINGKATAN AKTIVITAS LUTEOLITIK SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK VESIKULA SEMINALIS SAPI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Sebanyak 30 ekor tikus putih dibagi menjadi 2 kelompok dan setiap kelompok terdiri atas 15 ekor (K1 dan K2). Kelompok K1 dan K2 masing-masing diberi 25 μg cloprostenol (Estron, Bioveta, Plc., Czech Republic) dan 0,2 cc ekstrak vesikula seminalis yang diberikan secara intravaginal pada hari ke-7 kebuntingan (penentuan hari ke-1 kebuntingan dilakukan dengan mengamati terbentuknya plak vagina (vaginal plug). Tiga ekor tikus masing-masing kelompok dibunuh pada saat sebelum perlakuan dan selanjutnya dilakukan pada jam ke-0, 3, 6, 12, dan 26 setelah perlakuan. Untuk pemeriksaan diameter CL, tikus dikorbankan secara dislocatio cervicalis, lalu ovarium dinekropsi dan difiksasi dengan formalin 10%. Untuk pemeriksaan konsentrasi serum progesteron, darah diambil secara langsung dari jantung dengan menggunakan spuit 5 ml dan ditempatkan dalam tabung reaksi, kemudian didiamkan hingga diperoleh serum yang diinginkan.
Show more

6 Read more

PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH SEMANGKA MERAH (CITRULLUS VULGARIS) TERHADAP BERAT VESIKULA SEMINALIS DAN JUMLAH LAPISAN SEL SPERMATOGENIK TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR) JANTAN YANG DIPAPAR ALKOHOL

PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH SEMANGKA MERAH (CITRULLUS VULGARIS) TERHADAP BERAT VESIKULA SEMINALIS DAN JUMLAH LAPISAN SEL SPERMATOGENIK TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR) JANTAN YANG DIPAPAR ALKOHOL

xv KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan Karya Tulis akhir ini yang berjudul “Pengaruh Pemberian Jus Buah Semangka Merah (Citrullus Vulgaris) Terhadap Berat Vesikula Seminalis Dan Jumlah Lapisan Sel Spermatogenik Tikus Putih (Rattus Norvegicus Strain Wistar) Jantan yang Dipapar Alkohol”. Penulisan ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Kedokteran jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.
Show more

25 Read more

PENGARUH MINUMAN BERALKOHOL TERHADAP JUMLAH LAPISAN SEL SPERMATOGENIK DAN BERAT VESIKULA SEMINALIS MENCIT

PENGARUH MINUMAN BERALKOHOL TERHADAP JUMLAH LAPISAN SEL SPERMATOGENIK DAN BERAT VESIKULA SEMINALIS MENCIT

3. Efek Alkohol pada Sistem Reproduksi Jantan Pada sistem reproduksi, alkohol dapat mengubah keseimbangan hormon reproduksi pada individu jantan dan betina. Pada individu jantan alkohol menyebabkan kerusakan jaringan testikuler dan kegagalan sintesis testosteron dan produksi spermatozoa. Penelitian pada laki-laki yang diberi alkohol 220 ml setiap hari selama 4 minggu, akan terjadi penurunan jumlah testosteron setelah 5 hari dari pemberian terakhir. Bila pemberian tersebut dilanjutkan akan menyebabkan feminisasi pada laki-laki, seperti pembesaran kelenjar susu. Alkohol juga menyebabkan perubahan struktur dan gerak tidak normal spermatozoa akibat penghambatan metabolisme vitamin A (Anonim, 2005).
Show more

16 Read more

TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN

TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan penelitian yang berjudul “Pengaruh Pemberian Seduhan Biji Pepaya (Carica Papaya L) Terhadap Penurunan Berat Badan Tikus Putih Jantan (Rattus noervegicus strain wistar) yang diberi Diet Tinggi Lemak”. Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.
Show more

17 Read more

Korelasi Berat Badan dan Umur Sapi terhadap Berat, Volume Cairan dan Konsentrasi Prostaglandin F2α pada Vesikula Seminalis | Dalimunthe | Jurnal Sain Veteriner 29291 66551 1 SM

Korelasi Berat Badan dan Umur Sapi terhadap Berat, Volume Cairan dan Konsentrasi Prostaglandin F2α pada Vesikula Seminalis | Dalimunthe | Jurnal Sain Veteriner 29291 66551 1 SM

Sapi jantan lokal merupakan aset yang harus dikembangkan semaksimal mungkin agar tepat guna dalam pengembangan tersebut diperlukan informasi yang akurat dari sapi yang secara isik hidup di suatu wilayah dan dapat dikomparasikan dengan literatur global yang sudah ada (Rahman et al., 2010). Telah diketahui bahwa sapi jantan memiliki organ vesikula seminalis yang mampu mensekresikan berbagai jenis hormon seperti testosteron, estrogen, dan prostaglandin (Pemayun dkk, 2012; Shinde et al., 2014). Kelenjar vesikula seminalis pada sapi berbentuk kompak berlobus dan memiliki duktus sekretori/saluran pengeluaran intralobularis yang berbentuk sedikit melingkar dan bergabung menjadi duktus sekretori utama. Sel kolumner sekretoris memiliki sedikit droplet lemak dan glikogen sehingga mampu memberikan reaksi positif alkaline phosphatase. Sedangkan sel basal ditandai dengan adanya droplet lemak yang besar. Sekitar 50% material lemak merupakan kolesterol dan turunannya, 25% berupa trigliserid, dan 10% phospholipid (Dellmann and Eurell, 1998). Produk sekresi vesikula seminalis bersifat gelatinous (likat), berwarna putih hingga putih kekuningan dan kaya akan fruktosa yang akan berfungsi sebagai sumber energi bagi spermatozoa yang diejakulasikan (Miki, 2007).
Show more

8 Read more

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH KAYU PUTIH (MELALEUCA LEUCADENDRON L.) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH KAYU PUTIH (MELALEUCA LEUCADENDRON L.) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak buah kayu putih (Melaleuca leucadendron L.) terhadap penurunan berat badan tikus. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih jantan Rattus norvegicus galur Wistar sebanyak 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok K(-) sebagai kelompok kontrol yang diberi PGA 3 %, kelompok E1, E2, E3 sebagai kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak buah kayu putih pada dosis 0,5; 1,0; 1,5 g/kgBB dan kelompok K(+) sebagai kelompok pembanding yang diberi sibutramin dengan dosis 0,09mg/100 gBB secara peroral dengan volume 0,1 ml/10 gBB. Jumlah makanan dan berat badan ditimbang dan dicatat setiap hari. Perlakuan ini dilakukan selama 7 hari. Dari perhitungan statistik dengan menggunakan Anava Rancangan Rambang Lugas ( =0,05) yang dilanjutkan dengan uji HSD 5 % dan HSD 1 % menunjukkan bahwa ekstrak buah kayu putih pada dosis 0,5; 1,0 dan 1,5 g/kgBB dapat menurunkan nafsu makan dan berat badan tikus. Perhitungan koefisien korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak buah kayu putih terhadap penurunan nafsu makan dan berat badan tikus.
Show more

15 Read more

PENGARUH EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG( SONCHUS ARVENSIS L.) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN

PENGARUH EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG( SONCHUS ARVENSIS L.) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap penurunan berat badan dan nafsu makan tikus. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih Rattus norvegicus galur Wistar sebanyak 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok K(-) sebagai kelompok kontrol yang diberi PGA 3%, kelompok E1, E2, E3 sebagai kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak daun tempuyung pada konsentrasi 0,5; 1,0; 1,5 g/kgBB dan kelompok K(+) sebagai kelompok pembanding yang diberi sibutramin dengan dosis 0,9 mg/kgBB secara peroral dengan volume 1,0 ml/100gBB. Jumlah makan dan berat badan ditimbang dan dicatat setiap hari. Perlakuan ini dilakukan selama 7 hari. Dari perhitungan statistik dengan menggunakan Anava Rancangan Rambang Lugas ( =0,05) yang dilanjutkan dengan uji HSD 5 %dan HSD 1 % menunjukkan bahwa ekstrak daun tempuyung pada dosis 0,5; 1,0 dan 1,5 g/kgBB dapat menurunkan nafsu makan, sedangkan yang dapat menurunkan berat badan adalah ekstrak daun tempuyung dosis 1,0 dan 1,5 g/kgBB. Perhitungan koefisien korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak daun tempuyung terhadap penurunan nafsu makan dan terdapat hubungan antara peningkatan dosis ekstrak daun tempuyung terhadap penurunan berat badan tikus.
Show more

15 Read more

PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR HORMON TESTOSTERON DAN BERAT TESTIS PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS).

PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR HORMON TESTOSTERON DAN BERAT TESTIS PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS).

PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR HORMON TESTOSTERON DAN BERAT TESTIS. PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS)[r]

2 Read more

Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Epididimis, Prostat  dan Vesikula Seminalis

Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Epididimis, Prostat dan Vesikula Seminalis

Hasil uji kromatografi ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tukiran dkk. (2014) yang menyatakan bahwa salah satu senyawa yang terkandung dalam bunga kembang sepatu adalah senyawa flavonoid,yang memiliki berbagai macam bioaktivitas diantaranya adalah antifertilitas. Begitu juga dengan Herbie (2015) yang mengatakan bahwa manfaat dan fungsi kembang sepatu sebagai obat herbal karena bunga kembang sepatu mengandung berbagai senyawa salah satunya flavonoid. Dalam penelitian ini menggunakan karakteristik sampel yaitu berat badan tikus. Uji homogenitas dilakukan sebagai syarat untuk melakukan uji Anova. Dalam uji Anova populasi harus sama, jika nilai signifikasi (p-value) lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama 21 . Perhitungan homogenitas sampel dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Show more

10 Read more

Pengaruh ekstrak etanol daun sirih merah (piper crocatum linn.)terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan.

Pengaruh ekstrak etanol daun sirih merah (piper crocatum linn.)terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan.

Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui skripsi/karya ilmiah saya, dengan judul : Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Linn.) Terhadap Penurunan Berat Badan Tikus Putih Jantan untuk dipublikasikan atau ditampilkan di internet atau media lain yaitu Digital Library Perpustakaan Unika Widya Mandala Surabaya untuk kepentingan akademik sebatas sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta. Demikian pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah ini saya buat dengan sebenarnya.

14 Read more

Pengaruh puasa terhadap profil farmakokinetika parasetamol pada tikus putih jantan.

Pengaruh puasa terhadap profil farmakokinetika parasetamol pada tikus putih jantan.

Jadwal pengambilan sampel ditetapkan berdasarkan jumlah obat yang diserap (80 – 90 %) yaitu dihitung dari 3 – 5x t 1/2el parasetamol. 3. Pengaruh puasa terhadap profil farmakokinetika parasetamol Pengaruh perlakuan puasa terhadap profil farmakokinetika parasetamol ini akan dilakukan pada tahap ini dengan mengikuti rancangan acak lengkap pola searah. Acak berarti setiap subyek uji dapat menjadi probandus. Lengkap berarti semua hewan uji memiliki keseragaman kondisi yang meliputi persamaan jenis kelamin, galur, umur dan berat badan. Pola searah berarti hanya terdapat satu variabel bebas (dalam penelitian yaitu waktu puasa selama 6 jam). Langkah- langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut.
Show more

173 Read more

Studi pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Indometasin

Studi pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Indometasin

Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian “post test control group design”. Sampel berupa 24 ekor tikus putih jantan galur wistar dengan umur ± 2 bulan dan berat ± 200 gram. Sebelum penelitian, dilakukan penimbangan berat badan, selanjutnya tikus diadaptasikan dengan kondisi laboratorium selama 1 minggu. Tikus diberi pakan standar pellet CP 12 dan minum air ledeng secara ad libitum.

7 Read more

MENURUNKAN TEKANAN DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

MENURUNKAN TEKANAN DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

Penelitian ini adalah eksperimen murni dengan pre test dan post test control group design terdiri dari 4 (empat) kelompok. Besar sampel adalah 32 ekor tikus putih jantan galur Wistar berusia 3 (tiga) bulan dengan berat badan 180-200 gram. Penelitian dilakukan selama 8 (delapan) minggu, kelompok kontrol negatif (P0) diberikan aquadest 0,5 ml, kelompok kontrol positif I (P1) diberikan captopril oral 3 mg/kg BB, kelompok perlakuan II (P2) diberikan ekstrak mengkudu dosis 500 mg/kg BB, kelompok perlakuan III (P3) diberikan ekstrak buah mengkudu dosis 1.000 mg/kg BB.
Show more

19 Read more

PEMBERIAN L-CARNITINE ORAL DAN OLAHRAGA BERENANG MENURUNKAN BERAT BADAN DAN TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN OBESITAS

PEMBERIAN L-CARNITINE ORAL DAN OLAHRAGA BERENANG MENURUNKAN BERAT BADAN DAN TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN OBESITAS

(Rattus norvegicus) JANTAN OBESITAS Obesitas adalah penyakit multifaktorial yang memiliki insidensi tinggi dan disebabkan oleh adanya akumulasi lemak di dalam tubuh. Faktor yang berperan dalam menyebabkan obesitas antara lain genetik, lingkungan, pola hidup dan sosial budaya. Sudah sejak lama L-Carnitine dipasarkan sebagai alternatif penurunan berat badan dan meningkatkan performa atlit. L-Carnitine adalah senyawa endogen yang berperan dalam metabolisme, oksidasi asam lemak di mitokondria dan merupakan sumber energi penting serta melindungi sel dari akumulasi acyl-CoA melalui pembentukan acylcarnitine. Metabolisme L- Carnitine dipengaruhi juga oleh olahraga karena adanya interaksi carnitine- acylcarnitine sebagai jalur metabolisme utama. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penurunan berat badan dan kadar trigliserida tikus putih jantan obesitas yang diberikan L-Carnitine dan olahraga berenang.
Show more

18 Read more

Pengaruh Pemberian Royal Jelly Peroral terhadap Proporsi Kenaikkan Berat Badan terhadap Berat Badan Tikus Putih(Rattus Norvegicus Strain Wistar) Jantan - UWKS - Library

Pengaruh Pemberian Royal Jelly Peroral terhadap Proporsi Kenaikkan Berat Badan terhadap Berat Badan Tikus Putih(Rattus Norvegicus Strain Wistar) Jantan - UWKS - Library

Royal jelly adalah cairan putih seperti susu yang dihasilkan kelenjar hypopharyngeal lebah madu pekerja untuk makanan larva lebah sampai berumur tiga hari dan kemudian secara bertahap diganti dengan Bee Pollen yang dicampur madu. Ratu lebah sejak masa larva sampai menjadi lebah dewasa mendapatkan royal jelly untuk makanannya sepanjang hidupnya Tahun 1952 royal jelly telah digunakan dalam praktek para dokter di banyak negara di dunia. Dalam masyarakat tradisional Cina, royal jelly telah lebih lama lagi digunakan untuk terapi para lanjut usia karena penyakit degeneratif (Krell,1996).
Show more

12 Read more

PENGARUH KONSUMSI TAHU TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) STRAIN WISTAR JANTAN YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK

PENGARUH KONSUMSI TAHU TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) STRAIN WISTAR JANTAN YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK

Latar belakang : Tahu mengandung isoflavon, khususnya genistein yang berfungsi sebagai induktor apoptosis sel adiposit dan inhibitor proliferasi sel adiposit prematur yang mampu menurunkan berat badan akibat diet tinggi lemak. Tujuan : Membuktikan adanya pengaruh konsumsi tahu terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan yang diberi diet tinggi lemak.

19 Read more

Pengaruh Timbal (Pb) Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

Pengaruh Timbal (Pb) Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

Sebelum perlakuan, lebih dulu dilakukan penimbangan berat badan tikus. Bahan uji diberikan secara oral dengan menggunakan sonde yaitu alat suntik dengan jarum yang ujungnya ditumpulkan. Sonde dimasukkan dengan hati-hati, kira-kira mencapai lambung. Pb asetat diberikan setiap hari selama 4 minggu. Selama perlakuan tikus diberi makanan standar dan air minum ad libitum. Setelah 4 minggu, perlakuan dihentikan. Satu hari setelah perlakuan dihentikan, dibunuh secara dislokasi leher, kemudian dilakukan pengambilan darah yang dipersiapkan untuk pengukuran kadar MDA serum.
Show more

5 Read more

Aktivitas Antidiabetes Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) pada Tikus Putih Jantan

Aktivitas Antidiabetes Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) pada Tikus Putih Jantan

Volume maksimal larutan uji yang dapat diberikan pada tikus secara oral maksimal sebesar 5 ml/200gBB. Volume pemberian larutan uji untuk tikus diambil 0,5 ml. Dosis Glibenklamid dihitung dari dosis pemakaian manusaia (5mg) yang dikonversikan ke dalam dosis hewan uji. Faktor konversi manusia dengan berat badan 70 kg ke tikus dengan berat badan 200 gram adalah 0,018. Dosis sediaan diberikan berdasar dosis empiris penggunaan jamur lingzhi oleh masyarakat sebesar 10g jamur segar. Dibuat tiga variasi dosis yaitu setengah kali dosis empiris (1/2 X DE) sebesar 1,18 mg/ 200 g BB, 1 X DE (2,36 mg/ 200 g BB) dan 2 X DE (4,71 mg/ 200 g BB).
Show more

7 Read more

Show all 10000 documents...