Berpakaian Muslim dan Muslimah

Top PDF Berpakaian Muslim dan Muslimah:

Pengaturan Peraturan Daerah Kabupaten Solok Nomor 6 Tahun 2002 Tentang Berpakaian Muslim Dan Muslimah Dalam Perspektif Hukum Ketatanegaraan Indonesia

Pengaturan Peraturan Daerah Kabupaten Solok Nomor 6 Tahun 2002 Tentang Berpakaian Muslim Dan Muslimah Dalam Perspektif Hukum Ketatanegaraan Indonesia

Namun, yang perlu digarisbawahi, nasib perda tidak berhenti ketika DPRD dan pemerintah daerah mengetuk palu bersama dalam suatu proses politik di daerah. Nasib perda masih akan ditentukan pada proses pengujian bila ada pihak yang berkeberatan, baik pengujian oleh pemerintah pusat (executive review) maupun oleh lembaga yudicial Mahkamah Agung (judicial review). Proses pengujian ini didasarkan pada kepentingan umum dan peraturan perundang undangan yang lebih tinggi. Dengan demikian, maka Perda Perda No. 6 tahun 2002 tentang Berpakaian Muslim dan Muslimah di Kabupaten Solok walaupun sudah melalui proses pembuatan yang sah, tetapi harus juga dinilai menggunakan peraturan perundang undangan sesuai dengan ketentuan UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang Undangan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Implementasi berpakaian Muslim dan Muslimah dalam perspektif hukum Islam dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2005 di kabupaten Pesisir Selatan.

Implementasi berpakaian Muslim dan Muslimah dalam perspektif hukum Islam dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2005 di kabupaten Pesisir Selatan.

Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT Tuhan Semesta Alam, yang telah menciptakan manusia dengan kesempurnaan sehingga dengan izin dan ridho- Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Implementasi Berpakaian Muslim dan Muslimah Dalam Perspektif Hukum Islam dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2005 di Kabupaten Pesisir Selatan ” . Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW, penunjuk jalan kebenaran dan penyampai rahmat bagi semesta alam. Tidak lupa kepada keluarga, para sahabat, serta yang mengamalkan sunnahnya dan menjadi pengikut setia hingga akhir zaman.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

PERDA SYARIAH DALAM HUBUNGAN NEGARA DAN AGAMA (Studi Perda No. 7 Tahun 2007 tentang Berpakaian Muslim/Muslimah bagi Pelajar, Mahasiswa dan Karyawan di Kabupaten Pasaman Barat)

PERDA SYARIAH DALAM HUBUNGAN NEGARA DAN AGAMA (Studi Perda No. 7 Tahun 2007 tentang Berpakaian Muslim/Muslimah bagi Pelajar, Mahasiswa dan Karyawan di Kabupaten Pasaman Barat)

Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui kesesuaian penerapan Perda No. 7 Tahun 2007 tentang Berpakaian Muslim/ Muslimah bagi Pelajar, Mahasiswa dan Karyawan di Kabupaten Pasaman Barat terhadap UUD Tahun 1945. Jenis penelitian ini adalah normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan historis (historical approach). Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formalisasi syariat Islam pada Perda No. 7 Tahun 2007 tentang Berpakaian Muslim/Muslimah bagi Pelajar, Mahasiswa dan Karyawan di Kabupaten Pasaman Barat dilihat dari kesesuaiannya terhadap UUD Tahun 1945, dianggap tidak sesuai/ bertentangan. Hal ini dikarenakan adanya pemaksaan pelaksanaan kewajiban umat Islam dalam berpakaian muslim/muslimah, dan pemberlakuan Perda tersebut menjadikan umat agama lain juga terpaksa memakai pakaian muslim/ muslimah. Sehingga hal tersebut bertentangan dengan hak dalam kebebasan beragama, dan hak untuk tidak didiskriminasi sebagaimana dijamin dalam UUD Tahun 1945.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Arti Penting Partisipasi Masyarakat Dala

Arti Penting Partisipasi Masyarakat Dala

Penerapan good governance dalam tata pemerintahan di daerah, prasyarat yang tidak da pat ditinggalkan adalah partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik. Ketika pemerintah menerapkan otonomi daerah dengan prinsip desentralisasi, partisipasi masyarakat menjadi prasyarat utama. Hal ini mencakup semua aspek pelaksanaan pembangunan di daerah mulai dari perencanaan hingga pengawasan. Partisipasi masyarakat inilah yang mendorong proses demokratisasi dapat berjalan dengan lancar. Jika dianalisa secara teoritis, teori sistem David Easton sudah mewakili gambaran pentingnya pa rtisipasi masyarakat dalam pembuatan ata upun perubahan kebijakan. Secara sederhana Easton memaparkan bahwa proses input yang berasal dari tuntutan dan dukungan masyarakat, kemudian dikonversikan oleh lembaga pembuat kebijakan, barulah dapat melahirkan output berupa kebijakan publik yang diberlakukan kepada masyarakat. Hal ini selanjutnya berproses lagi dengan pengaruh dari lingkungan dalam dan luar dari masyarakat tersebut, dan pada akhirnya melahirkan input baru. Pada dasarnya teori ini merupakan konsep umum lahirnya sebuah kebijakan, contoh Instruksi Walikota Padang tentang Berpakaian Muslim/Muslimah bagi Murid/Siswa SD/MI, SLTP/MTS dan SLTA/SMK di Kota Padang. Kebijakan ini lahir sebagai bentuk dukungan kondisi secara umum Sumatera Barat yang mayoritas Islam dengan berpegang pada adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Kondisi ini yang menjadi acuan pemerintahan daerah dan selanjutnya mengeluarkan kebijakan yang diterapkan dalam masyarakat. Hingga saat ini pun masyarakat menya mbut dan melaksanakan dengan baik kebijakan tersebut, inilah bentuk partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik di daerah khususnya Kota Padang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SIMBOL-SIMBOL RELIGIUS DALAM NOVEL MUNAJAT CINTA 1 KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY: PERSPEKTIF SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE

SIMBOL-SIMBOL RELIGIUS DALAM NOVEL MUNAJAT CINTA 1 KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY: PERSPEKTIF SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE

Berdasarkan penyajian hasil di atas dapat disimpulkan bahwa simbol- simbol relegius tresebut, yang akan menjadikan novel Munajat Cinta 1 ini sebagai novel yang membahas tentang nilai-nilai islami. Keenam simbol relegius ini, sudah dapat mewakali inti dari cerita novel Munajat Cinta 1 karya Taufiqurrahman Al-azizy. Simbol relegius jilbab merupakan suatu busana muslim yang berfungsi untuk menutup aurat yang dapat mengubah tingkah laku atau prilaku seorang muslimah menjadi lebih baik di hadapan Allah SWT. Jilbablah yang akan mengantarkan seorang muslimah untuk tetap mengingat keberadaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Selain dengan menggunakan jilbab untuk mengingat keberadaan-Nya, mengerjakan shalat juga dapat dijadikan sebagai pengingat keberadaan Allah SWT. Umumnya memakai jilbab dan melaksankan shalat wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai umat beragama Islam. Shalat menandakan cara seorang muslim untuk menyembah Allah SWT, dengan tetap mengingat kekuasan- Nya yang telah menciptakan dunia ini beserta isinya dengan seindah- indahnya. Shalat merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat agama Islam, yang tertuliskan dalam kitab suci Al- Qur‟an. Di dalam Al - Qur‟an sudah tertuliskan dengan jelas tentang petunjuk atau pedoman
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

UNDANGAN PENGAMBILAN PENGUMUMAN KELULUSAN 20152016

UNDANGAN PENGAMBILAN PENGUMUMAN KELULUSAN 20152016

Pada saat pelaksanaan pengumuman kelulusan, peserta didik kelas IX sembilan berpakaian muslim dan membawa sajadah.. Tidak diperbolehkan arak-arakan/konvoi dengan menggunakan kendaraan be[r]

2 Baca lebih lajut

Pedoman Teknis Lomba MHQ

Pedoman Teknis Lomba MHQ

Setiap peserta harus mengenakan ID card dan nomor lomba yang telah diberikan.. Setiap peserta harus berpakain muslim/muslimah, tidak memakai atribut yang menunjukkan identitas SMP/MTs a[r]

3 Baca lebih lajut

ETIKA BERBUSANA MUSLIM MAHASISWA PKK FKIP UST

ETIKA BERBUSANA MUSLIM MAHASISWA PKK FKIP UST

Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tentang etika berbusana muslim meliputi cara berpakaian yang sesuai dengan ketentuan syar’I meliputi: model atau keserasian, warna, tekstur, bahan, motif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ex- post facto. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakananalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbusana muslim yang sesuai dengan ketentuan syar’i dalam kategori baik dengan frekuensi relatif 47,29%. Kategori tersebut didukung hasil observasi etika berbusana muslim meliputi cara berpakaian yang sesuai dengan ketentuan syar’i dilihat dari aspek model, warna, dan corak.Indikator model termasuk dalam kategori baik dengan frekuensi relatif 45,95%. Indikator warna termasuk dalam kategori baik dengan frekuensi relatif 55,41%. Indikator corak termasuk dalam kategori sangat baik dengan frekuensi relatif 56,76%. Mahasiswa sangat memperhatikan cara berbusama muslim berdasarkan syariat Islam, sehingga terlihat serasi dan pantas. Mahasiswa juga dapat memilih model, warna, dan corak busana muslim dengan tepat sesuai dengan kesempatan, umur, bentuk tubuh, dan warna kulit.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tafsir Nikah Beda Agama dan Mengawini Pe

Tafsir Nikah Beda Agama dan Mengawini Pe

Hanya di kalangan ulama timbul beberapa pendapat tentang siapa musyrikah (wanita musyrik) yang haram dikawini itu? Menurut Ibnu Jabir al-Thabari, seorang ahli tafsir, bahwa musyrikah yang dilarang untuk dikawini itu ialah musyrikah dari bangsa Arab saja, karena bangsa Arab pada waktu turunnya al-Qur'an memang tidak mengenal kata suci dan mereka menyembah berhala. Maka menurut pendapat ini, seorang muslim boleh kawin dengan wanita musyrik dari bangsa non Arab, seperti wanita Cina, India dan Jepang, yang diduga dahulu mempunyai kitab suci atau serupa kitab suci, seperti pemeluk agama Budha, Hindu, Konghucu yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, percaya adanya hidup sesudah mati dan sebagainya. Muhammad Abduh juga sependapat dengan ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB 111 PENUTUP  KEWAJIBAN TENAGA KERJA WANITA MUSLIMAH BERPAKAIAN HIJAB DI PERSEROAN TERBATAS VISTA TAILER TEKSTIL YOGYAKARTA.

BAB 111 PENUTUP KEWAJIBAN TENAGA KERJA WANITA MUSLIMAH BERPAKAIAN HIJAB DI PERSEROAN TERBATAS VISTA TAILER TEKSTIL YOGYAKARTA.

Endang Sumiarni, Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Perspektif Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,2003, Justitia Et Fac, Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyaka[r]

5 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  KEWAJIBAN TENAGA KERJA WANITA MUSLIMAH BERPAKAIAN HIJAB DI PERSEROAN TERBATAS VISTA TAILER TEKSTIL YOGYAKARTA.

BAB 1 PENDAHULUAN KEWAJIBAN TENAGA KERJA WANITA MUSLIMAH BERPAKAIAN HIJAB DI PERSEROAN TERBATAS VISTA TAILER TEKSTIL YOGYAKARTA.

Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang berfokus pada norma hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kewajiban tenaga kerja wanita muslimah berpakaian jilbab di Perseroan Terbatas Tekstil Yogyakarta. Penelitian ini memerlukan data sekunder (bahan hukum) yang terdiri atas bahan hukum primer,bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.

17 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI  KEWAJIBAN TENAGA KERJA WANITA MUSLIMAH BERPAKAIAN HIJAB DI PERSEROAN TERBATAS VISTA TAILER TEKSTIL YOGYAKARTA.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI KEWAJIBAN TENAGA KERJA WANITA MUSLIMAH BERPAKAIAN HIJAB DI PERSEROAN TERBATAS VISTA TAILER TEKSTIL YOGYAKARTA.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan yang maha Kuasa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan penulisan hukum/skripsi yang berjudul : Kewajiban Tenagakerja Wanita Muslimah Berpakaian Hijab di Perseroan Terbatas Vista Tailer Yogyakarta.

11 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG PENGGUNAAN BUSANA MUSLIM SEBAGAI SERAGAM WAJIB BAGI SISWA PADA HARI JUMAT DI SMA BATIK 1 SURAKARTA | Cahyanti | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 11232 23643 1 SM

KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG PENGGUNAAN BUSANA MUSLIM SEBAGAI SERAGAM WAJIB BAGI SISWA PADA HARI JUMAT DI SMA BATIK 1 SURAKARTA | Cahyanti | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 11232 23643 1 SM

Hasil observasi dan penelitian menunjukkan bahwa busana yang digunakan oleh siswa siswi merupakan busana yang bermerk seperti yang dikatakan SS dan MT bahwa ketika membeli busana muslim mereka seringkali membeli di brand ternama artis ibukota yaitu Luna Habbit dan Mecannissm. Seiring munculnya hijjabers comunity pada tahun 2012, muncul fashion – fashion designer busana muslim. Dahulu busana muslim yang dilabelkan dengan busana yang kampungan, kuno dan seperti orang tua sesuai dengan beberapa pernyataan informan. Melalui fashion designer tersebut, busana muslim diusung sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pasar. Melalui mereka dan peran media, masyarakat dapat menikmati busana muslim tanpa mengurangi estetika dari busana itu sendiri.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PERATURAN BERPAKAIAN

PERATURAN BERPAKAIAN

PERATURAN BERPAKAIAN No Hari / Tanggal Ketentuan Berpakaian Keterangan Pameungpeuk, ……… Kepala SDN Bojong 04.[r]

2 Baca lebih lajut

S PKK 1206349 Abstract

S PKK 1206349 Abstract

Assessment is a process to determine the level of ability of students in a lesson. In accordance with the preliminary studies that there is findings on bridal fashion courses in Fashion Hairdressing Education Courses of the UPI, there has been no Muslim Bridal dress assessment tools are made in detail and clear. Muslim Bridal dress assessment tool created to assess student competency education dressmaking boutique in concentration packages make products fashion Bridal dresses. Muslim Bridal dress assessment tool created by clear, detailed and reliable form of customized assessment rubric with criteria and aspects on the couture Bridal dresses. The research method used is a Research and Development (R&D), with a preliminary study stages, through the creation of assessment tools, validition test, and stages of revision. Muslim Bridal dress assessment tool that created, has validated by four experts, namely two evaluation expert and two Muslim Bridal dress material expert. The findings of the research assessment tool fashion Bridal dresses is a rubric assessment in the form of a table that is adapted to the characteristics and aspects of Muslim Bridal dress was declared eligible to use. Test results of the validity assessment tool fashion Bridal dresses that have been made are categorized with "Decent" with average percentage 95.8% of evaluation expert and 94.3% of material expert. Bridal fashion assessment tools that have been made are expected to be a reference or standard basic judgment in assessing product fashion Bridal dresses.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Gaya Berpakaian Remaja (Sebuah Kajian Terhadap Gaya Berpakaian Remaja Dengan Pendekatan Kognisi Sosial).

Gaya Berpakaian Remaja (Sebuah Kajian Terhadap Gaya Berpakaian Remaja Dengan Pendekatan Kognisi Sosial).

Jika dikaitkan dengan perkembangan kognisi sosial, remaja merupakan sosok yang selalu merasa dirinya menjadi pusat perhatian layaknya bintang di atas panggung. Keyakinan akan selalu menjadi pusat perhatian ini kiranya yang mendorong remaja untuk selalu berpenampilan menarik dan kecenderungan remaja untuk memberi perhatian mendetail terhadap model pakaian yang ia kenakan, warna yang serasi, aksesori yang menambah menarik perhatian mereka. Dengan demikian, layaknya seorang bintang, remaja memilih pakaian hot pants karena meyakini bahwa penampilan berbeda dengan orang lain di sekitarnya ini akan membuat mereka lebih menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar nya. Penampilan berbeda di sini jika dibandingkan dengan dengan tren berpakaian yang berlaku pada generasi muda umumnya, yakni pergi ke pusat keramaian dengan menggunakan celana jeans panjang dan kaos oblong berlengan. Dengan memilih penampilan berbeda, artinya mengikut i tren berpakaian terbaru, remaja merasa dir inya akan semakin menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ADAB DAN TATA CARA BERPAKAIAN

ADAB DAN TATA CARA BERPAKAIAN

Asma' binti Yasid Al-Anshariyah Radhiyallahu 'anha berkata: "adalah lengan baju Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hanya sampai pergelangan tangan. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Allah tidak akan melihat dengan rahmat pada hari kiamat kepada siapa saja yang memakai (menurunkan) kainnya kerena sombong." (HR. Bukhari Muslim)

1 Baca lebih lajut

Konstruksi Jilbab sebagai Simbol Keislaman

Konstruksi Jilbab sebagai Simbol Keislaman

Berbeda halnya dengan pandangan mahasiswi berjilbab lebar. Nenden, aktivis Lembaga Dakwah Kampus Unisba, salah satu informan dari mahasiswi berjilbab lebar, menurutnya jilbab berfungsi untuk menutup aurat. Jilbab adalah seluruhnya dari kepala hingga kaki. Itulah jilbab yang perintahnya datang dari Allah yang mengandung kebaikan. Jilbab lebar adalah jilbab yang sesuai dengan syar’i agama. Jilbab adalah pakaian seperti lorong tidak terpotong-potong, tidak membentuk, tidak transparan, tidak ketat. Dengan kata lain, seorang muslimah ketika keluar harus memakai gamis longgar dengan kerudung lebar. Seseorang yang memakai baju atas ketat dan kerudung, syarat menutup aurat telah dipenuhinya, tapi dia belum memakai jilbab.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Pemakai Busana Muslimah dan Akhlak Peserta Didik SMP 1 Gunung Terang Tulang Bawang Barat - Raden Intan Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Pemakai Busana Muslimah dan Akhlak Peserta Didik SMP 1 Gunung Terang Tulang Bawang Barat - Raden Intan Repository

1. Interaksi/komunikasi dengan masyarakat sekolah dan lingkunagnnya. Sebagai seoarang yang berbusana muslimah tentunya harus memberikan contoh yang positif baik untuk diri sendiri maupun orang lain. 22 Lingkungan sekolah dan masyarakat merupakan tempat untuk menerapkan ajaran Islam yang ia dapatkan. 23 Artinya perlu dicatat bahwa jika berbuat sesuatu janganlah karena mau untuk mendapatkan pujian (riya). Akan tetapi setiap perbuatan harus diniati karena Allah SWT.

15 Baca lebih lajut

Bab 9 pai kelas x

Bab 9 pai kelas x

STANDAR KOMPETE NSI STANDAR KOMPETE LATIHAN SOAL LATIHAN SOAL Ketika akan berpakaian diawali doa Ketika akan berpakaian diawali doa Berpakaian dimulai dari kanan, saat [r]

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects