Berpikir Kritis Matematik

Top PDF Berpikir Kritis Matematik:

Pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan berpikir kritis matematik mahasiswa

Pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan berpikir kritis matematik mahasiswa

Tahap diskusi dan penjelasan konsep, perwakilan dari kelompok belajar diberikan kesempatan untuk mengemukakan konsep yang telah ditemukannya pada Lembar Kerja Mahasiswa kepada kelompok yang lain sehingga terjadi proses diskusi aktif dalam kelas yang dapat menimbulkan berbagi argumen terhadap materi yang diberikan. Dosen kemudian di akhir memberikan penjelasan mengenai materi sebagai arahan bagi mahasiswa agar tidak terjadi salah pemahaman dan penafsiran dari konsep yang diajarkan. Tahap pengembangan dan aplikasi, mahasiswa diberikan soal yang telah disiapkan oleh dosen untuk dikerjakan agar mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep yang telah diterima. Pada tahap ini, seluruh indikator berpikir kritis matematik dapat dikembangkan melalui soal-soal yang diberikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS (GRM).

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS (GRM).

1) Pengertian Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Menurut Solso, berpikir merupakan proses yang menghasilkan representasi mental yang baru melalui transformasi informasi yang melibatkan interaksi yang kompleks antara berbagai proses mental seperti penilaian, abstraksi, penalaran, imajinasi dan pemecahan masalah 1 . Berpikir merupakan salah satu aktivitas mental yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kemampuan berpikir kritis setiap individu berbeda antara satu dengan lainnya sehingga perlu dipupuk sejak dini. Berpikir terjadi dalam setiap aktivitas mental manusia berfungsi untuk memformulasikan atau menyelesaikan masalah, membuat keputusan serta mencari alasan.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematik antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan CTL dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran biasa, (2) interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa, terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematik siswa, dan (3) proses jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada masing-masing pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang difokuskan pada penguasaan konsep, aktivitas belajar siswa pada pembelajaran CTL dalam upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematik siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Swasta dan SMP Negeri berakreditasi A dan B di kota Sibolga. Secara acak dipilih 2 buah sekolah sebagai objek penelitian yaitu SMP Swasta Fatima dan SMP Negeri 4 Sibolga. Selanjutnhya dipilih masing-masing dua kelas VII yang paralel dari tiap sekolah dan terpilih 2 kelas dari SMP Swasta Fatima yaitu kelas VII-3 dan VII-4 sedangkan dari SMP Negeri 4 kelas VII-B dan kelas VII-C sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah dan tes kemampuan berpikir kritis matematik siswa pada pokok bahasan persamaan, pertidaksamaan linear satu variabel. Tes kemampuan pemecahan masalah dan tes kemampuan berpikir kritis matematik siswa dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi, dengan koefisien reliabilitas berturut-turut sebesar 0,73 dan 0,88. Untuk analisa data digunakan uji gain ternormalisasi, uji anava dua jalur (pengolahan data dengan SPSS 16 dan Exel) dan uji statistik berupa uji-t
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMAN 11 Bandung.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMAN 11 Bandung.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematik siswa di Bandung berdasarkan hasil dari Tim Survey IMSTEP-JICA (Fachrurazi, 2011 : 77) yang menemukan bahwa siswa di Bandung masih sulit dalam kegiatan pembuktian pemecahan masalah yang memerlukan penalaran matematis, menemukan, generalisasi atau konjektur, dan menemukan hubungan antara data-data atau fakta yang diberikan. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang memerlukan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian kemampuan berpikir kritis matematik ini perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran MMP lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional 2) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain kelas kontrol non- ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 11 Bandung dengan sampel dua kelas yang diambil dengan teknik purposif, satu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran MMP dan satu kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Materi pokok bahasan dalam penelitian ini adalah Logaritma. Data diperoleh dari hasil instrumen soal pretes dan postes kemampuan berpikir kritis matematik, angket respon siswa, dan lembar observasi. Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian adalah: 1) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran MMP lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional 2) respon siswa terhadap model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) secara umum positif.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN PROGRAM GEOMETER’S SKETCHPAD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP.

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN PROGRAM GEOMETER’S SKETCHPAD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP.

Bagaimanakah kaitan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran berbantuan program Geometer’s Sketchpad? Dengan pembelajaran berbantuan program Geometer’s Sketchpad diharapkan siswa dapat (1) membangun kemampuan pemecahan masalah ; (2) membangun skema mental melalui konstruksi dengan menggunakan skema; (3) meningkatkan kemampuan reaksi visual melalui kegiatan representasi visual dan; (4) membangun proses pemikiran mengenai geometri berdasarkan teori Van Hiele (Patsiomitou, 2008). Dengan demikian siswa dapat mencapai kemampuan berfikir kritis, kreatif, berkomunikasi, bertanggung jawab, serta bekerja sama, sesuai dengan tujuan pembelajaran kooperatif.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) No Panggil S MAT KUR m-2013.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) No Panggil S MAT KUR m-2013.

berpikir, ketelitian, sistematika penyusunan dapat dievaluasi selain itu proses pengerjaan tes akan menimbulkan kreativitas dan aktivitas positif siswa, karena tes tersebut menuntut siswa agar berpikir secara sistematik, menyampaikan pendapat dan berargumentasi, mengaitkan fakta yang relevan. Oleh karena itu tes bentuk uraian ini sangat cocok digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tes ini diberikan dua kali pada kedua kelas (eksperimen dan kontrol) yaitu tes awal sebelum perlakuan diberikan (pretes) dan tes akhir setelah perlakuan diberikan (postes).
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

A. KISI – KISI SOAL PENULISAN SOAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK - Analisis KBKM

A. KISI – KISI SOAL PENULISAN SOAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK - Analisis KBKM

Berdasarkan data di atas , kita dapat melihat bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sebagian besar berada pada kategori sangat rendah dengan perolehan nilai yang jauh di bawah rata – rata nilai standar yang diberlakukan. Secara terpisah, dapat dilihat bahwa untuk indikator mengidentifikasi, kemampuan siswa mencapai 19,14 %, indikator mengevaluasi mencapai 18,52 %, indikator menghubungkan hanya mencapai 5,56%, indikator memecahkan masalah 20,25% dan indikator menganalisis mencapai 21,30%, dan. Semua indikator berada pada kategori sangat rendah.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK PESERTA DIDIK (Studi Eksperimen di Kelas V SDN Gununglipung Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2015/2016)

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK PESERTA DIDIK (Studi Eksperimen di Kelas V SDN Gununglipung Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2015/2016)

Selama ini dalam pelaksanaan pembelajaran matematika, guru-guru cenderung melaksanakan metode ceramah dan tanya jawab. Aktivitas belajar peserta didik hanya terbatas pada menerima materi, menghafal materi yang sudah diberikan.Hal ini mengakibatkan kurang melatih atau mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematik secara optimal. Pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat berkembang bila peserta didik aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dengan cara konvensional kurang membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran, peserta didik lebih banyak pasif dan hanya duduk di bangku. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Quantum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran pada materi pcahan terhadap kemampuan berpikir kritis matematik peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, dengan populasi seluruh peserta didik kelas V SDN Gununglipung Tasikmalaya tahun pelajaran 2015/2016. Sampel diambil dua kelas secara acak, yaitu kelas V-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik28 orang dan V-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang. Instrumrn yang diguakan adalah tes kemampuan beerpikir kritis matematik.Untuk pengujian analisis statistik datanya digunakan uji perbedaan dua rata-rata, setelah perhitungan analisis data dengan taraf signifikasi 1 % diperoleh ( )( ) maka H 0 ditolak dan diterima. Hal
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

s mat 0807552 chapter i

s mat 0807552 chapter i

Karakteristik dari model pembelajaran MMP ini terletak pada adanya Lembar Tugas Proyek. Rosani (Rohaeti, 2009: 4) menyatakan bahwa „ Lembar Tugas Proyek ini antara lain dimaksudkan untuk : memperbaiki komunikasi, penalaran, hubungan interpersonal, keterampilan membuat keputusan, dan keterampilan memecahkan masalah ‟ . Keterampilan membuat keputusan dan keterampilan memecahkan masalah adalah salah satu indikator dari kemampuan berpikir kritis matematik seperti yang dikemukakan Mulyana (2008 : 33)

7 Baca lebih lajut

Efektivitas penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa

Efektivitas penggunaan model pembelajaran problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa

Tahapan yang dilakukan dalam penelitian yaitu tahap persiapan yang meliputi: membuat instrumen tes kemampuan berpikir kritis matematik; menguji instrumen tes pada mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Kalkulus III; melakukan uji validitas dan reliabilitas soal yang telah diujicobakan; membuat Satuan Acara Perkuliahan (SAP), bahan ajar dan lembar kerja mahasiswa. Selanjutnya tahap pelaksanaan meliputi: memberikan Pretes tkemampuan berpikir kritis matematik kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol; melaksanakan perkuliahan dengan menggunakan pendekatan Problem posing pada kelas eksperimen dan pembelajaran langsung pada kelas kontrol; memberikan Posttest kemampuan berpikir kritis matematik baik pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol. Kemudian tahap penyelesaian meliputi: mengumpulkan data hasil tes dari masing-masing kelas, mengolah dan menganalisis hasil data yang diperoleh berupa data kuantitatif dari masing-masing kelas; penarikan kesimpulan yang merupakan tahapan terakhir yang dilakukan adalah penarikan kesimpulan. Data hasil analisis diinterpretasikan lalu disimpulkan berdasarkan hipotesis dan rumusan masalah penelitian yang dibuat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 table of content

t mtk 0808252 table of content

A. Hasil Penelitian ---------------------------------------------------- 66 1. Analisis Pretes Kemampuan Berpikir Kritis Matematik - 67 2. Analisis Gain Kemampuan Berpikir Kritis Matematik --- 3. Analisis Gain Kemampuan Berpikir Kritis Matematik

9 Baca lebih lajut

d mat 070726 chapter3

d mat 070726 chapter3

Setelah instrumen dinyatakan memenuhi validitas isi dan validitas muka, kemudian soal tes berpikir kritis matematik tersebut diujicobakan kepada 39 orang siswa kelas IX.8 SMP Negeri 46 Palembang. Data hasil ujicoba soal tes serta perhitungan reliabilitas instrumen dan validitas butir soal selengkapnya pada Lampiran B-3. Perhitungan reliabilitas soal dan validitas butir soal digunakan perangkat lunak SPSS-17 for Windows . Untuk reliabilitas soal digunakan Cronbach-Alpha dan untuk validitas butir soal digunakan korelasi product moment dari Karl Pearson, yaitu korelasi setiap butir soal dengan skor total. Hasil perhitungan reliabilitas dan validitas butir soal berpikir kritis matematik disajikan pada Tabel 3.9.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI SERTA MOTIVASI BELAJAR MATEMATIK PSESRTA DIDIK SMP - repo unpas

PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI SERTA MOTIVASI BELAJAR MATEMATIK PSESRTA DIDIK SMP - repo unpas

Pengolahan dan analisis data menggunakan software SPSS.18 for windows dan Microsoft Excel 2010, diataranya yaitu : 1) analisis data kuantitatif diperoleh dari hasil pretes dan postes kemampuan berpikir kritis matematik dan kemampuan komunikasi matematik peserta didik. Data peningkatan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematik peserta didik dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh dari gain ternormalisasi (N_gain). Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menjawab hipotesis yang diajukan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji perbedaan rata-rata, dan uji hipotesis two way ANOVA; 2) analisis data kualitatif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 chapter5

t mtk 0808252 chapter5

Selanjutnya, terdapat beberapa dugaan sebagai alasan mengapa siswa yang belajar dengan dengan pembelajaran biasa memiliki skor rerata kemampuan berpikir kritis matematik yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan pendekatan MEAs, yaitu:

6 Baca lebih lajut

t mat 0707331 bibliography

t mat 0707331 bibliography

Sugiman. (2010). Dampak Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Keyakinan Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama Di Kota Yogyakarta. Disertasi pada SPs UPI Bandung: Tidak Dipublikasikan.

Baca lebih lajut

T KIM 1201418 Bibilography

T KIM 1201418 Bibilography

Rohaeti, E. (2008). Pembelajaran Dengan Pendekatan Eksplorasi Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama. Disertasi Sekolah Pasca Sarjana UPI. Bandung : Tidak Diterbitkan.

Baca lebih lajut

t mtk 0808289 chapter1

t mtk 0808289 chapter1

Selain permasalahan di atas, faktor yang lainnya adalah lemahnya proses berpikir mahasiswa. Mereka hanya menghafal informasi, mengingat informasi dan mengumpulkannya tanpa memahami informasi yang diperolehnya. Kemampuan berpikir kritis yang dirasakan pengajar masih belum maksimal tertanam dalam mahasiswa. Sedangkan visi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dalam kurikulum inti adalah menjadi program pendidikan sekolah dasar yang menghasilkan calon guru SD yang profesional yang mampu memberi keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 bibliography

t mtk 0808252 bibliography

Rohaeti, E. E. (2008). Pembelajaran dengan Pendekatan Eksplorasi untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama. Disertasi Sekolah Pasca Sarjana UPI. Bandung: Tidak dipublikasikan.

Baca lebih lajut

t mtk 0808289 chapter5

t mtk 0808289 chapter5

bertanya lebih sering ditujukan kepada dosen sebelum bertanya kepada teman lain dalam kelompoknya, mereka belum punya kepercayaan diri ketika harus menjadi tutor teman sebaya dalam kelompoknya dan menyampaikan hasil penemuan di depan kelas; (2) Proses pembelajaran berbasis inkuiri membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan proses pembelajaran konvensional; (3) Jika jumlah masalah terlalu banyak, maka sebagian mahasiswa merasa keberatan karena otomatis proses berpikir pun akan relatif tinggi. Pendukung pembelajaran berbasis inkuiri pada pembelajaran matematika, diantaranya adalah: (1) Adanya motivasi yang tinggi pada mahasiswa dalam setiap proses pembelajaran; (2) Mahasiswa mempunya kebanggaan saat berhasil berhasil menemukan konsep matematika; (3) Lembar Kerja Mahasiswa yang menyajikan proses inkuiri yang baik; (4) Bimbingan dosen yang maksimal dalam memberikan arahan bagi mahasiswa dalam proses menemukan konsep mahasiswa; (5) Suasana kelas yang tenang, karena jika gaduh, pada umumnya mahasiswa tidak bisa konsentrasi menemukan konsep jika suasana di luarnya kelas tidak mendukung.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP NEGERI 3 PURWOKERTO

DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP NEGERI 3 PURWOKERTO

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Purwokerto ditinjau dari Disposisi Matematik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek yang digunakan adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 3 Purwokerto. Pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Penelitian ini mengambil 3 subyek dari masing- masing kategori Disposisi Matematik tinggi, sedang dan rendah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, wawancara dan dokumentasi. Uji validasi yang digunakan adalah uji triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Siswa dengan kategori disposisi matematik tinggi sudah memenuhi 2 dari 3 indikator berpikir kritis yaitu siswa mampu menyusun informasi secara sistematis dengan tepat dan mampu untuk membuktikan kebenaran dari sebuah permasalahan, adapun indiktor yang belum terpenuhi yaitu indikator siswa mampu memberikan argumen secara mendalam dengan tepat, hal tersebut dikarenakan pada proses akhir yang kurang teliti. 2) Siswa dengan kategori sedang sudah memenuhi indikator mampu untuk membuktikan kebenaran dari sebuah permasalahan. 3) Siswa dengan kategori rendah, belum memenuhi semua indikator berpikir kritis.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...