Berpikir matematis

Top PDF Berpikir matematis:

PROSES BERPIKIR MATEMATIS SISWA DALAM ME

PROSES BERPIKIR MATEMATIS SISWA DALAM ME

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir matematis siswa dalam meyelesaikan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian Keirsey. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian yang diambil adalah siswa MAN 2 Tulang Bawang Barat kelas XI dengan cara purposive sampling . Subjek penelitian berjumlah 2 orang dari masing-masig tipe kepribadian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan adalah konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Peer Review (Deskripsi Kemampuan Berpikir Matematis)

Peer Review (Deskripsi Kemampuan Berpikir Matematis)

Kesimpulan yang dibuat subjek tentang masalah kesebangunan diarahkan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini didasari pada masalah yang telah diselesaikan, yaitu mengonstruksi masalah tinggi bayangan manusia dengan bayangan benda-benda disekitranya (misalnya pohon). Proses penyelesaian masalah yang dilakukan siswa tersebut dalam lembar worksheet mengindikasikan adanya proses berpikir matematis yang secara eksplisit menunjukkan kemampuan siswa dapat membuat abstraksi terhadap masalah matematika. Tall (2002) mengungkap bahwa jika seorang siswa mengembangkan kemampuannya secara sadar membuat abstraksi dari situasi matematika, maka siswa tersebut telah mencapai tingkat lanjutan dari pemikiran matematis. Pencapaian kemampuan dalam membuat abstraksi ini menjadi tujuan yang paling penting dari pendidikan matematika. Abstraksi merupakan proses konstruksi yang utama dalam membangun struktul mental dari sturuktur matematika (Tall, 2002).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

SOAL HIGHER-ORDER THINKING SKILLS UNTUK MELATIH KEBIASAAN BERPIKIR MATEMATIS. SEMNAS UNSRI 16 MEI

SOAL HIGHER-ORDER THINKING SKILLS UNTUK MELATIH KEBIASAAN BERPIKIR MATEMATIS. SEMNAS UNSRI 16 MEI

Pendekatan lain yang diduga dapat mengembangkan kebiasaan berpikir matematis siswa adalah: tugas-tugas yang sulit secara kognitif dan aktivitas pembelajaran yang membangun kesadaran intuitif. Costa dan Kallick (2010) manambahkan bahwa permasalahan yang sulit secara kognitif tersebut atau permasalahan yang bersifat dilema dan pemecahannya tidak tampak dengan mudah, sangat berguna untuk:

12 Baca lebih lajut

Proposal proses berpikir matematis siswa dalam

Proposal proses berpikir matematis siswa dalam

Proses berpikir yang tidak dilandasi pada pengetahuan formal atau empiris dan diolah secara terorganisasi serta dipraktikan sesuai dengan kriteria keilmuan, dikategorikan produk akal sehat dan tidak diterima oleh lingkungan keilmuan. Dengan demikian, dapat dikatakan berpikir merupakan istilah yang digunakan dalam menggambarkan aktivitas mental, baik yang berupa tindakan yang disadari maupun tidak sepenuhnya dalam kejadian sehari-hari sebagai tindakan rutin, tetapi memerlukan perhatian langsung untuk bertindak kearah lebih sadar secara sengaja dan refleksi atau membawa ke aspek-aspek tertentu atas dasar pengalaman.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Effendi   Berpikir Matematis Logika Penalaran Kesalahan

Effendi Berpikir Matematis Logika Penalaran Kesalahan

Abstrak. Penalaran yang merupakan proses berpikir logis dan sistematis ini sangat diperlukan oleh mahasiswa khususnya mahasiswa baru dalam menempuh mata kuliah. Oleh karena itu penalaran ini harus diajarkan di semester awal melalui mata kuliah Logika Dasar. Berdasarkan dari data hasil penilaian logika dasar menunjukkan penalarannya rendah. Hal ini banyak faktor yang mempengarui, tetapi yang paling penting adalah mengetahui tentang kesalahan penalaran. Atas dasar itu maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis kesalahan penalaran mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal Logika Dasar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka menggunakan metode kualitatif interaktif, sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah dokumen dan wawancara. Data yang dihasilkan dari dokumen dikelompokkan menjadi tiga kategori penalaran, yaitu Tinggi, Sedang, dan Rendah berdasarkan Pengertian, Pernyataan, dan Penyimpulan. Dari ketiga kelompok tersebut diambil satu responden untuk diwawancarai terkait dengan hasil UAS yang dikerjakan. Berdasarkan analisis didapat bahwa mahasiswa dengan penalaran rendah sebanyak 36,7%, kategori penalaran sedang sebanyak 52,4%, dan kategori penalaran tinggi sebanyak 10,9%. Kesalahan penalaran yang dibuat oleh ketiga kelompok kategori tersebut bervariasi. Pada kelompok tinggi kesalahan yang dibuat lebih banyak pada pernyataan, pengertian, dan penyimpulan. Pada kelompok sedang kesalahan penalaran dari tinggi kerendah adalah pengertian, pernyataan, dan penyimpulan. Sedangkan kelompok rendah kesalahan penalaran yang dibuat dari besar kecil adalah penyimpulan, pernyataan, dan pengertian. Secara umum kesalahan penalaran ketiga kelompok tersebut adalah mulai dari pengertian, pernyataan, dan penyimpulan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

D MTK 1007324 Chapter1

D MTK 1007324 Chapter1

mempengaruhi kemampuan berpikir dan kebiasaaan berpikir siswa, di antaranya pengetahuan awal matematika siswa, level sekolah dan pendekatan pembelajaran. Kemampuan berpikir dan kebiasaan berpikir dapat diidentifikasi sebagai outcomes dari belajar. Anderson dan Pichert (1978) mengemukakan "The knowledge a person possesses has a potential influence on what he or she will learn and remember...". Pendapat senada juga dikemukan oleh Arends (2008), yang mengemukakan bahwa kemampuan siswa mempelajari ide-ide baru sangat bergantung pada pengetahuan awal dan struktur kognitif yang sudah dimiliki siswa. Pada penelitian ini pengetahuan awal siswa dalam mata pelajaran matematika dapat diidentifikasi sebagai faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kebiasaan berpikir matematis siswa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STRATEGI BRAIN- BASED LEARNING UNTUK MENGINGAT KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SERTA MENURUNKAN KECEMASAN MATEMATIS SISWA SMP.

STRATEGI BRAIN- BASED LEARNING UNTUK MENGINGAT KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SERTA MENURUNKAN KECEMASAN MATEMATIS SISWA SMP.

Strategi tersebut dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kemampuan berpikir matematis khususnya berpikir kritis dan berpikir kreatif matematis. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang menantang, jaringan sel-sel otak akan terkoneksi satu sama lain sehingga akan semakin merangsang kemampuan berpikir siswa, yang selanjutnya akan semakin besar pula pemaknaan yang diperoleh selama pembelajaran. Melalui lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, siswa dapat memupuk kepercayaan dirinya sehingga dapat mengatasi kecemasan dalam belajar matematika. Tantangan berupa masalah dan tugas-tugas matematika yang bervariasi dapat mendorong siswa untuk belajar mengidentifikasi persoalan, mengidentifikasi hubungan antar elemen, membuat kesimpulan, mengambil keputusan, hingga membentuk pola pikir baru (kreatifitas) dan membuat interpretasi asli (Orlich, dkk, dalam Abdurrahman & Sintawati, 2013), yang kesemuanya merupakan ciri khas pemikir kritis dan kreatif. Dengan menerapkan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan otak diharapkan dapat menstimulasi proses kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif matematis siswa, karena revolusi belajar dimulai dari otak (Abdurrahman & Sintawati, 2013).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Pengembangan Kreativitas1 edit Rina

Pengembangan Kreativitas1 edit Rina

Menurut Noeng (1999:91), kreativitas manusia setidaknya mencakup lima macam, yaitu: kreativitas rasional, kreativitas rekayasa, kreativitas aestetis, kreativitas moral, dan kreativitas sosial. Kreativitas yang mampu dicapai melalui berpikir kreatif matematis setidaknya adalah kreativitas rasional.Subyek didik belajar matematika untuk mengembangkan daya pikirnya terhadap suatu objek untuk ditelaah secara logis rasional imajinatif ditinjau dari persepsi yang berbeda. Berpikir matematis yang kreatif tidak semata dengan memanipulasi berbagai teorema, postulat, aksioma dan sebagainya,tetapi juga dengan menggunakan daya imajinasi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Bangun Ruang Sisi Lengkung Berdasarkan Kemampuan Matematika di Kelas IX MTs Al-Huda Bandung Tahun Pelajaran 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Bangun Ruang Sisi Lengkung Berdasarkan Kemampuan Matematika di Kelas IX MTs Al-Huda Bandung Tahun Pelajaran 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Berpikir meliputi dua aspek utama yakni kritis dan kreatif. Berpikir terjadi dalam setiap aktivitas mental manusia yang berfungsi untuk memformulasikan atau menyelesaikan masalah, membuat keputusan, serta mencari pemahaman. Aktivitas utama dalam berpikir dilakukan dalam keadaan sadar, walaupun tidak tertutup kemungkinan berkaitan dengan sesuatu yang diperoleh secara tidak sadar. Ativitas berfikir juga terkait erat dengan faktor atau pihak-pihak lain yang berinteraksi. Dengan demikian, aktivitas berpikir itu sebenarnya terkait erat dengan konteks sosial, serta dipengaruhi oleh aspek budaya dan lingkungan. Sebagai akibatnya, belajar berpikir tidak bisa terjadi secara optimal dalam situasi yang terisolasi dari pihak lain atau lingkungan.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Representasi Matematis serta Mengurangi Kecemasan Matematis Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa SMP Rendi Muligar Magister Pendidikan Matematika Pasc

Penerapan Model Pembelajaran Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Representasi Matematis serta Mengurangi Kecemasan Matematis Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa SMP Rendi Muligar Magister Pendidikan Matematika Pasc

Dengan kata lain representasi itu meliputi proses dan untuk menghasilkan suatu ide atau konsep matematika. Menurut pandangan konstruktivisme (baik trivial, radikal, sosial, kultural, maupun kritikal) menyatakan bahwa ide representasi adalah proses sentral dalam mengkonstruksi pengetahuan Dewanto (Aisyah, 2012:18). Untuk berpikir secara matematis dan mengembangkan ide/gagasan matematis seseorang perlu merepresentasikannya dalam berbagai cara. Kemampuan representasi yang digunakan dalam belajar matematika seperti objek fisik, menggambar, grafik, dan simbol. Berdasarkan hal itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa adalah proses yang penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir matematika siswa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Representasi Matematis serta Mengurangi Kecemasan Matematis Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa SMP Rendi Muligar Magister Pendidikan Matematika Pasc

Penerapan Model Pembelajaran Accelerated Learning Cycle untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Representasi Matematis serta Mengurangi Kecemasan Matematis Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa SMP Rendi Muligar Magister Pendidikan Matematika Pasc

Kemampuan berpikir kritis adalah hal yang amat penting dalam masyarakat, karena bisa menjadikan manusia menjadi lebih baik secara terbuka dan mudah menyesuaikan dengan berbagai permasalahan. Hassoubah (dalam Hidayat 2012:2) menyatakan bahwa : dengan berpikir kritis masyarakat bisa mengembangkan diri dalam membuat keputusan, serta menyelesaikan masalah. Pernyataan ini menunjukan bahwa pentingnya kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif dalam mengembangkan diri, karena pada dasarnya sejak masih kanak-kanak manusia sudah cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis. Kecenderungan itu dapat kita temukan pada seorang anak kecil yang memandang berbagai benda di sekitarnya dengan rasa ingin tahu dan menguji coba segala sesuatu yang memancing rasa ingin tahunya lalu
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DIKAJI DARI TINGKAT DISPOSISI MATEMATIS DI MADRASAH ALIYAH

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DIKAJI DARI TINGKAT DISPOSISI MATEMATIS DI MADRASAH ALIYAH

Hal tersebut sejalan dengan NCTM (2000:8) yang menyatakan bahwa sikap dan keyakinan (disposisi matematis) siswa dalam menghadapi matematika dapat mempengaruhi prestasi mereka dalam menyelesaikan masalah matematis. Dalam dokumen Curriculum and Evaluation Standard for School Mathematics (NCTM, 2000), disposisi tidak sekedar merujuk pada sikap tetapi juga kecenderungan berpikir dan bertindak secara positif. Disposisi matematis siswa dapat dilihat dalam cara siswa mendekati suatu masalah, apakah dengan percaya diri, mempunyai kemauan kuat untuk menyelesaikannya, tekun, dan tertarik, serta cenderung untuk melakukan refleksi terhadap apa yang telah dipikirkannya. Disposisi matematis merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan belajar siswa. Siswa memerlukan disposisi yang akan menjadikan mereka gigih menghadapi masalah yang menantang, untuk bertanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri, dan untuk mengembangkan kebiasaan baik di matematika.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T MTK 1303363 Abstract

T MTK 1303363 Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan Self-Efficacy dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Creative Problem Solving, pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive random sampling, yaitu dengan memilih siswa kelas X di salahsatuSMANegerikota Jakarta sebanyak dua kelas sebagai sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok pendekatan pembelajaran, yaitu pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving (CPS) dan pembelajaran konvensional (PK). kelas pertama mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan CPS dan kelas kedua mendapatkan pembelajaran konvensional. Setiap kelompok terdiri dari 36 siswa yang terbagi kedalam dua kemampuan awal yang berbeda, yaitu tiap kelompok terdiri dari siswa dengan kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, angket, observasi dan wawancara.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T MTK 1204654 Table of content

T MTK 1204654 Table of content

Kreatif Matematis ...................................................................... 55 4.2. Skor Rata-rata Hasil Pretes dan Postes ....................................... 57 4.3. Hasil Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa. 61 4.4. Skor Rata-rata Hasil Pretes dan Postes ....................................... 64 4.5. Hasil Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis

8 Baca lebih lajut

T MTK 1007254 Table of content

T MTK 1007254 Table of content

Analisis Korelasi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Disposisi Matematis Siswa setelah Pembelajaran berbantuan GSP .... Kemampuan Berpikir Kreatif dan Disposisi Matematis ...[r]

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROSES BERPIKIR REFLEKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Banda Aceh.

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROSES BERPIKIR REFLEKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Banda Aceh.

Wahyudin (2008: 34) mengemukakan bahwa guru memiliki peran yang penting dalam membantu pemberdayaan perkembangan kebiasaan-kebiasaan berpikir reflektif dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan seperti : ”sebelum kita melanjutkan, apakah kita yakin sudah memahami ini?”, ”apa sajakah pilihan - pilihan kita?”, ”apakah kita punya rencana?”, apakah kita m endapat kemajuan atau kita harus mempertimbangkan kembali apa yang sedang kita lakukan?”, ”kenapa kita pikir ini benar?”. Pertanyaan -pertanyaan yang dimunculkan para guru dalam pembelajaran dengan pendekatan proses berpikir reflektif, akan membuat siswa cenderung belajar bertanggung jawab untuk merefleksikan pekerjaan mereka sendiri dan membuat penyesuaian-penyesuaian yang perlu saat memecahkan masalah.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS, BERPIKIR ALJABAR, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS, BERPIKIR ALJABAR, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi yang berjudul ” Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis, Berpikir Aljabar, dan Disposisi Matematis Siswa SMP melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik ” adalah benar-benar karya saya sendiri yang disusun berdasarkan hasil penelitian. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika dan norma ilmiah. Apabila di kemudian hari ternyata dalam karya ilmiah ini ditemukan adanya unsur-unsur penjiplakan atau pengutipan yang tidak sesuai dengan etika dan norma ilmiah, maka saya siap menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

T PD 1201442 Table Of Content

T PD 1201442 Table Of Content

Kemampuan Penalaran Matematis .................................... 69 Tabel 4.14 Hasil Data Postes Kemampuan Penalaran Matematis ........ 70 Tabel 4.15 Hasil Data N-Gain Kemampuan Penalaran Matematis ...... 71 Tabel 4.16 Hasil Uji Normalitas Data N-Gain Kemampuan Penalaran

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF MATEMATIS, DAN SELF-CONCEPT SISWA SMP MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF MATEMATIS, DAN SELF-CONCEPT SISWA SMP MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING.

Melihat dan memperhatikan hasil temuan dan kesimpulan penelitian, tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa pembelajaran reciprocal teaching memiliki manfaat positif baik bagi guru maupun siswa. Pembelajaran dengan reciprocal teaching yang berdasar kerangka teoritisnya dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, berdasarkan penelitian ini dapat memperbaiki kemampuan kreatif matematik siswa. Pembelajaran reciprocal teaching memakan waktu yang lebih lama dari pembelajaran ekspositori. Jadi disarankan, pembelajaran reciprocal teaching diterapkan pada topik-topik matematika yang esensial, sehingga siswa dapat menerapkan pengetahuan dan prosedur matematis yang telah mereka pelajari. Melihat hasil tes kemampuan berpikir kreatif, guru sebaiknya membiasakan siswa dengan soal-soal kemampuan berpikir kreatif dan soal-soal kemampuan matematis lainnya.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects