biji jagung

Top PDF biji jagung:

PENGARUH PEMBERIAN DEKOK BIJI JAGUNG (Zea mays) TERHADAP DIURESIS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN

PENGARUH PEMBERIAN DEKOK BIJI JAGUNG (Zea mays) TERHADAP DIURESIS PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dekok biji jagung (Zea mays) terhadap diuresis pada tikus putih (Rattus norvegicus) dan mengetahui dosis biji jagung (Zea mays) yang dapat menormalkan kondisi keseimbangan air berupa urin pada tikus putih (Rattus novergicus). Jenis penelitian ini adalah true eksperiment (The Postest Control Group Design). Populasi dalam penelitian ini adalah tikus jantan yang berumur 3 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 ekor tikus putih yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan berbeda. Pengambilan sampel teknik random sampling yaitu dengan cara acak. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah air hasil dari perebusan biji jagung (Zea mays). Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah diuresis pada tikus putih. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jenis hewan coba tikus putih, umur tikus, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENURUNAN SENYAWA ANTINUTRISI PADA BIJI JAGUNG DENGAN BERBAGAI METODA

PENURUNAN SENYAWA ANTINUTRISI PADA BIJI JAGUNG DENGAN BERBAGAI METODA

Menurut Rumiyati et al. (2012) selama perkecambahan akan terjadi beberapa perubahan komposisi protein. Hal sama disimpulkan oleh Inyang dan Zakari (2008) yang menyebutkan bahwa perkecambahan dapat meningkatkan kandungan protein pada serealia dan kacang-kacangan, hal ini disebabkan adanya hidrolisis protein serta hasil aktivitas enzim protease pada saat perkecambahan biji. Sangronis dan Machado (2007) menyebutkan bahwa perkecambahan dapat meningkatkan kelarutan dan kecernaan protein biji seperti kedelai, kacang polong dan jenis kacang lainnya. Proses perkecambahan protein dipecah menjadi asam –asam amino selama perkecambahan akan dibangun kembali dimana asam amino dan amida dalam kotiledon di translokasikan untuk sintesa protein dalam embrio yang tumbuh. Protein di rombak oleh enzim protease menjadi peptide dan asam amino.Peptida ini kemudian dengan pertolongan enzim peptidase dirubah menjadi asam amino. Peningkatan protein selama perkecambahan biji jagung akan meningkatkan mobilisasi dalam mem- perbaiki nitrogen dan peningkatan kualitas protein yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman muda.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UJI EFEK DIURETIK INFUS BIJI JAGUNG (Zea Mays L), RAMBUT JAGUNG DAN KOMBINASI ANTARA KEDUANYA PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus Cuniculus) BERDASARKAN PARAMETER FREKUENSI URINASI DAN VOLUME URIN

UJI EFEK DIURETIK INFUS BIJI JAGUNG (Zea Mays L), RAMBUT JAGUNG DAN KOMBINASI ANTARA KEDUANYA PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus Cuniculus) BERDASARKAN PARAMETER FREKUENSI URINASI DAN VOLUME URIN

Berdasarkan parameter pengukuran volume urin dan dan frekuensi urinasi yang telah dianalisis dengan uji statistik RAL, dimana untuk melihat pengaruhnya dapat dilihat pada table Anava nilai FH > F table pada taraf 5% dan taraf 1% untuk perlakuan adalah signifikan atau ada pengaruh pemberian Infus Biji jagung, Infus rambut Jagung dan Kombinasi antara keduanya Terhadap Volume Urin.

9 Baca lebih lajut

KOMPOSISI KIMIA BIJI JAGUNG

KOMPOSISI KIMIA BIJI JAGUNG

65 -1,6 pada percabangannya. Komposisi amilosa dan amilopektin di dalam biji jagung terkontrol secara genetik dan berpengaruh terhadap sifat sensoris jagung, terutama tekstur dan rasa. Pada prinsipnya semakin tinggi kandungan amilopektin, tekstur dan rasa jagung semakin lunak, pulen dan enak. Komposisi tersebut juga berpengaruh terhadap sifat amilografinya. Jagung juga mengandung berbagai mineral esensial, seperti K, Na, P, Ca dan Fe. Faktor genetik sangat berpengaruh terhadap komposisi kimia dan sifat fungsional jagung Pangan fungsional harus berupa produk pangan (bukan tablet, kapsul, atau serbuk), dapat dan selayaknya dikonsumsi sebagain dari diet atau menu sehari-hari. Sehubungan dengan hal tersebut secara sederhana dapat dibuat diagram alur pemanfaatan jagung baik pada masak susu maupun masak fisiologis sebagai bahan olahan makanan. Jagung, sebagai bahan pangan pokok kedua setelah beras, selain sebagai sumber karbohidrat juga merupakan sumber protein yang penting dalam menu masyarakat di Indonesia. Jagung kaya akan komponen pangan fungsional antara lain; serat pangan yang dibutuhkan tubuh (dietary fiber), asam lemak esensial, isoflavon, mineral Fe (tidak ada dalam terigu), -karoten (pro vitamin A), komposisi asam amino esensial, dan vitamin dan mineral lainnya. Keunggulan jagung QPM terutama karena kandungan lisin dan triptofan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung biasa. Balitsereal telah melepas jagung QPM Srikandi Putih-1 dan Srikandi Kuning-1. Kandungan lisin Srikandi Putih 0,43%, Srikandi Kuning 0,42%, dan Lokal hanya 0,20%, sedangkan kadar triptofan masing-masing 0,13%, 0,12% dan jagung Lokal hanya 0,04%.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SKRIPSI PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL

SKRIPSI PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL

Pada kesempatan ini penyusun melakukan penelitian dengan judul “Pemanfaatan Limbah Biji Jagung dari Industri Pembibitan Benih Jagung Menjadi Bioethanol”. Terima kasih sebesar – besarnya penyusun tujukan kepada semua pihak yang telah membantu penelitian hingga tersusunnya laporan ini, terutama kepada :

12 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL.

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL.

Limbah biji jagung dihasilkan dari proses pembibitan biji jagung unggulan. Limbah biji jagung ini memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, selain itu mengandung senyawa sianida (pestisida) yang bersifat toksik. Kandungan bahan organik dalam limbah biji jagung ini sangat tinggi, pengolahan yang paling sesuai adalah secara biologi. Untuk membuat limbah biji jagung non benih sebagai bioethanol digunakan beberapa proses yaitu hidrolisa dan fermentasi.

61 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL.

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL.

Pada penelitian ini bahan utama yang digunakan adalah Limbah Biji Jagung dari hasil pembibitan benih jagung yang kita dapatkan dari PT. Bisi Internasional. Bahan pendukung lainnya adalah Saccharomyces cereviceae dan Bacillus subtilis yang dibeli di beli di laboratorium Universitas Erlangga Surabaya. HCl yang kami beli di toko bahan kimia Brataco Tidar Surabaya dan kentang, glukosa, yeast, agar, aquadest sebagai bahan untuk membuat media agar.

62 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL.

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI JAGUNG DARI INDUSTRI PEMBIBITAN BENIH JAGUNG MENJADI BIOETHANOL.

IMPULAN arkan hasil pen Limbah jagu Proses hidro waktu hidrol Pada proses dan 7,5% Sa Yield yang d fermentasi 9 nya pada prose aik sehingga di %b io et hano l 6, terlihat ba an [r]

8 Baca lebih lajut

PERANCANGAN ALAT TANAM BIJI JAGUNG DAN BIJI KEDELAI

PERANCANGAN ALAT TANAM BIJI JAGUNG DAN BIJI KEDELAI

Dan pada suhu udara yang lebih tinggi, mikroorganisme dan bakteri dapat berkembang biak lebih cepat lagi, sehingga jumlahnya berlipat ganda terutama daging dalam masa penjualan di super[r]

1 Baca lebih lajut

B1J010222 5.

B1J010222 5.

Tabel 4.1. Analisis Varian (Uji F) Pengaruh Medium (MEYB, MEYB + ekstrak biji kedelai, MEYB + ekstrak biji jagung, dan MEYB + ekstrak biji padi) dan Lama Waktu Inkubasi (20 hari, 30 hari, dan 40 hari) terhadap Bobot Kering Miselium ................................................ 14

1 Baca lebih lajut

PABRIK TEPUNG MAIZENA DENGAN PROSES WET MILLING.

PABRIK TEPUNG MAIZENA DENGAN PROSES WET MILLING.

Biji jagung kemudian diumpankan pada tangki pencampur M-240 untuk dicampur dengan air proses dari utilitas dan dimasak kembali dengan kondisi tekanan 1 atm dengan suhu 70 ° C selama 1 jam. Biji jagung kemudian diumpankan ke centrifuge H-250 untuk proses pemisahan starch dan gluten. Gluten yang terpisah kemudian diumpankan ke silo gluten F-320, sedangkan campuran starch diumpankan ke hydro cyclone H-252 untuk proses pemisahan starch lebih lanjut. Gluten yang terpisah dari hydro cyclone kemudian diumpankan ke F-320, sedangkan starch yang didapat diumpankan ke rotary dryer B-260 dengan screw conveyor J-254.
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN BIJI WIJEN ( Sesamum indicum) DAN KECAMBAH JAGUNG (Zea mays) TERHADAP KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI

PENGARUH PENAMBAHAN BIJI WIJEN ( Sesamum indicum) DAN KECAMBAH JAGUNG (Zea mays) TERHADAP KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI

P rotein susu kedelai mempunyai susunan asam amino yang mirip susu sapi. Biji wijen yang telah dihilangkan lemaknya dan biji jagung, mengandung asam amino metionin yang lebih tinggi dari pada kedelai. Karena itu biji wijen dan biji jagung dapat digunakan untuk melengkapi kandungan gizi produk dari kedelai, termasuk susu kedelai. Sebaliknya biji wijen mengandung asam amino lisin yang rendah, sedangkan biji jagung mempunyai kekurangan asam amino essensial triptofan. Bila keduanya dicampur dengan kacang kedelai, maka kekurangan lysin pada biji wijen dan triptofan pada biji jagung akan tercukupi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan biji wijen dan kecambah jagung terhadap kadar protein susu kedelai. Penetapan kadar protein dilakukan dengan metode mikro Kjeldahl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar protein berat kering rata-rata pada susu kedelai dengan kode 579 sebesar 5,343 gr, kode 801 sebesar 7,42 gr, kode 375 sebesar 6,40 gr, kode 615 sebesar 6,033 gr, kode 249 sebesar 6,935 gr, kode 555 sebesar 5,12 gr dan kode 129 sebesar 9,59 gr. Berdasarkan hasil di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh penambahan biji wijen dan kecambah jagung terhadap kadar protein susu kedelai.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Perlakuan Uap Air Panas dengan Sistem Pemanasan Terbuka terhadap Kesehatan dan Viabilitas Benih Jagung | Kurniawan | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 11884 23154 2 PB

Pengaruh Perlakuan Uap Air Panas dengan Sistem Pemanasan Terbuka terhadap Kesehatan dan Viabilitas Benih Jagung | Kurniawan | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 11884 23154 2 PB

Perlakuan benih dengan uap air panas berpengaruh lebih baik dari pada perlakuan dengan air panas; dalam hal ini kadar air biji setelah perlakuan uap air panas lebih rendah daripada perlakuan dengan air panas (Neergard, 1979). Penilaian mutu benih didasarkan pada viabilitas meliputi persentase perkecambahan, vigor. (Sutopo, 2004) dan berdasar kesehatan benih. Dalam penelitian ini perlakuan benih dengan uap air panas mendasarkan pada penghantaran kalor secara konveksi dan konduksi dengan menggunakan evaporator (boiler) (Lewis, 1987); uap air panas ini akan memenetrasi biji jagung dan diharapkan mikroorganisme yang berada di dalamnya dapat mati namun mutu benih masih cukup terjaga. Aliran uap air panas setelah memenetrasi biji jagung terus keluar dari drum perlakuan ke udara melalui exhaust fan maka perlakuan ini disebut dengan sistem terbuka.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penampilan Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Kultivar Jagung Komposit pada Pendekatan Teknologi Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu dan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu

Penampilan Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Kultivar Jagung Komposit pada Pendekatan Teknologi Non-Pengelolaan Tanaman Terpadu dan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu

Rata-rata Panjang tongkol dihitung tanpa kelobot berdasarkan panjang baris biji jagung dari pangkal tongkol sampai ujung tongkol yang ada bijinya waktu pengamatan dilakukan setelah panen menggunakan meteran kain (mitlin). Rata-rata diameter tongkol Pengukuran dilakukan pada tongkol tanpa kelobot menggunakan jangka sorong bagian yang dihitung yaitu bagian tengah-tengah tongkol dan dilakukan setelah panen. Rata-rata jumlah baris per tongkol menjumlahkan semua baris biji pada sampel tongkol dilakukan setelah panen. Rata-rata bobot biji kering per tanaman menimbang bobot biji kering pertanaman pada setiap sampel dilakukan setelah panen. Rata-rata bobot 100 butir biji kering menimbang bobot 100 biji pertongkol sampel. Bobot brangkasan, Bobot brangkasan didapat dengan menimbang sampel ubinan, berat tanaman utuh beserta tongkolnya pada saat panen. bobot biji kering ubinan, bobot biji kering ubinan diperoleh dari menimbang sampel ubinan bobot biji kering ubinan, dilakukan setelah panen setelah biji kering konstan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Isolation and identification of indigenous microorganisms and its application in fermented corn and characterization of physicochemical properties of the flour

Isolation and identification of indigenous microorganisms and its application in fermented corn and characterization of physicochemical properties of the flour

Jagung merupakan makanan pokok kedua terpenting di Indonesia dan berbagai upaya telah dilakukan untuk memproduksi tepung jagung guna meningkatkan kemudahan penggunaannya. Secara tradisional, tepung jagung dibuat dengan merendam biji jagung dalam air, diikuti dengan proses penggilingan. Selama perendaman terjadi fermentasi spontan yang telah dilaporkan dapat mempengaruhi karakteristik fisiko kimia tepung jagung yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan meng-identifikasi mikroba penting yang tumbuh selama fermentasi spontan jagung sehingga dapat dikembangkan kultur starter standar untuk proses fermentasi terkendali. Grits jagung direndam dalam air steril (grits : air = 1:2, b/v) dalam wadah tertutup pada suhu kamar (±28 ºC) selama 72 jam untuk mensimulasi proses fermentasi spontan. Setelah 0, 4, 12, 24, 36, 48, 72 jam, sampel air dan grits jagung diambil untuk dianalisis jenis kapang, kamir, dan bakteri asam laktat (BAL) yang tumbuh. Isolat yang diperoleh dari fermentasi spontan diinokulasi kembali pada media yang sama dengan menambahkan pati untuk mengamati aktivitas amilolitiknya. Selanjutnya, masing-masing isolat diidentifikasi: kapang dengan metode slide culture, sementara kamir dan BAL dengan perangkat cepat biokimiawi berturut- turut API 20C AUX dan API CH50. Jumlah masing-masing mikroba diplotkan terhadap waktu untuk mendapatkan kurva pertumbuhan mikroba selama fermentasi spontan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba yang tumbuh selama fermentasi spontan terdiri dari kapang Penicillium citrinum, P.chrysogenum, Aspergillus flavus, A. niger, Rhizopus stolonifer, R.oryzae, Fusarium oxysporum, Acremonium strictum, khamir Candida famata, Kodamaea ohmeri, Candida krusei/incospicua, serta bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum1a, Pediococcus pentosaceus, L. brevis1, L. plantarum 1b, dan L. paracasei ssp paracasei3. Empat kapang dan satu kamir bersifat amilolitik sementara tidak ada BAL yang bersifat amilolitik. Kurva pertumbuhan menunjukkan bahwa kapang dan kamir amilolitik tumbuh dan menghidrolisis pati selama fermentasi awal sementara BAL memanfaatkan produk hasil hidrolisis dan mendominasi tahap selanjutnya selama fermentasi.
Baca lebih lanjut

271 Baca lebih lajut

Chapter I Rancang Bangun Alat Pencacah Jagung

Chapter I Rancang Bangun Alat Pencacah Jagung

Uraian di atas menjadi alasan penelitian ini dilakukan, yaitu untuk merancang alat pencacah jagung yang bisa mengolah biji jagung menjadi pakan ternak yang dapat mengasilkan produk olahan yang sesuai dengan biaya operasi. Pada penelitian ini, setelah dilakukan perancangan alat pencacah jagung, selanjutnya dilakukan pembuatan alat dimulai dari pemilihan bahan, selanjutnya pengukuran, pemotongan, perangkaian, pengelasan dan finishing. Selanjutnya dilakukan uji kelayakan pada alat dan dilakukan pengukuran parameter yang digunakan pada penelitian.

3 Baca lebih lajut

Pengembangan Potensi Enzim Mikrob Di Indonesia: Pemanfaatannya Di Bidang Pertanian Dan Industri

Pengembangan Potensi Enzim Mikrob Di Indonesia: Pemanfaatannya Di Bidang Pertanian Dan Industri

asam laktat, khamir, dan jamur (Sefa-Dedeh et al. 2004). Proses pembuatan tepung jagung yang kami lakukan melalui fermentasi biji jagung dengan menggunakan bakteri selulolitik menghasilkan rendemen tepung yang lebih besar, menurunkan kadar serat kasar, mempertahankan kandungan protein tepung dan mengurangi jumlah mikroba yang terkandung di dalam tepung sehingga dapat memperlama waktu simpan (Rosyidah et al. 2013). Serat pangan pada tepung jagung berperan dalam memperlambat kecepatan pencernaan bahan pangan dalam usus, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta memperlambat kemunculan glukosa darah sehingga insulin yang dibutuhkan untuk mentransfer glukosa ke dalam sel- sel tubuh dan diubah menjadi energi makin sedikit. Fungsi tersebut sangat dibutuhkan bagi penderita diabetes. Selain itu serat pangan memiliki fungsi dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan seperti wasir, divertikulosis, dan kanker usus besar (Eckel 2003).
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 7KG/MENIT UNTUK USAHA KECIL MENENGAH (SITEM TRANSMISI).

RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 7KG/MENIT UNTUK USAHA KECIL MENENGAH (SITEM TRANSMISI).

Petani, peternak unggas dan usaha kecil menengah membutuhkan alat bantu agar dalam proses pelepasan biji jagung atau memipil jagung dapat menghemat waktu dan tenaga yang dikeluarkan, sehingga dalam memipil diperlukan waktu yang singkat. Sebuah alat pemipil jagung sangat dibutuhkan oleh petani, peternak unggas dan usaha kecil menengah .

3 Baca lebih lajut

7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Jagung 2.1.1 Klasifikasi Tanaman Jagung

7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Jagung 2.1.1 Klasifikasi Tanaman Jagung

tongkolnya relatif sangat seragam di setiap tanaman. Inilah salah satu keunggulan lain dari jagung super hibrida BISI-18, karena kondisi tongkol yang relatif sama besar di setiap tanaman (seragam) akan semakin meningkatkan produksi. Jagung super hibrida BISI-18 mempunyai klobot yang menutupi tongkol dengan baik. Klobot yang menutupi tongkol jagung dengan baik bermanfaat untuk menghindari tetesan air hujan yang masuk ke dalam tongkol jagung yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada biji jagung sehingga jagung ini bisa ditanam pada musim hujan maupun kemarau. Keunggulan lain dari jagung super hibrida BISI-18 adalah biji jagungnya terisi penuh sampai ujung (jawa=muput). Tingkat pengisian pucuk tongkolnya (tip filling) bisa mencapai 97%. Bentuk biji termasuk dalam tipe biji semi mutiara, dengan warna biji oranye kekuningan mengkilap. Jumlah barisan biji dalam satu tongkol antara 14- 16 baris. Termasuk tipe tongkol yang besar (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Matematika proyek 1 kelas 9

Matematika proyek 1 kelas 9

2. Seorang Ayah memberikan sebuah tantangan kepada anaknya untuk menghitung jumlah biji jagung yang diperlukan untuk memenuhi papan catur. Jika pada kotak pertama diberi 1 biji jagung, kotak kedua 2 biji jagung, 4 biji jagung untuk kotak ketiga, 8 kotak biji jagung untuk kotak ke empat demikian berlanjut sampai memenuhi ke empatpuluh kota2.

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...