BIMBINGAN DAN KONSELING (BK)

Top PDF BIMBINGAN DAN KONSELING (BK):

Kisi-Kisi Uji Kemampuan PPG dan PPGJ Semua Bidang | Dunia Pendidikan Kisi BK

Kisi-Kisi Uji Kemampuan PPG dan PPGJ Semua Bidang | Dunia Pendidikan Kisi BK

Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling individual Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling kelompok Guru BK atau konselor dapat mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling klasikal Menganalisis kebutuhan konseli Guru BK atau konselor dapat menganalisis

Baca lebih lajut

Materi Bimbingan dan KOnseling BK

Materi Bimbingan dan KOnseling BK

Perjalanan program bimbingan dan konseling diawali pada masa perintisan awal tahun 1960-an. Selanjutnya dengan berlakunya kurukulim tahun 1975 untuk SD, SMP, dan SMA, serta kurikulum 1976 untuk SMK bimibngan dan konseling menjadi bagian kurikulum sekolah jalur pendidikan formal. Secara berturut-turut sebagai berikut:

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS KONSELOR UNTUK MENYIAPKAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN - Repository Universitas Ahmad Dahlan

PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS KONSELOR UNTUK MENYIAPKAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN - Repository Universitas Ahmad Dahlan

Layanan bimbingan dan konseling dis- elenggarakan secara terprogram berdasarkan asesmen kebutuhan (need assesment) yang di- anggap penting (skala prioritas) dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan (scaffolding). Se- mua peserta didik harus mendapatkan layan- an bimbingan dan konseling secara terencana , teratur dan sistematis serta sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu, konselor atau guru bimbingan dan konseling dialokasikan jam masuk kelas selama 2 (dua) jam pembelajaran per minggu setiap kelas secara rutin terjad- wal. Layanan BK di dalam kelas bukan mer- upakan mata pelajaran bidang studi, namun terjadwal secara rutin di kelas dimaksudkan untuk melakukan asesmen kebutuhan layanan bagi peserta didik/ konseli dan memberikan layanan yang bersifat pencegahan, perbaikan, dan penyembuhan, pemeliharaan dan/atau pengembangan. Materi layanan bimbingan klasikal disusun dalam bentuk rencana pelak- sanaan layanan bimbingan klasikal (RPLBK).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

 CV Budi Astuti

CV Budi Astuti

dan Perguruan Tinggi S1 Bimbingan dan Konseling Sem 7, 2012/2013 Praktikum BK Kelompok S1 Bimbingan dan Konseling Sem 7, 2012/2013 Praktikum BK Karir S1 Bimbingan dan Konseling Sem 7, 2012/2013 Praktikum PI Non Tes S1 Bimbingan dan Konseling Sem 7, 2012/2013

Baca lebih lajut

BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) DI SEKOLAH - BIMBINGAN DAN KONSELING baru

BAB II BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) DI SEKOLAH - BIMBINGAN DAN KONSELING baru

Fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif atau memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan pihak-pihak lain yang terkait dengan tugas pembimbingan berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini antara lain pelayanan informasi, tutorial, diskusi(brain storming).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING TANPA ALOKASI JAM PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 3 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012  2013

MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING TANPA ALOKASI JAM PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 3 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012 2013

Kami merasa tidak ada hambatan, hanya kalau mau bimbingan kita harus minta-minta jam itupun kalau boleh. Disini kolaborasi antara kepala sekolah, TU, dan guru sangat baik jadi kita tidak bisa kerja sendiri. Tidak ada hambatan yang begitu berarti, lancar-lancar saja. TU juga mendukung misalnya ada anak terlambat, yang memanggil kepala sekolah tapi data-datanya ada pada kami, kami memberikan data tapi yang mengetik TU. Nanti menghadapnya kepada kepala sekolah atau wakasek kesiswaan setelah itu biasanya orang tuanya datang ke BK untuk melapor, lalu kami memberikan masukan gimana keadaan siwa dan sebagainya. Siswa pun begitu setelah ditangani oleh ST2K, anak dipanggil ke BK dan kami yang memberikan penyejuk agar siswa paham atas tindakannya dan alasan SP2K.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul ”Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris Dengan Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2011/2012”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Lampung.

Baca lebih lajut

Pertanyaan untuk guru BK MTs Negeri 2 Kudus

Pertanyaan untuk guru BK MTs Negeri 2 Kudus

Dalam melaksanakan wawancara digunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun secara terarah dan sistematis sebagai upaya memperoleh informasi dan data objektif. Dilakukan wawancara kepada Guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan peserta didik tentang permasalahan yang berkaitan dengan bimbingan konseling Islam individual dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik kelas VII di MTs Negeri 2 Kudus. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara sebagai berikut:

Baca lebih lajut

S PPB 0901245 Chapter5

S PPB 0901245 Chapter5

rancangan program layanan bimbingan dan konseling berdasarkan aspek- aspek survival and safety skills untuk peserta didik sekolah menengah pertama, dan tugas perkembangan remaja. Rancangan tersebut dilaksanakan baik melalui strategi bimbingan kelompok maupun bimbingan klasikal. Secara teoretis, layanan bimbingan dan konseling

Baca lebih lajut

STRATEGI KOLABORASI ORANGTUA DENGAN KONSELOR DALAM MENGEMBANGKAN SUKSES STUDI SISWA Ariadi Nugraha Fuad Aminur Rahman

STRATEGI KOLABORASI ORANGTUA DENGAN KONSELOR DALAM MENGEMBANGKAN SUKSES STUDI SISWA Ariadi Nugraha Fuad Aminur Rahman

Era bimbingan dan konseling perkembangan menitikberatkan pada kolaborasi antara konselor dengan stakeholder sekolah, masyarakat, pihak profesional dan juga orangtua yang berfungsi untuk mengembangkan potensi dan kompetensi siswa. Peserta didik yang bermutu hanya dibentuk melalui pendidikan bermutu. Menurut Tilaar dalam Juntika (2011) untuk mencapai hasil pendidikan yang bermutu, diperlukan proses pendidikan yang bermutu. Kemampuan yang diberikan melalui proses pendidikan bermutu tidak hanya menyangkut aspek akademis saja, tetapi juga menyangkut berbagai aspek kehidupan yang komprehensif yakni perkembangan pribadi, sosial, kematangan individu, dan sistem nilai. Pendidikan saat ini menuntut adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam berbagai kegiatan pendidikan. Kolaborasi adalah kegiatan dimana terjadi kerjasama antara berbagai pihak dalam mewujudkan tujuan pendidikan, baik pihak dari dalam maupun dari luar lembaga pendidikan. Kolaborasi dapat dilakukan dengan sekolah itu sendiri, universitas, masyarakat, orang ahli, yang memiliki pengaruh positif pada pencapaian prestasi peserta didik dan pengalaman sekolah. Dengan demikian, kolaborasi merupakan langkah konkret dan sistematis di lingkungan pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan. Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral proses pendidikan memiliki kontribusi dalam penyiapan SDM bermutu. Dalam perspektif bimbingan dan konseling, peserta didik merupakan individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian (Bhakti, 2015). Untuk mencapai kematangan, individu memerlukan bimbingan, karena masih kurang memahami kemampuan dirinya, lingkungannya dan pengalaman untuk mencapai kehidupan yang
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

352376603 14504241052 Rendra UAS Bimbingan Kejuruan

352376603 14504241052 Rendra UAS Bimbingan Kejuruan

Pelaksanaan bimbingan kejuruan di SMK Negeri 3 Yogyakarta disebut dengan Bimbingan Konseling. Bimbingan dan Konseling (BK) di SMK Negeri 3 Yogyakarta adalah bantuan yang diberikan oleh Guru Pembimbing/ Bimbingan dan Konseling kepada semua siswa, dan bukan hanya kepada siswa yang “bermasalah”, agar siswa mampu menjadi lebih baik dan bisa menyelesaikan masalahnya. Hal ini telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 pasal 1 ayat 1 tentang maksud bimbingan konseling.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul ”Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris Dengan Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2011/2012”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Lampung.

Baca lebih lajut

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2011 BUKU 4 RAMBU-RAMBU PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG)

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2011 BUKU 4 RAMBU-RAMBU PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG)

Peserta PLPG adalah guru yang bertugas sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor di sekolah , serta guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memilih (1) sertifikasi pola PLPG, (2) pola portofolio tetapi tidak lulus tes awal atau tidak lulus penilaian portofolio, atau tidak lulus verifikasi berkas portofolio, dan (3) PSPL tetapi berstatus tidak memenuhi persyaratan.

Baca lebih lajut

BK 2 bimbingan konseling

BK 2 bimbingan konseling

Walaupun fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan, namun mungkin saja klien masih menghadapi masalah-masalah tertentu. Individu yang mengalami masalah akan merasa ada sesuatu yang tidak nyaman pada dirinya. Klien yang mengalami masalah akan datang pada konselor dengan tujuan untuk dituntaskannya masalah yang tidak mengenakkan dari dirinya. Di sinilah fungsi pengentasan (perbaikan) itu berperan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami klien.

Baca lebih lajut

Perangkat Administrasi Bimbingan konseling (BK) SMA BK SILABUS X

Perangkat Administrasi Bimbingan konseling (BK) SMA BK SILABUS X

a. Tujuan penyusunan KTSP adalah agar sekolah (para guru) mampu dan berani menyusun dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan mata ajar yang menjadi tanggungjawabnya di sekolah, termasuk guru pembimbing, sehingga kurikulum yang telah disusunnya itu dapat dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan/sekolah yang bersangkutan. Dengan kata lain, bahwa kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. b. Dalam mengembangkan program bimbingan di sekolah, para guru

Baca lebih lajut

S PPB 1001465 Abstract

S PPB 1001465 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil motivasi berprestasi pada siswa kelas khusus dan implikasikannya terhadap layanan bimbingan konseling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi adalah siswa kelas khusus SMA PGII 1 Bandung tahun pelajaran 2014/2015. Metode pengambilan sampel dilakukan secara insidental dengan jumlah sampel sebanyak 131 dari 164 siswa. Hasil penelitian menunjukan 1) Secara umum motivasi berprestasi siswa berada pada kategori sedang yang artinya siswa cukup memiliki motivasi dalam mencapai prestasi belajar. 2) Layanan bimbingan dan konseling dibuat berdasarkan tingkat pencapaian motivasi berprestasi pada siswa kelas khusus. Rekomendasi dari penelitian ini adalah : 1) Bagi guru BK dapat menggunakan layanan bimbingan konseling yang dibuat oleh peneliti menjadi dasar acuan pembuatan program bimbingan konseling di sekolah 2) Bagi peneliti ini bisa menjadi dasar penelitian untuk mencari faktor lain yang mempengaruhi motivasi berprestasi siswa kelas khusus.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perangkat Administrasi Bimbingan konseling (BK) SMA BK SILABUS XII

Perangkat Administrasi Bimbingan konseling (BK) SMA BK SILABUS XII

a. Penyusunan program BK di sekolah biasanya menguraikan hal-hal seperti; pokok kegiatan, uraian kegiatan, sasaran, target, waktu, pendanaan, dan keterangan. Setiap guru BK/sekolah boleh menyusun sesuai dengan situasi, kondisi, kebutuhan dan pola yang sudah dilaksanakan secara efektif.

Baca lebih lajut

Perangkat Administrasi Bimbingan konseling (BK) SMA BK SILABUS XI

Perangkat Administrasi Bimbingan konseling (BK) SMA BK SILABUS XI

a. Tujuan penyusunan KTSP adalah agar sekolah (para guru) mampu dan berani menyusun dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan mata ajar yang menjadi tanggungjawabnya di sekolah, termasuk guru pembimbing, sehingga kurikulum yang telah disusunnya itu dapat dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan/sekolah yang bersangkutan. Dengan kata lain, bahwa kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. b. Dalam mengembangkan program bimbingan di sekolah, para guru

Baca lebih lajut

810 BAB 6 PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

810 BAB 6 PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam merancang rencana evaluasi hasil, beberapa jenis data dapat digunakan. Jenis pertama adalah data proses yang menggambarkan kegiatan bimbingan dan konseling dan layanan apa, kapan diberikan, dan untuk siapa diberikan. Data proses memberikan bukti bahwa kegiatan dan layanan bimbingan dan konseling benar-benar disediakan. Jenis yang kedua adalah data persepsi, yang memberitahu apa yang siswa, orang tua, guru, kepala sekolah, atau orang lain pikirkan atau rasakan tentang kegiatan dan layanan serta pekerjaan konselor. Jenis ketiga adalah data hasil, yaitu perilaku sebenarnya dari siswa yang diukur dengan tingkat kehadiran, tingkat kedisiplinan, nilai rata-rata di kelas, dan skor tes prestasi. Semua jenis data berguna dalam memastikan dampak program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap perilaku siswa. Rincian data merupakan langkah penting dalam analisis data karena memungkinkan konselor untuk melihat jika ada siswa yang tidak melakukan sesuatu sebagaimana siswa lainnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING BK DALAM

PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING BK DALAM

Skripsi berjudul Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam Pembinaan Karakter Siswa di Madrasah Aliyah Alkhairaat Bitung di susun untuk memenuhi Program S1 pada Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa jika tidak ada partisipasi, bantuan dan dorongan dari semua pihak, tidak mungkin skripsi ini dapat diselesaikan. dan atas kesuksesan dalam penulisan skripsi ini penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Dr. Rukmina Gonibala, M.Si selaku Rektor IAIN Manado, bapak/ibu Wakil
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...