Biru-Biru, Sibiru-biru, Deli Serdang

Top PDF Biru-Biru, Sibiru-biru, Deli Serdang:

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Penelitian di Sungai Sibiru-biru telah dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman plankton, hubungan faktor fisik dan kimia perairan dengan keanekaragaman plankton. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Purpossive Random Sampling pada 4 stasiun, berdasarkan perbedaan aktivitas masyarakat yang berlangsung pada masing-masing stasiun penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, fitoplankton diklasifikasikan dalam 4 kelas, 16 famili dan 22 genus. Zooplankton diklasifikasikan dalam 6 kelas, 7 famili dan 7 genus. Nilai kelimpahan plankton tertinggi terdapat pada stasiun 1sebesar 5.306,122 ind/L dan terendah terdapat pada stasiun 4 sebesar 2.285,714ind/L. Indeks keanekaragaman (H’) tertinggi pada stasiun 4 sebesar 2,842 sedangkan indeks keanekaragaman terendah pada stasiun 1 sebesar 2,548. Indeks keseragaman tertinggi (E) pada stasiun 2 sebesar 0,966, sedangkan Indeks keseragaman terendah pada stasiun 1 sebesar 0,919. Parameter kimia dan fisik (suhu dan oksigen terlarut) memiliki korelasi sangat kuat terhadap keanekaragaman plankton.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Asam Gelugur dan Pemasaran Di Desa Bengkurung Kecamatan Sibolangit Kab. Deli Serdang

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Asam Gelugur dan Pemasaran Di Desa Bengkurung Kecamatan Sibolangit Kab. Deli Serdang

Tampubolon (2010) dalam Penelitian tentang Analisis Agribisnis Usahatani dan Pengolahan Buah Asam Gelugur, Studi Kasus Kecamatan Sibiru- Biru Kabupaten Deli Serdang, yang bertujuan untuk mengetahui umur pohon asam gelugur terhadap jumlah pendapatan dan jumlah produksi asam gelugur per pohon, mengetahui pengaruh jumlah pohon asam gelugur per petani terhadap jumlah produksi dan pendapatan asam gelugur per pohon, mengetahui hubungan kondisi jalan ke kebun asam gelugur terhadap harga jual buah asam gelugur, menganalisis hubungan jumlah bahan baku (buah asam gelugur) yang diolah dengan nilai tambah dan persentase nilai tambah dalam pengolahan, menganalisis hubungan jumlah bahan baku yang diolah dengan jumlah margin dan persentase margin dalam pengolahan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Efek Aktivitas Masyarakat terhadap Kelimpahan Ikan Cencen (Mystacoleucus marginatus) di Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

Efek Aktivitas Masyarakat terhadap Kelimpahan Ikan Cencen (Mystacoleucus marginatus) di Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001, baku mutu air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di dalam air. Parameter fisika, kimia dan biologi perairan dapat menentukan kualitas air sungai. Segala aktivitas yang dilakukan manusia di bantaran Daerah Aliran Sungai ataupun di dalam sungai diperkirakan akan mengubah faktor fisika, kimia dan biologi perairan baik secara langsung maupun tidak langsung dan akan berdampak negatif bagi makhluk hidup yang memanfaatkannya. Menurut Salmah (2010), limbah yang dibuang ke sungai mempengaruhi kualitas air serta fungsi dan struktur ekosistem sungai. Hal ini menyebabkan terganggunya biota yang hidup di sungai Sibiru-biru.Salah satu biota yang terganggu adalah ikan cencen atau Mystacoleucus marginatus.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Nowadays the ecosystem of Sibiru-biru river area was decreased, was shown from decreasing fish found in that area. A study of fish diversity of Sibiru-biru river has been done through sampling. Sampling design was based on Purpossive Random Sampling, with four disticnt stations in terms of community activities and coastal areas. Sampling was done in thirty repetitions for each stations. The results showed that there were two orders of fish, four families, six genera and seven species. The highest density of fish was from station 4 with density of 0.072 ind/m 2 while being the lowest from station 1 with density of 0.048 ind/m 2 . The highest diversity index was from station 4 with value of 1.36 while being the lowest from station 3 with value of 1.04. Species found in this research were Oreochromis niloticus, Hampala macrolepidota, Mystacoleucus marginatus, Tor soro, Tor tambroides, Channa striata, and Oxyeleotris marmorata. Velocity, light penetration and light intensity was strongly correlated with the diversity of fishes.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Sungai Sibiru-biru berada di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang jaraknya 45 km dari Kota Lubuk Pakam dan 25 km dari pusat Kota Medan.Sungai ini mengalir deras dengan adanya berbagai aktivitas masyarakat disekitarnya seperti pariwisata,persawahan dan pengerukan pasir. Dengan adanya berbagai aktivitas tersebut, maka akan berpengaruh terhadap kehidupan biotik dan abiotik, sehingga secara langsung maupun tidak langsung akan memengaruhi kehidupan biota air yang ada di sungai tersebut. Daerah Sungai Sibiru-biru pada saat ini merupakan daerah yang mengalami penurunan keseimbangan ekosistem, yang ditandai terjadinya penurunan tangkapan ikan bagi masyarakat di daerah ini. Menurut Suriawiria (2005) hal ini disebabkan karena kawasan ini telah mengalami perkembangan pemanfaatannya oleh berbagai aktifitas manusia, seperti areal pemukiman, tambang pasir, dan juga digunakan sebagai pariwisata.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Analisis Struktur Musikal, Tekstual dan Fungsi Nganggukken tangis Dalam Upacara Nurun Pada Masyarakat Karo di Desa Sarilaba Jahe Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang

Analisis Struktur Musikal, Tekstual dan Fungsi Nganggukken tangis Dalam Upacara Nurun Pada Masyarakat Karo di Desa Sarilaba Jahe Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang

Skripsi ini berjudul, Analisis Struktur Musikal, Tekstual dan Fungsi Nganggukken tangis Dalam Upacara Nurun Pada Masyarakat Karo di Desa Sarilaba Jahe Kecamatan Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang. Melalui skripsi ini, penulis menjelaskan bahwa Nganggukken tangis adalah nyanyian ratapan yang sering kali disajikan saat upacara nurun. Nganggukken tangis ini merupakan sebuah ungkapan rasa sedih yang sangat mendalam atas kepergian seseorang yang sangat dikasihi/disayangi yang disajikan dengan cara disenandungkan.

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Kegiatan Wisata Terhadap Kualitas Air Sungai Sibiru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

Pengaruh Kegiatan Wisata Terhadap Kualitas Air Sungai Sibiru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

Sungai Sibiru Biru dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana penunjang kehidupan. Adapun manfaat dari sungai tersebut sebagai sumber pengairan aktivitas, yaitu aktivitas MCK (mandi, cuci dan kakus), pertanian dan budidaya serta Sungai Sibiru Biru juga dijadikan masyarakat sebagai tempat objek wisata.

4 Baca lebih lajut

Efek Aktivitas Masyarakat terhadap Kelimpahan Ikan Cencen (Mystacoleucus marginatus) di Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

Efek Aktivitas Masyarakat terhadap Kelimpahan Ikan Cencen (Mystacoleucus marginatus) di Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

Ikan cencen (Mystacoleucus marginatus) merupakan ikan air tawar yang hidupnya dipengaruhi oleh arus. Pemanfaatan sungai sebagai tempat pembuangan air limbah merupakan dampak dari aktivitas masyarakat terhadap lingkungan yang dapat menyebabkan perubahan faktor lingkungan sehingga akan berakibat buruk bagi kehidupan organisme air. Keberadaan ikan cencen di dalam perairan sangat ditentukan oleh kondisi fisik dan kimia perairan tersebut. Berubahnya kualitas suatu perairan sangat mempengaruhi kehidupan biota yang hidup di dasar perairan tersebut. Salah satu biota tersebut adalah ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aktivitas masyaraka tterhadap kepadatan ikan dan kualitas air Sungai Sibiru-Biru. Penelitian ini dilakukan dari bulan April sampai Juni 2015. Sampel diambil dari empat stasiun pengamatan, dan pada setiap stasiun pengamatan dilakukan 3 kali ulangan. Titik pengambilan sampel ditentukan menggunakan metode Purposive Sampling. Dari hasil penelitian didapatkan ikan cencen sebanyak 92 ekor. Nilai total Kepadatan Populasi tertinggi terdapat pada stasiun II sebesar 0,45ind/m 2 dan nilai Kepadatan Populasi terendah terdapat pada stasiun IV sebesar 0,08 ind/m 2 . Kualitas Perairan Sungai Sibiru- Biru dalam kategori tercemar. Berdasarkan hubungan panjang berat dinyatakan pola pertumbuhan ikan cencen di perairan Sungai Sibiru-Biru bersifat Allometrik Negatif hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang ikan cencen lebih dominan dibandingkan pertumbuhan beratnya.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Efek Aktivitas Masyarakat terhadap Kelimpahan Ikan Cencen (Mystacoleucus marginatus) di Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

Efek Aktivitas Masyarakat terhadap Kelimpahan Ikan Cencen (Mystacoleucus marginatus) di Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

Menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul Efek Aktivitas Masyarakat terhadap Kepadatan Ikan Cencen (Mystacoleucus marginatus) di Hulu Sungai Sibiru-Biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara adalah benar merupakan hasil karya Saya sendiri dan belum ada diajukan dalam bentuk apapun kepada Perguruan Tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir Skripsi ini.

15 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Penelitian di Sungai Sibiru-biru telah dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman plankton, hubungan faktor fisik dan kimia perairan dengan keanekaragaman plankton. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Purpossive Random Sampling pada 4 stasiun, berdasarkan perbedaan aktivitas masyarakat yang berlangsung pada masing-masing stasiun penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, fitoplankton diklasifikasikan dalam 4 kelas, 16 famili dan 22 genus. Zooplankton diklasifikasikan dalam 6 kelas, 7 famili dan 7 genus. Nilai kelimpahan plankton tertinggi terdapat pada stasiun 1sebesar 5.306,122 ind/L dan terendah terdapat pada stasiun 4 sebesar 2.285,714ind/L. Indeks keanekaragaman (H’) tertinggi pada stasiun 4 sebesar 2,842 sedangkan indeks keanekaragaman terendah pada stasiun 1 sebesar 2,548. Indeks keseragaman tertinggi (E) pada stasiun 2 sebesar 0,966, sedangkan Indeks keseragaman terendah pada stasiun 1 sebesar 0,919. Parameter kimia dan fisik (suhu dan oksigen terlarut) memiliki korelasi sangat kuat terhadap keanekaragaman plankton.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dan maha Penyayang, dengan limpah karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru -biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara” .

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Kegiatan Wisata Terhadap Kualitas Air Sungai Sibiru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

Pengaruh Kegiatan Wisata Terhadap Kualitas Air Sungai Sibiru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Kegiatan Wisata Terhadap Kualitas Air Sungai Sibiru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang” benar merupakan hasil karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber dan data informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka diakhir skripsi ini.

13 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Telah dilakukan penelitian dengan judul Keanekaragaman Ikan di Perairan Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling yaitu empat stasiun penelitian yang berbeda berdasarkan aktivitas masyarakat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 30 kali pengulangan pada masing- masing stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Keanekaragaman Ikan di Sungai Sibiru-biru terdiri dari dua ordo, empat famili, enam genus dan tujuh species. Total kelimpahan ikan tertinggi terdapat pada stasiun empat yaitu 0,072 ind/m 2 dan terendah terdapat pada stasiun satu yaitu 0,048 ind/m 2 . Keanekaragaman ikan tertinggi terdapat pada stasiun empat dengan nilai 1,36 dan terendah pada stasiun tiga yaitu 1,04. Jenis ikan yang ditemukan pada semua stasiun penelitian adalah Oreochromis niloticus , Hampala macrolepidota , Mystacoleucus marginatus , Tor soro , Tor tambroides , Channa striata, Oxyeleotris marmorata . Kecepatan arus, penetrasi cahaya dan intensitas cahaya berkorelasi signifikan terhadap keanekaragaman ikan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Faktor cahaya matahari yang masuk ke dalam air akan mempengaruhi sifat-sifat optis dari air. Sebagian cahaya matahari tersebut akan diabsorbsi dan sebagian lagi akan dipantulkan ke luar dari permukaan air. Dengan terbentuknya kedalaman lapisan air, intensitas cahaya tersebut akan mengalami perubahan yang signifikan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Cahaya gelombang pendek merupakan yang paling kuat mengalami pembiasaan yang menyebabkan kolam air yang jernih akan terlihat bewarna biru pada permukaan. Pada lapisan dasar, warna air akan berubah menjadi hijau kekuningan karena intensitas dari warna ini paling baik ditarnsmisi dalam air sampai ke lapisan dasar (Barus, 2004).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Kegiatan Wisata Terhadap Kualitas Air Sungai Sibiru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

Pengaruh Kegiatan Wisata Terhadap Kualitas Air Sungai Sibiru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang

Manfaat terbesar sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan serta tidak jarang dijumpai dijadikan sebagai objek wisata.Penelitian ini telah dilakukan di Sungai Sibiru Biru, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang pada bulan April–Mei 2015 dengan menganalisis pengaruh kegitan wisata terhadap kualitas air Sungai Sibiru Biru serta mengetahui persepsi pengunjung dan pengelola objek wisata Sungai Sibiru Biru. Parameter yang diamati adalah kecepatan arus, suhu, TSS, DO, pH,BOD 5 , N, P dan Total Coliform. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Berbagai aktivitas manusia yang berlangsung di sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, seperti penambangan batu sungai, pemukiman, pariwisata, dan persawahan mengakibatkan perubahan faktor fisik-kimia perairan yang berdampak pada keanekaragaman plankton. Namun sejauh ini belum diketahui keanekaragaman plankton di kawasan sungai Sibiru-biru dan hubungannya dengan faktor fisik-kimia perairan.

3 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Keanekaragaman Plankton di Sungai Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

An experiment in Sibiru-biru River has been conducted to know plankton diversity, physical and chemical parameters of water in relation to the diversity of plankton. Plankton diversity assessed through “purposive random sampling” at five locations according to community activities in the area. Phytoplankton was classified into 4 classes,16 families and 22 genera. Zooplankton was classified into 6 classes,7 families and 7 genera. The highest abundance is recorded from the first station with the number 5,306.122 ind/L, while the lowest is found at the fourth station with the number 2,587.714 ind/L. For the diversity index, the highest is recorded from the forth station (2.842),while the lowest is found at the first station (2.548). The highest of equitability index was 0.966 at the second station and the lowest was 0,919 at the first station. Chemical and physical parameters (temperature and dissolved oxygen) are evidently correlated with the plankton diversity.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Identifikasi Dan Inventarisasi Pengelolaan Hutan Rakyat Di Kecamatan Biru-Biru

Identifikasi Dan Inventarisasi Pengelolaan Hutan Rakyat Di Kecamatan Biru-Biru

Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2008 sampai Maret 2009 dengan tujuan untuk mengidentifikasi kegiatan pengelolaan hutan rakyat di Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang, mengetahui beberapa karakteristik hutan rakyat (pola pengelolaan, pola penggunaan lahan, rasio antara pohon kayu dan pohon buah), mengetahui potensi tegakan hutan rakyat, dan mengetahui manfaat ekonomis hutan rakyat berupa tambahan pendapatan masyarakat. Data penelitian yang diambil adalah data sekunder dan data primer yang didapat dari instansi terkait maupun dengan metode wawancara terhadap masyarakat setempat. Analisa data menghitung potensi tegakan hutan menggunakan rumus penghitungan volume pohon dan kemudian dijelaskan secara deskriptif berdasarkan tabulasi dan grafik yang di peroleh. Hasil diperoleh di Kecamatan Biru-biru kegiatan pengelolaan hutan rakyat dimulai dengan kegiatan persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pemasaran dengan bentuk pengelolaan hutan rakyat paling dominan adalah sistem agroforestri. Pada umumnya pola penggunaan lahan tidak intensif dengan persentase 72,72 %, struktur tegakan yang mendominasi adalah pohon yang memiliki diameter 11-20 cm sedangkan jenis pohon yang mendominasi adalah mahoni (Swietenia mahagoni), dan rasio pohon kayu lebih besar daripada rasio pohon buah. Potensi tegakan tanaman Hutan Rakyat di Kecamatan Biru-Biru adalah 148 m 3 dengan luas lahan 13,9 ha dan potensi 10,64 m 3 , dengan nilai total tegakan hutan rakyat yang mencapai Rp1.480.0000. Manfaat ekonomi dari hutan rakyat di Kecamatan Biru-biru bagi masyarakat dapat membantu menambah pendapatan petani/masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraannya selain manfaat ekologis merehabilitasi lahan- lahan kritis dan terlantar.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Kajian Karakteristik Fisik Tanah Di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) Kebun Adolina PTPN IV Pada Beberapa Generasi Tanam

Kajian Karakteristik Fisik Tanah Di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) Kebun Adolina PTPN IV Pada Beberapa Generasi Tanam

Jemahaganta Surbakti,“Diversityof Insects in Cocoa (Theobroma cacao L.)Plantations with Integrated Pest Management (IPM) and Non IPM in Biru-biru District of Deli Serdang Regency”, supervised by Suzanna Fitriani Sitepu andSyahrial Oemry.The cocoa farmers mostly practice conventional pest control that can be harmful to the environment, therefore integrated pest management has been developed. This research aimed to know diversity of insects in cocoa plantations affected by integrated pest management (IPM) and conventional (non IPM) techniques. This research was conducted in two villages in Biru-Biru district, Deli Serdang Regency and in Plant Pests and Diseases Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan in June until September 2016. This research used four insect traps (sweep net, pitfall trap, light trap, and yellow trap), and repeated for five times. The results showed that insects caught on cocoa plantations with IPM there are 12 orders and 44 families, thehighest relative density value is 27,49%, the lowest amounted to 0,07%, the value of insect diversity index of Shannon-Weiner (H') is 2,90 (moderate) and the value of insect evenness index (E) is 0,76 (high) whereas on cocoa plantations with non IPM there are 10 Orders and 39 families with the highest relative density value is 25,27%, the lowest amounted to 0,10%, the value of insect diversity index of Shannon-Weiner (H') is 2,76(moderate) and the value of insect evenness index (E) is 0,75 (high).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 8241 documents...

Related subjects