Bonded Magnet Nd-Fe-B

Top PDF Bonded Magnet Nd-Fe-B:

Efek Penambahan Na2O Terhadap Proses Sintering, Sifat Fisis, dan Sifat Magnet BaFe12O19

Efek Penambahan Na2O Terhadap Proses Sintering, Sifat Fisis, dan Sifat Magnet BaFe12O19

Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro Dan Sifat Magnet.. Universitas sumatera utara.[r]

2 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

Magnet adalah suatu benda yang mempunyai medan magnet dan mempunyai gaya tolak menolak dan tarik menarik terhadap benda-benda tertentu. Efek tarik menarik dan tolak menolak pada magnet disebut dengan magnetisme. Kata magnet berasal dari bahasa Yunani yaitu Magnitis Lithos yang berarti batu Magnesian. Magnesian adalah nama sebuah wilayah Yunani pada masa lalu, dimana terdapat batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut. Setiap magnet mempunyai dua kutub yang terletak dibagian ujung- ujungnya yaitu kutub selatan dan kutub utara. Material magnet adalah salah satu komponen yang banyak digunakan pada peralatan elektronika, telekomunikasi dan otomotif, dan sampai saat ini komponen tersebut sebagian besar masih diimpor. Material magnet dibagi menjadi dua jenis yaitu material magnet lunak dan material magnet keras. Material magnet lunak dapat diaplikasikan pada sirkulator dan pada transformator. Sedangkan, material magnet keras dapat diaplikasikan pada motor DC, kWh meter, meteran air dan lain-lainnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

2.2 Medan Magnet - Pelapisan Ni Pada Magnet Bonded PrFeB Dengan Metode Elektroplating

2.2 Medan Magnet - Pelapisan Ni Pada Magnet Bonded PrFeB Dengan Metode Elektroplating

Dewasa ini terdapat tiga bahan magnet permanen komersil, antara lain ferrite, AlNiCo, dan paduan berbasis Samarium-Cobalt (paduan antar logam SmCo5, Sm2 Co17). Magnet ferrite memiliki energi produk 5 MGOe, AlNiCo dapat menghasilkan energi produk sebesar 13 MGOe, dan magnet Sm-Co dapat menghasilkan energi produk sebesar 20 MGOe. Meskipun magnet Sm-Co dapat menghasilkan energi produk sebesar 20 MGOe, harganya relatif mahal, sehingga magnet tersebut jarang digunakan dalam skala besar (Deswita, 2007). Dalam perkembangan magnet beberapa tahun terakhir, ditemukan magnet Re-Fe-B dengan energi produk mencapai 50 MGOe. Magnet Re-Fe-B merupakan magnet permanen yang terbuat dari paduan logam tanah jarang (Re) berjenis Neodymium (Nd) atau Praseodymium (Pr), logam Besi (Fe), dan Boron (B) dengan fasa magnet Nd2Fe14B atau Pr2Fe14B yang memiliki struktur kristal tetragonal. Selain memiliki sifat magnet intrinsik yang lebih baik, magnet ReFeB relatif lebih murah dibandingkan dengan magnet Samarium-Cobalt (Deswita, 2007). Meskipun PrFeB dan NdFeB sama-sama merupakan magnet logam tanah jarang, magnet NdFeB dan PrFeB memiliki perbedaan sifat magnet, antara lain temperaur curie (T C ) dan energi produk (BH)max yang dihasilkan. Magnet PrFeB
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pelapisan Ni Pada Magnet Bonded PrFeB Dengan Metode Elektroplating

Pelapisan Ni Pada Magnet Bonded PrFeB Dengan Metode Elektroplating

Dewasa ini terdapat tiga bahan magnet permanen komersil, antara lain ferrite, AlNiCo, dan paduan berbasis Samarium-Cobalt (paduan antar logam SmCo5, Sm2 Co17). Magnet ferrite memiliki energi produk 5 MGOe, AlNiCo dapat menghasilkan energi produk sebesar 13 MGOe, dan magnet Sm-Co dapat menghasilkan energi produk sebesar 20 MGOe. Meskipun magnet Sm-Co dapat menghasilkan energi produk sebesar 20 MGOe, harganya relatif mahal, sehingga magnet tersebut jarang digunakan dalam skala besar (Deswita, 2007). Dalam perkembangan magnet beberapa tahun terakhir, ditemukan magnet Re-Fe-B dengan energi produk mencapai 50 MGOe. Magnet Re-Fe-B merupakan magnet permanen yang terbuat dari paduan logam tanah jarang (Re) berjenis Neodymium (Nd) atau Praseodymium (Pr), logam Besi (Fe), dan Boron (B) dengan fasa magnet Nd2Fe14B atau Pr2Fe14B yang memiliki struktur kristal tetragonal. Selain memiliki sifat magnet intrinsik yang lebih baik, magnet ReFeB relatif lebih murah dibandingkan dengan magnet Samarium-Cobalt (Deswita, 2007). Meskipun PrFeB dan NdFeB sama-sama merupakan magnet logam tanah jarang, magnet NdFeB dan PrFeB memiliki perbedaan sifat magnet, antara lain temperaur curie (T C ) dan energi produk (BH)max yang dihasilkan. Magnet PrFeB
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Perkembangan magnet permanen saat ini sangat difokuskan untuk magnet permanen energi tinggi. Salah satu bahan magnet permanen yang dapat menghasilkan energi tinggi tersebut adalah dari jenis Re- Fe-B (Re = Nd, Pr). Bahkan magnet permanen berbasis Nd-Fe-B telah menghasilkan energi produk mencapai 50 MGOe. Magnet permanen berjenis Re-Fe-B ini terbuat dari paduan logam tanah jarang berjenis Neodymium atau Praseodymium, logam Besi, dan Boron dengan fasa magnet Nd 2 Fe 14 B atau Pr 2 Fe 14 B yang memiliki struktur kristal tetragonal. Kelebihan lain dari magnet permanen berbasis Re-Fe-B ini adalah memiliki Induksi magnet saturasi yang tinggi mencapai 1,6 T atau 16 kG, dengan induksi remanensi tertinggi saat ini mencapai 1,53 T atau 15,3 kG dalam bentuk magnet sinter. (Candra Kurniawan, 2013)
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Bahan magnetik logam tanah jarang RE-TM-B (RE = Rare Earth ; TM = Transition Metals B = boron) telah menambah dimensi baru dalam dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama pada bidang magnet permanen. Fasa magnetik dari bahan magnetik logam tanah jarang yang masih menjadi perhatian serius oleh kalangan peneliti sampai dewasa ini adalah Nd 2 Fe 14 B, tidak saja dikarenakan fasamagnetik ini memiliki sifat intrinsik yang

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Research about manufacturing of Flakes NdFeB magnet bonded from wet milling process HEM with toluene addition at milling time to the physical properties, microstructure and magnetic properties with milling time (15 minute, 30 minutes, 45 minutes and 60 minutes) has been done. Product powder of wet milling is used to analysis particle diameter size using PSA and crystaline phase structure using XRD. Then it compacted with a pressure of 80 kgf/cm2 to form pellet samples. And sample are dried at curing temperature of 100 0 C for an hour. And then sample pellets are characterizated using Optical Mikroskopy to analysis grain sizes, bulk density and magnetic properties using Gaussmeter and VSM. From the research known that the optimum average diameter particle are at milling time of 60 min, 40,30 um. XRD analysis shows there two phase formed, yaitu Nd 2 Fe 14 B as fasa dominant phase dan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Jasna Stajic Trosic, Mirko Stijepovic, Jasmina Stevanovic, Radoslav Aleksic and Aleksandar Grujic (2011). Magnetic and Dynamic Mechanical Properties of Nd-Fe-B Composite Materials with Polymer Matrix, Metal, Ceramic and Polymeric Composites for Various Uses, Dr. John Cuppoletti (Ed.), ISBN: 978-953-307-353-8, InTech.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Telah dilakukan penelitian pembuatan bonded magnet flakes NdFeB dari proses wet milling HEM (High Energy Milling) dengan ditambahkan toulene pada saat penggilingan terhadap sifat fisis, mikrostruktur dan sifat magnetnya dengan variasi waktu milling yaitu 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Serbuk hasil wet milling kemudian dianalisa ukuran diamer partikel menggunakan PSA, dan struktur fasa kristalin dengan menggunakan XRD. Kemudian dilakukan pembuatan sampel uji berupa pelet dengan proses kompaksi dengan tekanan 80 kgf/cm 2 . Setelah didapatkan sampel pelet dilakukan pengeringan pada suhu 100 0 C selama 1 jam. Kemudian dilakukan karakterisasi sampel pelet dengan Optik Mikroskop untuk mengetahui grain size, bulk density, dam sifat magnet dengan meggunakan Gaussmeter dan VSM. Dari hasil penelitian diameter rata-rata partikel optimum pada waktu milling 60 menit, yaitu 40,30 µm. Hasil analisa XRD menunjukkan 2 fasa yang muncul, yaitu Nd 2 Fe 14 B sebagai fasa dominan dan Fe sebagai fasa minor.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

Hubungan Antara Ukuran Partikel Pada Pembuatan Bonded Permanen Magnet Nd-Fe-B Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Magnet

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bonded magnet NdFeB type MQP- B + dengan melihat hubungan antara ukuran partikel terhadap struktur mikro dan sifat magnet. Proses pembuatan magnet permanen bonded Nd-Fe-B dengan matriks Polyvinyl Chloride type KH-10 dilakukan dengan mencampurkan serbuk magnet Neodymium Iron Boron (Nd-Fe-B) komersil tipe MQP-B + yang telah diayak menggunakan mesh fluorsifiyer. Masing-masing ukuran partikel yaitu Original Powder dan ukuran partikel yang lolos ayakan 50, 100, 200, dan 325 mesh. Komposisi polyvinyl chloride sebesar 2% berat dari massa total sampel 3 gram. Campuran ini kemudian dicetak dengan metode dry compression moulding dengan tekanan sampel 40 MPa dan dikeringkan pada temperatur 150ºC selama 30 menit dalam lingkungan Argon. Karakterisasi struktur mikro dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD). Sifat magnet dikarakterisasi menggunakan Gaussmeter dan Permagraph untuk mengetahui kuat medan dan kurva histerisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran partikel maka semakin meningkat nilai densitasnya tetapi tidak berpengaruh dengan nilai kuat medan magnetnya. Sifat magnet terbaik pada ukuran partikel 100 mesh, menghasilkan nilai bulk denstity = 6,47 g/cm 3 dan nilai kuat medan = 2332 gauss, Br = 6,12 kG, HcJ = 8,450 kOe, BHmax = 7,43 MGOe .
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA UKURAN PARTIKEL PADA PEMBUATAN BONDED PERMANEN MAGNET Nd-Fe-B TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MAGNET SKRIPSI ZAILANI RAY

HUBUNGAN ANTARA UKURAN PARTIKEL PADA PEMBUATAN BONDED PERMANEN MAGNET Nd-Fe-B TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MAGNET SKRIPSI ZAILANI RAY

Gambar 2.1 Pembagian bahan menurut sifat magnet 6 Gambar 2.2 Kurva Histerisis untuk Ferromagnetik dan Ferrimagnetik 8 Gambar 2.3 Kurva Histerisis Material Magnetik 9 Gambar 3.1 Tahapan penelitian pembuatan dan karakterisasi bonded

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Paduan nanocrystalline NdFeB merupakan salah satu bahan diantara bahan magnetik unggul dengan energi produk maksimal (mendekati 50 MGOe). Disamping memiliki remanen dan koersivitas yang tinggi, juga temperatur Curie yang tinggi (mendekati 312 °C), membuat tipe paduan magnet ini diidentifikasi sangat cocok untuk dilakukan penelitian dan pengembangan yang lebih jauh dari komposit magnetik dengan matriks polimer atau disebut juga bonded magnet. Penelitian modern tentang komposit magnet berbasis paduan FeB diarahkan dalam beberapa tujuan seperti meningkatkan energi magnetik dengan maksud optimalisasi kapasitas magnetik, meningkatkan ketahanan terhadap korosi, optimalisasi proses produksi seperti parameter proses, penurunan kadar serbuk tanah jarang (Nd), penargetan dalam menurunkan harga dari material magnet sambil menjaga nilai energi maksimum magnetik tetap tinggi. Aplikasi dari berbagai teknik dalam proses produksi bonded magnet memberikan kemungkinan untuk pemanfaatan berbagai serbuk magnet dalam penggabungan dengan bahan polimer yang berbeda-beda sebagai zat pengikat. Keuntungan dari penggunaan material komposit magnet termasuk teknologi serderhananya, kemungkinan menghasilkan sifat akhir yang baik, biaya pembuatan yang rendah dan kehilangan presentase bahan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Bakelit Dan Resin Epoksi Pada Pembuatan Bonded Magnet Permanen Pr-Fe-B

Pengaruh Komposisi Bakelit Dan Resin Epoksi Pada Pembuatan Bonded Magnet Permanen Pr-Fe-B

Penelitian terbaru dalam bidang komposit material magnet berbasis paduan Re- Fe-B (Re: Nd, Pr) diarahkan menuju empat tujuan dasar: meningkatkan energi magnetik, yang berarti mengoptimalkan kapasitas magnetik; meningkatkan ketahanan terhadap korosi; optimalisasi proses produksi pada parameter proses; dan mengurangi substansi bahan magnet tanah jarang, tujuannya adalah mengurangi harga produksi dari material magnet akhir, tetapi tetap menjaga nilai yang tinggi dari energi produksi maksimum. Penerapan berbagai teknik proses dalam proses produksi bonded magnet, memberikan kemungkinan untuk pemanfaatan berbagai bubuk magnetik dalam kombinasi dengan bahan polimer yang berbeda sebagai zat pengikat. Pengembangan teknologi bonded, mengeksplorasi kemungkinan aplikasi dari berbagai tipe variasi dari serbuk magnet dan matriks polimer, menguji pengaruh polimer tersebut, misalnya pengaruh terhadap parameter proses, untuk mencapai kapasitas mekanik dan magnetik yang optimal adalah focus penelitian tentang bonded magnet beberapa tahun terakhir (Trosic, 2011).
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

BAB 2 LANDASAN TEORI - Efek Waktu Milling Menggunakan Hem (High Energy Milling) Pada Pembuatan Magnet Bonded Pr-Fe-B

BAB 2 LANDASAN TEORI - Efek Waktu Milling Menggunakan Hem (High Energy Milling) Pada Pembuatan Magnet Bonded Pr-Fe-B

Magnet dan kemagnetan adalah dua kata yang tidak dapat terpisahkan dalam membahas bahan magnet. Pembahasan mengenai kemagnetan suatu bahan selalu akan sangat menarik dan unik. Satu batangan magnet, selalu muncul dalam konfigurasi terpolarisasi magnet berpasangan yang sering dinotasikan sesuai dengan sistem kutub bumi, yakni kutub Utara dan kutub Selatan. Pada bahan magnet, polarisasi momen magnet tetap terjaga walaupun batangan magnet dipotong hingga bagian yang sangat kecil. Apabila dapat ‘masuk ke dalam atom’ maka akan terlihat bahwa spin momen elektron akan terpolarisasi secara berpasangan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pembuatan Bonded Anisotropi Magnet NdFeB  dan Karakterisasinya

Pembuatan Bonded Anisotropi Magnet NdFeB dan Karakterisasinya

Research on fabrications of bonded magnets NdFeB type MQA-37-16 with polivynil chloride binder has been done. The purpose of this study the effect of field strength and orientation on the physical and magnetic properties in the manufacture of bonded magnets NdFeB. Preparation process by dry mixing powder magnets NdFeB and polivynil chloride binder bi using Shaker Mill. For each sample takes 4 grams total mass of bonded magnet NdFeB. Printing is done isotropic and anisotropy using a magnetic field orientation at 2661,1; 3266,4; 3755,6; and 4799,8 gauss and pressurized sample at 35MPa. Then curing temperature sample of 150 o C samples for 30 minutes in an inert (argon) atmosphere. Characterization includes : analysis of density measurements by Archimedes principle, XRD Analysis, mikrostructure with SEM, measurement of magnetic field strength (flux density) with Gaussmeter and measurement BH curve with Permagraph. The results showed that the manufacture of bonded magnets with strong magnetic field orientation at 3266,4 gauss produces optimum magnetic flux density at 3216,7 G with bulk density = 5,39 g/cm 3 , Remanensi (Br) = 4,01 kG, Coercivity (Hcj) = 10,962 kOe, Energy Product (BH) max = 3,26 MGOe
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Pengaruh Komposisi BaFe12O19 dan Fe pada Pembuatan Hybrid Bonded Magnet Berbasis NdFeB terhadap Sifat Fisis, Magnet dan Mikrostruktur

Tugas akhir merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara Medan. Untuk memenuhi persyaratan diatas penulis mengerjakan tugas akhir dengan judul : “ PENGARUH KOMPOSISI BaFe 12 O 19 dan Fe pada PEMBUATAN HYBRID

13 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Komposisi Bakelit Dan Resin Epoksi Pada Pembuatan Bonded Magnet Permanen Pr-Fe-B

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Komposisi Bakelit Dan Resin Epoksi Pada Pembuatan Bonded Magnet Permanen Pr-Fe-B

Karena hasil – kali antara medan magnetik (A/m) dan induksi (V.s/m 2 ) adalah energi persatuan volume, daerah terintegrasi di dalam kurva histeresis adalah energi yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus magnetisasi dari 0 ke +H ke – H ke 0. Energi yang diperlukan magnet lunak sangat kecil, sedangkan magnet keras memerlukan energi yang cukup besar dan pada kondisi ruang demagnetisasi tidak akan terjadi. Magnetisasinya adalah magnetisasi yang permanen. Untuk itu, magnet keras (hard magnetic) dapat juga disebut sebagai magnet permanen. Beberapa sifat dari magnet permanen dapat dilihat pada tabel 2.2 di bawah ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengkayaan Nd pada Pembuatan Serbuk Bahan Magnet Nd2Fe14B Terhadap Struktur Kristalin, Mikrostruktur dan Sifat Magnet

Pengaruh Pengkayaan Nd pada Pembuatan Serbuk Bahan Magnet Nd2Fe14B Terhadap Struktur Kristalin, Mikrostruktur dan Sifat Magnet

rich was conducted by mixing Neodymium powders (Nd). Iron powders (Fe), and boron powders (B) in a vacuum. Ratio of composition are Nd 1,33 gram; 3,62 gram; B 0,05 gram with total mass 5 gram and then heat treatment was conducted to 720ºC. The results are Nd 2 Fe 14 B powder and then variation was conducted with addition of Nd 0,3

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Pengaruh Komposisi Polyvinyl Butyral (PVB) Pada Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Mikrostruktur, Sifat Fisis dan Magnet

Neodymium (Nd) adalah unsur kimia yang pada tabel susunan berkala termasuk kedalam kelompok unsur lantanida dan dikenal sebagai unsur tanah jarang yang memiliki nomor atom 60 serta konfigurasi elektron terluarnya adalah [Xe] 6S 2 4F 4 . Unsur - unsur lantanida atau lanthanons dikenal dengan nama fourteen elements, karena jumlahnya 14 unsur, seperti Cerium (Ce), Praseodymium (Pr), Neodymium (Nd), Promhetium (Pm), Samarium (Sm), Europium (Eu), Gadolinium (Gd), Terbium (Tb), Dysprosium (Dy), Holmium(Ho), Erbium (Er), thulium (Tm), Yterbium (Yb) dan Lutetium (Lu).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pembuatan Magnet Bonded Permanen PrFeB  dengan Binder Polyester dan Silicone Rubber

Pembuatan Magnet Bonded Permanen PrFeB dengan Binder Polyester dan Silicone Rubber

Research on fabrications bonded magnets PrFeB type MQEP 16-7 with polyester and silicone rubber binder has been done. The purpose of this study is determination of the effect of polyester and silicone rubber matrix on the mechanical and magnetic properties in the manufacture of bonded magnets PrFeB. The process of fabrications bonded magnets PrFeB made by mixing powder and magnets PrFeB respectively - each with variations binder composition (wt%) are 2, 4, 6, and 8. For each sample takes 8 grams total mass of bonded magnets PrFeB. Once the powder mixture is made, then printed using compression molding method with a sample pressure of 5 tons. Curing temperature of 150° C for samples bonded magnet with polyester binder and room temperature for samples bonded magnet with silicone rubber binder. The results showed that the best magnetic field derived from the manufacture of bonded magnets with the addition of 2% silicone rubber binder at 1156.9 G and energy product (BH) max 9.15 MGOe, as well as the value of 10.4 BHN Brinell
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...