BONDING GENERASI VII

Top PDF BONDING GENERASI VII:

Perbedaan Kekuatan Geser dan Kekuatan Tarik pada Restorasi Resin Komposit Microhybrid dengan Bonding Generasi V dan Bonding Generasi VII | Susra | Insisiva Dental Journal 578 1809 1 PB

Perbedaan Kekuatan Geser dan Kekuatan Tarik pada Restorasi Resin Komposit Microhybrid dengan Bonding Generasi V dan Bonding Generasi VII | Susra | Insisiva Dental Journal 578 1809 1 PB

Bonding generasi V menunjukkan hasil uji kekuatan geser dan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan bonding generasi VII. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pengaplikasian bonding generasi V dengan 2 tahap pemakaian. Pemakaian pertama adalah tahap pengetsaan dengan asam fosforik selama 15 detik dan yang kedua adalah pengaplikasian bonding yang berisi cairan adhesive dan primer da- lam 1 botol. 13 Pengetsaan fosfat pada email akan menghasilkan energi permukaan yang tinggi pada permukaan email yang menyebabkan demineralisasi mineral penyusun email. Permukaan dengan energi permukaan yang tinggi akan meningkatkan efisiensi wetting (pembasahan) oleh resin yang bersifat hidrofobik sehingga akan memperluas dan memperkuat bidang ikatan. Pada prinsipnya pengetsaan dentin akan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Evaluasi Kebocoran Tepi Bonding Generasi V dan Bonding Generasi VII Pada Restorasi Kelas V Resin Komposit Microhybrid

Evaluasi Kebocoran Tepi Bonding Generasi V dan Bonding Generasi VII Pada Restorasi Kelas V Resin Komposit Microhybrid

Bo nd ing g e ne ra si VII se mua b a ha n e tsa , p rim e r d a n a d he sive d ija d ika n d a la m sa tu b o to l. Ha l ini m e m p unya i ke le m a ha n, jika ko m b ina si m o no me r a sa m , hid ro filik d a n hid ro fo b ik m e nja d i sa tu la ruta n m e la lui p e nc a m p ura n d a p a t m e rusa k fung si d a ri m a sing -m a sing ko m p o ne n se hing g a d a p a t m e nurunka n p e rle ka ta n b a ik itu p a d a ko m p o sit re sin m a up un p e rm uka a n d e ntin. 11

4 Baca lebih lajut

Perbedaan Kekuatan Ikat Gesr Resin Komposit Nanofiller pada Dentin yang Diaplikasikan Bonding Generasi V dan Generasi VII.

Perbedaan Kekuatan Ikat Gesr Resin Komposit Nanofiller pada Dentin yang Diaplikasikan Bonding Generasi V dan Generasi VII.

kompresi yang akan didistribusikan melebihi volume internal struktur. Gigi yang telah direstorasi akan mengirimkan tekanan yang berbeda dengan gigi yang masih utuh. Gaya apapun pada restorasi yang menghasilkan kompresi, tekanan atau gaya geser pada gigi/interface restorasi, menyebabkan distribusi gaya yang kompleks, kombinasi dari gaya tekan, tarik, dan geser. Proses mastikasi berkaitan dengan terjadinya pergeseran, kekuatan adhesif pada permukaan suatu bahan dilihat dari kekuatan ikat gesernya. Berdasarkan penelitian oleh Viresh (2009), menunjukkan bahwa bonding two-bottle system (bonding generasi VI) memiliki kekuatan ikat tarik 30 persen lebih besar dibandingkan single-bottle system (bonding generasi VII). Tingginya kekuatan ikat bonding generasi VI dibandingkan bonding generasi VII dikarenakan bonding generasi VI memiliki pH yang lebih rendah, adanya pelarut organik dalam bentuk ethanol, konsentrasi pelarut yang rendah, demineralisasi dan etsa yang terbatas pada dentin, dan derajat polimerisasi yang tinggi. 14,15
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Perbedaan Pengaruh Teknik Dry-Bonding, Water Wet-Bonding dan Ethanol Wet-Bonding Pada Restorasi Klas II Resin Komposit Nanohybrid Terhadap Celah Mikro (In Vitro)

Perbedaan Pengaruh Teknik Dry-Bonding, Water Wet-Bonding dan Ethanol Wet-Bonding Pada Restorasi Klas II Resin Komposit Nanohybrid Terhadap Celah Mikro (In Vitro)

Oscar (2010) menyatakan bahwa pada preparasi Klas II sangat sulit untuk melakukan prosedur bonding yang sempurna karena daerah dentin dekat sulkus gingiva tidak cukup kuat menahan stress yang ditimbulkan oleh shrinkage polimerisasi dan kavitas selalu basah sehingga sulit dikendalikan.

17 Baca lebih lajut

Reaktor Nuklir dari generasi ke generasi

Reaktor Nuklir dari generasi ke generasi

Produsen memulai pengembangan Gen III + sistem pada 1990-an dengan membangun pada pengalaman operasi dari Amerika, Jepang, dan Eropa Barat Armada LWR. Mungkin peningkatan yang paling signifikan dari Gen III + sistem over-generasi kedua desain adalah penggabungan dalam beberapa desain fitur keselamatan pasif yang tidak memerlukan kontrol aktif atau intervensi operator melainkan bergantung pada gravitasi atau konveksi alami untuk mengurangi dampak peristiwa abnormal.

9 Baca lebih lajut

Kata-kata Kunci: Interface, lapisan tipis, SAP2000, CIRCLY 4, Bonding Stiffness. Abstract - Rentang Modulus dari Thin Layer yang Menunjukkan Kondisi Bonding Antar Lapisan Beraspal

Kata-kata Kunci: Interface, lapisan tipis, SAP2000, CIRCLY 4, Bonding Stiffness. Abstract - Rentang Modulus dari Thin Layer yang Menunjukkan Kondisi Bonding Antar Lapisan Beraspal

• Lapisan bonding antar bituminuous layer dapat dimodelkan secara matematis berupa elemen geser dengan ketebalan sangat tipis. Dari model ini dapat diturunkan persamaan matematis dari bonding stiffness yang menghubungkan parameter modulus geser, modulus kekakuan dan bonding stiffness. • Program SAP2000 dapat digunakan untuk

6 Baca lebih lajut

BAHASA TOLAKI DARI GENERASI KE GENERASI

BAHASA TOLAKI DARI GENERASI KE GENERASI

Pada masa lalu, orang Tolaki memiliki saat -saat tertentu yang dipandang tepat untuk mendongeng. Anak -anak mendengarkan cerita rak yat Tolaki dalam bahasa yang masih terjaga keasliannya. Kaidah tuturan masih diterapkan dalam setiap aliran kisah yang keluar dari lisan orang tua mereka. Menurut penuturan narasumber penulis (seorang penutur asli bahasa Tolaki di desa Wawonggole berusia sekitar 25 tahun), waktu ia masih kecil, orang tuan ya (berusia antara 50 — 60 tahun) masih suka mendongeng cerita -cerita tradisional untuk anak-anaknya. Akan tetapi, orang tua setelah generasi orang tuan ya (sekarang berusia sekitar 40 tahuna n) sudah tidak lagi me melihara kelas tuturan ketika bercerita. Pada saat bercerita, mereka mengombinasikan antara tulura anakia dengan tulura lolo dan tulura ata. Pada cerita narasi biasanya digunakan tulura ata atau tulura lolo, tetapi ketika mengucapkan percakapan dalam dongeng mereka menggunakan tulura anakia.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

File of NET Syllabus of Chemistry ”  Now “

File of NET Syllabus of Chemistry ” Now “

Chemistry of transition elements and coordination compounds – bonding theories, spectral and magnetic properties, reaction mechanisms... Organometallic compounds - synthesis, bonding and[r]

2 Baca lebih lajut

Peran Strategi Customer Bonding dan Stra

Peran Strategi Customer Bonding dan Stra

Berdasarkan analisis dataSEM dengan 5 hipotesa yang diajukan menunjukkan bahwa strategi customer bonding mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, strategi penetapan harga tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan tetapi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan kepuasan pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pelanggan.

1 Baca lebih lajut

ART Rigar Yudistyo, Indrastanti RW Perbandingan Ethernet Bonding pada Linux Full text

ART Rigar Yudistyo, Indrastanti RW Perbandingan Ethernet Bonding pada Linux Full text

Setelah router, ada switch yang berperan sebagai jembatan untuk perangkat- perangkat jaringan sehingga masing-masing perangkat dapat terhubung satu dengan yang lain atau menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya [6]. Switch memiliki sejumlah port ethernet untuk menghubungkan dirinya dengan perangkat- perangkat lain di jaringan. Switch terbagi dalam dua tipe utama yaitu switch layer- two dan layer-three. Switch layer-two beroperasi pada layer data-link model OSI dan berdasarkan teknologi bridging (melakukan fungsi sebagai bridge antara segmen-segmen jaringan LAN, karena mereka meneruskan frame ethernet berdasarkan alamat tujuannya tanpa mengetahui protokol jaringan apa yang digunakan). Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan pada alamat MAC (alamat fisik). Sedangkan, layer three switch atau Multilayer Switch adalah switch yang bekerja pada layer two dan juga bekerja pada layer three yang mempunyai fungsi routing. Switching layer three bekerja dengan menganalisis informasi packet dan meneruskannya berdasar pada alamat IP. Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan alamat jaringan. Switch ini dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang berbeda di dalam suatu internetwork. Penelitian ini menggunakan dua port yang terhubung dari server ke switch sebagai bonding.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

molecular geometries and bonding theorie

molecular geometries and bonding theorie

Molecular Orbital MO Theory • Valence bond theory: • atomic orbitals are mixed in each individual atom before bonding... MO Theory • In H2 the two electrons go into the bonding mole[r]

82 Baca lebih lajut

CUSTOMER BONDING DALAM UPAYA MENINGKATKAN TINGKAT HUNIAN PADA HOTEL BINTANG MULIA JEMBER

CUSTOMER BONDING DALAM UPAYA MENINGKATKAN TINGKAT HUNIAN PADA HOTEL BINTANG MULIA JEMBER

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul “ Customer Bonding Dalam Upaya Meningkatkan Tingkat Hunian pada Hotel Bintang Mulia Jember” adalah benar -benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan subtansial disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan dalam institusi manapun. Karya tulis ini juga bukan hasil jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

17 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Perbedaan Pengaruh Teknik Dry-Bonding, Water Wet-Bonding dan Ethanol Wet-Bonding Pada Restorasi Klas II Resin Komposit Nanohybrid Terhadap Celah Mikro (In Vitro)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Perbedaan Pengaruh Teknik Dry-Bonding, Water Wet-Bonding dan Ethanol Wet-Bonding Pada Restorasi Klas II Resin Komposit Nanohybrid Terhadap Celah Mikro (In Vitro)

Enamel rod atau yang biasa disebut prisma email merupakan kesatuan dasar dari email. Pengaplikasian etsa akan menyebabkan demineralisasi enamel rods yang terpapar sehingga akan menghasilkan mikro porositas yang banyak dan diperoleh ikatan fisik antara resin komposit dan email yang membentuk retensi mikromekanis (Gambar 5). Sedangkan polimerisasi bonding dengan resin komposit menghasilkan ikatan kimia. Pengetsaan enamel menggunakan asam fosfat akan membuang smear layer, melarutkan lapisan enamel dan melarutkan tiap prisma email yang berbeda. 7 Enamel yang dietsa dengan asam fosfat akan tampak frosty (lebih buram) yang menunjukkan keberhasilan pengetsaan pada enamel. 7
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Kunci Jawaban Intan Pariwara Kelas 12 Bi

Kunci Jawaban Intan Pariwara Kelas 12 Bi

Jika mutasi selalu terjadi pada sel kelamin dari generasi ke generasi dapat mengakibatkan susunan gen dalam kromosom generasi pendahulu sangat berbeda dengan generasi berikutnya.. Perist[r]

131 Baca lebih lajut

lecturer 4 protein structur biophysics

lecturer 4 protein structur biophysics

Proteins fold into secondary, tertiary, and quaternary structures based on intra- molecular bonding between functional groups or intermolecular bonding (quaternary only) and can obtain on a variety of three-dimensional shapes depending on the amino acid sequence. All proteins have primary, secondary and tertiary structures but quaternary structures only arise when a protein is made up of two or more polypeptide chains. The folding of proteins is also driven and reinforced by the formation of many bonds between different parts of the chain. The formation of these bonds depends on the amino acid sequence. The study of their structures is important because proteins are essential for every activity in the human body as well as they are the key components of biological materials. Primary structure is when amino acids are linked together by peptide bonds to form polypeptide chains. Secondary structure is when the polypeptide chains fold into regular structures like the beta sheets, alpha helix, turns, or loops. A functional protein is much more than just a polypeptide, it is one or more polypeptides that have been precisely folded into a molecule with a very specific, unique shape which is critical to its function.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Perbedaan Pengaruh Teknik Dry-Bonding, Water Wet-Bonding dan Ethanol Wet-Bonding Pada Restorasi Klas II Resin Komposit Nanohybrid Terhadap Celah Mikro (In Vitro)

Perbedaan Pengaruh Teknik Dry-Bonding, Water Wet-Bonding dan Ethanol Wet-Bonding Pada Restorasi Klas II Resin Komposit Nanohybrid Terhadap Celah Mikro (In Vitro)

Restorasi dengan menggunakan resin komposit dapat menghasilkan warna yang menyerupai gigi asli. 2,4 Tetapi kelemahan dari bahan ini adalah sering terjadinya shrinkage selama polimerisasi, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kebocoran mikro antara restorasi dan dinding kavitas. 3,5,6 Kebocoran mikro pada restorasi Klas II paling banyak terdapat pada tepi gingiva. Ini disebabkan preparasi kavitas pada dinding gingiva yang cenderung lebih lembab dan gagalnya proses bonding pada tepi gingiva. 2 Kegagalan ini dapat diatasi dengan menggunakan teknik bonding yang tepat untuk mencegah kolapsnya kolagen akibat pengeringan dentin yang terdemineralisasi setelah pengetsaan. 7 Selain itu, perkembangan resin komposit dalam bentuk nanohybrid dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan perlekatan antara restorasi dan struktur gigi. 5
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Identification Of Intermetallic Compound At Cu Wire – Al Bond Pad Interface By Using X-Ray Diffraction.

Identification Of Intermetallic Compound At Cu Wire – Al Bond Pad Interface By Using X-Ray Diffraction.

X-ray Diffraction (XRD) technique is a relatively cost effective technique and a promising tool to identify the phase of a specimen. Besides, this technique has been widely used for characterizing thin film and bulk specimen. Other than that, detail information of crystallography and phase identification can be achieved. Nevertheless, there are some challenges while using this technique in order to analyse IMC phase at bonding interface of semiconductor sample. However, a direct measurement of IMC formed at the bonding interface is restricted due to the position of IMC which sandwiches between Cu ball bond and Silicon (Si) substrate. This leads to low intensity of IMC in the diffractogram. Hence, this study is to evaluate two sample preparation methods for the XRD measurement in order to reveal the minor peaks for the Cu-Al IMC phases.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Chlorhexidine 2% Terhadap Kekuatan Ikat Geser Resin Komposit Nanofiller yang Diaplikasikan Bonding Generasi V pada Dentin.

Pengaruh Chlorhexidine 2% Terhadap Kekuatan Ikat Geser Resin Komposit Nanofiller yang Diaplikasikan Bonding Generasi V pada Dentin.

This experimental study used a sample of 32 permanent maxillary premolar teeth with no caries. The teeth were cut prepared flat 2 mm above the CEJ. The samples were divided into two groups. The first group, nanofiller composite is applied with 2% chlorhexidine and bonding generations V and a second group nanofiller composite applied only by bonding generations V. Samples were tested the strength of the shear force with LLOYD Universal Testing Machine with a speed of 0.5 mm / minute. The data were analyzed using one-way ANOVA.

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...