bongkar muat kapal

Top PDF bongkar muat kapal:

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

Puji syukur Penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah dan karunia-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas akhir berupa Tesis dalam menjalani proses perkuliahan pada Magister Kenotariatan Fakultas Hukum USU Medan yang berjudul “Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

13 Baca lebih lajut

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat antara PT Sentana Adidaya Pratama selanjutnya disebut PT SAP dengan PT Bhanda Ghara Reksa Persero selanjutnya disebut sebagai PT BGR Persero menarik untuk diteliti karena perjanjian seperti ini merupakan perjanjian yang paling sering dilakukan antara pemilik barang dengan perusahan bongkar muat di Indonesia khususnya di PT SAP. Pekerjaan Bongkar Muat tersebut adalah salah satu proses dari kegiatan impor bahan baku pupuk yang merupakan bagian dari kegiatan mata rantai penting dalam suatu proses produksi pupuk NPK di PT Sentana Adidaya Pratama. Tanpa ketersediaan bahan baku yang cukup maka proses produksi tidak dapat terlaksana dengan tepat waktu sehingga akan mempengaruhi pendistribusian pupuk NPK ke end-customer antara lain perkebuhan atau pertanian lainnya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

i. Tahap negosiasi, adalah tahap komunikasi dua arah untuk mencapai kesepakatan sebagai akibat adanya perbedaan yang dilatarbelakangi perbedaan kepentingan. 62 Tahap didahului dengan adanya objek pekerjaan yang akan diberikan oleh PT SAP kepada penerima pekerjaan yaitu PT. BGR Persero ditandai dengan permintaan penawaran dari beberapa Perusahaan Bongkar Muat/Ekspedisi Muatan Kapal Laut (PBM/EMKL) perihal pekerjaan yang akan dilaksanakan sebagai pembanding. Adanya proses tawar-menawar baik dengan pertemuan secara langsung atau email mengenai apa-apa saja yang menjadi garis besar rincian pekerjaan dan tarifnya. Pada proses ini juga dilakukan penentuan garis besar hal-hal yang menjadi hak dan tanggung jawab masing-masing pihak dan apa-apa saja yang menjadi sanksi atau akibat-akibat yang akan dikenakan apabila salah satu pihak tidak dapat memenuhi atau melaksanakan sesuai dengan apa yang diperjanjikan bersama; 63
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Metode Bongkar Muat untuk Pelayaran Rakyat: Studi Kasus Manual vs Mekanisasi

Studi Perbandingan Metode Bongkar Muat untuk Pelayaran Rakyat: Studi Kasus Manual vs Mekanisasi

Indikator kinerja bongkar muat oleh sejumlah gang pekerja dapat digambarkan oleh gang output. Gang output (Ton Gang Hour /TGH) merupakan indicator yang menggambarkan tonase yang dihasilkan dalam satu jam oleh setiap gang buruh. Pekerjaan bongkar muat di Pelabuhan Pelra tidak terus menerus dilakukan karena harus menunggu muatan datang seperti yang terlihat pada Gambar 2. Pada Pelayaran Rakyat besarnya biaya bongkar muat diperoleh dari tarif muatan untuk setiap komoditi muatan dikali dengan banyaknya ton muatan yang akan dibongkar muat. Biaya bongkar muat kapal Pelra terlihat pada Gambar 3. Pembagian antara biaya perkapalan per tahun dengan kapasitas angkut kapal tiap tahunnya akan menghasilkan unit cost kapal Pelra setiap tahunnya. Unit cost atau satuan biaya merupakan biaya yang dihitung untuk setiap satu satuan produk pelayanan dalam hal ini adalah biaya satuan muatan yang diangkut oleh kapal seperti pada Gambar 4.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

Perjanjian Kerjasama Bongkar Muat Kapal Antara Pemilik Barang Dengan Perusahaan Bongkar Muat (Studi Perjanjian PT Sentana Adidaya Pratama Dan PT Bhanda Ghara Persero Medan).

Kesimpulan yang diambil bahwa sejauh ini keseimbangan hak dan kewajiban belum dapat terlaksana dengan baik oleh karena itu para pihak harus lebih memperhatikan isi kontrak dengan semua faktor yang berkaitan terhadap pekerjaan bongkar muat sehingga ketika terjadi kendala dilapangan dapat segera diambil tindakan tanpa memerlukan interpretasi yang bisa saja merugikan salah satu pihak untuk menghindari terjadinya wanprestasi. Hambatan-hambatan yang muncul pada saat pelaksanaan pekerjaan bongkar muat sangat bervariasi sehigga diperlukan koordinasi para pihak dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul dan apabila terjadi sengketa dapat diselesaikan dengan cara musyawah dan mufakat. Dalam hal musyawarah mufakat tidak tercapai maka pilihan hukum yang diambil adalah melalui Pengadilan Negeri Medan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Banyaknya Barang Yang Di Bongkar Muat Terhadap Upah Bongkar Muat Pelabuhan Belawan Tahun 2010

Analisis Pengaruh Banyaknya Barang Yang Di Bongkar Muat Terhadap Upah Bongkar Muat Pelabuhan Belawan Tahun 2010

Kegiatan bongkar muat kapal meliputi membongkar dan memuat isi muatan kapal yang mana setiap kapal memiliki jenis muatan barang tersendiri seperti General Kargo, Curah Kering, Curah Cerah, Container, Mobil dan Ternak. Banyaknya barang yang akan di bongkar muat dalam kapal membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak untuk membongkar isi muatan kapal ke gudang penyimpanan sementara begitu juga sebaliknya. Sehingga membutuhkan biaya untuk melakukan aktivitas tersebut yang mana disebut upah.

58 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PROSEDUR BONGKAR MUAT CRUDE PALM OIL (CPO) PADA PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) CABANG PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PROSEDUR BONGKAR MUAT CRUDE PALM OIL (CPO) PADA PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) CABANG PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

Pada dasarnya pelayanan yang diberikan oleh pelabuhan adalah pelayanan terhadap kapal dan pelayanan terhadap muatan (barang dan penumpang). Baik melayani pengangkutan barang jalur dalam negeri dan luar negeri. Secara umum, fungsi pelabuhan adalah tempat pertemuan dua jenis angkutan atau lebih serta dalam berbagai kepentingan yang saling terkait (Suyono, 2007:11). Barang yang diangkut dengan kapal akan dibongkar dan dipindahkan ke alat angkut lain seperti alat angkut darat (truk). Sebaliknya barang yang diangkut dengan truk ke pelabuhan bongkar akan dimuat lagi ke kapal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Teluk Nibung Tanjung Balai Asahan Tahun 2015

Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Teluk Nibung Tanjung Balai Asahan Tahun 2015

Penelitian ini bersifat deskriftif dengan pendekatan cross sectional untuk mendeskripsikan risiko kecelakaan kerja pada tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dengan menggunakan metode HIRA ( Hazard Identification and Risk Assesment ). Objek yang diteliti adalah mengidentifikasi proses kerja Stevedoring, proses kerja cargoding, dan proses kerja delivery.

2 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tinjauan Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Perusahaan PT. Samudera Indonesia Dalam Pelaksanaan Bongkar Muat Barang Melalui Angkutan Laut (Studi Pada PT. Samudera Indonesia Cab. Belawan Medan)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tinjauan Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Perusahaan PT. Samudera Indonesia Dalam Pelaksanaan Bongkar Muat Barang Melalui Angkutan Laut (Studi Pada PT. Samudera Indonesia Cab. Belawan Medan)

Penulisan skripsi ini diajukan untuk melengkapi tugas guna memenuhi syarat dalam mencapai Gelar Sarjana Hukum. Penulis dalam membuat dan memilih judul skripsi ini berdasarkan hasil penelitian sendiri. Keaslian penulisan skripsi ini hasil pemikiran sendiri dengan mengambil dari buku-buku sebagai sumber referensi. Telah dilakukan pengecekan dan penelurusan di Perpustakaan USU. Adapun judul skripsi penulis adalah “Tinjauan Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Perusahaan PT. Samudera Indonesia Dalam Pelaksanaan Bongkar Muat Barang Melalui Angkutan Laut (Studi Pada PT. Samudera Indonesia Cab. Belawan Medan)”. Tidak ada judul yang sama baik permasalahan, tujuan maupun metodenya. Beberapa judul yang hampir sama dengan judul penulis antara lain yaitu:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Bongkar Muat Barang oleh PT. Dharma Lautan Nusantara di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Ditinjau dari Aspek Juridis : Studi Di PT Dharma Lautan Nusantara Cab. Semarang.

Pelaksanaan Bongkar Muat Barang oleh PT. Dharma Lautan Nusantara di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Ditinjau dari Aspek Juridis : Studi Di PT Dharma Lautan Nusantara Cab. Semarang.

b. Proses bongkar muat yang ditangani oleh PT. Dharma Lautan Nusantara juga melalui tahap yang tidak mudah, dan juga tidak sulit yang terpenting adalah pelayanan jasa yang yang diberikan dapat memuaskan pihak pengguna jasa bongkar muat, proses yang harus dilalui yang pertama adalah proses stevedoring setelah itu harus melewati tahap yang kedua yaitu cargodoring pemindahan barang sesudah dibongkar dari kapal. Tahap yang terakhir adalah receiving / delivery proses ini merupakan kegiatan menerima menyerahkan barang dari dan ke wilayah lain, maksudnya setelah barang dibongkar mau langsung dikirim ke tempat lain atau mau disimpan ke gudang terlebih dahulu.( Wawancara dengan Bp. Aslianto sebagai Kepala Cabang PT. Dharma Lautan Nusantara, Semarang 20 Juli 2006)
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

PR-12  Bongkar Muat Peralatan

PR-12 Bongkar Muat Peralatan

 Akan sangat membantu apabila kita dapatkan informasi muatan/peralatan penelitian sedini mungkin (bisa merencanakan penempatan di gudang, atau menentukan muatan atau peralatan mana yang kita siapkan lebih dulu di sisi kapal dalam kegiatan survey termasuk alur kegiatan penelitian/Tor Penelitian).

4 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT. ANEKA SEJAHTERA ENGINEERING | Limawandoyo | Agora 409 714 1 SM

PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT. ANEKA SEJAHTERA ENGINEERING | Limawandoyo | Agora 409 714 1 SM

Abstrak — PT. Aneka Sejahtera Enginering merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa bongkar muat peti kemas. Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan manajemen sumber daya manusia, untuk menganalisa lingkungan internal dan eksternal bisnis pada PT. Aneka Sejahtera Enginering serta untuk menyusun rencana pengembangan bisnis pada aspek sumber daya manusia pada PT.Aneka Sejahtera Enginering. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan melalui wawancara. Informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah fungsi planning, organizing, actuating, dan controling yang dijalankan perusahaan. Penelitian ini juga menggunakan analisis lima kekuatan Porter dan analisis SWOT. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam menjalankan usahanya PT.Aneka Sejahtera Enginering sudah menjalankan fungsi manajemen di setiap fungsi bisnis yang ada di perusahaan. Kemudian dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal sebagai acuan dalam menyusun rencana pengembangan bisnis. Strategi yang direkomendasikan untuk PT.Aneka Sejahtera Enginering adalah menggunakan strategi model rekanan bisnis untuk rencana pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Modifikasi Desain Struktur Dermaga Batubara PT. Gresik Jasatama Untuk Kapal 5.000 DWT - ITS Repository

Modifikasi Desain Struktur Dermaga Batubara PT. Gresik Jasatama Untuk Kapal 5.000 DWT - ITS Repository

Pelabuhan Gresik merupakan salah satu pelabuhan yang memiliki peran strategis dalam perekonomian di Jawa Timur. Salah satu dermaga yang ada di Gresik yaitu dermaga curah kering dengan distributor batubara, akan tetapi setiap tahunnya distributor batubara semakin meningkat dan juga sedimen yang meningkat membuat kapal kesulitan bersandar. Hal ini yang menjadikan penggunaan jasa kepelabuhan di Gresik memerlukan pelayanan yang lebih efektif. Untuk mencapai harapan tersebut maka perlu memodifikasi dermaga yang lebih efisien.

Baca lebih lajut

Risk Assessment Pekerjaan Bongkar Muatdi Pelabuhan Nusantara Tanjung Emas Semarang

Risk Assessment Pekerjaan Bongkar Muatdi Pelabuhan Nusantara Tanjung Emas Semarang

Penelitian yang telah dilakukan oleh Kuncoro (2015) tentang risk assessment pekerjaan bongkar muat di Pelindo III Surabaya, potensi bahaya yang teridentifikasi pada 3 proses bongkar muat ( stavedoring, cargodoring, receiving ),yaitu terpeleset, jatuh ke laut, tersandung, tertimpa container , terjepit container , sling putus, terjepit pengait, container jatuh dan tabrakan antar container , dari potensi bahaya tersebut,5 bahaya masuk ke dalam kategori risiko tinggi, 12 bahaya kategori risiko sedang, dan 3 bahaya kategori risiko rendah (Kuncoro A, 2015).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Modelling Ports Investment and Island Economic Growth

Modelling Ports Investment and Island Economic Growth

Abstrak —Pelabuhan merupakan gerbang perekonomian wilayah. Investasi menjadi penting kinerja pelabuhan yang efektif dan efisien dapat menjamin kelancaran rantai pasok kebutuhan wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kajian ini bertujuan memodelkan hubungan investasi pelabuhan dengan pertumbuhan ekonomi. Analisis kuantitatif dan pemodelan ekonometrika digunakan dalam pengujian statistik, kajian diklasifikasikan pada dua tipikal wilayah, yaitu: Utara dan Selatan kepulauan Maluku. Wilayah Utara dan wilayah Selatan peningkatan bongkar-muat dan investasi panjang dermaga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi hubungan jumlah kunjungan kapal dengan pertumbuhan ekonomi memberikan pengaruh yang negatif
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Reformasi Pelayanan Publik Di PT. Pelabuhan Indonesia II (Studi Pada PT. Pelindo II Cabang Panjang)

Reformasi Pelayanan Publik Di PT. Pelabuhan Indonesia II (Studi Pada PT. Pelindo II Cabang Panjang)

yang penting karena pelabuhan berfungsi sebagai tempat kegiatan ekonomi dan kegiatan pelayanan seperti berlabuh, bertambatnya kapal laut, menaikkan dan menurukan penumpang, bongkar muat barang dan lain-lain. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 pasal 68, pelabuhan memiliki peran sebagai: (a) simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya; (b) pintu gerbang kegiatan perekonomian; (c) tempat kegiatan alih moda transportasi; (d) penunjang kegiatan industri dan/atau perdagangan; (e) tempat distribusi, produksi, dan konsolidasi muatan atau barang; dan (f) mewujudkan Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara. Dilihat berdasarkan perannya tersebut, dapat dikatakan bahwa pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur transportasi yang sangat penting agar dapat membangkitkan kegiatan perekonomian suatu wilayah karena merupakan bagian dari mata rantai dari sistem transportasi maupun logistik. Selain itu, pelabuhan tidak hanya sebagai tempat kegiatan perdagangan antarpulau, tapi juga digunakan sebagai media perdagangan antarnegara.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Perdagangan Internasional

12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Perdagangan Internasional

Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 69 tahun 2001 tentang kepelabuhan, pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat untuk bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang disertai dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.

Baca lebih lajut

DEVELOPMENT PLANNING OF PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LEMPASING PERENCANAAN PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LEMPASING

DEVELOPMENT PLANNING OF PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LEMPASING PERENCANAAN PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LEMPASING

Pada perencanan ini proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke lokasi penelitian. pengumpulan data dimulai dari perkembangan jumlah kapal dari tahun-ketahun dan kebutuhan kapasitas pelabuhan . Hasil pengamatan mendapatkan kesimpulan bahwa kapasitas pelabuhan saat ini tidak mencukupi aktivitas kapal-kapal yang ada, sehingga perlu dilakukan pengembangan pelabuhan, dengan cara penambahan luas dermaga.

Baca lebih lajut

2015 3406 ques VDT15   PELABUHAN

2015 3406 ques VDT15 PELABUHAN

Kesiapan Operasi Peralatan adalah perbandingan antara jumlah peralatan yg siap utk dioperasikan dengan jumlah peralatan yg tersedia. Waktu Tunggu Kapal (Waiting Time ) merupakan waktu sejak pengajuan permohonan tambat setelah kapal tiba di lokasi labuh sampai kapal digerakkan menuju tambatan. Atau dapat pula didefinisikan sebagai waktu berlabuh menunggu pelayanan pandu di perairan pelabuhan untuk merapat ke dermaga.

Baca lebih lajut

Pengaturan Kelancaran Arus Barang (Studi Tentang Proses Bongkar Muat Dari Dan Ke Kapal Di Pelabuhan Belawan)

Pengaturan Kelancaran Arus Barang (Studi Tentang Proses Bongkar Muat Dari Dan Ke Kapal Di Pelabuhan Belawan)

Perlu perhatian dari pemerintah untuk meninjau kembali keputusan bersama yang menyebabkan kerancuan dan kekaburan atas dikeluarkannya keputusan bersama yang mengubah kendali operasional yang pada awalnya berada di PBM menjadi berada di tangan Unit Usaha Jasa bongkar Muat (UUJBM) berdampak bagi pihak PBM sebagai majikan dari TKBM.. Dikeluarkannya keputusan bersama yang telah mengubah kendali operasional telah melanggar hierarki perundang- undangan karena telah mengenyampingkan ketentuan hukum yang lebih tinggi, oleh sebab itu patut dan beralasan jika keputusan bersama tersebut di cabut. Agar di dalam penyusunan kembali segala produk hukum yang terkait dengan bongkar muat maka perlu diperhatikan tatanan dalam rangka mewujudkan kelancaran, ketertiban, keamanan, dan mendorong profesionalisme serta mengakomodasi pelayanan untuk kepentingan umum.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 3945 documents...