Breathing Exercise

Top PDF Breathing Exercise:

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NYERI HAID PRIMER PADA MAHASISWI S1 FISIOTERAPI UNIVERSITAS  Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Nyeri Haid Primer Pada Mahasiswi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NYERI HAID PRIMER PADA MAHASISWI S1 FISIOTERAPI UNIVERSITAS Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Nyeri Haid Primer Pada Mahasiswi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hasil Penelitian: Data berdistribusi normal setelah dilakukan uji shapiro wilk dengan pretest nilai sig (p) 0,488 dan posttest nilai sig (p) 0,104 Ada pengaruh pemberian deep breathing exercise terhadap nyeri haid primer pada Mahasiswi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta setelah dilakukan uji paired t- test dengan nilai sig (p) = 0,0001.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PENDERITA ASMA BRONKHIAL  Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Arus Puncak Ekspirasi Pada Penderita Asma Bronkhial.

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PENDERITA ASMA BRONKHIAL Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Arus Puncak Ekspirasi Pada Penderita Asma Bronkhial.

The data obtained were not normally distributed, statistical tests using the Wilcoxon test to determine differences in pre and post niali APE in the control group and the treatment group. In the control group P = 0.042 or P <0.05 that is significant, the deep breathing exercise treatment groups P = 0.043 or P <0.05 that is significant. Mann Whitney test to determine the different effects of the two groups obtained value of p = 0.012 or p <0.05 so Ha is accepted, that means there are differences in the effect of deep breathing exercises on the value of peak expiratory flow in patients with bronchial asthma. Hopefully this research can continue and can be useful for researchers, medical personnel or the general public.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PENDERITA  Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Arus Puncak Ekspirasi Pada Penderita Asma Bronkhial.

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PENDERITA Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Arus Puncak Ekspirasi Pada Penderita Asma Bronkhial.

Hasil Penelitian: Data yang diperoleh tidak berdistribusi normal, uji statistik menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan niali APE pre dan post pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pada kelompok kontrol nilai p : 0,042 atau p<0,05 hasilnya signifikan, pada kelompok perlakuan deep breathing exercise nilai p : 0,043 atau p<0,05 hasilnya signifikan. Uji Mann Whitney untuk mengetahui beda pengaruh kedua kelompok diperoleh nilai p= 0,012 atau nilai p < 0,05 sehingga Ha diterima yang berarti ada perbedaan pengaruh deep breathing exercise terhadap nilai arus puncak ekspirasi pada penderita asma bronkhial. Kesimpulan: Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh deep breathing exercise terhadap nilai arus puncak ekspirasi penderita asma bronkhial.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Diafragmatic Breathing Exercise terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Asma

Pengaruh Diafragmatic Breathing Exercise terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Asma

Asthma is a disease that causes many problems such as quality of life, the reduction in quality of life in asthmatics give a bad impact on reducing the productivity and performance in the workplace everyday. Diafragmatic breathing exercise method is an alternative way to maintain and improve the quality of life of asthmatics.

7 Baca lebih lajut

Deep Breathing Exercise Lebih Efektif Daripada Diaphragmatic Breathing Exercise dalam Meningkatkan Kapasitas Vital Paru Pada Lansia di Banjar Kedaton, Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Timur.

Deep Breathing Exercise Lebih Efektif Daripada Diaphragmatic Breathing Exercise dalam Meningkatkan Kapasitas Vital Paru Pada Lansia di Banjar Kedaton, Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Timur.

meningkat sebesar 545 cm 3 . Penelitian El-Batanoun (2009), menyebutkan bahwa latihan pernapasan setelah enam minggu dapat meningkatkan kekuatan otot pernapasan sehingga fungsi ventilasi paru membaik. Perbaikan ventilasi dapat dicapai setelah latihan diaphragmatic, nafas dalam, spirometrik insentif, gaya berjalan dan latihan ekstremitas. Adanya peningkatan tahanan jalan udara dan penurunan udara residu mengakibatkan kekuatan otot inspirasi yang dibutuhkan menjadi minimal, sehingga salah satu latihan pernafasan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas vital paru pada lansia adalah diaphragmatic breathing exercise dan deep breathing exercise.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PURSED-LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP FREKUENSI SERANGAN PASIEN PPOK

EFEKTIVITAS PURSED-LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP FREKUENSI SERANGAN PASIEN PPOK

Metode : Penelitian ini bersifat observational analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medik dan Instalasi Paru, RSUD Dr. Moewardi dan BPKPM Surakarta. Subjek penelitian meliputi 2 kelompok. Kelompok kontrol adalah pasien PPOK derajat sedang, usia 60-75 th yang belum pernah menerima chest physical theraphy jenis apapun, dan kelompok perlakuan adalah pasien PPOK derajat sedang, usia 60-75 th yang sudah melakukan pursed- lip breathing exercise selama 1 tahun. Masing-masing kelompok diminta mengisi kuesioner yang telah disediakan, yang berisi tentang riwayat pribadi, dan pertanyaaan tentang gejala serangan PPOK yang diambil dari SGRQ(Saint George Respiratory Questioner).
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

EFEK AKUT DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI SATURASI OKSIGEN PADA  Efek Akut Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Saturasi Oksigen Pada Lansia.

EFEK AKUT DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI SATURASI OKSIGEN PADA Efek Akut Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Saturasi Oksigen Pada Lansia.

Method of the study was pra experimental with one group pre and post design. This study was conducted in posyandu elderly ngugi waras benowo village karanganyar. Elderly participated in this study with average of age was 65 years old. The oxygen saturation of elderly was measured with pulse oximetry. Results of the study were known that there was a effect deep breathing exercise to increase oxygen saturation in elderly.in statistical test The data obtained were up normally distributed , statistical tests using the Wilcoxon ( 0.001 or p < 0.005) Efforts to achieve quality of life in elderly requires knowledges about elderly condition. Physiotherapy contribute prenventive in elderly health condition that affect to increase quality of life and the independen level in elderly.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA WANITA  Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Penurunan Insomnia Pada Lansia Wanita.

PENGARUH DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA WANITA Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Penurunan Insomnia Pada Lansia Wanita.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 April 2014 sampai dengan tanggal 30 April 2014 di Gang 1 Lingkungan Keling Kelurahan Kalongan Purwodadi terhadap 10 sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Quasi Experimental Design, one group pretest and posttest design. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengukuran insomnia dengan menggunakan Insomnia Severty Index pada saat sebelum dan sesudah perlakuan diaphragmatic breathing exercise. Hasil pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan dicatat sebagai data yang akan di uji dengan uji statistik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EFEK AKUT DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI SATURASI OKSIGEN PADA  Efek Akut Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Saturasi Oksigen Pada Lansia.

EFEK AKUT DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI SATURASI OKSIGEN PADA Efek Akut Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Saturasi Oksigen Pada Lansia.

Alhamdulillahirobil’alamin segala puji bagi Allah atas limpahan karunia- NYA yang tiada terbatas. Hanya karena rahmat, taufik serta hidayah-NYA semata penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi dengan judul “EFEK AKUT DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NILAI SATURASI OKSIGEN PADA LANSIA”. Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Fisioterapi di Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

PENGARUH DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA WANITA  Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Penurunan Insomnia Pada Lansia Wanita.

PENGARUH DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA WANITA Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Penurunan Insomnia Pada Lansia Wanita.

Background: Elderly women are frequently disturbed by sleep pattern because of the increasing age of a person. They will get a decline in organ function that affect on mental condition and psychological such aas lack of self confidence, anxiety, stress and depression. Hormone progresteron and estrogen located on path in hipotalamus. The position of these hormones are women gets sleep disturbances. Insomnia is a sleep disorder most often found. Diapraghmatic breathing exercise became one of good exercise to slimulate relaxation response and reduse tension and depression.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP INSOMNIA PADA WANITA MENOPAUSE   Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Insomnia Pada Wanita Menopause.

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP INSOMNIA PADA WANITA MENOPAUSE Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Insomnia Pada Wanita Menopause.

Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen sehingga tidak semua variable dikontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan one group pre-test and post-test design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data didapatkan dengan menggunakan Insomnia Severity Index untuk mengetahui derajat insomnia sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa Deep Breathing Exercise selama 2 minggu. Pengujian Statistik menggunakan uji Wilcoxon Rank.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

371 EFEKTIVITAS ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE DAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

371 EFEKTIVITAS ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE DAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan hipertensi. Pasien direkrut dari puskemas Pasar Kepahiang dan puskesmas Bukit Sari, pasien yang diikutsertakan dalam penelitian adalah pasien yang memiliki kriteria tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg dan tekanan darah di astolik ≥ 90 mmHg, responden mampu menggenggam handgrip, berumur ≥ 18 -60 tahun, melakukan intervensi pada saat bersama peneliti dan responden kooperatif serta bisa mengikuti instruksi, sementara pasien yang mengalami arthritis, cedera muskuloskeletal pada ekstremitas dan responden yang mengalami sindrom carpal tunnel atau nyeri pada tangan tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Penentuan besar sampel menggunakan rumus federer (Hidayat. A, 2011). Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden yang dibagi kedalam dua kelompok intervensi, yaitu kelompok isometric handgrip exercise (n=16) dan slow deep breathing exercise (n=16). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP INSOMNIA PADA WANITA MENOPAUSE   Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Insomnia Pada Wanita Menopause.

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP INSOMNIA PADA WANITA MENOPAUSE Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Insomnia Pada Wanita Menopause.

Latar Belakang : Hampir semua wanita pasca menopause pada umumnya telah mengalami berbagai macam keluhan seperti gejala yang diakibatkan oleh rendahnya kadar estrogen seperti hot flashes, berkeringat, vagina yang mengering, insomnia, serta rasa tidak nyaman yang mencapai 85% (Goodman, et. al., 2011). Insomnia merupakan salah satu dari tipe dari kejadian sleep disorder. Hal ini didefinisikan sebagai pengalaman dimana tidak tercukupinya atau kekurang yang tidur berkualitas, kesulitan memulai tidur atau mempertahankan tidur, dan tidur yang tidak restoratif atau menyegarkan. Sebagai alternatif untuk mengurangi gejala depresi yang mengakibatkan terjadinya insomnia dapat dilakukan teknik relaksasi dengan latihan pernapasan seperti Deep Breathing Exercise (DBE). Tujuan : untuk mengetahui adakah pengaruh Deep Breathing Exercise terhadap insomnia pada wanita menopause.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

The influence of breathing exercise toward FEV 1

The influence of breathing exercise toward FEV 1

Breathing exercises can be used to improve lung vital capacity. The exercise is to give regular physical pressure, systematic, and sustainable, thus increasing the capability in conducting regular work and will enhance significantly the physical ability, but it does not happen so the implementation is not programmed ( Fox, 1993: 68). Factors that are important in breathing exercises are: a). Setting body. In the practice of respiratory muscle relaxation is necessary for the success of breathing exercises. Breathing exercises can be done by sitting, lying down, standing, and, walking, b). Setting the mind (meditation). In this breathing exercise participants can concentrate attention on the movement of breath or calculate the movement of breath, c). Settings breathing pattern. In this breathing exercise breathing patterns typically become more deep, abdominal breathing is more dominant, and there are times to hold your breath. Diagfragma movement can fall down 3-4 times compared with normal breathing, protruding abdominal wall during inspiration, the opposite movement occurs when expiratory (Hubin, 1983). Based on the above issues, it will be formulated as follows: there is a big increase in vital capacity (KVP) and the forced one second volume (FEV1)as a result of breathing exercises.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Insomnia Pada Wanita Menopause.

PENDAHULUAN Pengaruh Deep Breathing Exercise Terhadap Insomnia Pada Wanita Menopause.

Sebagai alternatif untuk mengurangi gejala depresi yang mengakibatkan terjadinya insomnia dapat dilakukan teknik relaksasi dengan latihan pernapasan. Deep Breathing Exercise merupakan salah satu latihan pernapasan dengan teknik bernapas secara dalam dan perlahan, serta menggunakan otot diafragma, sehingga memungkinkan abdomen terangkat perlahan dan dada mengembang penuh (Smeltzer, et al., 2008).

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh diafragmatic breathing exercise terhadap peningkatan kualitas hidup penderita asma.

PENDAHULUAN Pengaruh diafragmatic breathing exercise terhadap peningkatan kualitas hidup penderita asma.

Berdasarkan beberapa permasalahan yang dihadapi penderita asma seperti sesak napas, batuk, napas berbunyi, napas pendek dan cepat baik terjadi pada orang dewasa maupun anak anak yang menyebabkan penurunan kualitas hidup. Biasanya pada orang dewasa yang mengalami penurunan kualitas hidup cenderung mangkir dari kerja dan pada anak anak sering mengalami tidak masuk sekolah. Maka untuk mengurangi problem asma di atas dilakukan suatu upaya latihan pernapasan dengan teknik diafragmatic breathing exercise. Difragmatic breathing exercice merupakan salah satu
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Efek Akut Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Saturasi Oksigen Pada Lansia.

PENDAHULUAN Efek Akut Deep Breathing Exercise Terhadap Nilai Saturasi Oksigen Pada Lansia.

Pada lansia terjadi artofi otot pernapasan, penurunan elastisitas recoil paru, peningkatan ukuran, kekakuan trakea dan jalan napas pusat, compliance paru serta pembesaran duktus alveolar ke yang mangakibatkan semakin besar gradien tekanan transmural yang harus dibentuk selama inspirasi untuk menghasilkan pengembangan paru yang normal agar tidak terjadi pertukaran gas yang lambat dan mengganggu proses pengiriman oksigen jaringan (Stanley & Beare, 2007). Kondisi-kondisi diatas pada lanisa ini terlihat dengan adanya penurunan konsentrasi oksigen darah di perifer yang berada dibawah normal yakni ≤ 95% (Lyrawati dan Leonita, 2012). Deep breathing memberikan keuntungan untuk meningkatkan compliance paru dan menurunkan paru menciut sehingga paru tidak mudah kolaps.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH  DIAFRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA ASMA   Pengaruh diafragmatic breathing exercise terhadap peningkatan kualitas hidup penderita asma.

PENGARUH DIAFRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA ASMA Pengaruh diafragmatic breathing exercise terhadap peningkatan kualitas hidup penderita asma.

Skripsi ini disusun guna melengkapi tugas dan memenuhi syarat kelulusan Program Pendidikan Diploma IV Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul “Pengaruh Diafragmatic Breathing Exercise Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Asma” Peyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dorongan dari beberapa pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Sindrom Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT) Di RS. Paru Dokter Ario Wirawan Salatiga.

PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Sindrom Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT) Di RS. Paru Dokter Ario Wirawan Salatiga.

Dari permasalahan tersebut, modalitas fisioterapi yang bisa digunakan adalah IR yang berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah dan rileksasi otot-otot pernapasan, Breathing Exercise dan Coughing Exercise yang akan mengurangi sputum atau membersihkan jalan napas, mengontrol pola pernapasan, membuat rasa nyaman dan melegakan saluran pernapasan, serta yang terakhir adalah Mobilisasi Sangkar Toraks yang berfungsi untuk membantu meningkatkan mobilitas trunk dan shoulder yang mempengaruhi respirasi serta memperkuat kedalaman inspirasi dan ekspirasi yang pada akhirnya akan memperbaiki fungsi pernapasan, meningkatkan ketahanan dan kekuatan ootot-otot pernapasan (Subroto, 20110).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BRONKIEKSTASIS DI RS PARU Dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA  Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Bronkiekstasis Paru Di Rs Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga.

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BRONKIEKSTASIS DI RS PARU Dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Bronkiekstasis Paru Di Rs Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga.

Dalam bab ini penulis akan membahas mengenai bagaimana pengaruh intervensi fisioterapi berupa Infra Red (IR), Breathing Exercise, dan Cuffing yang diberikan kepada pasien dengan kasus Bronkiekstasis. Permasalahan yang sering timbul antara lain adanya penurunan ekspansi sangkar thoraks, spasme otot, dan sesak nafas. Pasien menjadi terganggu dan terbatas melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan jauh.

Baca lebih lajut

Show all 1348 documents...