Budaya Jawa

Top PDF Budaya Jawa:

DOMINASI KUASA BUDAYA JAWA (REPRESENTASI BUDAYA JAWA DALAM VIDEO KLIP LAGU TEMAN HIDUP, TULUS) SKRIPSI

DOMINASI KUASA BUDAYA JAWA (REPRESENTASI BUDAYA JAWA DALAM VIDEO KLIP LAGU TEMAN HIDUP, TULUS) SKRIPSI

Budaya Jawa dalam video klip ini ditampilkan lewat empat pembahasan. Pertama, relasi pasangan suami istri dalam budaya Jawa yang membahas pembagian peran antara suami dan istri. Kedua, keluarga Jawa yang ditunjukkan saat ibu melayani anak dan suaminya. Ketiga, Keraton Yogyakarta di Mata Abdi Dalem yang terlihat dari posisi abdi dalem dalam Keraton Yogyakarta. Terakhir, pembahasan Abdi Dalem ditunjukkan lewat pemakaian busana tertentu. Hasil penelitian ini merepresentasikan mengenai dominasi kuasa dalam budaya Jawa lewat relasi pasangan suami istri dan hubungan antara Keraton Yogyakarta dan abdi dalem.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

NILAI BUDAYA JAWA DAN PERILAKU NAKAL REMAJA JAWA

NILAI BUDAYA JAWA DAN PERILAKU NAKAL REMAJA JAWA

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal yang terjadi pada remaja Jawa. Dugaan awal yang dikemukakan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal pada remaja Jawa. Mereka adalah siswa SMA TAMAN MADYA yang berada di jalan Taman Siswa Yogyakarta. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 17 sampai dengan 20 tahun dan berada pada tingkat 11 dalam jenjang pendidikan tingkat atas. Adapun jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 95 orang. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah metode purposive sampling. Skala yang digunakan adalah skala nilai budaya Jawa yang disusun sendiri oleh penulis berdasarkan teori dari Taryati,dkk (1995) mengenai konsep nilai budaya Jawa yang ada dalam keluarga dan skala kenakalan remaja yang disusun berdasarkan teori Jansen (Sarwono, 2002). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis product moment dari Pearson dengan menggunakan fasilitas SPSS versi 14.00 for windows. Hasil analisis menunjukkan rxy2 = -0.475 dengan p = 0.000 (p<0.05) yang artinya ada hubungan yang negatif antara nilai budaya Jawa dengan perilaku nakal pada remaja Jawa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Asuhan Kehamilan Dalam Perspektif Budaya Jawa Di Desa Labuhan Labo Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan Tahun 2015

Asuhan Kehamilan Dalam Perspektif Budaya Jawa Di Desa Labuhan Labo Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan Tahun 2015

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan kehamilan dalam perspektif budaya Jawa di Desa Labuhan Labo Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif Kualitatif Fenomenologi. Informan pada penelitian ini adalah masyarakat yang memahami tentang budaya Jawa dalam asuhan kehamilan yang berjumlah 8 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dengan alat pengumpulan data yaitu pedoman wawancara dan tape recorder.

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ORIENTASI MASA DEPAN ORANG TUA TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM KONTEKS BUDAYA JAWA.

PENDAHULUAN ORIENTASI MASA DEPAN ORANG TUA TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM KONTEKS BUDAYA JAWA.

Keluarga Jawa mendidik anak perempuan sejak kecil untuk menjadi ibu dan istri yang berbakti pada suami. Untuk itu anak perempuan banyak dibekali pengetahuan-pengetahuan praktis untuk mengurus rumah tangga sedangkan anak laki-laki dipersiapkan untuk bertanggung jawab terhadap isteri dan anak-anaknya. Anak laki-laki dididik untuk dapat mencari nafkah dan dipersiapkan untuk mencapai cita-cita tinggi sehingga orientasinya diarahkan untuk keluar rumah dan dibebaskan dari tugas-tugas rumah tangga. Pola pengasuhan tersebut telah membiasakan anak laki-laki untuk lebih banyak terlibat dalam tugas-tugas yang bersifat abstrak, sedangkan wanita justru langsung terlibat dalam tugas-tugas kongkret (Handayani dan Novianto, 2004). Oleh sebab itu biasanya orang tua akan mengarahkan anak perempuan untuk mengurus urusan rumah tangga dan melayani kebutuhan suami sebagai kewajibannya di masa yang akan datang berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Jawa ke dalam pola asuh tersebut.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

STRATEGI BERTUTUR DALAM BUDAYA JAWA DAN

STRATEGI BERTUTUR DALAM BUDAYA JAWA DAN

Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan strategi bertutur dalam budaya Jawa dan budaya Batak. Hal tersebut tampak pada bentuk-bentuk tuturan yang dalam bahasa Jawa sangat memperhatikan maksim yang sudah ditentukan oleh budaya dan wajib dilaksanakan oleh masyarakat Jawa dalam komunikasi. Sebaliknya dalam budaya Batak maksim-maksim sopan santun tidak dipaparkan berdasarkan strata social masyarakatnya, tetapi berdasarkan urutan pada acara adat. Namun persamaan pada strategi bertutur kedua budaya tersebut (budaya Jawa dan budaya Batak) tampak pada saling menghormati dan tenggang rasa dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini juga tampak pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa masyarakat batak yang tinggal di Jawa (Jogjakarta) menghormati masyarakat Jawa yang lebih tua darinya dengan memberi salam (ketika bertemu) dengan menggunakan sapaan ‘mbah’ pada tuturan ‘mari mbah’. Demikian juga masyarakat Jawa yang tinggal di linggkungan Batak menggunakan tuturan ‘singgah dulu bah kerumah' . Tuturan ini diujarkan untuk menyapa seorang Batak yang lewat depan rumahnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kajian Nilai-nilai Budaya Jawa dalam Tradisi Bancakan Weton di Kota (Sebuah Kajian Simbolisme dalam Budaya Jawa).

Kajian Nilai-nilai Budaya Jawa dalam Tradisi Bancakan Weton di Kota (Sebuah Kajian Simbolisme dalam Budaya Jawa).

KAJIAN NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM TRADISI BANCAKAN WETON DI KOTA SURAKARTA Sebuah Kajian Simbolisme Dalam Budaya Jawa TESIS Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai de[r]

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berlatar Belakang Budaya Jawa di SMP Al Qolam Gemolong.

PENDAHULUAN Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berlatar Belakang Budaya Jawa di SMP Al Qolam Gemolong.

Analisis dalam pen elitian yang berjudul “Tindak Tutur Direktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berlatar Belakang Budaya Jawa di SMP AL Qolam Gemolong” budaya J awa dengan tindak tutur apabila dikaitkan akan menjadi sebuah bentuk bahasa tindak tutur yang baik, karena masyarakat dengan budaya sangat mempengaruhi bahasa yang digunakan dalam aktivitas kesehariannya. Budaya bahasa tidak dapat terlepas dari budaya penutur itu sendiri. Asim Gunarwan (dalam Nadar, 2009: 182) menyatakan bahwa ada dua kaidah yang paling menentukan pada pola pergaulan dalam masyarakat Jawa. Kaidah yang pertama disebut prinsip kerukunan dan kaidah yang kedua disebut prinsip hormat. Kedua prinsip tersebut merupakan normatif yang menentukan bentuk-bentuk kongkret semua interaksi. Prinsip kerukunan dalam bermasyarakat bertujuan untuk mempertahankan masyarakat itu sendiri dalam kehidupan harmonis.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Konsep Kepemimpinan dalam Budaya Jawa di Comic Strip (analisis semiotika konsep kepemimpinan dalam Budaya Jawa di Comic Strip Panji Koming di Harian Kompas periode April-Mei 2013)

Konsep Kepemimpinan dalam Budaya Jawa di Comic Strip (analisis semiotika konsep kepemimpinan dalam Budaya Jawa di Comic Strip Panji Koming di Harian Kompas periode April-Mei 2013)

Ucapan syukur peneliti haturkan kepada Tuhan YME. Berbagai kemudahan diberikan-Nya sehingga skripsi saya yang berjudul Konsep Kepemimpinan Dalam Budaya Jawa Di Comic Strip (Analisis Semiotika Konsep Kepemimpinan dalam Budaya Jawa di Comic Strip Panji Koming di Harian Kompas Periode April-Mei 2013) dapat terselesaikan.

10 Baca lebih lajut

Islam dan Budaya Jawa docx

Islam dan Budaya Jawa docx

Pada intinya daerah-daerah di Indonesia memiliki tradisi-tradisi yang berupa ritual yang dianggap oleh masyarakatnya mampu untuk menangkal musibah sehingga memberikan keselamatan bagi pelakunya, tak terkecuali bagi masyarakat Jawa, tradisi tersebut berlangsung sejak zaman kepercayaan animisme dan dinamisme hingga saat ini. Walapun kini masyarakat sudah mengenal agama namun hal

47 Baca lebih lajut

Simbol  dalam Budaya Jawa

Simbol dalam Budaya Jawa

Filasafat dan Pandangan Hidup Orang Jawa • Filsafat = sist em berfikir • Berfilsafat = berikht iar unt uk membuka jalan pengert ian yang t ert ut up mist eri ke arah kejelasan realit [r]

6 Baca lebih lajut

Aneka Simbol dalam Budaya Jawa

Aneka Simbol dalam Budaya Jawa

janur kuning dengan motif menurut selera masing-masing. Kembar mayang ini dibuat apabila calon pengantin masih gadis atau perjaka. Tetapi bila salah satu sudah janda atau duda maka hal ini tidak perlu dibuat. Janur kuning diartikan sebagai lambing kesucian tekad. Pada zaman dahulu, bila orang ingin menjadi senopati, ketika maju ke medan perang mengalungkan janur kuning di lehernya. Artinya, dia telah mempunyai satu tekad yang suci. Saat ini janur kuning masih tetap dipertahankan dalam berbagai acara. Hal ini terlihat ketika orang Jawa “nduwe gawe” artinya punya kerja, punya

11 Baca lebih lajut

Pengembangan Budaya Jawa dengan Orientas

Pengembangan Budaya Jawa dengan Orientas

atau orang yang lebih tua tersebut. Dan ada yang berorientasi pada kemampuan diri sendiri dalam menilai usahanya. Kesemuanya, tentu memiliki kelebihan dan kelemahan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Sama halnya dengan masyarakat suriname dimana orang “tua” jawa memang adalah penghayat dan pelaksana prinsip -prinsip rukun dan hormat yang disebut adiluhung itu yang diturunkan keapada orang jawa muda dengan cara memberi tauladan dan sikapnya sehari-hari bukan dengan paksaan. Begitulah hubungan masyarakat jawa dan sesamanya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Determinan Pernikahan Dini Pada Suku Jawa Di Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli Tahun 2013

Determinan Pernikahan Dini Pada Suku Jawa Di Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli Tahun 2013

5.10 Aspek Budaya Jawa terhadap orang yang menginginkan pernikahan Dini....................... ……...... 5.11 Aspek Budaya Jawa Mengenai Pernikahan Dini Dalam Keluarga sudah Menjadi Tradisi/Kebiasaan 84 5.12 Nilai anak Bagi orangtua 86 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………................. 89

17 Baca lebih lajut

Seni Dan Budaya Politik Jawa.

Seni Dan Budaya Politik Jawa.

Luasnya pengaruh budaya Jawa tidak da- pat dilepaskan dari luasnya pengaruh kerajaan- kerajaan Jawa kuno, seperti Mataram dan Maja- pahit; dan juga disebabkan ban yaknya tokoh- tokoh politik serta pemerintah an pada masa penjajahan Belanda hingga seka rang. Hal ini masih ditambah oleh kenyataan, bahwa orang Jawa adalah kelompok etnis yang sangat toleran, mereka sudah menerima pengaruh pengaruh asing tanpa harus mengorbankan identitasnya. Seperti halnya pendapat Niels Mulder yang mengatakan, bahwa budaya Jawa memiliki ke- kuatan dan kemampuan integrita s untuk menemukan jalan dalam menyesuaikan diri de- ngan dunia modern dan dengan p erubahan sosial. Betapapun dengan berub ahnya jaman, kebudayaan dan identitas Jawa yang dasariah tidaklah banyak berubah, dan orang Jawa amat sadar serta bangga dengan kont inyuitas kebu- dayaan mereka. 2 Kesadaran diri budaya yang begitu kuat, menurut Anderson, merupakan landasan emosional dan psikologis bagi toleransi Jawa sejati. Kebanggaan itu be gitu mendarah daging, sehingga hampir saja s emua ditolerir, asalkan dapat diadaptasi atau diterangkan dari sudut pandangan Jawa. 3
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Jawa (Studi Situs Di SMA N 15 Semarang).

PENDAHULUAN Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Jawa (Studi Situs Di SMA N 15 Semarang).

Sebelum adanya penulisan dengan aksara latin seperti yang kita kenal maka penulisan karya-karya sastra jawa menggunakan aksara jawa. Jadi Aksara Jawa tidak pernah terpisahkan dari budaya jawa itu sendiri. Banyak bukti-bukti yang mendukung pernyataan ini. Manuskrip kuno, kitab babad jawa, kitab tembang-tembang jawa, buku ramuan jamu tradisional jawa dan prasasti-prasasti tanda kebesaran suatu jaman kerajaan juga menggunakan aksara jawa. Sekarangpun kita masih melihat peninggalan budaya jawa yang memanfaatkan penulisan dengan aksara jawa. Nama-nama jalan, Nama Kantor dan Instansi Pemerintah beberapa masih terlihat menggunakan aksara jawa terutama di kota pusat-pusat kebudayaan jawa seperti Jogjakarta dan Surakarta. Pembelajaran baca tulis aksara jawapun masih diajarkan disekolah sebagai bagian tak terpisahkan dari pengenalan budaya jawa. Singkatnya aksara jawa masih menjadi bagian budaya jawa yang melekat dalam kehidupan masyarakat jawa walaupun sudah cukup banyak masyarakat yang mulai tidak memahami maksud dari penulisan aksara jawa tersebut (Sayoga, 2009: 3).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

T1 152009023 Daftar Pustaka

T1 152009023 Daftar Pustaka

Ungkapan Tradisional Sebagai Sumber Informasi Kebudayaan Daerah Jawa Tengah.. Buku Pintar Budaya Jawa.[r]

2 Baca lebih lajut

SESAJI SEBAGAI TITIK TEMU BUDAYA ISLAM JAWA PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA NGEBONG KECAMATAN PAKEL KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

SESAJI SEBAGAI TITIK TEMU BUDAYA ISLAM JAWA PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA NGEBONG KECAMATAN PAKEL KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa makna Sesaji menurut budaya Islam Jawa? (2) Bagaimanakah representasi Sesaji sebagai titik temu budaya Islam Jawa?. Dari rumusan masalah tersebut, penelitian ini memilik tujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan sesaji menurut budaya Islam dan Jawa, serta mendeskripsikan nilai-nilai budaya Jawa dan Islam yang terkandung dalam instrumen sesaji sehingga merepresentasikan sesaji sebagai titik temu budaya Islam Jawa.

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...