budidaya padi organik

Top PDF budidaya padi organik:

Petunjuk teknis budidaya padi organik

Petunjuk teknis budidaya padi organik

Beras organik, yaitu beras yang tidak mengandung zat kimia berbahaya. Penggunaan pestisida kimia dan pupuk kimia dalam dalam budidaya padi organik diganti dengan pemakaian pestisida dan pupuk organik, sehingga pertanian organik tidak lagi mengandalkan pestisida kimia semata tetapi menggunakan pestisida hayati. Hal ini menunjukkan bahwa beras organik aman dari penggunaan zat kimia, sehingga relatif aman untuk dikonsumsi manusia karena seluruh proses produksinya ramah lingkungan dan meminimalkan input eksternal sintetik. Selain itu, rasa nasi dari beras organik lebih empuk, pulen dan daya simpannya lebih lama serta apabila sudah dimasak warnanya terlihat lebih putih.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PADA KELOMPOK TANI SRI MAKMUR DALAM BUDIDAYA PADI ORGANIK DI DESA SUKOREJO KECAMATAN SAMBIREJO KEBUPATAN SRAGEN

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PADA KELOMPOK TANI SRI MAKMUR DALAM BUDIDAYA PADI ORGANIK DI DESA SUKOREJO KECAMATAN SAMBIREJO KEBUPATAN SRAGEN

Cara pengendalian hama penyakit pada budidaya padi organik dikategorikan tinggi, karena semua petani mengendalikan hama dengan cara melakukan penyemprotan, penyemprotan dilakukan apabila terdapat serangan hama penyakit dengan menggunakan pupuk cair yang sudah dibuat oleh anggota kelompok tani. Sehingga pada Kelompok tani Sri Makmur tidak perlu membeli pupuk cair dari toko atau dari kelompok tani lainnya karena sudah dapat membuat sendiri dengan cara memanen dari kebun anggota kelompok yang mempunyai tumbuhan tersebut. Di Desa Sukorejo termasuk dataran tinggi dan masih terdapan lahan-lahan yang tidak dibangun untuk pemukiman sehingga dapat dimanfaatkan untuk menanaman empon-empon sebagai bahan yang dijadikan pupuk cair.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

IbM Budidaya Padi Organik Metode Sri dengan Pengelolaan Hama Ramah Lingkungan.

IbM Budidaya Padi Organik Metode Sri dengan Pengelolaan Hama Ramah Lingkungan.

Kegiatan ini menggandeng dua Mitra, yaitu Mitra 1 Kelompok Tani Albertus untuk Budidaya Padi Organik Metode SRI dengan Pengelolaan Hama Ramah Lingkungan, Mitra 2 Kelompok Tani PSE untuk pembuatan Pupuk Kompos Super. Mitra 2 sebagai produsen pupuk organic diharapka nmampu untuk memasok produksinya kepada Mitra 1 secara berkesinambungan. Tujuan kegiatan ini adalah: (1) Mampu memproduksi beras organic dan pupuk kompos super secara mandiri, (2) Mampu meningkatkan pendapatan petani anggota, (3) Sebagai proyek percontohan bagi petani di sekitarnya, (4) Mewujudkan pertanian berkelanjutan terutama melalui budidaya padi organik metode SRI dan pengendalian hama ramah lingkungan, (5) Memproduksi beras yang aman dikonsumsi bebas residu pestisida dan logam berat, (6) Mampu mengemas beras dan pupuk organic super dengan kemasan standar, (7) Mampu menganalisis secara ekonomi untung rugi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

SIKAP PETANI TERHADAP BUDIDAYA PADI ORGANIK DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO

SIKAP PETANI TERHADAP BUDIDAYA PADI ORGANIK DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO

menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengaruh kebudayaan dengan tingkat sikap petani terhadap budidaya padi organik. Hubungan yang signifikan ini disebabkan karena pengaruh kebudayaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap budidaya padi organik. Karena adanya budaya selamatan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas apa hasil yang petani kerjakan sehingga nilai kebudayaan masih berpengaruh terhadap kehidupan petani terutama dalam kegiatan usahatani. Selain untuk mengucap syukur kepada Tuhan budaya sesaji yang dilakukan penduduk sekitar dapat berupa makanan-makanan pokok yang berupa makanan dari beras ketan, bubur bekatul, jadah yang didalamnya mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat. Sebagai contoh jika jatah yang dibiarkan di dekat pematang sawah lama kelamaan akan menjadi jamur, jamur tersebut disebut jamur Biveria yang mana dapat digunakan sebagai pengendalian hama wereng.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

View of Adopsi Inovasi Budidaya Padi Organik Pada Petani Di Kelompok Appoli (Aliansi Petani Padi Organik Boyolali)

View of Adopsi Inovasi Budidaya Padi Organik Pada Petani Di Kelompok Appoli (Aliansi Petani Padi Organik Boyolali)

Sistem pertanian organik menjadi perhatian oleh masyarakat umum baik konsumen maupun oleh petani sebagai pelaku di sisi produksi. Potensi usaha pertanian organik, khususnya padi organik, banyak petani mulai beralih dari sistem pertanian anorganik ke sistem pertanian organik, salah satunya adalah petani di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses adopsi inovasi budidaya padi organik oleh Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan datanya wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahap-tahap yang dilakukan oleh para petani dalam adopsi dan inovasi adalah tahap pengetahuan, persuasi, pengambilan keputusan, konfirmasi serta yang terakhir adalah tahap adopsi. Tahap pengetahun yaitu didapatnya informasi mengenai jenis benih varietas lokal yang diperkenalkan oleh tim penyuluh pertanian kepada petani dengan memperkenalkan benih varietas lokal yang akan dibudidayakan dengan cara turun temurun dan tidak hilang baik rasa, bentuk dan produksinya dan dapat dipakai untuk benih lagi. Kedua, tahap persuasi yaitu tahap yang dilakukan pada saat mengikuti sekolah lapang. Saat itulah petani mampu merasakan manfaat sehingga mempertimbangkan pentingnya inovasi yang kan dilakukan; ketiga adalah tahap difusi (Pengambilan Keputusan) adalah tahap yang akan menentukan para petani untuk dalam pengambilan keputusan apakah menggunakan ataupun menolak adopsi difusi inovasi APPOLI. Sehingga pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan sebelum membuat keputusan adalah dengan melakukan proses komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Bagian keempat yakni tahap Konfirmasi yaitu tahap dimana para petani berbagi pengalaman kepada para petani yang tidak menjalankanadopsi inovasi padi organic. Petani yang sudah menjalankan akan menjelaskan keuntungan-keuntungan yang diperolehnya. Terakhir adalah tahap adopsi budidaya pertanian organik petani yang tergabung dalam APPOLI.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peran Kontak Tani dalam Budidaya Padi Organik di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar - UNS Institutional Repository

Peran Kontak Tani dalam Budidaya Padi Organik di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar - UNS Institutional Repository

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peran Kontak Tani dalam Budidaya Padi Organik di Ke camatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar” . Sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

11 Baca lebih lajut

BUDIDAYA PADI ORGANIK

BUDIDAYA PADI ORGANIK

Ada dua pengertian untuk menjelaskan apa itu padi organik. Pengertian tersebut dapat ditinjau dari aspek manajemen kelembagaan dan aspek budidaya. Secara umum, ditinjau dari aspek manajemen, orang mengenal istilah padi organik jika padi tersebut ditetapkan oleh sebuah lembaga yang memberikan jaminan kepastian bahwa padi tersebut dibudidayakan secara organik. Jadi walaupun sebuah komoditas pertanian telah dibudidayakan secara organik, tetapi belum mendapatkan jaminan dari lembaga sertifikasi, maka komoditas tersebut belum dapat dikatakan produk organik (Anonim, 2015).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Optimasi Dosis Pupuk Organik yang Diaplikasikan dengan Pupuk Hayati pada Budidaya Padi Organik

Optimasi Dosis Pupuk Organik yang Diaplikasikan dengan Pupuk Hayati pada Budidaya Padi Organik

Peran bahan organik terhadap ketersediaan hara dalam tanah tidak terlepas dengan proses mineralisasi yang merupakan tahap akhir dari proses perombakan bahan organik. Proses mineralisasi akan dilepas mineral - mineral hara tanaman dengan lengkap (N, P, K, Ca, Mg dan S, serta hara mikro) dalam jumlah tidak tentu dan relatif kecil. Hara N, P dan S merupakan hara yang relatif lebih banyak untuk dilepas dan dapat digunakan (Tisden dan Nelson 1974). Doberman dan Fairhurst (2000) menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman sangat ditentukan oleh kecukupan hara N dan P. Unsur N memiliki fungsi sebagai komponen penyusun asam amino, asam nukleat, nukleotida dan klorofil sehingga dapat mendorong pertumbuhan dengan cepat, yaitu meningkatkan jumlah anakan dan tinggi tanaman. Semakin besar kecukupan unsur N dan P mengakibatkan tinggi tanaman yang semakin tinggi. Dosis 10 ton ha -1 yang dapat memberikan unsur N dan P paling tinggi diantara dosis yang lain dapat meningkatkan tinggi tanaman paling besar.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Karakter Morfofisiologi Tanaman dan Fisikokimia Beras dengan Berbagai Dosis Pemupukan Organik dan Hayati pada Budidaya Padi Organik

Karakter Morfofisiologi Tanaman dan Fisikokimia Beras dengan Berbagai Dosis Pemupukan Organik dan Hayati pada Budidaya Padi Organik

Laju pertumbuhan relatif (LPR) menunjukkan besarnya pertambahan bahan kering tanaman. Gambar 15A menunjukkan pola LPR mengalami penurunan setelah tanaman berumur 5 MST. Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tanaman padi (berdasarkan nilai LAB dan LTR) saat 3-5 MST lebih besar daripada saat 5-7 MST. Menurut Francescangeli et al. (2006) peningkatan derajat penutupan daun dan rasio luas daun tanaman menyebabkan penurunan LAB tanaman akibat semakin banyaknya daun yang saling menutupi. Penutupan daun ini mengakibatkan daun yang berada di bagian bawah tidak dapat menghasilkan asimilat atau berfotosintesis secara maksimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas tanaman. Gardner et al. (1991) menyatakan bahwa penurunan nilai LAB juga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan bagi tanaman dan adanya kompetisi antar tanaman dalam memperebutkan hara. Tanaman muda memiliki nilai LAB lebih besar daripada tanaman tua karena sebagian besar daunnya terpapar cahaya matahari. Seperti pada LAB, Sugito et al. (2006) menyatakan bahwa LTR tanaman cukup tinggi pada awal pertumbuhan dan menurun seiring dengan bertambahnya umur tanaman.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Budidaya Padi Organik dengan Berbagai Waktu Aplikasi Pupuk Kandang dan Pemberian Pupuk Hayati

Budidaya Padi Organik dengan Berbagai Waktu Aplikasi Pupuk Kandang dan Pemberian Pupuk Hayati

Produktivitas GKG paling tinggi adalah akibat pengaruh kombinasi aplikasi pupuk kandang pada saat 2 minggu sebelum tanam dan 4 minggu setelah tanam dengan aplikasi pupuk hayati. Rata-rata produktivitas GKG dari budidaya secara organik ini adalah sebesar 5.04 ton/ha dengan potensi hasil rata-rata 6.76 ton/ha hampir menyamai rata-rata produktivitas nasional pada tahun 2012 yaitu sebesar 5.08 ton/ha (Badan Pusat Statistik 2012). Nilai produktivitas tersebut belum sesuai dengan deskripsi varietas yang dikeluarkan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (2009), varietas Ciherang mampu memproduksi 6.0 ton/ha dengan potensi hasil 8.5 ton/ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil padi yang dibudidayakan secara organik yang berkelanjutan sudah hampir setara dengan rata-rata hasil padi yang ditanam secara konvensional.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

LAPORAN LENGKAP  PENELITIAN PASCA 2017 (16 NOV)

LAPORAN LENGKAP PENELITIAN PASCA 2017 (16 NOV)

Berkaitan dengan persepsi di atas, maka persepsi petani responden terhadap budidaya padi organik di tiga desa yang diteliti pada umumnya hampir sama. Persepsi terhadap input produksi, proses produksi, output, pengolahan dan pemasaran hasil produksi semuanya mendapatkan perhatian dari petani sebelum mereka menanam padi organik. Dalam hal yang berkaitan dengan input/sarana produksi berupa bahan-bahan organik, petani pada umumnya mendapat kesulitan dalam hal penyediaannya dan masih mendapat bantuan dari instansi pemerintah seperti pupuk organik dan pestisida hayati. Namun melalui pelatihan yang diadakan oleh petugas instansi pemerintah (PPL dan Petugas dari Dinas PU), petani saat ini sudah mampu membuat pupuk organik tersebut secara mandiri. Salah satu kendala yang dihadapi petani dalam menyediakan sarana produksi di atas adalah ketersediaan kotoran ternak yang dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk organik kurang tersedia. Selain itu, faktor bau kotoran ternak ketika diolah menjadi pupuk organik dan di bawa ke lahan usahatani juga merupakan permasalah tersendiri yang sering menimbulkan keengganan petani mengolah kotoran ternak tersebut.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Makalah Dies 52 HF 2015 M. Yazid

Makalah Dies 52 HF 2015 M. Yazid

Berdasarkan fakta di lapangan partisipasi petani dalam menerapkan teknologi padi semiorganik dan organik belum seluruhnya mau berpartisipasi hal ini dikarenakan masih ada petani yang menganggap lebih mudah usahatani padi anorganik (konvensional), misalnya pada saat pemupukan dengan menggunakan pupuk organik maka hasilnya dari pemupukan agak lambat terlihat dibandingan dengan menggunakan pupuk kimia yang reaksinya cepat terlihat. Masih adanya pandangan negatif terhadap penerapan budidaya padi organik. Petani masih membutuhkan orang intansi lain yang bisa memberikan informasi mengenai usahatani padi semiorganik dan organik, walaupun di Desa Triyoso ini penyuluh turun langsung dalam memberikan informasi dan penyuluhan kepada petani sehingga petani mendapatan banyak informasi dan dapat menerapkan usahatani padi semiorganik dan organik lebih baik lagi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Kapasitas Produsen Beras Organik di Gapoktan Tani Mulyo Klaten

Peningkatan Kapasitas Produsen Beras Organik di Gapoktan Tani Mulyo Klaten

Selain penyuluhan tentang budidaya padi organik, juga diberikan penyuluhan tentang proses produksi beras organik. Proses produksi beras organik yang baik dan benar dapat digunakan untuk kelayakan beras organik mendapatkan sertifikat PIRT. Dalam penyuluhan ini fasilitator mengajak anggota kelompok tani Manis Harjo I dan kelompok tani Manis Harjo II untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan yang menggunakan pupuk organik dengan teknik atau cara budidaya yang baik dan benar (Gambar 1). Hal ini dikarenakan faktanya saat ini tidak banyak petani (pemilik lahan) yang tidak “sadar lingkungan” mereka kurang menyadari bahwa tanah atau lahan merupakan investasi jangka panjang untuk anak cucu mereka kelak. Masih banyak para petani malas beralih ke pertanian ramah lingkungan karena berbagai alasan diantaranya masa panen lebih lama, lebih repot dan tidak praktis karena pupuk harus dibuat sendiri dalam waktu yang lama berbeda dengan pupuk kimia yang langsung tersedia di pasaran dan hasil produksi beras organik sulit dipasarkan karena harganya lebih tinggi dibandingkan beras non organik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Potensi Karakter Keinovatifan Petani dalam Adopsi Pertanian Padi Secara Organik di Kelurahan Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga = The Potential of Farmer’s Innovativeness in Organic Farmi

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Potensi Karakter Keinovatifan Petani dalam Adopsi Pertanian Padi Secara Organik di Kelurahan Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga = The Potential of Farmer’s Innovativeness in Organic Farmi

Saya tidak berani mengajak anggota petani lain untuk melakukan budidaya padi organik karena saya belum yakin terhadap hasil bertani secara organik 12.. Saya memutuskan akan melakukan[r]

16 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Komparasi Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Budidaya Nonorganik, Semiorganik, dan Organik (Studi Kasus: Desa Lubuk Bayas, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai)

II. TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Komparasi Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Budidaya Nonorganik, Semiorganik, dan Organik (Studi Kasus: Desa Lubuk Bayas, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai)

Ciri utama budidaya padi organik adalah tidak menggunakan pupuk kimia. Seluruh pupuk yang digunakan sepenuhnya berupa pupuk organik, mulai dari pemupukan awal atau dasar hingga pemupukan susulan. Pupuk tersebut dapat berbentuk padat yang diaplikasikan lewat akar, seperti pupuk kandang, pupuk hijauan, kompos, dan humus maupun cair yang diaplikasikan lewat daun, seperti pupuk kandang cair dan biogas. Selain itu, pada budidaya padi organik penggunaan pestisida kimia sama sekali tidak dibenarkan dalam pemberantasan hama dan penyakit. Pemberantasan hama dan penyakit padi organik perlu dilakukan secara terpadu antara teknik budidaya, biologis, fisik (perangkap atau umpan), dan kimia dengan menggunakan pestisida organik (Andoko, 2010).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Risiko Usaha Budidaya Padi Hitam Organik di Kabupaten Karanganyar - UNS Institutional Repository

Analisis Risiko Usaha Budidaya Padi Hitam Organik di Kabupaten Karanganyar - UNS Institutional Repository

Alhamdulillahirobbil’ alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan berkah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skrisi yang berjudul “Analisis Risiko Usaha Budidaya Padi Hitam Organik di Kabupaten Karanganyar ” dengan baik dan tepat waktu. Skripsi ini ditulis untuk memenuhi salah satu persayaratan guna memperoleh derajat gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penulis menyadari bahwa selama penulisan skripsi banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik berupa dukungan moril maupun materiil. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Terimakasih penulis sampaikan kepada:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analysis of Growth and Rice Yields (Oryza sativa L.) Conventional, Organic Transitional, and Organic Farming System | Mungara, Didik Indradewa, dan Rohlan Rogomulyo | Vegetalika 3993 6486 1 PB

Analysis of Growth and Rice Yields (Oryza sativa L.) Conventional, Organic Transitional, and Organic Farming System | Mungara, Didik Indradewa, dan Rohlan Rogomulyo | Vegetalika 3993 6486 1 PB

Dalam penelitian digunakan 3 sistem budidaya yaitu : Konvensional, adalah pertanian seperti yang dilakukan oleh sebagian besar petani di seluruh dunia saat ini. Pertanian ini mengandalkan input dari luar sistem pertanian, berupa energi, pupuk, pestisida untuk mendapatkan hasil pertanian yang produktif dan bermutu tinggi. Transisi, adalah Pertanian organik yang berasal dari lahan konvensional yang sedang dalam peralihan. Dan organik, Menurut Bawolye dan Syam (2008). Padi organik adalah padi yang disahkan oleh sebuah badan independen, untuk ditanam dan diolah menurut standar “organik” yang ditetapkan. Budidaya padi dapat dikatakan Organik penuh jika telah dibudidayakan secara organik lebih dari 4 kali musim tanam.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...